cover
Contact Name
Prof. Widiatmaka
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jtl_soilipb@yahoo.com
Editorial Address
Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Meranti Wing 12 Lt 4, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan (Journal of Soil Science and Environment)
ISSN : 14107333     EISSN : 25492853     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan merupakan media yang menyajikan artikel mengenai hasil penelitian dan telaah perkembangan mutakhir dalam bidang ilmu tanah, air, dan ilmu lingkungan sebagai bahan kajian utama.
Articles 301 Documents
Karakteristik Daerah Aliran Sungai Klawoguk Di Kota Sorong, Papua Barat Daya Mahmud; Wijaya, Danang Jatmika Wahyu; Wahyudi; Nugroho, Bambang; Dwiranti, Febriza; Mutakim
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.1.1-11

Abstract

Banjir telah menjadi musibah terbesar dalam dasawarsa terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik DAS (Daerah Aliran Sungai) Klawoguk yang diharapkan dapat berkonstribusi dalam perencanaan, pengelolaan dan mitigasi banjir di Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan metode survey, analisis spasial dan pengamatan lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Klawoguk memiliki tipe iklim tropik sangat basah dengan curah hujan sepanjang tahun tanpa dikenali musim kemarau. DAS berbentuk lonjong berdampak air semakin lama untuk mencapai titik akir air. Topografi datar seluas 2.599,30 ha telah menjadi wilayah perkotaan Provinsi Papua Barat Daya meliputi kelurahan Sawagumu, Malaingkedi, Klasabi, Kalwalu dan Klamana yang menjadi langganan banjir. Dalam tujuh bulan terakhir koefisien regim aliran (KRA) berubah – ubah didominasi sangat rendah yang berarti aliran air pada sungai Klawoguk lebih stabil. Sedimen didominasi sangat tinggi dan adanya degredasi hutan lindung oleh pengambilan tanah dan galian C yang menyebabkan peningkatan hasil sedimen pada sungai.
Sintesis Granul Komposit Zeolit-Geopolimer dan Adsorpsinya pada Metilen Biru Salsabila, Haditsah; Arief, Irma Isnafia; Trivadila; Abidin, Zaenal
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.1.12-20

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen industri tekstil terbesar di Asia Tenggara. Produksi barang tekstil yang tinggi dan kurang memadainya proses pengelolaan limbah cair tekstil membuat Indonesia menjadi negara dengan limbah cair industri tekstil terbesar di Asia Tenggara. Salah satu teknik pengelolaan limbah pewarna yakni dengan menggunakan bahan adsorben seperti zeolit. Pada penelitian ini, zeolit dikompositkan dengan geopolimer dan dibentuk menjadi granul agar memiliki kemampuan adsorpsi dan ketahanan yang tinggi. Komposit disintesis dengan mencampurkan zeolit, metakaolin, dan natrium silikat (Na2SiO3), kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 100 °C selama 2 jam. Sampel-sampel yang digunakan kemudian diuji adsorpsi pada metilen biru. Prekursor sampel dikarakterisasi menggunakan XRD serta SEM. Hasil pengujian adsorpsi menunjukkan bahwa komposit granul zeolit-geopolimer memiliki kemampuan adsorpsi sebesar 52,68 mg/g untuk granul kecil dan 20,85 mg/g untuk granul besar sehingga dapat diaplikasikan pada lingkungan perairan.
Klasifikasi Fase Tumbuh Padi dengan Pendekatan Berbasis Objek Menggunakan Citra Sentinel-2 Munibah, Khursatul; Saniinah, Siti Nur; Ardiansyah, Muhammad
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.25.2.78-85

Abstract

Pemantauan tanaman padi di Indonesia didukung oleh pemerintah daerah di tingkat kecamatan. Praktik tersebut membutuhkan dana yang besar dan dinilai kurang efisien. Opsi lain adalah pemanfaatan data Penginderaan Jauh menggunakan citra satelit gratis Sentinel-2 untuk memantau pertumbuhan padi secara spasio temporal dan pada wilayah yang lebih luas. Citra Sentinel-2 didesain untuk mendukung pemantauan pertanian. Untuk memantau fase tumbuh padi dapat dilakukan dengan klasifikasi berbasis piksel, tetapi pendekatan ini memiliki keterbatasan munculnya salt and pepper yang mengganggu hasil dan akurasi klasifikasi. Pendekatan klasifikasi Object-Based Image Analysis dapat mengatasi fenomena ini dan lebih baik dalam meniru persepsi manusia terhadap objek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fase tumbuh padi pada citra Sentinel-2 dengan pendekatan klasifikasi berbasis objek, dan memantau sebaran spasio temporal fase tumbuh padi. Citra Sentinel-2 dengan 10 akuisisi bulan Mei – Agustus 2021 dianalisis dengan pendekatan berbasis objek dan fase tumbuh padi diklasifikasi dengan pendekatan SVM. Hasil analisis menunjukkan bahwa fase tumbuh padi dapat diidentfikasi dan diklasifikasi dengan baik tanpa fenomena salt and pepper dengan pendekatan berbasis objek dari citra multi-temporal Sentinel-2. Ketelitian model klasifikasi SVM cukup baik dengan rata-rata akurasi 81,60. Klasifikasi SVM berbasis objek dapat memetakan sebaran fase tumbuh padi konsisten dan berlanjut dari citra multi-temporal Sentinel-2.
Estimasi Umur Padi pada Citra Sentinel-2 dengan Pendekatan Gaussian Mixture Model Ardiansyah, Muhammad; Raniah, Nadhifah; Munibah, Khursatul
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.1.21-28

Abstract

Pemantauan fase tumbuh atau umur tanaman padi dilakukan untuk memperkirakan luas panen dan produksi tanaman padi. Teknologi penginderaan jauh dapat melakukan pemantauan umur tanaman padi salah satunya menggunakan citra Sentinel-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi umur tanaman padi, dan memetakann dan memantau sebaran spasio temporal umur padi dengan klasifikasi GMM pada citra multi-temporal Sentinel-2. Klasifikasi GMM merupakan salah satu metode yang sederhana dengan basis fungsi kepadatan. Penelitian dilakukan di lahan sawah Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat dengan waktu pengamatan dari bulan Mei - Agustus 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons spektral temporal berbeda antara kanal tampak mata (biru, hijau, dan merah) dan kanal inframerah dekat, dimana ke-3 kanal tampak mata memiliki pola yang serupa dengan nilai yang lebih rendah dari kanal inframerah dekat. Klasifikasi GMM dapat menunjukkan adanya kontinuitas kelas umur padi pada setiap akuisisi citra dari 0 - 130 hari setelah tanam, sehingga dapat digunakan untuk memantau umur atau fase tumbuh padi.
Sintesis Komposit Granul Geopolimer-Zeolit dari Bahan Baku Lokal Menggunakan Metode Hidrotermal sebagai Adsorben Metilen Biru Rosida; Sri Sugiarti; Abidin, Zaenal
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.1.29-39

Abstract

Zeolit dikenal sebagai salah satu adsorben penukar kation dan memiliki kemampuan adsorpsi yang tinggi. Kedua fungsi zeolit tersebut berpeluang menjadi solusi dalam mengatasi limbah pewarna kationik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai KTK dan kapasitas adsorpsi zeolit dalam menjerap metilen biru. Zeolit serbuk dibuat menggunakan metakaolin lokal dan ditambahkan NaOH maupun water glass dengan metode hidrotermal. Produk zeolit serbuk yang diperoleh dicampurkan dengan geopolimer membentuk komposit granul kecil dan granul besar. Hasil pencirian XRD dari produk sintetik yang diperoleh pada campuran metakaolin dan NaOH ialah zeolit NaA, sedangkan pada penambahan water glass dihasilkan zeolit NaX. Zeolit dalam bentuk serbuk maupun komposit granul geopolimer-zeolit menunjukkan kapasitas tukar kation (KTK) yang tinggi diatas 200 cmol/kg. Uji adsorpsi metilen biru pada masing-masing adsorben menunjukkan kapasitas adsorpsi zeolit NaA, zeolit NaX, komposit granul kecil dan granul besar geopolimer-zeolit NaA, serta komposit granul kecil dan granul besar geopolimer-zeolit NaX secara berurutan sebesar 30.81 mg g-1, 32.84 mg g-1, 53.29 mg g-1, 51.64 mg g-1, 38.32 mg g-1, 54.22 mg g-1dan 48.81 mg g-1.
Penentuan Batas Kritis Fosfor untuk Pertumbuhan Bawang Merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah Nadalia, Desi; Sulistiono, Muhammad Ramadhan Fauzi; Hartono, Arief
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.1.40-47

Abstract

Intensifikasi pemupukan yang berimbang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu bawang merah dan produksi guna memenuhi permintaan pasar. Guna mencapai hasil panen yang optimal, ketersediaan fosfor (P) tanah harus berada di atas tingkat kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan batas kritis hara P dan menentukan pengekstrak terbaik di antara Bray 1, Olsen, Mehlich I, dan HCl 25% serta mengevaluasi pengaruh pemupukan P terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penentuan batas kritis P di tanah dilakukan dengan mengekstrak P tanah dari 16 lokasi yang tersebar di Kabupaten Brebes. Pemupukan P dilakukan dengan pemberian larutan KH2PO4 sebanyak 0, ½X, X, dan 2X dimana X adalah dosis pupuk P anjuran dalam bentuk P2O5sebesar 120 kg ha-1. Tanaman dipanen biomasanya berumur enam minggu setelah tanam. Batas kritis P tanah ditetapkan menggunakan metode Cate dan Nelson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap ekstraksi P memiliki nilai koefisien korelasi berbeda yang dipengaruhi oleh pengekstraknya. Koefisien korelasi antara kandungan hara P tanah yang diekstrak menggunakan metode Bray 1, Olsen, Mehlich I, dan HCl 25% dengan bobot kering tanaman berturut-turut adalah 0,630, 0,341, 0,821, dan -0.089. Nilai korelasi untuk metode Bray 1 dan Mehlich 1 dengan bobot kering tanaman secara statistik berturut-turut nyata dan sangat nyata. Batas kritis kandungan P tanah untuk mencapai 90% produksi relatif bawang merah di kabupaten Brebes tersebut berdasarkan metode Bray 1 dan Mehlich 1 yaitu 40 ppm P. Pengekstrak P tanah di Brebes yang paling baik adalah Mehlich 1. Pemupukan disarankan pada tanah-tanah dengan kadar P tanah kurang atau sama dengan 40 ppm P.
Pengaruh Steel Slag, Fly Ash dan Bottom Ash terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi di Tanah Gambut Purnamasari, Laili; Sudadi, Untung; Anggria, Linca; Hartono, Arief
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.1.48-53

Abstract

Kegiatan industri di Indonesia menghasilkan limbah seperti steel slag, fly ash dan bottom ash yang mengandung hara makro, mikro dan benefisial. Limbah industri tersebut mampu meningkatkan kualitas tanah seperti tanah gambut. Namun bahan limbah tersebut juga mengandung logam berat beracun yang perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh steel slag, fly ash dan bottom ash terhadap sifat kimia tanah gambut, pertumbuhan padi (varietas IR 64), hasil produksi dan kandungan logam berat beracun pada beras. Bahan pembenah tanah yang digunakan pada masing-masing perlakuan adalah 0; 2,5; 5,0; 7,5 dan 10,0% dari berat kering oven tanah. Percobaan inkubasi menunjukkan penambahan steel slag dan fly ash dapat meningkatkan pH tanah, ketersediaan Ca, Mg dan Si. Sementara itu, perlakuan bottom ashhanya sedikit memperbaiki sifat kimia tanah gambut. Pada percobaan rumah kaca, aplikasi steel slag, fly ash dan bottom ash pada tanah gambut dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman padi dan hasil produksi. Respon positif padi berhubungan dengan peningkatan pH tanah gambut dan ketersediaan Si, Ca dan Mg yang berasal dari pembenah tanah. Beras yang dihasilkan tidak mengandung Pb tetapi mengandung Cd. Kandungan Cd pada beras masih berada dalam batas maksimum yang diizinkan untuk cemaran logam berat pada beras yang disosoh menurut SNI 6128:2020.
Study of Two Different Field Measurement Methods of Infiltration: Falling Head and Constant Head, at Various Hydraulic Head Wahyu Purwakusuma; Sri Malahayati Yusuf; Enny Dwi Wahjunie
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.1.54-59

Abstract

Two field measurement of infiltration rate methods had been performed on Latosol (Oxic dystrudept) Dramaga Bogor in order to investigate the opportunity to generate different result due to the different of hydraulic head applied and the different way of water was supplied. They were constant head and falling head methods. Falling head method was done in two different ways, namely within a certain time interval and within a certain water level interval. Hydraulic head used during measurement were of 10 cm, 15 cm, and 20 cm. The falling head and constant head method, clearly, generated different minimum infiltration rate values The falling head method measured on a fixed time interval generated almost the same values of minimum infiltration rate, respectively of 4.8 cm hour -1, 5.5 cm hour -1, and 4.8 cm hour -1 at 10 cm, 15 cm, and 20 cm hydraulic head. The falling head method based on bulk water level interval at 10 cm, 15 cm, and 20 cm generated minimum infiltration rate values respectively of 13.2 cm/hour, 12.8 cm/hour, and 18.8 cm/hour. The constant head method at 10 cm, 15 cm, and 20 cm hydraulic head generated minimum infiltration rate values respectively of 11.0 cm/hour, 18.5 cm/hour, and 19.0 cm/hour. The values were higher than of the fixed time interval based falling head method. Infiltration field measurement using the falling head method either based on time interval or water level interval did not show an increasing trend of minimum infiltration rate values due to the increase of hydraulic head. However, the infiltration field measurement using constant head showed an increasing trend of the minimum infiltration rate values due to the increase of hydraulic head.
Keterkaitan Tingkat Efektifitas Metode Fitoremediasi Terhadap Tingkat Pertumbuhan Media Eceng Gondok Pada Limbah Cair C6+ Safitri, Dewi; Patandjengi, Baharuddin; Syahrul, Muhammad; Fahruddin; Budimawan; Demmallino, Emmal Basham
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.2.61-65

Abstract

Liquid waste of Cr6+ is often produced by nickel ore mining companies, one of which is CV. Unaha Bakti Persada has a Cr6+ concentration of 0.78 ppm which has not yet reached the 0.1 ppm quality standard, so it is necessary to treat Cr6+ waste using an in vitro phytoremediation technique for water hyacinth media of E. azurea and E. crassipes. The purpose of this study was to determine the effectiveness of phytoremediation method, the level of damage to water hyacinth and the rate of growth of the water hyacinth plant. The study used an in vitro phytoremediation method for water hyacinth media E. crassipes and E. azurea for 15 days. The results showed that the effectiveness of water hyacinth E. azurea was 87% able to reduce the concentration of Cr6+ 0.78 ppm to 0.1 ppm within 15 days, while E. crassipes and the combination of E. crassipes and E. azurea were 64%. The rate of water hyacinth damage to Cr6+ wastewater was faster in E. azurea, namely 40% compared to E. crassipes by 27% and the combination of E. crassipes and E. azurea by 13%. The growth of water hyacinth in Cr6+ wastewater was faster in the combination of E. Crassipes and E. azurea, namely plant weight 45%, root length 38%, plant height 23% compared to E. azurea, namely plant weight 35%, root length 32%, height plant 17%, and E. crassipes, namely plant weight 45%, root length 38%, plant height 7%.
Remediasi Tanah Tercemar Timbal dan Kadmium Menggunakan Fly Ash dan Bahan Organik Darmawan; Indriyati, Lilik Tri; Ginting, Ina Febria
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitl.26.2.66-71

Abstract

Agricultural soils that are close to industrial areas are prone to be polluted by lead (Pb) and cadmium (Cd) caused by industrial waste. Soil remediation is a method to clean the soil from pollutant materials. Utilizing fly ash and organic matter is a way to reduce levels of Pb and Cd pollution in the soil. This research was conducted to study the effect of ameliorants on reducing the availability of Pb and Cd in soil. The greenhouse experiment was carried out using a randomized block design with the application of 3 types of ameliorants, namely fly ash, chicken manure, and cow manure. The experimental design was prepared with 2 dose levels, namely C: control; F1: 450g; F2: 600g; A1: 75g; A2: 105g; S1: 105g; S2: 135g; FAS1: 450 g+75 g+105 g; FAS2: 600g+105g+135g. Each treatment was repeated 3 times to obtain 27 experimental units. The experimental results showed that the effect of the treatment of fly ash, chicken manure, and cow manure significantly increased soil pH, KB, C-organic, and exchangeable bases as well as reduced levels of availability of Pb and Cd compared to controls. The use of single fly ash (F1 and F2) reduces the availability of Pb in the soil, while the available Cd decreased in the application of a combination of fly ash with chicken and cow manure (FAS1 and FAS2). The application of fly ash alone was able to reduce the availability of Pb and Cd which was higher than of chicken manure and cow manure alone. However, the provision of fly ash has not been able to increase the growth of kale plants. Keywords: Cd, fly ash, chicken manure, cow manure, Pb, remediation

Filter by Year

1999 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 27 No 1 (2025): Journal of Soil Science and Environment Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 24 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 2 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 23 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 22 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 21 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 2 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 11 No 1 (2009): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 2 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 20 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 19 No 1 (2017): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 18 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 17 No 1 (2015): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 16 No 1 (2014): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 2 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 15 No 1 (2013): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 2 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 14 No 1 (2012): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 2 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 13 No 1 (2011): Jurnal Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 2 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2010): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 2 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2008): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 2 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 9 No 1 (2007): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 2 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2005): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 2 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 6 No 1 (2004): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 5 No 1 (2003): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 3 No 2 (2000): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 2 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 2 No 1 (1999): Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan More Issue