cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,079 Documents
Penerapan UI GreenMetric dalam Mendukung SDGs: Studi Kasus Universitas Diponegoro Tembalang Adhiani K, Rania
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5446

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan konsep pembangunan berkelanjutan yang bertujuan memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian SDGs mengingat besarnya populasi, konsumsi energi dan air, produksi limbah, serta intensitas penggunaan transportasi dan pembangunan infrastruktur kampus. Universitas Diponegoro merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menerapkan konsep green campus dengan mengacu pada indikator UI GreenMetric dan menempati peringkat kedua nasional pada tahun 2022. Namun, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa implementasi konsep kampus hijau di Universitas Diponegoro Tembalang masih menghadapi berbagai keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian penerapan UI GreenMetric di Universitas Diponegoro Tembalang serta mengkaji persepsi civitas akademika terhadap implementasi konsep green campus dalam mendukung pencapaian SDGs. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui studi data sekunder, observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada civitas akademika. Analisis data dilakukan menggunakan skala Likert dan tabulasi silang (crosstab). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitatif sebagian besar indikator UI GreenMetric telah terpenuhi dari sisi ketersediaan, namun berdasarkan persepsi civitas akademika, kualitas implementasi green campus masih berada pada kategori “cukup baik”. Beberapa dimensi, khususnya transportasi, pengelolaan limbah, dan pengelolaan air, dinilai belum optimal akibat keterbatasan kebijakan, pendanaan, sumber daya manusia, serta kurangnya sosialisasi program. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan institusional dan peningkatan kualitas implementasi guna mengoptimalkan peran Universitas Diponegoro Tembalang dalam mendukung pencapaian SDGs.
Logistics Ecosystem Turbulence and Digital Logistics Agility: Evidence from Indonesian Third-Party Logistics Firms Sumarna, Dani Leonidas; Vanessa Gaffar; Lili Adi Wibowo; H.Mokh. Adib Sultan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5493

Abstract

The logistics industry is increasingly operating within highly dynamic and uncertain environments driven by regulatory changes, rapid technological developments, market volatility, and global supply chain disruptions. These conditions have transformed logistics ecosystems into complex networks, particularly for third-party logistics (3PL) firms that must develop adaptive capabilities to remain competitive. This study examines the effect of Logistics Ecosystem Turbulence (LET) on Digital Logistics Agility (DLA) among third-party logistics (3PL) firms in West Java, Indonesia. Using a quantitative approach, this study applies partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that LET has a positive and highly significant effect on DLA (? = 0.847, p < 0.001), with strong explanatory power (R² = 0.717; f² = 2.533). These findings demonstrate that environmental turbulence acts as a critical driver of digital logistics agility. The study contributes to the logistics and digital transformation literature by positioning ecosystem turbulence as a foundational antecedent of digital agility in emerging economies.
Analisis Faktor Penentu Kualitas Guru pada Sistem Pendidikan Islam di Era Modern Listiyani, Erma; Sukarman, Sukarman; Mariyam, Siti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis variabel yang dapat memengaruhi kualitas guru pada lembaga pendidikan Islam di era modern serta merumuskan strategi peningkatan kualitasnya berdasarkan analisis variabel-variabel yang ditemukan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui tinjauan literatur dengan menganalisis artikel dari jurnal dan buku yang relevan dengan topik penelitian. Langkah penelitian ini terdiri dari mengidentifikasi sumber data, menyeleksi data, mengklasifikasi data, dan menganalisis isi untuk menemukan pola, hubungan, serta strategi pengembangan kualitas guru dalam sistem pendidikan Islam di era modern berdasarkan variabel yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas guru dalam sistem pendidikan Islam di era modern dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu faktor individual, faktor institusional, dan faktor teknologi dan literasi digital. Faktor individual mencakup kompetensi dan  profesionalisme guru yang dapat ditingkatkan melalui pelatihan profesional berkelanjutan. Faktor institusional meliputi manajemen sumber daya manusia, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi yang mendukung, khususnya melaui gaya kepemimpinan transformasional dan budaya kerja kolaboratif. Adapun faktor teknologi dan literasi digital terkait kemampuan guru memanfaatkan teknologi dan memahami ekosistem digital, yang dapat diperkuat melalui digitalisasi administrasi dan pembelajaran. Sinergi ketiga faktor tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk kualitas guru pada lembaga pendidikan Islam agar adaptif, berorientasi mutu, serta memiliki keseimbangan antara kometensi spiritual dan profesional.
From Symbolic to Substantive ESG: A Systematic Literature Review on Digital Transformation, Dynamic Capabilities, Transformational Leadership, and Organizational Performance Haryanto, Tri; Rahayu, Agus; Adi Wibowo, Lili
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5543

Abstract

The increasing importance of Environmental, Social, and Governance (ESG) practices and digital transformation has raised interest in their role in improving organizational performance. However, prior studies show inconsistent results, particularly regarding whether these initiatives directly enhance performance or depend on internal and contextual factors. This research aims to systematically review the literature on the relationship between ESG strategies, digital transformation, and organizational performance, with particular attention to the mediating roles of dynamic capabilities and innovation, the enabling role of transformational leadership, and the moderating influence of institutional context. Using a Systematic Literature Review (SLR) based on PRISMA guidelines, this study analyzed 72 peer-reviewed journal articles published between 2010 and 2024 from Scopus and Web of Science. The findings show that ESG and digital transformation do not consistently produce direct performance gains. Instead, their effects depend on organizations’ ability to build dynamic capabilities, foster innovation, and adapt strategically. Transformational leadership strengthens organizational learning and change readiness, while institutional quality can either support or constrain performance outcomes. This review proposes an integrative conceptual framework grounded in the Resource-Based View, dynamic capability theory, stakeholder theory, institutional theory, and transformational leadership theory. The study concludes that organizational performance is more likely to improve when ESG and digital transformation are implemented substantively, supported by strong capabilities, leadership, and institutional quality.
Analysis of the Effectiveness of Patient Flow Management in Improving Service Speed Hermawan, Randy; Umi Narinawati; Bobi Kurniawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5557

Abstract

Speed of service is a vital indicator of the quality of health services, but the imbalance between surge in patient visits and facility capacity often leads to bottlenecks and long wait times. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of Patient Flow Management in improving service speed and operational efficiency in health facilities. The study used a quantitative descriptive approach through field observation (time and motion study), operational data measurement, and satisfaction survey at a private hospital during the period from July to September 2025. The results showed a significant impact post-implementation, where the average total waiting time was reduced by 41.5%, the doctor's workload ratio became more balanced from 1:38 to 1:26, and there was an increase in patient satisfaction scores by 30%. This efficiency is achieved through an effective strategy of digitizing the queue system and redistributing triage loads. In conclusion, Patient Flow Management has proven to be effective as an operational solution to unravel service density, but its success relies heavily on the integration of information systems and management support in adapting staff work cultures.
Konseptualisasi Ethno-Prompting: Strategi Humanisasi Layanan Kesehatan Digital Berbasis Kearifan Lokal Sunda Zaenudin, Aditya Rifandi; Narinawati, Umi; Kurniawan, Bobi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5559

Abstract

Latar belakang: Perkembangan layanan kesehatan digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan efisiensi dan aksesibilitas yang tinggi, namun di sisi lain menimbulkan tantangan berupa berkurangnya aspek humanisasi dan sensitivitas budaya dalam interaksi antara sistem dan pengguna. Di Indonesia, khususnya pada masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi nilai kesantunan, empati, dan harmoni sosial, pendekatan layanan kesehatan digital yang bersifat generik berpotensi menimbulkan jarak psikologis serta menurunkan kepercayaan pengguna. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan konseptualisasi ethno-prompting sebagai strategi humanisasi layanan kesehatan digital berbasis kearifan lokal Sunda. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan konseptual-deskriptif melalui kajian literatur interdisipliner yang mencakup etnografi Sunda, human-centered AI, komunikasi kesehatan, dan desain interaksi digital. Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa ethno-prompting dapat dipahami sebagai teknik perancangan prompt AI yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal Sunda seperti someah, silih asah, silih asih, dan silih asuh ke dalam struktur bahasa, gaya komunikasi, dan logika respons sistem digital. Pendekatan ini berpotensi meningkatkan rasa kedekatan emosional, kepercayaan, serta penerimaan masyarakat terhadap layanan kesehatan digital. Kesimpulan: Artikel ini berkontribusi pada pengembangan model konseptual layanan kesehatan digital yang lebih inklusif, kontekstual, dan berorientasi pada nilai budaya lokal.
Hidup di Antara Dua Budaya: Makna Integrasi Identitas Bikultural (IIB) Pada Dewasa Muda Hasil Perkawinan Campur di Indonesia Riawaty, Erni; Kartin, Ria Handayani; Rahmania, Tia
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman Integrasi Identitas Bikultural (IIB) pada dewasa muda hasil perkawinan campur di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologis, yang berfokus pada pemahaman makna subjektif pengalaman hidup individu bikultural. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur guna memperoleh gambaran mendalam mengenai proses integrasi identitas, dinamika emosional, serta konteks sosial budaya yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dimensi utama IIB, yaitu persepsi keharmonisan (perceived harmony) dan persepsi perpaduan (perceived blendedness), berkembang secara relatif independen. Individu dapat memaknai dua identitas budaya secara damai tanpa harus meleburkannya menjadi satu identitas yang sepenuhnya menyatu, sementara perpaduan identitas dapat muncul dalam bentuk fleksibilitas peran dan perilaku lintas konteks tanpa selalu disertai konflik emosional. Pembentukan IIB dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi regulasi emosi, fleksibilitas kognitif, dan penerimaan diri yang berfungsi sebagai fondasi dalam mengelola kompleksitas identitas ganda. Faktor eksternal mencakup dukungan keluarga, penerimaan sosial, pengalaman akulturasi, serta minimnya tekanan untuk memilih salah satu identitas budaya, yang dapat memperkuat atau melemahkan proses integrasi identitas. Integrasi identitas bikultural yang harmonis memungkinkan individu merasa nyaman dengan dirinya serta membangun relasi interpersonal yang sehat. Sebaliknya, konflik identitas berpotensi menimbulkan stres sosial, perasaan terasing, dan kebingungan nilai. Dalam konteks perkembangan dewasa muda, IIB berkaitan erat dengan tugas perkembangan psikososial, seperti pembentukan relasi intim, komitmen jangka panjang, dan stabilitas diri. Temuan penelitian menegaskan bahwa IIB merupakan proses adaptif penting bagi kesejahteraan psikologis dan pembentukan identitas dewasa muda, serta berkontribusi pada pengembangan psikologi lintas budaya dan psikologi perkembangan.
Optimasi Line Balancing Adaptif dan Deteksi Bottleneck Berbasis Computer Vision dengan Mempertimbangkan Variabilitas Kinerja Operator Ma’arif, Fatahillah Aditya; Hartini , Sri; Sari , Diana Puspita
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5581

Abstract

Industri garmen menghadapi tantangan efisiensi akibat sifatnya yang padat karya dan variabilitas kinerja operator. Metode penyeimbangan lini (line balancing) manual yang ada saat ini seringkali statis dan gagal menangkap fluktuasi waktu nyata di lantai produksi. Sementara itu, solusi berbasis sensor fisik (wearable/IoT) dinilai mahal dan invasif. Penelitian ini mengusulkan pendekatan hibrida menggunakan Computer Vision sebagai sensor virtual dan algoritma Optimasi Robust. Tujuannya adalah mendeteksi bottleneck secara real-time dan memberikan rekomendasi penyeimbangan tenaga kerja yang tangguh terhadap variabilitas. Metode yang digunakan adalah Design Science Research (DSR) dengan studi kasus di PT. Fukuryo Indonesia. Sistem mengekstraksi fitur kinematik operator menggunakan MediaPipe Pose dan mengklasifikasikan aktivitas kerja. Hasil akhir berupa kerangka kerja sistem cerdas yang mampu meminimalkan waktu menganggur (idle time) dan risiko lintasan akibat ketidakpastian kinerja manusia. Kerangka kerja sistem yang diusulkan menawarkan solusi non-invasif, hemat biaya, dan responsif untuk mengatasi masalah variabilitas operator dalam line balancing di industri garmen. Sistem ini berpotensi meningkatkan efisiensi lini produksi melalui deteksi dini bottleneck dan rekomendasi penyeimbangan yang adaptif, sehingga mendukung pengambilan keputusan manajerial yang lebih akurat dan proaktif.
Analisis Ergonomi dan Hubungannya dengan Kejadian Low Back Pain pada Pekerja di Industri Pengolahan Makanan di Jepang Ardiansyah, Ardiansyah; Sabri Syahrir, Muhammad; Pertiwi, Pertiwi; Bengan Laba, Stefiani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5633

Abstract

Low back pain (LBP) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering dialami pekerja dan berkaitan kuat dengan faktor ergonomi di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman pekerja industri pengolahan makanan di Jepang terkait kondisi ergonomi dan kejadian LBP. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, penelitian dilakukan pada Januari–Juni 2025 dan melibatkan tiga informan dari bagian produksi adonan, penyiapan toping, dan pengemasan yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil wawancara menunjukkan bahwa seluruh informan pernah mengalami LBP, terutama saat melakukan aktivitas membungkuk, berdiri lama, serta mengangkat beban berat dan berulang. Beban kerja fisik yang tinggi, postur kerja tidak ergonomis, minimnya alat bantu ergonomi, kurangnya pelatihan, dan jam kerja panjang teridentifikasi sebagai faktor pemicu utama. Selain itu, lingkungan kerja yang menuntut kecepatan produksi menyebabkan peningkatan kelelahan otot dan memperburuk keluhan punggung bawah. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan intervensi ergonomi seperti penyediaan alat bantu, penyesuaian stasiun kerja, serta pelatihan prosedur kerja yang benar untuk mencegah kejadian LBP pada pekerja industri pengolahan makanan di Jepang.
Human and Organizational Factors in Occupational Accidents: An HFACS-Based Analysis at Company X in Japan Fadel, Mohammad; Sabri Syahrir, Muhammad; Putri Hilintang, Rendhar; Bengang Lab, Stefani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5635

Abstract

Occupational Safety and Health (K3) is a crucial aspect of the food manufacturing industry, which carries a relatively high risk of occupational accidents. This research aims to describe the factors that cause occupational accidents among workers at Company X in Japan using the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) approach. This study employs a quantitative method with an analytical descriptive design and involves the entire working population of 74 individuals through a total sampling technique. The variables analyzed include worker status, work shifts, compliance with the use of personal protective equipment (PPE), compliance with standard operating procedures (SOPs), and work areas. The results show that most workers (95.5%) had never experienced an occupational accident; however, the potential risk of accidents remains. The majority of workers are classified as compliant in the use of PPE (67.6%), but all respondents (100%) are recorded as non-compliant with SOPs. Most respondents were interns (58.1%) and worked in the packaging area (62.1%), with a relatively balanced distribution of work shifts between day and night shifts. Based on the HFACS analysis, the unsafe acts factor is indicated by non-compliance with PPE use; preconditions for unsafe acts are influenced by work shifts and work areas; unsafe supervision is reflected in the weak implementation of SOPs; while organizational influences are related to the predominance of interns and organizational policies. This study concludes that the potential for occupational accidents is influenced by both worker behavior and organizational systems.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue