cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 20 Documents clear
Sosialisasi Infografis Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Masa Pandemi di Kelurahan Sungai Ulin Juliyatin Putri Utami; Galuh Dwinta Sari; Haluanry Doane Santoso; Rahmad Arifin
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1431.269 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4093

Abstract

An understanding of the importance of maintaining dental and oral health in this pandemic era will determine the overall health of the community in order to avoid exposure to the Covid-19 virus. Communities are required to be able to overcome their own dental problems. The use of infographics in print and electronic media is the most effective way to attract people to want to read and understand the contents of the Importance of Maintaining Dental and Oral Health during the Covid-19 Pandemic for the Community South Kalimantan. This socialization is in the form of a series of activities carried out to socialize the importance of maintaining dental and oral health during a pandemic by guiding the infographics in 2 languages, namely Indonesian and Banjarese. This activity was carried out at Sungai Ulin Health Center, Sungai Ulin Village, North Banjarbaru District, Banjarbaru City with limited counseling participants namely 20 people. The results of community service supported by questionnaire data illustrated the importance of effective communication media in conveying information about the importance of maintaining oral health during a pandemic. Infographic socialization about the importance of maintaining dental and oral health during a pandemic was needed to support the level of public knowledge in maintaining dental and oral health. The knowledge provided could be the basis to be realized in the behavior of daily life and in checking the dentist during a pandemic.
Penyuluhan dan Edukasi kepada Masyarakat terkait Pengelolaan Sampah Agung - Waskito; Rahayu - Rahayu; Gusti Jauza Meydina; Dina - Fitria; Darma - Nesty; Aniqa Tadzkiya Putri
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.027 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3911

Abstract

Sampah dapat diartikan sebagai bahan buangan dari hasil kegiatan manusia yang tidak lagi terpakai. Hingga saat ini, kuantitas sampah semakin meningkat dan bahkan melebihi jumlah penduduk. Pengalaman Belajar di Lapangan (PBL) II yang dilaksanakan kelompok 4 secara daring melalui WhatsApp Group dengan peserta sebanyak 14 orang dan dibantu oleh aparat desa. Hal ini bertujuan agar peserta yang masih kurang memahami materi dapat bertanya, sehingga penyuluh dapat membantu menggambarkan hal-hal yang masih belum dipahami. Hasil pre-test dan post-test, pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan dari hasil rata-rata pre-test yaitu 59,82 meningkat menjadi rata-rata post-test 70,10 sedangkan sikap masyarakat mengalami penurunan dari hasil rata-rat  pre-test yaitu 60 menjadi rerata post-test 54,28. Hasil yang didapat melalui uji Wilcoxon pada pre test dan post test mengenai pengetahuan pengelolaan sampah yaitu p-value 0,008 artinya terdpat hubungan yang signifkan, dan untuk hasil sikap pengelolaam sampah yaitu 0,305 artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan pada sikap dari hasil pre test dan post test setelah diberi materi.
Peningkatan Kesejahteraan Barefoot Entrepreneurs Melalui Pemanfaatan Limbah Pasar Di “Pasar Semangat Dalam” Hastin Umi Anisah; Meiske Claudia; Wimby Wandary; Raden Roro Yulianti; Marijati Sangen
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2479.465 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4115

Abstract

This service activity aims to empower MSMEs, traders associations in the “Semangat Dalam” Market (barefoot entrepreneurs) so that in the end they can improve their welfare. The approach method to achieve the goals of the service activities carried out is to provide counseling to the target audience - through the delivery of discourse to open insights or bring up new ideas in their entrepreneurial activities. The target audience is a handful of market traders located at Jalan Semangat Dalam, Hadil Bhakti. The result of this service activity is the opening of the target audience's insight so that they are willing and able to make more efforts in utilizing market waste that has the potential to increase the variety of trade products, and to be more introspective not to get involved with debt, especially from loan sharks in an effort to increase the variety of their trading products. Keywords: barefoot entrepreneurs, MSME’s, market waste utilization
Pemanfaatan Lahan Pekarangan Untuk Budidaya Sayuran Dengan Sistem Hidroponik Sederhana Yudhi Achnopha
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.237 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4057

Abstract

Rendahnya pengetahuan petani dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian seperti budidaya tanaman sayuran merupakan masalah yang dihadapi oleh petani di Desa Sei. Beras. Hal ini disebabkan karena lahannya merupakan lahan gambut yang mengalami banjir ketika musim hujan termasuk lahan pekarangan. Petani setempat belum mengetahui teknologi yang tepat yang dapat dilakukan untuk pemanfaatan kawasan pekarangan. Di samping itu, mahalnya harga pupuk kimia di pasaran menjadi alasan lain petani tidak memanfaatkan lahan pekarangan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan merupakan bentuk penyaluran pengetahuan dosen Pertanian dari Universitas Jambi dalam rangka meningkatkan keterampilan dari peserta untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan bahan yang mudah diperoleh. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 12 orang peserta yang terdiri dari ketua kelompok tani dan anggota kelompok tani. Peserta sangat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan baik dalam sesi diskusi maupun praktek. Dengan memanfaatkan limbah pertanian ramah lingkungan, peserta diberikan pengetahuan dalam membuat sistem hidroponik sederhana yang terdiri atas nutrisi dan media yang digunakan. Setiap peserta diminta untuk memberikan informasi terkait jumlah produksi dari sayuran yang ditanam pada hidroponik setelah kegiatan dilakukan. Kegiatan ini dinilai berhasil, salah satunya dibuktikan dengan adanya  dukungan desa, dimana peserta yang mengikuti kegiatan ini diminta untuk melatih  KWT-KWT (kelompok Wanita Tani) yang ada di Desa Sei. Beras serta menjadi desa “Swasembada Sayur”. 
Iptek Bagi Masyarakat Melalui Perancangan Desain Flying Fox untuk Pengembangan Wisata di Desa Rangas Tengah Candra Yuliana; Henry Wardhana; Muhammad Andra Pranatha; Muhammad Hafuz Ansyorie
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.359 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3852

Abstract

Potensi pariwisata alam desa di wilayah Indonesia dapat dikembangkan. Desa yang memiliki kawasan unik dengan karakteristik khusus, seperti lingkungan bersifat alami, tradisi masyarakat, makanan khas setempat, pertanian, dan kekerabatan, disebut desa wisata. Gagasan mengenai pengembangan pada Desa Sungai Rangas Tengah dikarenakan desa ini memiliki event musiman berupa lomba balap perahu tradisional (jukung) Kalimantan Selatan yang menjadi potensi pariwisata. Pengembangan desa wisata ini melalui flying fox terpanjang seKalimantan Selatan dengan jarak luncur hingga ± 100 meter. Flying fox merupakan wahana yang bersifat menguji adrenalin dengan cara meluncur dari satu titik ke titik lain menggunakan pengaman yang dikaitkan pada tali berupa sling baja, dengan kecepatan dapat mencapai ± 30 km/jam hanya dalam beberapa detik. Wahana flying fox ini juga akan dibuat dengan panjang berbeda yang diperuntukkan untuk anak-anak, dengan jarak luncur ± 39 meter.
Arahan Penyusunan dan Perancangan Masterplan Desa Wisata Madu Retno Berbasis Wisata Budaya Ira Mentayani; Mohammad Ibnu Saud; Akbar Rahman; Irwan Yudha Hadinata
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1851.911 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4098

Abstract

Madu Retno Village is the first transmigration village in the Batulicin area which was formed in 1980. Initially, village management was under the guidance of the Transmigration Department with a duration of 1 year. The village is growing but not maximal in its stages. Judging from its potential, Madu Retno Village has a strong Hindu socio-cultural character. In its development, the existing potential has not been mapped thoroughly so that there is no complete planning and development scheme, it does not yet have the direction of goals contained in the development scheme, the thematic growth direction, and indicators to improve adequate infrastructure. The overall urgency can be realized through the preparation of a village master plan which will be prepared with the residents so that they will find and appreciate the expectations of the residents. The concept of an independent village is a top priority in the preparation of this village master plan, then the concept of a cultural tourism village becomes the next development effort so that Madu Retno Village will develop tourism and community culture independently. 
Transfer Teknologi Pembuatan Ekstrak Albumin Ikan Gabus Di Kelurahan Sekumpul Dewi Kartika Sari; Nooryantini Nooryantini; Wahdatul Fitri; Shafa Madina
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.175 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3922

Abstract

Abstrak Penerapan teknologi pembuatan ekstrak albumin merupakan solusi dalam pemanfaatan ikan gabus segar.  Teknologi ekstraksi daging ikan gabus untuk mendapatkan ekstrak albumin yang bernilai inovatif tinggi dan tepat guna untuk diberdayakan di masyarakat, khususnya pada masyarakat di Kelurahan Sekumpul yang belum terimplementasi secara maksimal dan pemanfaatan ikan gabus  terbatas sebagai ikan konsumsi.  Selain itu, harga ikan gabus relatif lebih mahal dibandingkan jenis ikan lainnya maka diperlukan teknologi yang lebih bernilai ekonomis berupa pembuatan makanan fungsional ekstrak albumin ikan gabus. Kegiatan PKM ini dengan mitra  masyarakat pembudidaya ikan dan ibu rumah tangga tergabung pada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kelurahan Sekumpul.  Kegiatan PKM menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi.  Pelaksanan kegiatan dilakukan secara berkelompok karena memungkinkan adanya umpan balik dan interaksi dalam kelompok. Hasil dari kegiatan ini adalah tingkat pemahaman mitra dengan kreteria memahami dan mempraktekan pengolahan ekstrak albumin ikan gabus sebelum kegiatan PKM sebesar 20% dan setelah pelaksanaan PKM mencapai 80% atau terjadi peningkatan sebesar 60% dari jumlah responden.  Kesimpulan dari kegiatan PKM, yaitu (1) penerapan teknologi pengolahan ekstrak albumin merupakan upaya diversifikasi/ penganekaragaman produk hasil olahan perikanan berbasis ikan gabus dan (2) peran mitra bersama-sama dengan tim pengabdian melakukan evaluasi untuk keberlanjutan kegiatan PKM pengolahan ekstrak albumin ikan gabus menuju kepada pengembangan usaha kreatif di Kelurahan Sekumpul.  Kata kunci: ektrak albumin, ikan gabus, Kelurahan Sekumpul
Penyusunan Masterplan Desa Berbasis Mandiri-Wisata pada Desa Batulicin Irigasi, Kalimantan Selatan Ira Mentayani; Bani Noor Muchamad; Muhammad Ibnu Saud; Naimatul Aufa
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1987.566 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4059

Abstract

The village master plan is a document that can be a guide in determining the direction and development of a village. With all the potentials that exist, Batulicin Irigasi Village does not yet have a master plan that can be a guide and development scheme in managing village potentials and minimizing existing obstacles. Preparation of the Batulicin Irigasi Village master plan is a form of community service from the Faculty of Engineering ULM. This Village master plan aims to help residents in understanding the potential values of the village and directing its development in realizing the aspirations and expectations of the residents. The concept raised in the Batulicin Irigasi Village master plan is independent tourism village. The independent village concept is based on food independence, economic independence, energy independence, water independence, and disaster preparedness. The concept of a tourist village through the Batulicin Irigasi Village development strategy can be implemented in the form of plantation and livestock arrangement, street furniture signage, yard guidelines, UMKM product marketing, village water reserves, mixed-use building, criteria for supporting buildings, village branding, regional landscapes, and tourist packages. It is hoped that the final result of the Batulicin Irigasi Village master plan can bring great benefits to the development of the local area and the surrounding community. 
Peningkatan Kemampuan Anak Mendeteksi Makanan Sehat Melalui Pesan Bergambar dalam Kemasan Makanan Lenie Marlinae; Husaini Husaini; Nia Kania; Nurhikmah Nurhikmah; Laily Khairiyati; Raudatul Jinan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.215 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3898

Abstract

Upaya perbaikan gizi untuk mengembangkan bakat yang berkualitas pada dasarnya harus dimulai sedini mungkin, salah satunya pada anak usia sekolah. Siswa sekolah dasar merupakan sasaran strategis untuk meningkatkan gizi lokal. Makanan kaya nutrisi dapat diperoleh dari makanan dan snack. Apabila membeli makanan yang sudah sesuai dengan syarat kesehatan, maka rutinitas makan di sekolah bisa sangat bermanfaat dan bisa melengkapi atau melengkapi kebutuhan nutrisi anak. Edukasi kemasan makanan, termasuk pesan visual, perlu dapat membentuk sikap yang benar agar anak memilih serta makan jajanan yang aman dan sehat. Metodologi yang digunakan meliputi fase pengenalan ABG (advokasi, pengembangan masyarakat, dan gerakan masyarakat), penelitian lapangan, dan evaluasi menggunakan metodologi pre-test dan post-test. Menurut hasil pre-test, 26 orang (86,7%) menilai pemahamannya positif, dan setelah diberikan pelatihan dan materi, 30 orang (100%) positif menurut hasil post-test. Tingkat pengetahuan. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat tentang penggunaan masker bersih dan sehat semakin hari semakin meningkat. Pengetahuan tingkat lanjut sangat membantu dalam mencegah anak dari makan makanan yang tidak sehat. Kata kunci: deteksi makanan, gizi anak, makanan sehat
Pelatihan E-Learning Menggunakan ClassDojo di Lingkungan Lahan Basah Rusmansyah Rusmansyah; Abdul Hamid; Misbah Misbah; Lili Rahmawati; Rima Sugianti; Ahmad Baihaqi; Eka Parida; Mahda Mahda; Galuh Fitri Ari Kirana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1597.808 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4107

Abstract

Banyaknya guru yang belum memahami penggunaan e-learning beserta aplikasinya, maka dilakukanlah pelatihan e-learning menggunakan ClassDojo di lingkungan lahan basah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru dalam menggunakan e-learning melalui aplikasi ClassDojo. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetahui respon peserta terhadap pelatihan yang dilaksanakan. Pelatihan ini diikuti guru kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sebanyak 23 orang. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi dan praktik langsung dalam penggunaan e-learning melalui ClassDojo. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa peserta memberikan respon yang baik terhadap penyelenggarann pelatihan dan adanya peningkatan pemahaman guru dalam penggunaan e-learning melalui ClassDojo. Hasil pengabdian ini dapat digunakan sebagai bekal guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

Page 2 of 2 | Total Record : 20