cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6285362159499
Journal Mail Official
jurnal.tkim@unimal.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Teknik Kimia Unimal Jl. Batam No. 1 Bukit Indah Blang Pulo, Lhokseumawe 24353 - Indonesia Telepon:+62 0645 41373
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknologi Kimia Unimal
ISSN : 23033991     EISSN : 25805436     DOI : https://doi.org/10.29103/jtku.v11i1.7243
Published 2 times a year, in May and November, provides immediate open access that publishes updates in relation to Chemical Engineering Scieces. Thematic areas in relation to sciences are as follows:Chemical Processes Chemical Reaction Technology Mass and Heat Transfer Modeling Environment Bioprocess Technology Review Articles
Articles 210 Documents
STUDI AWAL PRODUKSI BAHAN BAKAR DARI PROSES PIROLISIS KANTONG PLASTIK BEKAS Nasrun Nasrun; Eddy Kurniawan; Inggit Sari
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v5i1.77

Abstract

Penggunaan sampah plastik sebagai bahan untuk menghasilkan bahan bakar minyak merupakan suatu alternatif yang dapat meningkatkan nilai ekonomis, disamping itu juga dapat menyelesaikan masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi operasi/proses terbaik pada pengolahan limbah kantong plastik jenis kresek menjadi bahan bakar. Proses pirolisis adalah dekomposisi kimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen dimana material mentah akan mengalami pemecahan stuktur kimia menjadi fase gas. Proses distilasi adalah proses pemisahan campuran dalam suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didih. Variabel penelitian yang dilakukan meliputi waktu pirolisis selama (15, 30, 45, 60) menit, suhu pirolisis adalah 260oC, 270oC, 280oC, 290oC dan 300oC. Pengujian terhadap bahan bakar minyak didasarkan pada standar mutu bahan bakar minyak di Indonesia yaitu nilai kalor, titik nyala (flash point), kadar abu, kadar air, analisa komposisi serta menentukan energi aktivasi (Ea). Hasil penelitian menunjukkan nilai kalor pembakaran sebesar 10.541,75 kkal/kg, titik nyala (flash point) tetinggi pada suhu pirolisis 260oC waktu reaksi 15 menit 63,9oC, pada titik nyala terendah pada suhu pirolisis 300oC waktu reaksi 60 menit 57,5oC, kadar abu tertinggi diperoleh pada suhu pirolisis 300oC waktu reaksi 60 menit yaitu 0,26% dan kadar abu terendah pada suhu pirolisis 260oC waktu reaksi 15 menit yaitu 0,01%, kadar air terbaik diperoleh pada suhu pirolisis 300oC waktu reaksi 60 menit yaitu 0,01%. Hasil pengujian analisa komposisi menunjukkan persentase terbanyak adalah C12H24 yaitu sebesar 29,3%, nilai aktivasi energi yang didapat adalah 10.106,77 kj/mol.
Desulfurisasi dan Penyerapan Merkuri secara Simultan dari Batubara Peringkat Rendah (Aceh Barat) untuk Aplikasi Power Plant dengan Adsorben Zeolit Yuanda Wattimena; Asri Gani; Medyan Riza
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v7i1.1171

Abstract

Adsorpsi emisi pembakaran batubara dengan menggunakan adsorben zeolit pada jenis briket dan pulverized telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas SO2 dan logam Hg yang berbahaya apabila rilis di udara bebas dengan cara menggunakan adsorben zeolit untuk kecendrungan emisi menjadi bottom ash yang lebih terkendali. Pengujian ini fokus mengevaluasi rasio optimal rasio adsorben terhadap jumlah batubara terhadap performa penyerapan, sehingga penggunaannya tidak mengurangi nilai bakar batubara. Prosedur pembakaran ekspremintal awal dimulai dari pencampuran batubara dan zeolit dengan rasio 4%, 6%, 8%, 10%  dan 12%  yang dibagi dalam bentuk briket dan pulverized. Kedua jenis sampel dibakar secara berurutan pada electrical stainless steel reaction tube furnace pada kondisi temperatur pembakaran Fludized Bed Coal Combustion yaitu 600oC, 700oC, dan 800oC dengan laju alir udara disesuaikan. Flue gas hasil pembakaran yang keluar dari outlet dianalisa menggunakan Gas Combustion and Emission Analyzer (E4400, E-Instrument). Logam Hg yang yang diserap oleh zeolit pada Bottom Ash dianalisa menggunakan NIC Mercury SP Anlayzer. Hasil pengujian menunjukan kinerja zeolit terhadap kapasitas penyerapan logam Hg untuk pembakaran batubara pulverized pada temperatur pembakaran  600oC, 700oC dan 800oC masing-masing didapat pada angka 33,6, 19,25 dan 9,97 ppb/gr serta pada pembakaran briket batubara  masing-masing didapat sebesar 59,83, 37,8 dan 24,22 ppb/gr. Secara simultan untuk mengurangi emisi SO2 dan logam berat Hg pada fly ash untuk temperatur pembakaran Fludized Bed Coal Combustion rasio optimum berkisar antara 6%-8% adsoben zeolit dari jumlah massa batubara Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Kata kunci:adsorpsi,  fluidized bed combustion, zeolit, briket, pulverized
ANALISA PROFIL ALIRAN FLUIDA CAIR DAN PRESSURE DROP PADA PIPA L MENGGUNAKAN METODE SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Jalaluddin Jalaluddin; Saiful Akmal; Nasrul ZA; Ishak Ishak
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v8i1.3396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hasil analisa aliran fluida yang terdapat dalam pipa L, Mengetahui jenis pola aliran yang terbentuk di dalam pipa L, dan Mengetahui berapa besar Pressure drop yang terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan laju alir dan jenis fluida.. Pada penelitian ini dengan laju aliran 14 ton/jam menggunakan fluida air diperoleh bilangan reynold sebesar 35.252,5, penurunan tekanan ΔP sebesar 2,78801 Bar. Pada fluida amonia diperoleh  bilangan reynold sebesar 160.720,  penurunan tekanan ΔP sebesar 0,28127 Bar. Pada fluida solar diperoleh  bilangan reynold sebesar 16.999,2,  penurunan tekanan ΔP sebesar 3,16401 Bar. Pada fluida bensin diperoleh  bilangan reynold sebesar 90.199,7,  penurunan tekanan ΔP sebesar 1,84231 Bar. Pada fluida etilen glikol diperoleh  bilangan reynold sebesar 1.652,26,  penurunan tekanan ΔP sebesar 4,49503 Bar Dari hasil tersebut dimana semakin besar viskositas dari jenis fluida maka semakin tinggi penurunan tekanan (pressure drop) dan semakin kecil nilai Reynold numbernya.
PEMANFAATAN ASAP CAIR BERBASIS CANGKANG SAWIT SEBABAGAI BAHAN PENGAWET ALTERNATIVE SEBABAGAI BAHAN PENGAWET ALTERNATIVE Sulhatun, Sulhatun
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang kelapa sawit merupakan limbah padat  lignoselulosa  yang dihasilkan oleh industri perkebunan kelapa sawit  dan  memiliki tingkat ketersediaan yang berlimpah setiap tahunnya. Upaya yang dilakukan untuk pengelolaan limbah adalah mengurangi daya cemar dan memanfaatkan limbah agar mendapatkan nilai tanbah dari limbah tersebut. Penanganan  limbah cangkang sawit  pada industri kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan asap cair saat ini belum optimal dan ekonomis, sehingga mendorong peneliti utuk mencari suatu metode alternative untuk memanfaatkan  cangkang sawit sebagai bahan baku substitusi  untuk industri  asap cair  di Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami pengganti formalin yang sering digunakan walau sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.  Sehubungan hal itu, maka penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap persiapan bahan baku,  tahap proses pirolisis untuk penentuan kadar kadar asap cair yang dihasilkan  secara kualitas dan kuantitas juga dilakaukan tahap proses selanjutnya yaitu Distilasi untuk meningkatkan kualitas produk sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengawet pada industi pengolahan makanan. Pada tahap proses distilasi ini dilakukan  variasi terhadap waktu dan temperatur distilasi  yang berbeda terhadap kadar  asap cair yang dihasilkan setelah proses distilasi.    Selanjutnya dilakukan analisa kadar fenol dengan GC  untuk  mengetahui   kemurnian asap cair yang dihasilkan. .Selanjutnya  melakukan  aplikasi produk terhadap  makanan dalam hal ini ikan untuk melihat daya tahan ikan setelah dilakukan perendaman dengan pengawet alami tersebut terhadap daya tahan ikan dari pembusukan melalui aroma dan pembususkannya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa  Persentase Rendemen asap cair maksimum dihasilkan  dari Tandan Kosong Sawit adalah 8,4812 %   sedangkan  Cangkang sawit sebesar 12,711 %  dengan waktu pirolisi  5 jam. Produk asap cair dari Cangkang sawit memiliki persentase rendemen lebih tinggi  baik secara kualita maupun kuantitas.. Asap cair dari kedua produk dapat membuat .  Asap cair dari kedua produk dapat membuat ikan segar lebih tahan lama  dan menghilangkan baunya lebih cepat dan efektif. Asap cair dari  hasil pirolisis cangkang sawit  dapat digunakan sebagai bahan pengawet alami karena mampu menghambat pembusukan terhadap ikan selama dua hari .
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PEREBUSAN PADA UMBI PORANG (AMORPHOPHALLUS MUELLERI BLUME) MENGGUNAKAN LARUTAN NaHCO3 TERHADAP PENURUNAN KADAR KALSIUM OKSALAT Eka Sri Astuti; Suryati Suryati; Syamsul Bahri; Masrullita Masrullita; Meriatna Meriatna
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v11i1.7243

Abstract

Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) merupakan salah satu tanaman yang potensial digunakan untuk bidang medis, industri serta pangan. Porang memiliki kandungan glukomanan yang tinggi. Selain mengandung senyawa glukomanan, umbi porang juga mengandung senyawa kalsium oksalat. Kalsium oksalat pada umbi porang dapat menyebabkan iritasi dan gatal pada lidah saat dikonsumsi serta dapat menyebabkan gangguan ginjal bila dikonsumsi berlebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk menurunkan kadar kalsium oksalat dengan metode perebusan dalam larutan NaHCO3, dengan variasi suhu dan waktu perebusan,  sehingga dapat menaikkan kadar glukomanan pada tepung porang. Metode yang digunakan dalam penentuan kadar kalsium oksalat adalah titrasi permanganometri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar glukomanan tertinggi yang diperoleh pada suhu 80⁰C dengan waktu 70 menit yaitu sebesar 84,98%, kemudian hasil kadar air paling rendah yaitu sebesar 1,42% pada suhu dan waktu reaksi yang sama, kemudian untuk hasil kadar abu pada umbi porang diperoleh nilai sebesar 3,99% dengan waktu 70 menit dan suhu 80⁰C dan penurunan kadar kalsium oksalat pada tepung porang yang paling baik diperoleh  pada proses perebusan dengan suhu 80⁰C yang dilanjutkan dengan waktu 70 menit sebesar 48,6 mg/100 gram. Penurunan kadar kalsium oksalat pada tepung porang ini sudah aman untuk dikonsumsi karena sudah memenuhi ambang batas yang dianjurkan yaitu sebesar 71 mg/100 gram.
ISOLASI NIKOTIN DARI PUNTUNG ROKOK SEBAGAI INSEKTIS Amri Aji; Leni Maulinda; Sayed Amin
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nikotin merupakan senyawa alkaloid utama dalam daun tembakau yang aktif sebagai insektisida, Nikotin diyakini dapat menjadi racun syaraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Limbah puntung rokok yang  jumlahnya sangat melimpah dan masih mengandung nikotin dibuang begitu saja, hal ini sangat berbahaya terhadap lingkungan. Pemisahan Nikotin dari Tembakau Limbah Puntung Rokok dilakukan dengan metode ekstraksi dan menggunakan cloroform sebagai pelarut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan Nikotin sebagai bahan baku untuk membuat insektisida nikotin sulfat dengan cara mereaksikannya dengan asam sulfat. Penelitian ini menggunakan sampel puntung rokok Gudang garam merah dan Puntung rokok Dji sam soe Magnum dengan variasi waktu ekstraksi adalah 8, 10, dan 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Nikotin dari jenis Puntung rokok Kretek ( Gudang garam Merah) lebih tinggi dari pada jenis puntung rokok Filter (Dji sam soe Magnum), yaitu 12,0247 %; 14,0487 %; dan 14,5255 % untuk Gudang garam merah, sedangkan Dji sam soe Magnum 9,1657 %; 13,4225 % ; dan 13,6543 %. Semakin lama waktu ekstraksi maka semakin banyak jumlah Nikotin yang terekstrak.
OPTIMASI KONDISI PROSES ADSORBSI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS CPO MENGGUNAKAN ADSORBEN KARBON AKTIF SISA PEMBAKARAN CANGKANG KELAPA SAWIT PADA BATCH COLUMN Meriatna Meriatna; Novi Sylvia; Fajar Sidiq Seregar; Leni Maulinda; Zulmiardi Zulmiardi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v9i1.3032

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu bahan organik yang biasanya digunakan sebagai penyerap, katalis dan penghilang bau. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kemampuan karbon aktif dalam menurunkan kadar FFA pada minyak  kelapa sawit (CPO) dan kapasitas penyerapan. Karbon aktif dari cangkang kelapa sawit diaktivasi kimia menggunakan HCl. Kemudian dilanjutkan untuk proses pemucatan CPO, dengan memvariasikan berat adsorben 8gr, 10gr, 12gr dengan variasi waktu 2 jam, 3 jam, 4 jam dan suhu 100oC, Pengujian sampel dilakukan dengan menguji kadar asam lemak bebas dan kapasitas penyerapan. Dari hasil penelitian didapat  nilai kadar asam lemak bebas yang terendah 0,31% dari kadar awal asam lemak bebas awal 0,82%, kapasitas penyerapan paling tinngi itu 503,5 mg/gr. Isotermal adsorbsi ini lebih mendekati isoterm freundlich dapat dilihat dari R2 mendekati 1.Kata kunci: Crude Palm Oil, Asam Lemak Bebas, Kapasitas Penyerapan Dan Karbon Aktif.
STUDY PEMBUATAN BIOSORBEN DARI LIMBAH DAUN AKASIA MANGIUM (ACACIA MANGIUM WILD) UNTUK APLIKASI PENYISIHAN LOGAM Hasfita, Fikri
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pengembangan teknologi pengolahan limbah yang mengandung logam berat secara ekonomis dan ramah lingkungan menjadi tantangan dalam dunia teknologi lingkungan. Biosorpsi sebagai teknologi yang sedang berkembang memiliki potensi sebagai teknologi yang akan berkembang untuk menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi pengembangan limbah daun akasia mangium (acacia mangium wild) sebagai media penyerap (biosorben) logam berat. Hasil yang diharapkan adalah biosorben limbah daun akasia memiliki karakteristik yang  menyamai  atau mendekati adsorben komersial. Penelitian terdiri  tiga tahapan  yaitu pembuatan biosorben, karakterisasi biosorben terdiri dari uji  karakteristik fisik  berdasarkan Standar Industri Indonesia (SII),  analisa struktur morfologi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy),  analisa gugus fungsional menggunakan FTIR (Fourier Transform Infra Red)  dan uji kemampuan sorbsi biosorben terhadap logam berat. Analisa karakteristik fisik dan kimia menunjukan biosorben limbah daun akasia mendekati standar SII, dengan permukaan didominasi oleh muatan negative serta bentuk pori berada pada mesopori dan makropori . Analisa gugus fungsional menunjukkan bahwa daun akasia tersusun atas gugus OH, , C=O dan NH3 yang berasal dari tannin, selulosa dan lignin yang mempunyai aktifitas baik untuk jenis logam yang bermuatan positif, sedangkan untuk logam yang bermuatan negative dipengarui pH. Kemampuan sorbsi biosorben dijalankan menggunakan reaktor batch pada variasi pH,  dan konsentrasi logam Cr dan jumlah biosorben. Penyisihan tertinggi mencapai 90% pada pH netral dengan konsentrasi 20 mg/L, jumlah adsorben 2 gram waktu pengadukan 1 jam.
PENYERAPAN β-KAROTEN MENGGUNAKAN KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA SAWIT: KAJIAN KINETIKA Muhammad Muhammad
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah diteliti kinetika adsorpsi β-karoten pada karbon aktif tempurung kelapa sawit (KATKS). Penelitian ini mempelajari tentang mekanisme adsorpsi dan pengaruh konsentrasi awal β-karoten terhadap kemampuan penyerapan dari KATKS. Upaya pengujian tingkat penyimpangan data eksperimen dengan data teoritis maka korelasinya dianalisis dengan menggunakan regresi nonlinier. Untuk mengetahui mekanisme adsorpsi kinetik diuji dengan menggunakan tiga model persamaan laju adsorpsi yaitu (1) persamaan laju pseudo-order-pertama, (2) persamaan laju pseudo-order-kedua dan (3) persamaan Elovich. Hasil kajian menunjukkan bahwa model kinetika dengan persamaan Elovich adalah yang paling sesuai diaplikasikan untuk adsorpsi β-karoten dari larutan Isopropil alcohol (IPA). Karena model Elovich mampu menginterpretasikan proses adsorpsi β-karoten dengan baik, maka sistem adsorpsi β-karoten ke KATKS dari penelitian ini adalah heterogen. Dari kinetika model Elovich diperoleh konstanta adsorpsi β-karoten sebesar a = 0.6311 mg/g min  dan b = 0.2419 g/mg
EKSTRAKSI RESIN DARI BUAH JERNANG (DRAGON BLOOD) METODE UNDER KRITIS PELARUT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MUTU RESIN JERNANG SESUAI SNI 1671:2010 Saifuddin Saifuddin; Nahar Nahar; Indra Mawardi
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v6i1.464

Abstract

Resin jernang (dragon blood) merupakan getah termahal di dunia. Resin tersebut diperoleh dari  buah jernang yang tumbuh hanya di pulau Sumatra dan kalimatan. Resin jernang sangat diminati oleh Negara Cina, Hongkong, dan Singapura, karena mengandung senyawa dracohordin yang berpotensi sebagai bahan obat secara biologis dan aktivitas farmakologis seperti antimikroba, antivirus, antitumor, dan aktivitas sitotoksik. Proses ekstraksi resin jernang dari buah jernang secara konvensional secara basah dengan metode maserasi merupakan salah satu cara pengolahan buah jernang yang dilakukan oleh masyarakat pengolah jernang di Kabupaten Bireuen Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Namun masih ada kendala yang cukup signifikan yaitu.mutu rendemen yang diperoleh lebih rendah dibandingkan dengan rendemen resin jernang .dari.teknologi Inovasi yang dilakukan oleh Bambang, dengan proses ekstraksi maserasi menggunakan pelarut metanol menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dari pada proses ekstraksi metode maserasi yang dilakukan oleh kelompok pengolah jernang di Kabupaten Bireuen, akan tetapi penggunaan metanol sebagai pelarut akan menaikkan biaya produksi karena harganya relatif lebih mahal dan tidak ramah lingkungan. Penelitian ini melakukan proses ekstraksi dua tahap yaitu metode  maserasi .dan metode under kritis pelarut dengan  menggunakan pelarut air, karena harganya murah, jumlah melimpah dan ramah lingkungan. Hasil  penelitian diperoleh mutu resin jernang yang lebih baik dari resin jernang yang diperoleh kelompok pengolah jernang di kabupaten Bireuen. Dengan metode  maserasi didapatkan kelas mutu resin jernang kelas A berdasarkan  spesifikasi persyaratan mutu jernang (SNI 1671:2010)  dengan kadar.resin(b/b) 73%,  Kadar air(b/b) 6,8%,  Kadar abu(b/b) 7%,   kadar pengotor(b/b) 32%, titik leleh 88oC dan bewarna merah. Sedangkan  perlakuan dua tahap diperoleh kelas mutu antara kelas A dan Mutu super dengan.kadar.resin(b/b).86%, Kadar air(b/b) 6,5%, Kadar abu(b/b) 2,8%, kadar pengotor(b/b) 9%, titik leleh 88oC dan bewarna merah tua.

Page 10 of 21 | Total Record : 210


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - May 2025 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023 Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2023 Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2022 Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2022 Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2021 Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2021 Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2020 Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2020 Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2019 Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2019 Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2018 Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2018 Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2014 Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017 Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2017 Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2016 Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2016 Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2015 Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2015 Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2013 Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2012 More Issue