cover
Contact Name
Tjahjono Prasodjo,
Contact Email
jurnal.fib@ugm.ac.id
Phone
+62274-513096
Journal Mail Official
baktibudaya.fib@ugm.ac.id
Editorial Address
Poerbatjaraka Building 2nd Floor, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada Sosiohumaniora St. No.3, Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta, 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26559846     DOI : https://doi.org/10.22146
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat [BB] bertujuan untuk menerbitkan naskah hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Tulisan yang dimuat berupa analisis temuan atau refleksi kegiatan PkM yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, metode, sasaran PkM, hasil luaran PkM, dan refleksi kegiatan, tetapi juga aspek-aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan. Cakupan BB adalah naskah luaran kegiatan PkM dengan tema kajian budaya dalam perspektif Indonesia.
Articles 82 Documents
Membangun Kehidupan Toleransi Beragama dalam Komunitas Pelayanan Dialog Antaragama St. Ignasius Loyola dalam wilayah Paroki Kepanjen, Malang Effendi, Yulius Rustan
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 2 (2023): 2023: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6337

Abstract

Empowerment of awareness and the meaning of life of religious tolerance is a very important activity to be given to the community. The aim is to develop broad insights and understanding, to form tolerant behavior that is shown through concrete actions that support the creation of a safe, peaceful, harmonious life in an integrative society based on multiculturalism values. This tolerant life empowerment activity is a real effort to overcome various forms of conflict due to intolerance in society. Therefore, it is necessary to carry out community empowerment activities in the community of inter-religious dialogue services to build awareness of living as a tolerant nation and state. The method used in this community service activity is the socialization of empowerment (lectures) and simulations (dialogue/fraternal sharing and real action) guided by the speakers. The subjects in this empowerment activity are the people who join the Inter-religious Dialogue Service Community, especially the Inter-religious Dialogue Service Community of St. Ignasius Loyola in the Kepanjen Parish area, Malang, with a total of 80 participants. This activity was carried out for six (6) months, from May to October 2022. As a result of this empowerment of religious tolerance, the community has broad knowledge and understanding regarding the importance of a safe and harmonious life, and is able to build an open and adaptive culture of religious tolerance. === Kegiatan pemberdayaan kesadaran dan pemaknaan kehidupan toleransi beragama merupakan kegiatan yang sangat penting untuk diberikan kepada umat/masyarakat. Tujuannya adalah mengembangkan wawasan pengetahuan dan pemahaman yang luas, membentuk perilaku yang toleran yang ditunjukkan melalui aksi nyata yang mendukung terciptanya kehidupan yang aman, damai, dan harmonis dalam masyarakat yang integratif berbasis nilai-nilai multikulturalisme. Kegiatan pemberdayaan kehidupan yang toleran ini merupakan upaya nyata untuk mengatasi berbagai bentuk konflik akibat sikap intoleransi di masyarakat. Karena itu, perlu dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam komunitas pelayanan dialog antaragama untuk membangun kesadaran hidup berbangsa dan bernegara yang toleran. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sosialisasi pemberdayaan (ceramah) dan simulasi (dialog/ sharing persaudaraan dan aksi nyata) yang dipandu oleh pemateri. Subjek dalam kegiatan pemberdayaan ini adalah masyarakat yang bergabung dalam Komunitas Pelayanan Dialog Antaragama, khususnya Komunitas Pelayanan Dialog Antaragama St. Ignasius Loyola dalam wilayah Paroki Kepanjen, Malang yang berjumlah 80 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan selama enam bulan, yaitu pada bulan Mei sampai Oktober 2022. Hasil kegiatan pemberdayaan hidup.
Pemetaan Kemampuan Berbicara Bahasa Korea Para Instruktur LPK Bahasa Korea melalui Pra-Penilaian dengan Rekaman Audio Rosyadi, Alfiana Amrin; Laksita, Ersta Bunga
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 7 No 1 (2024): 2024: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6351

Abstract

A continuous training of trainers (ToT) of Korean language who teach in Training Institutions has been conducted by Korean Language and Culture Program Studies since 2019. This training was a cooperation with the Association of Korean Language Training Institutions or well known as PELBAKORI. In the past training, Korean language ability mapping using pre-assessment of trainers has not been done. Therefore, Korean speaking ability mapping was conducted by examining the pronunciations and skill of understanding and answering of questions. To collect data, we used the recording, and those recordings that were sent before the training program were analyzed and classified into each type of error. In the future, this collected data can be a reference for designing books for trainers and also be data for future research related to Korean Language Trainers. === Pelatihan kepada para instruktur bahasa Korea di lembaga pelatihan kerja (LPK) diadakan secara berkelanjutan oleh Prodi Bahasa dan Kebudayaan Korea, Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Korea di Indonesia (PELBAKORI). Di pelatihan-pelatihan sebelumnya, pemetaan kemampuan peserta pelatihan tidak dilakukan sehingga prodi tidak tahu sejauh mana kemampuan bahasa Korea para instruktur. Oleh karena itu, pemetaan kemampuan berbicara dilakukan dengan cara menguji pelafalan dan kemampuan memahami dan menjawab pertanyaan. Untuk mengumpulkan data tersebut, peserta pelatihan diminta mengirimkan rekaman. Rekaman kemudian dianalisis untuk menjadi bahan acuan tim dalam melaksanakan pelatihan. Ke depan, data ini bisa jadi data untuk pengembangan buku atau penelitian tentang kemampuan bahasa Korea instruktur.
Sosialisasi Edukasi Reproduksi Wanita Berbasis Sains Teknologi Islam melalui e-Modul di Desa Sentul Meishanti, Ospa Pea Yuanita; Putra, Ino Angga; Shobirin, Mochammad Syafiuddin; Widianti, Arina; Annas, Farhani
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 2 (2023): 2023: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6776

Abstract

The people of Sentul village, especially women and teenagers, still do not really understand the problems related to women including the solutions, so the service team conducts counseling about the female reproductive system based on Islamic technology to provide knowledge, understanding, concern for and the importance of maintaining the reproductive system in women, also providing education about the development of the reproductive system in women based on Islamic science technology. The implementation method is preparation, namely making products, implementing education in the form of socialization and practice of using e-modules, evaluating implementation by providing an implementation framework and product results in the form of e-modules and analysis of sustainable programs that develop community service implementation programs in Tembelang District. The results of the program evaluation show that the education provided can increase knowledge about the importance of female reproduction, technological developments and Islam. The output product produced by the community service team is an e-module for the female reproductive system based on Islamic science and technology which can be accessed anywhere. === Ibu-ibu dan remaja Desa Sentul, Kecamatan Tambelang belum memahami problematika yang terkait dengan kewanitaan dan solusinya sehingga tim pengabdian kepada masyarakat melakukan edukasi tentang sistem reproduksi wanita berbasis sains teknologi Islam untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, kepedulian dan pentingnya menjaga sistem reproduksi pada wanita, serta memberikan edukasi perkembangan sistem reproduksi kepada wanita. Tahapan pelaksanaan melalui metode persiapan, pelaksanaan, dan hasil, yakni (1) tahap persiapan: penyusunan produk; (2) pelaksanaan berupa sosialisasi edukasi praktik penggunaan; (3) tahap hasil berupa evaluasi pelaksanaan dengan memberikan angket pelaksanaan maupun hasil produk berupa e-modul dan analisis berkelanjutan program yang merupakan pengembangan program pelaksanaan pengabdian di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang. Hasil evaluasi program menunjukkan bahwa dengan adanya edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan akan pentingnya reproduksi wanita, perkembangan teknologi, dan segi keagamaan. Luaran produk yang dihasilkan tim pengabdian masyarakat ini berupa e-modul sistem sistem reproduksi wanita berbasis sains teknologi Islam yang dapat diakses di mana saja.
Klinik Pertanahan Desa sebagai Prasyarat Mengentaskan Permasalahan Pertanahan dan Meningkatkan Budaya Partisipasi Masyarakat Junarto, Rohmat; Mujiburohman, Dian Aries; Supadno, Supadno
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 2 (2023): 2023: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6803

Abstract

The prevalence of land and space concerns presents considerable hurdles in giving information and awareness of their management to village society. Land clinics are one of the activities that provide land services to help local people handle land issues. It is intended that the information transfer supplied would be able to enhance public understanding about the issues that face communities, such as strong institutional and political bureaucratic elements, regional geographic diversity, and community educational background. This article provides the findings of qualitative research conducted in Bejiharjo Village (Kalurahan), with data collected through the focus group discussion (fgd) technique and interviews with locals who had land issues. The debate centered on presenting the range of regional possibilities worth developing, while interviews were utilized to pose concerns concerning land and space issues. The findings suggest that advising on regional potential and solving village-based land concerns may empower society, improve land services, and satisfy community land security needs. However, standardized land service demands, ease of bureaucracy in each institution, and government political commitment to help residents are the keys to social success. === Permasalahan keterbatasan tanah (lahan) dan ruang menimbulkan tantangan besar dalam menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat pedesaan mengenai pengelolaannya. Klinik pertanahan adalah suatu bentuk inisiatif berbasis masyarakat yang bertujuan untuk menawarkan layanan pertanahan untuk membantu individu lokal dalam mengelola permasalahan pertanahan secara efektif. Tujuan pemberian transfer informasi melalui klinik pertanahan adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk faktor-faktor seperti kuatnya komponen kelembagaan dan birokrasi politik, dan latar belakang pendidikan masyarakat. Artikel ini menyajikan hasil penelitian kualitatif yang dilakukan di Desa (Kalurahan) Bejiharjo dengan metode focus group discussion dan wawancara terhadap masyarakat yang terkena dampak permasalahan lahan. Fokus perdebatan berkisar pada pemaparan tentang potensi atau peluang regional yang perlu ditelusuri. Selain itu, wawancara juga dilakukan untuk mengatasi permasalahan terkait tanah dan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan tentang keberagaman potensi daerah dan memberikan solusi permasalahan pertanahan di tingkat desa dapat berkontribusi terhadap community empowerment, memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kantor pertanahan, dan memberikan jaminan atas keamanan tanah masyarakat. Faktor-faktor penting untuk mencapai keberhasilan sosial mencakup penyelarasan persyaratan layanan pertanahan, penyederhanaan proses birokrasi di dalam lembaga, dan komitmen pemerintah untuk mendukung penduduk di wilayah tersebut.
Pelatihan Penulisan Kreatif Teks Eksplanasi dengan Model Picture and Picture di SMP Negeri Tublopo Melalui Gerakan Literasi Sekolah Rejo, Uman; Siki, Ferdinandus
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 2 (2023): 2023: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.6805

Abstract

The main purpose of this activity is to provide understanding, deepening of the discussion, and training to students of Tublopo State Junior High School in South Bikomi district of North Central Timor district in creative writing of explantation text effectively using picture and picture model through Gerakan Literasi Sekolah (GLS). This activity was held for 4 days, namely November 26, 2020, December 2, 2020, and December 11-12, 2020 in accordance with the schedule of implementation that has been set with partner teachers at Tublopo State Junior High School. This activity was attended by 15 students. There are 3 stages in this activity. In the preparatory stage, the team conducted observations to the school and communicated with the principal and teachers of Bahasa Indonesia subjects in this school. The second stage, the implementation stage in the form of the introduction and application of picture and picture models in the creative writing of explantation text that will be used by students. The third stage, evaluation of the implementation of activities that have been carried out based on the achievements that have been produced. Based on the activities that have been carried out, students are increasingly interested and skilled to produce creative explantation texts, especially those related to events or phenomena about nature, society, and culture. The model used was judged by students to be more effective and efficient. Although in its implementation, many obstacles are found. These constraints were found, particularly in writing language skills, grammar, and specific characteristics of explantation text. === Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman, pendalaman diskusi, dan pelatihan kepada siswa SMP Negeri Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara dalam penulisan kreatif teks eksplanasi secara efektif dengan model gambar dan gambar melalui Gerakan Literasi. Sekolah (GLS). Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari, yaitu 26 November 2020, 2 Desember 2020, dan 11—12 Desember 2020 sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan bersama guru mitra di SMP Negeri Tublopo. Kegiatan ini diikuti oleh 15 siswa. Ada 3 tahapan dalam kegiatan ini. Pada tahap persiapan, tim melakukan observasi ke sekolah dan berkomunikasi dengan kepala sekolah dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah ini. Tahap kedua, tahap implementasi berupa pengenalan dan penerapan model gambar dan gambar dalam penulisan kreatif teks eksplanasi yang akan digunakan oleh siswa. Tahap ketiga, evaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan berdasarkan capaian yang telah dihasilkan. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, siswa semakin tertarik dan terampil untuk menghasilkan teks eksplanasi kreatif, khususnya yang berkaitan dengan peristiwa atau fenomena tentang alam, masyarakat, dan budaya. Model yang digunakan dinilai oleh siswa lebih efektif dan efisien. Meski dalam pelaksanaannya banyak ditemukan kendala. Kendala-kendala tersebut ditemukan, terutama dalam keterampilan menulis bahasa, tata bahasa, dan ciri-ciri khusus teks eksplanasi.
Bumiayu dan Daya Tariknya dalam Karya Tulis Siswa-siswi SMA Muhammadiyah Bumiayu Roselani, Ni Gusti Ayu; Sutrisno, Adi; Hardjanto, Tofan Dwi; Sembodo, Thomas Joko Priyo
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 2 (2023): 2023: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.7766

Abstract

High school is an important period for the development of one's personality. Positive or negative influences can easily be absorbed by teenagers at that age. This is considered a good opportunity for the PkM team of the English Study Program, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada to share knowledge with the students of SMA Muhammadiyah Bumiayu. With a mentoring approach (online & offline), the team invited the high school students to learn to write descriptive feature stories centered on the topic of tourist attractions around the Bumiayu District and the traditional culinary specialties of the area. The writings produced by the assisted students show good success from the mentoring system applied, but there are still some linguistic and organizational problems that need to be improved. === Masa SMA adalah suatu periode penting bagi perkembangan kepribadian seseorang. Pengaruh positif ataupun negatif dengan mudah dapat diserap oleh remaja di usia tersebut. Hal ini dianggap sebagai kesempatan baik bagi tim PkM Program Studi (Prodi) Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada untuk berbagi ilmu kepada siswa-siswa SMA Muhammadiyah Bumiayu. Dengan pendekatan pendampingan/mentoring dan sistem bauran (tatap muka online & tatap muka langsung), tim mengajak siswa-siswi SMA tersebut untuk belajar menulis cerita fitur yang bersifat deskriptif yang berpusat pada topik tempat wisata di sekitar wilayah Kecamatan Bumiayu dan kuliner tradisional khas daerah tersebut. Tulisan yang dihasilkan oleh siswa dampingan menunjukkan keberhasilan yang baik dari sistem mentoring yang diterapkan. Akan tetapi, masih terdapat beberapa masalah kebahasaan dan pengorganisasian yang harus diperbaiki.
Once upon a Time in Loano, Purworejo: Mengasah Ketrampilan Berbicara dalam Bahasa Inggris dengan Storytelling Zahroh, Adiba Qonita; Moehkardi, Rio Rini Diah; Hanidar, Sharifah; Alvanita, Alvanita
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 6 No 2 (2023): 2023: Edisi 2
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.7770

Abstract

The Community Service Team of the English Studies Programme, Universitas Gadjah Mada, organised a programme at SMA 5 Purworejo, with the theme ‘Developing Speaking Skills through Storytelling.’ This programme was designed in response to a request from the teachers and the Principal of the SMAN 5 Purworejo, who considered that the students urgently need assistance in improving the students' English-speaking proficiency. This year's programme was conducted using a hybrid approach (online and offline). The programme focused on using folklore as a means to develop students’ speaking competence. As an initial step, the team provided the students with theoretical frameworks on language features, particularly those pertaining to English speaking skills. In the subsequent phase, the team assisted the students in applying the previously discussed language theories in two tutorial sessions. The students enthusiastically and actively participated in the tutoring sessions. They succeeded in applying the theories introduced to them. After that, the students were evaluated based on their performance. All evaluation components indicated that the students achieved above-average scores. === Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi Sastra Inggris Universitas Gadjah Mada telah menyelenggarakan program di SMA Negeri 5 Purworejo, dengan tema ‘Mengembangkan Keterampilan Berbicara Melalui Storytelling.’ Program ini dirancang untuk menjawab permintaan dari para guru dan kepala sekolah SMA Negeri 5 Purworejo, yang menilai bahwa siswa mereka sangat membutuhkan bantuan dalam meningkatkan kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris. Program tahun ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan bauran (daring dan luring) yang berfokus pada penggunaan cerita rakyat sebagai sarana untuk mengembangkan kompetensi berbicara siswa. Sebagai langkah awal, tim membekali para siswa dengan kerangka teori tentang fitur kebahasaan, terutama yang berkaitan dengan keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris. Pada tahap selanjutnya, tim PkM mendampingi siswa dalam menerapkan teori-teori bahasa yang telah dibahas sebelumnya dalam dua sesi tutorial. Para siswa sangat antusias dan aktif berpartisipasi dalam sesi bimbingan. Mereka berhasil menerapkan teori-teori yang diperkenalkan kepada mereka. Setelah itu, siswa dievaluasi berdasarkan kinerja mereka. Semua komponen evaluasi menunjukkan bahwa siswa mencapai nilai di atas rata-rata.
Pelatihan Tour Planner Pengelola Desa Wisata YTR Ohoi Letman sebagai Upaya Pengembangan Paket Wisata Terintegrasi Betaubun, Kamilius D.; Abdullah, Rahmat
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 7 No 1 (2024): 2024: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.7941

Abstract

Along with the current development of tourist villages , the YTR Ohoi Letman tourist village should have tour planners that are able to integrate its tourist attractions and tourist facilities into tour packages. Nowadays in actual fact, this tourist village has not had a tour planner. For this reason, we took initiative to conduct education and training to share the knowledge and skills about how to become a tour planner for the members of POKDARWIS. Lectures are used as an education method using the Contextul Teaching and Learning model, where the material explained is related to the current situation in the travel industries. And for training sesson, is used method of Small Group Discussion where the presenter makes a task plan, then discussed by the participants and presented at the same time. In general, the education and training has run succesfully where the members of POKDARWIS seemed very enthusiastic and interactive and they were able to plan, calculate and arrange the tour packages. There are two ready made tour packages are produced during the event, they are YTR Ohoi Letman Exotic Tours 3Days/2Nights and YTR Ohoi Letman Explore Nature Tourism 3 Days 2 Nights. === Sebagai desa wisata berkembang, desa wisata YTR Ohoi Letman seharusnya memiliki tour planner yang mampu mengintegrasikan atraksi dan fasilitas wisata yang dimiliki dalam bentuk paket wisata. Faktanya, sampai saat ini, desa wisata tersebut belum memiliki tour planner. Untuk itu, kami berinisiatif untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan guna membentuk pengetahuan dan keterampilan para POKDARWIS untuk menjadi tour planner. Ceramah dipakai sebagai metode penyuluhan dengan model Contextul Teaching and Learning. Materi yang dijelaskan dikaitkan dengan situasi industri perjalanan wisata, sedangkan dalam pelatihan, metode yang dipakai ialah Small Group Discussion. Pemateri membuat rancangan tugas dan didiskusikan oleh peserta sekaligus dipresentasikan. Secara umum, penyuluhan dan pelatihan berjalan lancar. Para POKDARWIS terlihat sangat antusias dan interaktif serta mampu merencanakan, menghitung, dan meyusun paket wisata. Terdapat 2 paket wisata ready made tour yang dihasilkan, yaitu YTR Eksotik Tours dan Explore Wisata Alam YTR Ohoi Letman 3 Hari 2 Malam.
Budidaya Mangrove Pada Kawasan Desa Mandiri PT Vale Indonesia Tbk Hasanuddin, Hasanuddin; Sukiman, Sukiman; Suyanto, Moh. Afan; Nur, Rafika
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 7 No 1 (2024): 2024: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.8836

Abstract

The research objective of this community service is to undertake the rehabilitation, cultivation, seedling provision, planting, maintenance, and replanting of mangroves in the development program for the independent village area. The service is carried out through various stages, starting with monitoring and surveying of locations related to mangrove seedling, planting, and maintenance processes supported by PT Vale Indonesia Tbk. The results of this community service are reflected in the planting and maintenance of mangroves in coastal areas which is important in preserving ecosystems that are easily damaged. Planning is based on field surveys at carefully selected locations, prioritizing the preservation of rural areas. The fishing community plays a role in the seeding, planting and maintenance process which is supported by the village government and the company. Planting is adjusted to environmental conditions, with various types of mangroves for certain zones. The maintenance program involves empowered groups of fishermen, focusing on optimal growth and sustainability of the ecosystem. Maintenance steps include replanting, fencing and managing wild vegetation. Thus, planned and sustainable mangrove planting and maintenance involves community participation to protect coastal ecosystems from damage. === Tujuan penelitian dari pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk melakukan proses perencanaan, pembibitan dan pengadaan bibit, penananam, pemeliharaan, serta penyulaman mangrove dalam program pengembangan kawasan desa mandiri. Pengabdian dilaksanakan dengan berbagai tahapan, yaitu dimulai dari pemantauan dan survei terhadap lokasi terkait dengan proses pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan mangrove yang didukung oleh PT Vale Indonesia Tbk. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini tecermin pada penanaman dan pemeliharaan mangrove di wilayah pesisir menjadi penting dalam pelestarian ekosistem yang mudah mengalami kerusakan. Perencanaan berdasarkan survei lapangan pada lokasi yang dipilih dengan hati-hati memprioritaskan pelestarian wilayah perdesaan. Masyarakat nelayan berperan dalam proses pembibitan, penanaman, dan pemeliharaan yang didukung oleh pemerintah desa dan perusahaan. Penanaman disesuaikan dengan kondisi lingkungan, dengan berbagai jenis mangrove untuk zona tertentu. Program pemeliharaan melibatkan kelompok nelayan yang diberdayakan serta fokus pada pertumbuhan optimal dan keberlanjutan ekosistem. Langkah-langkah pemeliharaan meliputi penyulaman, pemagaran, dan pengelolaan vegetasi liar. Dengan demikian, penanaman dan pemeliharaan mangrove yang terencana dan berkelanjutan melibatkan partisipasi masyarakat untuk melindungi ekosistem pesisir dari kerusakan.
Penguatan Teknologi Sektor Pertanian, Kesehatan, dan Sosial Budaya di Desa Madurejo dan Desa Sumberharjo Astuti, Wulan Tri; Wati, Anas Ardiana; Fadila, Alma Rizki; Verisandri, Aufa Lufhf Ambar
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada masyarakat Vol 7 No 1 (2024): 2024: Edisi 1
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bakti.9456

Abstract

Madurejo and Sumberharjo Village are located in Prambanan District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. These villages have potential in the agricultural sector supported by the extent of paddy fields. Viewed from the sociocultural sector, Madurejo and Sumberharjo Village have tourism appeal that can be developed to attract tourists. The community service team also realized the need to improve health facilities to support the health quality of residents. To maximize village potential and human resources, various programs have been implemented to strengthen technology in the agricultural, health, and socio-cultural sectors. These programs include food innovation, solar panel and hydroponic installation, waste management, health checks, agro-tourism festivals, campus expo, marketing training, and website creation. This program has been carried out in accordance with its objectives although it has not been free from various obstacles. === Desa Madurejo dan Desa Sumberharjo terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua desa memiliki potensi dalam sektor pertanian yang didukung dengan luasnya lahan persawahan. Dilihat dari sektor sosial-budaya, kawasan Desa Madurejo dan Sumberharjo memiliki daya tarik pariwisata sehingga dapat dikembangkan untuk menarik wisatawan. Tim pengabdian masyarakat juga menyadari perlunya peningkatan fasilitas kesehatan untuk menunjang kualitas kesehatan warga. Dalam upaya memaksimalkan potensi desa dan sumber daya manusia, dilaksanakan berbagai program dengan tujuan penguatan teknologi di sektor pertanian, kesehatan, dan sosial-budaya. Berbagai program tersebut antara lain adalah inovasi pangan, instalasi panel surya dan hidroponik, pengolahan limbah, cek kesehatan, festival agrowisata, campus expo, pelatihan marketing, serta pembuatan website. Program ini telah terlaksana sesuai dengan tujuannya walaupun tidak terlepas dari berbagai kendala.