cover
Contact Name
Christine
Contact Email
christinekromoprawiro@gmail.com
Phone
+6285241079002
Journal Mail Official
christinekromoprawiro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Thalua Konchi, Mamboro, Palu Utara, Kota Palu, 94145 Sulawesi Tengah, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 27978176     EISSN : 27978184     DOI : https://doi.org/10.33860/bjkl
Core Subject : Health, Social,
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan accepts original research articles and literature review articles covering the following topics: 1. Environmental Health 2. Environmental Epidemiology 3. Environmental Health Risk Assessment 4. Environmental Health Management 5. Environmental Health Technology 6. Environmental-Based Diseases 7. Environmental Toxicology 8. Water and Sanitation 9. Waste Management 10. Vector Rodent Disease Control and Prevention 11. Food Safety 12. Aspects of Environmental Health in Disaster Management
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Daun Murbei (Morus Nigra L.) Sebagai Sabun Dalam Menurunkan Angka Kuman Pada Piring ika irliana rahmadani; Suyanto, Adib; Haryanti, Sri
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i1.3945

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan peralatan makan penting untuk mencegah penyakit dan menjaga kualitas makanan. Salah satu alat penunjang kebersihan yaitu sabun dengan penambahan antibakteri alami seperti daun murbei karena mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, dan terpenoid yang bersifat antibakteri. Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak daun murbei (Morus nigra L.) sebagai bahan alami sabun dalam menurunkan angka kuman pada piring di Warung Makan “X” Sleman. Metode: Jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan pendekatan Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini menggunakan quota sampling. Total sampel yang dibutuhkan 24 piring makan kotor. Analisis data menggunakan uji statistik Shapiro-Wilk, kemudian uji One Way Annova dan dilanjutkan uji LSD. Hasil: Rata-rata penurunan angka kuman setelah menggunakan sabun cuci piring ekstrak daun murbei konsentrasi 25% yaitu 134,3 CFU/cm² atau 88,3%, pada konsentrasi 30% yaitu 171,3 CFU/cm² atau 90,8% , konsentrasi 35% yaitu 174,5 CFU/cm² atau 92,3%, dan kontrol menggunakan sabun cuci piring merk “X” yaitu  147,0 CFU/cm² atau 85,2%. Uji One Way Anova menghasilkan p-value 0,012 (Sig. <0,05), menunjukkan perbedaan signifikan dalam penurunan angka kuman dengan penggunaan ekstrak daun murbei. Kesimpulan: Ada pengaruh ekstrak daun murbei sebagai bahan alami pada sabun dalam menurunkan angka kuman pada piring, dengan konsentrasi tertinggi 35% dalam menurunkan angka kuman.
Efektivitas Betta splendens dan Pterophyllum scalare sebagai Predator Jentik Culex sp untuk Penanggulangan Filariasis zikir; Djaafar, Tjitrowati; Sasmita, Hanum; Arianty, Ros; Susanto S, Herlina; Mustafa, Mustafa
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i1.4055

Abstract

Latar Belakang: Pemberantasan nyamuk secara kimiawi dapat meningkatkan resistensi nyamuk terhada racun tersebut, oleh karna itu perlu dilakukannya pengendalian sacara biologis dengan menggunakan predator alami yaitu ikan cupang hias dan ikan hias manfihs.Tujuan: untuk mengetahui efektivitas antara ikan cupang hias (betta splendens crown tail) dan ikan hias manfihs (pterophyllum scalare) sebagai predator jentik culex sp dalam upaya penanggulangan filariasis. Metode: Jenis penelitian ini adalah Eksperimen Murni dengan rancangan penelitian desain pra-eksperimen yaitu perlakuan atau intervensi telah dilakukan (X) kemudian dilakukan pengukuran (Observasi) atau post test (O2). Hasil: ikan cupang hias (Betta splendens crown tail) lebih efektif dibandingkan dengan ikan hias manfihs (Pterophyllum scalare) dalam memakan jentik Culex sp. Pada 1 jam pertama Ikan cupang hias mampu memakan sebanyak 25 jentik Culex Sp dari 5 kali pengulangan, sedangkan Untuk Ikan hias manfihs pada 1 jam pertama hanya mampu memakan rata-rata 23 jentik Culex Sp dari 5 kali pengulangan. Kesimpulan: ikan cupang hias lebih efektif dibandingkan ikan hias manfihs sebagai predator jentik Culex sp. Saran untuk Tenaga kesehatan dan puskesmas dapat menggunakan ikan cupang hias (Betta splendens crown tail) sebagai predator alami dari jentik Culex sp dalam upaya penanggulangan filariasis
Uji Perbandingan Kualitas Kompos Menggunakan Mol Kentang Dan Mol Wortel A. Hi. Adam, Herwin; Sangadjisowohy, Idayani; Washliyah, Siti; H Halil, Nurbaiya
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i1.4069

Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan sampah organik merupakan tantangan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, salah satu metode pengelolaan adalah dengan mengubahnya menjadi kompos menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas kompos yang dihasilkan dengan tambahan MOL kentang dan wortel. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan sampel berupa 30 kg sampah organik dari Pasar Bahari Berkesan, Ternate, serta 5 kg masing-masing kentang dan wortel untuk MOL. Data diperoleh melalui pengamatan kualitas fisik kompos selama 21 hari menggunakan alat seperti mesin pencacah, soil thermometer, dan soil meter. Analisis dilakukan berdasarkan standar SNI 19-7030-2004. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kompos dengan MOL kentang dan wortel lebih unggul dibandingkan kontrol. MOL kentang dan wortel menghasilkan warna kehitaman, bau tanah, dan tekstur menyerupai tanah, sementara kontrol hanya menghasilkan warna kecokelatan dan bau sampah. Kesimpulan: Temuan ini mengimplikasikan bahwa MOL berbasis kentang dan wortel efektif meningkatkan kualitas kompos. Disarankan untuk mengadopsi metode ini pada skala lebih besar guna mengelola sampah organik secara efisien.
Perbedaan Dosis Serbuk Biji Kelor (Moringa oleifera) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Penurunan Kekeruhan Air dengan Metode Jar Test Erlisa Hindriani; Bungawati, A; Mahyudin Syam, Dedi
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i1.4070

Abstract

Latar Belakang: Biji kelor (Moringa oleifera) dan biji asam jawa (Tamarindus indica L) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai biokoagulan pada proses koagulasi karena kandungan protein. Protein penyusun biji kelor dan biji asam jawa digunakan sebagai alternatif bagi penggunaan koagulan sintetik dalam memperbaiki kualitas kekeruhan air. Tujuan: Tujuan dari penelitian  ini adalah diketahuinya perbedaan dosis serbuk biji kelor dan biji asam jawa terhadap penurunan kekeruhan air dengan metode jar test. Metode: Penelitian eksperimen dengan pendekatan eksperimen sungguhan dengan pola penelitian pretest posttest with control (-) group. Sampel dalam penelitian ini yaitu air sungai di kelurahan Taipa dengan cara Grab Sampling. Hasil: Persentase tertinggi penurunan kekeruhan dengan serbuk biji kelor sebesar 38,44% pada dosis 0,2 gr dan persentase tertinggi penurunan kekeruhan dengan serbuk biji asam jawa sebesar 22,83% pada dosis 0,2 gr. Hasil uji T-Test  pada jenis koagulan biji kelor dengan rata-rata penurunan 118,300 NTU, sedangkan pada koagulan biji asam jawa terjadi penurunan tingkat kekeruhan dengan rata-rata 134,94 NTU. Kesimpulan: Ada perbedaan rata-rata nilai hasil setelah dilakukan uji coba pada serbuk biji kelor dan biji asam jawa.
Efektivitas Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) , Daun Sereh (Cymbopogon ciratus), Dan Cengkeh (Syzygium aromaticum) Sebagai Penolak Lalat Novarianti
Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bjkl.v4i1.4071

Abstract

Latar Belakang : Salah satu agen utama dalam penyebaran sejumlah penyakit menular mekanis, termasuk kolera, tipus, kolera, disentri, dan penyakit saluran pencernaan lainnya, adalah lalat. Mengontrol vektor lalat diperlukan karena ini. Memanfaatkan zat aktif yang diperoleh dari tumbuhan atau dari tanaman yang dapat berperan sebagai modal utama untuk mengendalikan vektor, seperti cengkeh, pandan, dan daun serai. Tujuan : Tujuan penelitian mengetahui efektivitas Daun Pandan, Daun Sereh dan Cengkeh dalam menolak Lalat. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Dengan Desain penelitian Posttest Only With Control Design. Total Lalat uji yang digunakan yaitu sebanyak 400 ekor dengan 3 perlakuan dan 5 kali pengulangan, teknk pengambilan data primer diperoleh dari hasil uji yang dilakukan sedangkan data sekunder doperoleh dari berbagai sumber referensi yang terkait. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober serta analisa data dilakukan dengan Annlisa of Variance (Uji ANNOVA) untuk membandingkan Efektivitas lalat berdasarkan bahan daun pandan, daun sereh, dan cengkeh. Hasil : pada dosis 9 gram daya tolak daun pandan sebanyak 34%, daun sereh sebanyak 74%, cengkeh sebanyak 58%. hasil test of homogeneity of variances di dapatkan hasil nilai sig 0,052 yang artinya lebih besar dari 0,05 maka dapat diartikan  bahwa hipotesis 0 (Hₒ ) di tolak yang dapat diartikan sebagai uji coba pada daun pandan,daun sereh,dan cengkeh adalah sama (homogeny). Kesimpulan : bahwa yang efektif dalam menolak lalat yaitu daun sereh. Saran untuk masyarakat jika ingin menggunakan bahan daun pandan dan cengkeh sebagai penolak lalat sebaiknya jumlah dosis yang digunakan ditambahkan lagi agar bahan tersebut mampu menolak lalat. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5