cover
Contact Name
Lisnawaty
Contact Email
lisnawaty@uho.ac.id
Phone
+6285298996853
Journal Mail Official
gizidankesehatan@uho.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu JL. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27975894     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jgki
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Progrm Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak Januari2020. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara online e-ISSN : 2797-5894 berdasarkan SK Kepala Pusat nasional ISSN Nomor 0005.27975894/K.4/SK.ISSN/2021.06 Tanggal 11 Juni 2021 dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu gizi dan gizi kesehatan masyarakat. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Gizi dan Kesehatan Indnesia berasal dari penelitian dalam bidang Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Articles 82 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POLEANG UTARA KABUPATEN BOMBANA TAHUN 2019 Widyawati Widyawati; Asnia Zainuddin; Junaid Junaid
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.422 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i1.12261

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu; untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu, pekerjaan orang tua, hubungan sosial dan budaya daerah setempat, dukungan keluarga, serta dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian  ASI  eksklusif  pada  bayi  usia  0-6  bulan.  Jenis  penelitian  ini  berbentuk  kuantitatif  dengan  desain penelitian cross sectional di wilayah kerja Puskesmas Poleang Utara Kabupaten Bombana pada bulan Maret-April tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi usia 7 sampai 12 bulan yang pernah mengunjungi Puskesmas Poleang Utara Kabupaten Bombana, dan besar sampelnya adalah 32 orang, yang dihitung menggunakan rumus besar sampel berdasarkan jenis data proporsi pada populasi yang telah diketa hui jumlahnya (populasi finit). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pemberian instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan ibu, pekerjaan orang tua, sosial budaya daerah setempat, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan, formulir persetujuan menjadi responden dari peneliti dan informed consent, alat dokumentasi berupa  kamera  atau  handphone  berkamera,  komputer  dan  kalkulator,  alat  tulis,  dan  software program pengolahan data. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari 2 langkah yaitu; analisis data univariat dan analisis data bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan signifikan antara variabel pengetahuan Ibu, variabel pekerjaan orangtua, variabel sosial dan budaya terhadap pemberian ASI eksklusif. Sementara itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara variabel dukungan keluarga dan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan diwilayah kerja Puskesmas Poleang Utara tahun 2019
FAKTOR BERAT BADAN LAHIR RENDAH, STATUS GIZI, PENGETAHUAN GIZI IBU, DAN PENYAKIT INFEKSI TERHADAP TUMBUH KEMBANG BALITA DI PUSKESMAS POLEANG UTARA TAHUN 2021 Widya Astuti; Harleli Harleli; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.715 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v3i1.25720

Abstract

AbstrakPeriode penting tumbuh kembang anak adalah masa balita karena perkembangan kemampuan Bahasa, kreatifitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan berikutnya dan menjadi dasar kualitas generasi penerus bangsa. World Health Organization pada tahun 2018 melaporkan prevalensi balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang adalah sebesar 28,7% dan Indonesia termasuk kedalam Negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara. Provinsi Sulawesi Tenggara, tahun 2019 terdapat 16,40% balita dengan gizi kurang, sedangkan terdapat 31,44% balita dengan proporsi stunting (TB/U) pada balita tahun 2019. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang balita di Puskesmas Poleang Utara Tahun 2021. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi berjumlah 386 dan sampel 196 orang dengan teknik pengambilan sampel Accidental sampling, menggunakan analisis statistik uji Chi-square. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Berat Badan Lahir Balita dengan p-value p= 0,005, Status Gizi dengan p-value p= 0,000, Pengetahuan gizi ibu dengan p-value p= 0,001, dan penyakit infeksi dengan p-value p= 0,021 dengan tumbuh kembang pada balita di puskesmas Poleang Utara. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara faktor berat badan lahir rendah, status gizi, pengetahuan gizi ibu dan penyakit infeksi dengan tumbuh kembang balita di Puskesmas Poleang Utara Tahun 2021. Kata kunci: Tumbuh Kembang, BBLR, Status Gizi, Pengetahuan Ibu, Penyakit Infeksi.       AbstractAn important period of child development is the toddler period because the development of language skills, creativity, social awareness, emotional and intelligence runs very quickly and is the next foundation and becomes the basis for the quality of the nation's next generation. The World Health Organization in 2018 reported that the prevalence of children under five with growth and development disorders was 28.7% and Indonesia was included in the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia region. Southeast Sulawesi Province, in 2019 there were 16.40% under-fives with malnutrition, while there were 31.44% under-fives with stunting proportions (TB/U) in under-fives in 2019. This study was conducted to determine the factors that influence the growth and development of toddlers at Poleang Health Center North in 2021. Research Method is a quantitative research, namely observational analytic with a cross sectional study approach. The population is 386 and the sample is 196 people with accidental sampling technique, using Chi-square test statistical analysis. The instrument used is a questionnaire. The results of the study showed that under-five birth weight with p-value p = 0.005, nutritional status with p-value p = 0.000, knowledge of maternal nutrition with p-value p = 0.001, and infectious diseases with p-value p = 0.021 with growing development of children under five at the Poleang Utara Public Health Center. The conclusion of this study is that there is a relationship between factors of low birth weight, nutritional status, knowledge of maternal nutrition and infectious diseases with growth and development of toddlers at Poleang Utara Health Center in 2021. Keywords: Growth and Development, LBW, Nutritional Status, Mother's Knowledge, Infectious Diseases.
PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGATURAN GIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAODE BURI KABUPATEN BUTON UTARA TAHUN 2021 Yona Ariska; Ruwiah Ruwiah; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.9 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v2i4.23682

Abstract

Menjaga pola makan yang baik dan sehat sangat penting selama pandemi covid-19. Panduan pola makan sehat bergizi dan seimbang selama pandemi Covid-19 adalah makan dengan kompisisi lengkap, makan lebih banyak buah dan sayur, penuhi kebutuhan cairan dan menjaga kebersihan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi, pola makan dan aktivitas fisik ibu rumah tangga terhadap pengetahuan pencegahan Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri Kabupaten Buton Utara Tahun 2021. Metode penelitian kuantitatif dengan observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi terhadap upaya pencegahan Covid-19 (p-value=0.085), terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan terhadap upaya pencegahan Covid-19 (p-value=0.000) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik terhadap upaya pencegahan Covid-19 (p-value=0.430) pada ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri. dengan adanya penelitian ini dapat memberikan masukan kepada pelayanan kesehatan khususnya puskesmas mengenai program kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan gizi, pola makan, aktivitas fisik, pencegahan covid-19      Maintaining a good and healthy feeding patterns is very important during the COVID-19 pandemic. Guidelines for a healthy, nutritious, and balanced feeding patterns during the Covid-19 pandemic are eating with a complete composition, eating more fruits and vegetables, meeting fluid needs and maintaining food hygiene. This study aims to determine the relationship between knowledge of nutrition, feeding patterns and physical activity of housewives on knowledge of preventing Covid-19 in the working area of Waode Buri Health Center, North Buton Regency in 2021. The research method is quantitative with observation analyticalusing a cross sectional study approach. The results of this study indicate that there is no significant relationship between nutritional knowledge and efforts to prevent Covid-19 (p-value=0.085), there is a significant relationship between feeding patterns and efforts to prevent Covid-19 (p-value=0.000) and there is no There is a significant relationship between physical activity and efforts to prevent Covid 19 (p-value=0.430) among housewives in the working area of the Waode Buri Health Center. with this research can provide input to health services, especially health centers regarding health programs. Keywords: Nutrition Knowledge, Feeding Patterns, Physical Activity, Covid-19 Prevention
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETANI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASALA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2020 Wahyuni Wahyuni; Sartiah Yusran; Harleli Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.597 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i2.17324

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular, dikatakan hipertensi jika terjadi  keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg 1. Laporan WHO mencatat sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, data Indonesia dan data Sultra  menunjukan data yang fluktuatif selama tiga tahun terakhir, data Konsel menunjukan peningkatan kasus selama tiga tahun terakkhir dan Puskesmas Basala Selama 3 tahun terakhir, penyakit hipertensi selalu menempati urutan ke 2 dari sepuluh besar penyakit tertinggi, pada tahun 2017 sebanyak 453 hipertensi, 658 pada tahun 2018 dan 498 pada tahun 2019. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pola makan, khususnya Kebiasaan Komsumsi Lemak dan Kebiasaan Komsumsi Natrium dan gaya hidup khusunya merokok, stres dan minum kopi dengan kejadian hipertensi bagi petani di wilayah kerja Puskesmas Basala Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Semua petani yang berumur 35-64 tahun sebanyak 3058 orang menjadi populasi dan sampelnya sejumlah 209 responden. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara kebiasaan komsumsi lemak dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,000 < 0,05). Kebiasaan komsumsi natrium dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,000 < 0,05) juga menunujukkan ada hubungan. Sementara,  Tidak ada hubungan antara merokok dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,446 > 0,05). Demikian pula dengan kebiasaan minum kopi dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,215 > 0,05) menunjukkan tidak ada hubungan serta stres dengan kejadian hipertensi (p-value = 0,000 < 0,05) menunjukkan ada hubungan
GAMBARAN POLA KONSUMSI PANGAN LOKAL WILAYAH PESISIR PADA TINGKAT RUMAH TANGGA DI DESA RANOOHA RAYA KECAMATAN MORAMO 2018 Muh Akhirul Naim; Lisnawaty Lisnawaty; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.414 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i1.12254

Abstract

Pangan lokal merupakan jenis dan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat yang bersumber dari wilayah sendiri. Namun pengonsumsian terhadap pangan lokal masih sangat kurang dikonsumsi oleh masyarakat setempat sebab mereka memilih makanan non lokal sebagai bahan pangan utama. Hal ini disebabkan karena tingkat pendapatan dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi. Tujuan dalam penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran pola konsumsi pangan lokal pada tingkat rumah tangga Wilayah Pesisir di Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran suatu keadaan secara objektif. Populasi penelitian ini meliputi seluruh kepala keluarga yang ada di Wilayah pesisir Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 171 kepala keluarga, sampel dalam penelitian ini sebanyak 44 kepala keluarga, metode pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis pangan lokal di Desa Ranooha Raya sudah beranekaragam, pengetahuan gizi kepala keluarga pada pangan lokal dalam kategori cukup, tingkat pendapatan rumah tangga pada UMK Konawe Selatan sebagian besar masih dibawah rata-rata Rp 2.361.810 dan pola konsumsi pangan lokal pada tingkat rumah tangga, untuk asupan energi dan protein masuk dalam kategori cukup. Pada pangan non lokal asupan energi masuk dalam kategori cukup, sedangkan asupan proteinnya masuk kategori kurang.Oleh sebab itu diharapkan kepada kepala keluarga untuk memperhatikan konsumsi pangan rumah tangga agar pemenuhan kebutuhan energi dan protein dapat tercukupi
HUBUNGAN POLA MAKAN, TINGKAT STRES, DAN DURASI TIDUR DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2021 Agung Agung; Ruwiah Ruwiah; Paridah Paridah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.684 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v2i4.23689

Abstract

Status gizi adalah gambaran keseimbangan antara asupan zat gizi dengan kebutuhan zat gizi oleh tubuh. Hasil dari Pemantauam Status Gizi (PSG) tahun 2017 menunjukkan prevalensi masyarakat dewasa Indonesia yang  kurus sebesar 5% dan 40,4% tergolong kedalam kategori gemuk dan obesitas. Di Provinsi Sulawesi Tenggara sendiri proporsi masyarakat dewasa yang kurus sebesar 6,0% diatas rata-rata nasional (Indonesia 5,0%) dan gemuk serta obesitas sebesar 34,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan, tingkat stres, dan durasi tidur dengan status gizi mahasiswa tingkat akhir Universitas Halu Oleo tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Jumlah sampel sebanyak 116 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling serta menggunakan analisis statistik uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pola makan dengan status gizi mahasiswa tingkat akhir Universitas Halu Oleo tahun 2021 dengan p value p=0,037 (p<0,05). Tidak ada hubungan antara tingkat stres dan durasi tidur dengan status gizi mahasiswa tingkat akhir Universitas Halu Oleo tahun 2021 dengan p value masing-masing p=0,934 (p>0,05), p=0,158 (p>0,05). Mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir disarankan tetap memperhatikan pola makan, mengendalikan stres yang dialami, serta istirahat yang cukup agar status gizi yang normal dan kesehatan yang optimal dapat tercapai. Kata kunci: Status Gizi, Stres, Durasi Tidur, Mahasiswa Tingkat Akhir                                                                                    Nutritional status is a picture of the balance between nutrient intake and nutritional needs by the body. The results of the Nutrition Status Monitoring (PSG) in 2017 showed the prevalence of thin Indonesian adults at 5% and 40.4% belonged to the fat and obese categories. In Southeast Sulawesi Province, the proportion of underweight adults is 6.0% above the national average (Indonesian 5.0%) and overweight and obese is 34.2%. This study aims to determine the relationship between diet, stress levels, and sleep duration with the nutritional status of final year students at Halu Oleo University in 2021. This study is a quantitative study, namely analytical observation with a Cross Sectional Study approach. The number of samples was 116 people with the sampling technique using proportional random sampling and using Chi-Square test statistical analysis. The results of this study indicate that there is a relationship between diet and nutritional status of final year students at Halu Oleo University in 2021 with p value p = 0.037 ( p <0.05). There is no relationship between stress levels and sleep duration with the nutritional status of final year students at Halu Oleo University in 2021 with p values of each p = 0,934 ( p > 0.05), p = 0.177 ( p > 0.05). Students who are working on their final project are advised to pay attention to their diet, control the stress they experience, and get enough rest so that normal nutritional status and optimal health can be achieved. Keywords: Nutritional Status, Stress, Sleep Duration, Final Year Students
STUDI KASUS KEJADIAN PENYAKIT DIFTERI PADA BALITA DI DESA HENDEA KECAMATAN SAMPOLAWA KABUPATEN BUTON SELATAN inen mpungi; asnia zainuddin; Jumakil Jumakil
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 3 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.202 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i3.23397

Abstract

Difteri merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi, Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang sistem pernapasan bagian atas. Berdasarkan survey yang dilakukan pada tahun 2018 sampai 2019 di Desa Hendea telah teridentifikasi dua balita yang terjangkit penyakit difteri. Berdasarkan kriteria program penanggulangan penyakit difteri sudah dikategorikan kedalam kejadian luar biasa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab munculnya penyakit difteri di Desa Hendea Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan. Informan dalam penelitian ini yaitu satu orang ibu balita yang menderita penyakit difteri, 1 orang tetangga ibu balita serta tenaga kesehatan setempat. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pendekatan studi kasus adalah bagian yang hendak mendalami suatu kasus tertentu secara lebih mendalam dengan melibatkan pengumpulan beraneka sumber informasi. Data yang diperoleh berdasarkan telaah dan wawancara mendalam dari semua informan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kejadian penyakit difteri pada balita disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang penyakit difteri dan pentingnya imunisasi pada balita sehingga enggan membawa balitanya ke posyandu untuk di imunisasi. Pola asuh ibu seperti pemberian makanan bergizi pada balita masih kurang, misalnya pemberian ASI Eksklusif, makanan tambahan lainnya, apalagi perhatian ibu tentang kebersihan diri pada balitanya juga kurang dan sumber penularan yang keberadaannya merupakan kerabat balita tersebut. Disarankan kepada pemerintah setempat untuk tetap meningkatkan cakupan imunisasi dasar, memberikan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit difteri, pentingnya imunisasi, pemberian makanan bergizi dan pola asuh ibu terhadap balita. Kata Kunci: Penyakit difteri, Balita      Diphtheria is an infectious disease that can be prevented by immunization. Diphtheria is caused by the bacterium Corynebacterium diphtheriae which attacks the upper respiratory system. Based on a survey conducted from 2018 to 2019 in Hendea Village, two toddlers who were infected with diphtheria were identified. Based on the criteria for the diphtheria disease prevention program, it has been categorized as an extraordinary event (Dinkes Sultra, 2019). The purpose of this study was to determine the cause of the emergence of diphtheria in Hendea Village, Sampolawa District, South Buton Regency. The informants in this study were one mother of a toddler who suffered from diphtheria, one neighbor of the mother of a toddler and local health workers. The research method used is a qualitative type of research with a case study approach, a case study approach is a part that wants to explore a particular case in greater depth by involving the collection of various sources of information. The data obtained are based on in-depth studies and interviews of all informants. From the results of the study it can be concluded that the incidence of diphtheria in toddlers is caused by the mother's low knowledge of diphtheria disease and the importance of immunization for toddlers so they are reluctant to take their toddlers to the integrated health post for immunization. Mother's parenting patterns such as providing nutritious food to toddlers are still lacking, for example exclusive breastfeeding, other complementary foods, Moreover, the mother's concern about personal hygiene for her toddler is also lacking and the source of the infection is a relative of the toddler. It is recommended to the local government to continue to increase the coverage of basic immunization, provide information to the public to increase knowledge about diphtheria disease, the importance of immunization, providing nutritious food and parenting patterns for children under five. Keywords: Diphtheria, Toddler
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA IBU HAMIL YANG ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO KOTA KENDARI TAHUN 2020 Adinda Valentina; Sartiah Yusran; Renni Meliahsari
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.94 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v1i2.17318

Abstract

Anemia kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 g/dl.  Riskesdas 2018 mencatat bahwa ada peningkatan defisiensi zat giz imikro yang muncul dalam manifestasi anemia pada ibu hamil, dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai untuk meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil anemia di wilayah Kerja Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre and post test with control group. Populasi penelitian seluruh ibu hamil trimester II dan III dengan kadar Hb rendah direntang bulan November 2019 – Januari 2020 orang dengan teknik purposive sampling. Sampel sebanyak 20 orang dengan memenuhi criteria inklusi. Kelompok intervensi adalah ibu hamil yang diberikan susu kedelai dengan dosis 250 ml/hari selama 7 haridan tablet Fe sedangkan kelompok control adalah ibu hamil yang hanya diberi tablet Fe selama 7 hari. Analisis data dengan univariat melalui tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji-T berpasangan(Paired T-Test) dan uji Wilcoxon pada alfa 5%. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa terdapa tperbedaan rata-rata kadar Hb sebelum dan sesudah dilakukan intervesi pada kelompok control yaitu 9,95 g/dl menjadi 10,52 g/dl dan kelompok intervensi yaitu 9,84 g/dl menjadi 10,71 g/dl. Hasil Paired T-Test kelompok kontrol (p=0,002) dan wilcoxon kelompok intervensi (p=0,005). Kesimpulan ada pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil yang anemia
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA (12-59 BULAN) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAARA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA Vivi Anriani; Yusuf Sabilu; Harleli Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.369 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v3i1.25721

Abstract

AbstractStunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam kurun waktu yang cukup lama.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadia Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Waara Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 217 balita dengan jumlah sampel sebanyak 88 balita. Pengambilan sampel menggunakan Teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh variabel asupan energi dengan p-value = 0,000 < α (0,05), asupan karbohidrat dengan p-value = 0,000 < α (0,05), asupan protein dengan p-value = 0,006 < α (0,05), asupan lemak dengan p-value = 0,536 > α (0,05), dan ASI Eksklusif dengan p-value = 0,000 < α (0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara asupan energi, asupan karbohidrat, asupan protein dan ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Waara Kecamatan Lohia. Tidak ada hubungan antara asupan lemka dengan kejadian Stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Waara Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Kata kunci: Stunting, energi, karbohidrat, protein, lemak, ASI Eksklusif      AbstractStunting is a chronic malnutrition problem caused by inadequate nutritional intake over a long period of time. This study aims to determine the factors associated with stunting in children under five in the working area of the Waara Health Center, Lohia District, Muna Regency in 2021. This type of research was an observational study with a cross sectional design. The population of the study was 217 toddlers with a total sample of 88 toddlers. Sampling using simple random sampling technique. Data analysis using chi square test. The results showed that the energy intake variable with p-value = 0,000 < α (0,05), carbohydrate intake with p-value = 0,000 < α (0,05), protein intake with p-value = 0,006 < α (0,05), fat intake with p-value = 0,536 > α (0,05), and exclusive breastfeeding with p-value = 0,000 < α (0,05). The conclusion of this study is that there is a relationship between energy intake, carbohydrate intake, protein intake and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting in toddlers in the work area of the Waara Health Center, Lohia District. There is no relationship between fat intake and the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Waara Health Center, Lohia District, Muna Regency. Keywords: Stunting, energy, carbohydrates, protein, fat, exclusive breastfeeding
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI JAJANAN TERHADAP STATUS GIZI ANAK DI SDN 4 BARANGKA KABUPATEN MUNA BARAT 2021 Nur Aulia Nissa; Sartiah Yusran; Lisnawaty Lisnawaty
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.755 KB) | DOI: 10.37887/jgki.v2i4.23683

Abstract

Status gizi merupakan gambaran keseimbangan antara kebutuhan tubuh akan zat gizi untuk pemeliharaan kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan fungsi normal tubuh dan untuk produksi energi dan intake zat gizi lainnya. Gizi yang baik merupakan pondasi bagi kesehatan masyarakat terutama anak-anak yang masih dalam  masa pertumbuhan dan perkembangan, jika terjadi gangguan gizi kurang maupun gizi lebih maka pertumbuhan dan perkembangan tidak akan berlangsung secara optimal. Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi kurus di atas angka prevalensi nasional pada tahun 2015 sebesar 15,8%, yaitu 6,2% sangat kurus dan 9,6% kurus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan kebiasaan mengkonsumsi jajanan terdapat status gizi anak di SDN 4 Barangka Kabupaten Muna Barat 2021.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan desain Cross Sectional Study dan teknik sampling Total Sampling serta menggunakan analisis statistic uji chi-square.Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner FFQ. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara pola makan terhadap status gizi anak di SDN 4 Barangka Kabupaten Muna Barat tahun 2021 dengan p value p=0,048 (p<0,05). Tidak ada hubungan antara mengkonsumsi jajanan terhadap status gizi anak di SDN 4 Barangka Kabupaten Muna Barat tahun 2021, p value p=0,229 (p>0,05). Peneliti berharap agar orang tua memperhatikan pola makan dan menyediakan makanan yang sehat serta bagi pihak sekolah untuk memberikan edukasi tentang pola makan, kebiasaan jajan dan status gizi. Kata kunci: pola makan, jajan, gizi      Nutritional status is a picture of the balance between the body's need for nutrients for the maintenance of life, growth, development, maintenance of normal body functions and for energy production and intake of other nutrients. Good nutrition is the foundation for public health, especially children who are still in their growth and development period, if there is a lack of nutrition or overnutrition, growth and development will not take place optimally. Southeast Sulawesi Province is one of the provinces with underweight prevalence above the national prevalence rate in 2015 of 15.8%, namely 6.2% very thin and 9.6% thin. This study aims to determine the relationship between eating patterns and snack consumption habits and the nutritional status of children at SDN 4 Barangka, West Muna Regency 2021. This study is a correlational study using a Cross Sectional Study design and Total Sampling sampling technique and using chi-square test statistical analysis. The research instrument used is the FFQ questionnaire. The results of this study indicate that there is a relationship between diet and the nutritional status of children at SDN 4 Barangka, West Muna Regency in 2021 with p value p = 0.048 (p <0.05). There is no relationship between consuming snacks on the nutritional status of children at SDN 4 Barangka, West Muna Regency in 2021, p value p = 0.229 (p>0.05). Researchers hope that parents pay attention to diet and provide healthy food and for schools to provide education about eating patterns, snack habits and nutritional status. Keywords: dietary habit, snacks, nutrition