cover
Contact Name
Prof. Widiatmaka
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jtl_soilipb@yahoo.com
Editorial Address
Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Wing 12 Lt 4, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment)
ISSN : 14107333     EISSN : 25492853     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan merupakan media yang menyajikan artikel mengenai hasil penelitian dan telaah perkembangan mutakhir dalam bidang ilmu tanah, air, dan ilmu lingkungan sebagai bahan kajian utama.
Articles 301 Documents
Spectroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) Asam Humat dari Kompos Kotoran Ayam dengan Biodekomposer Berbeda: Fourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy of Humic Acid from Chicken Manure Compost with Different Biodecomposers Ratri Noorhidayah; Muhammad Bachtiar Musthafa; Sisno
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.1.38-43

Abstract

Asam humat merupakan senyawa akhir hasil dekomposisi dan humifikasi sehingga lebih bersifat resisten. Peranan asam humat antara lain : bahan penguat untuk meningkatkan efisiensi remediasi elektrokinetik dari kontaminasi arsenik , membatasi toksisitas Cd dan Pb pada cacing tanah di dalam tanah, agen penyemen dalam matriks tanah untuk menekan degradasi lingkungan tambang mineral. Penelitian dilakukan guna mendapatkan ektrak asam humat dari kompos limbah pertanian dan peternakan. Asam humat diekstrak dari kompos dengan menggunakan asam kuat dan basa kuat. Kompos dari Kotoran ayam diharapkan menjadi solusi limbah peternakan yang berpotensi mencemari lingkungan. Pembuatan kompos kotoran ayam dipadukan dengan limbah dan gulma pertanian seperti jerami, bonggol jagung, bonggol pisang, kulit durian dan eceng gondok. Dekomposisi dilakukan dengan bantuan biodekomposer EM4, Ragi Kompos dan Cacing tanah. Gugus fungsional yang menjadi penciri asam humat dari kompos kotoran ayam dengan beragam bahan tambahan dan biodekomposer yakni Puncak serapan 3450 - 3300 cm-1 , 2980-2920 cm-1, 1660-1630 cm-1 dan 1170-950 cm-1 . derajat humifikasi yang rendah di semua perlakuan merupakan penciri kompos dengan dengan tong berjalan efektif. EM4 paling efektif untuk meningkatakan laju dekomposisi bahan organikpada perlakuan
Penentuan Status Mutu Air Tanah di Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan: Determination of Water Quality Status in Maduran District Lamongan Maulidiyah Nor Kasanah; Shinfi Wazna Auvaria; Widya Nilandita
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.1.44-49

Abstract

Air merupakan komponen penunjang kebutuhan pokok manusia untuk kegiatan sehari-hari. Kecamatan Maduran menjadi kecamatan yang penduduknya menggunakan air tanah sebagai sumber air alternatif. Faktor adanya kontaminasi terhadap air tanah di Kecamatan Maduran adalah kegiatan rumah tangga, home industry, dan sektor pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas dan status mutu air tanah di Kecamatan Maduran. Status mutu air tanah didasarkan pada Permenkes No. 32 Tahun 2017 dan Kepmenlh No. 115 Tahun 2003. Stasiun pengambilan sampel ditentukan berdasarkan SNI 6989.58:2008. Pengambilan sampel dilakukan 1 kali dengan metode split di 8 stasiun yang mewakili. Pengujian status mutu air tanah meliputi parameter fisik dan kimia, yaitu suhu, bau, rasa, TDS, kekeruhan, pH, CaCO3, Mn, Fe, Nitrat, dan Nitrit. Hasil analisis kualitas air tanah terdapat parameter yang melebihi baku yaitu, Stasiun A dengan kadar TDS senilai 2490 mg/L dan Kesadahan senilai 1130 mg/L. Stasiun D kadar TDS senilai 1284 mg/L dan kesadahan 500 mg/L. Sedangkan, Stasiun H kadar TDS senilai 1389 mg/L. Status mutu air menggunakan metode IP menunjukkan Stasiun A, Stasiun D, dan Stasiun H dikategorikan sebagai Cemar Ringan. Sedangkan, Stasiun B, Stasiun C, Stasiun E, Stasiun F, dan Stasiun G dikategorikan sebagai Memenuhi Baku Mutu.
Pengaruh Topsoil dan Pupuk Organik Terhadap Panjang Sulur dan Jumlah Daun Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea Batatas Lamb.) pada Media Tailing Emas: The Effect of Topsoil and Organic Manure Towards Length of Vein and Number of Laeves of Sweet Potatoes (Ipomoea Batatas Lamb.) in Gold Tailing Ninda Meiditia Putri; Rhazista Noviardi; Reginawanti Hindersah; Pujawati Suryatmana
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.1.33-37

Abstract

Processing of gold ore at artisanal gold mining in Kertajaya Village, Sukabumi, West Java produces residual processing waste or tailings which are generally disposed of into rivers or farm, stored in storage ponds or put in sacks for reprocessing. Due to the limited land owned by the community, the ponds and farm that were formerly dumped for tailings are widely used for farming. This study aims to determine the effect of adding topsoil and compost dose on the growth of sweet potato (Ipomoea batatas) at the maximum vegetative phase (7 Weeks after planted). The topsoil used in this study was taken from Kertajaya Village, which is an inceptisol soil type, while the sweet potato plant used was sweet potato clone MZ119. The research was conducted at the Ciparanje Experimental Farm, Faculty of Agriculture UNPAD, Sumedang from January to May 2020. This experiment used a factorial randomized block design with two factors, namely the topsoil-tailing ratio of 3 levels (30% w/w; 50% w/w; and 70% w/w) and compost doses of 4 levels (without compost (control); 10 tonnes ha-1; 20 tonnes ha-1; and 30 tonnes ha-1) with 3 replications. The results showed that the combination treatment of 70% topsoil: 30% tailings and compost dosage of 30 tonnes ha-1 could increase the length of sweet potato vein in the maximum vegetative phase which was 24.33 cm and the number of leaves was 54.33.
Cover & Daftar Isi: Cover & Table of Contents -
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewan Redaksi: Editorial Board -
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedoman Penulisan: Author Guidelines -
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Cash Crops Terhadap Temperatur Permukaan Lahan Kawasan Perkotaan Kabupaten Temanggung: Effect of Cash crops on Land Surface Temperature Urban Area, Temanggung Regency Bitta Pigawati; Reinhart Christopher Junjungan
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.1.22-27

Abstract

Kabupaten Temanggung merupakan daerah penghasil tembakau dengan mutu dan harga tinggi Tembakau merupakan salah satu cash crops yang dibudidayakan di Indonesia. Sebagian besar penghasilan petani di Kabupaten Temanggung berasal dari tanaman perkebunan tembakau. Beberapa dekade terakhir terjadi kegagalan panen tembakau akibat adanya variabilitas iklim. Keberadaan lahan bervegetasi berpengaruh terhadap temperature permukaan lahan. Temperatur permukaan lahan yang tinggi berdampak pada kenyaman dan kesehatan manusia. Kawasan perkebunan di Kabupaten Temanggung sebagian besar digunakan untuk tanaman cash crop. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh cash crop yang merupakan sumber pedapatan utama petani dengan perubahan temperature permukaan lahan Kawasan Perkotaan Kabupaten Temanggung. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spsial dan Citra satelit Landsat 5, 7, 8 sebagai sumber data utama. Kualitas cash crop dideteksi dari tingkat kehijauan tanaman menggunakan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Hasil penelitian. menunjukkan bahwa cash crop mempunyai pengaruh kuat terhadap temperatur permukaan lahan wilayah studi (R = 1) Temperature permukaan lahan meningkat dari 25.04 oC menjadi 25.01 oC dalam kurun waktu Tahun 1999-2019. Meskipun terjadi peningkatan temperatur di Kawasan Perkotaan Kabupaten Temanggung namun masih dalam kondisi aman berdasarkan acuan Paris Agreement.
Identifikasi Dinamika Spasial Penggunaan dan Tutupan Lahan di Kabupaten Indramayu: Identification of Spatial Dynamics of Land Use and Cover in Indramayu Regency Muhammad Firmawan; Widiatmaka; Kukuh Nirmala
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase in population occurs in Indonesia every year. This results in a high demand for space. Indramayu Regency is one of the regencies with high dynamics of land use and cover, which is indicated by an increase in residential area of 14.8 ha year-1 and a decrease in rice fields by an average of 13.9 ha year-1. This study aimed to identify the types of land use and cover in order to become a reference for analyzing the spatial dynamics of land use and cover in Indramayu Regency. Spatial dynamics of land use and cover were identified through Landsat 7 and Sentinel-2A which were then analyzed for overall accuracy, Kappa accuracy, validation using Google Earth, and overlays to produce maps of land use and cover dynamics in 2005, 2011 and 2021. The results showed that there are 8 classes of land use and cover in Indramayu Regency, namely forest, open land, dry land agriculture, dry land agriculture, mixed dry land, rice fields, settlements, ponds, water bodies. Paddy fields have a dominant area along the observation point (>61%) which are spread the central part of Indramayu Regency. The percentage of residential area increased by 0.8% from 33,724 ha (16.2%) to 35,377 ha (17.0%) in the period 2005-2021. Meanwhile, the percentage of pond area increased by 0.5% from 23,221 ha (11.1%) to 24,163 ha (11.6%) during that period. The increase in population and economic level are some of the factors causing the dynamics of land change in Indramayu Regency.
Ketahanan Tanaman Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) terhadap Cekaman Air dengan Aplikasi Hidrogel dan Waktu Penyiraman pada Regosol: Resistance of Sunflower (Helianthus annuus L.) on Water Stress by Application of Hydrogel and Watering Time in Regosol Lilik Tri Indriyati; Wahyu Purwakusuma; Septi Ichwani
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.2.72-77

Abstract

Application of hydrogel as soil conditioner can increase water and/or nutrient of coursed textured soil, with a possible reduction of irrigation frequency, and in turn increase plant growth. This research was aimed to investigate application of type of hydrogel and time of watering interval on the growth of sunflower plant, soil water availability, and plant resistance to water stress, and to verify the effect of combination of hydrogel type and watering time interval on sunflower growth on Regosol from Dramaga, Bogor. The experiment was arranged in completely randomized factorial design with two factors, that were hydrogel type which was consisted of no hydrogel application as control (H0), hydrogel of Terracottemâ (H1), and hydrogel of synthetic super absorbent (H2); and watering time interval which was consisted of once in 5 days of watering (P1), once in 10 days of watering (P2), and once in 15 days of watering (P3). Hydrogels application was conducted shortly before two weeks old seeds of IPB BM1 genotype sunflower were transplanted in pot containing Regosol which was equivalent to 10 kg of oven- dry weight. Variables observed were soil moisture (soil water content), soil water retention in some soil-water matric suction (pF), leaf area, stem diameter, and root length. Results of experiment showed that hydrogel application significantly increased the water availability for plants in dried soil condition as a result of long time interval of watering, stem diameter of plant, and root length of sunflower compared with no hydrogel application (control). Soil moisture, stem diameter, and root length of treatment with hydrogel of H1 were not significantly different with that of H2. Time interval of watering significantly affected leaf area, stem diameter, and soil moisture. The leaf area, stem diameter of plant, and soil moisture in once watering in 15 days (P3) were significantly lower than P1. Combination between hydrogel of Terracotem (H1) and time interval of once a five days of watering (P1) was the best treatment combination in improving the growth of sunflower plant in Regosol from Dramaga, Bogor.
Hubungan Curah Hujan Terhadap Limpasan Permukaan dan Sedimen pada Berbagai Penggunaan Lahan di DAS Arui, Kabupaten Manokwari: The relationship of Rainfall on Surface Runoff and Sediments on Various Land Use in Arui Watershed Manokwari Regency Mahmud; Wahyudi; Surianto Bataradewa; Heru Joko Budirianto; Mutakim; La Ode Muhlis
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.2.85-92

Abstract

Limpasan permukaan dan sedimen seringkali diremehkan dalam upaya mitigasi banjir. Padahal keduanya jika dalam jumlah besar akan menyebabkan pedangkalan dan meluapnya air sungai yang berdampak banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh limpasan permukaan dan sedimen terhadap curah hujan dengan analisis regresi sederhana SPSS 17. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara curah hujan dengan aliran permukaan hanya penggunaan lahan sebagai tegalan yang signifikan, sementara penggunaan lain tidak signifikan, dilanjutkan uji linieritas menujukan garis linier. Hasil uji signifikansi korelasi/keeratan tidak menunjukan korelasi (sangat lemah) hanya pada penggunaan lahan sebagai tegalan yang menunjukan korelasi yang cukup erat. Sementara hubungan antara curah hujan dengan sedimen menunjukan hubungan yang tidak signifikan, dilanjutkan uji signifikansi korelasi tidak menunjukan korelasi (sangat lemah). Pada lima penggunaan lahan hubungan keeratan curah hujan dengan limpasan permukaan menunjukan semua tidak ada hubungan /hubungan sangat lemah. Dengan demikian semakin meningkatnya curah hujan tidak selalu meningkatkan sedimen. Hanya penggunaan lahan sebagai perkebunan kelapa sawit yang mengalami penambahan luas. Penurunan luas hutan diduga peningkatan perambahan liar pada hutan produksi terbatas yang berada disekitar perkebunan kelapa sawit.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 2 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 1 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan More Issue