cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 138 Documents
PENDEKATAN DU PONTSYSTEMPADA PERUSAHAAN INDUSTRIAL DALAM MENILAI EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL KERJA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PT XYZ 2007-2011 SAFRI SAFRI; SYAHRUL SYAHRUL
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.766 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i2.214

Abstract

Analysis Du Pont is an analysis system used to control the change in the ratio of activity and net profit margin and how big influence on ROI(Return On Investment), from ratings efficient use of working capital to the performance of XYZ generating efficiency rate of use of working capital is shown by looking at the turnover of working capital and total assets of the company turnover amounted to 7.70. Financial performance in 2007-2011 showed an average level of profitability relative increase each year. The financial performance of PT XYZ in the efficient use of working capital and ROI of 29.77%. The analysis resulted in that company have the financial performance and the level of efficiency of capital use of good work.Keywords: Return on Investment, Net Profit Margin, Analisis Du Pont
PERANCANGAN SISTEM PACKING BERAS OTOMATIS MENGGUNAKAN ARDUINO UNO RIZKY M ALFI; AGUS SUGIHARTO; MUNNIK HARYANTI; BEKTI YULIANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.462 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.643

Abstract

ABSTRAKAt this time, we need a tool to process the product arrangement, and packing or packing. The packaging functions so that the item is not easily damaged, due to external factors. As from the weather and pests when it will be saved. The rice filling packing device is designed quite simple, which can automatically control the packaging system design or the goods packing system using a conveyor, which is driven through a microcontroller. From this measurement tool can work quite well in terms of the packing process with the measurement media with the distance between the infrared sensor that detects the packaging. Keyword : Packing, Filling Rice, Microcontroller, Infra Red
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DAMPER SPEAKER TYPE D-25236 B MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA GUNA MEMINIMALISIR PRODUK CACAT PADA PT. X NIKEN SEKARTAJI; BUDI SUMARTONO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.07 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i2.811

Abstract

PT. X merupakan salah satu perusahaan yang meproduksi produk damper speaker dengan berbagai macam jenis di Indonesia. Salah satu dari sekain banyak jenis damper yang banyak diproduksi adalah damper speaker type D-25236B. berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti diketahui bahwa masih banyaknya terjadi jumlah kecacatan pada hasil produksinya sehingga tidak tercapainya target produksi untuk setiap produksinya. Maka disini peneliti akan melakukan pengendalian kualitas menggunakan metode six sigma dengan pendekatan Taguchi untuk meminimalisir produk cacat. Melakukan pengendalian kualitas untuk mengurangi produk cacat hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah melakukan tahap pendefinisian jenis cacat yang sering terjadi pada produksi damper type D-25236B, selanjutnya melakukan perhitungan untuk mengetahui level sigma dari jumlah produk cacat tersebut,. dilanjutkan dengan tahap analisis untuk mengetahui apa-apa saja hal yang menyebabkan suatu kecacatan terjadi. Jenis cacat kritis dan penyebab kecacatannya kemudian diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan pada tahap improve menggunakan metode Taguchi. Hasil dari perbaikan kemudian dilihat pada tahap control apakah jenis cacat yang terjadi setelah perbaikan berada pada batas kendali ataupun tidak. Hasil dari analisis dan pengolahan data setelah dilakukan perbaikan mengalami peningkatan kearah positif. Hal tersebut dapat dibuktikan dari persentase kecacatan yang sebelumnya sebesar 3,90% menjadi 1,62%. Level sigma yang sebelumnya sebesar 3,48 pada nilai 9.700 DPMO setelah dilakukan perbaikan menjadi 4,10 pada nilai 4600 DPMO.Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Metode Six Sigma, Taguchi Methods
PERANCANGAN PETA JALUR EVAKUASI DENGAN M ETODE DJIKSTRA ( STUDI KASUS UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA ) M. DADAN GUNAWAN; W.T. BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.888 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i1.203

Abstract

Peta evakuasi merupakan salah satu syarat untuk memenuhi standar nasional indonesia untuk bengunan bertingkat yang ditetapkan oleh pemerintah. Peta evakuasi sangat penting bagi setiap gedung bertingkat. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma belum memiliki peta evakuasi. Hal tersebut mendorong pihak universitas untuk memiliki peta evakuasi yang memenuhi standar akreditasi bangunan betingkat dan pedoman saat terjadi bencana (gempa bumi, kebakaran dll). Dengan menggunakan metode Algoritma Djikstra , menyediakan dasar untuk algoritma yang paling efisien untuk memecahkan masalah penentuan jalur terpendek. Kebanyakan perbaikan komputasi untuk memecahkan masalah jalur terpendek telah dihasilkan dari peningkatan struktur data yang digunakan untuk mengimplementasikan algoritma Djikstra ini. Perbandingan dari Perancangan Assembly Point 1 dengan Assembly Point 2 adalah sebagai berikut : Assembly Point 1 dengan total jarak 559,92 m, tempatnya lebih dekat dengan jalan keluar kampus, sudah masuk ke jalan besar sehingga proses evakuasi lebih cepat. Assembly Point 2 dengan total jarak 688,38 m lebih jauh jaraknya dengan jalar keluar,sehingga proses evakuasi lebih lama. Perhitungan untuk proses evakuasi harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk ke Assembly Point 2 sedangkan untuk Assembly Point 1 lebih dekat. Dengan demikian alternatif untuk Assmbly Point adalah menggunakan Assembly point 1 yaitu tempat parkir di bagian depan kampus A Universitas Suryadarma. Perancangan jalur penunjuk arah jalur evakuasi pemasangan Display untuk Assembly Point juga akan sangat membantu pada proses evakuasi , sehingga para pengguna gedung tidak kebingungan bila ada bencana, dan untuk proses evakuasi menjadi lebih mudah. Kata kunci : Jalur Evakuasi, Assembly point
OPTIMASI PENJADWALAN ULANG PROYEK KONSTRUKSI PENYALURAN GAS PT PGN SOLUTION KE KONSUMEN MENARA BTPN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PDM DAN PERT RIZAL RIANA; SUNGKONO SANUSI; BASUKI ARIANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.295 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.978

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu yang optimal dalam penjadawalan ulang dan probabilitas penyelesaian proyek penyaluran gas PT PGN Solution ke Konsumen Menara BTPN Jakarta, karena terjadinya keterlambatan selama 90 hari dalam hal perizinan ke pihak PU Bina Marga. Metode penelitian yang digunakan adalah Precedence Diagram Method (PDM) dan Project Evaluation and Review Technique (PERT). Tahapan dalam optimasi penjadwalan Ulang Proyek Penyaluran Gas ke konsumen Menara BTPN yaitu tahapan penyusunan urutan kegiatan, membuat network diagram, melakukan perhitungan maju dan mundur, menghitung jalur kritis, dan menghitung probabilitas penyelesaian proyek. Hasil perhitungan PDM didapatkan total durasi pekerjaan adalah 186 hari dengan kegiatan jalur kritis adalah kegiatan A-B-C-E-G-H-J-K-M-N dan kegiatan non kritis adalah kegiatan D-F-I-L. Jumlah tenaga kerja setelah dilakukan pemerataan menunjukan kebutuhan maksimal tenaga kerja sebesar 30 orang dan kebutuhan minimal 3 orang dengan kata lain memiliki range 27 orang. Hasil perhitungan PERT menunjukan probabilitas waktu penyelesaian proyek dengan durasi 186 hari adalah 49,60% dengan nilai proyek yang tidak berubah.Katakunci : Proyek Penyaluran Gas, PDM, PERT
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN MASKER KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN PENDEKATAN EOQ (STUDI KASUS PADA TOKO AM MEDIKA JAKARTA) ALFIANSYAH RIZKI FADILLAH; HARI MOEKTIWIBOWO; SUNGKONO SANUSI; DARMAWAN YULIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.819 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.979

Abstract

CV. AM Medika merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan alat kesehatan, consultant dan pelayanan service & maintenance sejak tahun 2016 yang awalnya dimulai dengan penjualan alat-alat kesehatan untuk personal use/homecare, kami terus berkembang dari tahun ke tahun sehingga produk kami meluas dan mencakup alat-alat kedokteran untuk kebutuhan klinik dan rumah sakit. Pada tahun 2017 kami resmi membentuk badan usaha bernama CV. AM Medika. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, dimana data yang dihasilkan berupa kata-kata secara tertulis dan lisan dari karyawan CV. AM Medika. Sampel data yang didapatkan dikonversikan kedalam metode Economic Order Quantity (EOQ) dan metode peramalan antara lain Moving Average dan Single Eksponensial Smothing. Nilai MAPE terendah dari perhitungan menggunakan metode peramalan yang kemudian digunakan untung meramalkan permintaan diperiode salanjutnya. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data permintaan Surgical Mask 3 Ply. Berdasarkan hasil dari pengolahan data, didapatkan bahwa metode peramalan yang digunanakan adalah metode Single Eksponential Smoothing (Alfa = 0,7) dengan MAPE 8,760% dengan jumlah permintaan sebesar 21 unit di bulan April 2020. Serta nilai EOQ paling optimal ditahun 2020 yaitu 34 karton/order dengan jumlah order yang dibutuhkan yaitu 7 kali/tahun. Dengan adanya peramalan permintaan, dapat memudahkan dalam mengelola persedian dalam mengatasi terjadinya kekurangan/kehabisan Stock (Out Of Stock) dengan biaya penyimpanan yang paling ekonomis.Kata kunci : Surgical Mask 3 Ply, Metode Peramalan, Metode EOQ
ANALISIS SISTEM PRODUKSI TWO-PIECE BEVERAGE CAN DENGAN METODE LINE BALANCING DI PT XYZ RAHAYU NINGRUM; BASUKI ARIANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; DARMAWAN YULIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.828 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.975

Abstract

PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi beverage can dengan bahan dasar tintplate di Indonesia. Salah satu jenis beverage can yang diproduksi adalah two-piece beverage can. Tipe ini terdari dua bagian yaitu body, bottom end dan lid. Pada proses produksi sering terjadi penumpukan pada proses tertentu sehingga mengganggu jalannya proses produksi, dan mempengaruhi pencapaian target produksi. Penyeimbangan lintasan dilakukan dengan metode ranked positional weight (RPW) yang dimulai dengan melakukan pengumpulan data dengan pengamatan pada tiap elemen kerja yang kemudian melakukan perhitungan meliputi keseragaman data, kecukupan data, waktu baku, dan waktu normal. Apabila data sudah seragam dan cukup, selanjutnya melakukan perhitungan line balancing. Tahapan dalam metode kilbridge adalah membagi region dari kiri ke kanan, menentukan peringkat setiap elemen kerja, melakukan pembebanan elemen kerja ke dalam stasiun kerja dengan ketentuan tidak melanggar precedence diagram dan waktu siklus tidak melebihi waktu actual. Sedangkan tahapan metode ranked positional weight adalah menyusun precedence diagram, menentukan posisi peringkat, mengurutkan elemen kerja berdasarkan urutan tertinggi, pengelompokan kedalan stasiun kerja, dan menghitung balance delay lintasan. Kemudian melakukan perhitungan indikator line balancing untuk membandingkan kondisi sebelum dilakukan line balancing dan setelah dilakukan line balancing. Hasil data-data yang di dapat metode ranked positional weight menghasilkan lintasan kerja yang lebih optimum dibanding metode kilbridge. Pada metode RPW kecepatan lebih seragam. Idle time pada metode RPW juga lebih kecil sebesar 3,82 detik sedangkan pada metode kilbridge 8,62 detik. Hal juga ini dapat dilihat dari smoothness index metode RPW dibandingkan metode kilbridge yakni sebesar 1,781 detik. Efisiensi line lebih besar dan balance delay lebih kecil, 91,78% dan 8,22% untuk metode RPW. Sedangkan metode kilbridge memiliki efisiensi line sebesar 83,20% dan balance delay 16,80%. Idle time pada metode RPW juga lebih kecil sebesar 3,82 detik sedangkan pada metode kilbridge 8,62 detik. Kata kunci : Line balancing, Beverage Can, Ranked Position Weigh (RPW
PROTOTYPE SISTEM PRESENSI KELAS DI UNIVERSITAS DIRGANTARA MARSEKAL SURYADARMA BERBASIS IoT Mahendra Tidar; Nurwijayanti Kusumaningrum
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.988 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.980

Abstract

Penelitian ini dilakukan khusus untuk ruangan kelas yang ada di salah satu Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) guna penghematan listrik dalam pemakaian kelas, alat ini berupa sistem presensi secara otomatis yang terintegrasi dengan kendali pada beberapa perangkat listrik dengan berbasis IoT. Dengan menggunakan beberapa komponen guna seperti NodeMCU ESP8266 sebagai kontrol, RFID sebagai pembaca kartu tag, LED dan Kipas serta Solenoid Door Lock sebagai indikator dari lampu, AC dan pengunci pintu kelas, juga LCD sebagai penampil status. Hasil dari pembacaan prototype sistem presensi otomatis ini dikirimkan NodeMCU ESP8266 kepada Google Spreadsheet sebagai penyimpan data presensi yang telah terbaca dengan rentang waktu 3 – 4 detik mulai dari data terbaca sampai data terkirim serta ketika kartu terbaca maka lampu, kipas, dan Solenoid Door Lock akan aktif berdasarkan kondisi pembacaan kartu mahasiswa atau kartu dosen. daya yang dibutuhkan sebesar 6,8 Watt agar sistem dapat berjalan sebagaimana mestinya.Kata Kunci : Presensi, IoT, RFID, LED, LCD, Solenoid Door Lock
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK BENGKEL MOTOR DENGAN METODE ARC PADA U.D A’A MOTOR SPEEDSHOP “DEPOK” YUDI SOSIALISMAN; LUTHFI CHAERUL UMAMM; WASPADA TEDJA BHIRAWA; ERWIN WIJAYANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.355 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i2.976

Abstract

Bengkel AA Motor Speedshop merupakan Bengkel yang bergerak dibidang jasa persediaan suku cadang sparepart motor dan pelayanan perbaikan serta perawatan sepeda motor di Jl. Pekapuran No.17 Tapos Depok Jawa Barat. Permasalahan yang ada di Bengkel ini adalah tata letak fasilitas yang kurang tepat, sehingga menyebabkan kelambatan dalam kegiatan pelayanan maupun kegiatan lintas konsumen dan lintas material dan bengkel ini belum dapat memenuhi permintaan dengan optimal. Karena tata letaknya yang masih kurang tepat. Disamping itu pula dalam pengaturan tata letak fasilitas departemen pada Bengkel ini hanya mengandalkan perkiraan tanpa adanya penghitungan, hal ini menyebabkan jalur lintasan konsumen dan jalur lintasan material menjadi terkesan tidak teratur dan pelayanan lambat. Hubungan koordinasi antar bagian juga kurang efektif seperti letak gudang yang terlalu jauh dengan workshop, gudang yang dekat dengan steam/pencucian. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metode Activity Relationship Chart (ARC). Hasil perancangan layout diperoleh panjang jarak pada kondisi awal sebesar 119.5 m. Sedangkan pada panjang jarak lintasan pada kondisi usulan sebesar 97 m. Hal ini berarti pada perancangan layout kondisi usulan dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart (ARC) dapat meminimumkan panjang jarak lintasan sebesar 22.5 m, dari layout kondisi awal.Kata Kunci : Tata Letak, Bengkel, Metode Activity Relationship Chart (ARC)
PERANCANGAN DUDUKAN MESIN GERINDA TANGAN YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANTHROPOMETRI ERWIN WIJAYANTO; TRIONO TRIONO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.779 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.961

Abstract

“perancangan dudukan mesin gerinda tangan yang ergonomis dengan menggunakan metode antropometri” peneliti ini dilakukan untuk mengembangkan hasil perancangan dudukan gerinda bagi pekerja yang menggunakan mesin gerinda tangan agar dapat menggunakan alat tersebut dengan mudah dan meminimalisir resiko kecelakaan kerja dan membantu pekerja dalam aktivitas kerja menggunakan mesin gerinda tangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode antropometri, dimana data yang dihasilkan berupa angka hasil penggukuran dari 20 responden yang terdiri dari ukuran lebar telapak tangan (Ltt), panjang tangan (Pata), lebar telapak tangan sampai ibu jari (Lttj), diameter gengaman (Dg), diameter paha (Dp). Setelah pengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan antropometri pengguna. Berdasarkan perhitungan data, percentil yang digunakan dalam perancangan alat dudukan mesin gerinda yaitu P5, P50, P95. Hasil dari Penelitian ini bertujuan agar penggunaan mesin gerinda lebih aman serta meningkatkan keselamatan pengguna, penelitian ini dilakukan untuk membantu pekerja pada saat pemotongan benda kerja. Pengoperasian alat dudukan gerinda ini secara vertical dengan sudut <40° untuk mempermudah pekerja untuk mendapatkan hasil yang presisi. Alat dudukan hasil perancangan ini mengunakan mesin gerinda tangan standar, perubahan pada beberapa bagian seperti tambahan kaki-kaki/pondasi, handle/pegangan per/pegas, jepitan/ragum. Dan ketinggian alat 40cm karena pada saat ini penggunaan mesin gerinda sudah menjadi salah satu alat yang dibutuhkan oleh setiap pekerja. Oleh karna itu dirancang alat dudukan gerinda yang ergonomis agar lebih merasa aman dan nyaman dalam mengoperasian.Kata Kunci : Perancangan, antropometri, Alat Dudukan Gerinda

Page 10 of 14 | Total Record : 138