cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
dian.hikmawan@untirta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
komunitas@untirta.ac.id
Editorial Address
FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl Raya Palka KM 3 Sindangsari. Kab. Serang Banten
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27980855     EISSN : 27980766     DOI : http://dx.doi.org/10.31506/komunitas:jpkm
Core Subject : Social,
KOMUNITAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), contains various activities of the teaching staff in FISIP Universitas Sultan Ageng Titayasa in handling and managing the various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society. Implementation of service activities also involve the participation of the community and partners. Service activities are organized into an activity aimed at improving the welfare of society.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "volume 6 issue 1, june 2026" : 10 Documents clear
Collaboration between Community Service Students and the Community in the Indonesian Independence Day Celebration: Building National Spirit in Dukuh Village. (Case Study: Community Service Group 71 of UIN SMH Banten in Lebakwangi Village, Walantaka Distri Askohar Askohar; Faisal Zulfikar; Novia Rahmanda Juan Putri; Imam Faizin
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.35494

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (Kukerta) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat pelajar yang bertujuan untuk melakukan transformasi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kolaborasi dan menganalisis dampak kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI yang digagas oleh mahasiswa Kukerta 71 UIN SMH Banten dengan masyarakat Kampung Dukuh, Desa Lebakwangi. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah kemitraan berbasis partisipatif yang memadukan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Asset-Based Community Development (ABCD), di mana siswa terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi bersama masyarakat. Proses kegiatan diawali dengan gotong royong menyiapkan lokasi, dilanjutkan dengan keikutsertaan dalam pawai dan upacara bendera, dan berpuncak dengan penyelenggaraan 13 jenis lomba rakyat untuk berbagai kategori umur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam seluruh rangkaian acara. Kolaborasi ini berhasil mengaktivasi kembali interaksi sosial masyarakat, memupuk semangat persahabatan, serta mempererat solidaritas dan rasa kebersamaan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa perayaan Hari Kemerdekaan yang dilaksanakan secara kolaboratif dan partisipatif, terbukti efektif sebagai media penanaman nilai-nilai kebangsaan dan penguatan modal sosial di tingkat masyarakat. Fokus utama yang dirasakan masyarakat bukanlah hadiah, melainkan kegembiraan dan kebersamaan, esensi pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan Website Desa sebagai Media Informasi dan Pelayanan Publik Digital di Desa Pedaleman Kabupaten Serang Euis Sri Nurhayati; Utami Riskiah Sri; Elang Muhammad Bintang Timur
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.39004

Abstract

Abstrak Transformasi digital pada tata kelola pemerintahan desa menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan keterbukaan informasi. Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, belum memiliki media informasi digital yang optimal dalam penyampaian informasi dan pelayanan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan website desa sebagai media informasi dan pelayanan publik digital serta meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan sistem informasi digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, pengembangan website, peluncuran dan uji coba evaluatif, serta pendampingan implementasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa website desa berhasil dikembangkan dan dapat diakses melalui https://desapedaleman.id/ sebagai media informasi publik digital yang mampu meningkatkan akses informasi, transparansi pemerintahan desa, dan kualitas pelayanan publik. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner berbasis indikator keberhasilan sistem informasi terhadap pengguna awal website yang terdiri dari aparatur desa dan masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan pengguna berada pada kategori sangat baik. Meski demikian, pengembangan perlu terus dilakukan agar semakin relevan dengan kebutuhan informasi masyarakat. Pendampingan pengelolaan website juga meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola sistem informasi secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pengembangan website desa berpotensi mendukung transformasi digital tata kelola pemerintahan desa secara berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur digital, peningkatan transparansi pemerintahan, serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan. Katakunci: website desa, keterbukaan informasi, e-government, transformasi digital desa, pengabdian pada masyarakat Abstract Digital transformation in village governance has become a strategic approach to improving public service quality and information transparency. Pedaleman Village, Tanara District, Serang Regency, Banten Province, has not yet possessed optimal digital information media for disseminating information and delivering public services. This community service program aimed to develop a village website as a digital public information and service platform while enhancing the capacity of village officials in managing digital information systems. The implementation employed a participatory approach through needs assessment, website development, system launching and evaluative testing, and implementation assistance. The results indicate that the village website was successfully developed and can be accessed through https://desapedaleman.id/ as a digital public information platform that enhances information accessibility, government transparency, and the quality of public services. The evaluation was conducted using a questionnaire based on information system success indicators involving early users of the website, including village officials and community members. The evaluation results demonstrate that user satisfaction falls within the very good category. Nevertheless, continuous development is required to ensure that the website remains responsive to community information needs. The assistance in website management also improved the capacity of village officials to independently manage digital information systems. This community service program demonstrates that the development of a village website has the potential to support sustainable digital transformation in village governance through strengthening digital infrastructure, enhancing government transparency, and reinforcing partnerships between higher education institutions and village governments in supporting sustainable rural development. Keywords: village website, information transparency, e-government, village digital transformation, community service
Analisis Dampak Kunjungan Damkar terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Mitigasi Bencana Kebakaran di SDN 2 Donosari Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Derana Abidatul Beridanissa; Anni Qorinatul Ula; Dhini Wahyu Ningtyas; Bagas Adi Pramana; Tri Setiawan; Waulaida Tsania Salma; Zulfia Ludfiani
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.35711

Abstract

This study aims to analyze the impact of the Fire Department’s (Damkar) visit on enhancing knowledge and skills in fire disaster mitigation among students and teachers at SDN 2 Donosari, Patebon District, Kendal Regency. The background of this research is the low level of awareness and preparedness in the community, especially elementary school children, in dealing with fire hazards. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were obtained through in-depth interviews with firefighters, teachers, and students, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed that socialization and simulation activities conducted by firefighters improved students’ understanding of fire hazards, self-rescue strategies, and the use of fire extinguishing equipment. Hands-on experiences such as evacuation drills and fire extinguishing practices provided meaningful contextual learning and encouraged early risk awareness. The strategic role of firefighters in establishing friendly and interactive communication was proven effective in increasing students’ enthusiasm and engagement. This study emphasizes the importance of disaster education at the elementary school level as a preventive effort to minimize risks and impacts of fire disasters within the community.
Seminar dan Pelatihan Peningkatan Literasi Keuangan Digital Masyarakat Desa Implementasi Kuliah Kerja Mahasiswa di Desa Karangkamulyan Alim Hardiansyah; Nyi Dewi Puspitasri; Mohamad Hilman; Holilah Holilah
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.39034

Abstract

ABSTRAK Pesatnya transformasi teknologi finansial di Indonesia saat ini menciptakan tantangan baru bagi masyarakat perdesaan yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap edukasi digital formal. Di Desa Karang Kemulyan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, rendahnya tingkat literasi keuangan digital menjadi hambatan utama, khususnya bagi kelompok ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola aset serta memitigasi risiko penipuan daring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan mendalam serta keterampilan praktis mengenai ekosistem keuangan digital guna mendorong terciptanya kemandirian ekonomi desa. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui sosialisasi kebijakan, seminar interaktif, serta pelatihan teknis mengenai penggunaan aplikasi manajemen keuangan dan sistem pembayaran elektronik yang aman. Hasil utama dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kapasitas literasi peserta, yang ditandai dengan kemampuan mereka dalam mengoperasikan platform digital untuk pencatatan arus kas serta pemahaman yang lebih tajam terhadap bahaya pinjaman daring ilegal. Dampak dari kegiatan ini adalah mulai diterapkannya sistem transaksi nontunai oleh pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan pengelolaan anggaran domestik yang lebih sistematis oleh ibu rumah tangga. Sebagai kesimpulan, program ini memberikan kontribusi nyata dalam mempercepat inklusi keuangan di tingkat perdesaan serta membangun ketahanan ekonomi lokal melalui penguatan literasi digital yang berkelanjutan. Kata Kunci: Literasi Keuangan Digital, Desa Karang Kemulyan, UMKM, Ibu Rumah Tangga, Inklusi Keuangan. ABSTRACT The rapid transformation of financial technology in Indonesia today creates new challenges for rural communities that still have limited access to formal digital education. In Karang Kemulyan Village, Cihara District, Lebak Regency, low levels of digital financial literacy are a major obstacle, especially for housewives and micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in managing assets and mitigating the risk of online fraud. This community service activity aims to equip participants with in-depth knowledge and practical skills regarding the digital financial ecosystem to encourage the creation of rural economic independence. The implementation method used is an educational-participatory approach through policy socialization, interactive seminars, and technical training on the use of financial management applications and secure electronic payment systems. The main results of this activity show a significant increase in participants' literacy capacity, as evidenced by their ability to operate digital platforms for cash flow recording and a sharper understanding of the dangers of illegal online lending. The impact of this activity is the implementation of a cashless transaction system by MSME actors to expand market reach and more systematic domestic budget management by housewives. In conclusion, this program has made a real contribution to accelerating financial inclusion at the rural level and building local economic resilience through the strengthening of sustainable digital literacy. Keywords: Digital Financial Literacy, Karang Kemulyan Village, MSMEs, Housewives, Financial Inclusion.
Revitalisasi Peran Kawasan Masjid Agung Banten Lama dalam Pemberdayaan Sosial-Keagamaan Masyarakat Lokal Indah Septina Putri; Alma Avilia; Rihadatul Aisy; Enggar Utari; Ika Rifqiawati
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.38321

Abstract

Banten merupakan pelabuhan yang menjadi tempat perniagaan internasional pada awal Masehi. Masjid Agung Banten diperkirakan berdiri pada tahun 1556 saat kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570 M). Tujuan dibuatnya artikel ini untuk mengetahui fungsi sosial keagamaan Masjid Banten Lama di masa lalu hingga sekarang ini. Studi ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pada penelitian ini juga menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Kawasan Masjid Agung Banten ini diurus oleh Badan Kenadziran Kesultanan Maulana Hasanuddin Banten. Masjid Agung Banten mempunyai luas kawasan 1,3 hektar dan memiliki dinding pagar yang dihiasi dengan arsitektur bercorak Eropa, Tiongkok dan Hindu. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan, dapat disimpulkan bahwa Masjid Banten Lama di masa lalu berperan sebagai tempat ibadah, dakwah dan syiar agama. Di masa kini terdapat tambahan beberapa kegiatan sosial keagamaan yang diadakan seperti buka puasa bersama saat Ramadhan, tasyakuran, santunan yatim piatu, dan ziarah makam.
Pelatihan Daur Ulang Botol Plastik Pada Paguyupan Jamu Gendong Di Desa Ngablak Sebagai Pot Vertikal Untuk Penanaman Remapah – Rempah Organik Pada Lahan Terbatas Eko Arief Cahyono; Fatimatus Solikah; Putri Nabila; Nur Aswajum Muthoharoh; Miftakhun Nasikhatin Ni’amah; Muhammad Albar
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.38437

Abstract

Pelatihan daur ulang botol palstik dilaksanakan di Desa Ngablak, berkolaborasi dengan Paguyupan Jamu Gendong. Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan agar dapat mengurangi keberadaan sampah botol plastik, meningkatkan ketrampilan anggota Paguyupan Jamu Gendong dalam mengelola limbah. Serta menjadi solusi untuk menanam rempah- rempah organik secara mandiri. Kegiatan ini menggunakan teknik metode ABDC dengan memanfaatkan asset yang ada di Desa tersebut, yaitu pemetaan aset, diskusi kelompok, dan analisis potensi lokal yang melibatkan warga secara langsung. Hasil yang diperoleh agar anggota Paguyupan Jamu Gendong dapat meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dan mengantisipasi bahan baku jamu yang meningkat, serta dapat mendukung kemandirian ekonomi di desa setempat. Setelah pelatihan selesai, kemudian melakukan monitoring ke rumah masing- masing anggota untuk melihat perkembangan tanaman rempah- rempah. Katakunci: daur ulang, sampah plastik, rempah, jamu.
Peningkatan Kompetensi Guru SMK di Yogyakarta melalui Pelatihan Teknologi 3D Printing dan Laser Cutting Apri Nuryanto; Andrian Riyadi; Henny Pratiwi; Bayu Rahmat Setiadi; Sugiyono Sugiyono
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.35324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan teknologi 3D Printing dan laser cutting dalam meningkatkan kompetensi teknis dan pedagogis guru SMK di Yogyakarta. Latar belakang studi ini dilandasi oleh kebutuhan mendesak terhadap penguasaan teknologi manufaktur digital oleh guru sebagai pendidik vokasional dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain one-group posttest-only. Subjek penelitian adalah 20 guru dari berbagai SMK bidang teknik mesin yang dipilih secara purposive sampling dan mengikuti pelatihan yang meliputi sesi teori dan praktik intensif di Laboratorium Desain Produk Universitas Negeri Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi keterampilan teknis selama pelatihan dan kuesioner persepsi guru setelah pelatihan. Hasil observasi menunjukkan bahwa seluruh peserta mencapai kompetensi teknis dengan persentase keberhasilan di atas 85% pada setiap indikator, baik dalam pengoperasian 3D Printer maupun mesin laser cutting. Sementara itu, kuesioner menunjukkan tingkat kepuasan tinggi terhadap materi, fasilitas, dan metode pelatihan, serta kesiapan peserta dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran berbasis proyek. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis hands-on efektif dalam membekali guru dengan keterampilan teknologi terbaru, serta mendorong transformasi pembelajaran vokasional yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri. Pelatihan ini dapat direplikasi secara nasional untuk mendukung pengembangan kompetensi guru SMK secara berkelanjutan.
Edukasi Pencegahan Cacingan Melalui Gerakan Hidup Bersih Pada Balita di Desa Kayunan, Kecamatan Soko khoirul fadhila Fadhila; Eko Arief Cahyono; Laily Rima Febrianti; Melyza Wilda Aulia; Rawin Iksana Putra; Habib Faliqul Umam
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.38410

Abstract

Rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat pedesaan masih menjadi penyebab utama tingginya kasus infeksi cacingan pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu balita di Desa Kayunan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, mengenai pencegahan penyakit cacingan melalui edukasi partisipatif berbasis gerakan hidup bersih. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 15 ibu balita sebagai peserta aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi praktik cuci tangan, edukasi penggunaan alas kaki, dan pendampingan kebersihan lingkungan rumah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, observasi, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan praktik PHBS, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 52,4 pada pre-test menjadi 87,6 pada post-test. Selain itu, terjadi perubahan perilaku nyata seperti meningkatnya kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan kuku, dan penggunaan alas kaki oleh anak-anak. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi partisipatif efektif dalam menumbuhkan kesadaran kolektif serta dapat dijadikan model pemberdayaan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Melalui Sosialisasi 3R (Reduse, Reuse, Recycle): Praktik Nyata di Bank Sampah PangGold Luki Oka Prastio; Laeli Nur Khanifah; Anistya Vinta Desi
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.35837

Abstract

The community service program at Bank Sampah PangGold Cilegon aimed to increase public awareness and participation through the implementation of the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle). Activities were carried out through socialization, training, mentoring, and the use of appropriate technologies such as plastic shredding machines, pressing machines, and Black Soldier Fly (BSF) maggot cultivation. Waste management remains a major issue in Indonesia, particularly due to the low level of public awareness in waste sorting and reuse. As a result of the program, community participation increased from 15 to more than 50 households. Bank Sampah PangGold also succeeded in establishing an organizational structure based on TPS3R Plus and enhancing production capacity through the processing of both plastic and organic waste. This program not only encouraged behavioral change among the community but also created new economic opportunities while strengthening the role of the waste bank as a community-based integrated waste management center.
Intervensi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lintas Sektor Sebagai Strategi Pencegahan Stunting di Wilayah Pesisir Kelurahan Kota Karang Intan Fitri Meutia; Dian Kagungan; Devi Yulianti; Anna Gustina Zainal; Noverman Duadji; Rizki Amelia Putri1
Komunitas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Issue 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/komunitas:jpkm.v6i1.35330

Abstract

Abstrak Permasalahan stunting masih menjadi isu krusial di wilayah pesisir Kelurahan Kota Karang, Kota Bandar Lampung, dengan prevalensi mencapai 31,4%, melebihi rata-rata kota sebesar 13,4% pada tahun 2023. Tingginya angka ini disebabkan oleh rendahnya literasi gizi keluarga, keterbatasan fasilitas kesehatan, serta lemahnya sinergi lintas sektor dalam menangani stunting secara integratif. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas sektor. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan (penyusunan materi dan koordinasi), pelaksanaan (sosialisasi, ceramah, diskusi, penyuluhan, pengukuran indeks stunting, dan pendampingan), serta evaluasi (pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan kognitif peserta). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 71,00 meningkat menjadi 97,00 pada post-test dan nilai N-Gain sebesar 0,876 atau 87,6% (kategori tinggi). Kontribusi nyata dari kegiatan ini adalah terciptanya model intervensi berbasis komunitas yang mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan stunting, serta memperkuat sinergi lintas sektor sebagai strategi sistematis dalam peningkatan kesehatan anak di wilayah pesisir. Hasil ini juga dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik serupa sebagai strategi penguatan ketahanan gizi masyarakat berbasis lokal. Kata kunci: stunting, pemberdayaan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, pesisir perkotaan, edukasi gizi. Abstract Stunting remains a critical issue in the coastal area of Kota Karang Urban Village, Bandar Lampung City, with a prevalence reaching 31.4%, exceeding the city’s average of 13.4% in 2023. This high rate is attributed to low family nutrition literacy, limited access to health facilities, and inadequate cross-sectoral coordination in addressing stunting in an integrated manner. This community service program aims to enhance public knowledge, awareness, and engagement in stunting prevention through a community empowerment approach based on cross-sector collaboration. The method employed consists of three stages: preparation (development of educational materials and coordination), implementation (socialization, lectures, discussions, counseling, measurement of the stunting index, and mentoring), and evaluation (pre-tests and post-tests to assess cognitive changes). The results showed a significant increase in participants' knowledge, with the average pre-test score of 71.00 rising to 97.00 in the post-test, and an N-Gain score of 0.876 or 87.6% (categorized as high). This activity contributes significantly by establishing a community-based intervention model that effectively raises awareness and encourages active participation in stunting prevention, while also strengthening cross-sectoral synergy as a systemic strategy to improve child health in coastal areas. The outcome of this program can also be replicated in other regions with similar characteristics as a strategy to strengthen local nutrition resilience.

Page 1 of 1 | Total Record : 10