cover
Contact Name
Shanti Fitriani
Contact Email
sagu@ejournal.unri.ac.id
Phone
+6281277044311
Journal Mail Official
sagu@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Riau Kampus Bina Widya Km. 12 Simpang Baru Pekanbaru, 28293
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Sagu
Published by Universitas Riau
ISSN : 14424424     EISSN : 27164365     DOI : http://dx.doi.org/10.31258/sagu
(SAGU) Agricultural Science and Technology Journal merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu dan teknologi pertanian yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Riau, Pekanbaru. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September
Articles 226 Documents
KARAKTEERISTIK MUTU NUGGET UDANG KERING DENGAN NANGKA MUDA Idwal Idwal Suripto; Evy Evy Rossi; Yelmira Yelmira Zalfiatri
Jurnal Sagu Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.21.2.p.70-78

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan rasio terbaik terhadap mutu dan sensori nugget udang kering dengan nangka muda. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan.  Perlakuan yang digunakan yaitu UN1  (70 % udang kering:30% nangka muda), UN2 (60% udang kering:40% nangka muda), UN3 (50% udang kering:50% nangka muda), UN4 (40% udang kering:60% nangka muda).  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) atau sidik ragam. Jika FHitung ≥ FTabel akan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil sidik ragam menunjukkan rasio udang kering dan nangka muda memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar serat kasar, serta penilaian sensori secara deskriptif dan hedonik dan penilaian secara keseluruhan.  Perlakuan terpilih yaitu UN1 (70% udang kering:30% nangka muda) dengan kadar air 58,68%, kadar abu 4,44%, kadar lemak 4,14%, kadar protein 11,65%, dan kadar serat kasar 0,99%.  Penilaian sensori secara deskriptif  yaitu berwarna cokelat, sangat beraroma udang kering, sangat berasa udang kering, dan tekstur yang kenyal serta penilaian hedonik disukai oleh panelis.
VARIASI PENGGUNAAN SUKROSA PADA MEDIUM NATA DE BANANA SKIN TERHADAP KINETIKA PERTUMBUHAN SELULOSA MIKROBIAL Alexander Hutagaol; Fajar Restuhadi; Emma Riftyan; Edo Saputra
Jurnal Sagu Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.1.p.8-14

Abstract

Nata de banana skin  merupakan nata yang berasal dari kulit pisang. Pertumbuhan mikroba berguna secara kuantitatif dengan studi kinetika yang disetel untuk mengetahui pertumbuhan selulosa dengan kecepatan maksimum (V  maks  ) dan pengaturan  Michaelis-Menten  (K  M  ). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula sukrosa terbaik dan kecepatan maksimum (V  max  ) serta konstanta  Michaelis-Menten  (K  M ) pada selulosa mikroba yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan empat ulangan sehingga diperoleh 16 satuan percobaan.Perlakuan dalam penelitian ini adalah P1 (5% sukrosa), P2 (7% sukrosa), P3 (9% sukrosa) dan P4 (11% sukrosa). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan  analysis of variance (ANAVA). Jika Fhitung ≥ Ftabel maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf 5%. Hasil variansi menunjukkan bahwa kintika pertumbuhan biomassa selulosa mikroba pada pembuatan nata de banana skin dengan penggunaan sukrosa berpengaruh nyata terhadap ketebalan nata, bobot basah nata, bobot kering nata. rendemen dan kadar gula total. Formulasi perlakuan penambahan sukrosa terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan P3 (sukrosa 9%) yang memiliki ketebalan nata 0,30 cm, berat basah nata 6,18 g, berat kering nata 0,079 g, rendemen 5,16%.Nilai kinetika pertumbuhan biomassa mikrobial selulosa kulit pisang Nata de yang dihasilkan adalah kecepatan maksimum (V  max  ) sebesar 0,96019 μM/ml dan konstanta optimum menurut  Michaelis-Menten  (KM  ) 0,61614 μM.
PEMANFAATAN KELOPAK BUNGA ROSELLA SEBAGAI PEWARNA DALAM PEMBUATAN VELVA BUAH NIPAH Budi Budi; Evy Rossi; Usman Usman Pato
Jurnal Sagu Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.1.p.1-7

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk merupakan formulasi terbaik dalam pembuatan velva yang terbuat dari buah nipah dan kelopak bunga rosella. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbandingan buah nipah dengan kelopak bunga rosela, yaitu NR1 (90:10), NR2 (80:20), NR3 (70:30), NR4 (60:40). Hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika F hitung lebih besar dari F tabel, dilanjutkan dengan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Perbandingan nipah dan kelopak bunga rosella berpengaruh nyata terhadap kadar serat kasar, derajat keasaman, dan waktu leleh dan overrun velva yang dihasilkan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perlakuan mempengaruhi parameter uji sensoris velva secara deskriptif meliputi warna, aroma, rasa. Namun perbandingan buah nipah dengan kelopak bunga rosela tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelembutan velva. Uji sensori hedonik berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap penerimaan velva secara keseluruhan. Berdasarkan analisis kimia dan uji sensori velva, perlakuan yang dipilih dalam penelitian ini adalah (NR3) dengan kandungan serat 1,90%, overrun 30,32%, keasaman 4,70, Waktu leleh 9,10 menit dan penilaian sensoris memiliki warna merah (2,50), tekstur lembut (3,80), agak beraroma nipah (2,70), agak berasa nipah (2,60), dan rating keseluruhan menyukai (4,40).
EVALUASI MUTU MINUMAN PROBIOTIK AIR KELAPA MUDA DAN SARI BUAH NAGA MERAH MENGGUNAKAN LACTOBACILLUS FERMENTUM INACC B1295 Syafri Ajrin; Usman Pato; Rahmayuni Rahmayuni
Jurnal Sagu Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.1.p.15-23

Abstract

Penggunaan air kelapa muda menjadi minuman probiotik merupakan salah satu bentuk pengolahan terhadap air kelapa muda.  Buah naga merah dianggap dapat meningkatkan kandungan gizi serta penilaian sensori minuman probiotik air kelapa muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan rasio terbaik air kelapa muda dan sari buah naga merah dalam pembuatan minuman probiotik air kelapa muda yang bermutu. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu rasio air kelapa muda dan sari buah naga merah P1 (100:0), P2 (90:10), P3 (80:20), P4 (70:30) dan P5 (60:40). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analysis of variance (ANOVA) menggunakan IBM SPSS statistics 23. Hasil penelitian menunjukkan penambahan sari buah naga merah berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap derajat keasaman, total asam tertitrasi, total bakteri asam laktat, kadar lemak dan penilaian sensori. Hasil rekapitulasi perlakuan terpilih, yaitu perlakuan P3 dengan kriteria nilai pH 4,91, total asam tertitrasi 0,66, total BAL 8,93 log CFU/ml, dan kadar lemak 0,81%. Karakteristik sensori pada perlakuan P3 secara deskriptif menunjukkan produk ini berwarna agak merah keunguan, beraroma khas fermentasi, agak berasa asam dan kurang homogen.
KARAKTERISTIK FRUITH LEATHER MANGGA-ROSELLA DENGAN KONSENTRASI KARAGENAN BERBEDA Adi Krismawan; Usman Pato
Jurnal Sagu Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.1.p.24-31

Abstract

Pembuatan fruit leather perlu digunakan penambahan hidrokoloid untuk memperbaiki keplastisan yang sering terjadi terutama pada bahan yang mengandung pektin yang sedikit seperti manga dan rosella.  Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan bahan yang memilki sifat pemlastis yang baik, seperti karagenan.  Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi karagenan terbaik dalam pembuatan fruit leather.  Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan Laboratorium Analisis Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Riau, Pekanbaru.  Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan, dengan perlakuan K0 (tanpa penambahan karagenan), K1 (penambahan 0,3% karagenan), K2 (penambahan 0,6% karagenan), K3 (penambahan 0,9% karagenan), dan K4 (penambahan 1,2% karagenan).  Hasil sidik ragam menunjukkan penambahan karagenan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, abu, serat, gula total, nilai pH, warna secara deskriptif, serta tekstur secara deskriptif dan hedonik fruit leather mangga-rosella yang dihasilkan namun berpengaruh tidak nyata terhadap hedonik warna, aroma, rasa, penilaian keseluruhan, serta deskriptif aroma dan rasa.  Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan K1 (penambahan 0,3% karagenan) dengan kadar air 13,88%, kadar abu 0,37%, kadar serat 5,16%, kadar gula total 49,72%, nilai pH 2,97.  Perlakuan K1 memiliki deskripsi warna agak merah, memiliki aroma buah mangga dan rosella, rasa yang manis sedikit asam, dan tekstur agak kenyal.  Rata-rata panelis menyukai perlakuan K1 dari segi warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA BRIKET ARANG BATANG KELAPA SAWIT DENGAN PENAMBAHAN ARANG TEMPURUNG KELAPA Hakim Santo; Vonny Setiaries Johan; Yelmira Zalfiatri; Yanti Nopiani
Jurnal Sagu Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.1.p.32-37

Abstract

Batang kelapa sawit dan tempurung kelapa merupakan limbah biomassa yang dapat dimanfaatkan dalam bentuk briket arang sebagai sumber energi alternatif karena mengandung lignin dan selulosa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakter briket terbaik dari kombinasi arang batang kelapa sawit dan arang tempurung kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakukan dan tiga ulangan, perlakuan dalam penelitian ini meliputi perbandingan batang kelapa sawit dan arang tempurung kelapa 90:10, 80:20. 70:30, 60:40 dan 50:50. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Rang Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hail analisis menunjukkan bahwa perbandingan batang kelapa sawit dan arang tempurung kelapa berpengaruh terhadap berat jenis, kadar air, kadar karbon tetap, kadar abu dan nilai kalor. Perlakuan terbaik adalah briket (50:50) dengan kadar densitas 0,77g/cm, kadar air 4,07%, kadar volatil 14,52%, kadar abu 6,25%, kadar karbon 75,14% dan nilai kalor 7.998,07 kal/g.Kata kunci: briket, tempurung kelapa, batang kelapa sawit
Penggunaan Santan Kelapa dan Whipping Cream dalam Pembuatan Es Krim Terong Belanda Junita, Putri; Rahmayuni, Rahmayuni; Riftyan, Emma
Jurnal Sagu Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.2.p.42-50

Abstract

Es krim merupakan makanan beku berbahan dasar susu sapi yang sangat digemari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi terbaik menggunakan santan dan whipping cream untuk kualitas es krim terung belanda yang mengacu pada SNI No. 01-3713-1995. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan sehingga menghasilkan 20 satuan percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perbandingan santan dan whipping cream dalam pembuatan es krim yang dibuat dari terung belanda dan biji saga. Formulasi yang digunakan adalah SW1 (90:10), SW2 (80:20), SW3 (70:30), SW4 (60:40), SW5 (50:50). Parameter yang diamati adalah kadar lemak, kadar protein, overrun, total padatan, waktu  leleh, dan penilaian sensori (deskriptif dan hedonik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan santan dan whipping cream pada es krim terung belanda berpengaruh nyata terhadap kadar lemak, kadar protein, total padatan, waktu  leleh, dan penilaian sensori. Perlakuan SW3 (70:30) merupakan perlakuan yang terbaik dengan kadar lemak 4,09%, kadar protein 18,03%, total padatan 35,26%, overrun 19,55%, dan titik leleh 13,53 menit.
Pemanfaatan kulit manggis dalam pembuatan es krim dengan variasi konsentrasi gum xanthan Rahmatun, Rahmatun; Pato, Usman; Rossi, Evy
Jurnal Sagu Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.2.p.%p

Abstract

Es krim merupakan salah satu makanan semi padat berbahan dasar susu yang sangat digemari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi gum xanthan terbaik sebagai bahan penstabil pada pembuatan es krim kulit manggis. Pembuatan es krim untuk menghasilkan warna yang menarik dan mengandung khasiat digunakan kulit buah manggis. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan konsentrasi gum xanthan yaitu P0 (0%), P1 (0,1%), P2 (0,2%), P3 (0,3%), P4 (0,4%), dan P5 (0,5%). Hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika F hitung lebih besar dari F tabel, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gum xanthan berpengaruh nyata (P<0,05%) terhadap total padatan, waktu titik leleh, overrun, viskositas, dan uji hedonik yang meliputi rasa, kelembutan dan keseluruhan. Namun perlakuan konsentrasi xanthan gum berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap uji hedonik yaitu warna dan rasa. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah penambahan xanthan gum (P5) 0,5% pada pembuatan es krim kulit manggis. Es krim kulit manggis mempunyai total padatan 39,80%, waktu leleh 15,08 menit, overrun 26,73%, viskositas 13.487,76 cP, dan skor hedonik panelis baik 
ANALISIS SALURAN PEMASARAN AGROINDUSTRI GULA MERAH AREN DI NAGARI TALANG MAUR KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT Ayu Lestari P, Putri; Hamzah, Farida Hanum; Dewi, Yossie Kharisma; Johan, Vonny Setiaries
Jurnal Sagu Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.2.p.57-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran yang paling efisien pada agroindustri gula merah aren di Nagari Talang Maur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif.  Deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis saluran pemasaran. Deskriptif kuantitatif digunakan dalam menghitung margin pemasaran, bagian petani, dan efisiensi pemasaran.  Saluran pemasaran agroindustri gula merah aren di Nagari Talang Maur terdapat dua saluran pemasaran, saluran I meliputi petani (produsen) – pedagang pengecer – konsumen dan saluran II petani (produsen) – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen.  Saluran I memiliki nilai margin pemasaran sebesar Rp 4.000/kg dengan persentase margin 15,6%, nilai farmer’s share sebesar 84,3% dan efisiensi pemasaran sebesar 5,27% sedangkan saluran pemasaran II memiliki nilai margin pemasaran sebesar Rp  8000/kg dengan persentase margin 30,5%, farmer‘s share 71,4% dan efisiensi pemasaran 10,01%.  Maka dapat dikatakan bahwa saluran pemasaran I adalah saluran yang paling efisien karena memiliki margin pemasaran yang rendah, farmer’s share yang tertinggi dan efisiensi pemasaran yang rendah. Kata Kunci: gula merah aren, saluran pemasaran.
Pembuatan Nuget Nabati dari Kacang Merah dan Jantung Pisang Widuri, Thrisna Arsy; Ayu, Dewi Fortuna; Fitriani, Shanti
Jurnal Sagu Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.2.p.66-73

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh rasio kacang merah dan jantung pisang terhadap sifat kimia dan sensori nuget serta untuk mendapatkan perlakuan terpilih. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan, dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf 5%. Perlakuan pada penelitian ini adalah rasio kacang merah:jantung pisang dengan rasio; 40:60, 50:50, 60:40, dan 70:30. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar serat kasar dan evaluasi sensori. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan kacang merah dan jantung pisang berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Hasil perlakuan terbaik yaitu rasio kacang merah dan jantung pisang 70:30 dengan nilai kadar air 43,00%, kadar abu 1,75%, kadar lemak 1,37%, kadar protein 16,76%, dan kadar serat kasar 2,44%, serta memiliki warna krem, tekstur agak kenyal, sangat berasa kacang merah serta beraroma kacang merah.