cover
Contact Name
Jefrie Walean
Contact Email
jefrywalean@gmail.com
Phone
+6281326764982
Journal Mail Official
jefrywalean@gmail.com
Editorial Address
Jl. Towua No.80, Tatura Sel., Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Salvation
ISSN : -     EISSN : 2623193X     DOI : https://doi.org/10.56175/salvation
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Salvation adalah jurnal teologi yang diterbitkan oleh STT Bala Keselamatan Palu, dua kali dalam setahun (Bulan Januari dan Bulan Juli). Jurnal ini memuat masalah-masalah teologi terkini secara global dan juga masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat. Tulisan-tulisan yang dimuat dalam jurnal ini adalah tulisan dari berbagai penulis yang memiliki perspektif yang berbeda sehingga apa yang dimuat dalam jurnal ini tidak mewakili pandangan institusi STT Bala Keselamatan Palu. Jurnal ini bertujuan melengkapi para pelayan Tuhan dalam berbagai bidang pelayanan gereja sehingga dapat menyingkapi permasalahan teologis yang muncul dalam masyarakat. Adapun ruang lingkup dari Jurnal Salvation: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Agama Kristen
Articles 104 Documents
Tipologi Yesus Selaku Guru Transformator berdasarkan Perspektif Injil Matius Hartono, Tri
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i1.38

Abstract

Abstract: Most of the people believe that teachers are the people responsible for improving the nation. Jesus Christ, in the Gospel of Matthew, is described as an extraordinary teacher. His teachings are not only informative, but also transformative, capable of changing the lives of his followers. This research aims to explore the typology of Jesus as a transformative teacher in the Gospel of Matthew. This research uses qualitative methods, with text analysis of the Gospel of Matthew. Data was collected through identification and analysis of engagements that demonstrate Jesus' role as a transformative teacher. The analysis results show that Jesus used various teaching methods to transform his followers. Jesus Christ is described as an extraordinary transformative teacher in the Gospel of Matthew. His diverse and powerful teaching methods can change the lives of his followers and lead them into the Kingdom of God. This typology of Jesus as a transformative teacher has important implications for the understanding and application of Christian faith today. Abstrak: Sebagian besar orang percaya bahwa guru adalah orang yang bertanggung jawab untuk meningkatkan bangsa. Yesus Kristus, dalam Injil Matius, digambarkan sebagai guru yang luar biasa. Ajaran-ajarannya tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga transformatif, mampu mengubah hidup para pengikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tipologi Yesus sebagai guru transformatif dalam Injil Matius.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan analisis teks terhadap Injil Matius. Data dikumpulkan melalui identifikasi dan analisis perikatan-perikatan yang menunjukkan peran Yesus sebagai guru transformatif. Hasil Analisis menunjukkan bahwa Yesus menggunakan berbagai metode pengajaran untuk mentransformasi para pengikutnya. Yesus Kristus digambarkan sebagai guru transformatif yang luar biasa dalam Injil Matius. Metode pengajaran-Nya yang beragam dan penuh kuasa mampu mengubah hidup para pengikutnya dan menuntun mereka ke dalam Kerajaan Allah. Tipologi Yesus sebagai guru transformatif ini memiliki implikasi penting bagi pemahaman dan penerapan iman Kristen di masa kini
Kulit Binatang dalam Kejadian 3:21: : Analisis Teologis Tindakan Profetik Allah sebagai Gambaran Paskah Sumule, Linus; Silaban, Tri Oktavia
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i1.39

Abstract

Abstract: This study examines God's action in Genesis 3:21 as a prophetic portrayal or foreshadowing of salvation and redemption that occurs during the Easter event in the New Testament. Utilizing qualitative research methods, this study employs descriptive-analytical analysis sourced from biblical studies and theological literature. The findings reveal that God's act of making and providing animal skin garments for the first human pair in the Garden of Eden carries profound significance as a substitutionary sacrifice symbolizing sin, God's plan, grace, complete sacrifice, and restoration and reconciliation. This study deepens the understanding of the salvation narrative throughout the Bible and confirms the essential connection between the Old and New Testaments. The theological implications highlight the doctrines of sacrifice, grace, and salvation, providing a solid foundation for Christian faith in comprehensively understanding God's salvation plan. Abstrak: Penelitian ini mengkaji tindakan Tuhan dalam Kejadian 3:21 sebagai gambaran nubuatan atau tindakan profetik penyelamatan dan penebusan yang terjadi pada peristiwa Paskah dalam Perjanjian Baru. Penelitian ini diuraikan berdasarkan menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian ini merupakan analisis deskriptif-analitis yang bersumber dari studi alkitabiah dan literatur teologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tindakan Allah membuat dan memberikan pakaian kulit binatang untuk sepasang manusia pertama di Taman Eden memiliki makna mendalam sebagai kurban pengganti yang melambangkan dosa, rencana Tuhan, rahmat, pengorbanan penuh, serta pemulihan dan rekonsiliasi. Hasil penelitian ini mendalamkan pemahaman tentang kisah keselamatan yang terdapat di seluruh Alkitab dan mengonfirmasi hubungan esensial antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Implikasi teologisnya menyoroti doktrin pengorbanan, anugerah, dan keselamatan, yang memberikan dasar yang kokoh bagi iman Kristen dalam memahami rencana keselamatan Allah secara menyeluruh.
Spiritualitas Misional Gereja dalam Krisis Ekologi menurut Markus 16:15 dan Thomas Berry Agasta, Ferialdi; Raya, Uci
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i1.40

Abstract

Abstract: The problem of the Christian mission, and indeed the problem of all humanity in this age, is to recover the Earth from the ecological crisis, the effects of which are already being felt. But among the billions of people in the world, only a few are aware of this crisis and are working to prevent it from getting worse. But the reality is that the mission of the church is still far from this effort. This is evidenced by the fact that most church leaders in Sunday worship sermons rarely touch the awareness of their congregation members in applying ecological missional spirituality in their lives. This article aims to restore ecological missional spirituality to direct Christians and all humanity to care about the ecological crisis. The method used in this study is a qualitative method with a literature study, namely collecting all data sourced from books and previous studies related to this study. This study found that the church's missional spirituality should touch the awareness of all humans that all of God's creations have an integral relationship. For this reason, the church must be at the forefront in inviting other human communities to realize the integral relationship in all of creation, and to collaborate with all human communities to restore the earth from the ecological crisis. Abstrak: Persoalan misi kristen, dan tentu saja persoalan seluruh umat manusia di zaman ini ialah mengupayakan Bumi ini pulih dari krisis Ekologi yang dampaknya sudah makin terasa. Tetapi di antara miliaran manusia yang ada di dunia ini hanya sedikit saja yang menyadari dan turut mengupayakan agar krisis ini tidak menjadi semakin parah. Tetapi kenyataannya misi kristen masih jauh dari upaya ini. Ini dibuktikan kebanyakan pemimpin-pemimpin gereja dalam khotbah peribadatan hari minggu masih jarang menyentuh kesadaran anggota jemaatnya dalam menerapkan spiritualitas misional ekologis dalam kehidupan mereka. Artikel ini bertujuan untuk memulihkan spiritualitas-misional ekologis untuk mengarahkan umat Kristen dan seluruh umat manusia peduli pada krisis ekologis. Metode yang digunakan dalam kajian ini ialah metode kualitatif dengan studi pustaka yaitu mengumpulkan seluruh data-data yang bersumber dari buku-buku dan penelitian-penelitian sebelumnya yang sekaitan dengan kajian ini. Penelitian ini menemukan bahwa spiritualitas-misional gereja harusnya menyentuh kesadaran semua manusia bahwa seluruh ciptaan Tuhan memiliki hubungan yang integral. Untuk itu, gereja harus menjadi garda terdepan dalam mengajak komunitas manusia lain menyadari hubungan integral dalam seluruh ciptaan, dan merajut kerjasama dengan seluruh komunitas manusia untuk memulihkan bumi dari krisis ekologis.
Pengaruh Pemimpin Terhadap Keberhasilan Penanaman Gereja Menurut Buku Kisah Para Rasul Pany, Yohanes Gijs
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i1.41

Abstract

Abstract: Leadership is the key to the progress of an institution, including the church as a ministry institution. Weak church leadership will have a negative impact on church development. The early church, which the book of Acts states is a model for today's church in terms of its growth strategies, Theologically, the growth of the early church was the work of the Holy Spirit pouring out His power. The book Acts 1:8 expresses it this way: "But you will receive power when the Holy Spirit has come upon you, and you will be My witnesses in Jerusalem and in all Judea and Samaria and to the ends of the earth.". However, in terms of management and ministry of the church as an institutional organization, of course, the 'leadership' carried out by the Apostles can also be a model for church leadership today.
Gulungan Laut Mati: Fakta Salinan yang Akurat Hondro, Sipikir
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.43

Abstract

Abstract: The Dead Sea Scrolls show evidence that the copies of the Old Testament made by Jewish scribes are almost identical to the “Masoretic Text.” In explaining this, this paper will present an analysis of the Dead Sea Scrolls from a geographical, archaeological, and socio-cultural perspective. Copies of the text cannot be called infallible or inspired by the Holy Spirit, but the Dead Sea Scrolls are infallible and inspired by the Holy Spirit. The discovery of the Dead Sea Scrolls provides very important information about the accuracy of the Bible, especially the Old Testament. Literature analysis was also conducted to reveal the durability of the writing medium used in ancient times, known as papyrus, until eventually using leather shaped into scrolls. Abstrak: Naskah Gulungan Laut Mati menunjukkan bukti bahwa para penyalin Kitab Suci Perjanjian Lama yang dilakukan oleh para jurutulis Yahudi hampir tidak ada perbedaannya dengan “Teks Masoret”. Dalam menjelaskan hal ini, maka tulisan ini akan memaparkan analisis terhadap penemuan Naskah Gulungan Laut Mati dari Aspek Geografis, Arkeologi dan Sosial-budaya. Salinan-salinan teks tidak bisa disebut inaransi atau ilham Roh Kudus, tetapi Naskah Gulungan Laut Mati adalah inaransi dan ilham dari Roh Kudus. Temuan naskah Gulungan Laut Mati memberikan informasi yang sangat penting tentang keakuratan naskah Alkitab khusunya kitab Perjanjian lama. Analisis Pustaka juga dilakukan untuk mengungkapkan tentang ketahanan dari media tempat menulis pada zaman dahulu yang disebut tumbuhan papirus sampai akhirnya menggunakan kulit yang dibentuk benjadi gulungan-gulungan
Tinjauan Kepemimpinan yang Memberdayakan Perempuan terhadap Pengajaran Alkitab di Gereja Sinauru, Retnalisa; Peuru, Christina Janne
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.48

Abstract

Abstract: This article explains about the review of leadership that empowers women towards bible teaching in the church. Leadership exists not only in the government but also in every institution, organization, even within the family. Leadership based on biblical teaching is male, because it was created first, while women are as a helper. Men and women were created first, while women are as a helper. Men and women were created to complement each other. At present, gender equality in leadership is not only men who can lead but also involves women who have the ability to lead both in government and chuch organizations or institutions. Of course, there are also church organizations that do not agree with involving women to lead. Churches that do not agree with empowering women as leaders can be seen from the way they understand bible teaching. This study uses qualitative research, literature studies that aim to explain leadership that empowers women towards bible teaching in the church. So that from the results of the discussion, the historical background of leadership, understanding of leadership, basic principles of leadership, leadership functions, types of leadership, biblical views on women’s leadership, women’s empowerment and their roles are obtained. Abstrak: Artikel ini menjelaskan tentang Tinjauan Kepemimpinan yang Memberdayakan Perempuan terhadap Pengajaran Alkitab di Gereja. Kepemimpinan ada tidak hanya di bagian pemerintahan tetapi juga di setiap lembaga, organisasi, bahkan dalam lingkup keluarga. Kepemimpinan berdasarkan pengajaran alkitab adalah laki-laki, karena lebih dahulu diciptakan, sedangkan perempuan sebagai seorang penolong. Laki-laki dan Perempuan tercipta agar saling melengkapi satu dengan lainnya. Di masa sekarang, kesetaraan gender dalam suatu kepemimpinan tidak hanya laki-laki yang dapat memimpin tetapi juga melibatkan kaum perempuan yang memiliki kemampuan untuk memimpin baik di bagian pemerintahan maupun organisasi gereja atau lembaga. Tentunya, ada organisasi gereja juga yang kurang setuju melibatkan perempuan untuk memimpin. Gereja yang kurang setuju memberdayakan perempuan sebagai pemimpin terlihat dari caranya memahami suatu pengajaran Alkitab. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, studi pustaka yang bertujuan menjelaskan kepemimpinan yang memberdayakan perempuan terhadap pengajaran alkitab di gereja. Sehingga dari hasil pembahasan diperoleh latar belakang sejarah kepemimpinan, pengertian kepemimpinan, prinsip dasar kepemimpinan, fungsi-fungsi kepemimpinan, tipe-tipe kepemimpinan, pandangan alkitab tentang kepemimpinan perempuan, pemberdayaan perempuan dan peranannya.
Urgensi Kepemimpinan dalam Mengelola Perubahan Organisasi di Era Post-Modernisme:: Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Kuntaua, Dekrius
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.51

Abstract

Abstract: Organizational change in the post-modern era is characterized by complexity, uncertainty, and technological disruptivity, demanding an adaptive leadership approach. The purpose of this study is to analyze the role of leadership in managing organizational change through the perspective of Human Resource Management (HRM). The literature study method with a qualitative approach, reviewing articles on relevant theories. This study concludes that transformative and adaptive leadership are very important in managing organizational change in the post-modern era. Leadership has implications for HRM practices in developing effective leadership training programs. Abstrak: Perubahan organisasi di era post-modernisme ditandai oleh kompleksitas, ketidakpastian, dan disruptivitas teknologi, menuntut pendekatan kepemimpinan yang adaptif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran kepemimpinan dalam mengelola perubahan organisasi melalui perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif, mengkaji artikel teori-teori relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformatif dan adaptif sangat penting dalam mengelola perubahan organisasi di era post-modernisme. Kepemimpinn berimplikasi bagi praktik MSDM dalam mengembangkan program pelatihan kepemimpinan yang efektif
Pendidikan Kristen dalam Mengatasi  Kesehatan Mental Remaja: Implementasi Pendekatan Holistik Lago, Eka Putri
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.53

Abstract

Abstract: Adolescence is a phase of identity exploration, during which individuals experience various internal changes—physically, mentally, intellectually, socially, and even spiritually. These transformations often create pressures that can disrupt adolescents’ mental health. In the modern era, adolescent mental health has become a serious concern, marked by rising cases of stress, anxiety, and depression. Christian Education plays a vital role in shaping adolescents as whole persons through a holistic approach that addresses spiritual, emotional, social, and intellectual dimensions. This article aims to explore how Christian Education can address adolescent mental health issues by integrating Christian values such as love, forgiveness, and hope into the educational process. Using a qualitative method through literature review, the study draws data from scholarly literature and Christian education documents. The findings indicate that a holistic approach in Christian Education can enhance adolescents’ mental and spiritual resilience and foster a healthy sense of identity. Therefore, Christian Education should be strategically developed to respond to the mental health issues faced by today’s youth.   Abstrak: Remaja adalah fase mencari identitas diri, dalam pencarian tersebut remaja mengalami banyak kondisi karena perubahan-perubahan dalam dirinya, baik perubahan fisik, mental, pemikiran, social bahkan keyakinan-keyakinan spiritual, perubahan-perubahan tersebut membawa dampak bagi remaja dan memberikan tekanan terhadap dirinya, dapat menyebabkan kesehatan mental pada remaja terganggu. Kesehatan mental remaja menjadi tantangan serius di era modern, ditandai dengan meningkatnya kasus stres, kecemasan, dan depresi. Pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam membentuk pribadi remaja secara utuh melalui pendekatan holistik yang mencakup aspek spiritual, emosional, sosial, dan intelektual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana Pendidikan Kristen dapat mengatasi permasalahan kesehatan mental remaja dengan mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, pengampunan, dan pengharapan ke dalam proses pendidikan. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan data dari literatur ilmiah dan dokumen pendidikan Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan holistik dalam PAK mampu meningkatkan ketahanan mental dan spiritual remaja, serta membentuk jati diri yang sehat. Dengan demikian, pendidikan Kristen perlu dikembangkan secara strategis untuk menjawab isu-isu kesehatan mental di kalangan remaja masa kini
Studi Teologis Frasa "Jangan Membunuh" Dalam Teks Keluaran 20 terhadap Konsekwensi Pidana Hartono, Trihartono
Jurnal Salvation Vol. 5 No. 2 (2025): Januari
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v5i2.54

Abstract

Abstract: This study examines the moral, spiritual, and social implications of the phrase "do not kill" found in the 10 Commandments. Theological study methodology is used, with a textual and contextual approach to understand the deep biblical meaning. This study shows that this law is not only a prohibition against the physical act of killing, but also has implications for the value of human life and the need for social unity. The analysis is carried out through the breakdown of the Sabennim text (original language differences) and understanding the historical and philosophical context in the event of the giving of the law.   Abstrak: Penelitian ini mengkaji implikasi moral, spiritual, dan sosial dari frasa "jangan membunuh" yang terdapat dalam 10 Hukum Taurat. Metodologi studi teologis digunakan, dengan pendekatan tekstual dan konteksual bagi memahami makna biblial yang mendalam. Studi ini menunjukkan bahwa hukum ini bukan hanya larangan terhadap aksi fisik pembunuhan, tetapi juga membawa implikasi terhadap nilai kehormatan hidup manusia dan perlunya persatuan sosial. Analisis dilakukan melalui pemecahan teks sabennim (perbedaan bahasa asli) dan pemahaman konteks historis dan filosofis dalam peristiwa pemberian hukum tersebut.
Teologi Feminisme dan Pengaruhnya terhadap Pemahaman Iman Kristen dalam Kesetaraan Gender Christiaan, John Abraham; Dully, Stefanus
Jurnal Salvation Vol. 6 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v6i1.56

Abstract

Abstract: This study aims to critically examine the emergence of feminist theology as a contemporary phenomenon that influences Christian understanding of doctrinal faith rooted in the authority of Scripture. Feminist theological movements tend to apply subjective interpretations to biblical texts, including a reinterpretation of God, Jesus Christ, and the Holy Spirit through a feminist lens that rejects the traditionally masculine depiction of the divine. Utilizing a qualitative approach through literature review, this research analyzes key writings from both feminist theologians and orthodox Christian scholars. The findings reveal that feminist theology does not merely offer an alternative reading of Scripture, but actively deconstructs traditional theological doctrines by embedding an extreme and liberal ideology that contradicts the biblical view of women's roles in ministry and church leadership. The novelty of this study lies in its critical, biblically conservative perspective on feminist theology, which remains underexplored in the Indonesian context. The implications highlight the urgent need for theological vigilance within the church to guard against secular ideologies cloaked in theological language, while encouraging a return to the authority and integrity of God’s Word. Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis kemunculan teologi feminis sebagai sebuah fenomena kontemporer yang memengaruhi pemahaman umat Kristen terhadap doktrin iman yang bersumber dari Alkitab. Gerakan ini cenderung melakukan penafsiran subjektif terhadap teks-teks Kitab Suci, termasuk reinterpretasi terhadap Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus melalui lensa feminis yang menolak gambaran ilahi dalam bentuk maskulin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap literatur teologi feminis dan tulisan-tulisan teolog ortodoks. Hasil analisis menunjukkan bahwa teologi feminis bukan sekadar menawarkan pembacaan alternatif, tetapi secara aktif mendekonstruksi ajaran teologis tradisional dan menanamkan ideologi liberal yang ekstrem, yang bertentangan dengan prinsip-prinsip iman Kristen mengenai peran perempuan dalam pelayanan dan kepemimpinan gereja. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penyajian perspektif kritis berbasis teologi konservatif Alkitabiah terhadap wacana feminisme teologis, yang masih jarang disoroti secara mendalam di konteks Indonesia. Implikasi dari temuan ini menegaskan perlunya kewaspadaan teologis dalam tubuh gereja, agar tidak terpengaruh oleh arus ideologi sekuler yang dikemas dalam kerangka teologis, serta mendorong gereja untuk tetap setia pada otoritas dan integritas firman Tuhan

Page 10 of 11 | Total Record : 104