cover
Contact Name
Shanti Fitriani
Contact Email
sagu@ejournal.unri.ac.id
Phone
+6281277044311
Journal Mail Official
sagu@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Riau Kampus Bina Widya Km. 12 Simpang Baru Pekanbaru, 28293
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Sagu
Published by Universitas Riau
ISSN : 14424424     EISSN : 27164365     DOI : http://dx.doi.org/10.31258/sagu
(SAGU) Agricultural Science and Technology Journal merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi pertanian yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Riau, Pekanbaru. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September
Articles 226 Documents
KAJIAN SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK TEH HERBAL ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn) Evi Sribudiani; A.K. Parlindungan; Volliadi '
Jurnal Sagu Vol 10, No 02 (2011)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4228.593 KB) | DOI: 10.31258/sagu.v10i02.1443

Abstract

Rosella plants (Hibiscus sabdariffa Linn) is a source of very complex chemicalcomponents, especially in the petals. In addition, rosella flower petals is also one commodityeasily damaged, because the rosella flower petals have a fairly high water content of 86.2%.Therefore it is necessary for handling the effort to prevent such damage on dried rosella flowerpetals. The purpose of this study to look at the effects of temperature and duration of differentdrying of the organoleptic quality of herbal tea rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) The results ofthis study indicate that differences in temperature and drying time significantly influenced theresulting water content. The best treatment is A4 (drying at a temperature of 950C with a timeof drying for 3 hours) with a water content of 6.528%. In the organoleptic test 3.61 panelists forcolor, aroma of 3.05, and a sense of 3.22. Overall assessment of the A1-A4 shows the treatmentreceived by the panelists.Key words: rosella, drying temperature, drying time
Pengujian Asam Lemak Bebas Pada Wajik Yang Dilapisi Edible Film Khitosan-PVA Eddwina Aidila Fitria; I Ketut Budaraga; Samudera Zebua
Jurnal Sagu Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.28 KB) | DOI: 10.31258/sagu.21.1.p.38-42

Abstract

Bahan pangan merupakan suatu produk yang mudah mengalami kerusakan. Wajik yaitu makanan semi basah yang diolah dari beras ketan, gula, dan santan kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masa simpan wajik yang dilapisi edible film kitosan PVA hingga mencapai kerusakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DNMRT pada taraf nyata 1%. Perlakuan pada penelitian ini adalah lama penyimpanan wajik yang dilapisi edible film kitosan PVA (0, 5, 10, 15, 20 Hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edible film kitosan udang windu berpengaruh sangat nyata terhadap karakteristik wajik berdasarkan uji asam lemak bebas. Berdasarkan uji asam lemak bebas, edible film kitosan PVA dapat memperpanjamg umur simpan wajik hingga 10 hari (perlakuan C) dengan nilai asam lemak bebas 0,06% dan nilai ini memenuhi syarat SNI pada wajik 01-4272-1996.
PRODUCTION NUGGET Of WHITE OYSTER MUSHROOM WITH ADDITION OF SNAKEHEAD FISH Mercia Yolanda Ashari; Usman Pato; Evy Rossi
Jurnal Sagu Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.918 KB) | DOI: 10.31258/sagu.21.1.p.1-7

Abstract

The purpose of this research was to obtain the best combination for making white oyster mushroom nuggets with the addition of snakehead fish. This study was conducted by using a completely randomized design with four treatments and four replications. The treatments consisted of TG1 (100% white oyster mushroom : 0% snakehead fish), TG2 (90% white oyster mushroom: 10% snakehead fish), TG3 (80% white oyster mushroom: 20% snakehead fish), TG4 (70% white oyster mushroom : 30% snakehead fish). Data obtained were analyzed by using analysis of variance and followed by Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) at 5%. Result showed that the combination of white oyster mushroom and snakehead fish significantly affected moisture, ash, fat, protein, and fiber, and descriptive sensory assessment such as colour, flavour, aroma and elasticity of nuggets. The best treatment was TG4 (70% white oyster mushroom : 30% snakehead fish) with 54.91% moisture content, 1.71% ash, 12.62% fat, 35.24% protein, and 0.28% fiber. The overall sensory assessment of TG4 treatment was favored by panelists with a description of yellowish white color, a taste typical of snakehead fish, a little bit of typical smell of snakehead fish and white oyster mushroom and chewy texture.   
Kadar Air dan Kalium Produk Energy Chews Kulit Buah Semangka dengan Penambahan Air Jeruk Lemon untuk Atlet Hasan Priya Atmaja; Zulia Setiyaningrum; Agung Setya Wardana; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Sagu Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.047 KB) | DOI: 10.31258/sagu.21.1.p.29-37

Abstract

Olahraga endurance adalah salah satu jenis olahraga yang mengutamakan daya tahan yang terus-menerus dalam waktu yang lama. Sehingga mengeluarkan energi dan keringat yang melebihi aktivitas biasa. Oleh karena itu diperlukan makanan penunjang untuk mengatasi kehilangan energi dan cairan ketika berolahraga. Produk permen jeli “energy chews” adalah salah satunya. Penelitian ini menggunakan bahan dasar  kulit buah semangka karena mengandung zat gizi diantaranya adalah kalium, kalsium dan sitrulin. Penambahan lemon pada dimaksudkan untuk menambah rasa, sumber kalium dan sebagai pengawet alami produk energychews kulit buah semangka.Tujuanpenelitianiniadalahuntukmendeskripsikan dan menganalisis uji kadar air dan kadar kalium terhadap produk energychews kulit buah semangka dengan penambahan kulit jeruk lemon untuk atlet.  Jenis penelitian ini adalah trueexperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 formulasi. Formulasi penambahan kulit buah semangka  dan air jeruk lemon terhadap produk energychews masing - masing yaitu 0 gram,25 gram, 30 gram dan 35 gram air jeruk lemon per 50 gram kulit buah semangka. Uji kadar air menggunakan metode oven dan uji kalium menggunakan metode gravimetri.Pada hasil penelitian ini, hasil uji kadar air mendapat nilai rata-rata 80,16%, hasil uji pengaruh menunjukkan nilai p= 0.956 Sementara, hasil uji kadar kalium mendapat nilai rata-rata 101,84 mg/100g, hasil uji pengaruh menunjukkan nilai p= 0,884. Penelitianiniberkesimpulan, tidak terdapat pengaruh pada uji kadar air dan uji kalium produk energychews kulit buah semangka dengan penambahan air jeruk lemon. Kadar air pada produk energy chews belum telah memenuhi syarat SNI maksimal 20%.
KEKERASAN, KERAPUHAN DAN DAYA TERIMA KUKIS YANG DIBUAT DARI SUBSTITUSI TEPUNG BIJI MANGGA (Mangifera indica L.) Pramudya Kurnia; Kurnia Shinta Zulfiyani
Jurnal Sagu Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.003 KB) | DOI: 10.31258/sagu.21.1.p.19-28

Abstract

Biji mangga adalah salah satu bahan pangan yang mempunyai sumber karbohidrat yang cukup tinggi. Biji mangga yang telah diubah dalam bentuk tepung dapat diolah menjadi produk makanan seperti kukis. Tepung biji mangga mengandung karbohidrat sebesar 69,77 g/100 g. Kukis dengan bahan dasar yang berbeda akan mempengaruhi mutu fisik, diantaranya yaitu hardness dan fracturability. Tujuan penelitiaan ini untuk mengetahui tekstur kukis berupa hardness dan fracturability serta daya terima kukis yang terbuat dari substitusi tepung biji mangga. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan acak lengkap dengan besar substitusi tepung biji mangga yaitu 0%, 5%, 10%, 15%. Uji tekstur menggunakan alat texture analyzer dan daya terima diperoleh dengan uji kesukaan terhadap 40 panelis. Data hasil uji hardness dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p value tingkat hardness yaitu 0,372. Data hasil uji fracturability dianalisis menggunakan uji Anova. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p value tingkat fracturability yaitu 0,472. Data hasil uji daya terima dianalisis menggunakan uji Kruskal wallis dilanjutkan uji Duncan. Hasil menunjukan bahwa nilai p value daya terima kukis biji mangga terhadap warna 0,000, aroma 0,007, rasa 0,001, tekstur 0,003, and keseluruhan 0,000. Tidak terdapat pengaruh substitusi tepung biji mangga pada hardness dan fracturability kukis. Terdapat pengaruh substitusi tepung biji mangga terhadap daya terima warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan.
PEMANFAATAN Leuconostoc mesenteroides DAN Lactobacillus plantarum 1 DALAM PEMBUATAN PIKEL PROBIOTIK UMBI BENGKUANG Dini Elfiani Puteri; Yusmarini Yusmarini Yusmarini; Usman Usman Pato
Jurnal Sagu Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.255 KB) | DOI: 10.31258/sagu.21.1.p.8-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Leuconostoc mesenteroides dan Lactobacillus plantarum 1 yang sesuai terhadap kualitas mikrobiologi dan sensori pikel probiotik umbi bengkuang. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 (penambahan Leuconostoc mesenteroides), P1 (penambahan Leuconostoc mesenteroides + Lactobacillus plantarum 1 RN1-23121), P2 (penambahan Leuconostoc mesenteroides + Lactobacillus plantarum 1 RN2-53), P3 (penambahan Leuconostoc mesenteroides + Lactobacillus plantarum 1 RN2-12112). Data dianalisis dengan ANOVA, selanjutnya dianalisis dengan Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf =5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Lactobacillus plantarum 1 dengan sifat amilolitik yang berbeda berpengaruh nyata terhadap keasaman (pH), asam laktat, total bakteri asam laktat, serta penilaian deskriptif dan sensorik hedonik warna, aroma, kerenyahan, rasa, dan keseluruhan. Perlakuan terpilih adalah P3 (penambahan Leuconostoc mesenteroides + Lactobacillus plantarum 1 RN2-12112) dengan pH 2,80, asam laktat 0,98%, total bakteri asam laktat 9,57 log CFU/ml dengan ciri sensori warna putih kekuningan, aroma khas fermentasi, renyah, rasa asam, dan penilaian hedonik secara keseluruhan disukai oleh panelis.Kata Kunci: pikel, probiotik, Leuconostoc mesenteroides, Lactobacillus plantarum, umbi bengkuang
EFEKTIFITAS KEMASAN ANTIMIKROBA LENGKUAS PADA PEMPEK SELAMA PENYIMPANAN Yurnalis Yurnalis; Eddwina Aidila Fitria; Tika Rahma Witri
Jurnal Sagu Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.21.2.p.64-69

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap mutu pempek dengan kemasan antimikroba lengkuas dan untuk mengetahui efektivitas kemasan antimikroba lengkuas pada pempek selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) sederhana dengan perlakuan 4 taraf dan 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DNMRT pada taraf nyata 1%. Perlakuan pada penelitian ini adalah lama penyimpanan pempek  dengan kemasan antimikroba lengkuas berupa edible film selama 0, 1, 2, dan 3 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan pempek dengan kemasan antimikroba lengkuas berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar protein dan jumlah kapang. Kemasan antimikroba lengkuas kurang efektif dalam menghambat pertumbuhan kapang. Pertumbuhan kapang masih terjadi hingga hari ke 3 dengan jumlah 3,0 x 104 cfu/gr.
PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI RIMPANG LENGKUAS MERAH PADA EDIBLE COATING TAPIOKA TERHADAP MUTU BAKSO AYAM SELAMA PENYIMPANAN DINGIN Nadia Novianti Tamba; Fajar Restuhadi; Raswen Efendi
Jurnal Sagu Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.21.2.p.43-53

Abstract

Bakso ayam merupakan perishable food atau makanan yang cepat rusak karena kandungan gizinya yang lengkap dan tempat yang cocok untuk pertumbuhan mikroba.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga mutu bakso yaitu pengaplikasian edible coating yang mengandung antibakteri seperti minyak atsiri lengkuas merah.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi minyak atsiri terbaik pada edible coating dalam menjaga kualitas bakso ayam selama penyimpanan dingin. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dengan tiga kali ulangan, dengan perlakuan P0 (tanpa penambahan minyak atsiri rimpang lengkuas merah), P1 (Penambahan konsentrasi minyak atsiri rimpang lengkuas merah 0,5%), P2 (Penambahan konsentrasi minyak atsiri rimpang lengkuas merah 0,75%), P3 (Penambahan konsentrasi minyak atsiri rimpang lengkuas merah 1%), dan P4 (Penambahan konsentrasi minyak atsiri rimpang lengkuas merah 1,25%).  Sampel disimpan pada suhu dingin (5ºC) selama 0, 5, 10, dan 15 hari.  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA).  Jika F hitung lebih besar atau sama dengan F tabel, maka analisis akan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa edible coating yang ditambahkan minyak atsiri lengkuas merah berpengaruh nyata terhadap kadar air, pH, total plate count (TPC), dan penilaian sensori secara deskriptif.  Perlakuan terbaik adalah edible coating tapioka dengan konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 1% yang dapat mempertahankan mutu hingga penyimpanan hari ke-10 dengan kadar air 64,55%, nilai keasaman (pH) 6,26, nilai TPC 4,94 log CFU /ml, dan deskriptif penilaian sensori untuk warna 3,47 (tulang), rasa 3,20 (rasa ayam), tekstur (kenyal).
PEMANFAATAN BUAH NIPAH DAN UMBI BIT PADA PEMBUATAN FRUIT LEATHER Kamelia Sari; Usman Pato
Jurnal Sagu Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.21.2.p.54-63

Abstract

Fruit leather is a type of snack food made from fruit in the form of a thin sheet. It has a consistent, distinctive taste depending on the fruit used. This study aimed to obtain the best ratio between Nipah pulp and beetroot pulp to make fruit leather. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and four replications. The treatment in this study was the comparison of Nipah fruit pulp and beetroot pulp, namely NB1 (85:15), NB2 (75:25), NB3 (65:35), and NB4 (55:45). The parameters observed in this study were water, ash, pH, fiber, antioxidant activity, and sensory tests for color, taste, texture, and overall assessment. Data were statistically analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% level. The results showed that the ratio of Nipah fruit pulp and beetroot pulp significantly affected water content, ash content, ph content, crude fiber content, antioxidant activity, sensory tests on color, taste, aroma, and texture, and overall assessment. The best treatment of fruit leather in this study was Nipah fruit pulp and beetroot pulp (85:15), with moisture content 7.63%, ash 0.78%, pH 4.40, crude fiber 2.62%, antioxidant activity 118.31 ppm, red color (score 2.00), sweet taste (score 2.00), the aroma was slightly fragrant with Nipah fruit and beetroot (score 3.00), chewy texture (score 4.43) and the overall rating is favored by the panelists (score 4.43).
PEMANFAATAN TEPUNG PISANG KEPOK DAN TEPUNG TEMPE DALAM PEMBUATAN KUKIS Muhammad Suhadah Malau; Yusmarini Yusmarini; Vonny Setiaries Johan
Jurnal Sagu Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.21.2.p.79-85

Abstract

Kukis adalah jenis makanan ringan yang rasanya manis, memiliki tekstur yang renyah, terbuat dari tepung terigu dengan bahan tambahan lain seperti telur, margarin, gula halus, dan susu bubuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan terbaik antara tepung pisang kepok dan tepung tempe untuk pembuatan kukis dengan kandungan gizi yang sesuai SNI 01-2973-2011. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbedaan perbandingan antara tepung pisang kepok dan tepung tempe yaitu PTI (100:0), PT2 (95:5), PT3 (90:10), PT4 (85:15) dan PT5 ( 80:20). Analisis data menggunakan analisis varians (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan's baru (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung pisang kepok dan tepung tempe berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serta uji deskriptif dan uji sensori hedonik secara keseluruhan. Perbandingan tepung pisang kepok dan tepung tempe (85:15) terpilih sebagai perlakuan terbaik yang memiliki kandungan protein 7,1%, kadar air 4,5%, abu 2,6%, lemak 7,7%, karbohidrat 78,8%, dengan deskripsi berwarna coklat, sedikit beraroma pisang kepok, tekstur rapuh, agak berasa tempe, dan penilaian hedonik secara keseluruhan disukai panelis.