cover
Contact Name
Tjahjono Prasodjo,
Contact Email
jurnal.fib@ugm.ac.id
Phone
+62274-513096
Journal Mail Official
baktibudaya.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Poerbatjaraka Building 2nd Floor, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada Sosiohumaniora St. No.3, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26559846     DOI : https://doi.org/10.22146
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat [BB] bertujuan untuk menerbitkan naskah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Tulisan yang dimuat berupa analisis temuan atau refleksi kegiatan PkM yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, metode, sasaran PkM, hasil luaran PkM, dan refleksi kegiatan, tetapi juga aspek-aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan. Cakupan BB adalah naskah luaran kegiatan PkM dengan tema kajian budaya dalam perspektif Indonesia.
Articles 87 Documents
Penguatan Kapasitas Guru melalui TOT Desain Pembelajaran Abad 21 dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Novia, Lely; Noni, Nurdin; Radhiyani, Fitri; Mustikawati, Yunitari; Asriati, Asriati
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 2 (2025): 2025: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.20030

Abstract

In the 21st century, a paradigm shift in education is needed. This is especially true for the Independent Curriculum, which focuses on the needs of students. However, many educators still face difficulties in understanding and using new learning strategies that are appropriate for 21st century and digital era skills (4Cs: Critical Thinking, Communication, Collaboration, and Creativity). The lack of systematic and needs-based training, especially through technology integration, innovative learning methods, and authentic assessments, is a major factor. Through the application of the Training of Trainers (TOT) approach in 21st century learning design, this service program aims to increase teacher capacity. This program utilizes Microsoft-based technology to enhance the learning experience with the support of Microsoft Indonesia and Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) Indonesia. This training includes the use of apps such as Microsoft Teams, OneNote, and PowerPoint to help teachers create a more flexible and inspiring learning environment. In order for the training to be in accordance with the needs of teachers, the Capacity Building and Participatory Rural Appraisal (PRA) program involves stages to identify needs, training by Master Trainers, and dissemination of knowledge by participants to other teachers. The results show that this method is effective in improving teachers' skills and extending the benefits of training to more teachers. === Pada abad ke-21, perubahan paradigma dalam pendidikan diperlukan. Hal ini terutama berlaku untuk Kurikulum Merdeka yang berfokus pada kebutuhan siswa. Namun, banyak pendidik masih menghadapi kesulitan untuk memahami dan menggunakan strategi pembelajaran baru yang sesuai dengan keterampilan abad ke-21 dan era digital (4C: Critical Thinking, Communication, Collaboration, dan Creativity). Kurangnya pelatihan yang sistematis dan berbasis kebutuhan, terutama melalui integrasi teknologi, metode pembelajaran inovatif, dan asesmen autentik, merupakan faktor utama. Melalui penerapan pendekatan Training of Trainers (TOT) dalam desain pembelajaran abad ke-21, program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru. Program ini memanfaatkan teknologi berbasis Microsoft untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran dengan dukungan Microsoft Indonesia dan Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) Indonesia. Training ini mencakup penggunaan aplikasi seperti Microsoft Teams, OneNote, dan PowerPoint untuk membantu guru membuat lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan menginspirasi. Agar pelatihan sesuai dengan kebutuhan guru, Capacity Building dan Participatory Rural Appraisal (PRA) program melibatkan tahapan untuk mengidentifikasi kebutuhan, pelatihan oleh Master Trainer, dan penyebaran pengetahuan oleh peserta kepada guru lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam meningkatkan keterampilan guru dan memperluas manfaat pelatihan ke lebih banyak guru.
Pelatihan dan Workshop Foto Human Interest untuk Siswa SMA Kolese de Britto, Yogyakata Setyowati, Endah; Sigalingging , Hendra; Seliari, Tutun
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 2 (2025): 2025: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.20237

Abstract

The conducted Community Service Program (PkM) aims to provide capacity building for students of Kolese De Britto High School, Yogyakarta, through a workshop on creating human interest photography. Moreover, this human-interest photography workshop is also intended as a means of building students' awareness and empathy on the issues raised by the photo objects themselves. The workshop is designed in a participatory learning approach by using Student Centred Learning (SCL) to create a democratic learning atmosphere. The approach is applied in a session-based program which consists of (1) providing some knowledge about the social and cultural history of the city of Yogyakarta in the context of human-interest photography; (2) technical knowledge in using both cell phone cameras and manual cameras; and (3) an exercise in finding objects and taking photos. To evaluate the student works and its curation, the SMART and SUPER A method is used. The result of the workshop is a module of training guides and a catalogue of student works that can be used for students’ art exhibitions. === Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi siswa-siswi SMA Kolese De Britto, Yogyakarta, melalui lokakarya pembuatan fotografi human interest. Selain itu, workshop fotografi human interest ini juga dimaksudkan sebagai sarana untuk membangun kepedulian dan empati siswa terhadap isu-isu yang diangkat oleh objek foto itu sendiri. Workshop ini dirancang dengan pendekatan pembelajaran partisipatoris dengan menggunakan metode Student Centered Learning (SCL) untuk menciptakan suasana belajar yang demokratis. Pendekatan ini diterapkan dalam bentuk program berbasis sesi yang terdiri atas (1) pemberian pengetahuan tentang sejarah sosial dan budaya kota Yogyakarta dalam konteks fotografi human interest; (2) pengetahuan teknis penggunaan kamera ponsel dan kamera manual; dan (3) latihan mencari objek dan mengambil foto. Untuk mengevaluasi karya-karya siswa dan kurasinya, digunakan metode SMART dan SUPER A. Hasil dari lokakarya ini adalah sebuah modul panduan pelatihan dan katalog karya siswa yang dapat digunakan untuk pameran seni rupa siswa.
Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Mahasiswa melalui Aksi Bersih Pantai: Upaya Konservasi Lingkungan Berbasis Edukasi dan Kolaborasi di Pesisir Samboja Sihotang, Zetsaona; Hermawan, Qori Fajar; Khoirunisa, Nanda; Riza, Muhammad; Mandang, Idris; Yusuf, Mustaid; Wiyani, Riski Indah; Rahmiati
Bakti Budaya Vol 9 No 1 (2026): 2026: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.9380

Abstract

This community service activity was motivated by the problem of marine waste that has an impact on the ecosystem and quality of tourism at Cemara Beach and Pemedas Beach, Samboja, East Kalimantan. To overcome this, a collaborative approach was applied by involving three strategic groups: tourism managers, the community/visitors, and students. The methods used consisted of capacity building for the community and managers, as well as service learning for students. During the two-day implementation, socialization, beach clean-up actions, marine monitoring, and waste sorting were carried out. This activity has collected 160 kg of waste, increased environmental literacy, and encouraged behavioral change. Students gained contextual experience in oceanographic monitoring and waste identification. The implications of this activity include plans to establish a fostered beach as a center for sustainable capacity development that supports environmental conservation and community welfare. The results show that multi-actor collaboration is able to create significant social and ecological impacts in coastal areas. === Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan sampah laut yang berdampak pada ekosistem dan kualitas wisata di Pantai Cemara dan Pantai Pemedas, Samboja, Kalimantan Timur. Untuk mengatasi hal ini, pendekatan kolaboratif diterapkan dengan melibatkan tiga kelompok strategis: pengelola wisata, masyarakat/pengunjung, dan mahasiswa. Metode yang digunakan terdiri dari capacity building bagi masyarakat dan pengelola, serta service learning untuk mahasiswa. Selama pelaksanaan dua hari dilakukan sosialisasi, aksi bersih pantai, pemantauan laut, dan pemilahan sampah. Kegiatan ini telah mengumpulkan 160 kg sampah, meningkatkan literasi lingkungan, dan mendorong perubahan perilaku. Mahasiswa memperoleh pengalaman kontekstual dalam pemantauan oseanografi dan identifikasi sampah. Implikasi dari kegiatan ini mencakup rencana pembentukan pantai binaan sebagai pusat pengembangan kapasitas berkelanjutan yang mendukung konservasi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa kolaborasi multiaktor mampu menciptakan dampak sosial dan ekologis yang signifikan di kawasan pesisir.
Optimalisasi Peran Mahasiswa dalam Pemajuan Kebudayaan melalui Pelatihan Jurnalistik Budaya Djaelani; Fajar, Dicky Purnama; Swara, Lintang Pramudia
Bakti Budaya Vol 9 No 1 (2026): 2026: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.21036

Abstract

The Cultural Journalism Training Program equips young writers with the skills to document cultural events, supporting cultural advancement. Initiated through the 2024 Cultural Facilitation Grant, with Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX (Bandung) as the facilitator, the program emphasizes the importance of cultural documentation alongside cultural asset utilization. Currently, few media outlets focus on recording cultural events due to challenges in consistency, audience segmentation, and regeneration. This program fosters multi-stakeholder collaboration, with Yayasan Musik Bandung as the technical organizer and the Music Department of Universitas Pasundan leading implementation. The Humanitas Program at Universitas Katolik Parahyangan serves as a strategic partner. Participants hail from Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Institut Teknologi Bandung, and Universitas Pendidikan Indonesia. Thirteen trainees produced journalistic works published on semestabudaya.id, a platform for young writers to engage with cultural content. By encouraging documentation and publication, the program enhances young writers' interest and participation in cultural journalism, particularly within the Bandung metropolitan area. It contributes to preserving and promoting cultural narratives while strengthening public engagement with local heritage. Journalism can functions as prominent tool for cultural reproduction. The primary challenge encountered lies in sustaining continuity in the production of culture-themed writing. To address this issue, similar initiatives are advised to establish long-term mentoring mechanisms that support the consistency and development of writers beyond the training period. === Pelatihan jurnalistik budaya bertujuan untuk memberi bekal bagi penulis muda dalam melakukan pencatatan peristiwa budaya yang berlangsung di sekitar sebagai langkah strategis dalam upaya pemajuan kebudayaan. Program ini didasari oleh gagasan bahwa pemanfaatan objek kebudayaan perlu juga didukung oleh pendokumentasian dan pencatatan peristiwa kebudayaan. Saat ini, belum banyak media yang memberi perhatian khusus pada pencatatan peristiwa budaya. Hal ini disebabkan oleh kesulitan dalam menjaga konsistensi, menemukan segmen pembaca, dan proses regenerasi yang terhambat. Melalui pelatihan jurnalistik budaya, terjalin sinergi multipihak. Yayasan Musik Bandung sebagai pelaksana teknis kegiatan bekerja sama dengan Jurusan Musik Universitas Pasundan yang berperan sebagai pengawal utama pelaksanaan program. Pelatihan juga melibatkan Program Studi Humanitas, Universitas Katolik Parahyangan sebagai mitra strategis. Partisipan berasal dari Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Sebanyak 13 orang menjalani proses pelatihan dengan capaian karya tulis jurnalistik yang dipublikasikan di media daring semestabudaya.id. Media ini menjadi wadah bagi penulis muda dalam produksi maupun penulisan konten kebudayaan. Program memberi peran bagi peningkatan minat dan partisipasi penulis muda dalam mendokumentasikan dan memublikasikan peristiwa budaya yang hidup dan tumbuh di masyarakat, khususnya dalam cakupan wilayah Bandung Raya. Kerja jurnalisme memegang peran penting bagi reproduksi kebudayaan. Tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga kontinuitas dalam produksi tulisan bertema budaya. Kegiatan serupa disarankan untuk menyediakan mekanisme pendampingan yang berlangsung dalam jangka panjang, guna mendukung konsistensi dan perkembangan penulis setelah pelatihan selesai.
Enhancing Children’s Speaking Skills through Game-Based Learning Adhitya, Galant Nanta; Kristiawan, Yohanes Angie; Traesar, Livia; Nurhantoro, Tri Septa; Hapsari, Apriliana
Bakti Budaya Vol 9 No 1 (2026): 2026: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.21316

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of Game-Based Learning (GBL) to enhance speaking skills and vocabulary acquisition among young EFL learners at Domby Kid’s Hope 1, Yogyakarta. The problem addressed in this study is the low motivation and limited active use of English, particularly in speaking. To address this issue, GBL was implemented through activities like Duduk Senang and Animal Guessing, designed to increase student engagement and reduce anxiety when speaking. The method used was a descriptive qualitative approach, with data collected through pre- and post-tests, classroom observation, and reflective evaluation. The results showed that GBL successfully improved students' ability to recognize and use English vocabulary related to numbers and animals, as well as increased their confidence in speaking. All students showed significant progress after engaging in GBL activities. The implications of this study suggest that GBL can serve as an effective and enjoyable alternative to traditional language teaching, especially in non-formal education settings, and can contribute to the development of more engaging language teaching methodologies for young learners. === Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Game-Based Learning (GBL) dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan penguasaan kosakata pada pelajar bahasa Inggris usia dini di Domby Kid’s Hope 1, Yogyakarta. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya motivasi belajar dan keterbatasan dalam penggunaan Bahasa Inggris secara aktif, terutama dalam berbicara. Untuk mengatasi hal ini, GBL diterapkan melalui aktivitas permainan seperti Duduk Senang dan Tebak Hewan, yang dirancang untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan mengurangi kecemasan saat berbicara. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui tes awal dan akhir, observasi, serta evaluasi reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GBL berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali dan menggunakan kosakata bahasa Inggris terkait angka dan hewan, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam berbicara. Semua siswa menunjukkan kemajuan signifikan setelah mengikuti aktivitas GBL. Implikasi dari kegiatan ini menunjukkan bahwa GBL dapat menjadi alternatif yang efektif dan menyenangkan dalam pengajaran Bahasa Inggris, terutama di lingkungan pendidikan non-formal, dan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metodologi pengajaran bahasa yang lebih menarik bagi pelajar muda.
Pelestarian Cerita Rakyat Lokal melalui Program Buku Bergulir dan Pelatihan Storytelling Afrizal, Mohamad; Reykasari, Yunita; Anggraeni, Astri Widyaruli
Bakti Budaya Vol 9 No 1 (2026): 2026: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.23906

Abstract

The low reading interest in local folklore among the younger generation and the dominance of global culture pose a serious challenge to the preservation of cultural heritage in Indonesia. To address this, a community service program was carried out in Sumbersari Village, Jember, involving 24 PKK mothers. The program focused on two main strategies: a Rolling Book Program to improve folklore literacy and a Storytelling Workshop to equip participants with effective storytelling skills. Using the Participatory Action Research (PAR) method, the program successfully identified problems such as a lack of understanding of moral values in folklore and a minimal habit of telling stories within families. The evaluation results showed significant success, with 90.8% of participants expressing high satisfaction and agreement. The program successfully fostered the participants' awareness and commitment to continue the storytelling tradition and the Rolling Book Program independently. The sustainability of the program will be pursued through monthly rotation of folklore books and community book donations, although challenges such as limited books and the need for more varied interactive activities still exist. Overall, this program proves that folklore preservation can be done effectively through a participatory and educational approach, which not only improves literacy and skills but also strengthens the cultural foundation at the community level. === Minimnya minat baca cerita rakyat lokal di kalangan generasi muda dan dominasi budaya global menjadi tantangan serius bagi pelestarian warisan budaya di Indonesia. Untuk mengatasinya, sebuah program pengabdian masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Sumbersari, Jember, yang melibatkan 24 ibu-ibu PKK. Program ini berfokus pada dua strategi utama: Program Buku Bergulir untuk meningkatkan literasi cerita rakyat dan Pelatihan Storytelling untuk membekali peserta dengan keterampilan mendongeng yang efektif. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), program ini berhasil mengidentifikasi masalah, seperti kurangnya pemahaman nilai moral dalam cerita rakyat dan minimnya kebiasaan mendongeng dalam keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan signifikan, di mana 90,8% peserta menyatakan sangat puas dan setuju. Program ini berhasil menumbuhkan kesadaran dan komitmen peserta untuk melanjutkan tradisi mendongeng serta Program Buku Bergulir secara mandiri. Keberlanjutan program akan diupayakan melalui rotasi buku cerita rakyat bulanan dan penggalangan donasi buku dari komunitas, meskipun tantangan seperti keterbatasan buku dan perlunya variasi kegiatan interaktif masih ada. Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa pelestarian cerita rakyat dapat dilakukan secara efektif melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, yang tidak hanya meningkatkan literasi dan keterampilan, tetapi juga memperkuat fondasi budaya di tingkat komunitas.
Optimalisasi Pemasaran Berbasis Pembenahan Produk dan Nilai Budaya untuk Pelestarian Batik Benang Ratu Yogyakarta Putra, I Gede Nanda Dhanu; Widiantari, Komang Sri; Tanujaya, Tanio; Setyawati, Tjok Istri Fajar
Bakti Budaya Vol 9 No 1 (2026): 2026: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.24091

Abstract

Batik is a cultural heritage that carries not only aesthetic value but also profound philosophical meaning for Indonesian society. However, in the era of digitalization and global competition, batik SMEs face challenges in branding, packaging design, and marketing strategies that highlight cultural values. This community service activity aims to provide marketing strategy recommendations for Batik Benang Ratu Yogyakarta through brand identity enhancement, collection arrangement improvement, packaging design development, and social media content planning based on cultural storytelling. The methods used include field observation, participatory discussions, questionnaire design, and creative marketing concept development. The results indicate that the proposed recommendations can serve as a strategic guide to strengthen brand authenticity, enhance product appeal, and expand digital promotion reach. The implications of this activity not only provide direct benefits to SMEs but also enrich students’ experience in applying management theory to real-world contexts. === Batik merupakan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga filosofi mendalam bagi masyarakat Indonesia. Namun, tantangan era digitalisasi dan persaingan global membuat UMKM batik menghadapi kendala dalam branding, desain kemasan, dan strategi pemasaran yang mampu menonjolkan nilai budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan rekomendasi strategi pemasaran untuk Batik Benang Ratu Yogyakarta melalui penguatan identitas merek, perbaikan penataan koleksi, pengembangan desain kemasan, dan perencanaan konten media sosial berbasis storytelling budaya. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, diskusi partisipatif, penyusunan kuisioner, serta perancangan konsep pemasaran kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rekomendasi yang diberikan dapat menjadi panduan strategis untuk memperkuat citra autentik, meningkatkan daya tarik produk, dan memperluas jangkauan promosi digital. Implikasi kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi UMKM, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam mengaplikasikan teori manajemen ke dalam konteks nyata.