cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 138 Documents
PERANCANGAN TEMPAT SAMPAH OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO DAN GSM SIM 900 ASDI SUYONO; MUNNIK HARYANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1418.83 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i2.213

Abstract

Processing of garbage that is not well integrated, leading to a lack of interest in the community for disposing of waste in place. The impact caused could interfere with health and hygiene environment. The methods used in this research is the design tool, with stages of the needs analysis, designing and field circuit, Making Tools, testing and analysis tools. The result of the design is a Microcontroller Based Automatic trash can which is composed by the ultrasonic sensor, PIR sensor (Infrared Pasive), ISD 1760 sound Player module, lcd screen and GSM sim 900. There are different concepts of automated trash on this one, other than can open automatically and issue a unique sound, the bin is equipped with a gsm sim 900 module that is used to send sms messages, this message is sent to a janitor when the capacity of the bin is full. Automatic trash can has two main systems are the first arrival of the automatic detection, the sensor range up to 8 metres with a maximum angle of 90 degrees, with a detection range 0.5 seconds – 1.7 seconds. Both the Detection capacity of Automatic trash can, trash can full of garbage collection if the stated approach ≤ 10 cm. sensor trash can is devoted to a dry solid waste. With a variety of features that exist on this automatic trash can, it is hoped to grow interest in the community to dispose of trash in its place and the creation of a clean and healthy environment.Keywords: GSM sim 900, microcontroller Arduino, Automatic trash can, Ultrasonic Sensor, PIR Sensors.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PUSAT PEMELIHARAAN BUS TRANSJAKARTA DENGAN METODE ACTIVITY RELATIONSHIP CHART UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI KERJA PADA PT CITRAKARYA PRANATA LUTHFAN DWI RAMDAN; BASUKI ARIANTO; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.368 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.642

Abstract

ABSTRAKSI     Penelitian ini akan membahas perancangan ulang tata letak pusat pemeliharaan bus Transjakarta pada PT. Citrakarya Pranata. Perancangan ulang tata letak dilakukan oleh karena layout awal menunjukkan letak area satu dengan area lain kurang berhubungan dan kurangnya tempat untuk menyimpan spareparts. Penulis melakukan penelitian dalam perancangan ulang tata letak pusat pemeliharaan bus Transjakarta dengan menggunakan metode Activity Relationship Chart. Selain mempergunakan metode ARC selanjutnya, layout awal diperhitungkan dan dianalisis dengan menggunakan perhitungan jarak metode rectilinear. Pada layout akhir, jarak tempuh penerimaan dan pengiriman spareparts lebih pendek dari sebelumnya. Selain itu, hasil akhir yang didapatkan penulis dari penelitian yakni terdapat pemindahan ruang kantor, ruang rapat, ruang pemeliharaan, perluasan gudang dan penambahan gudang guna mendukung efesiensi dan efektivitas kerja. Kata Kunci: Activity Relationship Chart, Metode Rectilinear, Transjakarta
ANALISIS PERFORMANCE MAINTENANCE PADA PERALATAN UTAMA PENGEBORAN MINYAK DI PT GEO LINK NUSANTARA RONY NAWE; KAREL L. MANDAGIE; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.508 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i2.810

Abstract

Dalam dunia pengeboran merupakan kegiatan yang tinggi resiko, yaitu terjadinya semburan liar berupa gas ataupun fluida dan bahkan sering kali mengakibatkan kerusakan lingkungan, peralatan, bahkan sampai tingkat fatality. Masalah peralalatan utama pengeboran yang sering mengalami breakdown terbanyak dan faktor-faktor apa saja yang menyebab terjadinya breakdonw sehingga pemeliharaan dan perawatan peralatan yang baik menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan suatu kegiatan proyek pengeboran kondisi peralatan selalu dijaga dalam keadaan optimal agar proses pengeboran dapat terlaksanakan sesuai dengan target yang sudah di tentukan. Dalam melakukan penelitian penulis menggunakan metode analisis Performance Maintenance untuk menghitung nilai Reability yaitu MTBF, Maintanability MTTR dan Availability dan data-data kerusakan peralatan dari perusahaan digunakan untuk menganalisis manakah peraltan utama pengeboran yang sering mengalami breakdown terbanyak diantara peralatan lainnya, kemudian penulis menggunakan analisis sebab akibat (Fishbone) untuk menguraikan faktor –faktor penyebab kerusakan dari empat fakro penyebab saja, yaitu lingkungan, manusia, mesin dan metode. Hasil analisis berkesimpulan bahwa Performance Maintenance pada peralatan BOP System selama 6 bulan pada periode Oktober 2017 sampai Maret 2018, bahwa: nilai MTBF, 154 jam, sedangkan MTTR, adalah 42 jam, dan Availability, adalah 87,64%.. Kesimpulan penyebab kerusakan BOP yang terjadi, kurangnya kesadaran dan kepedulian para pekerja dilokasi pekerjaan. Dalam penelitian ini juga dibahas mengenai analisis pemecahan masalah menggunakan Analisis Sebab Akibat dan memberikan usulan SOP bagi perusahaan untuk dijalankan oleh para pekerja yang terlibat langsung dengan perbaikan dan pemeliharaan BOP System. Dalam SOP ini juga akan menerapkan beberapa Pilar dalam Perawatan TPM, seperti Konsep 5-S dan Pelatihan operator kepada Autonomous Maintenance.Kata kunci : Performance Maintenance, MTBF, MTTR, Avability, Preventive Maintenance (PM)
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN PRODUK MINUMAN TEH DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) HARDIAN HARDIAN; DEBBIE KEMALA SARI SARI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.662 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i1.204

Abstract

Teh merupakan salah satu minuman yang digemari banyak orang Bermacammacam produk teh siap minum beredar di Pasaran. Dengan ketatnya persaingnan didunia industri minuman teh siap minum, produsen dituntut untuk berlomba-lomba menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dengan tujuan untuk meningkatkan profit perusahaan dan mempertahankan eksistensi produknya di pasaran. Packaging atau kemasan merupakan salah unsur penting dalam sebuah produk minuman Ready to Drink, untuk itu perancangan dan pengembangan kemasan juga dirasa penting dalam rangka mencapai tujuan peningkatan profit dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Pada penelitian ini, perancangan desain kemasan dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) yang diakui sebagai metode yang tepat dalam melakukan perancangan dan pengembangan produk yang didasarkan pada customer requirement. Pada tahap awal dilakukan survey pendahuluan terhadap 100 responden untuk mengetahui atribut-atribut mana saja yang menjadi kebutuhan konsumen terhadap kemasan produk minuman. Untuk memperkuat penelitian, dilakukan juga benchmarking terhadap produk perusahaan terhadap 2 produk pesaing utama yang ada dipasaran, tujuannya untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan produk perusahaan dan menjadikan kelebihan produk pesaing sebagai referensi untuk pengembangan kemasan produknya dan akan dimasukan kedalam martiks House of Quality. Berdasarkan hasil tersebut makan dibuatlah 3 konsep kemasan yang akan dikembangkan lebih lanjut. Tim pengembangan akan melakukan seleksi dan penilaian terhadap 3 konsep tersebut untuk nantinya dipilih 1 konsep yang akan dikembangkan. Berdasarkan hubungan antara kebutuhan konsumen dengan kebutuhan teknis (technical atribute) maka diperoleh kemasan cup dengan spesifikasi : volume 150 ml, tinggi 95 mm, bahan dasar poly propphylene dan memiliki kekuatan untuk ditumpuk beban hingga 25 Kgf. Kata Kunci : Quality Function Deployment, Kemasan, House Of Quality
ANALISIS KINERJA ANTRIAN PADA PELAYANAN PEMBAYARAN PARKIR KENDARAAN DI BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA MUHAMMAD JAZWIR; HARI MOEKTIWIBOWO; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.635 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i1.801

Abstract

Bandara Halim Perdanakusuma adalah salah satu bandar udara yang terletak di DKI Jakarta. Permasalahan yang sering muncul yaitu banyaknya aktivitas dan semakin meningkat setiap hari, menyebabkan arus kedatangan kendaraan menjadi naik dan khususnya pada saat kendaraan keluar keluar bandara untuk pembayaran parkir yang menyebabkan jumlah antrian menjadi menaik yang menyebabkan dampak secara tidak langsung seperti menghabiskan banyak waktu dan juga kenyamanan. Berdasarkan masalah tersebut, dilakukan analisis terhadap kinerja antrian yang diterapkan di perusahaan ini, guna mengatasi masalah yang ada saat ini. Pada penelitian menggunakan metode Antrian Multi Channel Single Phase(M/M/s) atau model antrian jalur berganda dan pengujian distribusi data menggunakan software Input Analyzer. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi berupa waktu antar kedatangan, waktu pelayanan dan data sekunder yaitu database perusahaan yaitu data tingkat kedatangan kendaraan. Berdasarkan hasil data observasi dan data sekunder pada pengelola pelayanan di Bandara Halim Perdanakusuma yang dikelola oleh PT Securindo Packatama Indonesia mempunyai 4 loket tahap pelayanan pembayaran parkir di gerbang utama dengan rata-rata tingkat kedatangan 833 kendaraan per jam dan rata-rata waktu pelayanan 209 kendaran per jam pada jam-jam sibuk. Dalam proses pelayanan, menggunakan sistem antrian FIFO (First In First Out). Hasil analisis data yang telah diolah diketahui pada kondisi awal dengan tingkat 99 %. Setelah dilakukan perhitungan parameter antrian dengan cara penambahan 2 server didapatkan hasil 66 %. Analisis kinerja antrian ini menunjukkan bahwa antrian kendaraan akan optimal jika tingkat utilitas menurun maka antrian dapat berkurang. Oleh sebab itu tingkat utilitas harus diperkecil melalui penambahan server atau kemampuan individual setiap server.Kata Kunci: Teori Antrian, Utilitas
ANALISIS OPTIMALISASI PENJADWALAN INSPEKSI C CHECK MAIN LANDING GEAR RETRACTABLE PADA PESAWAT ATR 42 – 300 DENGAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DIMAS ARIEF BUDIANTO; WASPADA TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.659 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v11i1.893

Abstract

PT. TAS (TRIGANA AIR SERVICE) merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang Penerbangan salah satu contohnya adalah Pesawat ATR 42-300 adalah versi pesawat yang bisa diubah secara cepat sebagai pesawat penumpang maupun kargo dari versi standard seri -300. Salah satu permasalahan yang sering terjadi system hidrolik pada landing gear gagal berfungsi dan kerusakan yang sering terjadi dibagian komponen Free Fall Asister dan Shock Absorber yang menyebabkan landing gear tidak dapat melakukan Extension maupun Retraction, sehingga pesawat tidak dapat mendarat dengan landing gear. Beberapa kendala yang ditimbulkan dari kegagalan system landing gear berdampak pada keterlambatan penerbangan (Delay) maupun perubahan jadwal yang dapat memakan waktu untuk para penumpang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, dimulai dari studi lapangan untuk mendapatkan data dan untuk melakukan wawancara, serta melakukan studi pustaka tentang penelitian ini. Data yang dikumpulkan merupakan data jenis kerusakan komponen Free Fall Asister dari tahun 2015-2018, lalu di konversikan dan diolah dengan metode RCM (Reliability Centered Maintenance) sehingga mendapatkan data inspeksi C Check, data komponen downtime, model kegagalan, dan efek analisis, table perhitungan Rpn lalu masuk kedalam perhitungan MTTF setelah itu perhitungan laju kerusakan dan perhitungan reliability. Berdasarkan metode RCM yang diterapkan diperoleh hasil dari perhitungan bahwa total downtime terendah (Dtp) dari tindakan perawatan, bentuk kegiatan preventive terhadap komponen free fall asister adalah secara corrective maintenance (CM) dengan perawatan interval 200 jam atau 9 jam. Perubahan perawatan yang dilakukan komponen free fall asister berhasil mengefisiensi total keandalan komponen mencapai 68%. Kata Kunci : Optimalisasi, RCM, Maintenance, Free Fall Asister
PENERAPAN ACCURATE 4 MANUFACTURE ACCOUNTING SYSTEM PADA PERENCANAAN PRODUKSI. SAFRI SAFRI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.608 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i2.227

Abstract

Low quality factor, less attractive packaging, lack of product innovation, and inadequate location can be solved with improvement, but no less important is the effectiveness and efficiency, this factor is the key to compete in the current digital era, companies that can do both components will be able to survive in the market from outsider products that are relatively cheap. Accurate 4 with a bit of engineering by coding some menus can be done so that helps management and part production in determining the number of units to be produced explicitly. There is an inappropriate utilization of the accurate 4 module, but can be neutralized once the pre-load process has been completed by closing it on the prepared menu. The result of utilizing accurate 4 for production process makes production more scheduled so that effectiveness and efficiency can be done.Keywords: Accurate 4 Manufacture, effectiveness and efficiency coding.
PERANCANGAN ULANG TROLI GALON AIR MINERAL KAPASITAS 2 (DUA) GALON DENGAN RODA ENAM YANG ERGONOMI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTHROPOMETRI DARMAWAN YULIANTO; FARAH KRISDIANA; W. TEDJA BHIRAWA; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.668 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i2.790

Abstract

Salah satu aktivitas yang dilakukan di lingkup perumahan adalah berupa pemindahan galon air mineral yang memiliki berat 19 kg yang dilakukan oleh pengguna khusus wanita dengan menggunakan fasilitas kerja berupa troli. Berdasarkan pengamatan bahwa diketahui kekurangan yang dikeluhkan oleh pengguna khusus wanita terhadap penggunaan troli adalah tidak ergonomis sehingga menimbulkan kondisi yang tidak nyaman. Pada penelitian ini , perancangan fasilitas kerja yang berupa troli galon air mineral diawali dengan melakukan analisis postur kerja yang menggunakan metode REBA, kemudian menentukan dimensi anthropometri guna menentukan dimensi troli galon air mineral dan menggunakan kuisioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui rata-rata tingkat keluhan rasa sakit terbesar seperti bagian punggung, pinggang, pergelangan tangan kanan, lengan atas kiri, lengan bawah kiri, dan lutut kanan. Berdasarkan hasil dengan gambar 2D dan perhitungan dengan metode REBA yang berupa fase-fase gerakan pada pengukuran leher,punggung, kaki, lengan atas, lengan bawah,dan pergelangan tangan untuk menghasilkan postur kerja yang baik dan troli galon air mineral hasil rancangan dengan pendekatan anthropometri dapat memberikan perbaikan pada postur kerja pekerja. Hasil skor REBA tertinggi sebelum perancangan adalah 11 artinya memiliki level resiko sangat tinggi, sedangkan hasil skor REBA tertinggi setelah perancangan adalah 7 artinya memiliki level resiko sedang.Kata Kunci: troli galon air mineral, Anthropometri, Nordic Body Map, metode REBA, ergonomi.
STRATEGI PENGENDALIAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE ANALITICAL HIERARCHY PROSES (AHP) DEBBIE KEMALA SARI; AKHMAD SYAIFUDIN ZUHRI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.41 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i1.824

Abstract

PT. Ingress Malindo Ventures adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri otomotif, khususnya pada bagian pintu mobil.Dari beberapa department produksi yang ada di PT. Ingress Malindo Ventures depaartement molding produksi weatherstrip terdapat banyak produk-produk yang cacat.Banyaknya produk cacat pada tiap line department molding ini mengisyaratkan adanya permasalahan pada department tersebut. Perusahaan tentunya ingin masalah ini dapat segera diatasi sehingga proses produksi pada department molding dapat berjalan efektif dan efisisen Pada penelitian ini, dilakukan pembobotan strategi pengendalian kualitas dengan menggunakan metode Analitical Hierarchy Process. Penelitian diawali dengan proses pengumpulan data mulai bulan Februari hingga maret 2014 pada department Quality Control untuk mengetahui masalah yang terjadi dengan laporan produk cacat yang terlalu banyak dan hal hal apa saja yang menjadi masalah pada line produksi. Setelah mengetahui masalah yang terjadikemudian dilakukanpenyusunan struktur hierarchy dari faktor, tujuan, dan strategi pengendalian kualitas. Pengumpulan data kepada operator QC, staff QC, dan supervisor produksi dengan melakukan pembagian kuisioner tentang perbandingan berpasangan yang bersangkutan dengan faktor, tujuan, dan strategi pengendalian kualitas. Setelah data diperoleh dari kuisioner, Kemudian menyusun matrik pendapat individu dari masing responden, menyusun matriks pendapat gabungan dari masing-masing responden, mencari bobot kriteria kompetensi dari tiap tiap kriteria dan alternatif, melakukan perhitungan konsistensi rasio dimana hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengisian kuisioner telah dilakukan secara konsisten atau tidak. Hasil dari pembobobotan tiap metode analytical hierarchi process ini bertujuan untuk mengetahui urutan faktor yang paling penting atau berpengaruh dari permasalahan yang ada di line produksi molding. Hasil penelitian terlihat faktor yang mempengaruhi kualitas produk molding terdapat pada mesin dengan bobot 0,3667 atau 36,67 %. Dan alternatif tujuan yang tepat adalah meningkatkan kualitas dengan bobot 0,3925 atau 39,25 % pada department molding pembuatan produk Weatherstrip. Sedangkan untuk mengatasi faktor penyebab cacat akibat mesin dan melaksanakan tujuan meningkatkan kualitas, memerlukan strategi yang tepat. Dari hasil analisa, strategi yang tepat adalah dengan pengadaan pelatihan sumber daya manusia dimana bobot mencapai 0,5070 atau 50,70 %.strategi ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan untuk memperbaiki masalah yang terjadi dan memperkecil banyaknya produk cacat dalam department molding.Kata kunci : Kualitas, Pengendalian kualitas, AHP, Strategi
PENENTUAN LOKASI GUDANG PUSAT PENYALUR LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ASEP ADANG SUPRIYADI; DEBBIE KEMALA SARI; KAREL L. MANDAGIE
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.834 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i1.218

Abstract

Indonesia retains high level of vulnerability to natural disasters caused by its dynamic geological (plate) condition. Disaster management efforts in as seen from the performance of the apparatus and institutional disaster management and disaster risk awareness are still low. Organizing and well-planned management is highly needed, thereforethat disasters would not cause prolonged impact. This requires creative and innovative thinking associated with the presence of disaster management logistics warehouse. The aim of this study is to determine the location and to design the layout of the central warehouse distributor logistics and disaster response equipment in Halim Air Force Base, East Jakarta. Geographic Information Systems approach will be use in determining strategic location as the central warehouse distributor of disaster. The variables that significantly influence the determination of the location of the central warehouse distributor logistics and disaster response equipment are: the distance to the main roads, the distance to the apron, the distance to the taxiways and the land use as vacant land. These variables are not obtained through direct measurements in the field, but by utilizing aerial photo map. The assessment process of land on the aerial photographic map is using scoring methods and overlaying maps techniques with ArcGIS 10 application. The layout design of the logistics and disaster response equipment warehouse from land assessment results, are based on a simple straight line method with some modifications. The results of this research is a map of location of the central distributor logistics and disaster response equipment warehouse in the western part of Indonesia, namely at Halim Air Force Base at the coordinate of 106º53'47 "BT 6º15'10" LS. The ideal total value derived from the result of calculation of location is about 23 with an area of 17 528 m². The analysis for the shortest route to the location of the warehouse is done by network analysis method. Based on the obtain of the land area extent, the recommended numbers of central distributors warehouse in the context of disaster management are two, which are special logistics warehouse and specialized equipment warehouse.Keywords: Aerial Map, Geographic Information Systems, Simple Straight Line Method

Page 8 of 14 | Total Record : 138