Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal
Sosio Didaktika: Social Science Education Journal publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, master students’ theses research, and doctoral students’ dissertations research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and analysis contained in the journal accommodate manuscripts on integrated social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles
249 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANGERANG SELATAN
Mawaddah Mawaddah;
Jakiatin Nisa;
Tri Harjawati
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2962.159 KB)
|
DOI: 10.15408/sd.v7i1.17134
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Square Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Tangerang Selatan tahun ajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Pengambilan sampel dilakukan dengan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPS 2 sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan model pembelajaran Think Pair Square dan X IPS 1 sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan konvensional. Perolehan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 75,17 dan kelas kontrol 67,07. Teknik analisis data dengan uji hipotesis dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 3,232 dan nilai ttabel adalah 1,663. Oleh karena 3,232 > 1,663, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
MODEL KERUKUNAN SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL CINA BENTENG (KAJIAN HISTORIS DAN SOSIOLOGIS)
Muhamad Arif
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.759 KB)
|
DOI: 10.15408/sd.v1i1.1212
This study was conducted to gain an overview of the historical and sociological perspective of the model of social harmony in a multicultural society of Cina Benteng, Tangerang. It used descriptive qualitative research method using an inductive approach in conducting the analysis. Data collection techniques mainly emphasize on library research techniques, interview, observation, and documentation. There are two important c onclusions generated in this study. The fi rst, models of social cohesion in a multicultural society of Cina Ben teng has historically formed since their arrival in the watershed Cisedane. Historical process has made Cina Ben teng society has a unique blend, namely their persistence in holding the customs of their ancestors already hundreds of years old, as well as their fl exibility to enable them to carry out the process of amalgamation, assimilation, and acculturation with the local community and culture as well. Second, in a sociological perspective, the model of social harmony in Cina Benteng society is not just happening in the fi eld of art, but also occurs in settle ment patterns, language of communication, traditional wedding procession, traditional clothes, gambang kromong musi c, and cokek dance.
KOMODIFIKASI AGAMA PADA KESENIAN HADRAH KUNTULAN BANYUWANGI
Muhamad Arif;
Jakiatin Nisa
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.427 KB)
|
DOI: 10.15408/sd.v1i1.9711
This study aims to obtain an overview of the factors of commodification of religion in the Hadrah Kuntulan in Rogojampi District. Through qualitative research, there are several findings about the commodification factors of religion in the Hadrah Kuntulan as follows. First, internally there are concerns if the monotonous Hadrah will be abandoned by the community so that they cannot play a role as Islamic da'wah media. Second, externally, there are demands from the public to see the performance of Hadrah that is more interesting and entertaining. These two factors have encouraged the artists to modify the Burdah into an interesting Islamic art by adopting several elements of regional art, resulting in dynamic Hadrah Kuntulan and even evolved into performing arts. Although the messages of da'wah remain the main characteristics that have never been abandoned, the Hadrah Kuntulan began to change with strong commercial nuances.
SOSIOLOGI DIGITAL: SUATU PARADIGMA BARU DALAM KAJIAN ILMU SOSIAL
T Tendi
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.905 KB)
|
DOI: 10.15408/sd.v3i2.5055
AbstractThis article is a description or an overview about the development of digital sociology as part of a contemporary sociology studies. In order to make the article more firmly, the author have searched a lot of data and conducted a study of literature. The world kept turning and growing very fast, if social science studies do not well developed to match the moves, then it will will inevitably be left behind and knowledge is no longer relevant. Therefore, new knowledge contextually relevant to the times become an extremely important point to note. Digital sociology which in recent years have become the talk of the world scholars is one of the new paradigm that needs to be explored by practitioners and social scientists. The contemporary context which is offered by digital sociology is a response to the development of technology and a new life space or called as the cyberspace, which is attracting many people from the real world to be involved in it.AbstrakArtikel ini adalah sebuah deskripsi yang merupakan gambaran mengenai perkembangan sosiologi digital sebagai bagian dari kajian sosiologi kontemporer. Agar tulisan ini lebih ber-nash, maka penulis banyak mencari data dengan melakukan kajian kepustakaan. Dunia ini terus berputar dan berkembang dengan sangat cepat, jika kajian ilmu sosial tidak turut pula dikembangkan untuk menyamai gerak perubahan itu maka pasti akan tertinggal dan pengetahuannya tidak lagi relevan. Karena itu, pengetahuan baru yang konteksnya sesuai dengan zaman menjadi suatu hal yang amat penting untuk diketahui. Sosiologi digital yang beberapa tahun belakangan ini menjadi perbincangan para akademisi dunia merupakan salah satu paradigma baru yang perlu didalami oleh para praktisi dan ilmuwan sosial. Konteks kekinian yang ditawarkan sosiologi digital merupakan jawaban atas berkembangnya teknologi dan suatu ruang kehidupan baru bernama dunia maya yang telah melibatkan banyak orang dari dunia nyata untuk berkecimpung di dalamnya.Pengutipan: Tendi. (2016). Sosiologi Digital: Suatu Paradigma Baru dalam Kajian Ilmu Sosial . SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(2), 2016, 135-146. doi:10.15408/sd.v3i2.5055.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i2.5055
Eksperimen Snowball Throwing Pada Materi Usaha Makro dan Mikro Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Yoan Nur Fajri;
Sri Hapsari
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/sd.v9i1.24931
Guru perlu mengembangkan metode pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk aktif, terampil, kreatif dan inovatif. Salah satu metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut yakni metode kooperatif tipe snowball throwing karena metode pembelajaran ini berpusat pada siswa. Snowball throwing sebagai salah satu tipe metode pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang diadopsi pertama kali dengan menggabungkan permainan fisik dengan diskusi. Snowball throwing melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas. Dalam prakteknya, siswa dapat mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat dalam sebuah pemikiran dengan kreativitas yang dimilikinya maupun kelompok. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar produk kreatif dan kewirausahaan dengan menggunakan snowball throwing dan konvensional. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMK dengan menggunakan eksperimen, yakni adanya pemberian treatment berupa penggunaan snowball throwing pada pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pemberian tes pada kelas kontrol dan eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA MANDIRI DALAM MENANAMKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA
Sri Nuzulia;
Sukamto Sukamto;
Agus Purnomo
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.935 KB)
|
DOI: 10.15408/sd.v6i2.11334
AbstractAdiwiyata is an effort from the government to create a generation of people who are aware and have a sense of love and responsibility towards the environment. The adiwiyata program has become the flagship program implemented in SMP Negeri 15 Malang, as a basic curriculum in the learning and learning process based on environmental education that contains environmental care characters which are shown by respect for nature. The purpose of this study was to analyze the implementation of environmental care characters in SMP Negeri 15 Malang students. This study uses a qualitative approach to the type of descriptive research. Data collection techniques in research are interviews, observation, and documentation. The results showed that the adiwiyata program at SMP Negeri 15 Malang was implemented through extra-curricular activities and mandatory adiwiyata days, where students could care for the school environment to foster environmental attitudes and insights, while at the same time caring for the environment.Keywords : Adiwiyata, Implementation, Character Caring For The Environment Abstrak Adiwiyata merupakan upaya dari pemerintah untuk menciptakan generasi bangsa yang sadar dan memiliki rasa cinta dan tanggung-jawab terhadap lingkungan. Program adiwiyata menjadi program unggulan yang diterapkan di SMP Negeri 15 Malang, yakni sebagai kurikulum dasar dalam proses belajar dan pembelajaran berlandaskan pendidikan lingkungan hidup yang memuat karakter peduli lingkungan yang ditunjukkan dengan adanya penghargaan terhadap alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implemetasi karakter peduli lingkungan pada siswa SMP Negeri 15 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program adiwiyata di SMP Negeri 15 Malang diimplementasikan melalui kegiatan ekstra kurikuler dan hari wajib adiwiyata, di mana para siswa dapat merawat lingkungan sekolah guna menumbuhkan sikap dan wawasan lingkungan, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.Kata Kunci: Adiwiyata, Implementasi, dan Karakter Peduli Lingkungan.
KONSTRUKSI SOSIAL ATAS METODE BELAJAR BARENG (JARENG) DALAM MENINGKATKAN KEMAUAN BERSEKOLAH PADA ANAK JALANAN DI KOTA MALANG (STUDI KASUS SAVE STREET CHILD MALANG (SSCM))
dhian Mangga Sri
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.72 KB)
|
DOI: 10.15408/sd.v6i1.7028
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) konstruksi sosial atas sejarah Save Street Child; (2) konstruksi sosial atas sejarah belajar bareng (jareng); (3) konstruksi sosial atas bentuk pembelajaran pada metode jareng; dan (4) konstruksi sosial atas kelebihan dan kekurangan metode jareng. Penelitian dilakukan di kantor SSC dan rumah singgah belajar SSC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) sejarah SSC dimulai pada tahun 2011 di Jl.Saxophone No 5 Tunggulwulung, Malang; (2) sejarah terbentuknya jareng berawal dari mahasiswa Universitas Brawijaya yang mengajak pengurus untuk membuat belajar bareng di Muharto; (3) bentuk pembelajaran jareng yaitu bermain sambil belajar dan kelas hebat, bermain sambil belajar menggunakan metode, yaitu menyambung kata, menghafalkan materi dijadikan lagu, dan tebak gambar. Kelas hebat tidak menggunakan metode, namun matapelajaran yang dipelajari bukan materi pelajaran di sekolah; dan (4) kelebihan dan kekurangan jareng disampaikan pada saat evaluasi di setiap ahir kegiatan. Evaluasi ini dikonstruksikan secara terus menerus. Kata kunci: Konstruksi sosial, Belajar bareng (jareng), dan Save Street Child (SSC)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JURISPRUDENTIAL INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN BERARGUMENTASI PESERTA DIDIK
Hana Nahdiana;
Tri Harjawati;
Jakiatin Nisa
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.517 KB)
|
DOI: 10.15408/sd.v6i2.14487
AbstractThis study aims to examine the effect of the application of the Jurisprudential Inquiry learning model to students' ability to argue. The research approach uses a quantitative approach with the Quasi Experiment method with The Pretest-Posttest Control Group Design. The study population was all grade X students in SMA Dua May. The sample was students of class X IPS 1 and X IPS 2, each of which numbered 32, the samples were taken by purposive sampling. The data collected was analyzed using descriptive analysis and inferential statistics using the independent sample t-test. Based on the results of data analysis, there are significant differences in the ability to argue between groups of students who learn to use the Jurisprudential Inquiry Learning Model and groups of students who learn by using the Conventional Learning Model. Where is t-count> t-table (10,639> 1,697). Jurisprudential Inquiry learning model influences 23.14% in the experimental class on the ability to argue students. Thus the Jurisprudential Inquiry learning model has a positive effect on students' ability to argue. Keywords: Learning Model, Jurisprudential Inquiry, Ability to Argue. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran yuriprudensi inquiry terhadap kemampuan berargumentasi peserta didik. Metode metode yang digunakan dalam penelitian ini. menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen. Desain quasi eksperimen adalah The Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X di SMA Dua Mei. Sampelnya adalah peserta didik kelas X IPS 1 dan X IPS 2 yang masing-masing berjumlah 32, sampel diambil dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan statistic inferensial menggunakan uji-t independent sample test. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat perbedaan kemampuan berargumentasi yang signifikan antara kelompok peserta didik yang belajar menggunakan model pembelajaran yurisprudensi inquiry dengan kelompok peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dimana thitung > t-tabel (10.639 > 1,697). Model pembelajaran yurisprudensi inquiry berpengaruh sebesar 23,14 % pada kelas eksperimen terhadap kemampuan berargumentasi peserta didik. Dengan demikian maka model pembelaran yurisprudensi inquiry berpengaruh positif terhadap kemampuan berargumentasi peserta didik.
ANALISIS PERSEPSI SISWA TERHADAP FUNGSI HUTAN MANGROVE KARANGSONG SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI
Qonita Surayya
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.182 KB)
|
DOI: 10.15408/sd.v4i2.7992
This research discusses students’ perceptions of the function of Karangsong mangrove forest as a geography learning resource. The students’ perception about the presence of Karangsong mangrove forest as a learning resource is necessary because of the better the students' perceptions of the learning resources used, the more likely the students will get good learning outcomes. This research aims to describe how the students’ perception of the presence of Karangsong mangrove forest as a geography learning resource.This research used quantitative method with descriptive analysis. The population in this research is students of XI class of SMAN 2 Indramayu. The technique of data sampling used in this research is cluster sampling. The selected sample is based on a class with the highest score than the other class, the sample is XI IPS class which consists of 33 students. The instruments used in this research are observation, questionnaire, and documentation. To know the students’ perception, the researcher distributed the questionnaires to the students before and after the learning process in Karangsong mangrove forest.The result of the analysis shows that before the students do the learning process in Karangsong mangrove forest, the average score of the questionnaire belongs to adequate score with a percentage of 60.7%. Yet, after the students do the learning process in Karangsong mangrove forest, the average score of the questionnaire belongs in an excellent category with a percentage of 92.4%. Therefore, based on the calculation with N-Gain, it shows the average of N-Gain in the amount of 0.8% and it belongs to the high category of n-gain. In conclusion, after doing the learning process in karangsong mangrove forest, the students’ perception of the function of Karangsong mangrove forest as a geography learning resource is excellent.
Penguatan Ekonomi Baitul Mal Tanwil (BMT) Sebagai Balai Usaha Mandiri Rakyat Terpadu (BUMRT)
Yusar Sagara;
Muharam Angga Pratama
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.595 KB)
|
DOI: 10.15408/sd.v3i1.4178
Abstract:Baitul Mal Tanwil (BMT) as an economic populist movement play a role in improving social welfare BMT Khaifa Gedang Kebon Bandung was founded by the initiative of individuals or groups to assist micro and medium entrepreneurs, especially in the area of Kebon Gedang Bandung. The purpose of this study are: (1) obtaining evidence about the practices and products empirus mobilization and financing carried out by BMT Khaifa around Kebon Gedang Bandung. (2) analyzing the practices and products for mobilization and financing carried out by BMT Khaifa around Kebon Gedang Bandung to contribute usefulness by the surrounding community. The results of this study that most of the activity BMT Khalifa Kebon Gedang Bandung dominated by products raising funds in the form of savings and financing murabahan, mudharobah, Musharaka and Ijara financing most of the services sector. Based on interviews with the beneficiaries of financing where BMT Khaifa Kebon Bandung Gedang significant in helping their efforts are largely informal sector businesses.Abstrak:Baitul Mal Tanwil (BMT) sebagai gerakan ekonomi kerakyatan berperan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial BMT Khaifa Kebon Gedang Bandung didirikan oleh inisiatif individu atau kelompok untuk membantu pengusaha mikro dan menengah, terutama di daerah Kebon Gedang Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) memperoleh bukti empirus mengenai praktek dan produk penghimpunan dan pembiayaan yang dilakukan oleh BMT Khaifa di sekitar Kebon Gedang Bandung. (2) melakukan analisa terhadap praktek dan produk penghimpunan dan pembiayaan yang dilakukan oleh BMT Khaifa di sekitar Kebon Gedang Bandung terhadap kontribusi kebermanfaatan oleh masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini menjunjukan bahwa sebagian besar aktivitas BMT Khalifa Kebon Gadang Bandung di dominasi oleh produk penghimpunan dana berupa tabungan dan pembiayaan murabahan, mudharobah, musyarakah dan ijarah sebagian besar pembiayaan disalurkan kepada sektor jasa. Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap penerima manfaat pembiayaan keberadaan BMT Khaifa Kebon Gedang Bandung cukup signifikan dalam membantu usaha mereka yang sebagian besar sektor usaha informal.Pengutipan: Sagara, Y., Pratama, M. A. (2016). Penguatan Ekonomi Baitul Mal Tanwil (BMT) Sebagai Balai Usaha Mandiri Rakyat Terpadu (BUMRT).SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(1), 2016, 81-91. doi:10.15408/sd.v3i1.4178.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i1.4178