cover
Contact Name
Machrus Ali
Contact Email
sinarfe7@gmail.com
Phone
+6281330002213
Journal Mail Official
sinarfe7@gmail.com
Editorial Address
Departemen Teknik Elektro, FTE-ITS, Gedung B-C lantai 2, Kampus ITS, Surabaya, Surabaya, Provinsi Jawa Timur, 60111
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
SinarFe7
ISSN : 26213540     EISSN : 26215551     DOI : https://doi.org/10.56795/sinarfe7.v5i1
Publikasi ini digunakan untuk kegiatan utama FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia) Regional Jawa Timur atara lain: menyelaraskan pendidikan tinggi Teknik Elektro se-Indonesia melingkupi bidang pendidikan, penelitian, dan aplikasi teknologi, Mendiskusikan topik-topik nasional terkait keilmuan Teknik Elektro, menyimpulkan, memberi masukan, dan solusi kepada pemerintah serta pemangku kepentingan, sebagai institusi rujukan mengenai pendidikan tinggi Teknik Elektro, meningkatkan kerjasama dan tali silaturrahim antar Institusi, pejabat Program Studi/ Jurusan/Departemen, dan peneliti bidang Teknik Elektro
Articles 523 Documents
Analisa Pengaruh Variasi Beban Terhadap Profil Tegangan Pada Feeder GI Polehan Distribusi 20 kV PLN Kota Malang Mochamad Ifan Mashudi; Awan Uji Krismanto1; Ni Putu Agustini
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem tenaga elektrik memiliki beberapa persyaratan, Salah satu persyaratan keandalan sistem penyaluran tenaga listrik yang harus dipenuhi untuk pelayanan kepada konsumen adalah profil tegangan yang baik dan stabil, karena meskipun kelangsungan catu daya dapat diandalkan, namun tidak dapat mempertahankan tegangan tetap stabil pada sistem distribusi, karena profil tegangan yang buruk akan terjadi disemua bagian sistem dan akan berubah dengan adanya perubahan beban. Beban sebagian besar memiliki faktor daya tertinggal, pada dasarnya saat beban puncak daya reaktif yang dibutuhkan beban meningkat dan dapat lebih besar dari yang dibangkitkan oleh sistem. Oleh karena itu perlu dilakukannya analisa pengaruh variasi beban terhaadap profil tegangan jaringan distribusi. Setelah dilakukannya analisa dengan data beban yang bervariasi, akan terlihat profil tegangan jaringan distribusi di salah satu feeder tersebut buruk atau baik. Tulisan ini membahas tentang analisa pengaruh variasi beban terhadap profil tegangan pada 5 Feeder jaringan distribusi 20 kV kota Malang. Dalam penelitian ini akan menggunakan software DigSILENT PowerFactory untuk menganalisa profil Tegangan.
ALGORITMA PENDETEKSI TITIK EKSTRIM PADA SINYAL ECG UNTUK ANALISIS AWAL GEJALA ARITMIA M. Jasa Afroni; Bambang Minto Basuki; Nabila Amelia
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan kesehatan jantung pasien sering dilakukan dengan cara merekam sinyal listrik jantung dalam bentuk Electrocardiogram (ECG). Untuk mengidentifikasi kondisi jantung, biasanya ditinjau beberapa titik ekstrim maksimum dan minimum pada sinyal ECG yang dikenal sebagai titik PQRST. Tinggi rendahnya titik ekstrim tersebut dan jarak (interval) antara titik dapat digunakan untuk mendeteksi gejala penyakit jantung seperti aritmia. Penelitian ini menggunakan algoritma deteksi titik ekstrim maksimum dan minimum berbasis Matlab untuk mendeteksi titik PQRST dan menganalisis posisi titik titik tersebut untuk mendeteksi gejala aritmia. Berdasarkan hasil uji coba menggunakan data yang diperoleh dari Physionet MIT-BIH dan pasien jantung RS Saiful Anwar Malang, deteksi titik PQRST dapat dilakukan dengan cepat dan akurat menggunakan metode ini. Namun demikian, metode ini hanya dimaksudkan untuk membantu tenaga medis dalam membaca rekaman sinyal ECG, bukan untuk menggantikan peran tenaga medis dalam melakukan diagnosa.
Algoritma Pendeteksi Titik Ekstrim Pada Sinyal ECG Untuk Analisis Awal Gejala Aritmia M. Jasa Afroni; Bambang Minto Basuki; Nabila Amelia
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan kesehatan jantung pasien sering dilakukan dengan cara merekam sinyal listrik jantung dalam bentuk Electrocardiogram (ECG). Untuk mengidentifikasi kondisi jantung, biasanya ditinjau beberapa titik ekstrim maksimum dan minimum pada sinyal ECG yang dikenal sebagai titik PQRST. Tinggi rendahnya titik ekstrim tersebut dan jarak (interval) antara titik dapat digunakan untuk mendeteksi gejala penyakit jantung seperti aritmia. Penelitian ini menggunakan algoritma deteksi titik ekstrim maksimum dan minimum berbasis Matlab untuk mendeteksi titik PQRST dan menganalisis posisi titik titik tersebut untuk mendeteksi gejala aritmia. Berdasarkan hasil uji coba menggunakan data yang diperoleh dari Physionet MIT-BIH dan pasien jantung RS Saiful Anwar Malang, deteksi titik PQRST dapat dilakukan dengan cepat dan akurat menggunakan metode ini. Namun demikian, metode ini hanya dimaksudkan untuk membantu tenaga medis dalam membaca rekaman sinyal ECG, bukan untuk menggantikan peran tenaga medis dalam melakukan diagnosa.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Pembangkit Listrik Tenaga Air untuk Mata Kuliah Pembangkit Tenaga Listrik Faiz Syaikhoni Aziz; A.N. Afandi; Slamet Wibawanto
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Air merupakan pembangkit terbesar keempat sebagai pemasok listrik nasional. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang mendapatkan informasi yaitu belum adanya bahan ajar Pembangkit Listrik Tenaga Air berupa modul digital dan video pembelajaran yang interaktif. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan bahan ajar digital Pembangkit Listrik Tenaga Air. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE, dengan tahapan : (1) analyze, (2) design, (3) develop, (4) implement, dan (5) evaluate. Hasil dari pengembangan bahan ajar digital berupa modul digital dan video pembelajaran yang telah divalidasi oleh ahli serta telah diuji cobakan kepada mahasiswa. Hasil uji validasi modul oleh ahli memperoleh persentase sebesar mahasiswa 90.73% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 93,25% (sangat layak), dan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 87,98% (sangat layak). Sedangkan hasil validasi video pembelajaran oleh ahli memperoleh persentase sebesar 93,22% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 88,38% (sangat layak), dan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 88,6% (sangat layak). Berdasarkan skor tersebut, modul dan video pembelajaran dinyatakan valid dan layak digunakan untuk pembelajaran.
Variasi Frekuensi Dan Jarak Antar Kumparan Pada Sistem Wireless Power Transfer Annisa Rifqiana; Wijono
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Wireless Power Transfer (WPT) menggunakan gelombang medan magnet sebagai metode pengiriman daya. Medan magnet pada metode kopling induktif bekerja pada jarak dekat. Parameter sistem WPT perlu ditentukan untuk meningkatkan efisiensi sistem. Rangkaian LC kumparan pengirim dan penerima membutuhkan frekuensi resonansi yang sama untuk pengiriman daya maksimum. Selain itu, konfigurasi bentuk dan jarak antar kumparan juga perlu diperhitungkan untuk menghasilkan fluks yang maksimum. Pada penilitian ini dilakukan simulasi dan penghitungan efisiensi WPT kemudian dilakukan analisis pengaruh variasi frekuensi dan jarak antar kumparan terhadap efisiensi WPT. Hasil simulasi dan penghitungan menunjukan jarak antar kumparan berbanding terbalik dengan efisiensi WPT. Semakin besar frekuensi maka nilai efisiensi semakin besar. Jarak dan frekuensi optimum untuk mencapai efisiensi maksimum pada simulasi adalah 0,001 m dan frekuensi 220 KHz dengan nilai efisiensi 24,888%. Sedangkan pada penghitungan jarak dan frekuensi paling optimum untuk mencapai efisiensi maksimum adalah 0,001 m dan frekuensi 220 KHz dengan efisiensi 18,8855%.
Studi Performa Transformator Daya Menggunakan Metode Health Index di Gardu Induk Waru Sidoarjo Amir Kurniawan; Yuni Rahmawati; Hari Putranto
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator daya merupakan alat utama dalam supply energi listrik serta harus beroperasi terus menerus. Transformator daya 50 MVA dan 60 MVA di GI Waru mayoritas beroperasi mengirim energi listrik pada industri besar dan perumahan. Supaya menghindari kegagalan dan memperpanjang umur operasi diperlukan aset manajemen dalam menilai performa kondisi transformator daya untuk mengetahui kondisi transformator daya keseluruhan dan mengantisipasi kerusakan yang tidak di inginkan. Pada penelitian ini metode yang digunakan dalam menilai kondisi transformator daya yakni metode health index dimana penilaian berdasarkan uji minyak isolasi (DGA, kualitas minyak, dan furan) dan kondisi tap changer menggunakan data tiga tahun terakhir. Data tiga tahun digunakan untuk mengetahui trend performa sebagai evaluasi kondisi dari transformator daya. Hasil penelitian ini mengidentifikasi bahwa performa kondisi keseluruhan transformator di Gardu Induk Waru dalam kondisi bagus, dengan tindakkan perawatan normal. Performa yang stabil ditunjukkan pada tahun 2016-2018 oleh transformator daya 7 sebesar 75%. Performa paling tinggi mencapai 95 % ditemukan pada transformator daya 5 di tahun 2018.
Penerapan Metode Critical Trajectory dalam Peletakan Super Capacitor Energy Storage (SCES) Berbasis Indeks Energi Talitha Puspita Sari; Aprilia Rahmayanti; Ardyono Priyadi; Feby Agung Pamuji
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan transien merupakan kemampuan sistem tenaga listrik untuk menjaga sinkronisme pada generator selama gangguan. Oleh karena itu, sistem membutuhkan waktu pemutusan kritis atau Critical Clearing Time (CCT) berdasarkan respons sudut rotor. Metode Critical Trajectory (CTrj) adalah metode untuk perhitungan CCT dengan menggunakan kehilangan sinkronisme (modified losing synchronism) sebagai kondisi titik akhir. Pemasangan Super Capacitor Energy Storage (SCES) bertujuan untuk memperbaiki CCT agar gangguan dapat dihilangkan sebelum generator terlepas dari sistem. Saat terjadi gangguan, SCES akan merespons sistem dengan menyerap daya mekanis berlebih dari Critical Generator (CG). Pada sistem Anderson dan Fouad 3-generator 9-bus, CG terletak di generator ke-2. Penelitian ini akan membuktikan adanya peningkatan CCT rata-rata selama 0.01 detik apabila SCES diletakkan pada bus CG.
Peletakan Supercapacitor Energy Storage (SCES) Berdasarkan Metode Critical Trajectory untuk Memperbaiki Nilai Critical Clearing Time (CCT) Ardyono Priyadi; Almira Atha Nurhasyimi; Talitha Puspita Sari; Vita Lystianingrum
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan sistem merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan guna menjaga kontinuitas dan reliabilitas sistem tenaga listrik. Ketika sistem mengalami gangguan besar, maka perlu dilakukan studi kestabilan transien untuk memastikan bahwa sistem mampu mempertahankan sinkronisasinya pada kondisi transien. Agar sistem dapat stabil, gangguan harus segera dihilangkan dengan mempertimbangkan waktu pemutusan kritis atau Critical Clearing Time (CCT). Jika waktu pemutusan gangguan oleh sistem proteksi melebihi nilai CCT, maka sistem akan menjadi tidak stabil. Untuk meningkatkan jaminan kestabilan sistem, maka Supercapacitor Energy Storage (SCES) dipasang pada salah satu bus generator dalam sistem. Pada penelitian ini akan dilakukan pencarian bus generator yang tepat sebagai lokasi peletakan SCES. Pemilihan lokasi peletakan SCES terbaik dilakukan berdasarkan nilai CCT sistem yang diperoleh menggunakan metode Critical Trajectory. Lintasan kritis (critical trajectory) merupakan lintasan yang dimulai dari suatu titik pada lintasan saat terjadinya gangguan (fault-on trajectory) hingga mencapai suatu titik kritis di mana sistem kehilangan sinkronisasi. Hasil simulasi menunjukkan bus generator 3 (bus 3) sebagai lokasi peletakan SCES terbaik untuk sistem Fouad dan Anderson 3-machine 9-bus dengan peningkatan nilai rata-rata CCT sistem sebesar 5,50%.
Rancang Bangun Linetracer Pada Penerapan Mata Kuliah Rangkaian Digital Farid Baskoro; Mohammad Meizaki Fatihin; Aristyawan Putra Nurdiansyah
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rangkaian digital merupakan rangkaian yang menangani tegangan tinggi dan rendah. Tegangan tinggi biasanya diartikan dengan 5 volt, dan tegangan rendah diartikan dengan 0 volt. Rangkaian digital dapat digunakan sebagai pengantar untuk menekuni bidang elektronika. Telah banyak rangkaian digital yang telah diciptakan termasuk linetracer. Pada penelitian ini, linetracer digunakan sebagai media pembelajaran rangkaian digital, dengan mencari nilai sensor untuk menentukan pergerakan linetracer sehinggga diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas dalam melatih logika pemprograman dan melatih kreatifitas dalam pembuatan bentuk fisik robot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diawali dengan studi literatur tentang identifikasi kebutuhan sistem berupa komponen yang dibutuhkan, sehingga menjadi langkah selanjutnya untuk melakukan perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak.Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil pengujian berupa nilai sensor sebesar kurang dari 55 ketika lantai berwarna putih dan nilai sensor sebesar lebih dari 900 ketika lantai berwarna hitam. Dengan perbedaan nilai saat mendeteksi warna lantai, membuat linetracer memiliki dua pola gerakan yang berbeda yaitu berbelok ke kiri dank e kanan.
Internet Of Things Sebagai Monitoring Gas Sulfur Oksida Muhammad Arifin Ardi; Muhammad Nurkahfi; Fellian Helmi Pristianto
SinarFe7 Vol. 2 No. 1 (2019): Sinarfe7-2 2019
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini, internet of things sebagai monitoring gas sulfur oksida dirancang dan dibangun menggunakan sensor gas MQ136, merupakan modul aktif yang dapat mendeteksi fenomena fisis konsentrasi gas sulfur oksida dengan rentang pembacaan antara 0 sampai dengan 100ppm (Parts Per Millions), hasil pembacaan sensor gas MQ136 yang masih dalam bentuk signal analog dikonversi menggunakan modul ESP8266 Node MCU kedalam bentuk nilai yang dapat dipahami oleh manusia. Hasil data yang telah dikonversi dikirim menggunakan ESP8266 Node MCU menggunakan akses internet yang diperoleh dari Hotspot/Thetering WiFi Selluler ke server Firebase. Proses pengujian prototip pada penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi menggunakan miniatur geografi Gunung Ijen yang pada titik tengah miniatur diberikan sistem hembusan gas sulfur dengan kecepatan aliran yang dapat dikondisikan. Sebaran konsentrasi gas sulfur oksida dideteksi menggunakan sensor gas MQ136 yang ditempatkan pada beberapa titik yang mewakili zonasi wilayah Gunung Ijen. Tingkat konsentrasi gas sulfur oksida dapat diamati secara online dan realtime menggunakan aplikasi berbasis Android. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan sistem memiliki kecepatan pembacaan dan tingkat keakurasian data sebesar 100%.