cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
sinarfe7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
sinarfe7@gmail.com
Editorial Address
Departemen Teknik Elektro, FTE-ITS, Gedung B-C lantai 2, Kampus ITS, Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SinarFe7
ISSN : 26213540     EISSN : 26215551     DOI : https://doi.org/10.56795/sinarfe7.v5i1
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles 523 Documents
A Review: Cloud Computing untuk Smart Energy Management System di Negara Berkembang Faiz Syaikhoni Aziz; Bayu Prasetyo; A.N Afandi
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin majunya teknologi membuat sebuah sistem memiliki kebutuhan energy listrik yang meningkat. Teknologi penyaluran energy listrik yang ada sekarang dirasa masih belum mampu mengatasi beberapa permasalahan seperti tingkat permintaan tak sebanding dengan tingkat pembangkitan. Selain itu ketergantungan akan bahan bakar fosil menjadi masalah tersendiri mengingat tingkat polusi yang semakin meningkat. Oleh karena itu muncul gagasan untuk mengembangkan sistem untuk mengintegrasikan renewable energy dengan jaringan listrik yang sudah tersedia secara otomatis dan dikenal dengan sebutan smart grid. Selain pengembangan di sisi jaringan, manajemen energy di sisi konsumen juga mulai dikembangkan dengan munculnya BEMS atau building energy management system. Semua data dari sistem smart grid dan building energy management system memiliki jenis data dan komputasi yang rumit dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pada perangkat komputasi tradisional. Oleh karena itu semua data disimpan dan diproses pada teknologi Cloud Computing. Pemanfaatan teknologi cloud computing untuk smart energy management system di negara berkembang memiliki potensi yang baik.
Penjejakan Wajah Dengan Menggunakan Improved Mean Shift Tracking Sulfan Bagus Setyawan; Hanum Arrosida
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjejakan wajah secara visual adalah suatu image processing untuk mengikuti pergerakan wajah yang menjadi target. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan sistem penjejakan objek dengan menggunakan metode haar cascade, tetapi pada sistem penjejakan objek tersebut tidak tahan terhadap oklusi dan gangguan noise background. Maka pada paper ini, dibangun sistem penjejakan wajah yang tahan terhadap oklusi, background noise. Pada penelitian ini, wajah yang dijejak akan dideteksi dengan menggunakan metode haarcascade viola jones, kemudian akan dibangun Algoritma Improved Mean Shift, yaitu dengan mengabungkan metode Mean Shift dan Corrected Background Weigthed Histogram. Mean Shift digunakan untuk mendeteksi koordinat pada target yang tahan terhadap ganggunan oklusi. Metode Corrected Background Weighted Histogram ditambahkan pada metode Mean Shift untuk menghilangkan noise fitur background yang memiliki fitur yang dengan objek yang dijejak. Hasil dari metode ini, target dapat tahan terhadap oklusi dan noise background. Improved Mean Shift tracking memiliki error rata-rata 3.87 pixel dengan standart deviasi 1.54 pixel.
Sistem Deteksi Kantuk Pada Pengendara Roda Empat Menggunakan Eye Blink Detection Siti Maslikah; Riza Alfita; Achmad Fiqhi Ibadillah
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia semakin meningkat. Salah satu faktor penyebab utamanya yaitu kondisi pengemudi mengantuk. Secara umum rasa kantuk muncul pada malam hari ketika tubuh butuh istirahat. Namun pada beberapa orang rasa kantuk muncul tidak bergantung waktu. Keadaan seperti ini yang perlu lebih diperhatikan apabila kita sedang mengemudi agar angka kecelakaan karena faktor mengantuk dapat dihindari. Kepolisian republik indonesia mencatat bahwa peningkatan kecelakaan lalu lintas terus terjadi sepanjang tahun, dimana hampir mayoritas terjadi karena pengemudi yang sedang dalam keadaan mengantuk. Dari permasalahan tersebut dibuat sebuah sistem yang secara otomatis bisa menentukan apakah pengemudi sedang dalam keadaan sadar, mengantuk atau tertidur menggunakan metode Haar Cascade Classifier. Tahapan proses dimulai dengan pengambilan gambar menggunakan Pi Camera yang tersambung dengan raspberry untuk mendeteksi area wajah menggunakan metode Haar Cascade Classifier kemudian algoritma regression tress pada facial landmarks detection yang digunakan untuk mendeteksi mata kantuk dengan keluaran berupa alarm untuk memberikan reaksi agar pengemudi tidak mengantuk. Dari hasil uji coba keseluruhan yang dilakukan diperoleh prosentase keberhasilan sebesar 90% dan tingkat error 10% pada siang hari dari 20 percobaan. Sedangkan prosentase pengujian pada malam hari diperoleh nilai sebesar 85% dan tingkat error 15% dari 20 percobaan. Dengan jarak kamera dengan pengemudi anatara 30 – 50 cm dan tingkat kemiringan sebesar 0 – 45 derajat.
Pelapisan Logam Menggunakan Plasma Bob Alvin Sidabutar; Wijono; Waru Djuriatno
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara yang dilakukan untuk memperbaiki sifat material adalah dengan teknik deposisi lapisan tipis pada permukaan material. Salah satu metode teknik deposisi lapisan tipis adalah metode DC magnetron sputtering. Metode ini menggunakan plasma untuk menghasilkan lapisan tipis pada permukaan material. Rangkaian flyback digunakan untuk membangkitkan plasma pada penelitian ini. Pada penelitian ini akan diuji pengaruh jarak elektroda dan lama waktu proses sputtering terhadap luas bercak lapisan pada permukaan substrat. Jarak elektroda diubah dari 1 cm, 2 cm, 3 cm, dan 4 cm. Sementara itu, lama waktu proses sputtering bervariasi dari 36 menit, 72 menit, 108 menit, 144 menit, dan 180 menit. Substrat yang akan digunakan pada penelitian ini adalah besi sedangkan bahan pelapis yang digunakan adalah aluminium dan tembaga. Penelitian ini menggunakan bentuk elektroda piring – piring dalam proses pelapisan. Proses sputtering ini menghasilkan bercak pada susbtrat. Bercak pada substrat akan dibandingkan secara kualitatif pada setiap jarak elektroda, lama proses sputtering, dan bahan pelapis yang digunakan. Bercak pada permukaan susbstrat dikelompokkan dalam 6 kelompok “ketebalan” lapisan untuk mendapat data kuantitatif dan dibuat dalam bentuk grafik. Dalam penelitian ini didapatkan bahan pelapis perak adalah bahan pelapis yang membutuhkan waktu paling singkat untuk melapisi substrat besi yaitu 36 menit. Pada waktu 36 menit hasil bercak yang diperoleh bahan pelapis perak termasuk dalam kelompok tertinggi dibandingkan dengan bahan pelapis yang lain. Selain itu, dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa perubahan jarak elektroda mempengaruhi besar tegangan elektroda dan nilai kelompok “ketebalan” bahan pelapis. Semakin jauh jarak elektroda semakin besar juga besar tegangan elektroda dan nilai kelompok “ketebalan” bahan pelapis.
Analisis Metode Pembentukan Antena Mikrostrip Berpolarisasi Sirkular Pada Frekuensi X-Band dan Ku-Band Jaufilaili I. Pramesthi; Bambang S. Nugroho; Agus D. Prasetyo
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, telah dirancang antena mikrostrip patch persegi berpolarisasi sirkular yang bekerja pada frekuensi X-band dan Ku-band. Penelitian ini difokuskan untuk pengembangan di frekuensi tertentu guna mempelajari karakteristik pembentukan antena berpolarisasi sirkular, tidak untuk diimplementasikan. Terdapat tiga metode yang digunakan dalam pembentukan polarisasi sirkular, yaitu: 1) diagonal slot 2) truncated square 3) dual-feed. Metode diagonal slot di rancang dengan menambahkan slot persegi panjang di tengah patch. Metode truncated square di rancang dengan memotong sisi sudut patch. Dan metode dual-feed di rancang dengan menambahkan pendekatan pencatu microstrip line jenis T-Junction. Target utama parameter yang harus dipenuhi adalah menghasilkan axial ratio ≤ 3 dB dengan besar VSWR ≤ 1.5 di frekuensi tertentu. Antena dengan metode diagonal slot diperoleh VSWR 1,486 dan axial ratio 2,963 dB di frekuensi X-band, diperoleh VSWR 1,162 dan axial ratio 2,965 dB di frekuensi Ku-band. Untuk antena metode truncated square diperoleh hasil VSWR 1,269 dan axial ratio 2,579 dB di frekuensi X-band, diperoleh VSWR 1,312 dan axial ratio 2,676 dB di frekuensi Ku-band. Dan untuk antena metode dual-feed diperoleh hasil VSWR 1,136 dan axial ratio 2,48 dB di frekuensi X-band, diperoleh VSWR 1,42 dan axial ratio 2,48 di frekuensi Ku-band
RANCANG BANGUN ANTENA HELIX SEBAGAI PENGUAT SINYAL GSM UNTUK MENUNJANG KOMUNIKASI (Studi Kasus di Sekolah Darul Hadist Desa Klapayan Kabupaten Bangkalan) Yuandika Nur Pratama; Miftachul Ulum; Diana Rahmawati
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) yang diselenggarakan di sekolah Darul Hadist desa Klapayan kabupaten Bangkalan. Pada saat dilakukan ujian berlangsung sering terjadi gangguan karena daya tangkap sinyal lemah. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut dirancang sebuah antena penguat sinyal, yang digunakan untuk menguatkan daya tangkap sinyal pada modem GSM ( Global System for Mobile Communications) sehingga dapat memaksimalkan kecepatan dan konektifitas jaringan. Pada penelitian ini telah dirancang antena helix yang bekerja pada frekuensi 1.8 GHZ. Berdasarkan hasil simulasi dengan perangkat lunak CST studio 2018 menunjukkan VSWR = 1,41, return loss = -15,32 dan gain = -7,83 dB. Hasil uji VNA (vector network analyzer)menunjukkan VSWR = 1,47, return loss = - 14,31 dan impedansi bernilai 47,38 Ω. Artinya, antena ini layak digunakan pada frekuensi 1.8 GHZ dan sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan. Dalam meningkatkan sinyal di desa klapayan antena ini mampu meningkatkan sinyal 4G rata– rata sebesar -7 dBm, dan sinyal 3G rata – rata -11 dBm. Dalam pelaksanaan UNBK tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin, dengan nilai error sebesar 1.96% dalam ketepatan penyusunan jadwal dan realisasi pengerjaan soal, dibandingkan UNBK tahun kemarin dengan nilai error sebesar 11,18%.
Identifikasi Jenis Kelamin Berdasarkan Teraan Gigitan Dengan Metode Blob Dan Klasifikasi Decision Tree Anatasya Bella; Rita Purnamasari; Yurika Ambar Lita
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriminalitas adalah kekerasan dengan gigitan yang biasa terjadi pada dua sisi yaitu pada sisi pelaku kriminalitas maupun korban kriminalitas. Seprti kasus kekerasan, pemerkosaan, dan penganiayaan pada anak. Bidang yang ahli dalam menangani proses identifikasi bite marks adalah forensik kedokteran gigi (odontology forensic). Bite marks (teraan gigitan) yang ditemukan pada tubuh dapat berupa informasi salah satunya adalah jenis kelamin, karena setiap individu mempunyai karakteristik gigi geligi yang berbeda-beda. Proses identifikasi bite mark yang sudah dilakukan saat ini melalui proses yang panjang karena proses identifikasi masih menggunakan cara yang manual dan tidak efisien sehingga terdapat distorsi dalam prosesnya yang dapat membuang informasi penting yang seharusnya terlihat menjadi hilang, oleh karena itu perlu cara lain dalam proses identifikasi bite marks. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat sistem yang dapat mengidentifikasi jenis kelamin berdasarkan bite marks, namun terdapat kekurangan seperti sistem hanya mampu mengidentifikasi jarak gigi kaninus saja, masih menggunakan satuan piksel untuk jarak antar gigi dan masih menggunakan teknik cropping manual. Oleh karena itu digunakan pemugaran citra atau image registration dengan teknik cropping otomatis untuk memperbaiki citra dan mempermudah penyesuaian citra latih dengan menggunakan metode Binary Large Object (BLOB) dan klasifikasi Decision Tree. Pada penelitian ini ditambahkan fitur pemugaran citra dan satuan jarak mili meter (mm) sehingga didapatkan performasi tingkat dengan akurasi 98% dengan waktu komputasi 91,14 detik dengan menggunakan 140 sampel citra latih dan 100 citra uji.
Identifikasi Jenis Kelamin Berdasarkan Teraan Gigitan dengan Metode LBP dan Klasifikasi LVQ M.Fauzi Ishak; Rita Purnamasari; Murnisari Dardjan
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriminalitas atau tindak kriminal merupakan segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Tindak kriminal yang dilakukan pun bermacam-macam salah satunya kekerasan dengan gigitan. Salah satu cara untuk mengetahui pelaku dari tindak kejahatan tersebut adalah dengan identifikasi. Identifikasi merupakan cara untuk menentukan individu korban atau pelaku kriminalitas. Bidang yang ahli dalam menangani proses identifikasi bite mark adalah forensik kedokteran gigi (odontology forensic). Proses identifikasi bite mark saat ini masih melalui proses yang sangat panjang dan tidak efisien. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu bidang forensik kedokteran gigi dalam proses penyelesaian kasus kriminal. Pada penelitian sebelumnya telah dibuat sebuah sistem untuk mengidentifikasi jenis kelamin berdasarkan pola teraan gigitan menggunakan metode Content- based Image Retrieval (CBIR) dan klasifikasi Learning Vector Quantization (LVQ), namun masih memiliki kekurangan seperti hanya menggunakan satu parameter gigi yaitu jarak kaninus, masih menggunakan satuan piksel dan masih menggunakan teknik cropping manual. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, digunakan image registration dengan teknik cropping otomatis agar selanjutnya dapat diproses dengan Metode Local Binary Pattern (LBP) dan Klasifikasi Learning Vector Quantization (LVQ). Penelitian ini dibuat bertujuan untuk memudahkan identifikasi jenis kelamin berdasarkan pola bite marks pada tindakan kriminalitas. Sistem tersebut mempunyai performasi dengan tingkat akurasi terbesar 96,2% dengan waktu komputasi 94,452 detik dengan menggunakan 140 sampel citra latih dan 100 citra uji. Dengan adanya sistem ini dapat menjadi pembanding dalam identifikasi jenis kelamin berdasarkan pola bite mark dengan menggunakan metode yang berbeda dan dapat bermanfaat untuk dunia odontologi forensik dalam melakukan identifikasi jenis kelamin menggunakan pola bite marks.
Sistem Fall Detection Pada Orang Lanjut Usia Menggunakan Metode Klasifikasi Support Vector Machine (SVM) Nadya Putri Yuliani; Raditiana Patmasari; Yuli Sun Hariyani
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatuh merupakan salah satu kejadian tidak disengaja yang dapat menyebabkan luka yang berbahaya. Risiko jatuh akan bertambah saat orang yang jatuh tidak bisa memanggil bantuan. Alat fall detection dapat membantu mengurangi waktu antara kejadian jatuh dengan kedatangan pertolongan medis sehingga dapat mencegah adanya risiko berat pada kejadian jatuh. Sistem fall detection pada penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode pengolahan citra yang terdiri dari 3 tahap yaitu akuisisi video, ekstraksi ciri dan deteksi kejadian jatuh. Akuisisi video dilakukan dengan menggunakan dataset fall detection. Proses ekstraksi ciri dilakukan dengan menggunakan Gaussian Mixture Model untuk segmentasi objek, ellipse model untuk menentukan orientasi, Motion History Image (MHI) untuk menghitung motion coefficient dan Support Vector Machine (SVM) sebagai metode klasifikasi kejadian jatuh. Analisis kinerja sistem dilakukan dalam beberapa faktor yaitu tipe SVM yang sesuai, posisi kamera yang digunakan dan tingkat akurasi yang lebih besar. Berdasarkan faktor-faktor tersebut dapat diketahui bahwa tipe SVM yang paling sesuai adalah RBF Kernel dan posisi kamera pada the fall detection dataset (FDD) menghasilkan nilai terbaik dengan nilai akurasi kinerja sistem yang didapatkan adalah 95%.
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Taman Baca Masyarakat Berbasis QR-Code Fransiska Sisilia Mukti,; Setyorini
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian dari lembaga pendidikan non formal, Taman Baca Masyarakat (TBM) hadir sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat. Beragam informasi yang diberikan oleh TBM, khususnya melalui literasi buku-buku yang disediakan, seringkali tidak diimbangi dengan adanya sistem manajemen yang baik. Sebagian besar TBM yang didirikan dengan fokus utama untuk menyediakan media informasi bagi masyarakat, namun tanpa memperhatikan keefisiensian dalam hal proses manajemen kinerjanya. Sebuah sistem informasi dibangun untuk menjawab kebutuhan TBM dalam mengelola buku-buku yang dimiliki. Sistem ini dibuat dengan memanfaatkan Quick Respon Code (QR Code) sebagai komponen utama dimana QR-Code yang berisi primary key sebagai sumber informasi buku dan scanner QR- Code sebagai alat pembaca data. Proses perancangan sistem informasi ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan analisis kebutuhan studi kasus yang kemudian dikembangkan dalam bentuk penggambaran sistem melalui diagram konteks, data flow diagram, dan relasi hubungan setiap datanya. Hasil penelitian menunjukkan rancangan sistem informasi yang dibangun dapat menjawab kebutuhan pihak pengelola TBM dalam memanajemen sistem administrasinya.