cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2023)" : 33 Documents clear
PERKEMBANGAN STUDI DENGUE KAITANNYA DENGAN INTERLEUKIN (IL-6) : BIBLIOMETRIK ANALISIS DARI TAHUN 1992-2022: TREND OF DENGUE STUDY RELATED TO INTERLEUKIN (IL-6): BIBLIOMETRIC ANALYSIS FROM 1992-2022 Pendicho Eko Yuliyanto; Herjanti Ratnawiningsih; Imaniar Noor Faridah; Dyah Aryani Perwitasari; Lalu Muhammad Irham; Arief Rahman Afief; Barkah Djaka Purwanto; Wirawan Adikusuma
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.389

Abstract

Kasus demam berdarah (DB) atau Dengue Fever masih banyak dijumpai di daerah tropis dengan lingkungan yang kurang baik. Penelitian tentang DB telah dilakukan berkaitan dengan mekanisme peradangan dan terbentuknya interleukin-6 akibat respon tubuh terhadap infeksi dengue. Sebanyak 571 artikel berbahasa inggris yang diperoleh dari database scopus tahun 1992 hingga 2022 digunakan dalam analisa bibliometrik tentang dengue yang berkaitan dengan interleukin-6. Analisa bibliometrik digunakan untuk melihat tren penelitian meliputi kata kunci yang banyak digunakan, jurnal penerbit terbanyak, penerbit yang paling banyak dikutip, instansi penulis dan kolaborasi antar penulis digambarkan dalam visualisasi menggunakan aplikasi VOSViewer. Analisa bibliometrik menunjukkan tren penelitian semakin meningkat dari tahun 1992 hingga tahun 2022. Kata kunci yang paling banyak digunakan adalah dengue virus, dengue, cytokines, cytokine, dengue hemorrhagic fever dan inflammation. Jurnal penerbit yang paling banyak menerbitkan artikel adalah Jurnal Frontiers in Immunology dengan 34 artikel dan yang paling banyak dikutip adalah dari Jurnal Immunology sebanyak 1078 kali. Penulis terbanyak berasal dari National Cheng Kung University Taiwan sebanyak 103 penulis, diikuti oleh Mahidol University Thailand sebanyak 71 penulis. Kolaborasi antar penulis Single Country Publication (SCP) maupun Multiple Country Publication (MCP) yang paling banyak adalah Amerika Serikat diikuti negara China kemudian Brazil. Hasil analisa menunjukkan bahwa penelitian mengenai demam dengue yang berkaitan dengan interleukin-6 menunjukkan tren yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kontribusi penulis didominasi oleh negara-negara maju seperti Amerika dan China. Peran penulis dari negara-negara Asia Tenggara dengan kasus dengue yang tinggi diharapkan dapat semakin berkembang. 
PROFIL PEMBERIAN INFORMASI OBAT SWAMEDIKASI DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN LAMONGAN (STUDI DENGAN METODE SIMULASI PASIEN): PROFILE OF PROVIDING SELF-MEDICATION INFORMATION AT PHARMACIES IN LAMONGAN DISTRICT (STUDY WITH PATIENT SIMULATION METHOD) Firda Inayatillah; Devi Octavia; Arief Alfiyan Rahman
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.454

Abstract

Tenaga kefarmasian berperan penting dalam kegiatan swamedikasi, bukan sekedar menjual obat, namun dapat memberikan asuhan kefarmasian (pharmaceutical care), yaitu dengan menjelaskan mengenai informasi obat yang dikonsumsi pasien. Pemberian informasi obat mempunyai peranan penting untuk memperbaiki kualitas hidup pasien serta menyediakan pelayanan bermutu, dan juga dapat menurunkan adanya ketidakpatuhan terhadap program pengobatan. Salah satu penyebab ketidakpatuhan tersebut karena disebabkan kurangnya informasi tentang obat, serta pasien juga dapat mengalami efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pemberian informasi obat swamedikasi di apotek wilayah Kecamatan Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan Lembar checklist dengan jumlah populasi 126. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 21 apotek yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden tenaga teknis kefarmasian berjenis kelamin perempuan. Kesesuaian pemberian informasi obat untuk indikator indikasi obat sebanyak 95.23%, waktu penggunaan obat 88.88%, dosis dan cara pemakaian obat 71.42%, perhatian tentang obat 21.42%, penyimpanan obat 42.86%. Kesesuaian pemberian informasi obat dalam pelayanan swamedikasi perlu dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian untuk memberikan wawasan kepada pasien terkait penggunaan obat yang benar sebelum pasien mengkonsumsi obat tersebut.
OPTIMASI FORMULASI TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK KULIT PUTIH BUAH SEMANGKA (Citrulluslanatus) MENGGUNAKAN ASAM TARTRAT ASAM SITRAT : OPTIMIZATION FORMULATION OF EFFERVESCENT TABLETS EXTRACT WHITE SKIN OF WATERMELE (Citrulluslanatus) USING CITRIC ACID TARTRATIC ACID Aris Purwanto; Raudatul Patimah; Nor Latifah; Sofia Nabila Safitri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.464

Abstract

Kulit putih buah semangka memiliki kandungan senyawa sitrulin yang berkhasiat sebagai antioksidan, untuk menghantarkan senyawa berkhasiat tersebut diperlukan formulasi sediaan tablet effervescent sebagai antioksidan dengan kombinasi asam tartrat dan asam sitrat guna mempercepat kelarutan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi formulasi asam sitrat dan asam tartrat sebagai zat pengasam pada tablet effervescent dengan menggunakan metode simplex lattice design. Pembuatan tablet menggunakan metode kempa langsung dengan evaluasi tablet meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot tablet, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu larut tablet. Analisis data dengan menggunakan metode simplex lattice design software design expert versi 10.0. Hasil evaluasi fisik 5 formula tablet effervescent pada uji keseragaman bobot dan keseragaman ukuran semua formula sudah memenuhi persayaratan, sedangkan yang memenuhi syarat  pada evaluasi kerapuhan tablet dari 5 formula, hanya pada F2 dan  F4 yang memenuhi persyaratan. Adapun hasil evaluasi fisik kekerasan dan waktu larut tablet effervescent pada 5 formula tersebut sudah memenuhi persyaratan. Kombinasi asam tartrat dan asam sitrat berpengaruh terhadap evaluasi kekerasan, kerapuhan dan waktu larut tablet effervescent ekstrak kulit putih buah semangka dengan adanya nilai positif pada masing-masing respon.  Konsentrasi optimal berdasarkan analisis simplex lattice design didapatkan pada F4 dengan konsentrasi asam tartrat 70 mg dan asam sitrat 1,5 mg.
STABILITAS DAN UJI KEAMANAN LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) DALAM FORMULASI SEDIAAN SHEET MASK: STABILITY AND SAFETY TEST OF Snail Mucus (Achatina fulica) IN SHEET MASK FORMULATION Putri Riantikasari; Imas Maesaroh
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.497

Abstract

Pada ilmu biologi, bekicot termasuk hewan lunak (mollusca) yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit salah satunya dari bagian lendir bekicot bisa digunakan untuk mengatasi jerawat karena mengandung senyawa glikoprotein (Achasin) yang memiliki aktivitas anti mikrobakterial terhadap bakteri jerawat. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk memformulasikan lendir bekicot (Achatina fulica) dalam konsentrasi 11%, 16%, dan 21% menjadi sediaan sheet mask dengan metode penelitian secara eksperimental laboratorium,   serta dilakukan uji evaluasi fisik pada sediaan sheet mask diantaranya yaitu uji organoleptik, uji derajat keasaman (pH), uji homogenitas, uji viskositas, uji iritasi dan uji stabilitas. Hasil dari evaluasi fisik sediaan essence pada sheet mask hingga setelah dilakukan uji stabilitas cycling test dan suhu kamar menunjukkan bahwa untuk uji organoleptik tidak mengalami perubahan warna, bentuk, bau, uji derajat keasaman (pH) pada semua formula hasilnya tetap stabil pada pH 6 dan masih memenuhi syarat pH kulit sediaan essence, untuk uji homogenitas semua formula tidak mengalami perubahan dan sediaan essence tetap homogen, uji viskositas tiap pengujian mengalami perubahan nilai viskositas, didapatkan nilai viskositas pada stabilitas cycling test untuk F0 (1.20±0.11), F1 (1.23±0.12), F2 (1.29±0.07), dan F3 (1.41±0.12) mPa’s, sedangkan pada stabilitas suhu kamar didapatkan nilai viskositas F0 (1.16±0.10), F1 (1.19±0.10), F2 (1.26±0.07), dan F3 (1.39±0.11) mPa’s, untuk uji iritasi sediaan essence tidak menimbulkan iritasi pada kulit serta essence dinyatakan aman karena memiliki skor derajat iritasi 0 yang artinya sediaan essence termasuk ke dalam kategori tidak mengiritasi.
PENGARUH CARBOPOL 940 TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN SALEP KOMBINASI EKSTRAK IKAN GABUS DAN TERIPANG EMAS : THE EFFECT OF CARBOPOL 940 TO THE PHYSICAL STABILITY OF OINTMENT CONTAININNG SNAKEHEAD FISH EXTRACT AND GOLDEN SEA CUCUMBER Jefri; Mohamad Andrie; Wintari Taurina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.514

Abstract

Salep kombinasi madu kelulut dan Ekstrak ikan gabus terbukti memiliki efek dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Penambahan ekstrak teripang emas, ekstrak sirih dan minyak cengkeh pada formula dapat meningkatkan efektivitas salep dalam proses penyembuhan luka, namum pada studi orientasi yang dilakukan, penambahan ekstrak teripang emas, ekstrak sirih dan minyak cengkeh dapat menurunkan konsistensi sediaan salep sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi kestabilan sediaan salep. Penambahan Carbopol 940 sebagai gelling agent dapat meningkatkan konsistensi sediaan dan menjaga kestabilan sediaan salep. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi optimum penggunaan Carbopol 940 terhadap kriteria sifat fisik dan kestabilan sediaan salep yang baik selama masa simpan 28 hari pada suhu 40±20C dan RH 75±5%. Variasi konsentrasi Carbopol 940 yang digunakan adalah 1% dan 2% setelah itu diuji sifat fisik dan stabilitas sediaan. Hasil uji stabilitas didapat salep F2 memiliki stabilitas yang lebih baik dibanding salep F1, terbukti salep F1 mengalami pemisahan fase pada hari ke-21. Sediaan salep F2 memiliki homogenitas dan daya proteksi yang baik. Hasil analisis SPSS menggunakan independent sample t-test pada sifat fisik salep F1 dan F2 menunjukkan perbedaan yang signifikan (?<0,05) pada daya sebar sediaan namun tidak berbeda signifikan pada waktu lekat dan pH sediaan, hal ini menunjukkan penambahan konsentrasi Carbopol memiliki pengaruh yang signifikan terhadap daya sebar sediaan salep. Dari hasil percobaan disimpulkan salep F2 memiliki stabilitas dan sifat fisik yang lebih baik dibanding salep F1.
POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN ASAM JAWA SEBAGAI ANTIJERAWAT DAN TABIR SURYA: POTENTIAL EXTRACT AND FRACTION OF TAMARIND LEAVES AS ANTI ACNE AND SUNSCREEN Chintiana Nindya Putri Chintia; Yuyun Darma Ayu Ningrum
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.524

Abstract

Jerawat dan kulit kusam akibat paparan sinar matahari merupakan permasalahan kulit yang kerap dialami oleh individu. Penggunaan skincare dan krim antibiotik berbahan kimia menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan, namun efek samping seperti iritasi kulit dan resistensi menjadi permasalahan baru sehingga mendorong dilakukannya penemuan produk baru berbasis senyawa bahan alam. Daun asam jawa berpotensi dijadikan bahan antijerawat dan tabir surya karena mengandung senyawa fitokimia seperti fenolik, flavonoid, saponin, dan vitamin C. Jumlah kandungan senyawa tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya ekstraksi dan fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan potensi aktivitas antijerawat dan tabir surya antara ekstrak dan fraksi daun asam jawa, adapun parameter antijerawat dilihat dari aktivitas penghambatan terhadap bakteri penyebab jerawat (Staphylococcus epidermidis ATCC 12228) menggunakan metode difusi agar pada konsentrasi 1%, 3%, 5%, sedangkan aktivitas tabir surya dilakukan dengan penentuan nilai SPF secara in vitro untuk melihat seberapa besar kemampuannya dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV B. Ekstraksi daun asam jawa dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, sedangkan fraksinasi dilakukan menggunakan pelarut etil asetat. Hasil skrining fitokimia dan KLT menunjukkan bahwa keduanya mengandung senyawa polifenol, flavonoid, dan saponin dengan nilai SPF 22,65 pada ekstrak dan 18,37 pada fraksi daun asam jawa. Hasil pengujian aktivitas anibakteri juga menunjukkan bahwa ekstrak memiliki diameter daya hambat yang lebih besar dibandingkan fraksi. Hal ini kemungkinan karena ekstrak mengandung senyawa yang lebih kompleks dibanding fraksi.
FORMULASI TABLET EKSTRAK ALGA COKLAT (Sargassum sp.) DENGAN VARIASI POLIVINIL PIROLIDON SEBAGAI BAHAN PENGIKAT METODE GRANULASI BASAH: FORMULATION OF BROWN ALGAE EXTRACT TABLETS (Sargassum sp.) WITH VARIATIONS POLYVINYL PYROLIDONE AS BINDING MATERIAL WITH WET GRANULATION METHOD Dea Eka Rina; Agung Giri Samudra; Dwi Dominica
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.590

Abstract

Tanaman alga coklat (Sargassum sp.) dalam ilmu farmasi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu zat aktif dalam obat. Obat yang dibuat dalam bentuk sediaan tablet ini memiliki komposisi alga coklat (Sargassum sp.) sebagai zat aktif utama obat dan bahan pengikat lainnya yang berupa polivinil pirolidon (PVP). Penelitian ini membahas lebih dalam mengenai keefektifan zat pengikat (PVP) dalam sediaan obat menggunakan metode granulasi basah. Ekstrak alga (Sargassum sp.)  yang pekat diperoleh dari ekstraksi dengan metode sokletasi menggunakan etanol 96%. Pembuatan tablet alga coklat (Sargassum sp.) diuji dengan zat pengikat (PVP) dalam 3 konsentrasi yang berbeda yaitu 3%, 5%, dan 9%. Sebelum memasuki tahapan pencetakan granul, sediaan obat harus melewati evaluasi sifat alir, sudut diam, dan kompresibilitas. Setelah itu dilakukan evaluasi sifat fisik tablet yang terdiri atas keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, waktu hancur, dan waktu paruh. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa evaluasi uji sifat fisik granul dengan 3 variasi konsentrasi formula telah memenuhi syarat. Pada uji waktu hancur, kekerasan, keseragaman bobot, dan keseragaman ukuran tablet hanya konsentrasi PVP 5% saja yang memenuhi syarat dalam tablet obat alga coklat.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN EKSTRAK KUNYIT(Curcuma longa L.) DENGAN METODE DPPH: ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST COMBINATION OF RED DRAGON FRUIT RIND EXTRACT (Hylocereus polyrhizus) AND TURMERIC EXTRACT (Curcuma longa L.) WITH DPPH METHOD Muhammad Yani Zamzam; Yuniarti Fayla; Yossi Onirika Anggraeni
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.546

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan ekstrak kunyit (Curcuma longa L.) dibanding dengan bentuk tunggalnya dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhdrazyl). Kulit buah naga merah dan kunyit dilakukan maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya dilakukan uji pemeriksaan mutu dan skrining fitokimia terhadap ekstrak etanol kulit buah naga merah dan ekstrak etanol kunyit. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhdrazyl). Kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan ekstrak kunyit dibuat dengan perbandingan 1:2 dan 2:1. Pengukuran aktivitas antioksidan ditentukan dengan % inhibisi dan nilai IC50 (inhibition concentration). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) IC50  42,31 ppm, ekstrak kunyit (Curcuma longa L.)  56,88 ppm. Kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan kunyit  menunjukkan hasil IC50 sebesar 113,66 ppm untuk perbandingan (1:2) dan 87,23 ppm untuk perbandingan (2:1). Kesimpulan penelitian bahwa sediaan tunggal lebih kuat efek antioksidannya dibandingkan dengan kombinasi ekstrak kulit buah naga merah dan ekstrak kunyit.
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculate Nees) TERHADAP MENCIT (Mus musculus): ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY TEST OF SAMBILOTO (Andrographis paniculate Nees) LEAF ETHANOL EXTRACT IN MICE (Mus musculus) Nur Azizah Syahrana; Faridha Yenny Nonci; Satrianti; Indah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.624

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji antiinflamasi ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dalam bentuk sediaan krim pada mencit (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan krim dari ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) sebagai antiinflamasi serta mengetahui kadar ekstrak etanol daun sambiloto dalam sediaan krim yang optimum memberikan efek antiinflamasi pada mencit. Daun sambiloto diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dan ekstrak kemudian dibuat krim. Pengujian antiinflamasi secara topikal pada telapak kaki mencit yang diinduksi dengan menggunakan larutan albumin. Sediaan krim ekstrak daun sambiloto dengan konsentrasi 1,6 %; 3,2 %; 6,4 % dan kontrol negatif tanpa ekstrak serta Voltaren emulgel sebagai kontrol positif. Pengamatan dilakukan terhadap peningkatan radang (% radang) dan penghambatan radang (% inhibisi radang). Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan radang(% R) pada menit 0, 30, 60, 90 dan 120  untuk Formula I (1,6 %), F II (3,2 %), F III (6,4 %), kontrol negatif dan kontrol positif (voltaren emulgel). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang maksimum memberikan efek antiinflamasi adalah 1,6 %.
PENGARUH KONSENTRASI CERA ALBA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN TINGKAT KESUKAAN PRODUK BALSAM STIK AROMATERAPI : THE EFFECT OF CERA ALBA CONCENTRATION ON PHYSICAL CHARACTERISTIC AND PREFERENCE LEVEL OF AROMATHERAPY STICK BALM Emilia Rahmawati; Habibatur Rohmah; Fransisca Dita Mayangsari; Primanitha Ria Utami
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.523

Abstract

Balsam stik aromaterapi adalah balsam gosok dalam bentuk stik. Produk ini mudah diaplikasikan. Selain itu, produk ini juga mengandung minyak atsiri yang dapat memberikan efek relaksasi. Oleh karena itu produk ini cukup potensial untuk dikembangkan. Salah satu komponen paling penting dari balsam stik adalah bahan stiffening agent. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi Cera alba (stiffening agent) pada balsam stik aromaterapi terhadap karakteristik fisik dan tingkat kesukaan/hedonik. Variasi konsentrasi Cera alba yang diamati adalah 10% (F1), 20% (F2), 30% (F3), dan 40% (F4). Parameter yang dianalisis dalam uji sifat fisik adalah organoleptis, nilai pH, homogenitas visual, dan konsistensi. Sedangkan parameter yang dianalisis dalam uji kesukaan meliputi konsistensi, warna, dan aroma. Berdasarkan hasil uji sifat fisik diketahui bahwa keempat formula tersebut berwarna putih kekuningan dan memiliki aroma khas minyak gandapura dan minyak serai dapur. Perbedaan keempat formula tersebut terletak pada konsistensinya. Semakin tinggi konsentrasi Cera alba maka konsistensi balsam stik semakin padat. Hasil uji hedonik dianalisis secara statistik menggunakan metode univariat yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Duncan. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa panelis lebih menyukai konsistensi F3 (30%) dan F4 (40%) dibandingkan dengan konsistensi F1 (10%) dan F2 (20%). Formula yang paling disukai oleh panelis adalah formula dengan konsentrasi Cera alba sebesar 30% dan 40%.

Page 1 of 4 | Total Record : 33