cover
Contact Name
Sri Wahyuni Barum
Contact Email
Lppm@stikes.gunungsari.id
Phone
+6285255332550
Journal Mail Official
Lppm@stikes.gunungsari.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 293 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Berita Kesehatan
ISSN : 23561068     EISSN : 28075617     DOI : -
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN 2356-1068 Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.
Articles 165 Documents
Analisa Keseimbangan Statis Penderita Chronic Ankle Instability Pada Pemain Basket dan Futsal SMA di Kota Malang Fadillah, Arvin; Irawan, Dimas Sondang; Rahmanto, Safun
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.237

Abstract

Kebanyakan orang sering mengabaikan gejala terkilir pergelangan kaki lateral. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik dalam jangka panjang, maka berisiko terjadi ketidakstabilan pergelangan kaki kronis (CAI) yang mengakibatkan seseorang mengalami cedera yang sama secara terus-menerus. Prevalensi kasus ketidakstabilan pergelangan kaki kronis sekitar 25%, sedangkan prevalensi kasus dengan riwayat terkilir pergelangan kaki sekitar 46%. CAI dapat berdampak buruk terhadap stabilitas, seperti keseimbangan statis. Keseimbangan statis merupakan kondisi saat tubuh mempertahankan postur tubuh pada pangkal tumpuan dalam keadaan istirahat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan keseimbangan statis penderita ketidakstabilan pergelangan kaki kronis dan kelompok kontrol pada pemain basket dan futsal SMA di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen 2 kelompok yaitu “kelompok CAI dan kelompok kontrol” dengan teknik purposive sampling dan menggunakan uji perbandingan independent sample T-test. Hasil yang diperoleh dari uji perbandingan sampel uji T dengan nilai p sebesar 0,424 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok CAI. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah analisis keseimbangan statis penderita instabilitas pergelangan kaki kronis pada pemain basket dan futsal SMA di Kota Malang tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA PAPAN PINTAR MISIPUNGA(MISI PENUH GIZI ANTI ANEMIA) TERHADAP PENGETAHUAN ANEMIA SISWI SD Asikin, Abdul Malik; Nurfaidah, Nurfaidah; Dzulkifli, Andi Muhammad
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.239

Abstract

Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan menurunnnya  konsentrasi  sel  darah merah  atau  hemoglobin  dalam  darah. anemia gizi besi dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi dan konsumsi makanan penghambat    penyerapan    zat    besi, serta penyakit  infeksi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media papan pintar misi penuh gizi (Misipunga) anti anemia terhadap pengetahuan anemia siswi Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Kelapa Tiga. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre experiment one group pre test – post test design dengan menggunakan pre test sebelum diberi edukasi Misipunga kepada siswi sekolah dasar dan post test dilakukan setelah diberi edukasi Misipunga kepada siswi sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Kelapa Tiga Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel dengan teknik cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner.  Analisis data mengunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal.  Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa edukasi  dengan media Misipunga kepada siswa sekolah dasar berpengaruh pada peningkatan pengetahuan anemia siswa Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Kota Makassar. Saran dari kegiatan ini yaitu, petugas kesehatan ataupun unit kesehatan sekolah  dapat menggunakan metode edukasi  Misipunga kepada siswi sekolah dasar untuk meningkatakan pengetahuan pencegaahan anemia.
Analisis Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Dalam Mengaktivasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Pada Kejadian Kegawatdaruratan Pra Hospital Nusdin, Nusdin; Rahim, Alfyan; Alfrida, `Alfrida
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.246

Abstract

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) merupakan bagian krusial dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya pada fase pra-hospital. Kemampuan untuk mengaktifkan sistem ini secara cepat dan tepat sangat menentukan keberhasilan intervensi kegawatdaruratan dan dapat menurunkan risiko kematian maupun kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan mahasiswa keperawatan dalam mengaktivasi SPGDT pada kejadian kegawatdaruratan pra-hospital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 84 responden mahasiswa keperawatan semester enam, yang dipilih melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa (65,5%) memiliki pengetahuan yang kurang, 29,7% memiliki pengetahuan cukup, dan hanya 4,8% yang memiliki pengetahuan baik. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kurikulum pendidikan keperawatan, khususnya dalam bentuk pelatihan dan simulasi kegawatdaruratan. Diperlukan strategi pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) untuk meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi kondisi darurat nyata. Pengetahuan yang baik mengenai aktivasi SPGDT harus menjadi prioritas agar lulusan keperawatan siap berperan secara efektif dalam sistem penanggulangan gawat darurat di lapangan.
Potret Gaya Hidup Ibu Hamil Bebas Diabetes Gestasional Di Puskesmas Bangkala Kota Makassar Haruna, Sri Rahmah; Rosnania, Rosnania; S’Palayukan, Safira; Bubun, Juhelnita
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.248

Abstract

Diabetes gestasional merupakan komplikasi kehamilan yang dapat dicegah melalui penerapan gaya hidup sehat. Gaya hidup ini mencakup pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang cukup, dan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola makan, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kehamilan rutin pada ibu hamil bebas diabetes gestasional di Puskesmas Bangkala Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 42 ibu hamil yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan terdiri dari tiga bagian, yaitu pola makan, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kehamilan rutin, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki pola makan sehat sebanyak 64,3%, cukup sehat 35,7%, aktivitas fisik kurang aktif 42,9%, cukup aktif 31,0%, dan aktif 26,2%. Seluruh responden (100%) melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai jadwal. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil telah memiliki pola makan yang baik dan secara aktif memeriksakan kehamilan, namun masih terdapat ibu hamil dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gaya hidup sehat yang mencakup pola makan dan pemeriksaan rutin telah diterapkan dengan baik oleh ibu hamil bebas diabetes gestasional, namun diperlukan peningkatan aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi kehamilan.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Praktik Pemberian MP-ASI Terhadap Status Gizi Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Anggeraja Herlianty, Herlianty; Hijrawati, Hijrawati; Sumidawati, Ni Ketut; Bahrum, Sri Wahyuni; Hijrah, Hijrah; Santika, Santika
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi anak di wilayah kerja Puskesmas Anggeraja Kabupaten Enrekang pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel pengetahuan MP-ASI, praktik pemberian MP-ASI,  frekuensi,  variasi,  porsi,  dan  tekstur  pemberian  MP-ASI  dengan  status gizi anak. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  tidak  terdapat  hubungan signifikan  antara  pengetahuan  MP-ASI  dan  status  gizi  (p-value  0.5),  serta  antara waktu  pemberian  MP-ASI  dengan  status  gizi  (p-value  0.576).  Namun,  terdapat hubungan signifikan antara frekuensi pemberian MP-ASI (p-value 0.01) dan porsi pemberian MP-ASI (p-value 0.01) dengan status gizi anak, di mana pemberian MP- ASI  sesuai  standar  berhubungan  dengan  status  gizi  yang  lebih  baik.  Sebaliknya, variasi  dan  tekstur  pemberian  MP-ASI  tidak  menunjukkan  hubungan  signifikan dengan status gizi (p-value 0.873). Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk peningkatan  program  edukasi  mengenai  pemberian  MP-ASI  di  masyarakat  serta perbaikan kebijakan kesehatan anak usia 6 -24 bulan.
Studi Yuridis Tentang Penggunaan Genetik Dalam Diagnosis Kanker: Tantangan Hukum Dan Etika Dalam Implementasi Teknologi Genomik Nurnaeni, Nurnaeni; Bachri, syamsul
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.250

Abstract

Teknologi genomik telah membuat kemajuan besar dalam dunia medis, terutama dalam deteksi dan pengobatan kanker yang lebih baik. Namun, teknologi ini menimbulkan banyak masalah hukum dan etika, terutama terkait perlindungan data genetik pasien dan hak mereka, serta risiko diskriminasi karena data genetik. Studi ini menyelidiki bagaimana hukum Indonesia mengatur penggunaan data genetik, serta masalah dan solusi yang mungkin muncul. Kebijakan yang lebih jelas diperlukan untuk menjamin perlindungan data genetik pasien dan pemanfaatan teknologi genomik yang etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Data genetik pasien kanker dalam Hukum di Indonesia belum cukup dalam melindungi data genetik pasien kanker. Saat ini, belum ada regulasi khusus yang secara tegas mengatur perlindungan data genetik sebagaimana yang diterapkan dalam General Data Protection Regulation (GDPR) di Uni Eropa. Beberapa undang-undang seperti Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) memang mengatur tentang kerahasiaan data medis, tetapi belum secara spesifik melindungi data genetik pasien dari penyalahgunaan. Hal ini membuka peluang bagi pihak lain, seperti perusahaan asuransi dan pemberi kerja, untuk menggunakan informasi genetik dalam menentukan kebijakan mereka, yang dapat berujung pada diskriminasi. Penggunaan data genetik dalam diagnosis kanker telah membawa revolusi dalam dunia kedokteran, memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan personalisasi pengobatan. Namun praktik ini juga menimbulkan berbagai isu hukum dan etika yang perlu diatur dengan cermat. Jika data genetik bocor atau disalahgunakan, pasien bisa mengalami dampak negatif, seperti stigma sosial atau kesulitan mendapatkan asuransi
Motivasi Remaja Putri dalam Pencegahan Anemia Dan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Setyaningsih, Pujiati; Jumiatun, Jumiatun
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri pada masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi. Anemia disebabkan beberapa hal antara lain memasuki masa pubertas mengalami pertumbuhan pesat sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat, seringkali melakukan diet yang keliru untuk menurunkan berat badan, serta mengalami kehilangan darah karena haid setiap bulan. Penegakan diagnosis anemia dilakukan dengan pemeriksaaan laboratorium kadar hemoglobin/Hb. Dampak anemia pada remaja putri meliputi menurunnya daya tahan tubuh, menurunnya kebugaran karena kurangnya oksigen ke otot, serta menurunnya konsentrasi karena kurangnya oksigen ke otak yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Upaya yang untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja meliputi konsumsi makanan bergizi seimbang, makan cukup buah dan sayur, minum tablet tambah darah serta memeriksakan kadar hemoglobin darah. Tujuan penelitian untuk menganalisis motivasi remaja putri dalam pencegahan anemia dan pemeriksaan kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, sampel diambil secara total populasi, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian terhadap 49 responden menunjukkan sebagian besar (57%) selalu minum tablet tambah darah yang diberikan, sebagian kecil (39%) selalu makan dengan gizi seimbang. Mayoritas responden (86%) bersedia dilakukan pemeriksaan hemoglobin, namun masih ada (14%) tidak bersedia. Minum tablet tambah darah, makan makanan gizi seimbang, serta pemeriksaan hemoglobin sangat penting dilakukan untuk pencegahan anemia pada remaja putri. Diharapkan dorongan dari orang tua, guru serta tenaga kesehatan sebagai factor eksternal untuk memotivasi remaja putri dalam upaya mencegah anemia.
Pengaruh Perawatan Tali Pusat Menggunakan Topikal Asi (Air Susu Ibu) Terhadap Waktu Pelepasan Tali Pusat Husaidah, Siti; Amru, Desi Ernita; Heroyanto, Heroyanto
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.252

Abstract

Metode baru dalam perawatan tali pusat dengan cara mengoleskan Air Susu Ibu pada tali pusat bayi baru lahir dan dijaga agar tetap bersih dan kering supaya tidak terjadi infeksi dan mempercepat pelepasan tali pusat. Mengetahui Pengaruh Perawatan Tali Pusat Menggunakan Topikal ASI Terhadap Waktu Pelepasan Tali Pusat Di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Sekupang Kota Batam. Kuantitatif dengan pendekatan Quasi Eksperimen dengan desain posttest only control design yang dilakukan selama dua minggu pada dua kelompok yaitu kelompok yang diberikan topikal ASI dan tanpa topikal ASI. Hasil penelitian bahwa dari 15 bayi yang melakukan perawatan tali pusat menggunakan topikal ASI sebagian besar waktu pelepasan tali pusat Normal 5-7 hari sebanyak 8 (53,3%), dari 15 bayi kelompok kontrol sebagian besar waktu pelepasan tali pusat Lambat >7 hari sebanyak 9 (60%) dan hasil uji statistik regresi menunjukkan bahwa nilai Sig 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada Pengaruh Perawatan Tali Pusat Menggunakan Topikal ASI Terhadap Waktu Pelepasan Tali Pusat Di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Sekupang Kota Batam. Adanya pengaruh perawatan dan menggunakan topikal ASI dengan waktu pelepasan tali pusat. Disarankan sebaiknya metode topikal ASI dapat dilakukan oleh ibu nifas untuk menjadi salah satu metode perawatan tali pusat pada bayi untuk mencegah terjadinya infeksi tali pusat dan agar tali pusat bisa segera puput.
Faktor Sosial Budaya Terhadap Perilaku Ibu Nifas Dalam Pemberian ASI Eksklusif: Pendekatan Epistemelogi Hermeneutik Lisna, Lisna; Adam, Arlin
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.282

Abstract

Penelitian ini menelusuri berbagai faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaan pemberian ASI eksklusif oleh ibu menyusui di Kabupaten Wajo dengan menggunakan pendekatan epistemologis dan hermeneutik. Pendekatan ini bertujuan menggali bagaimana pengetahuan mengenai ASI eksklusif terbentuk dan dimaknai oleh para partisipan melalui pengalaman pribadi, nilai-nilai budaya, serta hubungan sosial. Temuan menunjukkan bahwa pemahaman ibu tentang ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh interaksi sosial dan makna-makna simbolik dalam budaya setempat. Melalui lensa hermeneutika, praktik seperti larangan keluar rumah selam 40 hari setelah melahirkan dipahami sebagai ekspresi pengetahuan lokal yang merekatkan tubuh, makna, dan budaya. Mereka percaya bahwa ibu nifas perlu istirahat yang cukup dan menghindari aktivitas berat. Hal ini bertujuan untuk membantu pemulihan tubuh ibu dan memastikan produksi ASI yang cukup untuk bayi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya promosi kesehatan yang berlandaskan budaya dan mengedepankan dialog, bukan hanya menggunakan pendekatan teknokratis-biomedis
Hubungan Antara Kelengkapan Riwayat Imunisasi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan Iswari, Dian; Dewi, Sawitri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.283

Abstract

Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 162 juta anak balita di dunia mengalami stunting pada tahun 2022. prevalensi stunting di Indonesia tercatat sebesar 21,6%. Di Provinsi Jawa Tengah prevelensi stunting masih berada pada level 20,8% prevalensi stunting di Cilacap meningkat dari 17,6% pada tahun 2022 menjadi 18,5% pada tahun 2023. Salah satu intervensi kesehatan yang penting dalam mencegah stunting adalah imunisasi dasar lengkap Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan riwayat imunisasi dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan I. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Desain yang digunakan pada penelitian ini cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 127 balita. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total  sampling.Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Koefiesien Kontingensi dengan taraf signifikan 95%. Hasil yang diperoleh adalah karakteristik responden yang berusia 6-12 bulan sebesar 47.2% dan yang berusia 13-24 bulan sebesar 52.8%. Karakteristik responden sebagian besar berjenis kelamin laki laki dengan persentase 65.4% dan sisanya sebesar 34.6% berjenis kelamin perempuan, riwayat imunisasi pada balita di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan 1 berstatus lengkap dengan persentase 85% dan sebesar 15% balita berstatus riwayat imunisasi tidak lengkap, Kejadian stunting pada balita usia 6-24 bulan di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan sebesar 11%, Ada hubungan yang cukup kuat antara kelengkapan riwayat imunisasi dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Desa Sidakaya Puskesmas Cilacap Selatan I dengan nilai p value 0.001<0.05 dan nilai koefisien korelasi 0,458.