cover
Contact Name
Sri Haryani
Contact Email
sri.ani37@gmail.com
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
qualityjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wijayakusuma Raya No. 47-48 Cilandak - Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Quality : Jurnal Kesehatan
ISSN : 19784325     EISSN : 26552434     DOI : https://doi.org/10.36082/qjk.v15i2.240
Core Subject : Health,
Quality : Jurnal Kesehatan aims to facilitate researchers, especially in the field of health to disseminate the results of his research. And disseminate knowledge to build new knowledge to the general public. This journal contains a script on Health Sciences that includes: Dental Nursing Orthotic Prosthetics Nursing Midwifery Health research in general
Articles 141 Documents
KEJADIAN CEDERA MUSKULOSKELETAL SAAT MELAKUKAN EXERCISE SELAMA MASA PANDEMI COVID-19: INCIDENCE OF MUSCULOSKELETAL INJURY IN EXERCISE DURING THE COVID-19 PANDEMIC Arif Pristianto; Rizqi Mutia Andini; Adnan Faris Naufal
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.387 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v16i1.439

Abstract

Penetapan COVID-19 sebagai pandemi global oleh World Health Organization menyebabkan perubahan gaya hidup dan perilaku. Exercise diperlukan untuk mempertahankan status kesehatan serta mengatasi konsekuensi negatif dari penyakit tertentu. Aktivitas yang berlebihan saat melakukan exercise, pengulangan terus-menerus, dan gerakan yang kurang tepat dapat menyebabkan cedera muskuloskeletal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kejadian dan menganalisis area cedera muskuloskeletal saat melakukan exercise selama masa Pandemi COVID-19. Penelitian  ini termasuk jenis observasional pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 107 orang. Pelaksanaan dilakukan pada bulan November-Desember 2020, dengan pengisian kuesioner yang disebarkan melalui media sosial. Berdasarkan uji statistika didapatkan adanya hubungan cedera muskuloskeletal saat melakukan exercise selama masa Pandemi COVID19, dengan p < 0,05. Uji Spearman Correlation menunjukkan nilai p = 0,000 atau p < 0,05. Hasil menunjukkan korelasi positif pada cedera muskuloskeletal saat melakukan exercise selama masa Pandemi COVID-19.  Terdapat hubungan cedera muskuloskeletal saat melakukan exercise selama masa Pandemi COVID-19. Jenis cedera muskuloskeletal dialami responden terbanyak yaitu strain dan pada area  kaki/tungkai
FAKTOR RISIKO TERPAPAR COVID-19 PADA PENDUDUK USIA PRODUKTIF: RISK FACTORS OF COVID-19 INFECTION IN PRODUCTIVE AGE POPULATION Ahmad Rifan Ferdiyansyah; Rizki Safarida
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.778 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v16i1.444

Abstract

Penduduk usia produktif tentunya memiliki mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk usia non produktif. Sehingga tak heran jika mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk terpapar COVID-19 di masa pandemi sekarang ini. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini dilakukan identifikasi faktor-faktor risiko terpapar COVID-19 pada penduduk usia produktif. Penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dibentuk model regresi logistik biner antara variabel respon yaitu hasil tes rt-PCR dengan beberapa variabel prediktor yang berhubungan. Hasilnya, diperoleh informasi bahwa gejala demam, gejala kehilangan kemampuan indera perasa (ageusia) atau pencium (anosmia), dan gejala sakit tenggorokan, serta riwayat kontak erat menjadi faktor utama yang menentukan seseorang berisiko terpapar COVID-19 pada penduduk usia produktif.
PERSEPSI DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERAWATAN BAYI DENGAN KELAINAN KONGENITAL : FAMILY PERCEPTIONS AND SUPPORT ON CARE OF INFANTS WITH CONGENITAL DISORDERS Eugenius R. Masri; Putriatri K. Senudin; Dionesia O. Laput; Eufrasia P. Padeng; Yohana Hepilita
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.178 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v16i1.482

Abstract

Secara global kelainan bawaan mejadi penyebab kematian anak  sebesar 4% dan menjadi penyumbang kematian perinatal sebesar  22%.  Kelainan bawaan menempati urutan kedua penyebab kematian neonatal di Indonesia sebesar 21,4%. Jenis kelainan bawaan pada bayi antara lain talipes equinovarus (21,9%), orofacial cleft (20,4%), neural tube defect (18,4%), abdominal wall defect (16,45%), atresia ani (9,7%),  hypospadias atau epispadias (4,8%), kembar siam (4,2%) dan microcephaly (2,3%). Sekitar 50% kelainan bawaan tidak diketahui penyebabnya. Pengelolaan terhadap masalah ini, sangat bergantung pada persepsi. Perilaku individu seringkali didasarkan pada persepsi tentang kenyataan, bukan pada kenyataan itu sendiri, yang berdampak pada perilaku keluarga dalam melakukan perawatan pada anak dengan kelainan bawaan. Dukungan yang baik memberikan persepsi positif tentang kelainan bawaan  yang akan mempengaruhi kualitas hidup.  Penelitian ini merupakan deskriptif korelasi dengan pendekatan crossectional. Teknik sampling yang  dilakukan menggunakan purposive sampling dengan sampel berjumlah 17 responden. Hasil penelitian menunujukkan bahwa sebagian besar persepsieluarga positif dengan dukungan keluarga baik (35,5%) sehingga  persepsi keluarga memiliki pengaruh dukungan keluarga tentang perawatan bayi dnegan kelainan bawaan (p=0.013). Persepsi keluarga hanya sebatas kesadaran keluarga tentang suatu masalah kesehatan. Jika keluarga memiliki kesadaran bahwa memiliki anak dengan kelainan bawaan menjadi sebuah masalah maka keluarga memiliki persepsi yang positif terhadap masalah kesehatan. Dalam melaksanan tugas pemeliharaan kesehatan keluarga, maka sangat perlu dukungan keluarga. Kelahiran bayi dengan kelainan bawaan ini menimbulkan berbagai permasalahan dalam keluarga meliputi perasaan tertekan, malu, rasa bersalah, serta masalah perhatian dan pembiayaan yang lebih besar dari pada anak normal. Dukungan yang baik memberikan persepsi positif tentang penyakitnya yang akan mempengaruhi kualitas hidup
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN GAYA HIDUP SEDENTARI DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19: RELATIONSHIPS OF INDIVIDUAL CHARACTERISTICS AND SEDENTARY LIFESTYLE WITH OVERNUTRITION IN UNIVERSITY STUDENTS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Hoirun Nisa; Aulia Dwi Yuliana; Syifa Fauzia Salsabila; Aisyah Nur Fadhillah
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.768 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v16i1.519

Abstract

Gizi lebih merupakan masalah kesehatan yang perlu perhatian di Indonesia, karena prevalensi overweight dan obesitas pada usia >18 tahun mengalami kenaikan. Gizi lebih dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit kronik. Pandemi COVID-19 mengakibatkan adanya perubahan perilaku yang merupakan faktor risiko terjadinya gizi lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakterisik individu dan gaya hidup sedentari dengan status gizi lebih pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2021. Sebanyak 185 responden dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan google form kepada seluruh responden yang terpilih. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 32,4% responden yang mengalami gizi lebih. Faktor yang ditemukan berhubungan dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswa ialah perilaku mengerjakan tugas (p-value=0,038). Pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat selama masa pandemi COVID-19 menyebabkan banyak individu yang tidak melakukan aktivitas fisik, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gizi lebih.
PENGARUH KADEK SUSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DI PIK-R SMPN 2 MENGWI, BALI: THE EFFECT OF KADEK SUSI ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE AT PIK-R SMPN 2 PENGWI, BALI Ni Luh Indri Astuti; Made Ririn Sri Wulandari; Ni Made Risna Sumawati
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v16i2.312

Abstract

HIV dan AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS) dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) adalah dampak dari kurangnya pendidikan kesehatan reproduksi. Remaja merupakan kelompok yang paling rentan mengalami ketiga permasalahan diatas, sehingga diperlukan informasi terkait kesehatan reproduksi yang komprehensif dengan metode edukasi yang lebih variatif. Dalam penelitian ini dibentuk suatu program yaitu KADEK SUSI (Kader Remaja Sadar Kesehatan Reproduksi) yang menggabungkan metode peer educator dengan materi GenRe (Generasi Berencana) dalam meningkatkan pengetahuan responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian one-group pretest-postest design. Responden diukur tingkat pengetahuannya dengan menggunakan kuesioner, kemudian diberikan intervensi dan diukur kembali tingkat pengetahuannya setelah diberikan intervensi. Intervensi diberikan satu minggu sekali selama empat kali pertemuan dengan waktu 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KADEK SUSI meningkatkan pengetahuan responden di PIK-R SMPN 2 Mengwi dengan nilai Pvalue=0,000 yang diperoleh melalui uji Wilcoxon. KADEK SUSI dapat digunakan sebagai acuan atau pedoman dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait dengan kesehatan reproduksi serta dijadikan sebagai tambahan literatur.
KESIAPAN DAN DUKUNGAN KELUARGA SEBELUM TINDAKAN NEURO ANESTESI PADA PASIEN OPERASI BEDAH SARAF DI RSUD JAWA TENGAH: FAMILY READINESS AND SUPPORT BEFORE NEURO ANESTHETIC ACTION IN NEURO SURGICAL SURGERY PATIENTS IN CENTRAL JAVA HOSPITAL Catur Budi Susilo; Abdul Ghofur; Harmilah Harmilah; Yusniarita Yusniarita
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v16i2.468

Abstract

Operasi bedah saraf dengan neuro anestesi  merupakan tindakan operasi yang tergolong operasi besar dan serius. Operasi ini memerlukan kesiapan dan dukungan keluarga yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara kesiapan dengan dukungan keluarga menghadapi operasi bedah saraf dengan neuro anestesi. Studi ini menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 89 keluarga pasien bedah saraf di   7 RSUD Propinsi Jawa Tengah. Tehnik samping menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga, dan analisis data menggunakan chi-square test.  Hasil studi menunjukkan sebagian besar keluarga telah siap menghadapi operasi (82%), sedangkan hanya sebagian kecil keluarga yang memberikan dukungan pada pasien menghadapi operasi (42,7%). Sementara itu, terdapat hubungan signifikan antara kesiapan dengan dukungan keluarga menghadapi bedah saraf dengan neuro anestesi dengan nilai p value < p 0,005. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan keluarga yang mampu menyiapkan pasien neuro anestesi dengan baik akan meningkatkan dukungan keluarga. Studi ini memberikan implikasi secara klinis, bagi perawat mempersiapkan keluarga dengan baik, akan berimplikasi pada dukungan keluarga yang baik.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH TENTANG COVID-19: ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING SCHOOL AGE CHILDREN'S KNOWLEDGE ABOUT COVID-19 Yossy Utario; Fatimah Khorini
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v16i2.483

Abstract

Anak usia sekolah merupakan populasi yang rentan untuk terinfeksi COVID-19. Pengetahuan anak tentang COVID-19 dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan anak usia sekolah tentang COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling dengan kriteria anak usia sekolah kelas 5 SD, mampu membaca dan menulis, bersedia menjadi responden.. Sampel pada penelitian ini berjumlah 92 anak usia sekolah dari tiga Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Analisis data bivariate menggunakan Chi Square dan multivariate dengan menggunakan regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling dominan mempengaruhi pengetahuan anak usia sekolah tentang COVID-19 adalah pengalaman terkena penyakit COVID-19 pada anak atau keluarga serumah. Saat sakit anak dan keluarga merasakan secara langsung serta melakukan tindakan pencegahan dan penanganan COVID-19, disamping mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Perlu dilakukan edukasi terus menerus pada anak usia sekolah untuk pencegahan COVID-19 terutama dilingkungan sekolah, dengan metode yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah.
STUDI DESKRIPTIF PERSEPSI KEBUTUHAN INFORMASI DAN PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA: NEED PERCEPTION OF REPRODUCTIVE HEALTH INFORMATION AND SERVICE ON STUDENTS: A DESCRIPTIVE STUDY Izzatul Arifah; Yullynar Hayyunisha Aninda
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v16i2.560

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi pada remaja di Indonesia sangat rendah (kurang dari 10%). Salah satu faktor yang mempengaruhi pemanfaatan yakni persepsi kebutuhan pada pelayanan tersebut. Persepsi kebutuhan remaja pada informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi masih belum banyak diketahui. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan persepsi kebutuhan dan preferensi informasi serta pelayanan kesehatan reproduksi pada siswa SMK N 2 Blora. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif di SMK Negeri 2 Blora yang dilakukan bulan Februari 2021. Sampel penelitian berjumlah 178 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan metode Proportional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah responden mempersepsikan membutuhan informasi kesehatan reproduksi (51,7%). Preferensi sumber informasi kesehatan reproduksi yang disenangi adalah guru (48,3%), tenaga kesehatan (43,3%), dan media sosial seperti youtube (45,9%) dan instagram (23,8%). Selain itu, lebih banyak responden yang memiliki kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan reproduksi (52,8%). Siswa menyenangi pelayanan kesehatan reproduksi dengan bentuk kombinasi pelayanan online dan offline (53,9%). Kebutuhan informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi remaja tersebut belum terpenuhi dengan pelayanan yang ada saat ini. Diharapkan penyelenggara pelayanan kesehatan reproduksi melakukan perbaikan program sesuai dengan sumber dan media yang disenangi remaja serta pelayanan kesehatan diberikan dalam kombinasi online dan offline agar sesuai dengan kebutuhan remaja.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS FISIK LANSIA DENGAN HIPERTENSI: FACTORS RELATED TO PHYSICAL ACTIVITY AMONG ELDERLY WITH HYPERTENSION Roslaini Roslaini; Asniar Asniar; Suryane Sulistiana Susanti
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v16i2.612

Abstract

Kekerasan Aktivitas fisik pada lansia dapat meningkatkan kesehatan, mengurangi risiko beberapa penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup seseorang. Aktivitas fisik secara teratur dapat mencegah dan mengobati penyakit tidak menular seperti hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi di Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 221 lansia dengan hipertensi di Aceh Utara, yang dipilih dengan tehnik simple random sampling. Formulir data demografi, International Physical Activity Questionare (IPAQ) dan kuesioner Stopping Elderly Accidents, Deaths and Injuries (STEADI) digunakan sebagai alat pengumpulan data. Analisa data menggunakan dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan pada variabel jenis kelamin (p =0.04), jumlah keluarga (p = 0,02) risiko jatuh (p = 0,00). Diharapkan Puskesmas dan pihak terkait dapat mempertimbangkan determinan tersebut, dalam merencanakan dan mengimplementasikan intervensi untuk meningkatkan aktivitas fisik, pada lansia dengan hipertensi di Aceh Utara.
MODEL PREDIKSI: PERBEDAAN IURAN DAN STRATA SOSIAL YANG BERISIKO BAGI PENGGUNA BPJS KESEHATAN: PREDICTION MODEL: DIFFERENCES IN CONTRIBUTIONS AND SOCIAL STRATA RISK FOR BPJS KESEHATAN USERS Yusuf Hanafi Lubis; Betty Maretta; Raihan Melisa Lubis; Fitriani Pramita Gurning
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2022): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v16i2.620

Abstract

BPJS Kesehatan diharapkan dapat menyelenggarakan program jaminan sosial kesehatan yang berkualitas dan berkesinam-bungan. Namun, faktanya setiap tahun, defisit BPJS Kesehatan selalu mengalami kenaikan. Tujuan penelitian yaitu agar mengetahui resiko apa yang akan terjadi jika adanya perbedaan iuran dan strata sosial bagi pengguna BPJS kesehatan. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional yang dilakukan pada bulan juni 2022 di Kota Medan. Jumlah responden sebanyak 53 orang dari perwakilan populasi yaitu pengguna BPJS kesehatan dengan rentang umur 15-25 tahun diambil dengan cara non random sampling. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat dengan nilai parameter dan ROC. Hasil studi menunjukkan bahwa ada resiko dan hubungan yang signifikan antara variabel dependen dan independen (p<0,05). Analisis lanjutan dilakukan melalui parameter, residu matrix dan lack of fit (RM; 38,993, LAF; 50,000, Parameter; 4,66-11,46, P-Value; 0,000 (<0,05), 95% CI; 0,95-2,38). Hasil AUC didapatkan sebesar 0,316 (p-value; 0,144, 95% CI; 0,083-0,548). Sensitifitas dan spesifisitas didapat sebesar 0,298 dan 0,667 melalui titik potong >1,5. Kesimpulan pada studi ini ialah adanya hubungan antara resiko perbedaan iuran dan strata sosial dengan pengguna BPJS kesehatan. Saran bagi kepala BPJS kesehatan sebaiknya ditiadakan kelas pelayanan kesehatan agar tidak terjadi perbedaan iuran dan strata sosial di masyarakat.

Page 8 of 15 | Total Record : 141