Articles
Desain Poros Mesin Penghancur Sampah Organik Dengan Daya 1 HP
Rahman, Abdul;
Islami, Nurul;
Asnawi, A;
Safrizal, S
Malikussaleh Journal of Mechanical Science Technology Vol 5, No 2 (2021): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/mjmst.v5i2.5947
Pada umumnya mesin pencacah digerakkan oleh motor penggerak yang mana memiliki sistem kerja motor memutar pulley bergerak, kemudian ditransmisikan ke sistem menggunakan transmisi belt untuk memutar poros utama dimana yang terdapat pisau (cruiser) pencacah dan bantalan sebagai penyeimbang poros. Untuk menjaga supaya produksi tetap berjalan dengan baik poros harus mendapat perawatan, sehingga tidak terjadi kemacetan pada waktu produksi. Kajian ini menjelaskan perhitungan pada batang poros yang digunakan pada sistem kerja mesin pencacah limbah rumah tangga untuk kompos. Dalam perancangan poros perlu memperhatikan beberapa faktor, misalnya: kelelahan, tumbukan dan pengaruh konsentrasi tegangan bila menggunakan poros bertingkat. Bahan poros terbuat dari baja S45C (baja karbon sedang) dengan spesifikasi tegangan tarik pabrikan sebesar 569 MPa atau 58 kg/mm2. Diameter poros 19 mm yang dianalisa adalah posisi tumpuan dengan panjang total poros 400 mm. putaran yang ditransmisi dari motor dan diterima poros sebesar 560 RPM, puntiran yang diterima sebesar 2,51 N.mm. Beban kerja yang diterima poros relatif beban sedang karena putaran yang tidak memiliki hentakan dari limbah organik (sayur-sayuran limbah pasar). Kekuatan poros juga akan ditentukan oleh kerja pisau penghancur yang dipasang pada pipa selubung yang melekat pada poros utama. Hasil analisa poros dengan mempertibangkan factor keamanan, faktor koreksi dan putaran poros, maka poros dapat bekerja dengan baik dan aman.
Pengaruh Penggunaan Elpiji Sebagai Bahan Bakar Terhadap Unjuk Kerja Motor Bakar Bensin
Asnawi Asnawi;
Adi Setiawan
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol 6, No 2 (2017): Journal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2017
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/jtku.v6i2.474
Elpiji merupakan salah satu bahan bakar alternatif untuk motor bakar yang lebihramah lingkungan dibandingkan dengan bensin. Hal ini telah menjadikannyasebagai bahan bakar alternatif untuk mengurangi emisi disektor transportasi.Perubahan jenis bahan bakar digunakan dari bahan bakar bensin menjadi bahan bakar elpiji akan mempengaruhi unjuk kerja yang dihasilkan oleh motor bakar, yang diakibatkan oleh perubahan karaktristik bahan bakar. Dengan demikian,tujuan dari makalah ini adalah membandingkan unjuk kerja yang dihasilkan olehmotor bakar dengan menggunakan bahan bakar elpiji pada kondisi operasi wideopen throttle pada berbagai putaran poros motor bakar. Pengujian jugadilakukan dengan menggunakan bahan bakar bensin, yang digunakan sebagaidata acuan untuk perbandingan unjuk kerja. Hasil pengujian diperoleh,penggunaan elpiji sebagai bahan bakar dapat meningkatkan meningkatkanefisiensi motor bakar rata-rata sebesar 6,6%. Hal ini sangat memungkinkan elpijidigunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk motor bakar konvensional.
Desain Poros Mesin Penghancur Sampah Organik Dengan Daya 1 HP
Abdul Rahman;
Nurul Islami;
A Asnawi;
S Safrizal
Malikussaleh Journal of Mechanical Science Technology Vol 5, No 2 (2021): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/mjmst.v5i2.5947
Pada umumnya mesin pencacah digerakkan oleh motor penggerak yang mana memiliki sistem kerja motor memutar pulley bergerak, kemudian ditransmisikan ke sistem menggunakan transmisi belt untuk memutar poros utama dimana yang terdapat pisau (cruiser) pencacah dan bantalan sebagai penyeimbang poros. Untuk menjaga supaya produksi tetap berjalan dengan baik poros harus mendapat perawatan, sehingga tidak terjadi kemacetan pada waktu produksi. Kajian ini menjelaskan perhitungan pada batang poros yang digunakan pada sistem kerja mesin pencacah limbah rumah tangga untuk kompos. Dalam perancangan poros perlu memperhatikan beberapa faktor, misalnya: kelelahan, tumbukan dan pengaruh konsentrasi tegangan bila menggunakan poros bertingkat. Bahan poros terbuat dari baja S45C (baja karbon sedang) dengan spesifikasi tegangan tarik pabrikan sebesar 569 MPa atau 58 kg/mm2. Diameter poros 19 mm yang dianalisa adalah posisi tumpuan dengan panjang total poros 400 mm. putaran yang ditransmisi dari motor dan diterima poros sebesar 560 RPM, puntiran yang diterima sebesar 2,51 N.mm. Beban kerja yang diterima poros relatif beban sedang karena putaran yang tidak memiliki hentakan dari limbah organik (sayur-sayuran limbah pasar). Kekuatan poros juga akan ditentukan oleh kerja pisau penghancur yang dipasang pada pipa selubung yang melekat pada poros utama. Hasil analisa poros dengan mempertibangkan factor keamanan, faktor koreksi dan putaran poros, maka poros dapat bekerja dengan baik dan aman.
IMPROVING THE EFFECTIVENESS OF EVAPORATION IN SOLAR DISTILLATION UNITS THROUGH AIR FEEDING IN THE EVAPORATION CABIN
Irwansyah;
Zulfikar;
Asnawi
INTERNATIONAL JOURNAL ENGINEERING AND APPLIED TECHNOLOGY (IJEAT) Vol. 2 No. 2 (2019): International Journal of Engineering and Applied Technology (IJEAT)
Publisher : Nusa Putra University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52005/ijeat.v2i2.25
Solar distillation has been used to distill seawater into clean water. The distillation process is largely determined by the effectiveness of the evaporation and condensation processes. This study aimed to investigate the method of condensing air into the water and evaporator space on the effectiveness of the evaporation process. The solar distillation is designed as two units with a single basin type. Type-I solar distillation is designed with the evaporator and condenser chambers in one room. The solar distillation type-II is designed with a modified evaporator chamber so that water vapor can be circulated out and without a condenser room. The solar distillation length and width are 600 mm and 400 mm, respectively, which are made of a 0.6 mm thickness stainless steel plate. At the top, it is covered by a 5 mm thickness glass with a slope of 10°. The test was carried out for 7 days together between the type-I solar distillation and the type-II solar distillation. Data on raw water temperature, room temperature, glass surface temperature, ambient temperature, and solar intensity were recorded during the test. The data is recorded every 30 minutes starting at 08.00 GMT+7 until 17.30 GMT+7. The test results show that the solar distillation performance is influenced by the high and low solar intensity. The volume production of water vapor in the type-II solar distillation is greater than that of the type-I solar distillation. This shows that condensing air into the water and evaporator space can increase the evaporation process's effectiveness on the solar distillation.
UNJUK KERJA MOBILTHERM 605 SEBAGAI FLUIDA PEMANAS PADA PREHEATER FLUIDA METANOL UNTUK PILOT PLANT BIODIESEL
Muhammad Sayuthi;
Zulmiardi Zulmiardi;
Asnawi Asnawi;
Suryadi Suryadi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science Technology Vol 6, No 1 (2022): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/mjmst.v6i1.6746
Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang terbarukan dari lemak hewani dan nabati untuk menggantikan minyak solar. Oleh karena pemerintah menetapkan penggunaan campuran biodiesel 30% dalam minyak solar untuk bidang transportasi per Januari 2020, maka penggunaan teknologi ramah lingkungan, berkelanjutan dan ekonomis pada pilot plant biodiesel harus dilakukan untuk meningkatkan mutu serta harga biodiesel sehingga dapat setara dengan minyak solar. Beberapa jenis Teknologi pengolahan biodiesel, diantaranya adalah teknologi tanpa/nir katalis. Teknologi ini cuma membutuhkan bahan baku berupa minyak nabati dan metanol, tidak menggunakan katalis. Penggunaan metanol dalam bentuk uap superheated pada reaksi nir katalis membutuhkan peralatan yang dapat mengubah metanol cair menjadi uap superheated metanol. Konversi methanol menjadi superheated methanol pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan preheater metanol berdasarkan desain dari penelitian terdahulu menggunakan software ChemCAD. yang akan memanaskan metanol secara tidak langsung melalui fluida pemanas berupa thermal oil Mobiltherm 605, untuk mendapatkan uap metanol dari preheater metanol yang memenuhi syarat penggunaan yang tepat
ANALISA PENGARUH PERBANDINGAN FRAKSI BERAT PARTIKEL KAYU SEMARAM DAN PENGIKAT RESIN POLYESTER TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT
Muhammad Muhammad;
Reza Putra;
Asnawi Asnawi;
Edy Yusuf;
Muhammad Sayuti
Malikussaleh Journal of Mechanical Science Technology Vol 6, No 1 (2022): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/mjmst.v6i1.8315
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan bending yang paling optimal dari komposit serbuk kayu dengan variasi fraksi berat serbuk 10% Serbuk Kayu + 90% Resin BQTN 157, 20% serbuk kayu+80% resin BQTN 157 dan 30% serbuk kayu+70% Resin BQTN 157. Untuk Proses pembuatan spesimen uji dengan bahan serbuk kayu dan resin polyester sesuai dengan standar ASTM D790. Komposisi 10%:90% dengan hasil rata-rata 37,814 Kgf untuk beban maksimum dan 0,376 Kgf/mm² untuk kekuatan tekan. Nilai kerapatan tertinggi pada material berkomposisi 10% serbuk kayu semaram dan 90% resin adalah 1,193 gr/cm3. Sedangkan untuk komposisi 20% serbuk kayu semaram dan 80% resin hasil yang didapat 1,046 gr/cm3. Dan untuk komposisi 30% serbuk kayu semaram dan 70% resin hasil yang didapat 1,095 gr/cm3. Proses pencampuran yang terbaik terjadi pada specimen dengan komposisi 10% serbuk kayu dan 90% resin. Jenis patahan yang terjadi berupa getas
DESAIN ERGOMETER KAYAK BERDASARKAN ANTROPOMETRI DAN BIOMEKANIK ATLET
Muhammad Nuzan Rizki;
A Asnawi;
Nurul Islami;
Rizki Aulia Nanda;
Dedi Afandi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2024): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : E-Journal Universitas Malikussaleh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/mjmst.v6i3.10405
Kekuatan otot dan daya tahan kaki sangat penting dalam menghasilkan rotasi tubuh bagian atas yang baik. Namun, latihan kekuatan tubuh bagian atas lebih diutamakan dari pada latihan kekuatan bagian tubuh lainnya karena keterlibatannya yang lebih dominan dalam stroke saat mendayung. Oleh karena itu, Atlet kayak memerlukan sarana latihan yang dapat membantu dalam upaya peningkatan kekuatan tubuh bagian atas. Salah satu sarana yang terbukti mampu memenuhi kebutuhan latihan Atlet tersebut yaitu Ergometer Kayak. Ergometer kayak dapat mensimulasikan kegiatan dayung di air dan menjadi sarana pelatihan yang mudah karena dilakukan di daratan. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat ergometer kayak berdasarkan antropometri dan biomekanik Atlet. Diawali dengan melakukan identifikasi kebutuhan, menyusun spesifikasi teknis, pengukuran antropometri & biomekanik Atlet, dan diakhiri dengan mendesain ergometer kayak menggunakan perangkat lunak CAD. Hasil dari penelitian ini yaitu desain ergometer kayak yang sesuai dengan antropometri dan biomekanik Atlet. Sehingga dapat membantu Atlet untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas pada saat pelatihan.
Simulasi Proses Pembakaran Pada Motor Bakar Spark Ignition dengan Menggunakan Model Kuasi Dimensi
A Asnawi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 2, No 1 (2014): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/mjmst.v2i1.10924
Sebuah model quasi-dimensional telah dibangun untuk mensimulasikan reaksi gas didalam silinder, model ini juga dapat diperluas untuk menganalisis unjuk kerja dan emisi mesin. Unjuk kerja mesin dan emisi yang dihasilkan sangat tergantung pada proses berlangsungnya pembakaran, dimana energi termal dari reaksi pembakaran dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi energi mekanik. Model yang dibangun telah divalidasikan dan menunjukkan kesepakatan yang baik antara data prediksi dan eksperimental. Optimasi dilakukan untuk bahan bakar campuran antara CNG dan hidrogen dengan fraksi volume hidrogen 0-40% dengan interval 10%, masing-masing campuran dioperasikan pada variasi fuel-air equivalence ratio. Hasil simulasi diperoleh, pengayaan hidrogen dapat mempersingkat durasi pembakaran serta dapat mengstabilkan pembakaran pada campuran dibawah stoikiometri sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan tekanan silinder selama proses pembakaran. Hal ini memungkinkan mesin beroperasi pada campuran lebih kurus dengan efisiensi termal yang tinggi serta dapat mengurangi polusi
Optimasi Spark Timing Motor Bakar SI dengan Menggunakan Elpiji Sebagai Bahan Bakar
A Asnawi;
Adi Setiawan;
Jufrizal Ismail
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 4, No 2 (2016): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/mjmst.v4i2.10892
Pengalihan sumber energi menjadi topik utama di dunia transportasi agar dapat menggunakan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan sebagai sumber energi pada motor bakar. Salah satu jenis bahan bakar yang digunakan sebagai sumber energi pada motor bakar adalah bahan bakar elpiji. Penggunaan elpiji pada motor bakar dapat berpengaruh terhadap unjuk kerja motor bakar, hal ini disebutkan pada pembahasan karakteristik bahan bakar yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan elpiji sebagai sumber energi pada motor bakar, sehingga proses konversi energi yang terjadi dapat dihasilkan secara optimal, optimasi dilakukan dengan cara memvariasikan sudut percikan api dan pengujian unjuk kerja dioperasikan pada berbagai kecepatan putaran mesin. Pengujian juga dilakukan dengan menggunakan bahan bakar bensin pada sudut pengapian standar 10° sebelum TMA, yaitu untuk menjadi data acuan dalam penelitian ini. Hasil pengujian menggunakan elpiji menunjukkan terjadinya penurunan daya rata-rata sebesar 11,25% pada sudut percikan api 16° sebelum titik mati atas. Penurunan daya dan torsi yang dihasilkan pada motor bakar disebabkan oleh rendahnya energi input, yaitu jumlah O2 dan bahan bakar yang masuk kedalam ruang bakar terjadi penurunan. Dampak positif penggunaan elpiji pada motor bakar adalah dapat meningkatkan efisiensi serta menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik, hal ini menunjukkan penggunaan elpiji lebih menguntungkan dibandingkan dengan bahan bakar bensin
Kalkulasi Potensi Panas Bumi Seulawah Agam Secara Kualitatif dan Kuantitatif Sebagai Energi Alternatif Untuk Pembangkit Listrik
A Asrillah;
A Asnawi
Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology Vol 2, No 1 (2014): Malikussaleh Journal of Mechanical Science and Technology
Publisher : Malikussaleh University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29103/mjmst.v2i1.10920
Penelitian ini dilakukan untuk memetakan potensi Panas Bumi Seulawah Agam sebagai energi alternatif untuk pembangkit listrik. Maka pertama, dilakukan pemetaan potensi Panasnya (hydrothermal) dengan menggunakan metode Gaya Berat (Gravity Method) yang mencari perbedaan nilai kerapatan batuan bawah permukaan dengan batuan di sekitarnya. Jika secara kualitatif ditemukan sumber panas dengan sebaran luasnya tertentu, maka selanjutnya dilakukan perhitungan potensi panas secara kuantitatif dengan menggunakan persamaan Temperatur Geotermometrik Silika (SiO2). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Gravitimeter Autograv, Cintrex- CG-5 berserta alat-alat lain sebagai pendukung dan dilakukan di dua daerah yaitu di kawasan Kawah Heutsz sepanjang 5,8 km dan di kawasan Kawah Cempaga dengan panjang lintasan adalah 4 km, kemudian data direkam dengan mengikuti lintasan grid. Selanjutnya, data tersebut diproses secara sederhana menggunakan Microsoft Excel. Hasil survei metode Gaya Berat ini memberikan informasi bahwa pada lintasan sekitar Kawah Heutsz terdapat patahan dan rekahan, sehingga kerapatan batuan relatif tinggi yang disebabkan adanya pembentukan mineral oleh fluida panas dalam rekahan batuan tersebut Sementara data di kawasan Kawah Cempaga menyatakan bahwa nilai kerapatannya rendah yang mengindikasikan adanya struktur geologi yang berupa patahan yaitu patahan Seulimum yang berfungsi sebagai media untuk sirkulasi sistem Panas Bumi, sehingga atas dasar kedua hasil tersebut dapat dikerucutkan bahwa Seulawah Agam prospek untuk dieksplorasi. Kemudian dari perhitungan kuantitatif didapatkan nilai jumlah Panas Bumi berkisar 58,8 MWe. Potensi sebesar ini, sangat cocok untuk menjadi sumber energi alternatif untuk pembangkit listrik yang dapat mengurangi difisit energi listrik yang selama ini terjadi di Aceh.