cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 48 Documents clear
PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA PT. ABC INDONESIA Prakoso, Rama Gusti; Tuhagana, Aji; Apriani, Zenita
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6883

Abstract

ABSTRACT This research aims to analyze the extent to which motivation and the work environment affect employee productivity at PT. ABC Indonesia, both when examined separately (partial) and jointly (simultaneous). The study was carried out using a quantitative approach with a descriptive and verifikative research design. Data were collected by distributing questionnaires to 81 respondents. Multiple linear regression was employed for data analysis. The results indicate that motivation and the work environment each have a significant influence on employee productivity when tested separately. Furthermore, when tested simultaneously, both variables were also found to significantly contribute to the improvement of productivity in the company under study. These findings reinforce the view that internal factors in the form of motivational drive and external factors in the form of a conducive work environment are key determinants of employee performance. Therefore, company management needs to focus on strategies to enhance motivation, whether through rewards, incentives, or career development, as well as ensuring a safe, comfortable, and supportive work environment. Improvements in both aspects are believed to create positive synergy that not only enhances individual productivity but also contributes to the overall success of the organization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana motivasi serta lingkungan kerja memberikan dampak terhadap produktivitas karyawan PT. ABC Indonesia, baik ditinjau secara terpisah (parsial) maupun bersama-sama (simultan). Studi ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif sekaligus verifikatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan angket kepada 81 responden. Metode regresi linier berganda digunakan dalam analisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi dan lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas karyawan ketika diuji secara terpisah. Selain itu, ketika diuji secara simultan, kedua variabel tersebut juga terbukti berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan produktivitas di perusahaan yang diteliti. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa faktor internal berupa dorongan motivasi serta faktor eksternal berupa kondisi lingkungan kerja yang kondusif menjadi penentu utama kinerja karyawan. Dengan demikian, manajemen perusahaan perlu menitikberatkan pada strategi peningkatan motivasi, baik melalui pemberian penghargaan, insentif, maupun pengembangan karier, serta memastikan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan mendukung. Peningkatan kedua aspek tersebut diyakini dapat menciptakan sinergi positif yang tidak hanya meningkatkan produktivitas individu, tetapi juga berkontribusi terhadap keberhasilan organisasi secara keseluruhan.
OPTIMALISASI MANAJEMEN PEMELIHARAAN ALAT KESEHATAN PUSKESMAS DI KABUPATEN BATANGHARI H, Risky Kusuma; Desmarini, Desmarini
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6885

Abstract

The lack of medical equipment maintenance management in Community Health Centers results in many devices being non-functional or damaged. Additionally, the absence of competent technical experts for maintenance shortens the economic lifespan of the equipment. This study aims to optimize the implementation of medical equipment maintenance management in, Community Health Center. This research uses a descriptive qualitative approach with a system analysis method (input, process, output) and a POAC management approach (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). The analysis strategy to address the problem uses a SWOT analysis. Data collection was carried out through in-depth interviews, observation, and document review at the Health Office and four selected, Community Health Center in Batanghari Regency. It was found that medical equipment maintenance management has not been optimal due to the lack of competent electromedical technicians, limited budgets, and the absence of clear Standard Operating Procedures (SOP). The optimization of medical equipment maintenance can be achieved through a standardized work mechanism using SOP guidelines, making the maintenance of medical devices more structured. The creation of these medical equipment maintenance SOPs requires coordination between the, Community Health Center and the Health Office. ABSTRAKKurangnya manajemen pemeliharaan alat kesehatan di Puskesmas mengakibatkan banyaknya alat kesehatan yang tidak berfungsi atau rusak, serta tidak ada nya tenaga ahli yang berkompeten dalam pemeliharaan membuat umur ekonomis alat menjadi pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan manajemen pemeliharaan alat kesehatan di Puskesmas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis sistem (input, proses, output) dan pendekatan manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Strategi analisis untuk mengatasi masalah menggunakan analisis SWOT. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen di Dinas Kesehatan serta empat Puskesmas terpilih di Kabupaten Batanghari. Ditemukan bahwa manajemen pemeliharaan alat kesehatan belum optimal karena ketiadaan tenaga teknis elektromedik yang kompeten, anggaran yang terbatas, serta belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas. Optimalisasi pemeliharaan alat kesehatan dilakukan dengan melalui mekanisme kerja yang terstandar dengan menggunakan panduan SOP, sehingga pemeliharaan alat kesehatan lebih terstruktur. SOP pemeliharaan alat kesehatan tersebut memerlukan koordinasi pembuatan antara Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK USIA 13-15 TAHUN PADA TIM SEPAK BOLA JONG KUDI WAIBALUN Tukan, Angelus Warnawa; Wolo, Hironimus Bao; Aran, Kristoforus Ado
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6886

Abstract

Physical fitness is the body's ability to carry out activities without experiencing significant fatigue. Physical fitness is also a condition where the body is able to carry out its daily tasks well and efficiently without experiencing significant fatigue, and the body still has energy reserves to deal with sudden and emergency situations. This study aims to determine and analyze the level of physical fitness of children aged 13-15 years on the Jong Kudi Waibalun football team. Observations were conducted on 15 members of the Jongkudi Waibalun soccer team. Physical fitness levels were measured based on the results of the Indonesian Physical Fitness Test for ages 13-15, which includes the 50-meter run, hang lift, 60-second sit-down, vertical jump, and 1,000-meter run. The test results were then calculated based on the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) tables and norms. The study showed that the physical fitness of the Jong Kudi Waibalun soccer team, particularly those aged 13-15, fell into two categories: Good (9 players, or 60%), and Fair (6 players, or 40%). ABSTRAKKebugaran jasmani merupakan kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kebugaran jasmani juga merupakan suatu keadaan saat tubuh mampu menunaikan tugas hariannya dengan baik dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti, dan tubuh masih memiliki cadangan tenaga baik untuk mengatasi cadangan mendadak maupun yang darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar tingkat kebugaran jasmani anak usia 13-15 tahun pada tim sepak bola Jong Kudi Waibalun. Pengamatan dilakukan terhadap 15 peserta tim sepak bola Jongkudi Waibalun. Tingkat kebugaran jasmani di ukur berdasarkan hasil tes kebugaran jasmani Indonesia untuk usia 13-15 tahun yang meliputi, lari 50 meter, angkat gantung tubuh, baring duduk 60 detik, loncat tegak dan lari 1000 meter. Hasil tes selanjutnya dihitung berdasarkan tabel dan norma Tes Kebungaran Jasmani Indonesia (TKJI). Hasil penelitian menjukkan kebugaran jasmani pada tim sepak bola Jong Kudi Waibalun khusunya usia 13-15 tahun diperoleh dua kategori yakni kategori Baik sebanyak 9 pemain atau 60% dan kategori Sedang sebanyak 6 pemain atau 40%.
PENGGANTIAN BENDA WAKAF TATKALA RUSAK ATAU TIDAK BERMANFAAT: ANALISIS KOMPARATIF FIKIH ISLAM DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) Mukhlis Ali, Abdan; La Harisi, Isnaini
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6891

Abstract

Istibdal waqf refers to the replacement of endowed property that is damaged, unfit, or has lost its relevance to the original purpose. According to data from the Indonesian Waqf Board (BWI), over 4,000 plots of waqf land in Indonesia remain unproductive, indicating an urgent need for an appropriate legal solution. This study aims to comparatively analyze the perspectives of the four major Islamic legal schools Hanafiyyah, Malikiyyah, Shafi‘iyyah, and Hanabilah with the prevailing national legal frameworks, particularly the Compilation of Islamic Law (KHI) and Law Number 41 of 2004 on Waqf. The study adopts a normative qualitative approach using library research and legal content analysis through a normative-comparative matrix. The analysis includes eight relevant articles from KHI and the Waqf Law, as well as ten authoritative classical fiqh sources. The findings reveal that all four schools permit istibdal under certain conditions: Hanafiyyah tends to be permissive, Malikiyyah selective, Shafi‘iyyah highly restrictive, and Hanabilah moderate. While KHI and the Waqf Law do not explicitly mention the term “istibdal,” they establish a strict legal mechanism requiring the approval of the Religious Court and recommendations from BWI. This study integrates the principles of maslahah (public benefit) and donor intent in fiqh with legal certainty and accountability in positive law, forming an adaptive and accountable waqf management model. Its main contribution is the formulation of a normative-applicative evaluation framework that can serve as a practical guide for nazhir (waqf managers), BWI, and the Religious Courts in making lawful, transparent, and benefit-oriented istibdal decisions. ABSTRAK Istibdal wakaf adalah mekanisme penggantian harta wakaf yang rusak, tidak layak, atau kehilangan relevansi terhadap tujuan awal. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI), lebih dari 4.000 bidang tanah wakaf di Indonesia masih tidak produktif, menunjukkan kebutuhan mendesak akan solusi hukum yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif pandangan empat mazhab fikih utama Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah dengan regulasi hukum positif, khususnya Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif normatif dengan metode studi pustaka dan teknik analisis konten hukum melalui matriks analisis normatif-komparatif. Kajian dilakukan terhadap delapan pasal dalam KHI dan UU Wakaf serta sepuluh sumber fikih klasik. Hasil menunjukkan bahwa semua mazhab membolehkan istibdal dalam kondisi tertentu: Hanafiyah cenderung permisif, Malikiyah selektif, Syafi’iyah sangat restriktif, dan Hanabilah moderat. KHI dan UU Wakaf, meskipun tidak menyebut istilah "istibdal", menyediakan prosedur hukum yang ketat melalui mekanisme persetujuan Pengadilan Agama dan rekomendasi BWI. Studi ini menyatukan prinsip maslahat dan niat wakif dari perspektif fikih dengan kepastian hukum dan akuntabilitas dalam hukum positif, membentuk model pengelolaan wakaf yang adaptif dan terukur. Kontribusi utama berupa kerangka evaluasi normatif-aplikatif sebagai panduan bagi nazhir, BWI, dan pengadilan agama dalam mengambil keputusan istibdal wakaf yang sah, transparan, dan berorientasi kemaslahatan.
EVALUASI KEBIJAKAN KURIKULUM PELATIHAN TENAGA KERJA DI DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN BANDUNG BARAT Minawati, Rani Nur; Sarihati, Tati; Indah, Diani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6895

Abstract

ABSTRACT  High unemployment rate in the region necessitates labor training policies that not only enhance skills but also align with industry needs. Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Barat (Disnaker KBB), through the Balai Latihan Kerja (BLK), has organized various training programs, particularly in food and beverage processing as well as textiles and apparel. This study aims to evaluate the labor training curriculum policy, identify the challenges encountered, and formulate improvement efforts. The research employed a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with Disnaker, BLK, industry representatives, and training participants. The findings reveal that while the training curriculum is fairly relevant in improving participants’ basic skills, there remains a gap with industry demands, particularly in terms of soft skills, work readiness, and work ethics. The main obstacles include limited facilities, a lack of instructors with industry experience, and weak coordination among stakeholders. Recommended efforts include improving infrastructure, involving industry in curriculum development, strengthening instructor capacity, and establishing an alumni monitoring system. These measures are expected to make labor training policies in Kabupaten Bandung Barat more effective, adaptive, and sustainable in enhancing human resource quality. ABSTRAK Tingginya tingkat pengangguran di daerah menuntut adanya kebijakan pelatihan tenaga kerja yang mampu meningkatkan keterampilan sekaligus relevan dengan kebutuhan industri. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung Barat (Disnaker KBB) melalui Balai Latihan Kerja (BLK) telah menyelenggarakan berbagai program pelatihan, khususnya di bidang pengolahan makanan dan minuman serta tekstil dan pakaian. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan kurikulum pelatihan tenaga kerja, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan upaya perbaikan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan Disnaker, BLK, perwakilan industri, serta peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pelatihan cukup relevan dalam meningkatkan keterampilan dasar peserta, namun masih terdapat kesenjangan dengan kebutuhan industri terutama pada aspek soft skills, kesiapan kerja, dan etos kerja. Hambatan utama mencakup keterbatasan sarana, kurangnya instruktur dengan pengalaman industri, serta lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Upaya yang disarankan meliputi peningkatan sarana prasarana, keterlibatan industri dalam penyusunan kurikulum, penguatan kapasitas instruktur, serta pengembangan sistem monitoring alumni. Dengan langkah tersebut, kebijakan pelatihan tenaga kerja di Kabupaten Bandung Barat dapat lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
EVALUASI EFEKTIVITAS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS KECIL PADA PERUSAHAAN KEPELABUHAN JASA BOGKAR MUAT Ulhaq, Ghinaa Rizki Dhiya
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6899

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the petty cash system in a port service company that focuses on cargo handling activities. The company applies the Imprest Fund method as the primary approach in managing its petty cash transactions. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through direct observation, in-depth interviews with finance and general affairs staff, as well as document analysis related to petty cash management. The findings reveal that the disbursement process of petty cash has been relatively effective, as reflected in the regularity of transaction records and the completeness of supporting documents. However, several obstacles were identified in the replenishment process, particularly related to lengthy approval procedures and delays in fund reimbursement, which potentially disrupt daily operations. The limitations in human resources also intensify the issue, since the bookkeeping and journal entries are handled by a small number of personnel. These results suggest the need for companies to streamline administrative procedures, enhance documentation systems, and improve efficiency in petty cash management. Furthermore, this research provides academic contributions by enriching the literature on financial management practices in the port service sector. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menilai sejauh mana sistem penerimaan dan pengeluaran kas kecil berjalan efektif pada sebuah perusahaan kepelabuhan yang berfokus pada jasa bongkar muat. Perusahaan ini menggunakan metode Imprest Fund sebagai mekanisme utama dalam pengelolaan kas kecil. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pegawai di bagian keuangan dan general affairs, serta telaah dokumen kas kecil yang tersedia. Hasil analisis memperlihatkan bahwa sistem pengeluaran kas kecil relatif telah berjalan baik, ditandai dengan keteraturan pencatatan transaksi dan adanya bukti pengeluaran yang lengkap. Namun, pada sisi penerimaan kas kecil ditemukan sejumlah hambatan, terutama pada aspek birokrasi persetujuan yang panjang dan keterlambatan pengisian kembali saldo, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran kegiatan operasional. Keterbatasan sumber daya manusia juga memperkuat permasalahan ini, karena pencatatan dan penjurnalan masih ditangani oleh personel yang terbatas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan penting bagi perusahaan untuk memperbaiki prosedur administrasi, memperkuat sistem dokumentasi, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan kas kecil. Penelitian ini juga memberi kontribusi akademis dalam memperkaya kajian mengenai praktik pengelolaan keuangan sederhana di sektor jasa kepelabuhan.
LIFESTYLE DAN TREND FASHION (STUDI TERHADAP IBU RUMAH TANGGA DI DESA SINGA, KECAMATAN HERLANG, KABUPATEN BULUKUMBA) Nurhirdayu, Nurhirdayu; Junaeda, St.; Amandaria, Riri
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6908

Abstract

This study aims to determine the factors that influence and impact mothers' fashion trends in Singa Village, Herlang District, Bulukumba Regency. This research is a descriptive study using qualitative data. To achieve this goal, the researcher employed data collection techniques that included observation, interviews, document review, and documentation. The data obtained were then analyzed and interpreted based on relevant theories and research findings. The results show that the main factor driving the party uniform fashion trend is social media as an initial source of inspiration, where mothers see fashion trends from posts on platforms like Facebook. Other supporting factors are the social environment, such as the encouragement to appear uniform and united in groups, the desire for social recognition, and the spirit of togetherness at social events. Economic independence also gives them more freedom to follow this lifestyle. Positive impacts of this uniform trend include increased creativity, self-confidence, and a medium for self-expression through clothing. However, there are also negative impacts, such as wasteful habits, a consumptive lifestyle, and the assumption that a party is incomplete without uniforms. This trend is slowly shaping a new lifestyle in the social lives of mothers in the village. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor- faktor yang memengaruhi dan dampaknya terhadap ibu-ibu dalam mengikuti trend fashion di Desa Singa, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan data kualitatif. Untuk mencapai tujuan itu maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumen dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dan diinterpretasi berdasarkan teori dan hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong tren fashion baju seragam pesta adalah media sosial sebagai sumber inspirasi awal, di mana para ibu-ibu melihat tren fashion dari unggahan di platform seperti Facebook. Faktor lainnya yang turut mendukung adalah lingkungan sosial seperti dorongan untuk tampil seragam dan kompak dalam kelompok, keinginan mendapatkan pengakuan sosial, dan semangat kebersamaan dalam acara-acara sosial. Kemandirian ekonomi juga membuat mereka lebih bebas dalam mengikuti gaya hidup tersebut. Dampak positif dari tren baju seragam ini antara lain meningkatnya kreativitas, rasa percaya diri, serta menjadi media ekspresi diri melalui pakaian. Namun, ada juga dampak negatif, seperti kebiasaan boros, gaya hidup konsumtif, dan anggapan bahwa pesta tidak lengkap tanpa baju seragam. Tren ini perlahan membentuk gaya hidup baru dalam kehidupan sosial ibu-ibu di desa tersebut.
PENGARUH PENGELOLAAN ANGGARAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DIKABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Karyono, Debi; Mahdalena, Mahdalena; Mahmud, Muliyani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6918

Abstract

This study aims to determine whether infrastructure budget management has a positive and significant effect on regional economic growth. This study was conducted in South Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province using quantitative methods. Data were collected through questionnaires and literature studies related to relevant research that had been conducted previously. The analysis techniques used include validity tests, reliability tests, and descriptive analysis. The data collection process used the Total Sampling technique or all regional employees involved in infrastructure budget management in South Bolaang Mongondow Regency with a total sample of 64 respondents in two different offices, namely the PUPR (Public Works and Spatial Planning) office and the BAPPEDA (Regional Development Planning Agency) office. The data analysis technique in this study used SPSS 27. The results using a simple linear regression test obtained a significance value of 0.000 <0.05 so it can be concluded that the infrastructure budget management variable (X) has an effect on the regional economic growth variable (Y). The results of this study indicate that infrastructure budget management has a positive and significant influence on regional economic growth. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengelolaan anggaran infrastruktur berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan Ekonomi Daerah. Studi ini dilakukan pada Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi kepustakaan terkait penelitian relevan yang telah dilakukan sebelumnya. Teknik analisis yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan teknik Total Sampling atau semua Pegawai daerah yang terlibat dalam pengelolaan anggaran infrastruktur yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dengan total sampel 64 responden di dua kantor yang berbeda yaitu kantor PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) dan kantor BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 27. Hasil menggunakan uji regresi linear sederhanan memperoleh nilai signifikansi memperoleh nilai sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pengelolaan anggaran infrastruktur (X) berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan ekonomi daerah (Y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran infrastruktur memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
PENGARUH BIAYA ADMINISTRASI TERHADAP KEPUTUSAN MENJADI ANGGOTA BMT KUBE SEJAHTERA UNIT 068 DI KOTA SAMPIT Putri, Yulisa Elida; Qalyubi, Imam; Mubarok, Arif
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6922

Abstract

ABSTRACT Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit is a cooperative-based funding institution, where the service system provides loans for business capital to its customers. This Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) operates as a private institution with initial capital belonging to the institution under the foundation’s management, which is utilized in transactional activities. This study applies a descriptive approach within a quantitative method, with the research subjects at Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit. The data were collected using two techniques, namely observation and questionnaires. Based on the research results regarding the effect of administrative fees on the decision to become a member of BMT Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit City, it can be concluded that the F-test (simultaneous) shows that administrative fees influence the decision to become a member of BMT Kube Sejahtera Unit 068 in Sampit City. This is evidenced by the value of fcalculated > ftable (371.318 > 1.33) with a significance level of 0.000 < 0.05. These results are consistent with what has been considered relevant by previous studies and are therefore accepted. This means that administrative fees influence the decision to become a member, in line with what the researcher investigated. Moreover, in the current condition of uncertain changes, organizations need to carefully consider administrative fees that may affect membership decisions. One of these factors is having clear and well-structured administrative fees, in accordance with the standards and capacities agreed upon collectively. ABSTRAK Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 di Sampit merupakan sebuah lembaga pendanaan yang berkonsep koperasi, dimana sistem layanan berupa lembaga memberikan pinjaman untuk permodalan udaha pada nasabah. Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) ini sendiri berstatus swasta dengan sitem permodalan awal milik lembaga dibawah naungan yayasan yang dipergunakan dalam kegiatan transaksi. tudi ini menerapkan pendekatan deskriptif dalam metode kuantitatif, dengan subjek penelitian pada Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) Kube Sejahtera Unit 068 di wilayah Sampit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua teknik, yaitu observasi dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Biaya Administrasi Terhadap keputusan menjadi anggota BMT Kube Sejahtera Unit 068 Di Kota Sampit dapat diambil kesimpulan berdasarkan pada uji F (simultan) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh biaya administrasi terhadap keputusan menjadi anggota BMT Kube Sejahtera Unit 068 Di Kota Sampit. Hal ini dibuktikan dengan nilai fhitung > ftabel (371,318 > 1,33) dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Hasil ini memperkuat dengan apa yang dianggap relevan oleh penelitian sebelumnya dan dinyatakan diterima. Artinya biaya administrasi mempengaruhi keputusan menjadi anggota sesuai dengan apa yang diteliti oleh penulis. Apalagi pada kondisi sekarang yang mengalami tingkat perubahan yang tidak menentu membuat organisasi perlu mempertimbangkan biaya administrasi yang dapat mempengaruhi keputusan menjadi anggota. Faktor tersebut salahsatunya Adalah biaya administrasi yang jelas dan terarah. Sesuai dengan standar dan Kemampuan yang telah disepakati bersama.
TINGKAT KERAWANAN LONGSOR NEGERI BATU MERAH KECAMATAN SIRIMAU, KOTA AMBON Hanafi, Nurul Salsabila; Puturuhu, Ferad; Ruman, Rifyan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i3.6955

Abstract

Batu Merah Village in Sirimau District, Ambon City, is a geographically landslide-prone area. The recurring landslide events in this region highlight the urgency of improving community resilience to disaster risks. This study focuses on analyzing the level of landslide hazard and the community's resilience in facing such disasters. A quantitative approach was employed, utilizing surveys, field observations, interviews, and spatial analysis through Geographic Information Systems (GIS). Key research steps included identifying hazard parameters (slope gradient, soil type, rainfall intensity, land use, and geology), scoring and weighting, and measuring resilience through indicators such as knowledge, adaptation capacity, and risk perception. The results show that 90.40% of Batu Merah's area falls under moderate landslide hazard, and 7.70% is classified as high hazard. Community resilience was found to be at a moderate level, with key weaknesses in preparedness, economic capacity, and supporting infrastructure. The study concludes that there is a pressing need to strengthen community resilience through disaster education, early warning systems, and infrastructure improvements designed for disaster mitigation. ABSTRAKNegeri Batu Merah di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, merupakan kawasan yang secara geografis rawan bencana tanah longsor. Kejadian longsor yang berulang di wilayah ini menunjukkan pentingnya peningkatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana. Fokus penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerawanan longsor dan tingkat resiliensi masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuesioner, observasi lapangan, wawancara, serta pemetaan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Langkah utama penelitian meliputi identifikasi parameter kerawanan (kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, penggunaan lahan, dan batuan), skoring dan pembobotan, serta pengukuran resiliensi melalui indikator pengetahuan, adaptasi, dan persepsi risiko masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa 90,40% wilayah Negeri Batu Merah berada dalam kategori kerawanan sedang dan 7,70% berada dalam kategori tinggi. Sementara itu, tingkat resiliensi masyarakat tergolong sedang, dengan kelemahan utama pada aspek kesiapsiagaan, kapasitas ekonomi, dan infrastruktur pendukung. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa upaya penguatan resiliensi masyarakat sangat diperlukan melalui edukasi kebencanaan, pengembangan sistem peringatan dini, dan peningkatan infrastruktur berbasis mitigasi bencana.