cover
Contact Name
Tjahjono Prasodjo,
Contact Email
jurnal.fib@ugm.ac.id
Phone
+62274-513096
Journal Mail Official
baktibudaya.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Poerbatjaraka Building 2nd Floor, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada Sosiohumaniora St. No.3, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26559846     DOI : https://doi.org/10.22146
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat [BB] bertujuan untuk menerbitkan naskah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Tulisan yang dimuat berupa analisis temuan atau refleksi kegiatan PkM yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, metode, sasaran PkM, hasil luaran PkM, dan refleksi kegiatan, tetapi juga aspek-aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan. Cakupan BB adalah naskah luaran kegiatan PkM dengan tema kajian budaya dalam perspektif Indonesia.
Articles 82 Documents
Peningkatan Resiliensi Badan Usaha Milik Desa Merespon Dampak Pandemi Covid-19 Hudayana, Bambang; Kutanegara, Pande Made; Fauzanafi, Muhammad Zamzam; Purbawisesa, Angie; Rakryan W D Ulhaq
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 5 No 2 (2022): 2022: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.5608

Abstract

The COVID-19 pandemic has impacted the decline in tourism activities, both those managed by companies, individuals, villages, and Village-Owned Enterprises (BUMDes). The decline in tourism activities has had a secondary impact on small-scale businesses related to the tourism sector. The heavy dependence on the tourism sector and limited other business opportunities have hit the tourism industry's economy hard. Therefore, efforts are needed to enable them to survive and rise from the downturn in these activities. As one of the institutions that carry the Tri Darma of Higher Education, the campus world should have moved to carry out community service dharma. With community service, empowerment programs can be carried out for BUMDes and these business actors to increase resilience. The empowerment program is carried out as (1) workshop facilitation support and discussions with BUMDes managers and business actors in mapping problems and (2) formulating an action plan to reduce the impact and economic recovery of the COVID-19 pandemic. This empowerment program succeeded in mapping out problems and action plans to increase economic resilience during a pandemic and economic recovery through developing multiple economic businesses, such as preserving the tourism business while advancing farming, animal husbandry, mushroom cultivation, and herbal home industries. ==== Pandemi Covid-19 telah berdampak pada merosotnya aktivitas pariwisata baik yang dikelola oleh perusahan, perorangan, desa dan juga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kemerosotan kegiatan pariwisata membawa dampak ikutan terhadap usaha skala kecil yang terkait dengan sektor pariwisata. Ketergantungan yang besar terhadap sektor pariwisata dan keterbatasan peluang usaha lain telah memukul perekonomian pelaku wisata secara telak. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya yang memungkinkan mereka tetap survive dan bangkit dari keterpurukan aktivitas tersebut. Dunia kampus sebagai salah satu institusi yang mengusung Tri Darma Perguruan tinggi sudah semestinya bergerak untuk melakukan darma pengabdian kepada masyarakat. Dengan pengabdian pada masyarakat dapat dilaksanakan program pemberdayaan bagi BUMDes dan pelaku usaha tersebut agar dapat meningkatkan resiliensi. Program pemberdayaan dilakukan dalam bentuk dukungan fasilitasi workshop dan diskusi pengelola BUMDes dan pelaku usaha dalam melakukan pemetaan masalah, dan perumusan rencana aksi untuk mengurangi dampak dan pemulihan ekonomi pandemi Covid-19. Program pemberdayaan ini berhasil memetakan masalah, dan rencana aksi untuk peningkatan resiliensi ekonomi pada masa pandemi dan pemulihan ekonomi melalui pengembangan usaha ekonomi ganda, seperti melestarikan usaha di pariwisata sambil memajukan usaha tani, peternakan, budidaya jamur dan industri rumah tangga herbal.
Menginisiasi desain kain Jumput- Batik khas Banyunibo Mahirta, Mahirta; Savitri, Mimi; D.S. Nugrahani; Arumdati, Fayeza Saliz
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 1 (2023): 2023: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.5605

Abstract

Community around Banyunibo temple has been trained to produce hand-painted batik for the last 5 years. This training have improved their skill, enabling them to produce real hand-painted batik. However, their products have not sold well, moreover during the pandemic era caused by Covid-19. After carried out interview and discussion in survey phase, it is known that the community has problem in marketing their hand-painted batik and wish to have unique Banyunibo batik product. Based on the condition, the community service team of Archaeology Department, Faculty of Cultural Sciences conduct a community empowerment program with an intention to help Banyunibo community in creating Banyunibo’s batik motifs inspired by the reliefs of Banyunibo temple, unique, and potentially sale well. This community service conducted using skill building and empowerment approach, with the purpose to create active and direct invlolvement of the community during the activity. Hand-stamp batik introduced as an alternative to produce a less-expensive batik than hand-painted batik, therefore can compete well in batik market. Relief-inspired motifs created through distortion and stylization from the original temple reliefs. These motifs, made by stamp application technique, is also combined with jumput technique, creating a unique jumput - batik product that hopefully can increase the buying power of Banyunibo’s batik. ==== Komunitas pembuat batik di sekitar Candi Banyunibo telah dilatih membuat batik tulis sejak lima tahun terakhir. Hasil kegiatan tersebut telah meningkatkan keterampilan mereka dalam membuat produk batik tulis. Namun, daya jual batik produk mereka masih rendah di pasaran, terlebih lagi pada masa pandemi Covid-19. Setelah melakukan wawancara dan diskusi pada tahap survei, diketahui bahwa masyarakat memiliki kendala berupa kesulitan memasarkan batik tulis dan keinginan untuk memiliki batik khas Banyunibo. Berdasarkan keadaan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat Departemen Arkeologi UGM melakukan program pemberdayaan komunitas dengan pembinaan batik cap dan pembuatan motif batik khas Banyunibo yang terinspirasi dari relief pada Candi Banyunibo. Pengabdian masyarakat ini dilakukan menggunakan pendekatan berupa pendampingan dan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat dapat terlibat langsung dan aktif dalam pelaksanaan pendampingan ini. Batik cap sebagai alternatif diperkenalkan untuk menghasilkan batik yang tidak semahal batik tulis sehingga harganya dapat bersaing di pasaran. Motif inspirasi relief candi diciptakan melalui proses distorsi dan stilasi dari gambar asli relief candi. Motif batik yang dihasilkan dengan teknik cap tersebut juga dikombinasikan dengan teknik jumput sehingga menghasilkan motif khas Banyunibo yang diharapkan dapat meningkatkan daya jual dari batik Desa Banyunibo.
Handarbeni, Strategi Pendampingan pada Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa Kawi Merapi (PASBUJA KM) Sleman Rahayu, Wiwien Widyawati
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 1 (2023): 2023: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6055

Abstract

Building awareness of all members of the community so that they can continue to grow together is a problem that is not easy to do. The relationship between the expected vision and the potential possessed is often not considered so that the growth of the institution slows down, runs in place, and even stops. The handarbeni 'ownership' approach method between members is offered to overcome these problems by mapping the potential of all members and opening opportunities for members to make responsible contributions. A short co-authoring program was chosen to serve as a link for this good practice. Thus, the relationship between members and the competency gap between them merges automatically and at the same time finds a possible mentoring pattern for the PASBUJA KM Sleman community. ==== Membangun kesadaran segenap anggota komunitas agar dapat terus bertumbuh bersama merupakan problematika yang tidak mudah dilakukan. Relasi antara visi yang diharapkan dan potensi yang dimiliki sering kali tidak dipertimbangkan sehingga pertumbuhan lembaga melambat, jalan di tempat, bahkan berhenti. Metode pendekatan handarbeni ‘rasa memiliki’ antaranggota ditawarkan untuk mengatasi problematika tersebut dengan tahapan memetakan potensi segenap angggota dan membuka kesempatan anggota untuk memberikan kontribusi yang bertanggung jawab. Program menulis bersama cerkak dipilih menjadi penghubung untuk praktik baik tersebut. Dengan cara ini, relasi antaranggota dan keberjarakan kompetensi di antaranya melebur dengan sendirinya sekaligus menemukan pola pendampingan yang paling mungkin bagi komunitas PASBUJA KM Sleman.
Pelatihan Pembuatan Ransum Pakan Ternak Domba bagi Peternak Kecil Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi Priyadi, Dwi Ahmad; Wibowo, Galih Hendra; Liliyanti, Mita Ayu
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 1 (2023): 2023: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6178

Abstract

Self-sufficiency in animal protein initiated by the government of the Republic of Indonesia which is targeted to be achieved in 2026. Politeknik Negeri Banyuwangi is participating through empowerment in a small livestock production business. Jaya Sentosa Farm was chosen as a partner, which focuses on fattening sheep. The problem faced by a partner is the lack of knowledge related to feeding management. The program is carried out by intensively assisting them in feeding management so that in the future they can independently develop the skills they have acquired. The feed ingredients used come from Banyuwangi's local resources. The feed ingredients are corn husk, coffee husk, rice bran, and molasses. Based on the results of the program, an optimal and economical feed formula was obtained at a price of IDR 2,334/kg. Feed mixing uses a double ribbon mixer so that an even mixture is obtained in a short time (decreased by 50%) ==== Guna turut menyukseskan program pemerintah Republik Indonesia, yakni swasembada protein hewani yang ditargetkan tercapai pada tahun 2026, Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) ikut andil melalui pembinaan mitra binaan bidang produksi ternak yang berpotensi membesarkan skala usahanya. Mitra tersebut ialah Jaya Sentosa Farm, dengan bidang usaha berupa penggemukan ternak domba. Permasalahan yang menghambat mitra untuk berkembang ialah rendahnya pengetahuan terkait manajemen pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk pendampingan intensif dalam pembuatan pakan serta manajemen pemberian pakan secara menyeluruh sehingga mitra ke depannya dapat secara mandiri mengembangkan keahlian yang diperoleh. Bahan pakan yang digunakan untuk menyusun ransum berasal dari sumber daya lokal Banyuwangi. Bahan pakan tersebut ialah tumpi jagung, kulit kopi, dedak padi, dan molasses. Berdasarkan hasil pelatihan, diperoleh formulasi pakan yang optimal dan ekonomis dengan harga Rp2.334,00/kg. Pencampuran pakan menggunakan double ribbon mixer sehingga diperoleh campuran yang merata dengan waktu singkat. Waktu pemberian pakan menurun sebanyak 50% (1 jam) dibandingkan sebelum dilakukannya pendampingan.
Pelatihan Menggambar Ilustrasi Cerita Rakyat untuk Pengembangan Karakter Anak-Anak Sekolah Dasar di Bali Krisna Ari, Ida Ayu Dwita; Nuriarta, I Wayan
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 1 (2023): 2023: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6697

Abstract

Mesatua folklore in Bali has moral education values. The aim of this training is to draw folklore illustrations for elementary school (SD) children in Bali to preserve the mesatua tradition whose values ​​are relevant to society. This training program uses three program approaches, namely (1) Mesatua, (2) Drawing illustrations, (3) Reading children's drawings. The implementation of the program resulted in the provision of mesatua folklore in each region which was given differently according to the needs of the local environment. At the public elementary school in Budakeling village, Karangasem district, they were given the folklore I Belog, while at the public elementary school in Tukadsumaga village, Buleleng district, they were given the story The Arrogant Frog. The conclusion shows that children's illustrative work discussed line, composition, illustration, typography and color. The works produced by elementary school children in the two districts show works that are honest, expressive and free. The composition of the fields also shows that their drawings are full of freedom and confidence in drawing. Character values ​​such as not being arrogant, having to study hard and being obedient to worship are contained in the children's drawings. ==== Cerita rakyat mesatua di Bali memiliki nilai pendidikan moral. Tujuan pelatihan menggambar ilustrasi cerita rakyat untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Bali adalah untuk melestarikan tradisi mesatua yang nilai-nilainya relevan dengan masyarakat. Program pelatihan ini menggunakan tiga pendekatan program, yaitu (1) mesatua, (2) menggambar ilustrasi, dan (3) membaca gambar anak. Pelaksanaan program menghasilkan pemberian cerita rakyat mesatua di masing-masing daerah diberikan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat. Di SD Negeri Desa Budakeling, Kabupaten Karangasem diberikan cerita rakyat I Belog, di SD Negeri Desa Tukadsumaga, Kabupaten Buleleng diberikan cerita Si Kodok Sombong. Simpulannya menunjukkan bahwa karya ilustrasi anak-anak dibahas garis, komposisi, ilustrasi, tipografi, dan warna. Karya-karya yang dihasilkan oleh anak-anak SD di dua kabupaten menunjukkan karya yang jujur, ekspresif, dan bebas. Komposisi bidangnya pun menunjukkan gambar mereka penuh kebebasan dan rasa percaya diri dalam menggambar. Nilai-nilai karakter seperti tidak boleh sombong, harus rajin belajar, serta taat beribadah terkandung dalam gambar anak.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pada Anak-anak kelas 3 - 6 di SDN 1 Mengesta, Desa Mengesta, Tabanan Nadi, Clarissa Devina; Kurniawan, I Gede Agus
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 1 (2023): 2023: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6908

Abstract

Real Work Lecture (KKN) is a form of community service activity with research content that places students off campus and invites students to think critically so that they are able to help develop potential in society with the help of lecturers in solving solutions. The KKN program implemented at SDN 1 Mengesta, Desa Mengesta, Tabanan is a form of education for students at SDN 1 Mengesta who are not yet fluent in reading in a more enjoyable way so that they are interested in being more active in learning to read. The target of this activity is for students in grades 3 to 6 of SD. This is intended so that SD 1 Mengesta students can read and understand long sentences more fluently so that they have no difficulty when they have to read textbooks or answer questions with long sentences. Elementary school students, especially grades 3 to 6, must be able to read fluently and even understand the contents of the reading so that learning at school is more effective and the knowledge gained is more understandable. The role and full support of parents and teachers at school is also very important because it is one of the factors for a child's success at school, in this case also including the ability to read. ==== Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan muatan penelitian yang menempatkan mahasiswa di luar kampus dan mengajak mahasiswa berpikir kritis sehingga mampu membantu mengembangkan potensi di masyarakat dengan bantuan dosen dalam pemecahan solusinya. Program KKN yang dilaksanakan di SDN 1 Mengesta, Desa Mengesta, Tabanan merupakan bentuk edukasi kepada siswa/i SDN 1 Mengesta yang belum lancar membaca dengan cara yang lebih menyenangkan sehingga tertarik untuk lebih giat dalam belajar membaca. Sasaran kegiatan ini adalah untuk siswa/i kelas 3 sampai 6 SD. Hal ini bertujuan agar siswa/i SD 1 Mengesta dapat membaca dan memahami kalimat-kalimat panjang dengan lebih lancar sehingga tidak kesulitan saat harus membaca buku pelajaran atau menjawab soal-soal dengan kalimat yang panjang. Siswa/i Sekolah Dasar, terutama kelas 3 sampai 6 SD, harus sudah dapat lancar membaca bahkan memahami isi bacaan sehingga pembelajaran di sekolah lebih efektif dan pengetahuan yang didapat lebih dimengerti. Peran dan dukungan penuh orang tua serta guru di sekolah juga sangat penting karena menjadi salah satu faktor keberhasilan anak di sekolah, dalam hal ini juga termasuk kemampuan membaca.
Tinggalan Arkeologi Kalumpang untuk Edukasi dan Peluang Pengembangan Seni Kriya Anggraeni, Anggraeni; Sektiadi, Sektiadi
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 1 (2023): 2023: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.7784

Abstract

Kalumpang is one of the important regions for archaeology related to the existence of Neolithic and the Early Metal Age settlement remains. The finds provide knowledge about the history of early habitation of the Indonesian Archipelago by the Austronesian speaking people. One of the important finds from three prehistoric sites in the Kalumpang area, namely the Minanga Sipakko, Kamassi, and Palemba sites, is potsherds with various decorations. Pottery is still survives today in the Kalumpang area, although its production is only based on consumer demand. On the contrary, handwoven production tend to increase significantly. Considering that pottery has played an important role in daily lives and rituals since the Prehistoric Period, this cultural heritage needs to be preserved. So far, there is no one who are interested in finding strategies to increase pottery production and attract the public's attention. Therefore, the team of research and Community Service from Archaeology Department Universitas Gadjah Mada need to identify: (1) the types of pottery that are still being produced by potters in the Kalumpang area; (2) early Neolithic-Metallic pottery decorative motif elements that can be applied to Kalumpang pottery that is still being produced; (3) new types of products related to the production of Kalumpang pottery. The results of identification are then set forth in the pottery motif design development module. This module can be used by various parties as an initial reference for developing pottery products. Agents of change, such as teachers and members of Karangtaruna, are expected to be able to use the modules to inspire traditional potters to continue their production by utilizing local cultural heritage. It is hoped that the production of Kalumpang pottery will be sustained and open up insight and concern for the wider community towards the cultural wealth of their ancestors. ==== Kalumpang merupakan salah satu wilayah penting dalam kajian arkeologi terkait adanya temuan sisa permukiman Neolitik dan Masa Logam Awal yang dapat memberikan sumbangan pengetahuan tentang sejarah penghunian Kepulauan Indonesia oleh penutur bahasa Melayu Polinesia (rumpun bahasa Austronesia). Salah satu temuan penting dari tiga situs Prasejarah di wilayah Kalumpang ialah Situs Minanga Sipakko, Kamassi, dan Palemba, yaitu fragmen tembikar dengan berbagai ragam hias. Di wilayah tersebut, tembikar masih diproduksi, tetapi hanya bila ada pemesan. Hal ini berbanding terbalik dengan produksi tenun yang cenderung meningkat secara signifikan. Mengingat tembikar sejak Masa Prasejarah menjadi barang penting dalam kehidupan sehari-hari dan ritual serta masih ada pembuatnya, warisan budaya ini perlu dilestarikan. Sejauh ini, belum ada pihak yang peduli dan berminat untuk mencari strategi agar produksi tembikar kembali meningkat dan diminati masyarakat luas. Oleh karena itu, Tim Penelitian-Pengabdian kepada Masyarakat Arkeologi UGM melakukan identifikasi terhadap: (1) jenis tembikar yang masih diproduksi oleh perajin di wilayah Kalumpang; (2) elemen motif hias tembikar Masa Neolitik-Logam Awal yang dapat diterapkan pada tembikar yang masih diproduksi; (3) bentuk produk baru terkait dengan produksi tembikar Kalumpang. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dituangkan dalam modul pengembangan desain motif tembikar. Modul tersebut dapat dipakai oleh berbagi pihak sebagai acuan awal untuk melakukan pengembangan produk tembikar. Agen perubahan, seperti guru dan anggota Karangtaruna, diharapkan dapat menggunakan modul tersebut untuk menginspirasi para perajin tembikar tradisional agar tetap berproduksi dengan memanfaatkan warisan budaya setempat. Dengan demikian, diharapkan produksi tembikar Kalumpang tetap lestari dan membuka wawasan serta kepedulian masyarakat luas terhadap kekayaan budaya nenek moyang.
Pemasaran Digital Hasil Tangkapan Nelayan di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya Hutajulu, Josua Parulian
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 2 (2023): 2023: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6020

Abstract

Fishermen in Sungai Kupah Village utilize the potential of marine products to meet the needs of household consumption and commercialization. The catch is marketed by being delivered to the market and taken directly by traders to the fishermen’s location, therefore it needs support in the form of digital marketing. This effort is expected to increase fishermen’s knowledge about digital marketing, become a supporting force in increasing sales and fishermen are able to keep up with the development of the digital marketing world. The implementation method carried out is assistance such as counseling and training through stages: orientation, face-to-face, counseling, training and evaluation. The final results of this service activity are exposure to digital marketing, making digital marketing accounts for fishermen’s catches and the process of digital marketing of fishermen’s catches. === Nelayan di Desa Sungai Kupah memanfaatkan potensi hasil laut untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga ataupun mengomersilkannya. Hasil tangkapan dipasarkan dengan cara diantar ke pasar dan diambil langsung oleh pedagang ke lokasi nelayan. Maka dari itu, perlu dukungan dalam bentuk pemasaran digital. Upaya ini diharapkan dapat menambah wawasan nelayan tentang pemasaran digital, menjadi daya dukung dalam meningkatkan penjualan, serta nelayan mampu mengikuti perkembangan dunia pemasaran digital. Metode pelaksanaan yang dilakukan ialah pendampingan, seperti penyuluhan dan pelatihan melalui tahap: orientasi, tatap muka, penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi. Hasil akhir kegiatan pengabdian ini adalah pemaparan tentang pemasaran digital, pembuatan akun pemasaran digital hasil tangkapan nelayan, dan proses pemasaran digital hasil tangkapan nelayan.
Pemanfaatan Tanaman Serai Wangi sebagai Produk Minyak Atsiri dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Marsiah, Marsiah; Aziz, Abdul; S.C., Amelia; R., Aulia; P.A., Denna; P. W., Inggit; H., Ismi; Jumrianto, Jakaria; S., Lita; Imronsyah, M.; K., Rini
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 7 No 1 (2024): 2024: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6218

Abstract

Sungai Cabang Barat Village is a coastal area with much plantation land. One of the plantations that can be found is the citronella garden. Despite its potential, local people had yet to recognize the potential of citronella in the village of Sungai Barat Branch. For that reason, the arrival of KKN IAIN Palangkaraya students was expected to explore the potential of this fragrant lemongrass. Citronella can be processed into essential oils through the distillation stage. The uses of citronella oil also vary, ranging from itching medicine ingredients and bath soaps to aromatherapical candles. The approach used in this research is the Asset Based Community Development (ABCD) approach. The results of this study are processed products from citronella in the form of essential oils that are ready to be marketed by the public. ===== Desa Sungai Cabang Barat merupakan sebuah wilayah pesisir pantai yang kaya akan lahan perkebunan. Salah satu perkebunan yang dapat dijumpai adalah kebun serai wangi. Sayangnya, potensi serai wangi di desa tersebut belum dipahami oleh warga setempat. Karena itu, kedatangan mahasiswa KKN IAIN Palangkaraya diharapkan dapat membantu warga setempat untuk menggali potensi perkebunan serai wangi ini. Serai wangi dapat diolah menjadi minyak atsiri melalui tahap penyulingan. Kegunaan minyak serai wangi juga bermacam-macam, mulai dari bahan obat gatal, sabun mandi, hingga lilin aromaterapi. Adapun pendekatan yang digunakan pada penelitian ialah pendekatan Asset Based Comunity Development (ABCD). Hasil dari penelitian ini adalah produk hasil olahan dari serai wangi berupa minyak Atsiri yang siap dipasarkan oleh masyarakat.
Pelatihan Apresiasi Karya Sastra Jawa bagi Siswa SD Negeri Suryowijayan Yogyakarta Prakoso, Imam; Winarti, Daru; Sulistyowati, Sulistyowati
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 2 (2023): 2023: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6278

Abstract

It seems that geguritan still being one of the learning objects which rarely receive attention in school. This is because geguritan is stigmatized as a literature work that is difficult to understand because of its language, hence only certain people are able to appreciate it. Based on this problem, the Javanese Literature Program of UGM community service team attempted to reintroduce geguritan through literature appreciation activities to the students of Suryowijayan Elementary School. This program aims to remind them of the Javanese cultural identity which is implemented in geguritan and improve their social awareness. There were several activities including an introduction to the basic concept of geguritan, geguritan reading practice, geguritan writing practice about students’ hobbies and daily activities, and creating a wall magazine from their geguritan. At the end of the program, students read their geguritan which later turned into a compilation video as the outcome of this program. === Kiranya apresiasi karya sastra geguritan masih menjadi bentuk pendidikan yang belum mendapatkan perhatian di lingkungan sekolah. Hal ini karena masih adanya anggapan terhadap geguritan sebagai sebuah karya sastra yang sukar dipahami karena bahasanya sehingga hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu. Berangkat dari stigma tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM berupaya untuk mengenalkan kembali geguritan melalui kegiatan apresiasi karya sastra yang dilakukan terhadap siswa SD Negeri Suryowijayan. Kegiatan ini bertujuan mengingatkan kembali identitas budaya Jawa yang terwujud dalam geguritan serta meningkatkan kepedulian sosial akan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk pembelajaran yang dilakukan dalam kegiatan ini terdiri atas beberapa tahap, yaitu pengenalan konsep dasar geguritan, latihan membaca geguritan, latihan menulis geguritan tentang hobi serta keseharian siswa, dan pembuatan karya mading dari geguritan. Pada akhirnya, karya mading tersebut dibaca oleh siswa dan divisualisasikan menjadi sebuah video kompilasi sebagai bentuk luaran program pengabdian.