cover
Contact Name
Lisnawaty
Contact Email
lisnawaty@uho.ac.id
Phone
+6285298996853
Journal Mail Official
gizidankesehatan@uho.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu JL. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27975894     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jgki
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Progrm Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak Januari2020. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara online e-ISSN : 2797-5894 berdasarkan SK Kepala Pusat nasional ISSN Nomor 0005.27975894/K.4/SK.ISSN/2021.06 Tanggal 11 Juni 2021 dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu gizi dan gizi kesehatan masyarakat. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Gizi dan Kesehatan Indnesia berasal dari penelitian dalam bidang Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Articles 82 Documents
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN MENARCHE PADA SISWI SD NEGERI 6 KENDARI Yustiani Yustiani; Sartiah Yusran; Lisnawaty Lisnawaty
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.236 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i2.17325

Abstract

Menarche merupakan menstruasi yang pertama kali dialami wanita, ditandai dengan keluarnya darah dari vagina akibat peluruhan lapisan endometrium. Menarche terjadi pada periode pertengahan pubertas atau biasa terjadi 6 bulan setelah mencapai puncak percepatan pertumbuhan. Banyak hal yang mempengaruhi menarche, antara lain adanya perubahan hormon yang mempengaruhi kematangan sel. Selain itu konsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang mempengaruhi perkembangan organ reproduksi remaja. Survei awal yang dilakukan di beberapa SD Negeri di Kota Kendari yaitu pada siswi kelas 5 dan 6, didapatkan rata rata siswi mengalami menarche pada usia 10 dan 11 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anatara status gizi dan gaya hidup dengan  kejadian menarche pada siswi SD Negeri 6 Kendari. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian yang akan dilakukan adalah seluruh siswi  kelas VI SD Negeri 6 Kendari yang berjumlah 108 siswi. Besar sampel dalam penelitiaan ini berjumlah 62 siswi yang diperoleh dengan menggunakan teknik penarikan sampel dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan 2 variabel yang diteliti memiliki hubungan dengan dengan kejadian menarche pada siswi SD Negeri 6 Kendari yaitu status gizi diperoleh hasil P = 0,000 yang artinya memiliki hubungan dengan kejadian menarche dan gaya hidup diperoleh hasil P = 0,034 yang artinya memiliki hubungan dengan kejadian menarche
ANALISIS KANDUNGAN PEROKSIDA MINYAK GORENG YANG DIGUNAKAN BERULANG KALI OLEH PEDAGANG GORENGAN DI JALAN H.E.A MOKODOMPIT KOTA KENDARI TAHUN 2019 Nina Syukriyah; Lisnawaty Lisnawaty; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.933 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i1.12258

Abstract

Gorengan merupakan makanan jajanan dengan menggunakan adonan tepung yang digoreng dengan minyak berlebih (deep fat frying) dan dijual di tepi jalan. Penggunaan minyak goreng dalam praktek penggorengan di rumah tangga maupun pedagang kecil dilakukan secara berulang. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas minyak dan meningkatkan kandungan peroksida pada minyak yang dapat menghilangkan komposisi zat gizi di dalamnya.  Keberadaan  peroksida  dapat  digunakan  sebagai  indicator kerusakan minyak.  Penelitian  ini bertujuan menganalisis frekuensi penggunaan minyak goreng dan jumlah kandungan peroksida minyak goreng yang digunakan oleh pedagang gorengan di jalan H.E.A Mokodompit, Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 pedagang gorengan. Data analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan rerata. Analisis bilangan peroksida ditetapkan sesuai SNI 3741-2013.   Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 9 pedagang (75%) pedagang menggunakan minyak > 3 kali dalam sekali penggantian minyak, dan 3 pedagang (25%) menggunakan miyak < 3 kali. Hasil uji laboratorium kandungan peroksida menunjukan bahwa jumlah bilangan peroksida yang paling tinggi adalah 7,13 mekO2/kg dan yang paling rendah 5,39 mekO2/kg. Simpulan: seluruh sampel minyak goreng pedagang gorengan tidak melebihi jumlah peroksida maksimum (>10 mEq O2/kg, SNI 3741-2013).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO KOTA KENDARI TAHUN 2021 sartiah yusran; Ruwiah Ruwiah; Putu Rahayu Pratiwi
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.829 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v3i1.25676

Abstract

AbstractAnemia adalah suatu keadaan dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) yang  terlalu  sedikit,  yang  mana  sel  darah merah  itu  mengandung  hemoglobin  yang berfungsi  untuk  membawa  oksigen  ke seluruh jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola konsumsi dengan kejadian  anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bersifat analitik observasional dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 401 ibu hamil dengan sampel 58 ibu hamil, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji chi square, terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia (p-value = 0,008) dan terdapat hubungan antara pola konsumsi dengan kejadian anemia (p-value = 0,013). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan pola konsumsi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari tahun 2021. Kata Kunci : Anemia, Pengetahuan, Pola Konsumsi, Ibu Hamil      AbstractAnemia is a condition in which the body has too few red blood cells (erythrocytes), the red blood cell contains hemoglobin that serves to carry oxygen to the entire body tissue. This study aims to determine the relationship between knowledge and consumption patterns with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Lepo-Lepo Health Center, Kendari City in 2021. This type of research is an observational quantitative analytic study with the cross sectional method. The population in this study was 401 pregnant women and 58 pregnant women as samples. The sample was taken using simple random sampling technique. The analysis used is univariate and bivariate. Based on the results of the chi square test, there is a relationship between knowledge and the incidence of anemia (p-value = 0.008) and there is a relationship between consumption pattern and the incidence of anemia (p-value = 0.013). The conclusion of this research showed the relationship between knowledge and consumption pattern with the incidence of anemia on pregnant women in the working area of the Lepo-Lepo Health Center, Kendari City in 2021. Keywords : Anemia, Knowledge,Consumption Pattern, Pregnant Women 
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 8 KENDARI TAHUN 2020 Israwati Waelan; Devi Safitri Effendy; Harleli Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.677 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i3.23398

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi kesehatan dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal (<12 g/dl). WHO 2015 mencatat bahwa prevalensi anemia pada remaja puteri sampai saat ini masih cukup tinggi dimana prevalensi anemia dunia berkisar 50-80%. Kasus anemia di dunia diperkirakan 1,32 miliar jiwa atau sekitar 25% dari populasi manusia di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri SMAN 8 Kendari tahun 2020.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional yang bersifat analitik. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0.339) dengan kejadian anemia pada remaja putri SMAN 8 Kendari tahun 2020. Gambaran umum status gizi dengan anemia menunjukkan bahwa dari 16 responden dengan status gizi tidak normal, 4 atau  (44,4%) diantaranya mengalami anemia sedangkan 5 atau (55,6%) tidak mengalami anemia. Responden dengan status gizi normal terdapat 80 responden, 23 atau (28,8%) diantaranya mengalami anemia sedangkanan 57 atau (71,2%) tidakmengalami anemia. Kesimpulannya adalah pengetahuan tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri SMAN 8 Kendari tahun 2020 dan Gambaran umum status gizi dengan anemia menunjukkan bahwa dari 16 responden dengan status gizi tidak normal, 4 atau (44,4%) diantaranya mengalami anemia sedangkan 5 atau (55,6%) tidak mengalami anemia. Responden dengan status gizi normal terdapat 80 responden, 23 atau (28,8%) diantaranya mengalami anemia sedangkanan 57 atau (71,2%) tidakmengalami anemia. Kata kunci: Anemia, remaja putri, pengetahuan, status gizi      Anemia is a health condition in which the number of red blood cells or hemoglobin is less than normal (<12 g / dl). WHO 2015 noted that the prevalence of anemia in adolescent girls is still quite high, where the prevalence of anemia in the world ranges from 50-80%. Cases of anemia in the world are estimated at 1.32 billion people or about 25% of the world's human population. This study aims to determine the relationship between knowledge and nutritional status with the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 8 Kendari in 2020.This type of research uses observational research that is analytic in nature. This research method used a cross sectional research design using the chi square test. The results of this study indicate that there is no significant relationship between knowledge (p-value = 0.339) and the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 8 Kendari in 2020. The general description of nutritional status with anemia shows that out of 9 respondents with abnormal nutritional status, 4 or (44.4%) of them had anemia while 5 or (55.6%) did not have anemia. Respondents with normal nutritional status were 80 respondents, 23 or (28.8%) of whom had anemia while 57 or (71.2%) had no anemia. The conclusion is that knowledge is not related to the incidence of anemia in adolescent girls at SMAN 8 Kendari in 2020 and the general description of nutritional status with anemia shows that out of 9 respondents with abnormal nutritional status, 4 or (44.4%) of them have anemia while 5 or (55 , 6%) do not have anemia. Respondents with normal nutritional status were 80 respondents, 23 or (28.8%) of whom had  anemia while 57 or (71.2%) had no anemia                                                                                                                                 Keywords: Anemia , adolescent female, knowledge, nutrional status
ANALISIS ZAT RHODAMIN B PADA SAUS TOMAT YANG BEREDAR DI KANTIN KAMPUS UNIVERITAS HALU OLEO KENDARI TAHUN 2019 Nur Hikma; Asnia Zainuddin; Lisnawaty Lisnawaty
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.741 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i2.17320

Abstract

Pewarna makanan (colour food) adalah bahan tambahan pangan berupa pewarna alami dan pewarna sintetis, yang ketika ditambahkan atau diaplikasikan pada pangan, mampu memberi atau memperbaiki warna. Bahan pewarna yang sering digunakan dalam makanan olahan terdiri dari pewarna sintetis (buatan) dan pewarna natural (alami). Produsen sering menggunakan pewarna tekstil untuk makanan sepertiRhodamin B agar mendapat keuntungan yang banyak tanpa memikirkan efek samping pewarna tersebut. Rhodamin B adalah zat pewarna sintetis yang digunakan pada industri tekstil dan kertas, zat pewarna sintetis ini sangat berbahaya apabila terhirup, mengenai mata dan kulit, serta tertelan.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zat pewarna sintetis Rhodamin B pada saus tomat yang beredar di kantin kampus Univeritas Halu Oleo Kendari tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jenis saus tomat yang digunakan di 34 kantin kampus Universitas Halu Oleo. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan fast test (test kit Rhodamin B)terhadap kandungan Rhodamin B menunjukkan bahwa dari 13 jenis sampel saus tomat terdapat 1 jenis sampel saus tomat yangp positif mengandung Rhodamin B. Adapun hasil uji spektrofotometri didapatkan jumlah kadar Rhodamin B yang terkandung di dalam sampel tersebut sebanyak 30.46842 ppm
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN IBU HAMIL TENTANG PENTINGNYA PEMENUHAN GIZI SEIMBANG PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI TAHUN 2021 Albrina Roza Rezkillah; Hartati Bahar; Paridah Paridah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.7 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v3i1.25723

Abstract

Abstrak Seribu hari pertama kehidupan terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi lahir. Seribu hari pertama kehidupan disebut juga dengan golden period karena pada masa ini, pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung dengan cepat dan apabila tidak dimanfaatkan, dampak yang terjadi akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak hingga dewasa. Data Profil Dinas Kesehatan Kota Kendari (2020) menunjukkan bahwa prevalensi gizi kurang pada balita 0-59 bulan di Puskesmas Kota Kendari adalah 0,32%. Puskesmas dengan prevalensi tertinggi gizi kurang adalah Puskesmas Abeli yaitu 1,38%. Prevalensi balita pendek atau stunting usia 0-59 bulan di Kota Kendari yaitu 0,80%. Puskesmas Abeli merupakan Puskesmas dengan persentase tertinggi yaitu 7,03%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu hamil tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada 1000 hari pertama kehidupan di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari Tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian sebanyak 59 orang dengan teknik pengambilan sampel secara proportionate stratified random sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) responden memiliki pengetahuan yang cukup yaitu 30,5% dan pengetahuan kurang yaitu 69,5%; (2) Sikap positif yaitu 39,0% dan sikap negatif yaitu 61,0% (3) Tindakan baik yaitu 37,3% dan tindakan kurang yaitu 62,7%. Dapat disimpulkan bahwa responden masih memiliki pengetahuan yang kurang, sikap yang negatif, serta tindakan yang kurang dalam pemenuhan gizi seimbang pada seribu hari pertama kehidupan. Kata kunci: gizi seimbang, pengetahuan, seribu hari pertama kehidupan, sikap, tindakan Abstract  The first thousand days of life consists of 270 days during pregnancy and the first 730 days of life since the baby is born. The first thousand days of life are also called as the golden period because during this time, both the growth and development of children takes place rapidly and if not utilized, the impact that occurs will greatly affect the growth and development of children to their adulthood. Data from the Kendari City Health Office Profile (2020) showed that the prevalence of malnutrition in children aged 0-59 months at the Kendari City Public Health Center was 0,32%. Public Health Center with the highest prevalence of malnutrition was Abeli Public Health Center, which is 1,38%. The prevalence of stunted children aged 0-59 months in Kendari City was 0,80%. Abeli Public Health Center was a health center with the highest percentage of 7,03%. This research was aimed to describe the knowledge, attitudes, and actions of pregnant women about the importance of fulfilling balanced nutrition in the first 1000 days of life in the working area of Abeli Public Health Center, Kendari City in 2021. This research was a quantitative descriptive research. The sample in this research was 59 people with the sampling technique of proportionate stratified random sampling. The instrument used in this research was a questionnaire. The results of this study indicated that (1) respondents who had sufficient knowledge were 30,5% and insufficient knowledge were 69,5%; (2) Positive attitudes were 39,0% and negative attitudes were 61,0% (3) Good action was 37,3% and insufficient action was 62,7%. It can be concluded that respondents were still lack of knowledge, have negative attitudes, and actions in fulfilling balanced nutrition in the first thousand days of life. Keywords: balanced nutrition, knowledge, first thousand days of life, attitudes, actions
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS USUKU KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2021 Wa Ode Nurcahyanti; Lisnawaty Lisnawaty; Febriana Muchtar
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.363 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v2i4.23684

Abstract

Tablet tambah darah dapat mencegah terjadinya anemia pada remaja putri. Pemerintah mengadakan program pemberian tablet tambah darah untuk menambah cakupan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program pemberiaan tablet tambah darah pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Usuku Kabupaten Wakatobi Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Informan penelitian terdiri dari informan kunci dan informan biasa. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada tahap input terkait sumber daya manusia dan alokasi dana sudah ada kesesuain, sedangkan sarana dan prasarana belum ada kesesuain. Pada tahap proses terkait persiapan sudah ada kesesuaian, sedangkan untuk pendistribusian, pemantauan, pencatatan dan pelaporan belum ada kesesuaian. Pada tahap ouput terkait cakupan kegiatan, ketepatan sasaran sudah ada kesesuain, sedangkan untuk waktu konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri belum ada kesesuaian. Masih terdapatnya ketidaksesuaian pada tahap input, proses dan output. Belum memadainya sarana dan prasarana tempat penyimpanan sementara tablet tambah darah di sekolah. Pendistribusian TTD dilakukan tiap bulan, pemantauan, pencatatan dan pelaporan belum efisien dilakukan. Tidak adanya jadwal minum TTD bersama disekolah.  Kata kunci: program tablet tambah darah, remaja putri. Iron supplementation can prevent anemia in adolescent female. The government held a program the implementation of iron supplementation to increase consumptioin adolescent female. The purpose of this study was to determine the implementation of iron supplementation program in adolescent female primary health center, Wakatobi regency 2021. This type of research is a qualitative research with a case study approach. Research informants consist of key informants and regular informants. The results of the study showed that at the input stage related to human resources and allocation of funds there was a match, while the facilities and infrastructure did not yet have a match.  At the stage of the process related to preparation, there is already conformity, while for distribution, monitoring, recording and reporting there is no conformity. At the output stage related to the scope of activities, there is a match on target accuracy, while for the time consuming of iron  suplemtation is no match.  There are still discrepancies at the input, process and output stages. Inadequate facilities and infrastructure for temporary storage of iron supplementation in schools. The distribution of iron supplementation is carried out every month, monitoring recording and reporting have not been efficiently carried out. There is no schedule for consuming of iron  suplemtation together at school.                                                                                                                                 Keywords: iron supplementation program , adolescent female.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MUNA TAHUN 2019 Wa Ode Widya Astuti; Asnia Zainuddin; Lisnawaty Lisnawaty
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.489 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i2.17326

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi baik ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Pada tahun 2019  telah terhitung bahwa 9,3% orang dewasa berusia 20-79 tahun yakni sebanyak 463 juta orang hidup dengan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko aktivitas olahraga, asupan karbohidrat dan riwayat keluarga terhadap kejadian penyakit Diabetes Melitus tipe 2 pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna tahun 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Muna pada bulan Januari sampai dengan September 2019. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 sampel yakni 30 kasus dan 30 kontrol yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang merupakan faktor risiko kejadian penyakit Diabetes Melitus tipe 2 yakni aktivitas olahraga diperoleh nilai p value = 0,038, OR = 3,000 (CI 95% 1,046-8,603) dan riwayat keluarga diperoleh nilai p value = 0,001, OR = 12,250 (CI 95% 2,464-60,910), sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko kejadian penyakit Diabetes Melitus tipe 2 yakni asupan karbohidrat diperoleh nilai p value = 0,667, OR = 2,154 (CI 95% 0,363-12,764). Sebaiknya masyarakat ikut berperan aktif untuk mengurangi adanya risiko dan mencegah terjadinya Diabetes Melitus tipe 2.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET DIABETES MELLITUS PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD KOTA KENDARI TAHUN 2018 Nur Delima; Lisnawaty Lisnawaty; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.289 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i1.12259

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah melebihi normal. Penatalaksanaan DM perlu dilakukan  untuk mengurangi komplikasi. Penatalaksanaan DM meliputi pengaturan makan (diet), latihan jasmani, edukasi, dan konsumsi obat antidiabetik. Pengaturan makan merupakan kunci keberhasilan penatalaksanaan DM. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet diabetes mellitus pada pasien diabetes mellitus di RSUD Kota Kendari tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes mellitus di RSUD Kota Kendari pada bulan Januari-Agustus tahun 2018 yang berjumlah 786 orang, tehnik pengambilan sampel yaitu dengan tehnik non probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian pada tingkat kepercayaan 95%, menunjukkan bahwa, ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan diet diabetes mellitus (pValue = 0,000), ada hubungan antara persepsi dengan kepatuhan diet diabetes mellitus (pValue = 0,002), dan ada hubungan antara dukungan keluarga (pValue = 0,003) dengan kepatuhan diet diabetes mellitus pada pasien diabetes mellitus di RSUD Kota Kendari. Oleh karena itu diharapkan bagi responden agar lebih meningkatkan pengetahuan serta lebih berpersepsi positif terhadap penyakit yang dialami  sehingga perilaku yang baik dalam menjalankan diet dapat dilaksanakan. Selain itu, diharapkan keluarga penderita DM dapat selalu memberikan dukungan agar penderita rutin mengontrol kesehatannya
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOTAHA KECAMATAN ANGATA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2021 Fera Atmawati; Jumakil Jumakil; Rizki Eka Sakti Octaviani
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.859 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v3i1.25710

Abstract

AbstrakInfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi pada saluran pernapasan baik saluran pernapasan atas atau bawah, dan dapat menyebabkan berbagai spektrum penyakit dari infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang sering terjadi pada anak khususnya balita dan bahkan merupakan salah satu penyebab utama kematian yang membunuh ± 4 juta anak balita setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Motaha Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2021.Penelitian ini adalah observasionalanalitikdengandesaincrosssectionalstudy. Sampel dalam penelitian ini diperoleh 73 responden yang diperoleh dengan teknik pengambilan sampel Propational Random Sampling. Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi α = 0,05 diperoleh hasil, ada hubungan yang bermakna antara ventilasi rumah (ρValue= 0.032) dengan kejadian penyakit ISPA pada balita. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pencahayaan rumah (ρValue =0.071) dengan kejadian penyakit ISPA pada balita. Ada hubungan yang bermakna antara  jenis lantai rumah (ρValue= 0,032), dengan kejadian penyakit ISPA pada balita. Ada hubungan yang bermakna antara jenis dinding rumah (ρValue= 0.001) dengan kejadian penyakit ISPA pada balita. Ada hubungan yang bermakna antara kelembaban rumah (ρValue= 0.020) dengan kejadian penyakit ISPA pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan bermakna antara ventilasi rumah, jenis lantai rumah, jenis dinding rumah, kelembaban rumah dengan kejadian ISPA pada balita, dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pencahayaan rumah dengan kejadian ISPA pada balita.  Kata kunci: Lingkungan fisik Rumah, Kejadian ISPA pada Balita     AbstractAcute Respiratory Tract Infection (ARI) is an infection of the respiratory tract, both upper and lower respiratory tract, and can cause a wide spectrum of disease from mild infection to severe and deadly disease. Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is a disease that often occurs in children, especially toddlers and is even one of the main causes of death that kills ± 4 million children under five every year. This study aims to determine the relationship between the physical environment of the house and the incidence of ARI in toddlers in the Motaha Health Center Work Area, Angata District, South Konawe Regency in 2021. This research is an analytic observational with a cross sectional study design. The sample in this study obtained 73 respondents obtained by sampling technique Propational Random Sampling. The results of statistical tests at the significance level of α = 0.05 showed that there was a significant relationship between home ventilation (ρValue = 0.032) and the incidence of ARI in children under five. There is no significant relationship between house lighting (ρValue = 0.071) with the incidence of ARI in children under five. There is a significant relationship between the type of floor of the house (ρValue = 0.032), with the incidence of ISPA in children under five. There is a significant relationship between the type of house wall (ρValue = 0.001) with the incidence of ARI in children under five. There is a significant relationship between house humidity (ρValue = 0.020) with the incidence of ARI in children under five. The conclusion of this study is that there is a relationship between house floor, type of house wall, house humidity and the incidence of ARI in toddlers, and there is no significant relationship between house lighting and the incidence of ARI in toddlers.  Keywords: Physical environment at home, incidence of ARI in toddlers