cover
Contact Name
Jefrie Walean
Contact Email
jefrywalean@gmail.com
Phone
+6281326764982
Journal Mail Official
jefrywalean@gmail.com
Editorial Address
Jl. Towua No.80, Tatura Sel., Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Salvation
ISSN : -     EISSN : 2623193X     DOI : https://doi.org/10.56175/salvation
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Salvation adalah jurnal teologi yang diterbitkan oleh STT Bala Keselamatan Palu, dua kali dalam setahun (Bulan Januari dan Bulan Juli). Jurnal ini memuat masalah-masalah teologi terkini secara global dan juga masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat. Tulisan-tulisan yang dimuat dalam jurnal ini adalah tulisan dari berbagai penulis yang memiliki perspektif yang berbeda sehingga apa yang dimuat dalam jurnal ini tidak mewakili pandangan institusi STT Bala Keselamatan Palu. Jurnal ini bertujuan melengkapi para pelayan Tuhan dalam berbagai bidang pelayanan gereja sehingga dapat menyingkapi permasalahan teologis yang muncul dalam masyarakat. Adapun ruang lingkup dari Jurnal Salvation: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Agama Kristen
Articles 114 Documents
Strategi Pendidikan Agama Kristen dalam Menghadapi Globalisasi Budaya melalui Integrasi Nilai Kristiani pada Masyarakat Majemuk Lidia Kamelang; Ruhut Parningotan Tambunan
Jurnal Salvation Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v7i1.77

Abstract

Globalization has brought significant changes to the way society understands identity, values, and social practices, which are becoming increasingly plural and dynamic. Arus informasi digital dan interaksi lintas budaya memengaruhi pola pikir generasi muda, yang mengakibatkan pergeseran nilai moral dan spiritual. Pendidikan Agama Kristen dituntut untuk merespons perubahan ini dengan pendekatan kontekstual agar identitas iman dapat terpelihara di tengah masyarakat yang majemuk. The research method uses a qualitative descriptive approach with a literature study to systematically analyze theological, pedagogical, and social concepts. The results of the study show that cultural globalization requires a change in learning paradigms that are critical, reflective, and dialogic. Integrasi nilai Kristiani, seperti kasih, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman, dapat memperkuat sikap inklusif peserta didik. Strategi pedagogis adaptif yang berbasis pada kolaborasi dan teknologi dapat membangun identitas iman yang kontekstual. The research conclusions emphasize that Christian religious education plays a strategic role in forming tolerant and reflective characters. Pendekatan pedagogis kontekstual mendorong peserta didik untuk menjadi agen harmoni sosial. The holistic integration of Christian values strengthens the ability to face the dynamics of cultural globalization. Abstrak: Globalisasi budaya membawa perubahan signifikan terhadap cara masyarakat memahami identitas, nilai, dan praktik sosial yang semakin plural serta dinamis. Arus informasi digital dan interaksi lintas budaya memengaruhi pola pikir generasi muda sehingga nilai moral dan spiritual mengalami pergeseran. Pendidikan Agama Kristen dituntut merespons perubahan tersebut melalui pendekatan kontekstual agar identitas iman tetap terpelihara dalam masyarakat majemuk. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka untuk menganalisis konsep teologis, pedagogis, dan sosial secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi budaya menuntut perubahan paradigma pembelajaran yang kritis, reflektif, dan dialogis. Integrasi nilai Kristiani seperti kasih, keadilan, dan penghargaan terhadap keberagaman menunjukkan bahwa dapat memperkuat sikap inklusif peserta didik. Strategi pedagogis adaptif berbasis teknologi dan kolaborasi mampu membangun identitas iman yang kontekstual. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa Pendidikan Agama Kristen berperan strategis dalam membentuk karakter toleran dan reflektif. Pendekatan pedagogis kontekstual mendorong peserta didik menjadi agen harmoni sosial. Integrasi nilai Kristiani secara holistik memperkuat kemampuan menghadapi dinamika globalisasi budaya
Literasi Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen: Strategi Penguatan Spiritualitas dan Moralitas Nilai-nilai Kristen Elisa Nimbo Sumual; Yohana Fajar Rahayu
Jurnal Salvation Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v7i1.81

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed the learning process in Christian Religious Education within modern digital culture. The use of social media and the boundless flow of information influence the spirituality, morality and character of learners in their daily lives. These circumstances require Christian Religious Education to integrate digital literacy based on Biblical values in a wise and responsible manner. This study aims to analyse digital literacy as a strategy for strengthening Christian spirituality and morality in Christian Religious Education. The research method employs a descriptive qualitative approach through a literature review of various scientific and theological sources. The results indicate that digital literacy helps students use technology critically, ethically, and reflectively in accordance with Christian teachings. The integration of digital media into learning also strengthens students’ Christian character, spiritual discipline, and moral awareness. Digital literacy has become an essential component of contemporary Christian Religious Education pedagogy. Strengthening spirituality and morality requires synergy between schools, families, and churches. This approach fosters a generation of Christians who are faithful, of good character, and responsible in the modern digital age. Abstrak: Perkembangan teknologi digital dan informatika membawa perubahan besar   proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di tengah budaya digital modern. Terlebih adanya penggunaan media sosial dan arus informasi tanpa batas sangat memengaruhi spiritualitas, moralitas, serta karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut Pendidikan Agama Kristen mengintegrasikan literasi digital berbasis nilai alkitabiah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan menganalisis literasi digital sebagai strategi penguatan spiritualitas dan moralitas nilai-nilai Kristen dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dari berbagai sumber ilmiah dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital membantu peserta didik menggunakan teknologi secara kritis, etis, dan reflektif sesuai ajaran Kristen. Integrasi media digital dalam pembelajaran juga memperkuat karakter Kristiani, disiplin rohani, dan kesadaran moral peserta didik. Literasi digital menjadi bagian penting dalam pedagogi Pendidikan Agama Kristen masa kini. Penguatan spiritualitas dan moralitas membutuhkan sinergi sekolah, keluarga, dan gereja. "Novelty penelitian ini adalah pengembangan pendekatan integratif yang mensinergikan literasi digital, pembentukan spiritualitas, moralitas Kristen, dan strategi pedagogis kontekstual untuk memperkuat karakter generasi muda Kristen di tengah budaya digital modern.
Dari Pulpit ke Platform: Kerangka Strategis Integrasi Teologi Digital dalam Ibadah Kristen Sherly Mudak; Ferdinan Samuel Manafe; Sumarno
Jurnal Salvation Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v7i1.96

Abstract

Digital transformation has shifted Christian worship practices from physical spaces to digital platforms, presenting both opportunities and challenges for the church in carrying out its mission and maintaining theological integrity. This study aims to analyze the missiological and ethical implications of digital theology in Christian worship and to formulate strategies for integrating technology that remain grounded in the principles of Christian theology. The study employs a qualitative method using a literature review approach through a critical analysis of books, scholarly articles, and academic documents discussing digital theology, missiology, Christian ethics, and digital transformation in church ministry. The research findings indicate that digital theology not only expands the church’s mission field through the digital mission field but also presents challenges such as the commercialization of ministry, the protection of congregational data, community fragmentation, and a shift in the orientation of worship due to the dominance of digital platform logic. The research findings emphasize that technology must be understood as a supportive tool for ministry, one that complements, rather than replaces, the essence of the church as a community of faith centered on the Word, the work of the Holy Spirit, and the fellowship of believers. This study proposes four strategies for integrating digital theology: strengthening digital literacy among church leaders; developing hybrid worship models; crafting digital liturgies with theological integrity; and developing a digital ethics framework that encompasses data governance, ministry evaluation, and oversight of commercialization. These strategies are expected to serve as a conceptual framework for the church in developing digital ministries that are contextual, responsible, and faithful to Christ’s mission. Abstrak: Transformasi digital telah mengubah praktik ibadah Kristen dari ruang fisik menuju platform digital, sehingga menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi gereja dalam melaksanakan misi dan mempertahankan integritas teologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi misiologis dan etis teologi digital dalam ibadah Kristen serta merumuskan strategi integrasi teknologi yang tetap berlandaskan prinsip-prinsip teologi Kristen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis kritis terhadap buku, artikel ilmiah, dan dokumen akademik yang membahas teologi digital, misiologi, etika Kristen, serta transformasi digital dalam pelayanan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi digital tidak hanya memperluas ruang misi gereja melalui digital mission field, tetapi juga memunculkan tantangan berupa komersialisasi pelayanan, perlindungan data jemaat, fragmentasi komunitas, serta pergeseran orientasi ibadah akibat dominasi logika platform digital. Temuan penelitian menegaskan bahwa teknologi harus dipahami sebagai instrumen pelayanan yang mendukung, bukan menggantikan, hakikat gereja sebagai komunitas iman yang berpusat pada Firman, karya Roh Kudus, dan persekutuan umat. Penelitian ini menawarkan empat strategi integrasi teologi digital, yaitu penguatan literasi digital bagi pemimpin gereja, pengembangan model ibadah hybrid, penyusunan liturgi digital yang berintegritas teologis, serta pengembangan kerangka etika digital yang mencakup tata kelola data, evaluasi pelayanan, dan pengawasan terhadap komersialisasi. Strategi tersebut diharapkan menjadi kerangka konseptual bagi gereja dalam mengembangkan pelayanan digital yang kontekstual, bertanggung jawab, dan tetap setia pada misi Kristus.
Membangun Tubuh Kristus dalam Kajian Teologis Calvin tentang Gereja yang Kelihatan dan Tidak Kelihatan Roos Jermia Helena Lumi
Jurnal Salvation Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v7i1.99

Abstract

Abstract: Since the beginning of the church, various thoughts have emerged in order to understand what the church really is. The mention of the church as a body of Christ dominates every thought that speaks about the church itself.    As time went by, it was found that ideas about the church continued to develop, including about the visible and invisible church. These two concepts are worthy and remain interesting to discuss. Therefore, the author of this article attempts to present here a study of this matter in relation with church as a Body of Christ which must continue to be built as long as the life of God’s people continue in this world. Starting from Calvin’s study about visible and invisible church, here we will explain the importance of the church as the body of Christ which is built spiritually and institutionally or organizationally to further emphasize the presence of the church in this world. The author uses several methods to support the writing of this article. Abstrak: Pemahaman mengenai gereja sebagai Tubuh Kristus serta konsep gereja yang kelihatan dan tidak kelihatan merupakan tema penting dalam eklesiologi. Meskipun demikian, integrasi pemikiran Calvin mengenai kedua konsep tersebut dalam kerangka pembangunan gereja sebagai Tubuh Kristus belum memperoleh perhatian yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran teologis Calvin tentang gereja yang kelihatan dan tidak kelihatan serta implikasinya bagi pembangunan gereja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja merupakan satu kesatuan universal di bawah Kristus sebagai Kepala, sedangkan dimensi gereja yang kelihatan dan tidak kelihatan saling melengkapi dalam mewujudkan identitas spiritual dan kehadiran gereja di dunia. Penelitian ini memberikan kontribusi teologis bagi pembangunan gereja yang seimbang antara aspek spiritual dan institusional.

Page 12 of 12 | Total Record : 114