cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 28072308     EISSN : 28071816     DOI : https://doi.org/10.51878/edukids.v2i1
Core Subject : Education,
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Early Childhood Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 8 Documents clear
DESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS BERMAIN DALAM MENINGKATKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI: KAJIAN LITERATUR Setyowati, Dinan Anggun; Darmiyati, Darmiyati; Aslamiah, Aslamiah
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.6555

Abstract

Play-based learning is a highly relevant approach in early childhood education because it creates a fun and meaningful learning environment. This method not only focuses on cognitive aspects but also promotes holistic development in social, emotional, motor, creativity, and language skills. Play serves as the primary means for children to explore their environment, build social interactions, and foster self-confidence and independence. However, the implementation of play-based learning still faces challenges, such as limited resources and a lack of understanding among educators in designing effective activities. This study aims to examine various play-based learning designs that have been implemented in early childhood education and their impact on children's development. The method used is descriptive qualitative with a literature review approach, through an analysis of journals and related scientific sources. The findings indicate that play-based learning designs that are appropriately designed can provide optimal stimulation for all aspects of children's development. Therefore, this approach is recommended for broader implementation to create innovative, enjoyable, and child-centered learning experiences. ABSTRAK Pembelajaran berbasis bermain merupakan pendekatan yang sangat relevan dalam pendidikan anak usia dini karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Metode ini tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga mendorong perkembangan sosial, emosional, motorik, kreativitas, dan kemampuan berbahasa anak secara holistik. Bermain menjadi sarana utama anak untuk mengeksplorasi lingkungan, membangun interaksi sosial, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian. Namun, penerapan pembelajaran berbasis bermain masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan sarana dan kurangnya pemahaman pendidik dalam merancang kegiatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai desain pembelajaran berbasis bermain yang telah diterapkan di pendidikan anak usia dini serta dampaknya terhadap perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis literatur dari jurnal dan sumber ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa desain pembelajaran berbasis bermain yang dirancang secara tepat dapat memberikan stimulasi yang optimal terhadap seluruh aspek perkembangan anak. Dengan demikian, pendekatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas guna menciptakan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan anak.
POLA ASUH IBU PEKERJA DALAM MEMBENTUK SELF CONTROL ANAK USIA DINI DI PAUD KECAMATAN PURWAKARTA CILEGON Mursyidah, Mursyidah; Nur, Maulida
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7341

Abstract

This study aims to analyze the impact of working mothers' parenting styles on developing self-control in early childhood at PAUD in Purwakarta District, Cilegon. The parenting style adopted by working mothers plays a crucial role in shaping children's self-control abilities, including regulating emotions, delaying gratification, and following rules. This research utilizes a qualitative method with a phenomenological approach, involving in-depth interviews with three working mothers as research subjects. The findings indicate that authoritative parenting, characterized by high responsiveness and clear boundaries, positively impacts children's self-control development. Conversely, authoritarian parenting, which is overly strict, and permissive parenting, which lacks structure, can hinder children's ability to regulate their emotions and behavior. Factors such as consistency in rule enforcement and active emotional support from mothers significantly influence the development of children's self-control. This research provides insights for working mothers and policymakers to support child development through appropriate parenting strategies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh ibu pekerja terhadap perkembangan self-control anak usia dini di PAUD Kecamatan Purwakarta, Cilegon. Pola asuh yang diterapkan oleh ibu pekerja memainkan peran penting dalam pembentukan kemampuan self-control, yang mencakup kemampuan mengendalikan emosi, menunda gratifikasi, dan mematuhi aturan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang melibatkan wawancara mendalam dengan tiga ibu pekerja sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif, yang ditandai dengan responsivitas tinggi dan pengaturan batas yang jelas, memiliki dampak positif terhadap perkembangan self-control anak. Sebaliknya, pola asuh otoriter yang terlalu ketat dan permisif yang kurang terstruktur dapat menghambat kemampuan anak dalam mengendalikan emosi dan perilaku. Faktor-faktor seperti konsistensi dalam penerapan aturan dan dukungan emosional yang aktif dari ibu sangat berpengaruh dalam membentuk self-control anak. Penelitian ini memberikan wawasan bagi ibu pekerja dan pembuat kebijakan untuk mendukung perkembangan anak melalui pola asuh yang tepat.
PERAN GURU DALAM MENCIPTAKAN IKLIM KELAS YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK USIA DINI DI PAUD Rohliani, Rohliani; Nurhayati, Yuliana; Ilise, Rizki Nugerahani
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7229

Abstract

ABSTRACT A positive classroom climate is an important factor in supporting the social, emotional, and cognitive development of young children in early childhood education settings. This study aims to examine the role of teachers in creating a classroom climate that is conducive, safe, and enjoyable for young children. A descriptive qualitative approach was employed, involving two teachers at TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 2 who have more than five years of teaching experience and hold a minimum qualification of a bachelor’s degree in early childhood education. The research data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and written documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation. The findings indicate that teachers play a crucial role in fostering an enjoyable classroom climate through effective management of the physical environment, the implementation of varied instructional strategies, and the strengthening of positive emotional relationships with children. The study concludes that the teacher’s role is not limited to instruction alone, but also encompasses functions as a facilitator, motivator, and mentor in creating a conducive, interactive, and inclusive learning environment for young children. ABSTRAK Iklim kelas yang menyenangkan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak usia dini di satuan PAUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam membangun iklim kelas yang kondusif, aman, dan menyenangkan bagi anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melibatkan dua orang guru di TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 2 yang memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima tahun dan kualifikasi pendidikan minimal sarjana PAUD. Data penelitian diperoleh melalui observasi kelas, wawancara mendalam, serta dokumentasi tertulis, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam menciptakan iklim kelas yang menyenangkan melalui pengelolaan lingkungan fisik, penerapan strategi pembelajaran yang variatif, dan penguatan hubungan emosional yang positif dengan anak. Simpulan penelitian menegaskan bahwa peran guru tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar, tetapi juga mencakup fungsi sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, interaktif, dan inklusif bagi anak usia dini.
UPAYA MENINGKATKAN LITERASI ANAK DALAM MENGENALI SIMBOL MELALUI MODEL MAKE A MATCH DI PAUD BANJARMASIN Noviana, Dewi; Amrullah, Abdul khair; Maulidha, Maulidha
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7232

Abstract

ABSTRACT Improving early childhood literacy has become an important focus in learning based on the Merdeka Curriculum, particularly in developing children’s ability to recognize symbols found in their surrounding environment. This study aims to describe teachers’ efforts to enhance children’s literacy in identifying symbols through the implementation of the Make a Match model in early childhood education institutions in Banjarmasin City. The study employed a qualitative approach with a narrative design. The research participant was a teacher at PAUD Islam Baitul Makmur Banjarmasin who had experience implementing the Make a Match model. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of the Make a Match model creates an active, enjoyable, and contextual learning environment. Children are able to recognize and understand the meaning of symbols more easily through play-based learning activities. Interview findings show that the teacher plays an active role as a facilitator by guiding children, preparing engaging learning media, and providing initial scaffolding to build children’s symbolic understanding. Challenges such as differences in children’s focus and comprehension can be addressed through individualized assistance and simplified instructions. In conclusion, the Make a Match model is effective in improving children’s symbolic literacy, fostering learning motivation, and enhancing their self-confidence. This model can serve as an innovative strategy to strengthen early literacy in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Peningkatan literasi anak usia dini menjadi perhatian penting dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, khususnya dalam kemampuan mengenali simbol-simbol yang ada di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan literasi anak dalam mengidentifikasi simbol-simbol melalui penerapan model Make a Match pada PAUD di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif. Partisipan penelitian adalah seorang guru PAUD Islam Baitul Makmur Banjarmasin yang telah berpengalaman menerapkan model Make a Match. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Make a Match mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Anak lebih mudah mengenali dan memahami makna simbol melalui kegiatan bermain sambil belajar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator yang aktif membimbing anak, mempersiapkan media yang menarik, dan memberikan pijakan awal untuk membangun pemahaman simbolik anak. Kendala berupa perbedaan fokus dan pemahaman anak dapat diatasi dengan pendampingan individual dan penyederhanaan instruksi. Kesimpulannya, model Make a Match efektif dalam meningkatkan literasi simbol anak, menumbuhkan motivasi belajar, serta rasa percaya diri mereka. Model ini dapat menjadi strategi inovatif dalam memperkuat literasi awal sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.
MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN HEWAN BERBASIS QUIVER: STUDI DESKRIPTIF PADA TK MAWARSARI DI KABUPATEN BARITO KUALA Rahmi, Nor; Amrullah, Abdul Khair; Maulidha, Maulidha
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7234

Abstract

ABSTRACT Learning activities for introducing animals in early childhood education are still predominantly reliant on conventional, static media, which are less effective in attracting children’s attention and engagement. This condition highlights the need for innovative learning media that are interactive and aligned with the developmental characteristics of young children. This study aims to describe the implementation of augmented reality based learning media for animal introduction using the Quiver application at TK Mawarsari, Barito Kuala Regency. The research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation, involving an early childhood education teacher as the research participant. The implementation of Quiver media was conducted through several stages, namely coloring activities, scanning images using digital devices, and children’s interaction with three-dimensional animal objects. The results indicate that the use of Quiver increases children’s enthusiasm, focus, and active participation during learning activities, as well as helps them understand animal names, shapes, and sounds more concretely. Technical constraints such as limited internet connectivity can be minimized through adequate preparation of learning devices. Therefore, Quiver media can be concluded to be effective in supporting interactive, enjoyable, and meaningful thematic learning for introducing animals in early childhood education. ABSTRAK Pembelajaran pengenalan hewan pada pendidikan anak usia dini masih didominasi penggunaan media konvensional yang bersifat statis, sehingga kurang optimal dalam menarik perhatian dan keterlibatan anak. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang interaktif serta selaras dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran pengenalan hewan berbasis augmented reality melalui aplikasi Quiver di TK Mawarsari Kabupaten Barito Kuala. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAUD sebagai partisipan. Penerapan media Quiver dilaksanakan melalui tahapan kegiatan mewarnai gambar, pemindaian menggunakan perangkat digital, serta interaksi anak dengan objek hewan tiga dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Quiver mampu meningkatkan antusiasme, fokus, dan partisipasi aktif anak selama pembelajaran, serta membantu anak memahami nama, bentuk, dan suara hewan secara lebih konkret. Kendala teknis seperti keterbatasan jaringan internet dapat diminimalkan melalui persiapan perangkat pembelajaran yang memadai. Dengan demikian, media Quiver dapat disimpulkan efektif sebagai pendukung pembelajaran tematik pengenalan hewan yang interaktif, menyenangkan, dan bermakna bagi anak usia dini.
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI BERBAHASA ANAK USIA 4–5 TAHUN DI PAUD TERPADU BANJARMASIN Shalihah, Shalihah; Nurhayati, Yuliana; Maulida, Maulida
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7261

Abstract

ABSTRACT Language literacy skills in early childhood constitute an important foundation for learning readiness at subsequent levels of education; therefore, instructional strategies that are aligned with children’s developmental characteristics are required. This study aims to describe teachers’ strategies in developing language literacy skills among children aged 4–5 years at PAUD Terpadu At-Tibyan Banjarmasin. The study employed a descriptive qualitative approach involving the principal and three teachers of the 4–5-year-old group as research subjects. Data were collected through interviews, observations, and documentation and then analyzed using thematic analysis. The results indicate that language literacy development was implemented in an integrated manner within daily learning activities, including the habituation of story reading, role-playing, singing, small-group discussions, and the use of visual media and children’s songs. These strategies encouraged children’s active involvement, enriched their vocabulary, and increased their confidence in communication. The challenges encountered included differences in children’s language abilities, limited instructional time, and suboptimal parental support, which were addressed through activity adjustments, the use of simple learning media, and the strengthening of communication with parents. Overall, this study concludes that child-centered and play-based teacher strategies are effective in developing the language literacy skills of children aged 4–5 years. These findings emphasize the importance of integrating literacy into PAUD learning routines to build a sustainable foundation for children’s reading interest, vocabulary mastery, and communication skills. ABSTRAK Kemampuan literasi berbahasa pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar pada jenjang pendidikan selanjutnya, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang selaras dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan kemampuan literasi berbahasa anak usia 4–5 tahun di PAUD Terpadu At-Tibyan Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan kepala sekolah dan tiga guru kelompok usia 4–5 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan literasi berbahasa dilakukan secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, meliputi pembiasaan membaca cerita, bermain peran, bernyanyi, diskusi kelompok kecil, serta pemanfaatan media visual dan lagu anak. Strategi tersebut mendorong keterlibatan aktif anak, memperkaya kosakata, dan meningkatkan keberanian anak dalam berkomunikasi. Hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan bahasa anak, keterbatasan waktu pembelajaran, serta dukungan orang tua yang belum optimal, yang diatasi melalui penyesuaian kegiatan, pemanfaatan media sederhana, serta penguatan komunikasi dengan orang tua. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi guru yang berpusat pada anak dan berbasis kegiatan bermain efektif dalam mengembangkan kemampuan literasi berbahasa anak usia 4–5 tahun. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi literasi dalam rutinitas pembelajaran PAUD untuk membangun fondasi minat baca, penguasaan kosakata, dan kemampuan komunikasi anak usia dini secara berkelanjutan.
STRATEGI KEPALA SATUAN PAUD UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAUD DI KOTA BANJARMASIN Isnaniah, Isnaniah; Maulidha, Maulidha; Nurhayati, Yuliana
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.7293

Abstract

ABSTRACT The improvement of professional competence among early childhood education (ECE) teachers has become a strategic challenge in response to increasing demands for adaptive, reflective, and child-oriented learning quality. Field conditions indicate variations in teachers’ educational qualifications, limited supporting facilities, and suboptimal implementation of creative learning practices, highlighting the need for leadership from ECE principals who are capable of managing teacher development in a structured and sustainable manner. This study aims to describe the leadership strategies of ECE principals in enhancing teachers’ professional competence and to examine the implementation of these strategies at TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 3. The study employed a qualitative approach with a narrative design, involving the principal as the main subject and several teachers as supporting informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the ECE principal implemented continuous professional development through teacher learning communities, dialogical academic supervision, reinforcement of spiritual values, and participatory communication that fostered teacher collaboration. These strategies contributed to the development of reflective attitudes, increased teaching creativity, and strengthened teachers’ professional responsibility. This study concludes that participatory, humanistic, and value-based leadership of ECE principals plays a crucial role in building a sustainable culture of teacher professionalism. Peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi tantangan strategis seiring dengan tuntutan mutu pembelajaran yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada perkembangan anak. Realitas di lapangan menunjukkan adanya variasi kualifikasi guru, keterbatasan sarana pendukung, serta belum optimalnya praktik pembelajaran kreatif, sehingga diperlukan kepemimpinan kepala satuan PAUD yang mampu mengelola pembinaan guru secara terarah dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala satuan PAUD dalam meningkatkan kompetensi profesional guru serta menggambarkan implementasi strategi tersebut di TK Negeri Pembina Banjarmasin Utara 3. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif, melibatkan kepala sekolah sebagai subjek utama dan beberapa guru sebagai informan pendukung, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala satuan PAUD menerapkan pembinaan profesional secara berkelanjutan melalui komunitas belajar guru, supervisi akademik dialogis, penguatan nilai spiritual, serta komunikasi partisipatif yang mendorong kolaborasi antarguru. Strategi tersebut berkontribusi pada berkembangnya sikap reflektif, peningkatan kreativitas mengajar, dan penguatan tanggung jawab profesional guru. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan kepala satuan PAUD yang partisipatif, humanis, dan berbasis nilai memiliki peran penting dalam membangun budaya profesionalisme guru secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI METODE BEYOND CENTER AND CIRCLE TIME TERHADAP MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI DI RA AL-QUSHWA Widianti, Asri; Noerohmah, Alya; Herawati, Leni; Septiani, Nova Tania; Erika, Rista
EDUKIDS : Jurnal Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edukids.v5i2.8086

Abstract

This study was motivated by the low learning motivation of children at RA Al-Qushwa, as indicated by their lack of enthusiasm, attention, and active participation during learning activities. The purpose of this research is to explore the implementation of the Beyond Center and Circle Time (BCCT) method in improving young children’s learning motivation at RA Al-Qushwa. This research employed a qualitative descriptive approach. The subjects consisted of teachers and group B children, while data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed that the implementation of the BCCT method significantly increased children’s learning motivation. Children became more enthusiastic, active, and curious during activities in each learning center. Teachers acted as facilitators who created enjoyable and meaningful learning environments through child-centered activities. The BCCT method also fostered children’s independence, responsibility, and social skills. Therefore, the BCCT method is effectively applied in learning at RA Al-Qushwa to enhance early childhood learning motivation. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar anak di RA Al-Qushwa yang ditandai dengan kurangnya antusiasme, perhatian, dan partisipasi aktif anak selama kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode Beyond Center and Circle Time (BCCT) dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia dini di RA Al-Qushwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak kelompok A dan B, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode BCCT mampu meningkatkan motivasi belajar anak secara signifikan. Anak terlihat lebih bersemangat, aktif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi saat mengikuti kegiatan di setiap sentra. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bermakna melalui kegiatan yang berpusat pada anak. Penerapan BCCT juga membantu anak mengembangkan kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan sosial. Dengan demikian, metode BCCT efektif diterapkan dalam pembelajaran di RA Al-Qushwa untuk menumbuhkan motivasi belajar anak usia dini.

Page 1 of 1 | Total Record : 8