cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
sinarfe7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
sinarfe7@gmail.com
Editorial Address
Departemen Teknik Elektro, FTE-ITS, Gedung B-C lantai 2, Kampus ITS, Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SinarFe7
ISSN : 26213540     EISSN : 26215551     DOI : https://doi.org/10.56795/sinarfe7.v5i1
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles 523 Documents
RANCANG BANGUN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (ATS) DAN AUTOMATIC MAIN FAILURE (AMF) BERBASIS ARDUINO UNO R328P PADA PROTOTIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) 220VAC Panky Hermawan; Agus Kiswantono
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.143 KB)

Abstract

Automatic Transfer Switch (ATS) adalah peralatan elektromekanik yang dapat dikendalikan dan difungsikan untuk memindahkan posisi sumber tenaga listrik, dari jaringan utama (PLN) ke sumber tenaga listrik cadangan yang mana disini memakai prototipe Pembangkit listrik tenaga Bayu (Angin) apabila supali PLN terputus. Automatic Transfer Switch akan mengembalikan pasokan tenaga keposisi normal secara otomatis apabila pasokan tenaga listrik dari jaringan utama telah kembali tersedia. “Automatic Transfer Switch dengan Mikrokontroller Arduino UNO 328P” merupakan perangkat yang dibuat untuk mengubah posisi sakelar utama pemindah PLN / PLTB secara otomatis dan juga melakukan monitoring arus dan tegangan. Mikrokontroller digunakan sebagai pengontrol utamanya dan sensor PZEM 004T sebagai pembaca arus dan tegangannya. Beberapa pengujian fungsional yang dilakukan memperlihatkan hasil bahwa relai pemindah otomatis yang dibuat telah bekerja sebagaimana yang diharapkan. Dan juga monitoring arus, tegangan dan frekuensi dapat tertampil di layar LCD.
Kendali Model Kursi Roda dengan Electromyograf dan Accelerometer Menggunakan Metode Jaringan Saraf Tiruan M. Adib Nursasongko; Ilham Ari Elbaith Zaeni; Anik Nur Handayani
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.468 KB)

Abstract

Kursi roda digunakan sebagai alat bantu untuk berpindah tempat bagi orang yang memiliki disabilitas pada bagian kaki. Namun, kursi roda konvensional biasanya dijalankan dengan mendorong kursi roda tersebut atau pengguna mengendalikan sendiri roda dari kursi roda yang dikendarainya. Namun untuk pengguna yang juga memiliki disabilitas pada tangannya tidak dapat mengendalikan sendiri kursi roda konvensional. Sebuah robot kursi roda dirancang untuk memudahkan para pengguna yang memiliki disabilitas khusus pada kaki dan tangannya. Robot ini dirancang untuk dapat dijalankan dengan menggerakkan otot pada dahi dan dengan cara memiringkan kepala. Jaringan saraf tiruan digunakan untuk memprediksi nilai sensor selanjutnya dan membandingkan dengan data nilai sensor sebelumnya untuk menentukan adanya kontraksi pada otot. Robot kursi roda ini dibuat dengan tiga bagian utama yaitu masukan dengan menggunakan sensor EMG (Electromyograf) dan sensor Accelerometer, sistem pengendali berbasis Arduino UNO dan sistem aktuator dengan menggunakan motor DC. Electromyograf (EMG) merupakan peralatan yang digunakan untuk menangkap aktivitas otot manusia yang pada penelitian ini sensor EMG dipasang pada dahi. Accelerometer yang nantinya akan dipasang pada bagian kepala mempunyai fungsi untuk mengukur percepatan akibat gravitasi bumi sehingga dapat digunakan untuk menentukan arah yang akan dituju. Pada penelitian ini hasil yang didapatkan adalah model mampu mendeteksi kontraksi otot dan dapat menentukan arah kursi roda sesuai yang diinginkan.
Potensi Pembangkit Tenaga Listrik Hybrid Renewable Energy di Pulau Sempu Faiz Syaikhoni Aziz; Ahmad Muzakki Setiawan; Agung Setyobudi
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.425 KB)

Abstract

Pada Jurnal ini menyajikan potensi Pembangkit Tenaga Listrik Hybrid Renewable Energy di Pulau Sempu. Parameter yang digunakan untuk penelitian ini berupa keadaan sumber energy dan beban listrik di sekitar Pulau Sempu. Hasil dari penelitian adalah tiga potensi pembangkit listrik tenaga hybrid di pulau sempu yaitu PLTS, PLTB dan PLTGL. Pada PLTS memiliki radiasi matahari rata-rata sekitar 4.8 kWh/m2 dapat menghasilkan daya sebesar 8.640 Watt dengan menggunakan PV Array sebesar 10 m2. Pada PLTB memiliki kecepatan angin sangat baik yaitu rata – rata perbulannya antara 6,00 – 19,00 knot perbulannya dan mampu menghasilkan energi 340 watt untuk kecepatan angin 6.17 m/det per satu turbin angin. Ketinggian ombak di pulau sempu 5.1 m dan mampu menghasilan daya 1.852.830 Watt.
Pengembangan Modul dan Trainer Pengemas Barang Untuk Pembelajaran FBD di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Achmad Jefri; Siti Sendari
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.989 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) merancang pengembangan media pembelajaran berupa modul dan trainerpengemas barang untuk matakuliah Workshop Otomasi Industri di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, (2) mengembangkan trainer pengemas barang yang telah dibuat sebelumnya agar bisa digunakan untuk multi sistem (Mikrokontroler, smart relay dan PLC), (3) mengembangkan modul praktikum trainer pengemas barang berbasis smart relay untuk pembelajaran pemrograman FBD (Function Block Diagram) pada matakuliah Workshop Otomasi Industri di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dan, (4) menguji kelayakan modul dan trainer pengemas barang yang telah dikembangkan untuk pembelajaran matakuliah Workshop Otomasi Industri di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dalam penelitian ini mengadopsi model pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan modul namun tetap merujuk pada model-model pengembangan yang ada. Model pengembangan yang digunaka pada penelitian pengembangan ini menggunakan model dari Sugiyono yang disesuaikan dengan kebutuhan. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelayakan modul praktikum oleh ahli 1, ahli 2, uji coba produk dan uji coba pemakaian dapat disimpulkan bahwa modul praktikum dan trainer pengemas barang sangat layak digunakan dalam pembelajaran.
RANCANG BANGUN ALAT PERANGKAP SERANGGA DI PERSAWAHAN BERTENAGA SURYA DAN MENGGUNAKAN BLOWER Bagus Yudha Saputra; Agus Kiswantono
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.434 KB)

Abstract

Untuk mengendalikan hama serangga yang ramah lingkungan, dirancang sebuah alat perangkap hama serangga pada padi sawah dengan menggunakan cahaya dari tenaga surya dengan sumber listrik dari tenaga surya. Alat ini menggunakan panel surya 15 Wp - 12 V dengan baterai 12 V - 7 Ah. Alat ini menggunakan lampu LED dan Kipas DC sebagai blower. Alat ini bekerja secara otomatis karena menggunakan sensor Photocell (cahaya) untuk menghidupkan lampu secara otomatis. Alat ini memanfaatkan keterkaitan hama serangga yang tertarik dengan cahaya karena secara alami hama serangga mudah tertarik dengan cahaya. Alat ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan bahan kimia insektisida untuk membunuh serangga. Berdasarkan pengujian yang dilakukan di persawahan Gading Fajar 2, Hama serangga yang tertangkap adalah walang sangit (leptocorica acuta), kepinding tanah (scotinophora coarctata), kepik hijau (nezara viridula), penggerek batang padi putih (scripophaga innotata) dan belalang (caelifera).
Perbaikan CCT Pada Multi Machine Infinite Bus Dengan Supercapacitor Energy Storage Menggunakan Critical Trajectory Talitha Puspita Sari; Rafin Aqsa Izza Mahendra; Ardyono Priyadi; Vita Lystianingrum; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.827 KB)

Abstract

Kestabilan transien merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kontinuitas dari suatu sistem tenaga listrik apabila terjadi gangguan besar secara tiba-tiba. Namun, terdapat keterbatasan waktu operasi dari suatu sistem proteksi untuk mengisolasi gangguan sebelum sistem menjadi tidak stabil dan lepas sinkronisasi. Critical Clearing Time (CCT) adalah batasan waktu yang diperbolehkan untuk mengisolasi suatu gangguan untuk membuat sistem menjadi stabil. Untuk meningkatkan kestabilan sistem, memasang Supercapacitor Energy Storage (SCES) merupakan salah satu metode untuk memperpanjang nilai CCT. SCES dapat menyerap dalam jumlah besar dalam waktu yang cepat ketika terjadi gangguan. Penelitian ini mengusulkan identifikasi dari efek kontrol SCES dalam memperpanjang nilai CCT. SCES seolah-olah menjadi beban sesaat dan memperpanjang nilai CCT bergantung dari kemampuan kontroler dalam merespon gangguan. Pemodelan kontrol diaplikasikan dalam SCES yang terpasang pada salah satu bus generator dengan kapasitas yang telah ditentukan. Modified Fouad dan Anderson 3-machine 9-bus dengan single machine to infinite bus digunakan untuk memvalidasi metode yang disusulkan. Selain itu, metode critical trajectory yang mana diketahui memiliki kecepatan hitung yang lebih cepat dan memiliki keakuratan lebih baik dibandingkan metode Time Domain Simulation (TDS) digunakan untuk mendapatkan nilai CCT. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan kontrol yang lebih cepat ketika terjadi gangguan, maka nilai CCT pada sistem yang dihasilkan akan menjadi lebih tinggi. Nilai kenaikan tertinggi terjadi ketika kontroler bekerja pada saat 0.001 detik.
Efek Penambahan SCES Pada Sistem Multimesin dengan Damping dan Kontroler Berdasarkan Metode Critical Trajectory Ardyono Priyadi; Nazila Iyyaya Fariha; Talitha Puspita Sari; Vita Lystianingrum; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.633 KB)

Abstract

Tujuan utama dari studi kestabilan transien adalah untuk memastikan bahwa sistem dapat mempertahankan sinkronisasinya pada kondisi transien. Kestabilan transien dapat dievaluasi menggunakan metode critical trajectory, dengan cara menghitung Critical Clearing Time (CCT). Salah satu keuntungan menggunakan metode critical trajectory adalah nilai CCT diperoleh secara langsung dan dapat memberikan nilai yang lebih akurat dari metode time domain simulation. Pada penelitian kali ini, diusilkan penambahan Supercapacitor Energy Storage (SCES) dan damping untuk memperbaiki kestabilan transien pada sistem multi mesin. SCES adalah sebuah alat penyimpan energi listrik yang dapat menyimpan dan menyuplai listrik dalam jumlah besar secara cepat, sedangkan damper winding dapat meredam osilasi ketika kondisi unstable steady state. Dengan adanya penambahan SCES dan damping pada sistem, kestabilan akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Kestabilan sistem ditunjukkan dengan meningkatnya nilai CCT. Sistem multi mesin yang terhubung dengan infinite bus digunakan untuk melakukan validasi metode yang diusulkan. Selain itu, test system juga mencakup Automatic Voltage Regulator (AVR) dan governor.
Perbaikan Nilai CCT Menggunakan SCES Berdasarkan Critical Trajectory Dalam Sistem Multimesin Dengan Damping Ardyono Priyadi; Risqiya Maulana; Talitha Puspita Sari; Vita Lystianingrum; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.209 KB)

Abstract

Kestabilan adalah salah satu aspek penting dalam sistem kelistrikan. Ketika terjadi gangguan, sistem kelistrikan harus diamankan oleh sistem pengaman. Analisa kestabilan sistem tenaga juga diperlukan dalam mengamankan sistem. Critical Clearing Time (CCT) adalah waktu maksimum bagi sistem pengaman untuk mengisolasi gangguan sebelum hilang sinkron. Sistem dapat kembali ke kondisi stabil ketika gangguan diisolasi sebelum nilai CCT. Salah satu metode untuk meningkatkan stabilitas sistem tenaga adalah meningkatkan nilai CCT. Supercapacitor Energy Storage (SCES) dan damper winding dapat digunakan untuk memperpanjang nilai CCT. Damper winding akan meredam osilasi saat terjadi gangguan pada sistem. Sedangkan SCES adalah perangkat yang mampu menyimpan dan melepaskan energi secara cepat. Selain itu, metode critical trajectory digunakan untuk menghitung CCT. Selanjutnya, IEEE Fouad-Anderson 3 Generator-9 Bus digunakan untuk memvalidasi metode yang diusulkan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem stabilitas meningkat dengan menggunakan SCES dan damping dalam sistem.
Desain Kontrol Aliran Daya PLTS Mandiri Menggunakan Mekanisme Penyimpanan Energi Water Pump Energy Storage Aldo Pradipta Bismaka; Dedet Candra Riawan; Sjamsjul Anam.
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1933.236 KB)

Abstract

Photovoltaic (PV) menjadi pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan yang paling banyak digunakan karena biaya perawatan yang murah. Karakteristik yang dimiliki oleh pembangkit listrik ini ialah fluktuasi daya yang dihasilkan karena bergantung pada intensitas cahaya matahari. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menambahkan penyimpan energi (energy storage) ke dalam sistem pembangkit ini agar kebutuhan daya yang dikirim ke beban dapat dijaga. Energy storage yang biasa digunakan adalah baterai karena mudah dalam pemasangannya. Namun, kandungan baterai seperti timah dan bahan kimia menjadi sebuah kekurangan bagi lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dipilih penyimpanan energi dengan media energi air (Water Storage) karena sifatnya yang ramah lingkungan serta memiliki kapasitas lebih besar dari baterai. Prinsip kerja dari sistem ini adalah dengan menyimpan daya berlebih yang dihasilkan PV dalam bentuk energi air dan menyalurkan menjadi daya listrik ke beban. Namun, daya listrik yang mengalir ke beban tersebut belum memiliki tegangan dengan sesuai regulasi beban. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah kontrol aliran daya pada sistem water pumped storage sehingga sistem ini dapat memberikan daya yang memiliki tegangan sesuai regulasi beban. Berdasarkan hasil simulasi penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya controller aliran daya, daya yang memiliki tegangan sesuai dengan regulasi beban yaitu 220 Volt/ 50 Hz dapat disalurkan secara konstan meskipun kebutuhan daya beban bervariasi. Mekanisme kontrol ini juga dapat menciptakan keseimbangan daya pada sistem.
Sistem Kontrol Nutrisi untuk Tanaman Sayur Buah Hidroponik Berbasis Fuzzy Logic Dani Ardiyansyah; Richa Watiasih; Adiananda
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.124 KB)

Abstract

Budidaya tanaman dengan metode hidroponik sangat populer saat ini. Sistem hidroponik menggunakan air yang mengandung nutrisi. Faktor yang mempengaruhi air nutrisi adalah suhu air, nilai electrical conductivity (EC), dan potensial hidrogen (pH). Namun, petani hidroponik masih melakukan pengendalian konsentrasi larutan nutrisi dengan cara manual. Apabila tingkat nutrisi yang dibutuhkan tidak sesuai, maka tanaman akan mati ataupun terjadi masalah pada pertumbuhannya. Pada penelitian ini peneliti merancang dan membuat alat sistem kontrol nutrisi untuk tanaman sayur buah hidroponik berbasis fuzzy logic. Sistem ini terdiri sensor TDS, sensor level switch, RTC DS3231, Arduino Mega 2560, akuator pompa air dan aerator. Hasil dari pengukuran pada alat ini diolah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kondisi nilai kadar garam terlarut tanaman yang akan ditampilkan pada LCD. Berdasarkan hasil pengujian sistem kontrol nutrisi berbasis fuzzy logic pada tanaman tomat ceri diperoleh hasil bahwa sensor memenuhi kriteria yaitu waktunya cepat dan relatif stabil. Dibuktikan dengan pengujian menggunakan air 7 liter rerata waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kadar garam terlarut dari 191 ke 650 tanpa metode fuzzy logic adalah 42,33 detik sedangkan dengan menggunakan metode fuzzy logic adalah 35,66 detik. Tidak hanya itu pada pengamatan hari terakhir pertumbuhan tanaman menggunakan metode fuzzy logic lebih tinggi 29 cm daripada tanpa menggunakan metode.