cover
Contact Name
nazaruddin
Contact Email
nazr@unida-aceh.ac.id
Phone
+62651-4434942098
Journal Mail Official
jitu@unida-aceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus UNIDA No 15 Desa Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Kode Pos 23234
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida)
ISSN : 25487205     EISSN : 27216861     DOI : https://doi.org/10.55616/jitu
Core Subject : Engineering,
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida) merupakan jurnal ilmiah dan wadah seluruh penelitian, analisis kebijakan dan kajian-kajian tioritis untuk berbagi dalam ilmu pengatahuan dan teknologi
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025): Juni" : 9 Documents clear
Analisis Sirkulasi Udara dalam Ruang pada Rumah Tradisional Batu Bara Elwafiqah, Muallifah
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.944

Abstract

Penelitian ini membandingkan sirkulasi udara antara rumah tradisional yang memiliki banyak bukaan dengan rumah modern yang minim bukaan. Rumah tradisional Batu Bara asli menginterpretasikan rumah tradisional pada umumnya yang kaya akan jenis bukaan, dan rumah tradisional Batu Bara hasil modifikasi mewakili rumah modern yang di desain minim bukaan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan analitik dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui pengukuran bukaan dan kecepatan angin, kemudian dianalisis untuk mengetahui tingkat pertukaran udara dalam ruangan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam sirkulasi udara antara rumah tradisional asli dan rumah yang telah dimodifikasi. Pada kondisi bukaan terbuka penuh, kedua jenis rumah memenuhi standar pertukaran udara yang direkomendasikan oleh ASHRAE 62.1 dan 62.2. Namun, pada kondisi bukaan tertutup penuh, rumah tradisional masih memiliki pertukaran udara meskipun tidak mencapai standar, sementara rumah hasil modifikasi tidak memiliki pertukaran udara sama sekali. Penelitian ini menekankan pentingnya desain bukaan dan ventilasi dalam menciptakan kualitas udara yang sehat di dalam rumah.
Pendekatan Arsitektur kontemporer Melalui Desain Fasad Terminal Paya Ilang Di Takengon Elvi Damayanti; Yenny Novianti; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.996

Abstract

Terminal Tipe A Paya Ilang mengalami transformasi yang signifikan, baik dari segi fasilitas dan estetika bangunan. Terminal ini merupakan salah satu fasilitas transportasi umum yang melayani masyarakat lokal dan pengunjung. Dengan latar belakang yang unik, desain fasad terminal seharusnya dapat menciptakan identitas yang kuat dan menarik bagi pengunjung. Desain fasad yang menarik dan kontekstual dapat berkontribusi signifikan terhadap persepsi pengguna dan integrasi terminal dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu menciptakan desain terminal yang lebih baik yang memenuhi kebutuhan Masyarakat. Metode yang digunakan penelitian deskriptif, penelitian ini akan mengkaji tentang karakteristik arsitektur kontemporer pada fasad diantaranya yaitu komposisi ekspresif dan dinamis, konsep ruang terbuka, harmoni ruang luar dan ruang dalam, memiliki fasad transparan, kenyamanan hakiki, eksplorasi elemen lanskap, dan bangunan yang kokoh. Hasil dari analisa pada gedung utama Terminal Tipe A Paya Ilang secara keseluruhan sudah menerapkan arsitektur kontemporer pada fasad bangunannya. Elemen-elemen seperti penggunaan material kaca dan ACP, serta desainnya mengedepankan fungsi dan efisiensi serta estetika, telah terlihat dalam bentuk serta struktur bangunan. Penerapan dapat dilihat dari beberapa aspek berupa penggunaan material beton bertulang dan kaca, Beton bertulang memberikan kesan kuat dan kokoh, sedangkan kaca memberikan kesan transparan dan terang. Warna kontras menciptakan Kesan cerah dan terbuka, dinding dan lantai menggunakan warna terang. Pada bentuk Gedung utama terminal dapat menjawab kesan ekspresif dan dinamis bangunan, terminal juga sudah memiliki kenyamanan hakiki yang ramah untuk semua pengguna.
Penilaian Kinerja Karyawan dengan Menggunkan Key Performance Indicator di CV. MJ Hafidz, Hafidz Yusuf; Dwi Junianto; M.Ajir Muzakki
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1034

Abstract

Teknik penilian kinerja yang dilaksanakan oleh CV. MJ menggunakan absensi dan subjektifitas pimpinan terhadap attitude dari karyawan. Teknik penilaian kinerja tersebut menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakharmonisan antar karyawan, hal ini dikarenakan prestasi tidak menjadi tolak ukur dari penilaian kinerja karyawan. Padahal penilian kinerja selama ini mempunyai implikasi pada pemberian reward karyawan. Penilain kinerja berbasis KPI (Key Performance Indicator) dan kompetensi (perilaku) dirancang untuk membuat dan meningkatkan objektifitas penilaian kinerja serta dirancang untuk program pengembangan dari kompetensi karyawan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode KPI (Key Performance Indicator) dan menggunakan survey serta FGD (Focus Group Discuss) dengan melakukan simulasi di departemen produksi. Berdasarkan hasil survey terhadap karyawan yang dilakukan oleh peneliti pada penelitian ini di dapatkan 95% karyawan lebih memilih dengan sistem penilaian yang berbasis KPI yang dibuat oleh peneliti dengan beragam alasan yakni lebih obyektif untuk mendapatkan reward dari perusahaan.
Kajian Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Lapangan Hiraq Lhokseumawe dalam Perspektif Islami thio; Cut Azmah Fithri; Erna Muliana
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1035

Abstract

Ruang terbuka publik merupakan area atau ruang umum yang direncanakan sebagai tempat pertemuan dan tempat beraktivitas manusia secara individu maupun kelompok. Dalam Islam, ruang terbuka publik memiliki peran penting sebagai bagian dari kewajiban manusia untuk menjaga kelestarian alam dan ciptaan Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan ruang terbuka publik Lapangan Hiraq Lhokseumawe dalam perspektif Islami. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode observasi dan wawancara mendalam kepada pengguna Lapangan Hiraq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapangan Hiraq dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas, seperti bersantai dan rekreasi, bermain, mengadakan acara sosial, dan berdagang. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat dilihat dalam perspektif Islami sebagai aktivitas yang bermanfaat dan dianjurkan, seperti bersantai dan rekreasi untuk meredakan stres dan meningkatkan kesehatan mental, bermain untuk mengembangkan fisik dan kreatifitas anak-anak, mengadakan acara sosial untuk mempererat hubungan silahturahmi, dan berdagang untuk mencari rezeki yang halal. Namun, dalam pemanfaatan Lapangan Hiraq masih terdapat beberapa kekurangan, seperti kebersihan yang belum optimal, keamanan yang perlu ditingkatkan, keindahan yang perlu dibenahi.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Tradisional Aceh Pada Fasad Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Lhokseumawe Muhammad Rofi; Mohd. Hafez Al-Shahzam; Yenny Novianti; Armelia Dafrina
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1036

Abstract

Disetiap wilayah Indonesia memiliki kearifan dan ciri arsitektur tradisional yang berbeda-beda, salah satunya arsitektur tradisional Aceh. Arsitektur tradisional Aceh merupakan sebuah ciri khas yang melambangkan simbol kebudayaan bagi suku Aceh, hal ini dilambangkan melalui arsitektur yaitu Rumoh Aceh. Namun seiring berkembangnya gaya arsitektur membuat tingginya peminat arsitektur modern hingga banyak gedung dan kantor berlomba lomba untuk menggunakan konsep arsitektur modern hal ini membuat perlahan lahan arsitektur tradisional Aceh mulai memudar dan dilupakan oleh masyarakat Aceh sendiri. Gedung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Lhokseumawe merupakan bangunan pemerintahan yang fungsi utamanya untuk sebagai pusat pelayanan pajak pada masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa deskriptif kualitatif dengan beberapa tahap seperti studi literatur, observasi, pengumpulan data, dan menganalisis data. hasil analisis menunjukkan bahwa fasad kantor KPP Pratama tetap mempertahankan konsep tradisional sebagai representasi budaya lokal, namun terdapat perbedaan material. Secara fisik, bangunan kantor KPP Pratama mencerminkan ciri khas arsitektur tradisional Aceh.
Kajian Penggunaan Konsep Warna Pada Arsitektur Islami Terhadap Karakter Anak Aura Mutiara Sina; Cut Azmah Fithri; Erna Muliana
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1037

Abstract

Warna merupakan salah satu elemen penting dalam arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai aspek estetis, tetapi juga memiliki pengaruh psikologis terhadap suasana dan perilaku pengguna ruang, termasuk pada anak usia dini. Dalam arsitektur Islami, warna memiliki nilai simbolik dan spiritual yang dapat dikaitkan dengan pembentukan karakter anak. TK Kemala Bhayangkari yang terletak di Kota Lhokseumawe merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang menggunakan beragam elemen warna dalam desain ruang belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan konsep warna dalam arsitektur Islami terhadap karakter anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan studi literatur, observasi langsung, dokumentasi visual, dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan warna seperti putih, kuning, hijau, dan ungu memiliki dampak positif terhadap suasana hati dan perilaku anak. Warna putih menciptakan kesan bersih dan tenang, kuning memberikan semangat dan kreativitas, sementara hijau memberikan ketenangan dan kesegaran. Penggunaan warna-warna ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara psikologis dan spiritual, serta berperan dalam membentuk karakter anak seperti disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan empati.
Analisis Elemen Arsitektur Tradisional Aceh Pada Rumah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1042

Abstract

Penelitian ini menganalisis elemen visual arsitektur tradisional Aceh pada fasad Rumah Cut Meutia di Kabupaten Aceh Utara, yang merupakan replika dari rumah kediaman pahlawan nasional Cut Nyak Meutia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis mengacu pada teori Mirsa yang membagi struktur Rumah Aceh menjadi tiga bagian utama: kepala (atap, ornamen dan warna), badan (dinding dan jendela), serta kaki (kolom). Variabel utama yang dikaji meliputi kolom, atap, dinding, jendela, ornamen, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Cut Meutia mempertahankan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Aceh secara bentuk dan makna. Fasad bangunan dihiasi ornamen bermotif flora, fauna, alam, religius, dan geometris yang merepresentasikan nilai spiritual, filosofi hidup, dan identitas sosial masyarakat Aceh. Penggunaan warna merah, putih, kuning, hijau, dan hitam semakin memperkuat ekspresi budaya. Rumah ini berfungsi tidak hanya sebagai artefak fisik, tetapi juga sebagai ruang simbolik yang mendukung pelestarian budaya dan pendidikan sejarah.
Identifikasi Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1043

Abstract

Arsitektur neo vernakular merupakan pendekatan dalam desain yang muncul dari aliran postmodern, yang memadukan unsur-unsur arsitektur modern dengan nilai-nilai tradisional lokal dari arsitektur vernakular. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur neo vernakular pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, dokumentasi visual, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung tersebut menerapkan pendekatan arsitektur neo vernakular melalui bentuk atap, penggabungan elemen bangunan tradisional dengan pendekatan modern, Meskipun penggunaan material batu bata sebagai elemen lokal tidak ditampilkan secara langsung karena telah dilapisi dengan plaster semen, struktur dasarnya tetap mencerminkan pemanfaatan material tradisional dalam bentuk yang telah disesuaikan dengan konstruksi modern, pengintegrasian antara interior dan exterior, serta penggunaan warna-warna kontras, penyesuaian desain terhadap budaya dan kondisi lingkungan sekitar.
Representasi Arsitektur Tradisional Aceh Pada Gedung Lama Dprk Aceh Utara Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1044

Abstract

Gedung Lama DPRK Aceh Utara yang terletak di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Tergerusnya penerapan elemen-elemen arsitektur lokal dalam pembangunan gedung pemerintahan modern jadi fenomena yang perlu dikaji secara mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan penelusuran mendalam terhadap nilai-nilai budaya yang terintegrasi dalam elemen bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Lama DPRK Aceh Utara masih mempertahankan berbagai elemen khas arsitektur tradisional Aceh seperti atap tumpang, struktur rumah panggung, kolong rumah, serta ornamen geometris dan flora yang memiliki makna simbolik mendalam. Temuan ini mengungkapkan bahwa elemen-elemen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai estetika visual, tetapi juga sebagai ekspresi identitas budaya dan simbol kekuasaan lokal. Meskipun bangunan mengalami kerusakan fisik, nilai-nilai simbolik tetap kuat dalam persepsi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman bahwa arsitektur vernakular masih relevan dalam konteks institusional modern. Implikasi praktisnya adalah perlunya strategi pelestarian arsitektur berbasis lokalitas dalam kebijakan pembangunan, serta pentingnya restorasi konservatif terhadap bangunan bersejarah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9