Kompetensi: Jurnal Bahasa Dan Seni
The Scientific Journal of Language and Art is a scientific journal with a scope of language, culture, art and literature including its learning methods and theories that are published online every month. KOMPETENSI carries efforts to disseminate scientific ideas and the best learning practices in order to improve, the quality of science, and the dissemination of knowledge and technology for students, lecturers and observers of science in the scope of the fields of language and art as well as literature and culture. KOMPETENSI articles in the form of research results, or the results of studies and reflections on practices and learning methods related to language, literature, art, culture and teaching that have never been published before.
Articles
440 Documents
ANALISIS KEGIATAN PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK KOLINTANG
Kawengian, Precilia Christina Claudia;
Sunarmi, Sri;
Kaunang, Meyny
KOMPETENSI Vol. 3 No. 11 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v3i11.6569
Kolintang adalah alat musik khas daerah Minahasa Sulawesi Utara yang dimainkan dalam kelompok Pembelajaran tentang alat musik kolintang menjadi bagian dari pembelajaran Seni Musik di berbagai tingakatan pendidikan formal di Sulawesi Utara termasuk di SMP Negeri 2 Tondano Penelitian ini dirancang untuk mendeskripsikan pembelajaran ekstrakurikuler musik kolintang di SMP Negeri 2 Tondano Penelitian deskriptip kualitatif dengan teknik pengumpulan data seperti observasi wawancara dan dokumentasi diimplementasikan oleh peneliti dalam kajian ini Teknik analisis data menggunakan pendekatan musikologi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran ekstrakurikuler kolintang dilakukan dengan menggukanan pendekatan PAIKEM Melalui pendekatan tersebut para peserta dapat mempelajari berbagai genre musik dalam permaianan kolintang Ekstrakurikuler kolintang di SMP Negeri 2 Tondano juga memungkin para pesertanya untuk bisa tampil di berbagai kegiatan seperti pelayanan di gereja dan festival atau perlombaan < p>
TEKNIK PEMBUATAN DAN PENYETEMAN ALAT MUSIK BAMBU TROMBON PADA GRUP MUSIK BAMBU GEMPITA KAUHIS KECAMATAN MANGANITU
Kansil, Rivan;
Sunarmi, Sri;
Kaunang, Meyny
KOMPETENSI Vol. 3 No. 11 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v3i11.6580
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi teknik pembuatan dan penyeteman musik bambu trombon dalam konteks Grup Musik Bambu Gempita Kauhis Kecamatan Manganitu Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana alat musik ini dibuat menggunakan bahan utama bambu batik atau yang dikenal sebagai Kalaeng atau kalaeng sina oleh masyarakat Sangihe Bambu batik ini yang umumnya digunakan untuk keperluan rumah tangga menjadi bahan dasar yang penting dalam pembuatan alat musik trombon di kampung Kauhis Konsep teori yang menjadi landasan penelitian ini diambil dari Christ dan Richard Delone sebagaimana terdokumentasikan dalam buku Hanefi Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melibatkan rangkaian kegiatan dan proses penyaringan data yang sewajarnya untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai teknik pembuatan dan penyeteman musik bambu trombon di konteks Grup Musik Bambu Gempita Kauhis Kecamatan Manganitu Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa di Sangihe terdapat beragam jenis Musik Tradisional termasuk Musik Bambu Melulu yang memiliki tempat tersendiri di kampung Kauhis Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang keberagaman musik tradisional khususnya dalam aspek teknik pembuatan dan penyeteman musik bambu trombon di lingkungan Grup Musik Bambu Gempita Kauhis < p>
ANALISIS STRATEGI DAN INOVASI PEMBELAJARAN SENI MUSIK
Lalamentik, Fredo Ronaldo;
Kaunang, Meyny;
Latuni, Glenie
KOMPETENSI Vol. 3 No. 11 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v3i11.6601
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi inovasi pembelajaran seni musik di SMA Negeri 1 Kotamobagu Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Musikologi Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pengelolaan kegiatan termasuk penyampaian materi penggunaan peralatan dan media serta penentuan bahan dan waktu Selain itu strategi berbasis masalah SPMB juga diadopsi sebagai metode pembelajaran di kelas Terdapat lima komponen yang ikut serta dalam strategi pembelajaran yaitu tujuan pembelajaran materi pembelajaran metode media dan evaluasi Selain strategi penelitian ini juga mengidentifikasi tiga model inovasi pembelajaran yang diterapkan yaitu inovasi pembelajaran kuantum inovasi pembelajaran kompetensi dan inovasi pembelajaran kontekstual Temuan ini memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana guru seni musik di SMA Negeri 1 Kotamobagu menghadapi tantangan pembelajaran dan mengembangkan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa < p>
TRADISI BERSYUKUR PADUNGKU SEBAGAI KEARIFAN DAERAH MASYARAKAT ETNIK PAMONA POSO DAN IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DAERAH
Banatau, Vinca Evalda;
Katuuk, Kamajaya Al;
Polii, Intama Jemy
KOMPETENSI Vol. 3 No. 11 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v3i11.6737
Penelitian ini bertujuan untuk 1 menemukan dan mendeskripsikan tahapan tahapan yang harus dilalui oleh masyarakat etnik Pamona Poso sebelum memasuki masa panen raya Padungku< em> 2 mendeskripsikan nilai nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Padungku< em> dan 3 mendeskripsikan implikasi dari tradisi Padungku< em> terhadap pembelajaran sastra daerah Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan dua tokoh adat Pamona Poso dari desa Kasiguncu sebagai sumber data Penelitian ini dilaksanakan melalui teknik wawancara observasi dan dokumentasi dengan analisis isi sebagai teknik analisis data Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan tahapan yang dilalui oleh masyarakat Pamona Poso sebelum memasuki masa panen raya Padungku< em> melibatkan prosesi awal seperti Mesale< em> Molanggo< em> mosangki< em> mangore dan mencapai tahap akhir pada Padungku< em> Selain itu nilai nilai kearifan daerah yang terkandung dalam tradisi ini mencakup nilai religi nilai kebersamaan atau gotong royong dan nilai toleransi Implikasi dari tradisi Padungku< em> terhadap pembelajaran sastra daerah adalah peningkatan wawasan dan pengetahuan mengenai makna sebuah tradisi Tradisi ini tidak hanya dirayakan melainkan juga melibatkan prosesi yang kaya makna Oleh karena itu penting untuk mengemasnya dalam sebuah tulisan komprehensif agar keberadaan tradisi Padungku< em> dikenal oleh masyarakat Pamona Poso dan dapat diajarkan sebagai referensi pembelajaran sastra daerah Hal ini dapat dilakukan sedini mungkin untuk mendukung pelestarian tradisi tersebut < p>
ANALISIS KESALAHAN PEMBENTUKAN KALIMAT PERFEKT PADA TULISAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JERMAN DI FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI MANADO FBS UNIMA
Angelia, Ririn;
Rimbing, Johanna;
Kojongian, Prilimercy E.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 3 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i3.6738
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis jenis kesalahan pembentukan kalimat Perfekt < em>serta mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi terjadinya kesalahan kesalahan tersebut ditinjau melalui siasat Taksonomi permukaan Metode deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan untuk penelitian ini Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNIMA semester VIII Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang terdapat dalam pembentukan kalimat Perfekt < em>ialah kesalahan penggunaan Hilfsverb< em> haben< em> dan sein< em> serta kesalahan dalam meletakkan posisi Hilfsverb haben< em> dan sein < em>Faktor faktor yang melatarbelakangi kesalahan kesalahan tersebut yaitu Intralingual errors Interlingual errors < em> dan ketidakcermatan mahasiswa Penelitian ini mengimplikasikan bahwa dalam hal meminimalisir kesalahan pembentukan kalimat Perfekt < em>bahasa Jerman diperlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan kemampuan mahasiswa semester VIII Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman Oleh karena itu pengajaran kaidah kaidah bahasa Jerman haruslah disajikan dengan lebih variatif dan berulang ulang khususnya dalam pembelajaran bentuk Partizip Perfekt < em>untuk regelm igen verben und unregelm igen verben< em> Selain itu pengajar juga perlu memberikan penjelasan yang lebih mendetail mengenai penggunaan Hilfsverb haben und sein < em>agar Mahasiswa tidak keliru dalam membentuk kalimat Perfekt < em>bahasa Jerman Mahasiswa harus lebih serius dan cermatdalam mempelajari kaidah kaidah bahasa Jerman agar dapat lebih baik lagi dalam menguasainya < p>
KAJIAN MORFOSINTAKSIS TERHADAP KESALAHAN BERBAHASA PADA GURU BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA
Biahimo, Juriawati;
Paath, Ruth C.;
Monoarfa, Susan
KOMPETENSI Vol. 4 No. 2 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i2.6765
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kawangkoan Kabupaten Minahasa dari sudut pandang kajian morfosintaksis Penelitian kualitatif ini disusun dengan menggunakan strategi subyektif informatif Observasi pencatatan dan dokumentasi merupakan metode pengumpulan data Lima guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kawangkoan adalah sumber data dalam penelitian in Data yang diperoleh dianalasis dengan menggunakan teknik analisis isi yang meliputi tahapan: reduki data penyajian data verifikasi dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kawangkoan melakukan kesalahan berbahasa ditinjau dari sudut pandang kajian morfosintaksis Kesalahan bahasa dalam bidang morfologi yang ditemukan adalah kata tidak baku kesalahan permintaan kata dan kata relasional yang salah Kalimat kalimat tidak beraturan serta kalimat kalimat yang terbagi atas predikat mengandung kesalahan sintaksis Pengguna bahasa faktor lingkungan dan faktor pengaruh bahasa daerah merupakan faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa Indonesia < p>
ANALISIS MORFOLOGIS TERHADAP PROSES PEMBENTUKAN FUKUGOUGO KATA MAJEMUK YANG BERUNSUR KATA ME DAN MOKU
Mangkerene, Gabriela Febrina;
Soidi, Orestis;
Najoan, Franky R.
KOMPETENSI Vol. 3 No. 11 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v3i11.6779
Bahasa berperan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan maksud dan tujuan antara pembicara dan lawan bicara Suatu bahasa memiliki struktur kata yang membentuk makna Salah satu jenis kata yang menarik perhatian adalah kata majemuk atau fukugougo yang terbentuk dari penggabungan dua atau lebih kata Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses terbentuknya fukugougo dan menentukan kelas kata yang dihasilkan dari penggabungan tersebut Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 data yang dianalisis terjadi penggabungan unsur unsur seperti N N N V N Akhiran V N Akhiran N N V=Adj N N=V N V=Adv Kelas kata yang dihasilkan dari penggabungan ini dapat mengikuti salah satu atau kedua kelas kata awal atau bahkan tidak mengikuti satupun dari kelas kata awalan Bahasa berperan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan maksud dan tujuan antara pembicara dan lawan bicara Suatu bahasa memiliki struktur kata yang membentuk makna Salah satu jenis kata yang menarik perhatian adalah kata majemuk atau fukugougo yang terbentuk dari penggabungan dua atau lebih kata Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses terbentuknya fukugougo dan menentukan kelas kata yang dihasilkan dari penggabungan tersebut Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 data yang dianalisis terjadi penggabungan unsur unsur seperti N N N V N Akhiran V N Akhiran N N V=Adj N N=V N V=Adv Kelas kata yang dihasilkan dari penggabungan ini dapat mengikuti salah satu atau kedua kelas kata awal atau bahkan tidak mengikuti satupun dari kelas kata awalan < p>
MAKNA RUMAGIS WALE ADAT ETNIS TOMBULU DESA KEMBES DAN IMPLIKASINYA TERHADAP GENERASI MUDA
Lengkong, Atika Andreyna;
Polii, Intama J.;
Wantania, Theresye
KOMPETENSI Vol. 4 No. 10 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/60hvfa58
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna rumagis wale < em>dari aspek tuturan dalam bentuk doa meliputi: makna budaya makna religius makna bahasa adat etnis Tombulu di Desa Kembes Mendeskripsikan implikasi hasil penelitian makna rumagis wale< em> terhadap generasi muda Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Untuk mengumpulkan data maka digunakan teknik observasi teknik wawancara mendalam dan teknik analisis data Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa dalam makna rumagis wale< em> dari aspek tuturan dalam bentuk doa terdapat 3 makna yaitu makna budaya makna religius dan makna bahasa Berdasarkan hasil analisis makna budaya rumagis wale< em> dari aspek tuturan dalam bentuk doa yaitu manusia di beri akal yang sehat untuk berpikir bahwa manusia hidup membutuhkan sebuah rumah Makna religius rumagis wale< em> mengandung makna tentang permohonan untuk memberkati tanah yang akan dibangun rumah Dan makna bahasa rumagis wale< em> mengandung makna penyembahan kepada Maha Kuasa karena Dialah yang berkuasa atas bumi ini dan pemilik hidup Implikasi hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pembelajaran sastra daerah di sekolah dan juga pada generasi muda yang ada di desa Kembes < p>
UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JERMAN MELALUI MEDIA PERMAINAN SCHNELL ARRANGIEREN SISWA SMA KRISTEN 1 TOMOHON
Seba, Theresia;
Bingku, Soflies M. E.;
Sarajar, Denny Royke
KOMPETENSI Vol. 4 No. 10 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i10.7043
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kosa kata bahasa Jerman dan aktivitas siswa kelas XI Ilmu Bahasa dan Budaya IBB SMA Kristen 1 Tomohon dimana peneliti guru dan siswa bekerja sama untuk memutuskan strategi yang akan digunakan Penelitian tindakan ini menggunakan proses analisis data deskriptif kualitatif dengan dua siklus yang terdiri dari perencanaan tindakan observasi dan refleksi pada setiap siklus Waktu pelaksaan penelitian ini yaitu pada bulan Maret Mei 2023 metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah observasi kelas wawancara angket dan tes Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa kelas XI Ilmu Bahasa dan Budaya IBB SMA Kristen 1 Tomohon hal ini dapat dilihat dari tahap pertama yaitu tahap Pra Tindakan dengan rata rata 76 10 kemudian kedua siklus II mengalami peningkatan dengan rata rata 82 8 dan yang ketiga siklus II pada tahap ini peningkatan penguasaan kosakata mencapai rata rata 90 2 Selain itu juga terjadi peningkatan partisipasi atau keaktifan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Jerman rata rata jumlah skor pada tahap Pra Tindakan adalah 2 45 kemudian pada tahap siklus II mengalami peningkatan menjadi 2 72 dan pada tahap ketiga rata rata jumlah skor keaktifan mencapai 3 18 < p>
KAJIAN DESKRIPTIF TERHADAP PEMBENTUKAN ETIKA KARATE KA BERDASARKAN NILAI NILAI BUSHIDO
Manopo, Myli Juanita;
Sambeka, Fince L.;
Masoko, Marly
KOMPETENSI Vol. 4 No. 9 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/kompetensi.v4i9.7295
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pembentukan etika Karate ka< em> berdasarkan jiwa Bushido< em> Karate Jepang serta apa saja nilai nilai yang ada dalam seni beladiri Karate Jepang Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan informasi sesuai gejala yang ada saat penelitian Metode ini menggambarkan keadaan objek berdasarkan fakta yang ada untuk mengkaji dan menginterpretasikan data Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan narasumber di pusat pelatihan Karate Sulawesi Utara Dojo Inkado Berprestasi mengenai nilai nilai Bushido Teknik analisis data meliputi wawancara dengan ahli seni bela diri Karate mengumpulkan informasi tambahan dan menyaring data yang relevan Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar Karate ka di Sulawesi Utara menerapkan nilai nilai Bushido< em> dalam latihan pertandingan dan berdampak pada gaya hidup dalam lingkungannya serta nilai nilai Bushido< em> ini membentuk etika karate ka Dengan demikian kesimpulannya Karate bukan hanya seni beladiri yang mengandalkan otot semata yang bertujuan untuk meraih kemenangan semata namun bagaimana belajar menyempurnakan karakter dari proses latihan semangat ketekunan pengendalian diri dan penerapan nilai nilai Bushido< em> Karate Jepang dalam kehidupan sehari hari < p>