cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 138 Documents
ANALISIS RASIO KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA SYAHRUL SYAHRUL; SAFRI SAFRI; ESTER NAIBAHO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.286 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.647

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of liquidity ratios, solvency ratios, profitability ratios and market ratios on earnings predictions. The liquidity ratio is proxied as ITO, the solvency ratio is represented as DAR, the profitability ratio is proxied as GPM and FAT. The market ratio is expressed as EPS & PER. Samples through purposive sampling of 17 companies. Hypothesis testing using multiple regression. The results showed that EPS & PER had a partial effect on changes in earnings. Meanwhile, ITO, DAR, GPM & FAT do not affect partially on changes in profits. Keywords: Liquidity Ratio, Solvency, Profitability, Market Ratio.
PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) 7 TOOLS PADA DEPARTEMEN TECHNICAL PT.XYZ SUMPENA SUMPENA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.087 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i1.815

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur industri sepatu. Produk yang dihasilkan di PT. XYZ adalah sepatu dengan merk Converse. Seperti kita ketahui industri sepatu di Indonesia telah mengalami kemajuan yang cukup berarti. Kondisi tersebut diawali dengan produsen sepatu dalam negeriyang umumnya merupakan industri kecil (home industri) dengan kualitas yang masih rendah, kini telah berkembang menjadi produsen sepatu berskala besar yang mampu memproduksi sepatu berstandart internasional, oleh karena itu selaku produsen yang memproduksi sepatu PT. XYZ diharuskan untuk selalu menjaga bahkan meningkatkan kualitas produk. Dalam mengikuti persaingan pasar saat ini kepuasan pelanggan menjadi prioritas yang paling utama. Kualitas sangat penting bagi sebuah produk, baik berupa produk barang ataupun jasa. Hal-hal yang sangat penting bagi produsen berkaitan dengan produk adalah kualitas, biaya, dan produktifitas. Kualitas adalah kemampuan dari suatu produk atau jasa yang secara konsisten memenuhi harapan dari konsumen. Kualitas adalah satu–satunya hal yang paling penting bagi kedua belah pihak. Konsep kualitas berbeda antara pabrikan/produsen dan pelanggan/konsumen dalam banyak kasus. Penelitian ini penulis mencoba menganalisis pengendalian kualitas dengan metode Quality Control Circle (QCC) 7 Tools pada Departement Technical di PT. XYZ, khususnya pada Line Hot Press Outsole. Hasil dari analisis tersebut menemukan suatu solusi pemecahan masalah yang terjadi pada proses hot press outsole yakni masalah defect outsole. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta meningkatkan kepuasan pelanggan.Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, QCC, 7 QC Tools
OPTIMALISASI PENJADWALAN PROYEK PEKERJAAN INSTALASI RUANG CHILLER DAN COOLING TOWER MENGGUNAKAN METODE P.E.R.T. MIFTACHUL ANAM; HARI MOEKTIWIBOWO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.739 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i2.209

Abstract

Mengerjakan suatu proyek membutuhkan perencanaan yang baik agar proyek dapat berjalan secara efektif dan efisien. Sehingga, proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditentukan yang hasilnya dapat memberikan kepuasan bagi pemilik proyek (Owner) dan memberikan nilai tambah bagi pelaksana proyek atau kontraktor. Metode PERT dapat digunakan untuk membuat penjadwalan proyek yang baik. Metode ini direkayasa untuk menghadapi situasi dengan kadar ketidakpastian yang tinggi pada aspek kurun waktu kegiatan. Karena itu metode ini cocok digunakan untuk membuat penjadwalan dengan keadaan proyek yang berubah-ubah. Proyek pekerjaan pemipaan untuk ruang Chiller dan Cooling Tower pada Green Office Park 9 yang dikerjakan oleh PT. Arista mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui berapa durasi normal dari proyek tersebut dan apakah masih mungkin untuk dilakukan percepatan. Pengumpulan data dilakukan dilapangan dengan pengamatan secara langsung proses pekerjaan dan juga melakukan wawancara kepada pekerja dan pengawas dilapangan. Hasil penelitian pada proyek Green Office Park 9 BSD City dengan metode PERT menunjukkan bahwa durasi normal proyek tersebut adalah 85 hari dengan biaya pelaksanaannya adalah Rp. 357.652.000. Setelah dilakukan percepatan hasilnya adalah proyek dapat dipercepat menjadi 72 hari dengan biaya pelaksanaannya naik menjadi Rp. 383.949.500. Perbandingan persentase kenaikan adalah 8% untuk durasi dan 7% untuk biaya, menunjukkan bahwa metode percepatan tersebut cukup efektif.Kata Kunci: PERT, Crash Programme, Penjadwalan Proyek
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA DALAM UPAYA MENGURANGI KECACATAN PADA PROSES PRODUKSI KOPER DI PT SRG DONNY G. TAMBUNAN; BUDI SUMARTONO; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.396 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.487

Abstract

ABSTRAK PT SRG merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur koper. Jeniskoper yang diproduksi memiliki dua variasi, terbuat dari bahan kain dan bahan fiber.Permasalahan yang terjadi yaitu besarnya jumlah produk cacat atau produk yang tidaksesuai dengan spesifikasi. Hal ini berdampak pada nilai yield yang dihasilkan, yaitu di bawahspesifikasi perusahaan (98 – 102 %). Six sigma dapat diartikan sebagai sebuahmetodologi yang terstruktur untuk memperbaiki proses yang di fokuskan pada usahamengurangi variasi pada proses sekaligus mengurangi defect pada produk denganmenggunakan pendekatan statistik dan problem solving tools secara intensif. Analisisdiagram pareto menunjukkan adanya 4 (empat) jenis defect pada proses produksi KoperKain di periode Januari sampai dengan Maret 2018 yaitu adanya benda asing pada Kopersebanyak 332 pcs, bergelembung sebanyak 376 pcs, logo sticking sebanyak 401 pcs dancetakan miring sebanyak 331 pcs, cetakan miring pada koper. Dari keempat jenis defecttersebut, terdapat satu jenis defect yang paling dominan yaitu jenis defect logo stickingdengan jumlah defect sebanyak 401 koper, dari keseluruhan total produk defect sebesar1.440 koper selama periode Januari sampai Maret 2018.Kata Kunci: Produk Koper, Six Sigma, Logo Sticking
PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM OTOMASI PADA RUANGAN MARIA ERLITA NINDA KIRANA; MUNNIK HARYANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.431 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i1.806

Abstract

Peningkatan konsumsi energi listrik tidak sebanding dengan pasokan energi listrik yang disuplai oleh perusahaan listrik. Hal ini menyebabkan adanya kelangkaan energi listrik yang dibuktikan dengan banyaknya desa yang belum teraliri energi listrik. Hal yang dapat kita lakukan sebagai konsumen energi listrik adalah bersikap konservatif dalam menggunakan energi listrik. Salah satu hal sederhana yang dapat dilakukan yaitu menggunakan energi listrik dengan bijak, mematikan alat elektronik saat tidak digunakan, contohnya lampu pada saat siang hari. Dari latar belakang tersebut dibuatlah suatu penelitian tentang prototipe sistem automasi pada ruangan yang mampu untuk mengontrol nyala ataupun mati lampu pada kondisi terang dan gelap serta kipas angin pada saat tidak digunakan. Dengan prototipe ini konsumen energi listrik mampu menghemat listrik dengan cara yang efisien, selain itu juga dapat membiasakan masyarakat untuk bersikap konservatif terhadap energi listrik.Kata kunci: Konservatif, Hemat, Sistem Automasi, Prototipe
PERANCANGAN PROTOTIPE SIMULATOR LANDING GEAR SYSTEM PESAWAT TERBANG AIRBUS A320 BERBASIS MIKROKONTROLER BAMBANG SETIAWAN; MUNNIK HARYANT; AGUS SUGIHARTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.384 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i2.797

Abstract

This research is intended to make a prototype simulator or props from one of the systems contained in an aircraft so that students can clearly understand the system that has been delivered. And making this tool can be a reference that the micro controller system can be used to realize the sophisticated systems contained in aircraft so that in the future it can be improved or applied in the aircraft industry.Keywords: landing gear system, micro controller atmega 8535, simulator, hydraulic
OPTIMALISASI PERENCANAAN JARINGAN KERJA (NETWORK PLANNING) PADA OPERASIONAL PERAKITAN EXPANDING GATE VALVE (6D) HARI MOEKTIWIBOWO; HEDI SOPIAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.449 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i1.829

Abstract

PT. Alfa Valves Indonesia, merupakan perusahaan penyuplai dan service berbagai macam produk valve untuk kebutuhan bermacam-macam bidang industri, dengan bisnis utamanya adalah usaha pada pembuatan, fabricator, preparation and final inspection valves sesuai standar American Petroleum Institute 6D (API 6D) Spesification for Pipeline Valve, agar dapat mempertahankan eksistensinya di industi valve, maka perusahaan harus mengoptimalkan potensi yang ada, salah satunya di area produksi, harus mengoptimalisasikan kegiatan perakitan Expanding Gate Valve, guna mendapatkan profitabilitas maksimal dengan cara penyempurnaan sistem yang ada maka dibutuhkanlah standar waktu baku dan jaringan kerja (network planning). Perakitan Expanding Gate Valve yang saat ini berjalan memerlukan standar urutan kegiatan waktu siklus, waktu normal dan waktu baku, hal tersebut mendasari agar menggunakan metode perhitungan waktu tersebut untuk standarisasi waktu kerja serta untuk jaringan kerja menggunakan metode Network Planning / Critical Path Method untuk mengoptimalkan perusahaan dalam perencanaan, pengendalian dan penjadwalan khususnya pada aktivitas perakitan komponen-komponen produk.Kata kunci : Expanding Gate Valve, Pengukuran langsung, Analisis Waktu Baku, Network Planning / CPM
PENERAPAN METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE (SMED) DI PT. ND UNTUK MENURUNKAN WAKTU SET-UP COPPER FORMER MACHINE NANANGTEGUH TRISNAWIJAYA; BASUKI ARIANTO; INDRAMAWAN INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v6i2.223

Abstract

PT. ND adalah sebuah perusahaan Otomotif, yang memproduksi bus AC dan Spark plug juga berbagai spare part.Selama ini PT. ND menerapkan sistem produksi secara massal.Untuk memenuhi pesanan tersebut dibutuhkan waktu penyelesaian yang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kendala yang dihadapi oleh PT. ND adalah Line operation ratio yang tidak mencapai target akibat proses set-up yang lama sehingga tidak sesuai dengan jadwal produksi yang telah direncanakan. Penurunan waktu set-up dapat dilakukan dengan menggunakan metode SingleMinute Exchange of Die (SMED). Metode SMED memisahkan kegiatan set-up menjadi dua, yaitu internal set-up dan eksternal set-up. Internal set-up merupakan kegiatan set-up yang hanya dapat dilakukan pada saat mesin berhenti. Eksternal set-up merupakan kegiatan setup yang dapat dilakukan pada saat mesin sedang berjalan atau beroperasi. Dengan mengubah internal set-up menjadi eksternal set-up, maka kegiatan set-up yang dilakukan pada saat mesin berhenti dapat dilakukan pada saat mesin berjalan sehingga waktu set-up dapat berkurang. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa dengan diterapkannya metode SMED, waktu set-up mesin copper former mengalami penurunan sebesar 114 menit/set-up. Waktu set-up mesin copper former sebelum penerapan SMED sebesar 174 menit/set-up, sedangkan waktu set-upmesin copper former sesudah penerapan SMED dapat diturunkan menjadi 60 menit/set-up. Penghematan waktu set-up ini menambah pendapatan perusahaan sebesar Rp 6.837.264,00/set-up.Kata kunci: Lean manufacturing, Set-up, SMED (Single Minutes Exchange of Die), Analisa Investasi
ANALISIS PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI KABEL DENGAN METODE LINE BALANCING DI PT. XYZ ALDY ALFRIANSYAH; W. TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.463 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.708

Abstract

Line Inner Sheating di PT. XYZ mempunyai waktu idle karena waktu proses di stasiun kerja yang belum seimbang kadang menyebabkan stop line. Dari perhitungan diketahui bahwa kesenjangan cycle time / waktu siklus yang diperoleh adalah sebesar 109.2 detik dan angka tersebut diambil berdasarkan waktu terbesar dari 6 stasiun kerja yang ada. Penulis bermaksud ingin meneliti sebab-sebab terjadinya keterlambatan waktu proses yang terjadi pada line Inner Sheating dan memberikan sumbang saran untuk perbaikan yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode line balancing dan system production layout. Diantaranya mencari waktu siklus pada 6 stasiun terbesar sebagai acuan dalam penentuan perhitungan berikutnya, menghitung kapasitas perusahaan, penentuan efisiensi mesin, perhitungan jumlah mesin, penambahan jumlah mesin dan penambahan luas lantai. Data diambil dari pengamatan di lapangan dan record. Penulis menggunakan dua metode yaitu metode line balancing dan metode system production layout. Metode line balancing dan system production layout yang telah dilakukan dapat menyebabkan mampu memenuhi kebutuhan pasar sebesar 17.688 koil / bulan dengan penambahan mesin / stasiun kerja, luas lantai yang dibutuhkan yaitu 14 m² dengan rincian, 7 m² di stasiun kerja Inner Sheat dan 7m² di stasiun Outer Sheat. Kata kunci: Line balancing, Tata Letak, Bottleneck.
PERANCANGAN RODA GIGI LANCIP MENGGUNAKAN GOOGLE SKETCH UP SOFTWARE Waspada Tedja Bhirawa
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.378 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.820

Abstract

Dengan berkembangnya kebutuhan manusia dalam bidang teknik, khususnya untuk menggambar perancangan benda teknis, dibutuhkan teknologi untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan tersebut. Google Sketch Up merupakan aplikasi berbasis desain gambar yang mudah dan cukup powerfull, dibalik tool yang sederhana ternyata software ini bisa dibandingkan dengan software sejenisnya untuk gambar tiga dimensi seperti desain rumah atau yang lainnya, tidak hanya itu Google SketchUp mempunyai banyak kelebihan dalam hal teknik gambar, begitu cepat, mudah dan efisien, apalagi kalau digabungkan dengan plugin Vray, sejenis software Rendering yang paling populer sekarang, hasilnya bisa jauh lebih bagus. Dengan metode penggunaan Google Sketch Up, dapat dijelaskan bagaimana cara menggunakan ikon-ikon Google Sketch Up, maka dapat dibuat benda teknis sederhana , yaitu roda gigi lancip .Secara garis besar kita akan untuk pembuatanroda gigi lancip , dimulai dengan langkah membuat lingkaran dengan jari-jari 10 mm, 20 mm , 60 mm dan 80 mm. Melakukan extrude dengan memilih icon extrude dengan mengarahkan keatas dan memasukkan angka 10 cm, Menggambar poros, diambil dari titik pusat, dengan diameter 10 mm. Setelah membuat diameter untuk poros , maka di extrude , dengan memberikan ketinggian sebesar 40 mm, dan pada dasar benda di extrude sebesar 15 mm,.Setelah semua dimensi benda lengkap , maka bisa diberikan jenis material pada benda , dengan memilih Icon Pain Bucket, dan memilih Metal, kemudian memilih Jenis Metal Seamed. Google SketchUp merupakan aplikasi berbasis desain gambar yang mudah dan cukup powerfull, dibalik tool yang sederhana ternyata software ini bisa dibandingkan dengan software sejenisnya untuk gambar tiga dimensi seperti desain rumah atau yang lainnya, tidak hanya itu Google Sketch Up mempunyai banyak kelebihan dalam hal teknik gambar, begitu cepat, mudah dan efisien, apalagi kalau digabungkan dengan plugin Vray, sejenis software Rendering yang paling populer sekarang, hasilnya bisa jauh lebih bagus.Kata kunci : Google Sketch Up, Roda Gigi Lancip,Elemen Mesin

Page 9 of 14 | Total Record : 138