cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,349 Documents
Strengthening Self-Management among Older Adults at Jubilee Home Penang, Malaysia: An Organizational Behavior Perspective Alice Erni Husein; Daniel Cassa Agustinus
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5594

Abstract

This community service article reports a behavior-based intervention aimed at strengthening self-management among older adults residing at Jubilee Home Penang, Malaysia. Drawing on organizational behavior and self-regulation theory, the program responds to the growing need for psychosocial empowerment of older adults in institutional care settings. The intervention was designed using a participatory approach and implemented through four stages: initial behavioral assessment, structured educational sessions, guided self-reflection and practice, and qualitative evaluation. Data were collected through systematic observation, facilitator field notes, and participant feedback. The findings demonstrate meaningful improvements in self-awareness, emotional regulation, daily activity structuring, and perceived personal control among participants. This article offers novelty by extending organizational behavior concepts traditionally applied in workplace contexts into community service for older adults, positioning them as active agents of behavioral regulation. The program contributes a theoretically grounded and replicable model of community service that emphasizes behavioral agency and self-efficacy in later life
Peran Komunikasi Internal Karyawan dalam Meningkatkan Kinerja di PT Banua Putra Selaras Dinda Elissa Agustina; Farissa Avikass Borneta; Ira Setyowati; Nisrina Rahmah Hayati; Decky C kananto Lihu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5595

Abstract

Komunikasi internal merupakan elemen penting dalam mendukung efektivitas organisasi dan peningkatan kinerja karyawan. Dalam konteks organisasi operasional, efektivitas komunikasi internal berpengaruh langsung terhadap koordinasi kerja dan ketepatan pelaksanaan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan pola komunikasi internal, peran komunikasi internal dalam meningkatkan kinerja karyawan, serta hambatan komunikasi yang terjadi di PT Banua Putra Selaras. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci, yaitu Direktur, Kepala Gudang, dan Asisten Gudang PT Banua Putra Selaras. Analisis penelitian mengacu pada teori komunikasi organisasi Pace dan Faules (2010) yang mencakup komunikasi vertikal, komunikasi horizontal, iklim komunikasi organisasi, dan komunikasi dua arah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi vertikal telah digunakan dalam penyampaian visi, kebijakan, dan instruksi kerja, namun cenderung bersifat satu arah dan belum diimbangi dengan mekanisme umpan balik yang memadai di tingkat operasional. Kondisi ini ditandai dengan masih terjadinya kesalahan pencatatan dan pengelolaan stok serta ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, komunikasi horizontal menjadi kelemahan utama, terutama dalam koordinasi antar karyawan gudang yang belum terstruktur, sehingga memengaruhi akurasi data dan kelancaran proses kerja. Penelitian ini juga menemukan bahwa iklim komunikasi organisasi belum sepenuhnya mendukung keterbukaan, karena masih adanya budaya kerja yang berorientasi pada pencarian kesalahan individu, sehingga menghambat inisiatif karyawan dalam menyampaikan kendala kerja. Oleh karena itu, penguatan komunikasi dua arah yang disertai umpan balik berkelanjutan dan evaluasi berbasis proses kerja menjadi strategi penting untuk meningkatkan koordinasi kerja dan kinerja karyawan secara berkelanjutan.
Analisis Komunikasi Intrapersonal dan Self-Actualization Santiago pada Novel the Old Man and the Sea Bella Talia; Muh Ruslan Ramli
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5596

Abstract

Komunikasi intrapersonal adalah proses komunikasi internal yang membantu membentuk kesadaran dan makna dari pengalaman hidup individu. Salah satu bentuk komunikasi intrapersonal adalah self-talk, yang merupakan dialog batin individu untuk merespons situasi internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai bentuk komunikasi intrapersonal melalui self-talk dan menafsirkan bagaimana self-actualization ditunjukkan oleh tokoh Santiago dalam novel The Old Man and the Sea karya Ernest Hemingway. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretatif dan metode analisis teks. Data bersumber dari edisi terjemahan bahasa Indonesia novel The Old Man and the Sea yang diterbitkan pada 2025, dan dianalisis melalui penyimakan teks, pencatatan data, pengelompokan berdasarkan kategori self-talk, serta interpretasi karakteristik self-actualization berdasarkan teori Abraham Maslow McLeod, 2025. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk self-talk, yaitu inner dialogue, spontaneous self-talk, goal-directed self-talk, dan mixed spontaneous and goal-directed organic self-talk, dengan dominasi goal-directed self-talk. Selain itu, ditemukan karakteristik self-actualization berupa problem-centered orientation, efficient perception of reality, acceptance of self, dan strong ethical and moral standards. Temuan ini menunjukkan bahwa self-actualization Santiago direpresentasikan sebagai proses kesadaran diri yang bersifat kontekstual dan reflektif, serta muncul secara organik dari kesadaran internal tokoh, bukan sebagai hasil intervensi eksternal.
Strategi Community Relations Perusahaan Migas dalam Membangun Sustainability Relations (Studi Kasus: Program Simba Kuat di Desa Keluang, Kabupaten Banyuasin) Eka Prihartono; Erna Febriani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi community relations PT Pertamina EP (PEP) Ramba Field dalam membangun hubungan keberlanjutan (sustainability relations) melalui program SIMBA KUAT (Sinergi Ramba Field Menuju Keluang Bersih dan Sehat) di Desa Keluang, Kabupaten Banyuasin. Industri hulu migas menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan target profit dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan demi menjaga legitimasi operasional (social license to operate). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal-terjalin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan key informant dari perusahaan, masyarakat penerima manfaat, dan pemerintah daerah, serta melalui observasi partisipatif dan analisis dokumentasi. Kerangka teoretis yang digunakan adalah Teori Salience Stakeholder (kekuasaan, legitimasi, urgensi) dan konsep Triple Bottom Line (3P: People, Planet, Profit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. PEP Ramba Field mengimplementasikan strategi community relations melalui tiga tahapan utama: membangun hubungan kepercayaan berkelanjutan, mengelola isu dan kekhawatiran komunitas, serta memanfaatkan program dukungan untuk membangun kepercayaan. Program SIMBA KUAT berhasil mengintegrasikan aspek sosial melalui peningkatan kapasitas kesehatan dan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT), aspek lingkungan melalui pengelolaan bank sampah, serta aspek ekonomi melalui penciptaan peluang pendapatan baru bagi masyarakat. Strategi ini terbukti berkontribusi signifikan terhadap pembangunan sustainability relations yang didasarkan pada kemandirian masyarakat dan kepercayaan timbal balik, sehingga memperkuat posisi perusahaan di wilayah operasi.
Underage Marriage Society 5.0 Perspective of Madzhab Syafi'i Fiqh and Marriage Law in Indonesia Anwar Harianto; Moh. Muhibbin; Budi Parmono
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5601

Abstract

Legal marriage is an absolute obligation according to Islamic teaching. However, these noble intentions often do not meet expectations if the husband and wife, or one of the partners, does not yet possess both physical and mental maturity. This unpreparedness can occur when someone marries while underage a phenomenon increasingly linked to the intensive use of gadgets by children in the Society 5.0 era. This research aims to determine the ruling on underage marriage in Society 5.0 according to the Shafi'i madhhab, as well as its relevance to Indonesian Marriage Law. The method used was normative legal research (library research), with primary materials drawn from the fiqh books of the Shafi'i school and Law No. 16 of 2019. The results show that underage marriage in Society 5.0 is considered valid (permissible) by the Shafi'i school, provided that a girl has reached the age of 15 or shows signs of puberty (menstruation or armpit hair growth), and for boys, the onset of wet dreams. The connection between the Shafi'i school and the Marriage Law lies in the age limit: the Shafi'i school sets the minimum age at 15 years, while the Marriage Law sets it at 19 years. Both regulations serve as legal justification for marriage dispensation. The conclusion is that underage marriage according to the Shafi'i school is valid by prioritizing maslahah, and the correlation between the two legal systems can be used to address cases of underage marriage in Society 5.0.
Evaluasi Sistem Informasi Rapor SP Menggunakan Metode Pieces dan Metode Topsis (Studi Kasus SMKN 1 Kuta Selatan) Ni Kadek Erna Supriathi; I Gede Aris Gunadi; Sariyasa Sariyasa
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5614

Abstract

Penilaian hasil belajar dalam pendidikan bertujuan untuk menyeimbangkan antara peningkatan capaian hasil belajar siswa dan proses perkembangan pembelajaran, dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Rapor Satuan Pendidikan (Rapor SP), sebagai sistem informasi yang digunakan pada tingkat sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas, kejuruan, dan pendidikan khusus, belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian guru masih memerlukan pendampingan dalam penggunaan sistem tersebut, dan pada periode tertentu seperti akhir semester, aplikasi sering mengalami kendala, seperti akses yang lambat serta proses login yang kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap permasalahan implementasi Aplikasi E-Rapor SP di SMKN 1 Kuta Selatan dengan menggunakan metode PIECES untuk mengidentifikasi kelemahan sistem, serta menentukan dan memprioritaskan rekomendasi solusi perbaikan yang paling efektif dan efisien menggunakan metode TOPSIS. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner dengan skala Likert, wawancara, dan diskusi yang dianalisis menggunakan metode PIECES dan metode TOPSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas utama rekomendasi perbaikan ditetapkan pada tiga solusi, yaitu penerapan sistem pencadangan data (backup) mendekati waktu nyata (near real-time) (A2), penguatan sosialisasi pengisian data email untuk proses reset password (A13), serta penerapan validasi format input secara otomatis (A10). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa perbaikan pada infrastruktur sistem (stabilitas, keamanan, dan kualitas data) merupakan prasyarat yang lebih mendesak dan efektif (prioritas A2) dibandingkan dengan solusi berupa bimbingan teknis atau sosialisasi semata.
Peran Kepercayaan Memediasi Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembiayaan di True Finance I Gusti Bagus Sudarsana; Ni Luh Wayan Sayang Telagawathi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan persepsi harga terhadap keputusan pembiayaan, serta menguji peran kepercayaan sebagai variabel mediasi pada PT. TRUE Finance Cabang Singaraja. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena tingginya sensitivitas nasabah terhadap skema pembiayaan di tengah persaingan industri multifinance. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 120 responden nasabah aktif yang didominasi oleh sektor perdagangan dan perkebunan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembiayaan. Persepsi harga ditemukan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan kualitas pelayanan. Temuan krusial penelitian ini membuktikan bahwa kepercayaan secara signifikan memediasi hubungan antara kualitas pelayanan dan persepsi harga terhadap keputusan pembiayaan. Hal ini mengimplikasikan bahwa strategi harga yang kompetitif dan pelayanan yang responsif efektif dalam membangun rasa percaya, yang berfungsi mereduksi risiko persepsi nasabah sebelum memutuskan pengambilan kredit.
Mutu Organoleptik dan Kadar Protein Kue Bolu Berbahan Tepung Ubi Kayu dengan Substitusi Tepung Kedelai Irma Eva Yani; Syukri Rahmad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5630

Abstract

Kue bolu merupakan makanan tradisional yang terbuat dari tepung terigu yang sangat disukai oleh semua masyarakat. Konsumsi tepung terigu yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan terutama bagi mereka yang memiliki penyakit celiac, intoleransi gluten non celiac seperti anak autis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi mutu organoleptik dan kadar protein kue bolu berbahan tepung ubi kayu dengan substitusi tepung kedelai. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 1 kontrol dan 3 perlakuan dengan 2 kali pengulangan. Rancangan meliputi  tepung kedelai : tepung ubi kayu : tepung terigu masing-masing B=25:65:60, C=30:60:60, D=35:55:60. Data mutu organoleptik diperoleh melalui uji hedonik, sedangkan data kadar protein di analisis dengan metode Kjedal. Hasil perlakuan terbaik dari kue bolu berbahan tepung ubi kayu dengan substitusi tepung kedelai yaitu pada perlakuan B dengan perbandingan tepung ubi kayu dan tepung kedelai sebesar 65 gr : 25 gr dan kadar protein 17,4%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kue bolu berbahan tepung ubi kayu dengan substitusi tepung kedelai sebanyak 25 gram dari segi rasa, warna, aroma dan tekstur masih dapat diterima dengan baik oleh panelis.
Implementation of the HACCP Food Safety Management System in Ensuring the Quality of Taiyaki Products: A Field Study in the Japanese Food Industry Fajar Apriansyah Ramlan; Kiki Sanjaya; Alchamdani Alchamdani; Stefiani Bengan Laba
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5644

Abstract

Bakery products with cream fillings, such as Mini Taiyaki, are highly susceptible to microbiological hazards, particularly at the post-heating stage, and therefore require stringent process controls to ensure product safety and quality. This study aims to analyze the implementation of the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) system along the Mini Taiyaki production line based on field data collected during an internship programme. The scope includes hazard analysis, identification of critical control points, determination of critical limits, monitoring and corrective action mechanisms, as well as the planning of microbiological verification and documentation. The study adopts a descriptive case study design focusing on a single production line, with data collected through structured observations across all process stages, review of standard operating procedures and production records, directed interviews with operators and quality assurance personnel, and the development of a microbiological verification plan covering finished products, cream fillings, the packaging environment, operators’ hands, air, and process water. Hazard analysis was conducted using a probability–severity matrix to determine hazard significance, while the identification of critical control points employed a decision tree adapted to the characteristics of the process. The results indicate that the dominant hazards are biological in nature, with five main critical control points identified: baking, rapid cooling, metal detection, packaging hygiene, and finished product storage. The system design emphasizes microbial elimination, prevention of microbial growth, and avoidance of recontamination. Consistent implementation with disciplined monitoring, corrective actions, microbiological verification, and FSMS integration strengthens sustainable safety and quality assurance for Mini Taiyaki
Fostering Innovation Resilience in Craft SMES: The Role of Triple Helix Collaboration and Toe Readiness in Indonesia Etwin Fibrianie Soeprapto; Sri Gunani Partiwi; Retno Widyaningrum; Andri Kurniawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5646

Abstract

This research investigates the interaction between Triple Helix capability, Technology–Organization–Environment (TOE) readiness, organizational ambidexterity, and organizational resilience in enhancing innovation performance and achieving sustainable competitive advantage among craft-based Small and Medium Enterprises (SMEs) in East Kalimantan, Indonesia. This study aims to examine the collective influence of TOE readiness, organizational ambidexterity, and organizational resilience on innovation performance, assess the direct impact of TOE readiness, and investigate the mediating roles of ambidexterity and resilience. A quantitative research approach was employed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with data collected from 154 SME respondents. The study assessed the measurement model’s validity and reliability, evaluated structural relationships, and applied Importance–Performance Map Analysis (IPMA) to identify strategic priorities for SME development. The results reveal that Triple Helix capability, TOE readiness, organizational ambidexterity, and organizational resilience significantly and positively influence SME innovation performance. TOE readiness acts as a complementary partial mediator between Triple Helix capability and innovation performance, while ambidextrous organization and resilience strengthen SMEs’ adaptive capacity in dynamic market environments. IPMA results highlight TOE readiness as the primary construct requiring improvement to enhance innovation outcomes. Findings emphasize the need for continuous collaboration between government, academia, and industry to strengthen digital readiness, promote innovation capability, and ensure sustainable SME competitiveness. This study contributes a comprehensive integrative model linking the Triple Helix framework with TOE readiness and internal organizational capabilities—an area still limited in developing-country SME contexts—offering both theoretical enrichment and practical strategies for sustainable innovation-driven growth.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue