cover
Contact Name
Dedi Iskamto
Contact Email
deditaba@gmail.com
Phone
+6285278097380
Journal Mail Official
deditaba@gmail.com
Editorial Address
Jl Tuanku Tambusai Komplek Puri Nangka Sari Lt. II No.C7 Pekanbaru, Riau Province Indonesia 28144
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi
ISSN : -     EISSN : 28097297     DOI : https://doi.org/10.54099/jpma
Focus Jurnal Pengabdian Masyarakat bertujuan untuk menyediakan wadah bagi peneliti Nasional di bidang Bisnis dan Teknologi Terapan untuk mempublikasikan artikel asli dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Scope Ruang lingkup Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah Bisnis dan Teknologi. Jurnal ini memuat hasil-hasil pengabdian masyarakat berbasis penelitian seperti PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), Service Learning, Community Development, dan metodologi lainnya. Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi menerima kiriman artikel dari seluruh dunia.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025)" : 7 Documents clear
Pengenalan Berpikir Komputasional Melalui Tantangan Bebras 2024: Studi Implementasi di Bandung Raya Rachmawati, Ema; Ciptasari, Rimba Whidiana; Ningsih, Lidya; Firdaus, Fauzan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v4i2.1265

Abstract

Peningkatan kemampuan berpikir komputasional di kalangan pelajar menjadi penting di era digital, terutama untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan teknologi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui workshop Tantangan Bebras 2024 yang bertujuan untuk mengenalkan konsep Berpikir Komputasional (BK) kepada siswa di jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan ini mencakup pelatihan soal-soal interaktif, penerapan strategi pemecahan masalah, dan simulasi Tantangan Bebras secara daring. Dengan melibatkan 814 peserta, program ini dirancang untuk meningkatkan minat siswa dalam STEM dan mempersiapkan mereka menghadapi Tantangan Bebras 2024. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan mitra, pengelolaan data peserta, dan simulasi melalui Learning Management System (LMS). Hasilnya menunjukkan partisipasi aktif siswa dan peningkatan pemahaman mereka terhadap BK. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi di Indonesia. Kata kunci: Berpikir Komputasional; Tantangan Bebras; STEM; Pendidikan
Peningkatan Pemahaman terhadap Fintech Lending Pada Kelompok Dasa Wisma RT 03 RW 10 Perumnas Patrang : - Mufidah, Ana; Puspitasari, Novi; Perwitasari W, Dwi; Rijal, Salahuddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v4i2.1314

Abstract

In response to the economic downturn caused by the COVID-19 pandemic, collaboration among regulators, ministries, and relevant institutions is essential to ensure broader access to financial services. One promising solution is fintech lending, which offers faster, easier access to capital without requiring substantial collateral, unlike traditional banks. Fintech holds significant potential to support economic recovery efforts. However, alongside these benefits, fintech lending also presents various challenges—particularly related to illegal lending services. Common issues include threats from service providers, a lack of transparency regarding interest rates and service fees, and penalties for late payments. There are also unethical practices such as the unauthorized sharing of borrowers’ contact information. Therefore, public education and awareness are crucial to help people make informed choices when using fintech lending services. Understanding the difference between legal and illegal fintech platforms is key to avoiding potential risks and financial harm.
Penguatan Literasi Pencegahan Fraud Bagi Guru, Tenaga Kependidikan, Dan Siswa di SMAN 2 Pekalongan Anissatus Sholihah, Ria; Cahyo Kurniawan, Pratomo; Salamah, Rizqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v4i2.1315

Abstract

Fraud prevention literacy in schools plays a crucial role in shaping ethical behavior and financial integrity from an early age. It is essential to educate students and school personnel about the risks of fraud and strategies for prevention within the school environment. By integrating fraud literacy into the curriculum, schools can foster a culture of transparency, accountability, and integrity. The methods used include exploring programs aimed at raising awareness of fraud, implementing anti-fraud initiatives, providing training for educators, and leveraging technology in fraud detection. Additionally, another focus of discussion is the long-term benefits of incorporating fraud prevention education in schools, which contributes to the development of a more ethical and financially literate society.
Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Mencegah Perilaku Koruptif di SMP Santo Vincentius Jakarta Srihadiati, Triny; Ziliwu, Cerensia Blandina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v4i2.1323

Abstract

Korupsi yang terjadi di Indonesia cukup mengkhawatirkan karena berbagai lapisan masyarakat melakukan korupsi. Lapisan masyarakat tersebut terdiri dari pejabat pemerintahan, pegawai negeri sipil, masyarakat sipil, dan anak-anak sering melakukan korupsi secara sadar ataupun tidak sadar. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai macam cara untuk memberantas tindakan korupsi pada ranah pemerintahan. Namun, masih banyak kasus korupsi yang tidak bisa terkuak. Hal ini diakibatkan dari sikap lingkungan para koruptor yang menormalisasi korupsi terjadi dan bahkan ikut andil dalam melakukan korupsi. Oleh karena itu, Pendidikan Anti Korupsi sejak dini sangat dibutuhkan. Di Indonesia, kasus korupsi marak dilakukan oleh warga sipil yang menganggap hal yang dilakukan bukanlah korupsi. Pendidikan Anti korupsi bertujuan untuk menciptakan generasi penerus yang memiliki karakter anti korupsi. Pendidikan Anti Korupsi dapat dimulai dari SD hingga Perguruan tinggi disesuaikan dengan tingkatan pendidikan. Sosialisasi yang dilakukan di SMP Santo Vincentius merupakan salah satu bentuk Pendidikan Anti Korupsi berfokus pada bentuk-bentuk sikap koruptif di kalangan remaja dan sikap-sikap anti korupsi.
Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Peserta Didik Melalui Pelatihan Pembuatan Buket Snack Siregar, Nurintan; Siregar, Enni Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v4i2.1325

Abstract

Pendidikan MDA umumnya berfokus penguatan ilmu agama dan pembentukan akhlak mulia. Namun, menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, diperlukan integrasi pendidikan agama dan pengembangan keterampilan hidup, termasuk jiwa kewirausahaan. PKM dilaksanakan di MDA Padang Laru, Mandailing Natal yang diawali dengan berkoordinasi bersama guru untuk menggali informasi kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Selanjutnya pemaparan materi yang bertujuan agar memahami konsep pembuatan buket snack sebagai potensi kewirausahaan. Model kegiatan yang dikembangkan dengan kolaboratif melalui peran tutor sebaya. Sesi refleksi dan evaluasi serta memberikan apresiasi khusus kepada kelompok dengan kreativitas terbaik. Berdasarkan hasil kegiatan terdapat temuan penting yang menunjukkan keberhasilan yaitu : 1) Peningkatan Antusiasme dan Partisipasi Aktif. 2) Kemampuan Praktis dalam Pembuatan Produk. 3) Tumbuhnya Kreativitas dan Inisiatif 4) Penerapan Konsep Tutor Sebaya 5) Refleksi dan Evaluasi Positif 6) Peningkatan Pemahaman tentang Kewirausahaan. Kegiatan berhasil memberikan dampak positif terhadap peningkatan kreativitas dan jiwa kewirausahaan peserta didik. pelatihan ini membuktikan bahwa integrasi antara ilmu agama dan keterampilan hidup sangat mungkin dilakukan secara harmonis. Peserta didik menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif yang tinggi, menguasai keterampilan praktis dalam pembuatan buket snack, menampilkan kreativitas dalam desain produk, serta menunjukkan inisiatif dan semangat kerja sama melalui metode tutor sebaya.
Sosialisasi Budaya Anti Korupsi Melalui Ilmu Akuntansi Forensik di SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya Maulidi, Ach; Putra, Aris Surya; Sugiarti, Yenny; Putra, Evan Sutanto; Koan, Dianne Frisko; Purnomo, Hanny
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v4i2.1332

Abstract

Korupsi merupakan masalah serius yang merusak kehidupan bangsa dan harus dicegah sejak usia muda. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan budaya anti korupsi di kalangan siswa SMA melalui sosialisasi ilmu akuntansi forensik. Akuntansi forensik dikenalkan sebagai ilmu yang mampu mendeteksi dan mencegah kecurangan, serta mendorong siswa untuk berpikir kritis, jujur, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya dengan metode ceramah, studi kasus, diskusi, dan tanya jawab. Materi disusun sederhana dan kontekstual agar mudah dipahami siswa. Salah satu studi kasus yang dibahas adalah kasus PT Timah, yang menunjukkan dampak besar korupsi terhadap negara. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa antusias dan lebih sadar akan pentingnya kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Guru dan sekolah mendukung penuh program ini dan siap menjalin kerja sama lanjutan. Dengan sinergi antara universitas dan sekolah, diharapkan kegiatan ini menjadi awal pembentukan generasi muda yang jujur dan berintegritas. Program ini juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Edukasi Hubungan Stunting terhadap Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular pada Gen Z di SMAN 10 Medan Pratiwi, Dian; Panduwati, Digna Renny; Wahyuni, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v4i2.1333

Abstract

Stunting is caused by various factors, primarily nutritional intake during the first 1,000 days of life. Stunting has significant impacts on children's health and can hinder Indonesia's demographic bonus in the future by affecting the competitiveness of its productive human resources. All parties are expected to care and take action in the effort to prevent stunting in children, including adolescents, who are part of Generation Z and the successors of the millennial generation. This topic was chosen to educate Gen Z about the relationship between stunting and the risk factors for non-communicable diseases. The method used involved administering questionnaires to assess participants’ understanding before and after the educational intervention. The results showed an increase in Gen Z's knowledge from 14% to 74%. In terms of health screening outcomes, 90% had normal blood pressure and 72% had normal blood glucose levels.

Page 1 of 1 | Total Record : 7