cover
Contact Name
Sri Wahyuni Barum
Contact Email
Lppm@stikes.gunungsari.id
Phone
+6285255332550
Journal Mail Official
Lppm@stikes.gunungsari.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 293 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Berita Kesehatan
ISSN : 23561068     EISSN : 28075617     DOI : -
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN 2356-1068 Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.
Articles 201 Documents
PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA PAPAN PINTAR MISIPUNGA(MISI PENUH GIZI ANTI ANEMIA) TERHADAP PENGETAHUAN ANEMIA SISWI SD Asikin, Abdul Malik; Nurfaidah, Nurfaidah; Dzulkifli, Andi Muhammad
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.239

Abstract

Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan menurunnnya  konsentrasi  sel  darah merah  atau  hemoglobin  dalam  darah. anemia gizi besi dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi dan konsumsi makanan penghambat    penyerapan    zat    besi, serta penyakit  infeksi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh edukasi dengan media papan pintar misi penuh gizi (Misipunga) anti anemia terhadap pengetahuan anemia siswi Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Kelapa Tiga. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre experiment one group pre test – post test design dengan menggunakan pre test sebelum diberi edukasi Misipunga kepada siswi sekolah dasar dan post test dilakukan setelah diberi edukasi Misipunga kepada siswi sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Kelapa Tiga Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel dengan teknik cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner.  Analisis data mengunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal.  Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa edukasi  dengan media Misipunga kepada siswa sekolah dasar berpengaruh pada peningkatan pengetahuan anemia siswa Sekolah Dasar Inpres Bertingkat Kota Makassar. Saran dari kegiatan ini yaitu, petugas kesehatan ataupun unit kesehatan sekolah  dapat menggunakan metode edukasi  Misipunga kepada siswi sekolah dasar untuk meningkatakan pengetahuan pencegaahan anemia.
Analisis Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Dalam Mengaktivasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Pada Kejadian Kegawatdaruratan Pra Hospital Nusdin, Nusdin; Rahim, Alfyan; Alfrida, `Alfrida
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.246

Abstract

Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) merupakan bagian krusial dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya pada fase pra-hospital. Kemampuan untuk mengaktifkan sistem ini secara cepat dan tepat sangat menentukan keberhasilan intervensi kegawatdaruratan dan dapat menurunkan risiko kematian maupun kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan mahasiswa keperawatan dalam mengaktivasi SPGDT pada kejadian kegawatdaruratan pra-hospital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 84 responden mahasiswa keperawatan semester enam, yang dipilih melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa (65,5%) memiliki pengetahuan yang kurang, 29,7% memiliki pengetahuan cukup, dan hanya 4,8% yang memiliki pengetahuan baik. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kurikulum pendidikan keperawatan, khususnya dalam bentuk pelatihan dan simulasi kegawatdaruratan. Diperlukan strategi pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiential learning) untuk meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi kondisi darurat nyata. Pengetahuan yang baik mengenai aktivasi SPGDT harus menjadi prioritas agar lulusan keperawatan siap berperan secara efektif dalam sistem penanggulangan gawat darurat di lapangan.
Potret Gaya Hidup Ibu Hamil Bebas Diabetes Gestasional Di Puskesmas Bangkala Kota Makassar Haruna, Sri Rahmah; Rosnania, Rosnania; S’Palayukan, Safira; Bubun, Juhelnita
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.248

Abstract

Diabetes gestasional merupakan komplikasi kehamilan yang dapat dicegah melalui penerapan gaya hidup sehat. Gaya hidup ini mencakup pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang cukup, dan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola makan, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kehamilan rutin pada ibu hamil bebas diabetes gestasional di Puskesmas Bangkala Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 42 ibu hamil yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan terdiri dari tiga bagian, yaitu pola makan, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kehamilan rutin, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki pola makan sehat sebanyak 64,3%, cukup sehat 35,7%, aktivitas fisik kurang aktif 42,9%, cukup aktif 31,0%, dan aktif 26,2%. Seluruh responden (100%) melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai jadwal. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil telah memiliki pola makan yang baik dan secara aktif memeriksakan kehamilan, namun masih terdapat ibu hamil dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gaya hidup sehat yang mencakup pola makan dan pemeriksaan rutin telah diterapkan dengan baik oleh ibu hamil bebas diabetes gestasional, namun diperlukan peningkatan aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya pencegahan komplikasi kehamilan.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Praktik Pemberian MP-ASI Terhadap Status Gizi Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Anggeraja Herlianty, Herlianty; Hijrawati, Hijrawati; Sumidawati, Ni Ketut; Bahrum, Sri Wahyuni; Hijrah, Hijrah; Santika, Santika
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi anak di wilayah kerja Puskesmas Anggeraja Kabupaten Enrekang pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara variabel pengetahuan MP-ASI, praktik pemberian MP-ASI,  frekuensi,  variasi,  porsi,  dan  tekstur  pemberian  MP-ASI  dengan  status gizi anak. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  tidak  terdapat  hubungan signifikan  antara  pengetahuan  MP-ASI  dan  status  gizi  (p-value  0.5),  serta  antara waktu  pemberian  MP-ASI  dengan  status  gizi  (p-value  0.576).  Namun,  terdapat hubungan signifikan antara frekuensi pemberian MP-ASI (p-value 0.01) dan porsi pemberian MP-ASI (p-value 0.01) dengan status gizi anak, di mana pemberian MP- ASI  sesuai  standar  berhubungan  dengan  status  gizi  yang  lebih  baik.  Sebaliknya, variasi  dan  tekstur  pemberian  MP-ASI  tidak  menunjukkan  hubungan  signifikan dengan status gizi (p-value 0.873). Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk peningkatan  program  edukasi  mengenai  pemberian  MP-ASI  di  masyarakat  serta perbaikan kebijakan kesehatan anak usia 6 -24 bulan.
Studi Yuridis Tentang Penggunaan Genetik Dalam Diagnosis Kanker: Tantangan Hukum Dan Etika Dalam Implementasi Teknologi Genomik Nurnaeni, Nurnaeni; Bachri, syamsul
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i1.250

Abstract

Teknologi genomik telah membuat kemajuan besar dalam dunia medis, terutama dalam deteksi dan pengobatan kanker yang lebih baik. Namun, teknologi ini menimbulkan banyak masalah hukum dan etika, terutama terkait perlindungan data genetik pasien dan hak mereka, serta risiko diskriminasi karena data genetik. Studi ini menyelidiki bagaimana hukum Indonesia mengatur penggunaan data genetik, serta masalah dan solusi yang mungkin muncul. Kebijakan yang lebih jelas diperlukan untuk menjamin perlindungan data genetik pasien dan pemanfaatan teknologi genomik yang etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Data genetik pasien kanker dalam Hukum di Indonesia belum cukup dalam melindungi data genetik pasien kanker. Saat ini, belum ada regulasi khusus yang secara tegas mengatur perlindungan data genetik sebagaimana yang diterapkan dalam General Data Protection Regulation (GDPR) di Uni Eropa. Beberapa undang-undang seperti Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) memang mengatur tentang kerahasiaan data medis, tetapi belum secara spesifik melindungi data genetik pasien dari penyalahgunaan. Hal ini membuka peluang bagi pihak lain, seperti perusahaan asuransi dan pemberi kerja, untuk menggunakan informasi genetik dalam menentukan kebijakan mereka, yang dapat berujung pada diskriminasi. Penggunaan data genetik dalam diagnosis kanker telah membawa revolusi dalam dunia kedokteran, memungkinkan diagnosis yang lebih akurat dan personalisasi pengobatan. Namun praktik ini juga menimbulkan berbagai isu hukum dan etika yang perlu diatur dengan cermat. Jika data genetik bocor atau disalahgunakan, pasien bisa mengalami dampak negatif, seperti stigma sosial atau kesulitan mendapatkan asuransi
Motivasi Remaja Putri dalam Pencegahan Anemia Dan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Setyaningsih, Pujiati; Jumiatun, Jumiatun
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri pada masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi. Anemia disebabkan beberapa hal antara lain memasuki masa pubertas mengalami pertumbuhan pesat sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat, seringkali melakukan diet yang keliru untuk menurunkan berat badan, serta mengalami kehilangan darah karena haid setiap bulan. Penegakan diagnosis anemia dilakukan dengan pemeriksaaan laboratorium kadar hemoglobin/Hb. Dampak anemia pada remaja putri meliputi menurunnya daya tahan tubuh, menurunnya kebugaran karena kurangnya oksigen ke otot, serta menurunnya konsentrasi karena kurangnya oksigen ke otak yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Upaya yang untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja meliputi konsumsi makanan bergizi seimbang, makan cukup buah dan sayur, minum tablet tambah darah serta memeriksakan kadar hemoglobin darah. Tujuan penelitian untuk menganalisis motivasi remaja putri dalam pencegahan anemia dan pemeriksaan kadar hemoglobin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, sampel diambil secara total populasi, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian terhadap 49 responden menunjukkan sebagian besar (57%) selalu minum tablet tambah darah yang diberikan, sebagian kecil (39%) selalu makan dengan gizi seimbang. Mayoritas responden (86%) bersedia dilakukan pemeriksaan hemoglobin, namun masih ada (14%) tidak bersedia. Minum tablet tambah darah, makan makanan gizi seimbang, serta pemeriksaan hemoglobin sangat penting dilakukan untuk pencegahan anemia pada remaja putri. Diharapkan dorongan dari orang tua, guru serta tenaga kesehatan sebagai factor eksternal untuk memotivasi remaja putri dalam upaya mencegah anemia.
Hubungan Peran Serta Keluarga Terhadap Kemandirian Aktivitas Lansia Di Wilayah Puskesmas Satui Imelda Appulembang; Normalia Normalia; Rahmia Rahmia
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan aktivitas kehidupan sehari-hari pada lansia sering kali disebabkan oleh berbagai faktor fisik, seperti kekakuan sendi, keterbatasan pergerakan, dan gangguan pada sistem tubuh lainnya. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan adalah kurangnya peran aktif keluarga dalam mendukung pemeriksaan kesehatan lansia secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran serta keluarga terhadap kemandirian aktivitas lansia di wilayah Puskesmas Satui. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan sampel 20 lansia dari Desa Makmur Mulia. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling. Hasil analisis menggunakan uji gamma menunjukkan bahwa hubungan antara peran serta keluarga dan kemandirian aktivitas lansia signifikan secara statistik dengan P-Value sebesar 0,040, pada tingkat signifikansi 5%. Nilai korelasi sebesar 0,951 menunjukkan bahwa hubungan tersebut sangat kuat dan positif. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi peran serta keluarga dalam mendukung lansia, semakin tinggi pula kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari- hari. Berdasarkan temuan ini, adanya hubungan  antara peran serta keluarga terhadap kemandirian aktifitas lansia, disarankan untuk mengadakan program penyuluhan rutin bagi keluarga mengenai pentingnya peran mereka dalam mendukung kemandirian lansia.
Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja dan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas : Suatu Tinjauan Literatur Fachrudin Suryadi Harun; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.259

Abstract

Budaya organisasi memegang peran penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan di Puskesmas sebagai fasilitas layanan primer. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dan mutu pelayanan di Puskesmas. Kajian dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2015–2024. Hasil studi menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya seperti disiplin, empati, kerja sama tim, keterbukaan, dan inovasi secara konsisten mendukung peningkatan kinerja pelayanan, kepuasan pasien, dan keberhasilan implementasi sistem informasi kesehatan seperti E-Puskesmas. Budaya organisasi juga terbukti berperan dalam memperkuat motivasi kerja tenaga kesehatan dan menciptakan lingkungan kerja yang adaptif serta produktif. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi yang positif menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu layanan Puskesmas dan membangun sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Kajian ini merekomendasikan perlunya integrasi nilai budaya kerja dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi informasi di Puskesmas.
THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN BREASTFEEDING EDUCATION: AN EFFORTS TO IMPROVE BREASTFEEDING EFFECTIVENESS IN POST-POST MOTHERS: THE ROLE OF LOCAL WISDOM IN BREASTFEEDING EDUCATION: AN EFFORTS TO IMPROVE BREASTFEEDING EFFECTIVENESS IN POST-POST MOTHERS Kasmayani Kasmayani; Adeliana Adeliana; Dewi Hastuty; Yuniar Dwi Yanti; Dyah Tahir
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi produkasi ASI, dikarenakan jika teknik menyusui tidak benar dapat menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu tidak menyusui bayinya. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit yang pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 21 ibu nifas. Instrumen penelitian menggunkan ceklis penilain posisi menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi teknik menyusui. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan keefektifan ibu nifas sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi teknik menyusui. Analisa data diketahui P-value 0,000. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Teknik menyusui merupakan faktor penting yang mempengaruhi produkasi ASI, dikarenakan jika teknik menyusui tidak benar dapat menyebabkan puting lecet dan menjadikan ibu tidak menyusui bayinya. Pemberian ASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada bayi dan bayi rentan terhadap penyakit yang pada akhirnya menyebabkan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo. Metode penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling berjumlah 21 ibu nifas. Instrumen penelitian menggunkan ceklis penilain posisi menyusui sebelum dan sesudah diberikan edukasi teknik menyusui. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon Test. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan keefektifan ibu nifas sebelum diberikan edukasi dan setelah diberikan edukasi teknik menyusui. Analisa data diketahui P-value 0,000. Simpulan penelitian ini adalah ada pengaruh edukasi teknik menyusui terhadap keefektifan ibu nifas dalam menyusui di Puskesmas Wara Kota Palopo.
Hubungan Cara Perawatan Tali Pusat Dengan Lamanya Waktu Pelepasan Tali Pusat Anjelina Puspita Sari; Titin Dewi Sartika Silaban; Romlah Romlah
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan tali pusat yang dibiarkan terbuka tanpa kasa kering atau antiseptik lainnya lebih efektif. Pelepasan tali pusat dengan bantuan udara mempercepat puputnya. Infeksi tali pusat adalah penyebab utama rasa sakit dan kematian di banyak negara, terhitung 15% dari semua kematian bayi baru lahir di seluruh dunia pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengobatan tali pusat dengan lamanya waktu tali pusat dilepaskan. Metode: Jenis penelitian menggunakan analitik observasional menggunakan desain penampang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2025, dengan sampel 50 responden. subjek penelitian. Subjek penelitian dibedakan menjadi dua kelompok yaitu BBL yang dilakukan perawatan tali pusat metode terbuka, dan BBL yang dilakukan perawatan tali pusat metode tertutup.  Teknik analisis menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan P-value 0,003 lebih kecil dari 0,05, maka ada hubungan signifikan antara cara perawatan tali pusat dengan lamanya waktu pelepasan tali pusat. Kesimpulannya, semakin cepat pelepasan tali pusat, risiko infeksi pada tali pusat juga akan menurun.