cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6285362159499
Journal Mail Official
jurnal.tkim@unimal.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Teknik Kimia Unimal Jl. Batam No. 1 Bukit Indah Blang Pulo, Lhokseumawe 24353 - Indonesia Telepon:+62 0645 41373
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal
ISSN : 23033991     EISSN : 25805436     DOI : https://doi.org/10.29103/jtku.v11i1.7243
Published 2 times a year, in May and November, provides immediate open access that publishes updates in relation to Chemical Engineering Scieces. Thematic areas in relation to sciences are as follows:Chemical Processes Chemical Reaction Technology Mass and Heat Transfer Modeling Environment Bioprocess Technology Review Articles
Articles 210 Documents
PEMBUATAN SERBUK PULP DARI DAUN JAGUNG Syamsul Bahri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulp merupakan bahan berupa serat berwarna kecoklatan yang diperoleh melalui proses penyisihan lignin dari biomassa. Pulp digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan kertas, pulp tersebut berasal dari tumbuhan kayu maupun dari tumbuhan non kayu. Penelitian ini dilakukan untuk menguji perolehan pulp, α-selulosa dan lignin dari daun jagung melalui proses acetosolv dengan melihat pengaruh waktu pemasakan dan konsentrasi pelarut dalam pembuatan pulp dari daun jagung. Ukuran daun jagung yang digunakan 20 mesh dengan variasi waktu pemasakan dan konsentrasi larutan asam asetat. 75, 85, 95, dan 105 menit, Konsentrasi larutan asam asetat yang digunakan 55%, 65 %, 75 %, 85 %, suhu pemasakan 100oC dan kecepatan pengadukan 100 rpm. Perolehan pulp tertinggi pada konsentrasi asam asetat 75 % dengan waktu perebusan 95 menit sebesar 79.2 %. Kandungan selulosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi asam asetat 75 % dengan waktu perebusan 95 menit yaitu sebesar 63.33%. Kandungan lignin diperoleh pada konsentrasi asam asetat 85 % dengan waktu perebusan 105 menit yaitu sebesar 2 %.
PEMANFAATAN LIMBAH KALENG MINUMAN ALUMINIUM UNTUK PRODUKSI GAS HIDROGEN MENGGUNAKAN KATALIS KALIUM HIDROKSIDA (KOH) Lentina Sitohang; Lukman Hakim; Fikri Hasfita
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v6i1.469

Abstract

sebagai sel bahan bakar (fuel cell) semakin besar, bahkan diperkirakan bahwa gas H ini akan dijadikan sumber energi terbarukan pada masa yang akan datang. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk memproduksi gas hidrogen dari limbah kaleng minuman aluminium dengan katalis kalium hidroksida (KOH). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah reaksi kimiawi antara aluminium sebanyak 0.5 g, 1 g, 1.5 g, dan 2 g dengan larutan KOH pada konsentrasi yang berbeda-beda (2 N, 3 N, 4 N, 5N,dan 6 N) masing-maing sebanyak 25 mL selama 60 menit. Dari hasil penelitian diperoleh volume dan yield gas hidrogen tertinggi yaitu pada 2 gram aluminium, KOH 6 N sebesar 2,025.10-3 m3 dan 7,23 %. Konversi aluminium menjadi produk tertinggi diperoleh pada 0,5 gram aluminium, KOH 6 N sebesar 86,97 %.
Analisa Laju Korosi Baja Karbon ST-37 dalam Larutan Asam Sulfat dengan Penambahan Inhibitor Ekstrak Daun Tembakau Jalaluddin Jalaluddin; Saiful Akmal; Nasrul ZA; Ishak Ibrahim
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i2.2682

Abstract

AbstakStudi penggunaan ekstrak daun tembakau (inhibitor) sebagai penghambat korosi baja karbon dilakukan pada penelitian di laboratorium dengan menggunakan metode perendaman. Media korosif untuk perendaman merupakan larutan asam sulfat telah ditambahkan inhibitor. Inhibitor yang digunakan merupakan esktrak daun tembakau kering. Perendaman dilakukan dalam rentang waktu 3, 6, 9, 12 dan 15 hari dengan menggunakan inhibitor 0, 4, 6 dan ml/l larutan asam sulfat. Penelitian menunjukkan bahwa serangan korosi diperuntukkan baja karbon, maka laju korosi dapat ditentukan dengan metode kehilangan berat. Perkiraan besarnya  laju korosi dari hasil penelitian yang diperoleh pada baja karbon dalam lingkungan asam sulfat dengan penambahan inhibitor ekstrak daun tembakau, ternyata ketahanan korosi dapat meningkat secara signifikan. Peningkatan konsentrasi inhibitor dan lamanya waktu perendaman mengakibatkan terbentukan lapisan tipis (film) protektif di permukaan baja, sehingga menghambat kontak langsung antara baja karbon dengan lingkungan. Laju korosi terendah dan efisiensi inhibisi tertinggi diperoleh pada perendaman 15 hari dengan konsentrasi inhibitor 8 ml/liter larutan masing yaitu  5,7 mpy dan 66,27%.Kata kunci: baja karbon, korosi, inhibitor, efisiensi, laju korosi
EFEKTIVITAS KARBON AKTIF KULIT SINGKONG (Manihot Esculenta Crantz) TERHADAP ADSORPSI ION LOGAM Fe2+ DENGAN AKTIVATOR NaOH Masrullita Masrullita; Yogi Ardhika Wijaya; Novi Sylvia; Ferri Safriwardy
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v10i2.5550

Abstract

Salah satu pencemar yang berbahaya dalam limbah buangan industri yaitu logam berat besi (Fe2+). Banyak teknik pengolahan yang dilakukan untuk mwnurunkan kadar logam berat besi. Salah satunya diantaranya adalah dengan teknik adsorbs.  Adsorpsi sering digunakan karena prosesnya yang sederhana dan efektif untuk mengurangi kadar logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas karbon aktif kulit singkong sebagai adsorben pada penyerapan logam besi (Fe2+), mengkaji pengaruh waktu kontak dan variasi konsentrasi aktivator terhadap daya serap besi (Fe2+) serta mekanisme penyerapan melalui metode pendekatan isotherm adsorpsi Freundlich dan Langmuir. Penelitian ini dilakukan dengan suhu karbonasi 300 ºC selama 2 jam dengan variasi konsentrasi aktivator 10%, 20%, 25%, dan 30% serta memvariasikan waktu kontak selama 30, 60, 90, dan 120 menit. Hasil yang diperoleh adalah, % efisiensi adsorpsi maksimum yaitu 94,07% serta kapasitas adsorpsi maksimum yaitu 470,35 mg/g pada konsentrasi aktivator 30% dan waktu kontak 120 menit. Mekanisme adsorpsi yang terjadi mendekati persamaan isotherm Langmuir dengan nilai R2 = 0,9999, diduga proses penyerapan terjadi secara kimisorpsi monolayer. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu kontak dan semakin tinggi konsentrasi aktivator maka semakin tinggi kapasitas adsorpsi dan % efisiensi adsorpsi Fe2+ yang diperoleh.
Pemanfaatan Pati Batang Ubi Kayu dan Pati Ubi Kayu untuk Bahan Baku Alternatif Pembuatan Plastik Biodegradable Zulnazri Zulnazri; Sry Rahmadani; Rozanna Dewi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i1.1913

Abstract

Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat terdegradasi oleh mikroorganisme  dan terbuat dari bahan yang dapat diperbaharui, sehingga  tidak  merusak lingkungan. Pada penelitian ini plastik dibuat dengan bahan utamanya berasal dari pati batang ubi kayu dan pati ubi kayu, dengan memvariasikan suhu yaitu dengan suhu 550C dan 600C dan3 variasi volume gliserol yaitu 6%, 7%, 8%. Untuk meningkatkan karakteristik dari plasik dibutuhkan penambahan bahan yaitu  gliserol. Fungsi  penambahan gliserol agar plastik yang dihasilkan fleksibel. Pada penelitian ini, diperoleh hasil karakterisasi terbaik untuk uji ketahanan tarik pada  variasi  gliserol 8% dan suhu 600C didapatkan dengan nilai 274,6 MPa. Sedangkan elongasi terbaik pada variasi gliserol 6% dan suhu 550C  didapatkan dengan  nilai 147,12 %. Untuk  hasil  penelitian uji degradasi yaitu plastik pada penelitian ini mampu terurai secara sempurna selama 15 hari.
FORMULASI SEDIAAN GEL MINYAK ATSIRI TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) SEBAGAI ANTISEPTIK TANGAN (HAND SANITIZER) Syamsul Bahri; Zainuddin Ginting; Shella Vanesa; Nasrul ZA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v10i1.4179

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara penghasil minyak atsiri terbesar di dunia, dan minyak ini juga merupakan komoditi yang menghasilkan devisa Negara. Penghasil minyak atsiri yang mempunyai prospek cukup tinggi adalah tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) yang berasal dari provinsi Aceh. Nilam Aceh merupakan nilam terbaik kedua di dunia yang dapat menghasilkan minyak nilam dengan kandungan Patchouli Alcohol (PA) di atas 30%. Komposisi hand sanitizer yang beredar di pasaran saat ini masih menggunakan alkohol sebagai bahan aktifnya dirasa kurang aman terhadap kesehatan, karena alkohol dapat melarutkan lapisan lemak pada kulit yang berfungsi   sebagai   pelindung   terhadap   infeksi   mikroorganisme.   Pada   pemakaian berulang dapat menyebabkan kekeringan serta iritasi pada kulit, oleh sebab itu perlu diteliti bahan lain yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Salah satu bahan alami yang dapat diharapkan sebagai alternatif yang cukup potensial untuk mengganti penggunaan alkohol sebagai zat aktif adalah minyak nilam. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi serta menguji efektivitas antiseptik tangan dari sediaan gel minyak atsiri tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) dengan 5 variasi volume, yakni 0; 1; 3; 5; dan 7 mL. Pengujian yang dilakukan terhadap kelima formulasi meliputi sifat fisik gel yaitu, pengujian organoleptik, pH, daya sebar, viskositas, dan aktivitas bakteri. Formulasi gel hand sanitizer alami yang baik dan aman diperoleh yaitu pada formula A2K1 (minyak nilam 1 mL, karbopol 940 1 gr, propilen glikol 5 mL, TEA 1 mL, gliserin 10 mL, metil paraben 0,18 gr, aquadest 100 mL), karena memiliki bentuk gel yang sesuai dengan gel yang beredar di pasaran yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat sebesar 6,8 mm, dengan hasil yang homogen, pH sebesar  8,4 mendekati pH kulit, dan daya sebar menunjukkan konsistensi semisolid yang sangat nyaman dalam penggunaan yaitu sekitar 4 – 8 cm.
EFISIENSI PEMBAKARAN NYALA TURBULEN TAK-PRACAMPUR YANG DIPENGARUHI ANGIN SILANG DAN PENAMBAHAN STEAM Wusnah Wusnah; Yazid Bindar
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini memaparkan hasil yang diperoleh dari dinamika fluida komputasi (DFK) untuk mensimulasi nyala turbulen tak pra-campur. Konfigurasi, diskretisasi dan kondisi batas nyala digambarkan menggunakan perangkat lunak pra-prosessor Gambit dan kalkulasi turbulensi dan pembakaran menggunakan perangkat lunak Fluent. Penelitian ini memfokuskan pada kajian pengaruh berbagai kecepatan angin silang dan penambahan steam terhadap karakteristik nyala hidrokarbon dan pengaruhnya terhadap efisiensi pembakaran yang dihasilkan. Model turbulensi yang digunakan pada penelitian ini adalah model k-ε standard dan model pembakaran Eddy Dissipasi.  Kajian dilakukan pada berbagai kecepatan angin silang yaitu 3,77 m/s, 7,5 m/s dan 10 m/s dan ratio steam terhadap bahan bakar 0,14, 0,25, dan 2,35 serta dilakukan pada kecepatan bahan bakar tetap 20 m/s. Hasil yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk kontur temperatur dari berbagai kecepatan angin silang dan penambahan steam. Dari kontur tersebut terlihat bahwa besarnya nilai S yang diberikan pada berbagai kecepatan angin sangat mempengaruhi terhadap temperatur pembakaran yang dihasilkan, dimana dari hasil kontur tersebut dapat diketahui bahwa temperatur nyala menurun seiring peningkatan jumlah steam yang diberikan di dalam aliran bahan bakar, dan hal tersebut secara nyata terlihat pada nilai S yang besar (2,35). Efisiensi pembakaran pada berbagai kecepatan angin silang semakin menurun seiring bertambahnya ratio steam terhadap bahan bakar.
KARAKTERISASI MATERIAL CAMPURAN SiO2 DAN GETAH FLAMBOYAN (Delonix regia) SEBAGAI MATERIAL COATING PENCEGAH KOROSI PADA BAJA Agus Rochmat; Bima Purama Putra; Ela Nuryani; Marta Pramudita
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v5i2.87

Abstract

Korosi merupakan penurunan mutu logam akibat reaksi elektrokimia dengan lingkungannya. Salah satu cara untuk mencegah korosi yaitu dengan cara coating. Coating (pelapisan) merupakan cara melapisi logam dengan suatu bahan, agar logam tersebut terhindar dari korosi. Saat ini banyak penelitian dilakukan menggunakan paduan silika dengan polimer alam, salah satunya penggunaan getah flamboyan.Flamboyan ini memiliki sifat fleksibel dan stabil. Sementara itu material silika terus dikembangkan sebagai materialcoating karena bersifat ramah lingkungan serta bernilai ekonomis. Pembuatan materal coating tersebut dengan cara memadukan silika yang berasal dari waterglass dan getah flamboyan kemudian dilakukan pencelupan baja dengan metode dip coating. Komposisi silika dengan getah flamboyan yang digunakan yaitu 60 :40, dengan konsentrasi waterglass yaitu 30%. Hasil yang diperoleh melalui penelitian ini, bahwa pengaruh asam, basa, dan garam menyebabkan laju korosi meningkat. Semakin kecil pH larutan Laju korosi terbesar terjadi pada larutan asamsulfat dengan nilai 0.00348 g/cm2.jam. Sementara pada uji lingkungan diperoleh laju korosi 1,6E-05 gr/cm2 jam atau 0.179 mm/tahun dimana dalam standar ketahanan korosi material coating ini termasuk dalam range good.
Pengaruh Waktu Fermentasi dan Volume Bio Aktivator EM4 (Effective Microorganisme) pada Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Buah-Buahan Meriatna Meriatna; Suryati Suryati; Aulia Fahri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v7i1.1172

Abstract

Pembuatan pupuk organik cair khususnya dari limbah buah-buahan dengan penambahan bio aktivator EM4 (Effective Microorganisme) bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu pembuatan terhadap kandungan Nitrogen (N), Phosfor (P2O5), dan Kalium (K2O) dalam pupuk organik cair, serta menentukan pengaruh bio aktivator EM4 terhadap kandungan N, P, K. Metode pembuatan pupuk organik cair ini yaitu limbah buah-buahan seperti buah semangka, jeruk, dan buah pepaya yang banyak mengandung air dihancurkan sebelum di fermentasikan. Kemudian bio aktivator EM4 disiapkan untuk penambahan dalam limbah buah-buahan yang sudah dikecilkan ukurannya. Limbah buah-buahan dimasukkan ke dalam galon air 5 liter, larutan bio aktivator EM4 kemudian dimasukkan ke dalam galon secara merata. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan variasi waktu 10 hari, 13 hari dan 16 hari serta variasi penambahan jumlah bio aktivator EM4 sebanyak 40 ml, 50 ml, dan 60 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar N, P, K terbaik didapat pada hari ke 13 dengan volume bio aktivator EM4 60 ml, untuk kandungan nitrogen yaitu 13,4 %, untuk kandungan  phosfor 10,92 %, dan untuk kandungan kalium yaitu 6,39 %. Volume bio aktivator EM4 sangat berpengaruh terhadap kandungan N, P, dan K, dikarenakan semakin banyak volume bio aktivator EM4 maka kadar N, P, dan K juga akan semakin tinggi.Kata kunci:effective microorganisme, nitrogen, phosfor, kalium, pupuk organik cairPembuatan pupuk organik cair khususnya dari limbah buah-buahan dengan penambahan bio aktivator EM4 (Effective Microorganisme) bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu pembuatan terhadap kandungan Nitrogen (N), Phosfor (P2O5), dan Kalium (K2O) dalam pupuk organik cair, serta menentukan pengaruh bio aktivator EM4 terhadap kandungan N, P, K. Metode pembuatan pupuk organik cair ini yaitu limbah buah-buahan seperti buah semangka, jeruk, dan buah pepaya yang banyak mengandung air dihancurkan sebelum di fermentasikan. Kemudian bio aktivator EM4 disiapkan untuk penambahan dalam limbah buah-buahan yang sudah dikecilkan ukurannya. Limbah buah-buahan dimasukkan ke dalam galon air 5 liter, larutan bio aktivator EM4 kemudian dimasukkan ke dalam galon secara merata. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan variasi waktu 10 hari, 13 hari dan 16 hari serta variasi penambahan jumlah bio aktivator EM4 sebanyak 40 ml, 50 ml, dan 60 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar N, P, K terbaik didapat pada hari ke 13 dengan volume bio aktivator EM4 60 ml, untuk kandungan nitrogen yaitu 13,4 %, untuk kandungan  phosfor 10,92 %, dan untuk kandungan kalium yaitu 6,39 %. Volume bio aktivator EM4 sangat berpengaruh terhadap kandungan N, P, dan K, dikarenakan semakin banyak volume bio aktivator EM4 maka kadar N, P, dan K juga akan semakin tinggi.
APLIKASI LEVEL CONTROL PADA SEPARATOR (SLUG CATCHER D-2710) PADA GAS RECEIVING PT. PERTA ARUN GAS Nasrul ZA; Azhari Azhari; Rozanna Dewi; Lukman Hakim; Muthia Septiana
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v9i2.3667

Abstract

Aplikasi kontrol PID pada tangki pemisah (separator) diteliti dengan berbagai variasi parameter seperti Kc, Ti dan Td. Kontrol level dijadikan sebagai respon dengan beberapa variasi gangguan. Sistem pengendalian level liquid pada separator dengan tuning parameter kontroler PID dengan kondisi operasi pada PT. Perta Arun Gas dengan tujuan mendapatkan bottom product yang sesuai spesifikasi dengan melakukan trial and error juga mendapatkan nilai Kc dan Ti terbaik. Control valve memiliki 2 action yaitu direct action dan reverse action. Pengontrol PID merupakan penggabungan dari pengontrol proportional integral derivative (PID) yang bertujuan untuk mempercepat reaksi sebuah sistem, menghilangkan offset. Tuning range Kc, Ti yang digunakan adalah Kc= 2-20 dan Ti 5-10 menit yang selanjutnya akan di run menggunakan response surface methodology dengan meninjau waktu PV (process variable) mendekati SP (setpoint) dan opening valve. Metode respon surface methodology digunakan untuk melihat pengaruh variabel terhadap suatu variabel respon dan untuk mengoptimalkan variabel respon tersebut. Optimasi waktu tercepat saat mengatasi gangguan dengan variasi level adalah tuning parameter Kc=17,18 dan Ti=5,6 dengan waktu 0,3 menit dan bukaan OP 26,9%. Waktu terlama saat mengatasi gangguan adalah pada Kc=4,64, Ti=9,27 menit, time=0,61 menit dengan OP=10,6%.Key words:    Control dynamic, Control PID, Response Surface Methodology.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020 Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018 Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014 Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017 Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2016 Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016 Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015 Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015 Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012 More Issue