cover
Contact Name
Sri Wahyuni Barum
Contact Email
Lppm@stikes.gunungsari.id
Phone
+6285255332550
Journal Mail Official
Lppm@stikes.gunungsari.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 293 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Berita Kesehatan
ISSN : 23561068     EISSN : 28075617     DOI : -
Core Subject : Humanities, Health,
Jurnal Berita Kesehatan (JBK) merupakan bagian dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari, Makassar. JBK merupakan wadah publikasi illmiah untuk peneliti, dosen, dan praktisi kesehatan secara umum. JBK pertama kali diterbitkan dengan ISSN 2356-1068 Volume 1 No. 1 pada tahun 2014 yang menerbitkan jurnal sebanyak dua kali dalam setahun. Awal JBK saat belum bergabungnya dua nama yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan dan Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar. Saat pertama kali, JBK dibawah naungan STIKPER pada tahun 2014 dan beralih menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari pada bulan Agustus 2019. Saat ini artikel yang diterbitkan oleh JBK telah dilakukan telaah bersama teman sejawat yang memiliki keahlian yang relavan.
Articles 165 Documents
Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di Smk Kesehatan Bali Dewata Angelina, Ayu Vriska; Somoyani, Ni Ketut; Mahayati, Ni Made Dwi
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.339

Abstract

Keputihan merupakan kondisi keluarnya cairan atau lendir dari vagina yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Keputihan merupakan kondisi dimana vagina mengeluarkan lendir ataupun cairan seperti nanah. Faktor pencetus keputihan yaitu bakteri, virus, jamur parasit, serta kurangnya kebersihan pada alat genetalia terutama pada daerah vagina. Keputihan abnormal yang terjadi dan tidak tertangani dengan baik dapat meningkatkan kesehatan organ kewanitaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku personal higiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional . Sampel yang digunakan sebanyak 75 responden dan dipilih menggunakan teknik sampling purposive sampling . Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Kesehatan Bali Dewata pada bulan 17 April 2025. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 32 responden (42,7%) memiliki perilaku personal higiene yang baik, sebanyak 43 responden (57,3%) dengan sperilaku personal higiene cukup. Kemudian sebanyak 47 responden (62,7%) mengalami keputihan patologis, dan 28 responden (37,3%) mengalami keputihan patologis. Hasil p-value 0,000 (α<0,05), bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku personal higiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri. Diharapkan remaja putri mampu meningkatkan kesadaran diri dalam mencari informasi lebih lanjut terkait dengan kebersihan diri terutama di daerah kewanitaan sehingga dapat menciptakan kesehatan organ reproduksi yang sehat sedari dini, dan meminimalisir terjadinya masalah kesehatan khususnya pada area organ intim di masa yang akan datang.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang MPASI Dengan Praktik Pemberian MPASI Pada Anak Usia 6-11 Bulan Oktaviani, Ni Putu Ayu Sri; Suarniti, Ni Wayan; Tedjasulaksana, Regina
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.340

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.
Gambaran Faktor Risiko Stunting pada Balita di UPTD Puskesmas Kintamani VI 2025 Selpiani, Ni Wayan; Astiti, Ni Komang Erny; Erawati, Ni Luh Putu Sri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.341

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang pada kesehatan, menurunkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kintamani VI tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 ibu yang memiliki balita stunting, yang dipilih berdasarkan data kohort balita dan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jenis data yang digunakan meliputi data primer melalui wawancara terstruktur mengenai pemberian MP-ASI menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta data sekunder dari catatan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki berat badan lahir normal (79,6%), riwayat pemberian ASI eksklusif (72,2%), serta pemberian MP-ASI yang tepat (64,8%). Selain itu, sebagian besar ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) saat hamil (85,2%). Berdasarkan hasil ini, diharapkan pihak puskesmas dan tenaga kesehatan khususnya bidan dapat lebih cermat dalam melakukan skrining faktor risiko stunting dan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi optimal selama masa kehamilan dan awal kehidupan anak.
Perbedaan Skala Nyeri Punggung Bawah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Teknik Rebozo Pada Ibu Hamil Trimester III Indrayani, Komang Ninis; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Ariyani, Ni Wayan
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.342

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan ibu hamil trimester III yang dapat mengganggu aktivotas sehari-hari akibat perubahan biomekanik tubuh, pertambahan berat badan, dan pergeseran pusat gravitasi. Metode nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik rebozo, yakni suatu teknik tradisional dari Meksiko yang dapat memberikan relaksasi pada otot-otot panggul dan punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri punggung bawah sebelum dan sesudah dilakukan teknik rebozo pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 28 responden. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Teknik rebozo shake the apple tree yang dilakukan satu kali selama 5 menit, yang kemudian diukur kembali menggunakan NRS di hari yang sama 15 menit setelah dilakukan teknik rebozo. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nyeri sebelum intervensi adalah 4,8571 dan setelah intervensi menurun menjadi 2,5357. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan skala nyeri yang signifikan dengan nilai Z = -4,744 dan p < 0,001. Kesimpulannya, teknik rebozo efektif dalam menurunkan nyeri punggung bawah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk menangani nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III.
Perbedaan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan dengan Pijat Tui Na Yoga, Ida Ayu Putu Pradya Kirana; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Rahayu, Sri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.344

Abstract

Pijat Tui Na merupakan salah satu metode terapi komplementer yang berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok dan telah banyak digunakan sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan nafsu makan serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Peningkatan nafsu makan yang optimal diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan berat badan bayi usia 6–12 bulan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na di Yayasan Bali Baby Home. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 bayi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home, Gianyar. Intervensi Pijat Tui Na diberikan sebanyak empat kali pertemuan dalam kurun waktu satu bulan. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum intervensi dan setelah setiap sesi pijat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan bayi pada pretest sebesar 7,35 kg yang termasuk dalam kategori berat badan rendah. Setelah pemberian intervensi, rata-rata berat badan bayi pada posttest I, II, dan III mengalami peningkatan berturut-turut menjadi 7,83 kg, 8,03 kg, dan 8,36 kg. Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na (p < 0,05). Disimpulkan bahwa Pijat Tui Na berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan bayi. Oleh karena itu, Pijat Tui Na dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk asuhan komplementer yang aman dan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta masyarakat.