cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6285362159499
Journal Mail Official
jurnal.tkim@unimal.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Teknik Kimia Unimal Jl. Batam No. 1 Bukit Indah Blang Pulo, Lhokseumawe 24353 - Indonesia Telepon:+62 0645 41373
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal
ISSN : 23033991     EISSN : 25805436     DOI : https://doi.org/10.29103/jtku.v11i1.7243
Published 2 times a year, in May and November, provides immediate open access that publishes updates in relation to Chemical Engineering Scieces. Thematic areas in relation to sciences are as follows:Chemical Processes Chemical Reaction Technology Mass and Heat Transfer Modeling Environment Bioprocess Technology Review Articles
Articles 210 Documents
PEMBUATAN PEWARNA MAKANAN DARI KULIT BUAH MANGGIS DENGAN PROSES EKSTRAKSI Amri aji; Meriatna Meriatna; Anita Sari Ferani
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antosianin merupakan pigmen pada kulit buah manggis (Gacinia mangostana L.) yang menghasilkan warna merah hingga ungu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi, volume terbaik etanol sebagai pelarut dan suhu ekstraksi untuk menghasilkan pewarna dengan intensitas yang baik yang digunakan sebagai zat pewarna makanan. Ekstrak kulit manggis dilakukan dengan berat kulit manggis 50 gram, volume etanol 150 ml dan 250 ml, pada konsentrasi etanol 30%, 45%, 70% dan 95% dan suhu ekstraksi 40oC, 50oC, 60oC, 70oC dan 80oC. Kemudian dilanjutkan dengan evaporasi yang bertujuan untuk memekatkan zat pewarna dengan cara menghilangkan kadar etanol dan kadar air. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa zat pewarna dari kulit manggis yang terekstrak dipengaruhi oleh konsentrasi etanol, suhu dan volume etanol. Intensitas warna diamati dengan alat colourimeter yang menghasilkan intensitas warna terbaik adalah  6 pada konsentrasi etanol 95%,  volume etanol  250 ml, suhu ekstraksi 68oC, kandungan zat pengotor yaitu kadar abu sebanyak 1,05%, kadar air 1,83% dan pH 5,27.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JERUK MANIS SEBAGAI PEKTIN DENGAN METODE EKSTRAKSI Anugrah Yunika Tambunan; Azhari Azhari; Rozanna Dewi; Nasrul ZA; Rizka Mulyawan
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i1.7261

Abstract

Pektin merupakan salah satu kelompok karbohidrat yang larut dalam air yang terdapat pada dinding sel dan jaringan interseluler tanaman tertentu. Dalam penelitian ini bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan pektin adalah kulit buah jeruk manis (Citrus Cinensis). Proses pembuatan pektin yang digunakan adalah proses ekstraksi padat cair, yaitu salah satu proses pembuatan pektin dengan proses transfer difusi komponen terlarut dari padatan inert kedalam pelarutnya atau dipakai untuk memisahkan analit yang ada di padatan  menggunakan pelarut organik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan pektin dari limbah kulit buah jeruk manis. Sampel kulit jeruk manis 10 gr diekstraksi dengan menggunakan pelarut HCl dan pencucian pektin dengan etanol. Konsentrasi etanol yang digunakan adalah (0,06, 0,08, dan 0,1N) dengan suhu ekstraksi 60°C, 70°C. Serta 80°C. Hasil terbaik dengan kondisi optimum pada penelitian proses pembuatan pektin dari limbah kulit buah jeruk manis secara ekstraksi adalah pada konsentrasi 0,1 N dan suhu 80°C diperoleh rendemen 31,81 %, kadar air 1,80%, kadar metoksil 10,39% dan kadar galakturonat sebesar 86,24%..
KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM HIDROSULFIT (NaHSO3) DAN TEMPERATUR DALAM PEMBUATAN SURFAKTAN METIL ESTER SULFONAT (MES) DARI CRUDE PALM OIL (CPO) DENGAN METODE SULFONASI Meriatna Meriatna; Suryati Suryati; Evana Evana
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v5i1.78

Abstract

Surfaktan merupakan suatu molekul yang memiliki gugus hidrofilik (suka dengan air) dan gugus lipofilik (suka akan lemak) sehingga dapat mempersatukan campuran yang terdiri dari air dan minyak. Aktifitas surfaktan diperoleh karena sifat ganda dari molekulnya. Surfaktan yang umum dipakai adalah surfaktan yang disintesis dari petroleum seperti petroleum sulfonat. Kelemahan penggunaan surfaktan ini adalah tidak tahan terhadap kadar salinitas yang tinggi, cenderung mencemari lingkungan karena sifatnya yang sulit didegradasi. Penelitian dilakukan dengan cara menambahkan NaHSO3 kedalam metil ester dari crude palm oil. Setelah dilakukan campuran dengan rasio mol 1:1,5 dengan kosentrasi NaHSO3 20%, 25%, 30%, dan 35% dan temperatur 70 oC, 80 oC, 90 oC, 100 oC kemudian disulfonasi  selama 4 jam, kemudian dilakukan pemurnian dengan menggunakan metanol 35% persen suhu 50 oC selama 1,5 jam dan dinetralkan dengan NaOH 20% pada suhu 55 oC selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel terbaik pada konsentrasi NaHSO3 35% dan temperatur 90 oC diperoleh nila pH 5,42 dan % yield sebesar 89,80%.
Pengaruh Penggunaan Elpiji Sebagai Bahan Bakar Terhadap Unjuk Kerja Motor Bakar Bensin Asnawi Asnawi; Adi Setiawan
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v6i2.474

Abstract

Elpiji merupakan salah satu bahan bakar alternatif untuk motor bakar yang lebihramah lingkungan dibandingkan dengan bensin. Hal ini telah menjadikannyasebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi emisi disektor transportasi.Perubahan jenis bahan bakar digunakan dari bahan bakar bensin menjadi bahan bakar elpiji akan mempengaruhi unjuk kerja yang dihasilkan oleh motor bakar, yang diakibatkan oleh perubahan karaktristik bahan bakar. Dengan demikian,tujuan dari makalah ini adalah membandingkan unjuk kerja yang dihasilkan olehmotor bakar dengan menggunakan bahan bakar elpiji pada kondisi operasi wideopen throttle pada berbagai putaran poros motor bakar. Pengujian jugadilakukan dengan menggunakan bahan bakar bensin, yang digunakan sebagaidata acuan untuk perbandingan unjuk kerja. Hasil pengujian diperoleh,penggunaan elpiji sebagai bahan bakar dapat meningkatkan meningkatkanefisiensi motor bakar rata-rata sebesar 6,6%. Hal ini sangat memungkinkan elpijidigunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk motor bakar konvensional.
PEMODELAN KONTROL FUZZY PADA PEMANAS FUEL GAS ZA, Nasrul; Maulinda, Leni; Amri, Amri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendali berbasis logika fuzzy saat ini banyak digunakan, menurut hasil beberapa penelitian terdahulu melaporkan kendali fuzzy mempunyai unjuk kerja lebih baik dibandingkan  kendali konvensional Proporsional Integral Derivative (PID). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kemungkinan  aplikasi kontrol fuzzy pada sistem feed reject di PT. Arun NGL yang berfungsi mengatur temperatur aliran gas yang menuju ke kompresor fuel gas. Pada plant temperatur  harus dijaga pada -37,5 °C, tujuannya untuk mencegah terjadinya surging pada kompresor fuel gas. Metodologi penelitian ini didasarkan pada simulasi komputer untuk membandingkan unjuk kerja kontrol FInc dengan kontrol Fuzzy dalam mengontrol temperatur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa, pada pengujian model kontrol dengan variasi setpoint pada range temperatur yang kecil model kontrol FInc lebih cepat 2 menit/°C untuk mencapai setpoint. Kenaikan dan penurunan temperatur setpoint secara bertahap pada range temperatur yang besar model kontrol FInc lebih cepat mencapai setpoint 1,41 menit/°C. Pada kenaikan dan penurunan temperatur secara drastis model kontrol FInc lebih cepat 0,89 menit mencapai setpoint. Kontrol FInc mempunyai kinerja yang lebih baik pada posisi error yang besar dan laju alir yang besar.
PEMBUATAN INDIKATOR ASAM BASA ALAMI DARI DAUN JATI MUDA (TECTONA GRANDIS LINN.F) DENGAN PELARUT ETANOL Liza Maulina; Jalaluddin Jalaluddin; Syamsul Bahri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i1.7244

Abstract

Indikator alami adalah indikator yang berasal dari bahan-bahan alami yang telah diekstrak yang digunakan untuk mengetahui tingkat asam basa atau pH suatu larutan. Daun jati muda digunakan sebagai indikator asam basa alami dengan tujuan untuk mengurangi pemakaian indikator asam basa sintesis yang menyebabkan dapat mengurangi potensi polusi lingkungan dan hemat biaya. Pembuatan indikator asam basa alami dari ekstrak daun jati muda dengan cara daun jati muda dipotong menjadi bagian-bagian kecil dan kemudian diekstrak dengan menggunakan pelarut etanol 96% dengan variasi suhu ekstraksi 30 oC, 40 oC, 50 oC, dan 60oC dan variasi waktu ektraksi 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa daun jati muda terdapat zat antosianin yang dapat digunakan sebagai indikator asam basa alami, pH tertinggi yang diperoleh terdapat pada suhu ekstraksi 30 oC dengan waktu ekstraksi 3 jam, nilai absorbansi terbaik diperoleh pada suhu ekstraksi 30 oC dengan waktu ekstraksi 3 jam yaitu 3,669, nilai titrasi tertinggi dengan menggunakan HCl diperoleh pada suhu ektraksi 60 oC dengan waktu ekstraksi 4 jam yaitu 10,2 ml, nilai titrasi tertinggi dengan menggunakan NaOH diperoleh pada suhu ektraksi 60 oC dengan waktu ekstraksi 4 jam yaitu 10,8 ml, dan kertas lakmus hasil perendaman dengan ekstrak daun jati muda diperoleh hasil bahwa kertas lakmus yang berwarna merah muda  apabila dicelupkan kedalam larutan asam tetap berwarna merah dan apabila dicelupkan ke larutan basa maka akan berubah berwarna hijau kecoklatan. Indikator asam basa alami dari daun jati muda yang diekstrak dipengaruhi oleh suhu dan waktu ekstraksi.
Pengaruh Jumlah Ragi dan Waktu Fermentasi terhadap Kadar Bioetanol yang Dihasilkan dari Fermentasi Kulit Pepaya Nasrun Nasrun; Jalaluddin Jalaluddin; Mahfuddhah Mahfuddhah
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v4i2.68

Abstract

Bioetanol memiliki banyak fungsi dan kegunaan, diantaranya sebagai pelarut. Bioetanol belakangan ini dikenal sebagai salah satu bahan bakar alternatif yangcukup potensial, selain dapat dibuat dengan mudah dan dengan biaya murah,bioetanol juga dapat dibuat dari berbagai bahan baku yang ada di alam. Pada penelitian ini dibuat bioetanol dari kulit pepaya, tujuannya adalah untuk mengkaji pengaruh jumlah ragi dan waktu fermentasi terhadap jumlah bioetanol yang diperoleh. Hasil penelitian didapatkan bahwa volume bioetanol tertinggi 31,17 ml didapatkan pada perlakuan waktu fermentasi selama 4 hari dan penambahan ragi Saccaromyces cereviceae sebanyak 15 gram, densitas bioetanol tertinggi diperoleh pada jumlah ragi 15 gram dengan waktu fermentasi 4 hari yaitu 0,883 gr/ml, pH media tertinggi selama fermentasi yaitu 5 yang terdapat pada jumlah ragi 20 gram dengan waktu fermentasi 3, 4, dan 5 hari. Rendemen bioetanol yang paling tinggi diperoleh pada jumlah ragi 15 gram dengan waktu fermentasi 4 hari yaitu sebesar 6,23%.
APLIKASI KONTROL PID PADA OUTLET GAS UNIT SLUG CATCHER METODE INTERFACING HYSYS-MATLAB Dara Sabhira Nasrunna Nasrul; Nasrul ZA; Muhammad Muhammad
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v10i2.5532

Abstract

Penelitian Kontrol Proportional – Integral (PI) adalah kontroller yang berfungsi menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tersebut (Feed back). Slug Catcher adalah sebuah alat pemisah  digunakan untuk memisahkan lumpur, lendir, minyak, air dan gas yang berasal dari Wellpad. Metodologi penelitian ini adalah membuat model steady state Slug Catcher, lalu mengubah model steady state menjadi model dynamic, lalu membuat model kontrol PI, setelah itu melakukan tuning terhadap kontrol PI dan melakukan pengujian terhadap kontrol PI, dengan cara memberi gangguan pada set point. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu respon tercepat terhadap gangguan tekananan serta mendapatkan variable Kc dan Ti terbaik. Hasil dari penelitian pengaplikasian sistem kontrol PI didapatkan waktu tercepat yaitu 0.1 menit dengan nilai Kc= 1, dan Ti= 0.01. Pada suhu 85.31oC dengan tekanan 4238 kPa dengan laju alir 339.62 MMSCFD. Sedangkan waktu terlama pada hasil pengujian kontrol PID dengan mengubah tekanan menjadi 4270 kPa , yaitu 2.8 menit dengan nilai Kc= 1.07, dan nilai Ti= 0.04.
A study of gas permeation on a polymeric membrane: permeability, diffusivity, solubility, and its performance for H2/CO2 separation FACHRUL RAZI
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The gas permeation on a polymeric membrane for H2/CO2 separation in accordance to the solution-diffusion mechanism was studied. A commercial Polyvinyl alcohol (PVA) and Polyamide (nylon-6) membrane were used for pure and mixed gas permeation experiment and  the interaction effects of the permeance gas with these polymeric membranes were observed by determining transports parameter such as permeability coefficient (P), diffusion coefficient (D), and solubility coefficient (S). Two-steps experiments were carried out:(1) pure gas permeation of H2 and CO2, and (2) mixed gas permeation of H2-CO2 (30 % H2 - 70 %-v CO2). The operating pressure was varied in the range from 4 to 12 bars. Membrane performance on a gas separation was represented by permeation flux (J) and its selectivity factor (α). The experiment result showed that solubility of CO2 in PVA was greater than Nylon-6 membrane and decrease with an increasing operating pressure. Permeability and permeation flux of H2 were higher at both two types of membrane while the selectivity of H2/CO2 of nylon-6 membrane was higher in compared to PVA membrane.
PEMBUATAN ZAT WARNA ALAMI DARI KULIT BATANG JAMBLANG (Syzygium cumini) SEBAGAI BAHAN DASAR PEWARNA TEKSTIL Syamsul Bahri; Jalaluddin Jalaluddin; Rosnita Rosnita
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v6i1.465

Abstract

Salah satu sumber daya alam yang berpotensi untuk zat warna alam adalah tumbuhan jamblang. Bagian tanaman jamblang yang dapat digunakan sebagai zat warna alami adalah bagian kulit batangnya karena mengandung tanin. Tanin merupakan pigmen pada kulit batang jamblang (Syzygium cumini) yang menghasilkan warna coklat yang dapat dijadikan sebagai pewarna tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kondisi operasi yang sesuai dari ekstraksi serbuk kulit batang jamblang terhadap pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap kadar zat warna yang dihasilkan serta menganalisa mekanisme penyerapan zat warna pada kain. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstrak kulit batang jamblang 100 gram, volume etanol 1000 ml pada suhu 60, 65, 70, 75 dan 800C selama 2, 3, 4, 5 dan 6 jam. Hasil serbuk zat warna diamati Intensitas warna dengan alat colorimeter yang menghasilkan warna terbaik yaitu 5,0 pada suhu 700C dengan waktu ekstraksi 6 jam menghasilkan kadar air sebanyak 0,071%, kadar abu 0,068%.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020 Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018 Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014 Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017 Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2016 Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016 Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015 Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015 Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012 More Issue