cover
Contact Name
Prof. Dr. Ir. Widiatmaka, DAA, IPU
Contact Email
jitl@apps.ipb.ac.id
Phone
+6285217342125
Journal Mail Official
jtl@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Department of Soil and Land Resources, Faculty of Agriculture, IPB University Jl. Meranti Wing 18 Lv 6, Darmaga Campus of IPB, Bogor 16680 Tel. 02518629360; Fax. 02518629358
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
ISSN : 14107333     EISSN : 25492853     DOI : https://doi.org/10.29244/jitl.28.1.1-10
Core Subject : Agriculture, Social,
Focus and Scope Journal of Soil Science and Environment Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan is a media that presents articles on the results of research and studies of the latest developments in the fields of soil and land resources, water and environmental sciences as the main study material.
Articles 306 Documents
Efektivitas Pupuk Hayati Cair pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa) Serta Analisis Usaha Taninya: The Effectiveness of Liquid Bio-Fertilizer on Rice Plants (Oryza sativa) and the Analysis of Farming Business Fahrizal Hazra; Dwi Andreas Santosa
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.39-46

Abstract

Petani di Indonesia mulai memahami pentingnya pupuk hayati dengan standar kualitas dan efektivitas yang dipersyaratkan oleh Kementerian Pertanian RI. Sehingga banyak pupuk hayati yang beredar di pasaran perlu dilakukan penelitian untuk menguji kualitas dan efektivitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kualitas dan efektivitas, serta analisis usahatani pupuk hayati cair pada padi sawah (Oriza sativa). Perlakuan disusun dalam 5 taraf pemupukan yaitu: tanpa pemupukan atau kontrol (P0), 1,00 dosis NPK (P1), 1,00 dosis NPK + 1,00 dosis pupuk hayati (P2), 0,75 dosis NPK + 1,00 dosis pupuk hayati (P3), 0,50 dosis NPK + 1,00 dosis pupuk hayati (P4). Percobaan dilakukan dengan 4 ulangan sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan merupakan sebidang tanah dengan luas 25 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji mutu memenuhi kriteria Permentan No. 1 Tahun 2019, serta penerapan pupuk hayati di lapangan secara umum menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah yang sama dengan pembanding, dan lebih baik dari perlakuan kontrol. Perlakuan 0,75 dosis NPK + 1,00 dosis pupuk hayati merupakan perlakuan yang paling efektif dan menguntungkan secara agronomis dengan nilai RAE 100%, dan secara ekonomis dengan nilai R/C 1,83.
Kelimpahan dan Keanekaragaman Collembola dan Hubungannya dengan Tingkat Kesuburan Tanah Lahan Percontohan Reklamasi Tambang Timah Desa Bukit Layang, Bangka: Collembola Abundance and Diversity and Its Correlation With Soil Fertility Status of Tin Mine Pilot Reclamation Project Bukit Layang Village, Bangka Frista Chairunnisa; Riko Irwanto; Rion Apriyadi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.103-109

Abstract

Pulau Bangka merupakan penghasil timah terbesar di Indonesia, didominasi dengan tambang darat. Berbagai program reklamasi lahan bekas tambang timah telah dilakukan di pulau Bangka, dan untuk memantau keberhasilannya diperlukan indikator-indikator yang mencirikan perbaikan kualitas tanah. Salah satu bioindikator yang memiliki potensi sebagai indikator keberhasilan program reklamasi adalah komunitas mesofauna tanah, seperti Collembola (Ekor pegas). Penelitian lebih lanjut dan variasi korelasi data diperlukan untuk mendukung pernyataan tersebut. Penelitian ini menghitung kelimpahan, keanekaragaman, kekayaan jenis, kemerataan jenis, dan dominansi jenis Collembola yang dihubungkan dengan beberapa parameter kesuburan tanah. Lokasi penelitian merupakan lahan percontohan reklamasi tambang timah darat aluvial “Air Kundur 3”. Collembola yang ditemukan berjumlah 7 famili sebanyak 6.642 invidu. Lahan Reklamasi Air Kundur 3 berdasarkan parameter C-Organik, Kapasitas Tukar Kation, dan Kejenuhan Basa termasuk kategori kesuburan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai indeks keanekaragaman, kekayaan dan kemerataan jenis diikuti dengan peninggatan parameter C-Organik, Kapasitas Tukar Kation, ketebalan dan berat kering serasah. Peningkatan Kelimpahan relatif dan dominansi Collembola diikuti dengan penurunan indeks keanekaragaman, kekayaan dan nilai kemerataan jenis. Penelitian ini memperkuat dugaan bahwa Indeks keanekaragaman, kekayaan, dan kemerataan jenis Collembola berpotensi dapat digunakan sebagai indikator kesuburan tanah reklamasi lahan pascatambang timah.
Identifikasi Penggunaan Lahan dan Analisis Kesesuaian Pola Ruang menggunakan Citra Landsat 8 OLI Tahun 2020 : Studi Kasus: Sub-DAS Cikeruh, Citarik, dan Cirasea Dwiki Ramadhan Rahman; Apong Sandrawati; Shantosa Yudha Siswanto
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.79-86

Abstract

Sub-DAS Cikeruh, Citarik, dan Cirasea merupakan salah satu bagian DAS Citarum yang masuk ke dalam 15 DAS prioritas pemulihan lahan kritis. Salah satu penyebab terjadinya kekritisan lahan adalah pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan kapabilitas lahan ataupun arahan pola ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis penggunaan lahan di Wilayah Sub-DAS Cikeruh, Citarik, dan Cirasea pada tahun 2020 serta mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan terhadap Pola Ruang RTRWP Jawa Barat periode 2009-2029. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan analisis kuantitatif deskriptif melalui interpretasi citra satelit Landsat 8 OLI metode supervised classification dengan algoritma maximum likelihood dan analisis kesesuaian menggunakan metode overlay (union) antara data penggunaan lahan yang dihasilkan terhadap Pola Ruang RTRWP Jawa Barat. Hasil dari proses interpretasi citra Landsat 8 OLI teridentifikasi 5 jenis penggunaan lahan dengan luas tertinggi, yaitu: Pertanian lahan kering, hutan, lahan terbangun, sawah, dan lahan terbuka dengan luas masing-masing 35,696.60 Ha (41.78 %), 14,819.90 Ha (17.34%), 12,959.50 Ha (15.17%), 9,112.95 Ha (10.67%), 5,862.92 (6.86%). Tingkat akurasi dari hasil klasifikasi tersebut memiliki nilai overall accuracy 91.25% dan indeks kappa mencapai 0.90. Berdasarkan hasil analisis kesesuaian penggunaan lahan tahun 2020 terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah menunjukkan bahwa 40,997.18 Ha (47.98%) sesuai, 17,172.46 Ha (20.10%) belum sesuai, dan 27,276.99 Ha (31.92%) tidak sesuai.
Sintesis Komposit Zeolit X/Oksida Perak dan Tembaga Melalui Reaksi Tollens Serta Aplikasinya Sebagai Adsorben: Synthesis Zeolite X/Silver and Copper Oxide Composite via Tollens Reactions and Its Application as Adsorbent Hasanuddin Rizal; Zaenal Abidin; Trivadila; Nurul Hiedayati
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.87-95

Abstract

Zeolit adalah mineral aluminosilika berpori mikro sehingga memiliki permukaan yang luas. Permukaannya yang luas menyebabkan zeolit umum digunakan sebagai adsorben. Zeolit X termasuk dalam struktur Faujasit dan biasa mengikat kation natrium. Kation yang terikat pada zeolit dapat ditukar dengan kation lainnya, seperti kation logam transisi. Kation logam transisi seperti [Ag(NH3)2]+ biasa digunakan sebagai pendeteksi gugus aldehida atau biasa dikenal sebagai pereaksi Tollens. Penelitian ini bertujuan menyintesis komposit adsorben zeolit X/oksida perak dan zeolit X/oksida tembaga melalui reaksi Tollens. Komposit dikarakterisasi menggunakan scanning electron microscope menunjukkan permukaan milik komposit lebih kasar dari pada permukaan zeolit X. Bahan yang digunakan sebagai model untuk adsorpsi ialah, gas amonia. Komposit yang dihasilkan ada tiga jenis berdasarkan tahapan penambahan zeolit pada proses sintesis, yaitu setelah penambahan prekursor (komposit 1), setelah penambahan NH4OH (komposit 2), dan setelah pemanasan (komposit 3). Komposit yang dihasilkan mampu meningkatkan adsorpsi amonia hingga 2 kali lipat daripada zeolit X.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L) DAN INTENSITAS SERANGAN LAYU FUSARIUM (Fusarium oxysporum Schlecth) PADA PEMBIBITANNYA: The effect of growing media on the growth and intensity of Fusarium wilt due to Fusarium oxysporum in chilli (Capsicum annum) nursery Gunawan Djajakirana; Putri Handayani Sijabat
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.62-66

Abstract

Various fauna and flora live and thrive in the soil. The existence of soil organisms is not always beneficial for plant growth. Fusarium oxysporum is one of harmful fungi for plants that is living in soils. Plants affected by Fusarium oxysporum can show wilt symptoms and even die so that it becomes a limiting factor that causes decrease in production and crop failure. Several studies have been conducted to overcome the problem of Fusarium wilt in plants like eradicating disease-struck plants, using fungicides and using biological agents such as Trichoderma sp., but the Fusarium wilt disease can not be handled well. Based on this case, this research was conducted to determine the effective way to treat Fusarium wilt disease in chilli plants by improving the nursery media. This research was conducted by combining charcoal and or cocopeat with soil in which Fusarium had been developed. This is expected to improve the physical, chemical, and biological properties of the soil so that the growth of chilli seedlings will be better and the Fusarium oxysporum fungi does not infect chilli seedlings. The study was conducted in a plastic house using Completely Randomized Design (CRD). The results showed that the addition of charcoal and or cocopeat with soil show the significant effect on the growth of chili plants and decrease the level of disease intensity up to 0 % while the percentage of Fusarium wilt on soil only treatment reached 53.57 %. Based on this research, it was concluded that the addition of charcoal and or cocopeat media on soil media had a significant effect on the growth of chilli plants and inhibited the growth of Fusarium oxysporum even though the medium was infected with that fungi.
Dosis Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Ber-Bakteri Selulolitik terhadap Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) di Tanah Ultisol: Dosage of Empty Palm Oil Bunches Compost with Cellulolytic Bacteria on Corn (Zea Mays L.) Growth in Ultisol Soil Gusmawartati; Randi Ardinsyah
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.74-78

Abstract

This research aims to utilize Ultisol soil in increasing the growth and production of corn by improving the constraints on Ultisol soil, one of which is low pH and low organic matter. Application of compost for oil palm empty fruit bunches with cellulolytic bacteria is an alternative to improve the problem of Ultisol soil. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Riau University from November 2020 to March 2021. This research was conducted experimentally used a non-factorial experiment with 4 replications. Application of oil palm empty fruit bunches compost with cellulolytic bacteria as follows: T0 = 0 t.ha-1, T1 = 5 t.ha-1, T2 = 10 t.ha-1, T3 = 15 t.ha-1, T4 = 20 t.ha-1. The results of this research indicate that the application of 20 t.ha-1 couldgive a significant effect on each parameter such as plant height, male flower appearance, female flower appearance and plant dry weight. Based on the results of the research, it is recommended to use oil palm empty fruit bunches compost with cellulolytic bacteria at a dose of 20 t.ha-1 to get optimal results.
Strategi Pengendalian Konversi Lahan Sawah untuk Mempertahankan Swasembada Pangan di Kabupaten Toba: Strategies to Control Paddy Field Conversion for Mantaining Food Sufficiency in Toba Regency Tugma Jaya Manalu; Dyah Retno Panuju; Untung Sudadi
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.96-102

Abstract

Krisis pangan menjadi isu penting yang dihadapi banyak negara, salah satunya Indonesia. Konversi lahan sawah menyebabkan penurunan produksi beras di berbagai wilayah seperti di Kabupaten Toba. Konversi lahan sawah perlu dikendalikan secara strategis untuk mempertahankan eksistensinya sebagai area produksi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi isu konversi, ketersediaan, dan kebutuhan beras, 2) mengindentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (faktor SWOT) pengendalian konversi lahan sawah, 3) menyusun strategi pengendalian konversi lahan sawah di Kabupaten Toba. Faktor SWOT diidentifikasi melalui metode desktriptif, studi pustaka, dan wawancara. Strategi pengendalian dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Hasil penelitian diperoleh bahwa ketersediaan beras turun sebesar 7,030 ton dan kebutuhan naik sebesar 4,001 ton pada periode 2010-2020 disebabkan konversi lahan sawah sebesar 3,529 ha dan peningkatan jumlah penduduk. Faktor kekuatan utama dalam pengendalian konversi lahan sawah yaitu kesesuaian lahan padi, kelemahan utama yaitu tingkat pendidikan rendah sampai sedang, peluang utama yaitu aksesibilitas mendukung, dan acaman utama yaitu PERDA LP2B belum ditetapkan. Prioritas utama strategi pengendalian konversi lahan sawah di Kabupaten Toba yaitu penyusunan PERDA LP2B, memberikan bantuan input produksi kepada petani, dan mengalokasikan dana APBD pada sektor pertanian untuk pembangunan infrastruktur pertanian.
Estimasi Kadar Klorofil Dan Kadar N Daun Jagung Menggunakan Chlorophyll Content Index: Estimating Chloorophyll and N Content in Corn Leaves Based on Chlorophyll Content Index Muhammad Ardiansyah; Budi Nugroho; Khalimatus Sa'diyah
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.53-61

Abstract

Kadar klorofil berkaitan dengan kondisi tanaman, sehingga dapat digunakan untuk menaksir kadar hara pada tanaman. Pengukuran kadar klorofil daun secara konvensional membutuhkan waktu dan biaya, sehingga perlu dikembangkan teknologi yang cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk (a) menganalisa indek kadar klorofil (Chlorofil Content Index, CCI) dan kadar klorofil daun pada 10 perlakuan dosis pupuk termasuk kontrol dan beberapa fase pertumbuhan jagung, (b) menganalisa hubungan antara CCI dan kadar klorofil daun, dan (c) menganalisa hubungan CCI dan kadar N. Pada penelitian ini CCI diukur dengan klorofil meter, sedangkan kadar klorofil dan kadar N daun masing-masing diukur dengan spektrofotometer dan metode Kjeldahl. Hubungan antara CCI terhadap kadar klorofil dan kadar N dianalisis pada umur 4 dan 8 minggu setelah tanam (MST) dengan model regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola kurva CCI pada semua perlakuan dosis mirip yang ditunjukan oleh CCI semakin meningkat dengan bertambahnya umur tanaman dan kemudian menurun dengan menuanya tanaman. Dosis pupuk berpengaruh nyata pada CCI kecuali pada umur 2 dan 3 MST, dimana nilai tertinggi CCI temukan pada dosis pupuk dengan kecukupan hara tinggi yaitu 2 Ultra Gen (UG) + 2/3 Standar (STD) pada umur 7 MST. CCI dan kadar klorofil memiliki hubungan linear positif pada umur 4 MST dan 8 MST dengan korelasi tergolong kuat (r = 0,67) dan sangat kuat (r = 0.76). Model hubungan CCI dengan kadar N daun menunjukan korealsi positif sangat kuat pada umur 8 MST dengan persamaan N (%) = 0,019*CCI + 1,795 (r = 0,75). Hasil ini menunjukan bahwa pengukuran CCI dengan klorofil meter bisa digunakan untuk memperkirakan status hara N daun tanaman.
Fragmentation of Irrigated and Rainfed Paddy Field in Cianjur Regency, West Java Khursatul Munibah; La Ode Syamsul Iman; Rani Yudarwati; Diendra Abdul Karim; Indah Purnama Sari
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.67-73

Abstract

Paddy field is the agriculture land that produces rice and needs to be protected because of the threat of high conversion. In the period 2003-2013, paddy field in West Java Province has decreased by 9098 ha, while all of Indonesia increased by 235 538 ha (2014) because of the new paddy field outside Java. In the period January-September 2022 national production reached 45.43 millian ton. Conversion of paddy field into built up area, especially in Java will affect to fragmentation level of paddy field themsefves. The purpose of this research is to analyze the fragmentation of irrigated and rainfed paddy field in Cianjur Regency. Fragmentation index that used in this research are Class Area (CA), Number of Patch (NumP), Mean Patch Size (MPS), Patch Size Standard Deviation (PSSD), Mean Sharp Index (MSI). The results showed that rainfed paddy field are more fragmented than irrigated paddy field, which is indicated by greater NumP values. Clutering of districts based on irrigated and rainfed paddy fields fragmentation index, each of which produces 3 groups . The high group has an increasingly fragmented tendency that identified by the high value of area (CA) and the number of patchs (NumP), while the other parameters are less able to characterize fragmentation difference. The fragmentation of irrigated and rainfed paddy fields in northern Cianjur Regency is influenced by the land conversion while in central and southern due to sloping topography.
Improvement of growth and yield of organic broccoli (Brassica oleracea var. Italica) by application of different organic materials combination Lilik Tri Indriyati; Budi Nugroho
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.24.2.110-115

Abstract

Pot experiment was conducted to evaluate the effect of organic materials combination on improvement of growth and yield of organic broccoli. There were 19 treatments in total consisted of four types organic materials that were azolla (A), vermicompost (V), cow dung (S), and chicken manure (F) applied in combination, blank control, and inorganic fertilizer as comparison standard. The experiment results showed that application of organic materials combination significantly increased the growth of plant, diameter head and yield of broccoli compared with untreated soil and inorganic fertilizer treatment. The addition of dolomite into the organic materials combination tended to decrease the growth and yield of broccoli than no addition of dolomite. However, the addition of chicken manure into the combination showed higher growth and yield of broccoli. The best combination of organic materials in raising the growth and yield of broccoli was azolla, and chicken manure (A+F).

Filter by Year

1999 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 2 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 1 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan More Issue