cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,030 Documents
Ketertinggalan Regulasi Perbankan Syariah: Analisis Substansi UU 21/2008 dalam Era Digital Banking dan Fintech Syariah Muhammad, Ayyasy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5270

Abstract

Digitalisasi perbankan syariah melalui mobile banking, e-KYC, dan integrasi fintech telah mengubah operasional industri secara signifikan, namun inovasi ini tidak diimbangi kesiapan regulasi. UU No. 21/2008 masih berbasis asumsi layanan tatap muka dan fisik, sehingga belum mengatur akad elektronik maupun transaksi digital. Akibatnya, terjadi regulatory lag yang menimbulkan ketidakpastian hukum, ketidaksinkronan fatwa-regulasi, serta ketiadaan standar nasional keamanan data dan tata kelola layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan keterbatasan UU Nomor 21 Tahun 2008 dalam mengakomodasi digitalisasi perbankan syariah, mengidentifikasi kesenjangan regulasi yang muncul akibat perkembangan teknologi, serta merumuskan arah reformulasi hukum yang mampu menjawab tantangan era digital banking dan fintech syariah. Melalui pendekatan normatif-yuridis serta analisis konsep hukum perbankan syariah, penelitian ini menemukan bahwa kesenjangan regulasi tidak hanya berkaitan dengan isu teknis digitalisasi, tetapi juga menunjukkan lemahnya hubungan antara hukum positif, fatwa DSN-MUI, dan struktur kelembagaan regulator. Kurangnya integrasi antar unsur tersebut membuat inovasi berjalan lebih cepat daripada pembaruan norma hukum, sehingga industri menghadapi tantangan dalam menjaga kepastian hukum sekaligus memastikan kesesuaian syariah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya pembaruan norma hukum berbasis teknologi, integrasi yang lebih kuat antara regulasi dan fatwa melalui revisi UU atau pembentukan lex specialis, serta model koordinasi yang lebih terstruktur antara OJK, Bank Indonesia, dan DSN-MUI untuk merumuskan standar nasional layanan perbankan syariah digital. Rekomendasi ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat kerangka hukum yang lebih adaptif, responsif, dan tetap selaras dengan prinsip syariah dalam menghadapi era transformasi digital industri keuangan Indonesia.
Basis Pendidikan Pesantren sebagai Fondasi Pengembangan Jaringan Intelektual Muslim di Nusantara Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Kusbiantoro, Handaru; Khafidoh, Khafidoh; Firdosi, Akh Fad; Syafiq, Ahmad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5283

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki kontribusi strategis dalam pembentukan jaringan intelektual Muslim di Nusantara. Karakter pendidikan pesantren yang berbasis pada transmisi ilmu, internalisasi nilai-nilai akhlak, serta relasi kiai–santri telah melahirkan generasi intelektual yang berpengaruh dalam sejarah sosial-keagamaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis basis pendidikan pesantren sebagai landasan pengembangan jaringan intelektual Muslim di Nusantara serta menjelaskan bagaimana pola pendidikan pesantren menghasilkan jaringan ulama yang bersifat organik, hierarkis, dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan kajian kepustakaan (library research) dengan analisis historis dan sosiologis. Hasil menunjukkan bahwa sistem pendidikan berbasis talaqqi, sanad keilmuan, kurikulum kitab kuning, kepemimpinan karismatik kiai, dan tradisi rihlah ilmiah merupakan fondasi utama terbentuknya jaringan intelektual pesantren. Jaringan tersebut telah membentuk struktur otoritas keilmuan yang berpengaruh luas terhadap pembentukan tradisi Islam moderat di Indonesia. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa penguatan basis pendidikan pesantren menjadi keharusan untuk menjaga keberlanjutan intelektual Islam Nusantara di era modern.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan basis pendidikan pesantren menjadi keharusan untuk menjaga keberlanjutan intelektual Islam Nusantara di era modern, sekaligus menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penjaga tradisi keilmuan Islam, sumber legitimasi intelektual, serta pilar penting dalam menjaga moderasi Islam yang berakar pada budaya lokal.
Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes) Fitria, Ida; Joko, Tri; Raharjo, Mursid
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5310

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Brebes. Penyakit infeksi dan kualitas air minum diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat penyakit infeksi dan kualitas air minum dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 balita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pengukuran antropometri, serta pemeriksaan laboratorium kandungan Coliform pada air minum. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit diare, sumber air minum, pengolahan air minum, serta kandungan Coliform dengan kejadian stunting, sedangkan riwayat ISPA, kecacingan, TBC, dan penyimpanan air minum tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa sumber air minum merupakan faktor paling dominan yang berpengaruh terhadap kejadian stunting. Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya penurunan stunting tidak cukup hanya dengan intervensi gizi, tetapi harus diintegrasikan dengan program penyediaan air minum yang layak, pengawasan kualitas air secara berkala, serta pengendalian penyakit infeksi, khususnya diare. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas air minum dan pencegahan penyakit infeksi, khususnya diare, sangat penting dalam upaya penurunan stunting.
Flood Operation Pattern on Gated and Free-Flow Spillways of Tiu Suntuk Dam, West Sumbawa Regency Supriyanto, Angga; Suharyanto, Suharyanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5327

Abstract

This study aims to assess the storage capacity and determine the effectiveness of gate operation in flood routing at Tiu Suntuk Dam. The analysis was conducted using the HEC-HMS hydrological model with a reservoir routing approach to simulate the relationship between inflow, outflow, and changes in reservoir water level (RWL) under various gate operation scenarios. The results from the supervision consultant indicate that the total storage capacity of the dam is 60.86 million m³, with an effective volume of 57.34 million m³ and a flood control storage of 13.51 million m³. Four gate operation scenarios were tested, combining fully open and closed conditions at initial water levels of +89.00 m (spillway gate sill) and +93.50 m (crest of the free-flow spillway). Additionally, an Early Warning System (EWS) with three alert levels (green, yellow, and red) has been established to anticipate emergency conditions. The best scenario was obtained under the closed-gate condition at RWL +89.00 m, achieving a 100% reduction in flood discharge for Q25 and maintaining dam safety against Q1000 (with a freeboard of 5.30 m). In contrast, the open-gate condition at RWL +93.50 m would result in downstream flooding, as the outflow discharge exceeds the bank full capacity; therefore, this scenario is not recommended for spillway gate operation. Overall, the study concludes that a well-planned gate operation system and an effective EWS can ensure dam safety and optimize its function as a flood control structure in the Tiu Suntuk watershed.
Kedudukan Rekam Medis Elektronik Sebagai Objek Hukum Kebendaan dalam Perspektif KUH Perdata Murtianingsih, Ninik Tri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5334

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi rekam medis konvensional menjadi rekam medis elektronik yang berbasis digital. Perubahan ini menimbulkan persoalan yuridis terkait kedudukan hukum rekam medis elektronik, khususnya mengenai apakah rekam medis elektronik dapat dikualifikasikan sebagai objek hak kebendaan menurut KUH Perdata. Rekam Medis Elektronik memiliki karakteristik ganda: wadah digital (file, database, sistem elektronik) yang merupakan benda tidak berwujud, dan isi berupa informasi medis pasien yang merupakan data pribadi sensitif yang dilindungi oleh hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan rekam medis elektronik sebagai objek hukum kebendaan dalam perspektif KUH Perdata. Penelitian  ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yang dilakukan dengan menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wadah digital rekam medis elektronik memenuhi unsur sebagai benda tidak berwujud yang dapat menjadi objek hak kebendaan, sementara informasi medis yang dikandungnya bukan objek hak kebendaan karena merupakan hak privasi pasien yang bersifat personal dan tidak dapat dialihkan.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekam medis elektronik memiliki dualisme status hukum: wadah digitalnya dapat dikualifikasikan sebagai benda tidak berwujud yang menjadi objek hak milik fasilitas pelayanan kesehatan, sedangkan informasi medis pasien di dalamnya tetap melekat sebagai hak privasi yang dilindungi undang-undang dan tidak dapat diperlakukan sebagai objek kebendaan.
Peran Komunikasi dalam Meningkatkan Pemahaman Denah Jawa Barat di Museum Sri Baduga Raihan Mahardika, Fadane; Putri, Idola Perdini
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5365

Abstract

Museum Sri Baduga sebagai lembaga pendidikan informal memiliki peran strategis dalam menyampaikan sejarah dan budaya Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana komunikasi pemandu museum memengaruhi pemahaman pengunjung terhadap koleksi denah Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei dan choice experiment. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan wawancara terhadap 76 responden yang mayoritas merupakan pelajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memahami isi denah secara lebih baik setelah mendapatkan penjelasan langsung dari pemandu. Selain itu, media digital juga terbukti mendukung proses pemahaman visual, khususnya bagi pengunjung dari generasi muda. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal dan kelompok memainkan peran penting dalam proses edukasi museum. Media digital bukan menjadi pengganti peran pemandu, melainkan pelengkap yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, saran yang diajukan adalah pengembangan model komunikasi hybrid yang menggabungkan narasi pemandu dan media digital secara seimbang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan menarik di lingkungan museum.
Mewariskan Bisnis Melalui Komunikasi: Studi Kasus pada Loenpia Gang Lombok Semarang Fadhila, Husna; Bajari, Atwar; Rizal, Edwin
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5428

Abstract

Fenomena kegagalan suksesi, yang sering disebut "kutukan generasi ketiga" (fubu guo san dai), menunjukkan suksesi bukan hanya masalah teknis tetapi juga proses kompleks yang melibatkan hubungan interpersonal, emosi, dan yang terpenting, pewarisan nilai bisnis. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan literatur dengan mengkaji secara mendalam bagaimana komunikasi berperan dalam pewarisan nilai bisnis, khususnya di sektor kuliner tradisional, dengan mengambil kasus Loenpia Gang Lombok Semarang yang telah berhasil bertahan hingga lima generasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam dengan informan kunci (generasi kelima pengelola saat ini dan kerabat yang juga berbisnis lumpia), serta kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bisnis utama yang diwariskan dan menjadi kunci keberlanjutan Loenpia Gang Lombok adalah: Konsistensi: Menjaga kualitas resep warisan, mempertahankan citra rasa, dan menggunakan pengemasan tradisional (besek), serta keputusan untuk tidak membuka cabang dan berfokus pada satu tempat. Kejujuran dan Transparansi: Proses memasak dilakukan di tempat dan dapat dilihat langsung oleh pelanggan, serta kejujuran dalam menangani komplain. Adaptasi Bertahap: Melakukan penyesuaian operasional seperti bergabung dengan layanan pesan antar (GrabMart) dan mengubah bahan bangunan, terutama sebagai respons terhadap tantangan seperti Pandemi COVID-19. Kesimpulannya, keberhasilan Loenpia Gang Lombok mengatasi tantangan suksesi terletak pada komitmen teguh terhadap nilai konsistensi, kejujuran, dan transparansi yang didukung oleh pola komunikasi antargenerasi yang baik dan kemampuan beradaptasi secara bertahap dengan teknologi modern. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi bisnis keluarga lain yang menghadapi tantangan serupa.
Relevansi Maq??id Syari’ah terhadap Kontroversi Perilaku Merari’ di Kabupaten Sumbawa: Telaah Kritis atas Praktek Sosial dan Legitimasi Hukum Adat dan Hukum Islam Arifin, Ahmad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5489

Abstract

Penelitian ini menganalisis relevansi Maq??id Syar?‘ah terhadap prilaku Merari’—tradisi kawin lari tanpa restu keluarga—di Kabupaten Sumbawa. Fokus kajian diarahkan pada praktik dan mekanisme penyelesaiannya, pandangan tokoh adat–agama serta pelaku, dan peluang integrasi hukum adat–Islam. Metode kualitatif sosio-legal diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan di tiga kecamatan; data dianalisis tematik dengan peta lima maq??id (?if? al-d?n, al-nafs, al-?aql, al-nasl/al-?ir?, al-m?l). Hasil mengidentifikasi pendorong utama Merari’: beban ekonomi uang pabeli, penolakan lamaran, tekanan sosial, dan kehamilan pranikah. Penyelesaian lazimnya melalui musyawarah adat (mis. bakatoan/tokal basai) yang ditindaklanjuti pencatatan nikah. Analisis maq??id menunjukkan maslahat tingkat ?ar?riyy?t lebih dominan daripada mafsadah tingkat ??jiyy?t/ta?siniyy?t: legalisasi perkawinan melindungi agama dan nasab/?ir?, mediasi menekan eskalasi konflik yang mengancam jiwa; sementara risiko pada ?aql (ketidakdewasaan) dan m?l (denda/biaya) dimitigasi lewat verifikasi persetujuan, pendampingan keluarga, dan penyesuaian beban ekonomi. Secara teoretis, studi ini memformulasikan maq??id sebagai model penilaian sekaligus kerangka mediasi adat-syar‘i dalam konteks Indonesia; secara praktis, direkomendasikan penguatan edukasi dan pencatatan nikah serta pembentukan balai mediasi adat-syar‘i untuk mengharmoniskan adat dan hukum Islam. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan mengembangkan penggunaan Maq??id Syari’ah sebagai kerangka analisis operasional dalam menilai praktik adat perkawinan Merari’, khususnya melalui penimbangan aspek maslahat dan mafsadah berdasarkan hirarki maq??id.
High Profile Sports: Healthy Or Deathly (Financially)? Halim, Jessica; Teofilus, Teofilus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5611

Abstract

The rise of high-profile sports (HPS), such as padel, tennis, golf, and other elite activities, continues to grow globally and in Indonesia, driven by lifestyle trends, community-based exercise culture, and the growing emphasis on health as reflected in SDG 3. This study investigates the determinants of individuals' intention to try HPS by examining the roles of social acceptance, fear of missing out (FOMO), and sport literacy. Primary data were obtained from an online survey involving 211 respondents who had experience participating in HPS. The four variables were measured using Likert scales and analyzed through exploratory factor analysis (EFA) and confirmatory factor analysis (CFA), followed by moderated regression analysis using PROCESS Macro Model 3. The results indicate that sport literacy significantly predicts intention to try (p = 0.0106). Furthermore, FOMO significantly moderates the relationship between social acceptance and intention to try (p = 0.0364). Conversely, social acceptance (p = 0.7724), FOMO (p = 0.9239), and all interaction terms involving sport literacy were non-significant. These findings suggest that intention to try HPS is shaped by both sport literacy as a direct predictor and psychosocial dynamics, particularly FOMO, which strengthens the influence of social acceptance.
Kerangka Tata Kelola, Internasionalisasi, dan Digitalisasi untuk Meningkatkan Reputasi Global Perguruan Tinggi Indonesia Hafidudin, Hafidudin; Rahayu, Agus; Senen, Syamsul Hadi; Sofia, Alfira
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i3.5657

Abstract

Persaingan global antar perguruan tinggi semakin ketat dengan percepatan transformasi digital di perguruan tinggi. Studi sebelumnya sebagian besar menganalisis tata kelola dan internasionalisasi secara terpisah, memberikan perhatian terbatas pada bagaimana digitalisasi menghubungkan dan memperkuat faktor-faktor ini. Kurangnya integrasi ini telah menciptakan kesenjangan penelitian dalam memahami bagaimana kualitas tata kelola, kolaborasi internasional, dan inovasi teknologi bersama-sama mempengaruhi reputasi perguruan tinggi, terutama dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia. Studi ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan dan menguji Model GID (Governance– Internationalization–Digitalization) untuk menjelaskan bagaimana ketiga elemen ini berinteraksi untuk membentuk reputasi kelembagaan. Dengan menggunakan desain eksplanasi berurutan metode campuran, penelitian ini menggabungkan data panel kuantitatif dari sepuluh perguruan tinggi Indonesia (2020–2024) dengan validasi kualitatif dari wawancara dengan pemimpin akademisi. Hasil dari regresi efek tetap dan pemodelan persamaan struktural (SEM) menunjukkan bahwa tata kelola memiliki pengaruh terkuat terhadap reputasi global (? = 0,42, p < 0,001), digitalisasi (? = 0,35, p < 0,01) dan internasionalisasi (? = 0,29, p < 0,05). Digitalisasi juga meningkatkan pengaruh tata kelola, menunjukkan bahwa kematangan digital memperkuat kinerja dan visibilitas kelembagaan. Model GID yang divalidasi memperluas kerangka kerja Universitas Kelas Dunia dengan mengintegrasikan transformasi digital sebagai pendorong utama daya saing. Hal ini secara praktis menawarkan peta jalan bagi pembuat kebijakan dan pemimpin perguruan tinggi untuk merancang sistem tata kelola berbasis data yang mendorong transparansi, inovasi, dan kolaborasi global.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue