cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 3 (2023)" : 42 Documents clear
OPTIMASI FORMULA SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.): FORMULA OPTIMIZATION OF EFFERVESCENT GRANULE OF MORINGA LEAF EXTRACT (Moringa Oleifera L.) Marlina Indriastuti; Ayu Fuji Astuti; Anna L Yusuf; Faisal Akbar; Rahmah Kurnia R
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.760

Abstract

Daun tanaman kelor (Moringa oleifera L.) sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman obat tradisional yang memiliki kandungan antioksidan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan formulasi, memperbaiki rasa, dan mengevaluasi granul effervescent ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) menggunakan perbedaan variasi konsentrasi sorbitol dengan metode granulasi basah. Evaluasi granul effervescent meliputi uji organoleptik, uji kadar air, uji daya alir, uji sudut diam, uji waktu dispersi, uji pH, dan uji ketinggian buih. Tiga formula yang berbeda divariasi dengan memilih konsentrasi sorbitol yang berbeda yaitu formula 1 dengan konsentrasi sorbitol 0,5%, formula 2 1%, dan formula 3 2%. Evaluasi sediaan menunjukkan formula terbaik adalah formula 3 dengan hasil uji evaluasi fisik formula 3 yaitu, berbentuk serbuk berwarna hijau dengan bau khas daun kelor, kadar air 1,93%, daya alir 7,41 g/s, sudut diam 28,07°, waktu dispersi 72 detik, pH 6,47, dan ketinggian buih 2,6 cm. Hasil dari evaluasi formula 3 dengan konsentrasi sorbitol tertinggi tersebut memenuhi persyaratan. Selain itu, formula 3 juga menghasilkan rasa effervescent yang paling baik, yaitu dengan rasa manis asam dengan sensasi segar. Kata kunci : kelor, granul effervescent, sorbitol, Moringa oleifera
PENGARUH EDUKASI PODCAST TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA MUSLIM TENTANG SKINCARE HALAL DI KOTA MALANG: EFFECT OF PODCAST EDUCATION ON MUSLIM TEENAGER'S KNOWLEDGE AND ATTITUDES ABOUT HALAL SKINCARE IN MALANG Novia Maulina; Hurriyatul Zulfa; Mohammad Alfin Sammah; Cindy Natasya
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.610

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim, maka seyogyanya masyarakat lebih memperhatikan kehalalan produk yang dikonsumsi dan digunakan. Salah satu produk yang wajib memiliki sertifikasi halal adalah skincare yang telah banyak digunakan masyarakat terutama dikalangan remaja. Namun kesadaran masyarakat muslim dalam memperhatikan kehalalan produk skincare masih rendah, sehingga diperlukan edukasi tentang skincare halal melalui media yang bisa meningkatkan pengetahuan dan sikap penggunaan skincare halal. Salah satu media yang efektif untuk menyampaikan informasi adalah podcast karena menarik dan dapat diakses secara mudah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media podcast terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap dalam penggunaan skincare halal pada remaja muslim di Kota Malang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pengambilan data secara purposive sampling. Penelitian dilakukan secara online melalui pemberian video podcast dan kuesioner yang melibatkan 100 responden remaja yang berdomisili di Kota Malang. Dilakukan uji normalitas untuk mengetahui data yang diperoleh terdistribusi normal atau tidak. Hasil uji normalitas menunjukkan data sikap terdistribusi normal, sedangkan data pengetahuan tidak terdistribusi normal. Data pengetahuan yang berdistribusi normal kemudian diuji lagi menggunakan uji  paired sample t-test dengan hasil nilai signifikasi kurang dari 0,05. Sedangkan data pengetahuan karena tidak berdistribusi normal maka digunakan uji Wilcoxon dengan hasil nilai signifikasi kurang dari 0,05. Sehingga dinyatakan pemberian edukasi melalui podcast dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap responden. Kesimpulan penelitian menunjukkan pemberian edukasi melalui media podcast dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap penggunaan skincare halal   pada remaja muslim di Kota Malang. Kata kunci: skincare; podcast; halal; remaja; Kota Malang
UJI STABILITAS FISIK FORMULASI SEDIAAN PATCH ANTIACNE KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BUAH KURMA SUKKARI (Phoenix dactylifera) DAN MADU MURNI (Honey bee) : PHYSICAL STABILITY TEST FORMULATION OF ANTIACNE PATCH PREPARATIONS COMBINATION OF ETHANOL EXTRACT OF SUKARI DATE FRUIT (Phoenix dactylifera) AND PURE HONEY (Honey bee) Suhartina Hamzah; Nur Indah Yanti; Nurul Isnaini; Nur Rahmi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.625

Abstract

Masalah kulit yang sering yang banyak dialami dan sering dikeluhkan oleh banyak orang adalah jerawat atau disebut juga acne vulgaris. Sekitar 80-85% masyarakat di Indonesia mengalami masalah kulit ini. Salah satu penyebab dari acne vulgaris adalah bakteri Propionibacterium acne. Telah dilakukan penelitian yang berjudul Formulasi Sediaan Patch Antiacne Kombinasi Ekstrak Etanol Buah Kurma Sukkari (Phoenix dactylifera) Dan Madu Murni (Honey bee) terhadap Pertumbuhan Propionibacterium Acnes.  Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dimana dibuat 5 formula sediaan patch yang terdiri dari patch dengan konsentrasi zat aktif ekstrak kurma sukari (Phoenix dactylifera) dan madu murni (Honey bee) dengan perbandingan 1:1 dibuat dalam konsentrasi 10%, 20%, 30%, kontrol negatif (tanpa zat aktif) dan kontrol positif (Oxy® Antibacterial Acne Patch) sebagai pembanding, kemudian dilakukan evaluasi sediaan patch meliputi uji organoleptik, uji pH, uji keseragaman bobot, uji ketebalan patch, uji daya serap kelembaban serta cycling test. Hasil yang diperoleh adalah kombinasi ekstrak etanol Buah Kurma Sukkari (Phoenix dactylifera) Dan Madu Murni (Honey bee) dapat diformulasikan menjadi sediaan patch anti acne yang stabil secara kimia dan fisika. Kata kunci : Patch, Acne vulgaris, Buah Kurma, Madu.
IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PENGOBATAN TUBERKULOSIS TAHAP INTENSIF PADA PASIEN GERIATRI DI RSUP SURAKARTA: IDENTIFICATION OF DRUG- RELATED PROBLEMS (DRPs) IN THE INTENSIVE PHASES OF TUBERCULOSIS TREATMENT IN GERIATRIC PATIENTS AT RSUP SURAKARTA Khusnul Khotimah; EM Sutrisna
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.750

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan TB pada geriatri harus mendapatkan perhatian lebih dikarenakan pada geriatri mengalami perubahan farmakokinetika dan farmakodinamika yang yang berhubungan signifikan terhadap terjadinya drug related problems (DRPs). DRPs merupakan suatu peristiwa atau keadaan dimana terapi obat berpotensi atau secara nyata dapat mempengaruhi hasil terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya DRPs pengobatan tuberkulosis pada pasien geriatri. Jenis penelitian ini deskriptif non eksperimental dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan data secara retrospektif melaluipenelusuran rekam medik pasien TB geriatri di RSUP Surakarta. Identifikasi DRPs mengikuti klasifikasi DRPs Cipolle 2012. Hasil identifikasi DRPs yaitu terapi obat yang tidak diperlukan 0%, memerlukan terapi tambahan 12,02%, obat yang tidak efektif  0%, dosis obat terlalu rendah 2,73%, reaksi obat yang merugikan (efek samping obat 42,08% dan interaksi obat 38,80%), dosis obat terlalu tinggi 2,73% dan ketidakpatuhan 1,64%. Farmasis berkontribusi dalam pencegahan dan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan manajemen terapi tuberkulosis pada pasien geriatri sehingga pengobatan menjadi optimal. Kata kunci: Drug related problems, DRPs, Geriatri, Tuberkulosis
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU BIJI DAN DAUN MANGGA ARUMANIS TERHADAP S. AUREUS: ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF THE COMBINATION OF ETHANOL EXTRACT OF GUA VA AND ARUMANIS MANGO LEAVES AGAINST STAPHYLOCOCCUS. AUREUS Tri Cahyani Widiastuti; Laeli Fitriati; Nurlaela Rahmawati; Siska Kumalasari; Fadila Amalina Putri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.753

Abstract

Daun mangga arummanis (Mangifera indica L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava. L) terbukti memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur. Staphylococcus aureus merupakan jenis bakteri patogen opportunistik yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Maserasi ekstrak dilakukan untuk menghilangkan adanya zat yang tidak dapat menghasilkan efek terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun mangga arumanis dan daun jambu biji terhadap bakteri Staphylococcus aureus, serta kandungan senyawa flavonoid dengan metode KLT. Serbuk daun mangga arumanis dan serbuk daun jambu bji diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram terhadap bakteri uji dengan seri konsentrasi 6,25%; 12,5%; dan 25% menggunakan perbandingan (1:1); (1:2); dan (2:1). Fase diam yang digunakan pada uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) adalah plat silika gel GF254 dengan fase gerak yang digunakan yaitu etil asetat : n-heksana (7:3) dengan pembanding senyawa flavonoid yang digunakan yaitu kuersetin dan untuk tannin dengan pembanding asam tanat. Analisis data yang diperoleh berupa diameter zona hambat, yang kemudian dianalisis secara statistik menggunakan One Way Anova. Hasil skrining fitokimia kombinasi ekstrak etanol daun jambu biji dan daun mangga arumanis mengandung senyawa metabolit sekunder berupa fenol, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid terkandung dalam daun mangga arumanis.
MOUTHWASH SPRAY KOMBINASI EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DAN RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) UNTUK MENGATASI HALITOSIS: MOUTHWASH SPRAY COMBINATION OF NONI LEAVES (Morinda citrifolia L.) AND CURCUMIN RHIZOME (Curcuma xanthorrhiza Roxb) EXTRACT FOR HALITOSIS Nuri Utami; Ahmad Farras Musyayaf; Zakiyatul Fadhilah; Peni Indrayudha
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.783

Abstract

Bau mulut atau halitosis akibat bakteri anaerob dalam mulut harus dicegah, salah satunya dengan spray antibakteri seperti mouthwash spray. Daun mengkudu memiliki senyawa aktif fenol dan flavonoid berfungsi sebagai antibakteri yang dikombinasi dengan temulawak karena mengandung minyak atsiri dan terdapat gugus fungsi hidroksil dan karbonil untuk melisiskan dinding sel pada bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan melakukan uji aktivitas antibakteri mouthwash spray yang memiliki kandungan daun mengkudu dan temulawak. Daun mengkudu dan rimpang temulawak diekstraksi menggunakan metode ekstraksi maserasi. Evaluasi pada sediaan mouthwash spray dilakukan dengan uji organoleptik berupa warna, aroma dan rasa, uji pH dengan kertas pH, uji viskositas dengan viskosimeter dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi disk sumuran melalui pengukuran zona hambat. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa mouthwash spray yang berbentuk cairan memiliki bau khas dan berwarna kuning hingga hijau pekat, homogen, dengan nilai pH pada kontrol negatif, F1, F2 dan F3 yaitu 5,0; 5,0; 5,0 dan 5,0. Uji viskositas pada kontrol negatif, F1, F2 dan F3 yaitu 7,2 cPoises; 7,2 cPoises; 8 cPoises dan 9,6 cPoises. Uji antibakteri diperoleh zona hambat pada kontrol negatif, F1, F2, F3 dan kontrol positif yaitu 0 mm; 4,25 mm, 10,7 mm,12,5 mm dan 13 mm. Hasil ini menunjukkan bahwa mouthwash spray memiliki formula yang aman sebagai sediaan oral dan memiliki aktivitas antibakteri. Kata kunci : daun mengkudu, rimpang temulawak, mouthwash spray, antibakteri  
GREEN SYNTHESIS OF SILVER NANOPARTICLES (AgNPS) CONTAINING COMBINATION OF AQUEOUS EXTRACT OF Capsicum annuum L. AND SAFFRON: BIOSYNTHESIS, CHARACTERIZATION, AND ANTIBACTERIAL ACTIVITY Erna Fitriany; Andri Priyoherianto; Masfah Raudlotus S.; Indah Tri Lestari; Fahmi Ardianti Purnawiranita
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.802

Abstract

Silver nanoparticles or Ag-Nanoparticles (AgNPs), which exhibit antimicrobial and biomedical activities, have many benefits in the health sector. AgNPs can be prepared using chemicals such as sodium borohydride (NaBH4). The green synthesis of AgNPs is an environmentally friendly alternative and is cost-effective. Capsicum annuum L. combined with saffron extract was used to synthesize the AgNPs. The biosynthesis, characterization, and antibacterial activity of AgNPs were studied in this study. The synthesized AgNPs were characterized by UV-visible (UV-Vis) spectroscopy, Fourier-transform Infrared Spectroscopy (FTIR), and particle size analysis (PSA). The formation of AgNPs was confirmed by optical performance using UV-VIS spectroscopy, which showed a peak of AgNPs at 407 nm. Capsicum annuum L. combined with saffron extract containing C-H, C-N, and C=O groups. Particle size was characterized using PSA, measuring 37.74 nm with an average SD ±22.10. Capsicum annuum L. combined with the saffron extract showed effective antibacterial activity.  Keywords: Green Synthesis, AgNPs, Capsicum annuum L, Saffron
REVIEW: PROCESS OF FLUID BED GRANULATOR PARAMETERS AT THE TIME OF SCALE UP IN GRANUL PRODUCTION Diki Zaelani; Yoga Windhu Wardhana; Anis Yohana Chaerunisaa
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.836

Abstract

Scaling up is one of the difficulties faced by the production process of the pharmaceutical industry. We must manufacture in higher quantities than a laboratory size with set requirements as we scale up. Understanding the crucial variables that affect the final product's specifications will aid in choosing appropriate upgrade settings. Fluidized-bed granulation is one of the most frequently used techniques to increase the scale of the pharmaceutical industry. The complex fluidized bed granulation process is influenced by several factors. The most important process variables were the intake air temperature and humidity, concentration of the binder solution, spray rate, atomizing air pressure, and air flow rate. Numerous investigations have examined the effects of large-scale fluid bed granulation. An improved fluid bed granulation technology was employed based on the relative droplet size and moisture content of the powder in the bed after the spraying cycle. These values are comparable, demonstrating that the granulation procedure can be enhanced by considering only the moisture content of the powder and relative droplet size. Keywords: fluid bed granulation, process parameters, scale up
IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN BERDASARKAN PMK NO. 74 TAHUN 2016 DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG: IMPLEMENTATION OF PHARMACEUTICAL CARE STANDARD BASED ON REGULATION OF HEALTH MINISTER OF REPUBLIC INDONESIA NO. 74 2016 AMONG PUBLIC HEALTH CENTERS IN SEMARANG Fildza Huwaina Fathnin; Indriyati Hadi Sulistiyaningrum; Arifin Santoso; Arina Kautsari; Nida Fauziyah Azzahroh
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.560

Abstract

Standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian. Akibat dari pelaksanaan pelayanan kefarmasian yang tidak sesuai standar adalah medication error dan pemakaian obat yang tidak tepat guna, terdapat obat kadaluarsa serta tumpang tindih anggaran. Tujuan riset ini adalah mengetahui tingkat implementasi standar pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP dan pelayanan farmasi klinik berdasarkan PMK No. 74 Tahun 2016 di Puskesmas Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 27 apoteker penanggung jawab di puskesmas yang berada di wilayah Kota Semarang sebagai responden. Responden melakukan pengisian kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian. Jawaban responden dari kuesioner diukur dengan skala Likert. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar pelayanan kefarmasian telah terimplementasikan dengan baik, untuk pengelolaan sediaan farmasi dan BMHP mendapatkan presentase 98,83% dan pelayanan farmasi klinik mendapatkan persentase 76,16 meskipun untuk MESO dan PTO masuk kategori cukup dan visite kategori kurang. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kota Semarang telah terlaksana sesuai PMK No 74 Tahun 2016 dengan persentase implementasi sebesar 86,49% yang mana termasuk dalam kategori baik. Kata kunci : Implementasi; Standar; Pelayanan; Farmasis; Puskesmas
POTENSI GEL EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA SAYAT PADA KELINCI: POTENTIAL OF PAPAYA LEAF (Carica papaya L.) EXTRACT GEL TOWARD INCISED WOUND HEALING PROCESS IN RABBITS Ika Buana Januarti; Komalasari; Aries Badrus Sholeh
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i3.576

Abstract

Luka adalah terputusnya kontinuitas jaringan akibat substansi jaringan yang rusak atau hilang sehingga dapat menyebabkan kerusakan fungsi perlindungan kulit dan dapat disertai dengan kerusakan jaringan lain. Ekstrak daun pepaya merupakan salah satu alternatif untuk dapat mempercepat pembentukan epitel luka. Hal ini dikarenakan pada daun pepaya terdapat saponin yang merupakan senyawa yang dapat memacu pembentukan suatu kolagen dalam proses penyembuhan luka.  Penelitian ini bertujuan Menentukan konsentrasi ekstrak daun pepaya dalam sediaan gel yang efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci. Penelitian ini dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan Wilcoxon,  Kruskall Wallis dilanjutkan dengan uji lanjut Mann Whitney.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah prepost design. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan, yaitu 1 kontrol positif (Bioplacenton®), 1 kontrol negatif (tanpa pengobatan), basis gel dan 3 konsentrasi bertingkat yaitu gel ekstrak konsentrasi 5%, gel ekstrak konsentrasi 10% dan gel ekstrak konsentrasi 15% dengan masing-masing 5 kali pengulangan. Perlakuan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari selama 13 hari. Hasil Pengukuran Panjang Luka pada kelinci berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun papaya memiliki potensi sebagai penyembuh luka sayat pada kelinci dengan nilai P-Value <0,05 yaitu 0,000. Formula gel ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 10% memiliki efek penyembuhan luka yang setara dengan kontrol positif (Bioplacenton®) dan lebih efektif dibandingkan dengan gel ekstrak konsentrasi 5%, gel ekstrak konsentrasi 15% dan basis gel. Kata Kunci: Gel, Ekstrak Daun Pepaya, Penyembuh Luka.