cover
Contact Name
Jefrie Walean
Contact Email
jefrywalean@gmail.com
Phone
+6281326764982
Journal Mail Official
jefrywalean@gmail.com
Editorial Address
Jl. Towua No.80, Tatura Sel., Kec. Palu Sel., Kota Palu, Sulawesi Tengah 94111
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Salvation
ISSN : -     EISSN : 2623193X     DOI : https://doi.org/10.56175/salvation
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Salvation adalah jurnal teologi yang diterbitkan oleh STT Bala Keselamatan Palu, dua kali dalam setahun (Bulan Januari dan Bulan Juli). Jurnal ini memuat masalah-masalah teologi terkini secara global dan juga masalah-masalah yang muncul dalam masyarakat. Tulisan-tulisan yang dimuat dalam jurnal ini adalah tulisan dari berbagai penulis yang memiliki perspektif yang berbeda sehingga apa yang dimuat dalam jurnal ini tidak mewakili pandangan institusi STT Bala Keselamatan Palu. Jurnal ini bertujuan melengkapi para pelayan Tuhan dalam berbagai bidang pelayanan gereja sehingga dapat menyingkapi permasalahan teologis yang muncul dalam masyarakat. Adapun ruang lingkup dari Jurnal Salvation: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Agama Kristen
Articles 104 Documents
Konsep Mencapai Doa sebagai Persembahan yang Murni kepada Tuhan menurut St. Ishak dari Niniweh Gulo, Cange Esra Runisi
Jurnal Salvation Vol. 3 No. 2 (2023): Januari 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v3i2.18

Abstract

Abstract: Talking about prayer may not always be interesting in certain circles to be discussed. Because it can be influenced by different paradigms or perceptions about prayer and then cause confusion. Prayers that you may be familiar with are expressing all requests and even giving thanks to God for all the goodness received. Even though the understanding of prayer that might be more specific is about building a relationship with God and fellowship with Him in prayer. There are also those who make prayer a tool to get what they want. And this is a mistake in understanding what prayer is like. The purpose of this writing is to contribute insights to readers, especially to practice true prayer. With the right understanding of prayer, of course the practice of prayer will be even better and not just a formality. This study uses the literary method, namely collecting data and collaborating with the theoretical basis to discuss the topic of discussion. As a result, prayer is a pure offering to be offered to God. Prayers that are done with full concentration in silence and wakefulness can make these prayers purer so that they are worthy of being an offering to God. So that when everyone correctly understands the meaning and purpose of this prayer, there will not be an act of prayer as a mere formality, or the perception that prayer is a spiritual activity to relate to God, but instead have the view that prayer can be a pure offering to God. Abstrak: Berbicara mengenai doa mungkin tidak selalu menarik dalam beberapa kalangan tertentu untuk dibahas. Karena dapat saja dipengaruhi karena paradigma atau persepsi tentang doa yang berbeda-beda dan kemudian menimbulkan kebingungan. Doa yang mungkin familiar dikenal adalah mengutarakan segala permohonan bahkan mengucap syukur kepada Tuhan terhadap segala kebaikan yang diterima. Padahal pemahaman tentang doa yang mungkin lebih spesifik yakni tentang membangun relasi dengan Tuhan serta bersekutu dengan-Nya dalam doa. Ada juga yang menjadikan doa sebagai alat untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Dan ini merupakan kekeliruan dalam memahami doa itu seperti apa. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan sumbangsih wawasan bagi para pembaca, terutama untuk mempraktikkan doa yang benar. Dengan pemahaman yang benar tentang doa, tentunya praktik doa akan semakin lebih baik dan tidak hanya sekadar formalitas. Penelitian ini menggunakan metode Literatur, yakni mengumpulkan data dan melakukan kolaborasi dengan landasan teori untuk membahas topik bahasan. Alhasil, doa merupakan persembahan yang murni untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Doa yang dilakukan dengan penuh kosentrasi dalam keheningan serta keterjagaan dapat menjadikan doa tersebut semakin murni hingga layak menjadi persembahan kepada Tuhan. Sehingga ketika setiap orang memahami dengan benar makna dan tujuan doa ini, maka tidak akan terjadi tindakan doa sekadar formalitas, atau persepsi bahwa doa merupakan kegiatan rohani untuk berhubungan dengan Tuhan, melainkan memiliki pandangan bahwa doa dapat menjadi persembahan yang murni kepada Tuhan
Perspektif Alkitab terhadap Praktek Euthanasia Halim, Hardi; Setiawan, Tjutjun
Jurnal Salvation Vol. 3 No. 2 (2023): Januari 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v3i2.19

Abstract

Abstract: Death is an event that must occur in the life of every human being. Although it is something that is certain but it remains a mystery, because only God Himself knows when a person will experience death. However, not a few people who want to end their lives because of various life problems or because of various diseases that do not go away so that to end their suffering they take suicide actions that are carried out by themselves or carried out with the help of others, in this case assisted by medical personnel. , where this action is known as euthanasia. This study examines the biblical perspective on euthanasia. The method used is qualitative with a literature study approach where the main source is the Bible, then assisted by literature, published journals so that they can answer the problem. The conclusion is that there is euthanasia that is not according to the Bible but there is also euthanasia that can be justified in Christian ethics, namely natural passive euthanasia, a decision not to give machines or tools so that patients who should have died naturally but survived. with the machine so that his life depends on the machine and not in the hands of God. Abstrak: Kematian merupakan suatu peristiwa yang pasti terjadi dalam kehidupan setiap manusia. Meskipun itu adalah sesuatu yang pasti tetapi tetap merupakan sebuah misteri, sebab hanya Tuhan sendirilah yang tahu kapan seseorang itu akan mengalami kematian. Namun tidak sedikit orang yang ingin mengakhiri hidupnya karena berbagai persoalan hidup yang dialami ataupun karena berbagai penyakit yang tak kunjung sembuh sehingga untuk mengakhiri penderitaannya ia mengambil tindakan bunuh diri yang dilakukan oleh diri sendiri maupun dilakukan dengan bantuan orang lain, dalam hal ini dibantu oleh tenaga medis, di mana tindakan ini dikenal dengan sebutan eutanasia. Penelitian ini mengkaji bagaimana perspektif Alkitab terhadap eutanasia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka di mana sumber utama adalah Alkitab, lalu dibantu literatur, jurnal yang terpublikasi sehingga dapat menjawab rumusan masalah. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa ada eutanasia yang tidak sesuai dengan Alkitab tetapi ada juga eutanasia yang dapat dibenarkan secara etika Kristen, yaitu eutanasia pasif alami, suatu keputusan untuk tidak memberikan mesin atau alat-alat sehingga pasien yang seharusnya sudah mati secara wajar tetapi dapat bertahan hidup dengan mesin sehingga hidupnya tergantung kepada mesin dan bukan di tangan Allah
Mengikis Sikap Superioritas Beragama untuk Mencapai Persatuan Indonesia Ginting, Kaleb; Simon
Jurnal Salvation Vol. 3 No. 2 (2023): Januari 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v3i2.20

Abstract

Abstract: This paper was elaborated by the researchers because in fact there are individuals who practice religion by showing their superior attitude that their belief is more correct or they are much better than others and this is characterized by an arbitrary attitude towards other religions. This paper used a qualitative method with a literature approach. Through this writing topic, the author described about eroding the attitude of superiority as a form of the practice of Pancasila in the principle of "Unity of Indonesia". It can be concluded from the results of the description on this topic that to erode the attitude of superiority in practicing the principle of the “Unity of Indonesia” and the norms contained therein, what needs to be done as an Indonesian society is to implement the religious values in unity as mandated by Pancasila and believers must also exhibit behavior and attitudes in accordance to unity and harmony so as to build the value of togetherness in line with the content contained in the points and values of Pancasila. Abstrak: Tulisan ini diuraikan oleh peneliti karena melihat secara faktual adanya oknum-oknum menjalankan agamanya dengan menunjukkan bahwa sikap Superioritas dalam beragama dimana keyakinannya lebih benar atau sikap perasaan lebih segalanya dari orang lain dan ini ditandai oleh sikap sewenang-wenang terhadap agama lain. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur. Melalui topik penulisan ini penulis mendeskripsikan tentang mengikis sikap superioritas sebagai ujut dalam pengamalan Pancasila dalam sila “Persatuan Indonesia”. Dapat disimpulkan dari hasil uraian pada topik ini bahwa untuk mengikis sikap superioritas dalam mengamalkan sila Persatuan Indonesia dan norma yang terkandung di dalamnya maka yang perlu dilakukan sebagai masyarat Indonesia mengimplementasikan nilai agamanya dalam persatuan sebagaimana mandat pancasila dan orang percaya juga harus mengejawantahkan perilaku dan sikap tentang persatuan dan kerukunan sehingga dapat membangun nilai kebersamaan yang selaras dengan muatan yang terkandung dalam butir-butir dan nilai-nilai ajar Pancasila
Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen terhadap Pertumbuhan Iman Siswa Sekolah Dasar Bala Keselamatan Lempelero Sarimin, Freliyanti
Jurnal Salvation Vol. 3 No. 2 (2023): Januari 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v3i2.21

Abstract

Abstract: Against the background of the lack of enthusiasm for student learning, and the lack of attention from the Christian religious education teacher to the learning of Christian religious education, which has been described, the problem is formulated; what is meant by the role of the christian religious education teacher, the way the christian religious education teacher carries out his role in the growth of student faith, as well as the role of the christian religious education teacher in the process of growing student faith. This study aims to determine the role of the Christian religious education teacher in the faith growth of grade III students and VI Lempelero Salvation Army elementary school. The method used in this research is qualitative. The samples taken were 15 students and 1 teacher. The results of the study show that the role of the Christian religion teacher can change the character of students' bad habitual behavior, such as; lazy to pray, do not like going to school during Christian religious education lessons to become Christian character and good behavior, students are more diligent in coming to school and like to pray and read the Bible before starting lessons, thus a Christian religious education teacher has the character of Christ, not only rather than transferring their knowledge, instilling their faith in Christ by guiding and directing and encouraging students at school. If this role is carried out properly, it will have a positive impact on the growth of students' faith. Abstrak: Dilatar belakangi oleh kurang semangat belajar siswa, dan kurangnya perhatian dari guru pendidikan agama Kristen terhadap pembelajaran pendidikan agama kristen, yang telah diuraikan maka dalam artikel ini membahas tentang klasifikasi guru Agama Kristen dalam mendidik Nara-didik, peran guru agama Kristen terhadap pertumbuhan Iman siswa, guru menjadi model yang dapat dicontoh, pembelajaran yang berdasarkan Alkitab, melakukan pembinaan rohani kepada nara didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru pendidikan agama Kristen terhadap pertumbuhan iman siswa kelas III dan VI sekolah dasar Bala Keselamatan Lempelero. Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif. Sampel yang di ambil 15 orang siswa dan 1 orang guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan guru agama Kristen dapat mengubah karakter perilaku kebiasaan tidak baik siswa, seperti; malas berdoa, tidak suka ke sekolah pada jam pelajaran pendidikan agama Kristen menjadi karakter kristiani dan perilaku yang baik, siswa lebih rajin datang ke sekolah serta suka berdoa dan membaca Alkitab sebelum mulai pelajaran, dengan demikian seorang guru pendidikan agama Kristen memiliki karakter Kristus, bukan hanya mentransferkan ilmunya melainkan, menanamkan iman percaya mereka kepada Kristus dengan cara membimbing dan mengarahkan serta memberi semangat siswa di sekolah. Peran ini dilakukan secara baik maka akan memberi dampak positif bagi pertumbuhan iman siswa.
Suatu Analisis Kritis terhadap LGBT dengan Perspektif Kekristenan Jayanti, Eka Putri
Jurnal Salvation Vol. 3 No. 2 (2023): Januari 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v3i2.22

Abstract

Abstract: LBGT is an issue that continues to cause a lot of controversy to this day and as time goes by it is no longer an issue but a phenomenon, the church or Christianity has the responsibility to answer all issues on how to act based on the truth of God's Word. Based on this, in this paper the author wants to look at the perspective regarding LGBT from the perspective of the Bible and Christianity itself, while the method used is books, journals and Bible studies which are the basis of the writing. The results obtained from the study are: LGBT is an abomination to God, this is absolute Christianity firmly rejects LGBT and rejects same-sex marriage, but God's grace is open to all sinful human beings. God Jesus loves every sinner, so the church, Christians must see LGBT as brothers in need help, Christianity rejects all forms of violence, oppression and even phobia of LGBT, like Christ as a Shepherd who always cares for his sheep, so the church, Christ's education and Christian families care for those who are entangled with LGBT. This study uses the method of literature or literature study Abstrak: LBGT menjadi isu yang sampai saat ini terus menimbulkan banyak sekali pertentangan dan seiring perkembangan zaman hal tersebut bukan lagi menjadi sebuah isu tetapi fenomena, gereja atau kekristenan memiliki tanggung jawab untuk menjawab semua isu bagaimana seharusnya bertindak berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Berdasarkan hal tersebut, dalam tulisan ini penulis ingin melihat sudut pandang menyangkut LGBT dalam pandangan alkitab dan kekristenan itu sendiri, adapun metode yang pergunakan ialah, kajian-kajian buku, jurnal dan Alkitab yang mendasarkan penulisan. Hasil yang didapatkan dari kajian tersebut ialah:. LGBT adalah bentuk kekejian bagi Tuhan, hal ini absolut kekristenan dengan tegas menolak LGBT dan menolak pernikahan sejenis, tetapi kasih karunia Tuhan terbuka untuk semua manusia yang berdosa Tuhan Yesus mengasihi setiap orang berdosa maka gereja, orang-orang Kristen harus melihat LGBT sebagai saudara yang membutuhkan pertolongan, kekristenan menolak segala bentuk kekerasan, penindasan bahkan phobia terhadap LGBT, seperti Kristus sebagai Gembala yang selalu peduli domba-dombanya, demikianlah gereja, pendidikan Kristus dan Keluarga Kristen peduli dengan mereka yang terjerat dengan LGBT. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan atau studi literatur
Menelisik Dampak Estetika dalam Pemberitaan Firman terhadap Spiritualitas Jemaat di Era Post Truth Elvrita, Natalia; Hastuti, Ruwi
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.23

Abstract

Abstract: Preaching the Word should accommodate three main areas, namely truth, goodness, and beauty. This study aims to explain empirically the influence of the aesthetic dimension in preaching the word to the congregation of the Central Kalimantan I Assemblies of God Church in the post truth era. The method used in this study is a quantitative method with a questionnaire approach and literature review. This article discusses Christian spirituality, preaching the word in the post truth era and the impact of the aesthetic dimension in preaching the word on Christian spirituality, specifically in relation to God, oneself, others and nature. Based on the results of the research in this article, it was found that the high aesthetic dimension in preaching the word in the post truth era resulted in low congregational spirituality. The congregation does not experience spiritual growth when the word delivered is based on the subjectivity of the preacher of the word. Abstrak: Pemberitaan Firman seharusnya mengakomodir tiga area utama yaitu kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara empiris mengenai pengaruh dimensi estetika dalam pemberitaan firman terhadap jemaat Gereja Sidang Jemaat Allah Kalimantan Tengah I di era post truth. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kuesioner dan kajian literatur. Artikel ini membahas tentang spiritualitas Kristiani, pemberitaan Firman di era post truth dan dampak yang ditimbulkan dari dimensi estetik dalam pemberitaan firman terhadap spiritualitas Kristiani, secara khusus dalam hubungannya dengan Tuhan, diri sendiri, orang lain dan alam. Berdasarkan hasil penelitian dalam artikel ini ditemukan bahwa tingginya dimensi estetik dalam pemberitaan firman di era post truth menghasilkan spiritualitas jemaat yang rendah. Jemaat tidak mengalami pertumbuhan secara spiritual ketika firman yang disampaikan bersumber pada subyektivitas dari pemberita firman tersebut
Upacara Ngaben ditinjau dalam Perspektif Iman Kristen Lewi, Ayub Pangga; Cahyadi, Tjiong Eric; Yulianto, Auw Tammy; Simon
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.24

Abstract

Abstract: Bali Island is a famous island in the world. Besides being famous for its beautiful tourist attractions, the island is also famous for a unique ceremony called ngaben or the burning of corpses as a path taken by the Hindu people to reach the heaven or in Hindu spiritual terms called Moksa. The implementation of ngaben ceremony goes through a long process and requires high cost. The purpose of this writing was to equip evangelists who would carry out missions to Hindus. With an understanding of heaven from a Hindu perspective, evangelists could design the right mission strategy. The research in this paper used a qualitative descriptive method to get a comprehensive exposure. The literature study approach was also used by using library sources, such as books, journals and articles. The results showed that there was a religious concept to get eternal salvation after death. This research aimed to help the mediator who wanted to carry out God's mission to realize the religious meaning contained in the ngaben ceremony. This research suggested that it was important for a servant of God as an agent of God's mission on earth to understand this fundamental concept. Abstrak: Pulau Bali merupakan pulau yang terkenal di seluruh dunia. Disamping terkenal akan obyek wisatanya yang indah, pulau ini juga terkenal dengan sebuah upacara yang unik yaitu upacara Ngaben atau pembakaran mayat sebagai jalan yang ditempuh umat Hindu untuk mendapatkan sorga atau di dalam istilah kerohanian Hindu disebut “Moksa”. Pelaksanaan upacara ngaben melalui proses yang panjang dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Tujuan penulisan ini adalah membekali penginjil yang akan melaksanakan misi kepada umat Hindhu. Dengan pemahaman akan sorga dari perspektif Hindhu maka penginjil dapat merancang strategi misi yang tepat. Penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendapatkan pemaparan secara komprehensif. Pendekatan studi Pustaka juga digunakan dengan menggunakan sumber-sumber Pustaka dari buku, jurnal dan artikel. Hasil penelitian menunjukkan adanya konsep religius yang bermakna keselamatan kekal setelah kematian. Penelitian ini bermaksud membantu seorang pelaksana misi Allah agar memahami makna religius yang terkandung di dalam upacara ngaben. Penelitian ini menyarankan pentingnya seorang hamba Tuhan sebagai agen misi Allah di bumi memahami konsep fundamental ini.
Implikasi Aliran Filsafat Idealisme terhadap Praksis Pendidikan Agama Kristen Heeng, Go; Panide, Remegies Danial Yohanis; Zega, Yunardi Kristian
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.25

Abstract

Abstract: Philosophy of idealism in the praxis of Christian religious education focuses on developing spiritual awareness, building a relationship with God and strengthening basic religious values. Idealism also emphasizes the importance of recognizing the truth and understanding the essence of human existence. This can help in forming a positive mindset, making good decisions, and acting with integrity and responsibility. However, in practice not many understand the concept of philosophy of idealism, so that the practice of Christian religious education often ignores philosophical concepts that contribute to the process of improving Christian religious education itself. The method used in this research is literature study. The results of the study show that there are implications of the philosophy of idealism in the praxis of Christian religious education, namely the importance of understanding religious concepts, focusing on developing individual potential, prioritizing the learning process and prioritizing personal experience. Thus, the philosophy of idealism can be applied in the practice of Christian religious education by paying attention to spiritual values, character education, holistic education, and inclusive education. Abstrak: Filsafat idealisme dalam praksis pendidikan agama Kristen fokus pada pengembangan kesadaran spiritual, membangun hubungan dengan Tuhan dan memperkuat nilai-nilai agama yang mendasar. Idealisme juga menekankan pada pentingnya mengenali kebenaran dan memahami esensi keberadaan manusia. Hal ini dapat membantu dalam membentuk pola pikir yang positif, membuat keputusan yang baik, dan bertindak dengan integritas serta tanggung jawab. Namun, dalam praktiknya belum banyak yang memahami konsep filsafat idealisme, sehingga praksis pendidikan agama Kristen sering kali mengabaikan konsep-konsep filsafat yang punya sumbangsih bagi proses perbaikan pendidikan agama Kristen itu sendiri. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat implikasi filsafat idealisme dalam praksis pendidikan agama Kristen yaitu pentingnya pemahaman konsep-konsep keagamaan, fokus pada pengembangan potensi individu, mengutamakan proses belajar dan mengutamakan pengalaman pribadi. Dengan demikian, filsafat idealisme dapat diterapkan dalam praksis pendidikan agama Kristen dengan memperhatikan nilai-nilai spiritual, pendidikan karakter, pendidikan holistik, dan pendidikan inklusif
Membingkai Aplikasi Praktis Integritas Gembala Sidang dalam Menjalankan Pelayanan Berdasarkan Efesus 4:1-13 Kiding, Yunus
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.26

Abstract

Abstract: Indeed integrity is a very important character quality and should be owned by every leader, a life that is not reproached and there is no conflict between words and deeds. Someone who feels called to be the pastor of the congregation, should maintain his integrity properly because the pastor is the leader of the local church where God has placed him. The purpose of this research article is to frame the practical application of the pastor's integrity in carrying out services based on Ephesians 4:1-13 in the Assemblies of God Regional Management Board 1 in Central Kalimantan. The methods that the researchers chose in working on this article were descriptions, interviews and literature review. This article discusses the importance of integrity for leaders, the integrity of the shepherd in the description of Ephesians 4, and its application to Assemblies of God Regional Management Board 1 ministries in Central Kalimantan. It was concluded that pastors need to understand the importance of integrity and be able to apply integrity to themselves, their families, the church, and social life. Abstrak: Sejatinya integritas merupakan kualitas karakter yang sangat penting dan seharusnya dimiliki oleh setiap pemimpin, Integritas merupakan suatu kehidupan yang tidak bercela dan tidak adanya pertentangan antara perkataan dan perbuatan. Seseorang yang merasa terpanggil menjadi gembala sidang, seharusnya menjaga integritasnya dengan baik karena gembala sidang merupakan pemimpin gereja lokal di mana ia Tuhan tempatkan. Adapun tujuan dari penelitian artikel ini ingin membingkai aplikasi praktis integritas gembala sidang dalam menjalankan pelayanan berdasarkan Efesus 4:1-13 di kalangan gereja GSJA BPD 1 Kalimantan Tengah. Metode yang peneliti pilih dalam mengerjakan artikel ini adalah deskripsi, wawancara dan kajian literatur. Artikel ini membahas tentang arti penting integritas bagi pemimpin, integritas gembala dalam gambaran efesus 4, dan aplikasinya di pelayanan GSJA BPD 1 Kalimantan Tengah. Disimpulkan bahwa para gembala sidang perlu memahami pentingnya integritas dan mampu mengamplikasikan Integritas pada diri sendiri, keluarga, gereja, dan kehidupan bermasyarakat
Aktualisasi Pemimpin Gereja menjaga Moral dan Integritas Umat dalam Menghadapi Tahun Politik Arifianto, Yonatan Alex; Ngesthi, Yonathan Salmon Efrayim
Jurnal Salvation Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v4i1.27

Abstract

Abstract: Political years often bring problems and can also bring about internal church conflicts as well as horizontal conflicts between people. However, this is a challenge for society and also for the country, because it is related to sensitive political issues, diseases of democracy, and even the politics of dishonesty involving pastors and Christianity regarding choice and support. Therefore the lack of political education for Christianity can exacerbate the political situation and undermine democracy. Therefore, church pastors or church leaders need to be vigilant and try to deal with these problems wisely and responsibly. So that the morality and integrity of the pastor in facing the political year can be an example for God's congregation. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the morality and integrity of church leaders in facing the first 2024 political year church leaders can understand the nature of morality and integrity for politics so they can understand how the political paradigm and its influence on the church. Of course this is a reflection of the Bible's teaching of morality and integrity towards church leadership to be on the right path and in accordance with the basics of Biblical truth. So as to bring up the movement which is the value of the actualization of church leaders in politics as maintaining morale and integrity Abstrak: Tahun politik seringkali membawa persoalan dan bisa juga mendatangkan konflik internal gereja maupun konflik horizontal antar sesama. Namun hal itu merupakan tantangan bagi masyarakat dan juga negara, sebab terkait dengan adanya isu-isu politik yang sensitif, penyakit demokrasi, bahkan politik uang dan politik ketidakjujuran yang melibatkan para pemimpin gereja dan kekristenan, terkait pilihan dan dukungan sering terjadi. Maka dari itu kurangnya pendidikan politik bagi kekristenan dapat memperburuk situasi politik dan merusak demokrasi. Oleh karena itu, gembala jemaat atau pemimpin gereja perlu waspada dan berupaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Supaya moralitas dan integritas gembala dalam menghadapi tahun politik dapat menjadi teladan bagi jemaat Tuhan. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa moralitas dan integritas pemimpin gereja dalam menghadapi tahun politik 2024 pertama para pemimpin gereja dapat mengerti akan hakikat moralitas dan integritas bagi politik sehingga dapat memahami bagiamana paradigma politik dan pengaruhnya Bagi gereja. Tentunya hal itu menjadi reflektif pengajaran Alkitab moralitas dan integritas terhadap kepemimpinan gereja untuk berada dijalan yang benar dan sesuai dengan dasar kebenaran Alkitabiah. Sehingga memunculkan gerekan yang menjadi nilai akan aktualisasi pemimpin gereja dalam perpolitikan sebagai menjaga moral dan integitas.

Page 8 of 11 | Total Record : 104