cover
Contact Name
Prof. Widiatmaka
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jtl_soilipb@yahoo.com
Editorial Address
Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Wing 12 Lt 4, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment)
ISSN : 14107333     EISSN : 25492853     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan merupakan media yang menyajikan artikel mengenai hasil penelitian dan telaah perkembangan mutakhir dalam bidang ilmu tanah, air, dan ilmu lingkungan sebagai bahan kajian utama.
Articles 301 Documents
Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Manggis dan Potensi Pengembangannya di Kecamatan Pauh Kota Padang: Land Suitability for Mangosteen and Its Potential Development in Pauh District, Padang City Dyah Puspita Sari; Ranti Novia; Juniarti
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.22.2.89-94

Abstract

Manggis memiliki potensi di bidang ekonomi, data statistik tahun 2015 menunjukkan bahwa ekspor manggis mencapai nilai USD 17.2 juta. Kecamatan Pauh dipilih sebagai sentra pengembangan perkebunan manggis di Kota Padang. Pengembangan ini harus didasari dengan kesesuaian lahan sehingga tanaman manggis dapat tumbuh selaras dengan iklim dan kondisi lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pauh Kota Padang. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda survei dengan beberapa tahapan yaitu persiapan, pra survei, survei utama, analisis di laboratorium, dan pengolahan data. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan metoda matching yaitu membandingkan nilai kualitas dan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesesuaian lahan untuk tanaman manggis diklasifikasikan ke dalam kelas sesuai marjinal (S3) dengan sub kelas S3nr untuk SL1,2,3,4,7,8,9,11,15; sub kelas S3nr,eh untuk SL5 dan SL10; subkelas S3eh untuk SL14. Namun, pada satuan lahan SL6,12,13, dan 16 didapatkan kelas kesesuaian cukup sesuai (S2) dengan subkelas S2wa,nr untuk SL6 dan SL16; S2wa,rc,nr,eh untuk SL12; dan S2wa,rc,nr untuk SL13. Faktor pembatas yang umum pada masing-masing lahan adalah retensi hara (nr) dan bahaya erosi/lereng (eh). Terdapat 3 kelurahan (Lambung Bukit, Limau Manis, dan Limau Manis Selatan) di Kecamatan Pauh yang memiliki potensi paling besar untuk dikembangkan sebagai wilayah pengembangan perkebunan manggis dengan total luas 5,862 ha.
Perencanaan Areal Pariwisata Berdasarkan Isu dan Potensi Lokal di Desa Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan: Tourism Area Planning Based on Issues and Local Potency in Tanah Lemo Village, Bontobahari District, Bulukumba Regency, South Sulawesi Province Setyardi Pratika Mulya; Andrea Emma Pravitasari; Nurkhusnul Inayah Jusman
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.22.2.63-73

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor utama di Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bulukumba tahun 2018-2038 Desa Tanah Lemo merupakan salah satu bagian dari rencana pengembangan destinasi pariwisata. Salah satu destinasi potensi pariwisata yang belum berkembang di Desa Tanah Lemo adalah Pantai Lemo-Lemo. Penelitian ini bertujuan identifikasi penggunaan lahan tahun 2019, menganalisis landrent setiap penggunaan lahan, menentukan prioritas lahan untuk pengembangan kawasan wisata, dan mengidentifikasi strategi pengembangan Kawasan Wisata Pantai Lemo-Lemo. Data yang digunakan adalah citra google earth, peta pola ruang, peta persil, bidang tanah, lahan kritis, arahan pertanian, kemiringan lereng dan lain sebagainya serta hasil wawancara responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu interpretasi visual dan klasifikasi tutupan lahan (SIG), analisis landrend, penentuan tingkat prioritas lahan untuk pengembangan kawasan wisata, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 jenis penggunaan lahan di lokasi penelitian yaitu badan air, empang, emplasmen, hutan berkerapatan tinggi, hutan berkerapatan rendah, kebun campuran, lahan terbuka, pemukiman kerapatan padat, pemukiman kerapatan sedang, semak belukar dan tegalan. Penggunaan lahan terluas adalah tegalan. Nilai landrent terbesar adalah permukiman penduduk padat sebesar Rp. 150.458/m2/tahun. Berdasarkan tingkat prioritas lahan untuk pengembangan kawasan wisata, prioritas I seluas 49 ha (1.7%), sedangkan yang paling luas adalah prioritas III (54%). Strategi pengembangan kawasan wisata Pantai Lemo-Lemo adalah dengan cara menggiatkan promosi wisata, diantaranya dengan menjadi tuan rumah kegiatan festival wisata lokal atau nasional, mengembangkan wisata mata air, taman hutan rakyat, situs budaya dan mengembangkan alternatif wisata buatan, misalnya taman bermain/outbound dan lain sebagainya. Desa Tanah Lemo memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata di masa mendatang.
Dampak Residu Pestisida Terhadap Keanekaragaman Jamur Tanah Pada Lahan Sayuran: Impact of Pesticide Residues on the Diversity of Soil Fungi on Vegetable Land Martha Maria Magdalena Benu; Anthonius S. J. Adutae; Lince Mukkun
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.22.2.80-88

Abstract

Insecticides have a negative effect on soil fungi because they contain dangerous toxic compounds. The use of insecticides by Noelbaki village farmers in vegetable cultivation is quite intensive with, a frequency of 2-3 spraying per week. The application of this insecticide is carried out continuously during the planting of vegetables so that it has a negative impact on the soil environment. This study aimed to determine the content of insecticide residues and the diversity of soil fungi in mustard vegetable fields. The research method used was a survey method conducted on several mustard vegetable farmers by collecting information using a questionnaire as a means of collection data and laboratory tests of residue content in the soil. Soil samples were taken using a diagonal pattern with 5 replications on mustard greens on Vertisols and Inceptisols both applied and without insecticides. Soil samples in a composite soil were carried out for the analysis of residual content and physical and chemical properties of the soil, while not composist was used for the observation of soil fungi. The variables observed were the content of insecticide residues, population density, diversity and frequency of presence, soil fungi and the physical and chemical properties of soil on the vegetable land. Analysis of insecticide residues was carried out using the Gas Chromatography-Spectrometry Mass (GC-MS/ MS) method, and the counting of microbes was carried out using the Plate Counting Agar (PCA) method, while the identification of microbes was carried out by microscopic and macroscopic observations. Insecticide residues with the active ingredient Lamda-cihalotrin in the Vertisol type soil samples treated with insecticides were 0.060 ppm, and in the Inceptisol soil samples with the active ingredient Dimetoat as much as 0.042 ppm. The density of soil mushroom population was higher in vegetable fields without the application of Insecticides as much as 71.6 CFU g-1, the value of soil mushroom diversity index was higher in insecticide application vegetable fields 1.609, the frequency of presence of the fungus species Penicillium constant 100% and Mucor 90%.
Strategi Pengembangan Lahan Budidaya Jagung dan Padi di Wilayah Daratan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur: Land Development Strategies for Corn and Paddy Cultivation in the Mainland of Sumenep Regency, Madura, East Java Khairul Anam; Khursatul Munibah; Untung Sudadi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.22.2.56-62

Abstract

The main challenges in improving food security in Indonesia have been solving problems related to decreasing ratio of available land area suitable for staple-food crops cultivation againts their demands. Existing farmland in the mainland of Sumenep Regency, Madura, which is one of the food estates of East Java Province, is cultivated mainly for corn and paddy that respectively occupies 55% and 20,67% of the areas. This research aims to (a) analyze available lands suitable for corn and paddy cultivation development, (b) determine food balance of both crops and their cultivation areas needed for fulfilling their demands; and c) formulate priority of land development strategy for both crops to support food security in the mainland of Sumenep Regency. This study was conducted by applying maps visual interpretation, overlay and matching techniques aided with Geographic Information System softwares, and descriptive methods as well. The available lands suitable for corn and paddy cultivation in the research area covered areas of ​​respectively 20.078 and 10.565 Ha. The food balance for maize and rice showed a surplus of respectively 254.334 and 1.483 tons at year 2033, and the cultivation area needed to fulfill the projected demand of both commodities were respectively 10.774 and 17.673 Ha. This indicated an increasing number of local people that changed their custom in staple food consumption to a mixed maize-rice with higher rice portion. Three priorities of land development strategy were elaborated and discussed.
Bahaya Longsor di Kabupaten Sukabumi berbasis Metode Weight of Evidence (WoE), Logistic Regression (LR) dan Kombinasi WoE-LR: Landslide Hazard in Sukabumi Regency based on Weight of Evidence (WoE), Logistic Regresion (LR) and WoE-LR Combination Methods Sumardani Kusmajaya; Boedi Tjahjono; Baba Barus
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.22.2.101-106

Abstract

Tingginya kejadian longsor di Kabupaten Sukabumi menjadi penyebab diperlukannya data dan informasi kawasan yang memiliki potensi longsor. Identifikasi potensi longsor dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dimana metode statistik adalah pendekatan yang paling banyak digunakan untuk pemetaan longsor. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah memprediksi longsor di Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Weight of Evidence (WoE), Logistic Regression (LR), dan kombinasi WoE-LR. Hasil pengujian menunjukkan bahwa parameter yang layak digunakan menjalankan model adalah jarak dari jalan, jarak dari sungai, jarak dari patahan, SPI, TWI, Elevasi dan Lereng. Hasil metode WoE menunjukkan bahwa parameter elevasi <300 m, jarak dari jalan >200 m dan jarak dari sungai >100 m merupakan kelas parameter yang tidak baik untuk memprediksi longsor. Sebaliknya, parameter lereng 8–15%, jarak dari jalan 31–70 m dan elevasi 700–800 baik digunakan untuk memprediksi longsor. Pada metode LR, parameter elevasi dan jarak dari jalan secara signifikan berpengaruh terhadap longsor. Hasil metode kombinasi WoE-LR menunjukkan bahwa parameter jarak dari jalan dan SPI merupakan parameter yang kurang baik untuk memprediksi longsor. Sebaliknya, parameter lereng dan TWI merupakan parameter yang paling baik untuk memprediksi bahaya longsor. Berdasarkan pengujian ketiga metode tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode kombinasi WoE-LR adalah metode yang paling baik dalam memprediksi bahaya longsor di wilayah penelitian.
Perubahan dan Prediksi Penggunaan Lahan Ruang Terbuka Hijau di Kota Depok: Change and Prediction of Green Open Space Land Use in Depok City Gunarso Primada Aji; Muhammad Ardiansyah; Andi Gunawan
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.22.2.95-100

Abstract

Urban development tends to marginalize GOS (Green Open Space) as an urban ecological function. In the 1996-2000 period, Depok City placed the built-up area as the dominant land use and the land use that has the function of GOS was reduced by 87 ha. For planning and controlling land use change, information on changes and prediction of GOS needs to be known. This study aims to identify GOS land use in 2006, 2013 and 2019; to predict GOS in 2031 and to analyze the GOS needs. The analytical methods used include interpretation of GeoEye images, overlapping land use maps, land use prediction with CA-Markov and assessment of GOS needs. The results show that built-up area increased significantly by 3,579 ha in the 2006-2019 period, while GOS decreased by 167 ha. In 2019, GOS in the city of Depok has not been met the minimum requirement of 30% of the total area as mandated by the Spatial Planning Law no. 26 of 2007 and still requires 3,087 ha of RTH. This shortage will increase in the future because the prediction of GOS in 2031 decreases and this condition makes the need for GOS in Depok City increase to 3,139 ha.
Karakteristik Erapan Nitrat pada Andisol: Characteristics of Nitrate Sorption of Andisols Arief Hartono; Syaiful Anwar; Masruroh
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.1.1-6

Abstract

Penggunaan pupuk urea dan pupuk kandang yang berlebihan oleh petani menyebabkan terjadinya akumulasi ion nitrat pada tanah pertanian. Pengetahuan tentang kemampuan tanah dalam mengerap nitrat menjadi sangat penting dalam kaitan pergerakan nitrat di dalam profil tanah. Tujuan penelitian ini adalah karakterisasi tanah-tanah pertanian yang mempunyai order Andisol di Pulau Jawa dalam mengerap nitrat dan mengidentifikasi sifat-sifat tanah yang mempengaruhi erapan nitrat. Data erapan nitrat diperoleh dengan menjenuhkan tanah dengan larutan nitrat pada berbagai konsentrasi, setelah sebelumnya tanah dijenuhi dengan ion klorida. Nitrat dalam larutan supernatan ditetapkan menggunakan UV Spectrophotometer dengan panjang gelombang 210 nm dan 275 nm. Kemudian, data dianalisis menggunakan dua persamaan yaitu, persamaan Langmuir dan persamaan Freundlich. Hasil menunjukkan bahwa erapan nitrat dapat disimulasikan paling baik oleh persamaan Freundlich. Nilai konstanta K persamaan Freundlich yang merupakan indeks erapan maksimum berkorelasi positif dengan karbon (C) organik, aluminium yang diekstrak dengan amonium oksalat (Alo), aluminium yang diekstrak dengan dithionite-citrate-bicarbonate (Ald) dan Alo+1/2Feo (sifat Andik). Penelitian ini merekomendasikan bahwa C organik, Alo, Ald dan sifat Andik mengontrol erapan nitrat.
Studi Literatur: Uji Kemampuan Konsorsium Isolat Bakteri Selulolitik dalam Mempercepat Dekomposisi Tandan Kosong Kelapa Sawit: Literature Study: Ability Test Of The Consortium of Cellulolitic Bacterial Isolates in Accelerating The Decomposition of Empty Palm Oil Signs Clara Aprilya Kurniawan; Meri Afriani; Ashri Maulana; Gusmawartati
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.1.28-32

Abstract

One alternative way of managing EFB is composting, beside being able to reduce the volume of waste, composting can increase the nutritional value of EFB. There are several ways to speed up composting process. Biological treatment by growing develop proven microbes (high ability in breaking down materials) which is composted. Bacteria are the most dominant group in the ground. Its small size, prokaryotic and single-celled give advantages in reshuffling organic matter over fungi and groups actinomycetes. The microbes that capable of hydrolyzing cellulose is called cellulolytic microorganisms that have the ability to grow on cellulose and can decompose these cellulose materials. Solving system cellulose into glucose consists of three types of cellulase enzymes, namely endo-ß-1.4-glucanase, exo-ß-1.4-glucanase, and ß-glucosidase. In general, bacteria cellulolytics can not produce these three enzymes, so they need their consortium to make EFB reform more effective and efficient.
Perencanaan Pertanian Konservasi pada Pengelolaan Lahan Tradisional di Kecamatan Amarasi Barat, Nusa Tenggara Timur: Agricultural Conservation Planning on Traditional Land Management in Amarasi Barat District, East Nusa Tenggara. Astrid Aryani Ndun; Kukuh Murtilaksono; Dwi Putro Tejo Baskoro; Yayat Hidayat
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.1.7-17

Abstract

Traditional land management system for agricultural activities is carried out throughout the year. It will trigger soil degradation, if it is not accompanied by adequate soil conservation practices. This research aimed to analyze the environmental friendliness of traditional land management systems based on erosion predictions and analyze, plan, and determine appropriate land use planning or conservation measures to increase their environmental friendliness.This research was conducted at three locations representing three traditional land management systems i.emamar system at Teunbaun, slash and burn system at Niukbaun and silvopasture at Merbaun, Amarasi Barat, Kupang, East Nusa Tenggara. This research was conducted in several stages, such as: secondary data collection, observation or primary data collection in the field, laboratory analysis, calculation of erosion factors, prediction of erosion according to the USLE method and recommendations for soil and water conservation measures. The results showed that the slash and burn system had the highest predictive value of erosion (A), namely 2,368.7 ton ha-1 year-1, followed by thewanaternak and mamar system 599.9 to 1,534.5 ton ha-1 year-1. The erosion value (A) can be minimized with conservation measures. Hence the erosion is less than tolerable soil loss (TSL). The recommended conservation action is construction gulud terraces. Crop management that can be done is to increase the density of plant canopy through high agroforesty, crop rotation, and mulching.
Perkiraan sedimentasi Pada Tahun 2018 di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta: Sedimentation Prediction in Jatiluhur DAM, Purwakarta District Ulfah Sarach Sheftiana; M Yanuar Jarwadi Purwanto; Suria Darma Tarigan
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.23.1.18-21

Abstract

Jatiluhur DAM is one of the multipurpose DAMs in West Java with the design of hydroelectric power plants, water supply in industry, irrigation, fisheries, tourism and flood control. Based on the final report of Juanda Public Corporation in 2000 that the DAM volume in 1964 was 2,970 million m³, in 1987 it was 2,556 million m³, 1995 was 2,456 million m³ and in 2000 was 2,448 million m³. This shows that the DAM volume has decreased by 522 million m³ over a period of 36 years at an altitude of ± 107 masl. The purpose of this study are to calculate sedimentation in the Jatiluhur DAM in 2018. TSS measurements using SNI 06-6989.3-2004 and calculation of sedimentation using direct measurement methods. The results showed that the total sediment in DAM inlet is 859,368.40 tons year-1 and the reservoir outlet is 92,553.33 tons year-1. Based on this data, the total sediment deposited in the Jatiluhur Reservoir in 2018 was 766,815.07 tonnes. So it needs handling in reducing sediment so that the reservoir does not experience silting.

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 2 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 1 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan More Issue