cover
Contact Name
Tjahjono Prasodjo,
Contact Email
jurnal.fib@ugm.ac.id
Phone
+62274-513096
Journal Mail Official
baktibudaya.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Poerbatjaraka Building 2nd Floor, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada Sosiohumaniora St. No.3, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26559846     DOI : https://doi.org/10.22146
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat [BB] bertujuan untuk menerbitkan naskah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Tulisan yang dimuat berupa analisis temuan atau refleksi kegiatan PkM yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, metode, sasaran PkM, hasil luaran PkM, dan refleksi kegiatan, tetapi juga aspek-aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan. Cakupan BB adalah naskah luaran kegiatan PkM dengan tema kajian budaya dalam perspektif Indonesia.
Articles 82 Documents
Pemanfaatan Sosial Media Guna Mendukung Kemajuan Demokrasi pada Pemilih Pemula Dalam Pemilu Tahun 2024 Widiantari, Komang Sri; Putra, Anak Agung Ngurah Pramana
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 1 (2025): 2025: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.12570

Abstract

This community service is carried out to provide knowledge to the people of Dauh Puri Village in the 2024 general election. The political participation of the community in voting has a significant influence on the candidate pairs that will be selected in the General Election. This service is aimed at increasing knowledge, awareness and participation of the people of Dauh Puri Village regarding their rights and obligations in elections and the importance of their contribution to the 2024 elections. The method of implementing this service uses socialization both directly and via Tiktok social media which includes planning, implementation and evaluation with Dauh Puri Village which is then analyzed descriptively. This socialization activity aims to provide education and convey information to the people of Dauh Puri Village so that they become more aware of the importance of their participation in the 2024 elections. Through this activity, the results of this service show that knowledge, awareness and participation of voters in Dauh Puri Village, West Denpasar have increased. , Denpasar, Bali regarding rights and obligations in general elections so that intelligent and quality general elections can be carried out in the future. === Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Kelurahan Dauh Puri dalam pemilihan umum 2024. Partisipasi politik masyarakat memilih pengaruh yang signifikan terhadap pasangan calon yang akan dipilih dalam pemilihan umum (pemilu). Pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat Kelurahan Dauh Puri tentang hak dan kewajiban dalam pemilu serta pentingnya kontribusi mereka pada pemilu 2024 nantinya. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial TikTok yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan Kelurahan Dauh Puri yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat Kelurahan Dauh Puri agar makin sadar akan pentingnya partisipasi keterlibatannya dalam pemilu 2024. Melalui kegiatan ini, hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa meningkatnya pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pemilih di Kelurahan Dauh Puri, Denpasar Barat, Denpasar, Bali tentang hak dan kewajiban dalam pemilu sehingga pemilu yang cerdas dan berkualitas dapat terlaksana pada masa yang akan datang.
Pedagogi Kolintang: Cara Belajar Musik yang Bermanfaat bagi Pendidikan Anak di Sekolah Gajahwong, Yogyakarta Hartono, Soegiarto
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 1 (2025): 2025: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.12869

Abstract

The Community Service Program at Sekolah Gajahwong, Yogyakarta, has implemented Kolintang Pedagogy to enhance the musical understanding and intelligence of children from underprivileged communities. This method, integrating Minahasa cultural wisdom, has proven effective in facilitating children's comprehension of rhythm and melody, as well as enhancing their social skills. Significant improvements in classroom interaction and children's self-confidence have been recorded, demonstrating the positive impact of cultural integration in music education. The program, involving collaboration with local educators and interactive learning sessions, aims to reduce educational disparities and strengthen access to quality education for vulnerable communities. === Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Sekolah Gajahwong, Yogyakarta, telah menerapkan Pedagogi Kolintang untuk meningkatkan pemahaman musik dan kecerdasan anak-anak dari lapisan masyarakat prasejahtera. Metode yang menggabungkan kearifan budaya Minahasa ini telah efektif dalam memfasilitasi pemahaman anak-anak terhadap ritme dan melodi serta meningkatkan keterampilan sosial mereka. Peningkatan signifikan dalam interaksi kelas dan kepercayaan diri anak-anak telah tercatat, mendemonstrasikan dampak positif dari integrasi budaya dalam pendidikan musik. Program ini, yang melibatkan kolaborasi dengan pendidik lokal dan sesi pembelajaran interaktif, bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pendidikan dan memperkuat akses terhadap pendidikan berkualitas bagi komunitas yang rentan.
Pendampingan Pembuatan Digital Worksheet Menggunakan Wizer.Me Berkonteks Seni Budaya Ogan Komering Illir Susanti, Ely; Simarmata, Ruth Helen; Sukmaningtias, Novika
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 1 (2025): 2025: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.13161

Abstract

In implementing differentiated learning, teacher competence is needed in developing learning tools that are integrated with technology. Digital worksheets are needed to apply concepts and achieve the expected abilities to achieve learning indicators in the curriculum. Transforming culture in learning is an important part of education. This service activity is structured with a process of assisting Pagar Alam City Mathematics MGMP teachers in designing digital worksheets for differentiated learning in the context of Ogan Komering Illir arts and culture. Assistance activities for creating digital worksheets are carried out synchronously and asynchronously with the aim of increasing teachers' pedagogical competence in developing digital worksheets, guiding teachers in producing and implementing digital worksheets. In order to support the implementation of differentiated learning that has good quality as part of the independent curriculum, the service team, assisted by undergraduate, postgraduate and alumni students, provides assistance to Pagar Alam City MGMP teachers in creating the digital worksheet. Service activities show that participants respond positively to this activity. === Dalam mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi, kompetensi guru sangat dibutuhkan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi. Digital worksheet dibutuhkan dalam menerapkan konsep dan mencapai kemampuan yang diharapkan untuk mencapai indikator pembelajaran pada kurikulum. Tranformasi budaya dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika, merupakan bagian penting dalam pendidikan. Kegiatan pengabdian ini disusun dengan proses pendampingan pada guru-guru MGMP Matematika Kota Pagar Alam dalam merancang digital worksheet untuk pembelajaran berdiferensiasi dengan konteks seni budaya Ogan Komering Illir. Kegiatan pendampingan pembuatan digital worksheet dilakukan secara synchronous dan asynchronous dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mengembangkan digital worksheet serta membimbing guru-guru dalam menghasilkan dan mengimplementasikan digital worksheet. Demi mendukung terlaksananya pembelajaran berdiferensiasi yang berkualitas, tim pengabdian dengan dibantu oleh mahasiswa sarjana, pascasarjana, dan alumni melaksanakan pendampingan terhadap guru-guru MGMP Kota Pagar Alam dalam pembuatan digital worksheet tersebut. Kegiatan pengabdian menunjukkan peserta merespons kegiatan ini dengan positif.
Re-branding Kemasan Produk GEMI0418: Kemasan Kreatif untuk Olahan Lele Konsumsi Manusia dan Maggot Pakan Ternak Sosianika, Adila; Setiawati, Lina; Kania, Rafiati; Amalia, Fatya Alty; Senalasari, Widi
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 1 (2025): 2025: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.14114

Abstract

Since 2021, GEMI0418 has been recognized as a community committed to environmental sustainability in parts of Cimahi, West Java. However, GEMI0418 faced challenges in marketing its products—processed catfish for human consumption and maggot feed for livestock—due to packaging that did not effectively convey their intended image. Through observation and interview methods, this community service (PkM) activity explored the concept of creative packaging, highlighting the crucial role of branding in marketing. Creative packaging not only provides a strong identity for products but also serves as a direct communication channel between producers and consumers. This PkM activity was carried out from March 1 to August 31, 2024, by a team of five lecturers from the Marketing Management Study Program, Bandung State Polytechnic, and successfully implemented rebranding of the packaging, focusing on visual design and colors relevant to the products. This study discusses the importance of visual elements and specific color choices in creative packaging to attract consumer interest and increase product appeal. === Dari tahun 2021, GEMI cukup dikenal sebagai komunitas yang peduli lingkungan di sebagian masyarakat Cimahi, Jawa Barat. Namun, GEMI menemukan tantangan ketika menjual produk hasil budi daya lele dan pengolahan magot karena faktor kemasan yang belum membentuk citranya dengan maksimal. Dengan metode observasi dan wawancara, kegiatan PkM ini dapat menentukan konsep kemasan seperti branding di kemasan memiliki peran krusial dalam dunia pemasaran karena mampu memberikan identitas yang kuat pada suatu produk. Kemasan yang dirancang dengan elemen branding yang khas tidak hanya memudahkan konsumen mengenali merek, tetapi juga menjadi saluran komunikasi langsung antara mitra dan pelanggan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan dari 1 Maret hingga 31 Agustus 2024 oleh lima orang tim dosen dari Program Studi Manajemen Pemasaran, Politeknik Negeri Bandung dan telah berhasil melakukan re-branding kemasan dalam hal visual dan warna yang relevan dengan produknya. Studi ini membahas aspek-aspek visual seperti apa yang penting untuk dipertimbangkan pada produk GEMI hingga warna tertentu yang bisa memicu minat konsumen untuk membeli produknya.
Introduksi dan Pelatihan Pembuatan Probiotik RABAL bagi Warga Desa Lakanmau, Belu, NTT Vertygo, Stormy; Mesak, Dedy Dorens; Pegalewu, Zefania Indriani; Pahnael, Geti Marince; Sabuna, Cytske
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 1 (2025): 2025: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.14751

Abstract

The majority of Lakanmau villagers, Lasiolat sub-district, Belu regency, East Nusa Tenggara province, works as farmer-livestock breeders. In developing their livestock commodities, the community still provides feed without any further processing. If processed, it is done by cooking, which is less effective in terms of time, effort, and resources. The community service activities carried out by the Animal Feed Technology study program, Animal Husbandry Department, Kupang State Agricultural Polytechnic in this village involved the introduction and production of RABAL probiotics. Probiotics contain live microorganisms (usually fermentative) whose consumption can improve livestock health by enhancing or maintaining normal microflora balance in their digestive tract. The activities began with counseling, followed by a demonstration plot, hands-on practice by the villagers, and concluded with an evaluation. The results showed that the villagers understood the production of these probiotics both conceptually and practically. However, to increase their independence and consistency, longerterm assistance is needed. === Masyarakat Desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki mayoritas mata pencaharian sebagai petani-peternak. Dalam mengembangkan komoditas peternakannya, masyarakat masih memberikan pakan tanpa adanya pengolahan lebih lanjut terlebih dahulu. Apabila diolah, dilakukan dengan cara dimasak yang kurang efektif dari segi waktu, tenaga dan sumber daya. Kegiatan pengabdian dilakukan oleh program studi Teknologi Pakan Ternak, jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang yang bertempat di desa ini terkait introduksi dan pembuatan probiotik RABAL. Probiotik mengandung mikroorganisme hidup (umumnya bersifat fermentatif) yang pengonsumsiannya dapat meningkatkan kesehatan ternak dengan memperbaiki atau mempertahankan keseimbangan mikroflora normal dalam saluran pencernaannya. Kegiatan diawali dengan penyuluhan, kemudian diikuti dengan demplot, unjuk kerja oleh warga dan diakhiri dengan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga telah memahami pembuatan probiotik ini baik secara konsep maupun secara praktis. Akan tetapi, untuk meningkatkan kemandirian dan konsistensi mereka, maka diperlukan pendampingan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Muda dan Bebas dari Korupsi: Pemahaman Anti-korupsi di Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri, Kota Batam Winson, Winson; Luish, Jhuandro; Richard, Richard; Shakespeare, Richard
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 2 (2025): 2025: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.15534

Abstract

Corruption has become an endemic problem in Indonesia. Numerous high-profile cases resulting in trillions of rupiah in losses have made the term familiar to the public. Despite clear legal definitions outlined in UU No. 31 of 1999, corruption persists, particularly in sectors like mining. The repercussions extend beyond financial losses, damaging social structures, and the environment. Just like cancer, corruption erodes the very foundations of the nation, threatening its economy and social justice. In an effort to foster social awareness, students from the Universitas Internasional Batam have conducted community service at the Al-Jufri Orphanage Sekupang, Batam City. The activity was held on April 28, 2024, involving 56 participants and included three main activities: anti-corruption education, educational games, and decorating a reading corner.. This activity aims to make positive contribution to the surrounding community, especially to the children. he students have implemented an anti-corruption education program for the orphans. Serving as both educators and observers, the students have noted a high level of enthusiasm and a growing understanding of the dangers of corruption among the children. === Korupsi telah menjadi masalah endemik di Indonesia. Istilah tersebut telah akrab di kalangan masyarakat, terutama dengan adanya kasus besar yang merugikan negara yang dapat mencapai triliunan rupiah. UU Nomor 31 Tahun 1999 telah memberikan definisi yang jelas tentang korupsi, tetapi praktik ini terus merajalela, khususnya di sektor pertambangan. Dampak korupsi bukan hanya sebatas kerugian finansial, melainkan juga merusak tatanan sosial dan lingkungan. Ibarat sel kanker, korupsi menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, dan mengancam fondasi ekonomi. Dalam rangka menumbuhkan kepedulian sosial, mahasiswa Universitas Internasional Batam menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Istana Yatim Al-Jufri, Sekupang, Kota Batam. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 April 2024 dengan melibatkan 56 orang dan mencakup tiga bentuk kegiatan utama, yaitu edukasi antikorupsi, permainan edukatif, serta dekorasi pojok baca. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak. Sebagai upaya menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB) telah melaksanakan sosialisasi Gerakan Anti Korupsi kepada anak-anak panti asuhan dengan mendidik. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa sebagai penyuluh dan pengamat untuk mengamati respons peserta. Hasilnya, anak-anak menunjukkan antusiasme dan pemahaman mengenai bahaya korupsi.
Diskusi Kelompok Menjawab Tantangan Pengelolaan Museum dalam Perspektif Museum Modern Bersama Badan Keahlian DPR RI Puspasari, Shinta; Adesta , Erry Juilan T.; Alie, Marzuki
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 2 (2025): 2025: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.16192

Abstract

Traditional museums need to transform into modern museums to optimize their tasks and functions not only for educational purposes but also for tourism. The problems faced by museums in Indonesia today need to be discussed to find solutions that answer the challenges of museum management from a modern museum perspective. The DPR RI expert body as a partner in collaboration with Universitas Indo Global Mandiri initiated and facilitated group discussions by inviting various museum managers in Palembang. The discussion began with the presentation of material related to the problems and challenges faced by museums in the digital era and continued with a discussion session. The results of the group discussion activities concluded that it is imperative for museums to transform into modern museums by adopting digital technology to answer museum problems and challenges by optimizing the management of collections, human resources, facilities, and museum services through the use of Information and Communication Technology (ICT). The challenge of presenting museums as educational and tourist destinations is expected to be answered by presenting digital technology-based innovations that will make museum collections seem alive, presenting imagination for visitors so that they can better understand the historical and cultural values ​​​​of museum collections in Indonesia. === Museum tradisional perlu bertansformasi menjadi museum modern untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi nya tidak hanya untuk tujuan edukasi juga wisata. Permasalahan yang dihadapi museum di Indonesia saat ini perlu didiskusikan untuk mencari solusi yang menjawab tantangan pengelolaan museum dalam perspektif museum modern. Badan keahlian DPR RI sebagai mitra bekerjasama dengan Universitas Indo Global Mandiri menginisiasi dan memfasilitas diskusi kelompok dengan mengundang berbagai pengelola museum di Palembang. Diskusi diawali dengan pemaparan materi terkait permasalahan dan tantangan yang dihadapi museum di era digital dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Hasil kegiatan diskusi kelompok disimpulkan bahwa mutlak bagi museum untuk bertransformasi menjadi museum modern dengan mengadopsi teknologi digital untuk menjawab permasalahan dan tantangan museum dengan mengoptimalisasi pengelolaan koleksi, SDM, fasilitas, dan layanan museum lewat pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Tantangan untuk menghadirkan museum sebagai tujuan edukasi sekaligus wisata diharapkan dapat terjawab dengan menghadirkan inovasi berbasis teknologi digital yang akan membuat koleksi museum menjadi seakan hidup menghadirkan imajinasi bagi pengunjung sehingga dapat lebih memaknai nilai sejarah dan budaya yang dimiliki oleh koleksi museum di Indonesia.
Penguatan Narasi Atraksi Wisata dan Kapasitas Pemandu Lokal di Kampung Wisata Sosromenduran, Yogyakarta Yusuf, Mohamad; Raharjana, Destha Titi; Aji, Khusnul Bayu
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 2 (2025): 2025: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.18212

Abstract

The community development activities conducted by the Center for Tourism Studies at Gadjah Mada University (UGM) in 2024 took place in Sosromenduran Tourism Village, located in Gedongtengen Subdistrict, Yogyakarta. This tourism village, situated in the heart of Yogyakarta near Malioboro, possesses diverse potential and attractions that can be further developed to enhance the overall visitor experience in Yogyakarta. The primary objective of this initiative is to improve the capacity of tourism managers, particularly in strengthening the narrative of tourism attractions, which is implemented through the development of storytelling techniques outlined in a guidebook. The approach employed in this program is known as Participatory Action Research (PAR), which involves a collaborative and action-oriented research. In practice, PAR is carried out through several methods, including tourism discussions/dialogues (sarasehan), field observations, and in-depth interviews. The outcomes of this community engagement effort include the development of narratives for seven neighborhoods (kampungs) within Sosromenduran Village. Each neighborhood is identified by its unique identity and complementary tourism products. Another significant output is the creation of a guidebook designed to serve as a reference for local guides in Sosromenduran Tourism Village to introduce its attractions to visitors. Additionally, this guidebook is supplemented with thematic maps illustrating the distribution of tourism attractions across the seven neighborhoods in Sosromenduran Tourism Village. === Kegiatan desa binaan yang dilaksanakan Pusat Studi Pariwisata UGM tahun 2024 dilaksanakan di kampung wisata Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Yogyakarta. Kampung wisata yang terletak di pusat kota Yogyakarta yaitu Malioboro memiliki beragam potensi dan atraksi yang dapat ditingkatkan melengkapi pengalaman wisatawan selama di Yogyakarta. Secara umum, tujuan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas pengelola wisata, khususnya dibidang penguatan narasi atraksi wisata yang dikemas dalam pengembangan storytelling yang diwujudkan dalam guidebook. Pendekatan yang dipergunakan adalah melalui Participatory Action Research (PAR) atau yang lebih dikenal dengan kaji tindak. Dalam praktiknya, PAR ini diwujudkan melalui beberapa metode, seperti diskusi/sarasehan pariwisata, pengamatan lapangan (observasi), dan indepth-interview. Hasilnya, pendampingan ini mampu menghasilkan narasi dari tujuh kampung yang melingkupi Kelurahan Sosromenduran. Masing-masing kampung memiliki identitas dan produk wisata yang saling melengkapi. Hasil lainnya berupa guidebook dapat dihasilkan untuk menjadi pegangan bagi pemandu lokal dari kampung wisata Sosromenduran untuk mengenalkan daya tariknya kepada wisatawan. Dan, dilengkapi dengan peta tematik sebaran daya tarik wisata di tujuh kampung yang berada di kamwis Sosromenduran.
Pelatihan Desain T’shirt Bertema Stop bullying Untuk Peserta Didik SD-SMU di Denpasar-Bali Kumala Dewi, Alit; Krisna Ari, Ida Ayu Dwita; Nuriarta, I Wayan
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 2 (2025): 2025: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.19320

Abstract

Bullying khususnya di lingkungan sekolah merupakan masalah serius yang dapat berdampak negatif pada mental dan fisik peserta didik. Kampanye terkait bullying dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan menarik, salah satunya dengan pelatihan desain t’shirt digital printing bertema stop bullying. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga melibatkan peserta didik secara aktif dalam upaya pencegahan bullying, sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Peserta didik akan dibimbing untuk berkreativitas, bebas berekspresi dan berimajinasi, merepresentasikan ungkapan penolakan bullying dalam bentuk desain t’shirt. Kegiatan pelatihan menggunakan metode service learning dengan pendekatan partisipatif, tahapan dari service learning meliputi investigation, preparation, action, reflection, dan demonstration. Hasil dari kegiatan pelatihan dapat mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta membangun karakter yang kuat (character building) bagi peserta didik penerus bangsa. Melalui desain, sebagai sarana kreatif, peserta didik menjadi makin terampil dalam mengekspresikan diri, solutif dalam melihat dan menyikapi fenomena dan isu-isu sosial (bullying) yang berdampak buruk dalam lingkungan sekolah.
Optimalisasi Lembaga Masyarakat dan Kelompok Disabilitas Desa Wonomerto dalam Peningkatan Nilai Ekonomis “Meronce” melalui Kolaborasi dengan Universitas Ongkowijoyo, Margareth; Septania, Tamara; Yulianto, Jony Eko
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 8 No 2 (2025): 2025: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.19870

Abstract

Wonomerto Village is home to several groups of people with disabilities who face challenges in securing a steady income. However, these groups possess valuable skills in crocheting, knitting, and baking, which they acquired through community empowerment programs facilitated by various universities in the previous year. Recognizing this potential, the 2024 PPK Ormawa program aims to support these individuals by developing a sustainable handicraft business to enhance the community’s economic capacity. From July to October 2024, a dedicated team of university students and lecturers will collaborate with community members to provide comprehensive crochet training, covering everything from production techniques to effective marketing strategies. This program is designed not only to enhance technical skills but also to foster essential soft skills such as teamwork, creativity, and entrepreneurship. By the end of the training, participants will have the opportunity to showcase their crafted goods and apply learned marketing tactics. Initial evaluations indicate that participants are gaining confidence and are better equipped to identify potential business opportunities within the arts and crafts sector. By employing a participatory and community-focused approach, the crochet training initiative is significantly raising awareness and building the capacity of the Wonomerto Village community to leverage its local talents. This initiative not only empowers individuals but also promotes economic growth and sustainability within the village. === Desa Wonomerto memiliki sejumlah kelompok masyarakat penyandang disabilitas yang belum memiliki penghasilan tetap. Namun demikian, kelompok ini memiliki berbagai keterampilan dasar, seperti meronce, merajut, dan membuat kue, yang didapatkan dari beberapa program pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan oleh kampus-kampus lain pada tahun sebelumnya. Sebagai bagian dari program PPK Ormawa 2024, kami menindaklanjuti potensi tersebut dengan berkolaborasi mengembangkan potensi bisnis kerajinan tangan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi warga. Selama 4 bulan (Juli—Oktober 2024), tim mahasiswa dan dosen universitas bekerja sama dengan kelompok masyarakat melaksanakan pelatihan meronce, dari latihan produksi hingga pemasaran. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pengembangan softskills seperti kerja sama tim, kreativitas, dan kewirausahaan. Di akhir pelatihan ini, para peserta mendemonstrasikan keterampilan mereka dalam memasarkan hasil karya kerajinan. Hasil post-test menunjukkan bahwa warga juga menjadi lebih positif dan mampu mengenali peluang bisnis seni dan kerajinan. Melalui pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas, pelatihan meronce berhasil meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat Desa Wonomerto dalam memanfaatkan potensi lokal yang dimilikinya.