cover
Contact Name
Beni Ashari
Contact Email
benyazhary42@gmail.com
Phone
085853240291
Journal Mail Official
mabahits@uas.ac.id
Editorial Address
INAIFAS-Press Institut Agama Islam al-Falah Assunniyyah Jember Jl. Semeru No. 09 Kencong Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Mabahits
ISSN : 27238024     EISSN : 27233421     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Mabahits adalah jurnal kajian tentang studi Ilmu Syariah dan hukum Islam meliputi: ruang lingkup ibadah, hukum tentang keluarga atau hukum badan pribadi (ahkam al-ahwal al-syakhshiyyah, hukum tentang kebendaan (al-ahkam al-madaniyyah, hukum pidana (al-ahkam al-jinaiyayah), hukum acara (al-ahkam al-murafa’at), hukum ketatanegaraan (al-ahkam al-dusturiyyah), dan hukum internasional (al-ahkam al-dauliyyah)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 82 Documents
Karakteristik Keluarga Sakinah dalam Islam Daffa Fauzy Septiana; Dea Astiani; Deri Asykari
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): Mei
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.872 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v2i1.562

Abstract

Penelitian ini berfokus pada membangun keluarga yang sakinah. Tujuan dari penelitian ini ingin memahami lebih dalam lagi mengenai perspektif hukum islam terhadap keluarga yang sakinah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan mengambil penelitian dari berbagai jurnal. Untuk pendekatan dalam penelitian ini, digunakan studi kualitatif deskriptif. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa dapat dikatakan keluarga sakinah dapat mengurangi angka perceraian di dalam keluarga. Dengan syarat catatan ketika seseorang dapat menemukan pasangan hidup yang memiliki iman kuat, taat dan sesuai dengan apa yang dia inginkan. Apabila seseorang tidak menemukan pasangan seperti yang dikatakan sebelumnya, maka keluarga sakinah dan kebahagiaan dalam keluarga tidak akan terjadi dan suatu perceraian
Pemikiran Imam Syafi’i Tentang Ketentuan Quru’ dalam Surat Al-Baqarah Ayat 228 dan Relevansinya Dri Santoso
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): Mei
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.435 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v2i1.563

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menelaah pemikiran Imam Syafi‟i tentang ketentuan quru‟ bagi perempuan, karena perempuan atau istri memiliki kewajiban melaksanakan iddah baik iddah cerai atau iddah baik iddah cerai atau iddah yang ditinggal mati oleh suaminya, Hal ini merupakan suatu kondisi di mana isteri harus menahan diri atau berkabung. Selama masa itu, isteri hendaknya menyatakan. Hal ini bertujuan untuk menghormati kematian suami.Apabila masa iddah telah habis, maka tidak ada larangan bagi perempuan untuk berhias diri, melakukan pinangan, bahkan melangsungkan akad nikah. Relevansi Quru‟ dalam konteks ke-Indonesiaan adalah antara pendapat Imam Syafi‟I lebih relevan pendapat dengan alasan, Indonesia adalah Negara yang mayoritas umat Islam bermadzhabkan Imam Syafi‟i. Imam Syafi‟i mengatakan Quru‟ dalam masa Iddah cerai yang terdapat dalam surat Al-baqarah ayat 228 itu suci, karna ber istinbath dengan menggunakan Al-Qur‟an yang diperkuat oleh hadits serta dengan bahasa. Relevansi Ketentuan Quru‟ dalam konteks keIndonesiaan pendapatnya Imam Syafi‟i dengan alasan tertentu, pertama, aturan yang bersifat absolut dan mutlak benar, universal, kekal, tidak berubah dan tidak boleh diubah seperti keesaan Allah, rakaat shalat dan sebagainya. Kedua, aturan yang tidak bersifat absolut, tidak universal, tidak kekal, berubah dan dapat dirubah. Bagian kedua ini tercermin dalam perbedaan pandangan akan tetapi lebih banyak menggunakan Madzhab Syafi‟i
Responsibilitas Keluarga Terhadap Anak di Era Digital Dalam Perspektif Hukum Islam di Pagentan Singosari Malang Vialinda Siswati; Achmad Yai‟zzan Wafro; M . Thoyyib Ma'bad
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): Mei
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.079 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v2i1.564

Abstract

Artikel ini diambil dari hasil penelitian di suatu daerah di Malang dengan mengambil beberapa masalah yang dihadapi oleh orang tua disaat pandemi covid 19 berlangsung, yang mengharuskan siswa untuk belajar di rumah secara daring, ini merupakan problem tersendiri bagi orang tua karena kebanyakan masih banyak yang belum mengenal teknologi. Namun orang tua harus memfasilitasi media belajar anak. Penelitian ini menggunakan kualitatif case study dengan metode pengambilan data dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memberikan pendidikan kepada anaknya melalui media berhukum wajib dalam Islam dan keluarga memiliki tanggung jawab agar selektif dalam mengasuh, oleh sebab itu pendidikan keluarga Islam tetap relevan digunakan di era digital saat ini. Orang tua mengaktualisasikan hak anak sesuai pandangan Islam. Orang tua tetap menanamkan nilai-nilai Islam dalam memperkuat keyakinan anak untuk selalu melakukan hal yang dianjurkan dalam Islam melalui media yang berkembang saat ini.
Kajian Kompilasi Hukum Islam (KHI) Tentang Fitnah Menjadi Halangan Sebagai Ahli Waris (Analisis Hukum Positif dan Norma Agama Di Indonesia) Akh. Syamsul Muniri; Nur Shofa Ulfiyati
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): Mei
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.213 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v2i1.565

Abstract

Keberadaan Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menjadi pedoman dan acuan oleh Pengadilan Agama dalam wilayah hukum Indonesia terkait masalah kewarisan yang memuat tentang halangan mewarisi dalam pasal 173 menarik untuk dikaji karena Al Qur‟an dan Sunnah tidak mencantumkan fitnah sebagai penghalang menjadi ahli waris. Kesepakatan (Ijma‟) ulama‟ hanya menyebutkan pembunuhan sebagai halangan kewarisan meskipun Al-Qur‟an menyebutkan bahwa fitnah lebih besar bahayanya dari pembunuhan tetapi dalam hal ini belum jelas fitnah sebagai halangan kewarisan. Sedangkan yang dimaksud fitnah dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) jelas yaitu orang mengajukan kasus bohong dengan sengaja kepada pihak kepolisian sehingga orang yang di fitnah tersebut dibebaskan secara murni oleh pengadilan sebab tidak terbukti dan orang yang mengajukan kasus bohong tersebut terbukti bersalah karena melakukan fitnah
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Penggunaan Weton Dalam Pernikahan. (Studi Pada Masyarakat Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember) Beni Ashari
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 1 (2020): Mei
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.229 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v1i1.566

Abstract

Masyarakat Desa Suci sebagai salah satu contoh masyarakat jawa yang masih menggunakan tradidi ini. Sehubungan dengan ini maka penulis akan meneliti tinjauan hukum Islam terhadap tradisi penghitungan weton sebagai pedoman pernikahan. Tujuan Untuk mengetahui tinjauan hukum islam terhadap tradisi penggunaan Weton Dino dan Pasaran dalam pernikahan di Masyarakat Desa Suci.Pendekatan dan jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilaksanakan di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan skunder. Sedangkan tekhnik pengumpulam data dengan metode observasi, interview dan dokumentasi. Dalam tekhnik analisis data adalah analisis deskrptif kualitatif. Dan dalam tekhnik pengecekan keabsahan data adalah menggunakan triangulasi data dan pemeriksaan sejawat. Penghitungan weton adalah jenis penghitungan dengan menggunakan hari dan pasaran serta dari hampir setiap masyarakat jawa khususnya di Desa Suci menggunakanya untuk segala macam kegiatan khususnya pernikahan. 2) Latar belakang masyarakat suci menggunakan weton sebagai pedoman pernikahan adalah karena tradisi yang turun temurun dan mencari kecocokan serta ketepatan dalam memilih pasangan. 3) Akibat yang ditimbulkan dari penggunaan weton sebagai pedoman pernikahan adalah berdampak positif dengan berhati-hati dalam memilih pasangan hidup. Dan juga penghitungan ini berdampak negatif yaitu dapat menimbulkan sifat syirik. 4) Ditinjau dari segi Hukum Islam Weton dino dan pasaran jika dijadikan sebagai motivasi dan jalan spiritual saja maka hal ini diperbolehkan. Hal yang menjadi pelarangan atas kepercayaan terhadap penghitungan weton dino dan pasaran ini adalah ketika benar-benar yakin bahwasannya weton-lah menentukan baik buruknya kehidupan seseorang.
PENDIDIKAN KELUARGA BAGI PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM Roshiful Aqli Qosyim
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): Mei
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.853 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v2i1.570

Abstract

The religion of Islam was revealed to the world as Rahmatan Lil'alamin, by this means Islam has the meaning that Islam is a religion that brings peace to all mankind. In the perspective of social interaction, there is no discriminatory difference. This status equation is similar to the concept of humanity, namely that basically humans are natural or holy. However, in practice we often observe discriminatory views against women. Women in some societies are considered as the second sex after men. So that their active role in the social world is often neglected and more specifically in the family. This discriminatory view is clearly contrary to the teachings of Islam which is Rahmatan Lil'alamin, and there must be further studies to look at this problem. To provide an understanding with this woman's dignity through the family, because the family is the first educator in the learning process. By starting with the family, it is hoped that family members will have a balanced understanding of the position of women. So looking back at the basic concepts of Islam in the education of women in the family is very important and urgent. For this reason, the author wants to see further how women in Islam actually are.
PERAN MEDIATOR DALAM PERKARA PERCERAIAN (Studi Solusi Konflik Rumah Tangga Di Pengadilan Agama Jember) Beni Ashar
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2020): November
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.653 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v1i2.573

Abstract

Dalam proses perceraian terdapat peran mediator sebagai juru damai. Pengadilan Agama Jember sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman menerima jumlah perkara yang cukup banyak setiap tahunnya dan tingkat keberhasilan yang sedikit. Dengan jumlah perkara yang cukup banyak ini maka perlu kiranya diteliti solusi konflik rumah tangga di pengadilan agama jember. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Obsevasi, interview dan dokumentasi. Data yang didapat dianalisa menggunakan metode deskriptif. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka disimpulkan,1. Mediasi merupakan proses yang harus dijalani dengan mediator sebagai penengah, 2. Upaya Mediator dalam menemukan solusi atas perkara perceraian di Pengadilan Agama Jember adalah dengan metode kakukus, Merancang bentuk-bentuk penyelesaian, pendekatan keagamaan, menghilangkan rasa saling curiga kepada pihak lawan, meyakinkan dengan akibat yang akan ditimbulkan, 3. Faktor penghambat dan pendukung yang dihadapi Mediator dalam upaya menyelesaikan perkara perceraian di Pengadilan Agama Jemberadalah faktor dari dalam dan faktor dari luar
Duet Ulama Pengokoh Madzhab ShaFi’i Di Nusantara Abad Ke XVII Rijal Mumazziq Z
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): Mei
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.842 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v2i1.583

Abstract

Tulisan ini menyoroti kiprah dua ulama besar Nusantara yang menjadi pengokoh madzhab Shafi’i di kawasan ini, yaitu Shaykh Nuruddin Ar-Raniri dan seperti Shaykh Abdurrauf As-Sinkili. Selain memiliki banyak karya tulis, pengaruh mereka di pemerintahan juga cukup menjadi alasan berkembangnya madzhab yang didirikan oleh Muh}ammad bin Idris As-Shafi’i. Kitab As-Sirat al-Mustaqim karya Ar-Raniri dan Mir-at at-Tullab karya As-Sinkili menjadi referensi terkemuka di dalam kajian fiqh di Nusantara, bahkan menjadi rujukan utama dalam penyelenggaran madzhab negara di beberapa kesultanan di Nusantara. Selain itu, jaringan para muridnya yang terbentang di sekujur kepulauan ini cukup memberikan bukti apabila kontribusi mereka dalam bidang fiqh dan tasawwuf tidak bisa dianggap enteng.
Analisis Kaidah Universalitas dan Historisitas Teks Agama, dan Implementasinya dalam Ahkam Al-Usrah Ahmad Zuhairuz Zaman
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2021): Mei
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1495.566 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v2i1.759

Abstract

This study discusses two rules that attract each other in an effort to understand the meaning behind the text of law both in the form of verses and hadith. The two rules are the rule of "al-'ibrah bi 'umūm al-lafẓ lā bi khuṣūṣ al-sabab" and the rule of "al-'ibrah bi khuṣūṣ al-sabab lā bi' umūm al-laf̣̣ẓ " The result of this study is that generally, there are three cases studied by scholars associated with the universality and particularity of the text they nuzul or becauseWurud. First, when there is a qarīnah (correlative clue) that indicates the generality of the text, then the scholars agree that what is taken is the generality of the text. Second, when there is qarīnah siyāq which indicates the existence of specialization, then the scholars agree that the text is no longer general, but the text is pen-takhṣīṣ-an by qarīnah siyāq understood through the deepening of the relationship of text and because nuzul or becauseWurud. Third, when there is no qarīnah that points to generality or specificity, then this realm is still debatablegives among scholars andrise to dualism between the two rules above. And the opinion chosen by the majority of fuqahā ' is the first rule which is "al-'ibrah bi' umūm al-lafẓ lā bi khuṣūṣ al-sabab". Qualitative methods are used in writing this article in order to explore the rules related to the universality and historicity of a legal text. Keywords: becausenuzul, becauseWurud, 'Generalal-lafz, takhsis, siyāq
Penetapan Dispensasi Nikah Oleh Hakim (Studi Komparatif Hukum Islam Dan Hukum Positif) Imam Syafi’i; Freede Intang Chaosa
Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2021): November
Publisher : Mabahits : Jurnal Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.204 KB) | DOI: 10.36835/mabahits.v2i2.761

Abstract

This research is to examine the dispensation of marriage which is a policy or legal aid provided by the Religious Courts to prospective brides and grooms, one or both of whom have not reached the age requirement in Law No. 1 of 1974. In the decision, a judge is guided by the Marriage Law, Islamic Law Compilation, Supreme Court Regulation No. 5 of 2019, also the Minister of Religion Regulation No. 11 of 2007 concerning Marriage Registration. The judge considers all aspects of life before giving a decision to grant or reject a dispensation case, including aspects of age maturity and self-maturity, health aspects, economic aspects, whether or not there is an element of compulsion to marry and other aspects that are considered important to be considered before getting married.