cover
Contact Name
Asy'ari
Contact Email
asyari153@gmail.com
Phone
+6285248587493
Journal Mail Official
p3mp@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jalan Sultan Adam Kompleks H.Iyus RT.23 No.18 Banjarmasin 70121 Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 02167433     EISSN : 28278828     DOI : https://doi.org/10.33654/jpl
Core Subject : Education, Art,
Lentera merupakan jurnal ilmiah pada bidang pendidikan dan ilmu-ilmu kependidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3MP) STKIP PGRI Banjarmasin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 152 Documents
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Siswa Kelas IXF di SMPN 1 Kusan Hilir Darwanto Darwanto
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.458 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.889

Abstract

The aim of this study is to determine whether the application of the STAD type cooperative learning model can increase student learning motivation, improve student learning outcomes and collaboration in group discussions on social studies subjects in class IX.F in Kusan Hilir 1 Middle School. The results of the study show that: The results of learning motivation show that the average class in the first cycle is 68.75%, and then increases to 84.38% in the second cycle. For success in learning outcomes or classical completeness increased from 59.37% in the first cycle, to 84.38% in the second cycle. While the results of collaboration in groups increased from 56.26% in the first cycle, to 81.25% in the second cycle.
Teaching Speaking Through Short Dialogue At The Eleventh Grade Students of SMAN 1 Pelaihari Erni Nadia
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.739 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.890

Abstract

Speaking is the process of building and sharing meaning through the use of verbal and non-verbal symbols. Speaking is a crucial part of second language teaching and learning. The objective of this research is to describe how the process of teaching speaking through short dialogue at the Eleventh grade students of SMAN 1 Pelaihari school year 2019/2020. This research paper is aimed at describing the process of teaching speaking through short dialogue focused on the curriculum, method and technique of teaching speaking, teaching media, and system of evaluation. The source of data is teaching learning process of dialogue technique at SMAN 1 Pelaihari and documents. In this research, the writer does the classroom observation, interview and document to the English teacher. Based on the data analysis, the writer finds that the result of teaching speaking by using short dialogue at the eleventh grade students of SMAN 1 Pelaihari as follows: 1). The curriculum of SMAN 1 Pelaihari, especially at the eleventh level, uses Kurikulum 2013. In Kurikulum 2013, the goal of teaching speaking is to gain the students to be able to communicate in English on the elementary level. Consequently, they can express various feelings or senses; 2). Method and technique of teaching speaking. In teaching speaking the English teacher uses Communicative approach and dialogue technique; 3). Media of teaching speaking. Media a very needed to successful teaching learning process, so the English teacher of SMAN 1 Pelaihari uses a whiteboard and cassette (CD); and 4). System evaluation of speaking activities. To evaluate the students' performance the teacher gives comments and mark, this way is very needed for a teacher to know the student's capability and to make the lesson better. Therefore, the result of teaching speaking through dialogue is satisfying.
Pemanfaatan Smartphone Sebagai Media Pembelajaran Mata Kuliah Koreografi dan Komposisi Tari I Gita Kinanthi Purnama Asri (Adinda)
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.668 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.894

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan smartphone sebagai media pembelajaran mata kuliah koreografi dan komposisi tari I. Substansi mata kuliah ini adalah memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang seni menata, menyusun, mengungkapkan gagasan yang berdasarkan unsur-unsur tari sehingga menjadi suatu kesatuan yang sarat dengan nilai estetik dan ikut serta membangun karakter masyarakat serta melestarikan kebudayaan lokal. Alma M Hawkins menyatakan terdapat tiga tahap proses koreografi yaitu tahap eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Tentu saja pembelajaran ini tidak boleh ketinggalan zaman, sehingga perlu suatu yang inovatif dalam aktivitasnya. Kehadiran smartphone yang menjadi pusaka serta budaya baru di kalangan milenial menjadi inspirasi dari penelitian ini. Tujuannya adalah (1) mendeskripsikan penggunaan smartphone yang terintegrasi dengan internet sebagai media pembelajaran untuk penelusuran, pemberian-penerimaan informasi; (2) mendeskripsikan penggunaan smartphone sebagai media komunikasi pembelajaran; (3) mendeskripsikan manfaat smartphone sebagai sistem pendokumentasian selama proses pembelajaran koreografi dan komposisi tari I. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan sampling purposive yaitu mahasiswa angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Seni Tari STKIP PGRI Banjarmasin berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini adalah terciptanya suasana pembelajaran yang lebih efektif dalam proses transfer informasi, komunikasi yang terjalin antara dosen mahasiswa terjadi lebih ringan dan menyenangkan, interaktif dalam mengekspresikan hasil belajar, menghasilkan dokumen proses pembelajaran sehingga memberi kemungkinan untuk dosen dan mahasiswa saling mengembangkan pikiran, memotivasi diri dan keterampilannya dalam pembelajaran koreografi dan komposisi tari. Secara spesifik smartphone mampu menjadi: (1) alat penelusuran informasi dan pengetahuan (berbagi, memberi dan menerima) koreografi melalui penggunaan google dan youtube; (2) alat komunikasi atau perantara antara mahasiswa dan dosen secara tidak tatap muka dan diutamakan di luar jadwal kuliah, dimanfaatkan untuk konsultasi dan pendistribusian tugas kuliah, peran aplikasi whatsapp, email dan instagram sangat menguntungkan dalam memonitor tugas koreografi; (3) alat perekam dan pencatatan pada proses pembelajaran koreografi, sehingga menghasilkan dokumen yang tersimpan dan mampu menjadi pendukung dalam sistem evaluasi pembelajaran koreografi di kemudian hari.
Strategi Pemecahan Masalah Open-Ended Siswa Berpikir Kreatif Matematis Tinggi Hajjah Rafiah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.066 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah open-ended yang digunakan oleh siswa dengan level berpikir kreatif matematis tinggi. Masalah open-ended yang digunakan adalah masalah aljabar dan geometri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian merupakan siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sullamut Taufiq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemecahan masalah open-ended siswa berpikir kreatif matematis tinggi dalam memecahkan masalah aljabar adalah dengan menduga sebuah jawaban lalu memeriksanya dan kemudian menggunakan analogi atau masalah serupa untuk penyelesaian selanjutnya. Untuk pemecahan masalah geometri, siswa berpikir kreatif matematis tinggi menggunakan strategi pemecahan dengan mengubah cara pandang terhadap masalah, membagi masalah menjadi beberapa submasalah yang lebih sederhana, menemukan pola, dan menggunakan analogi untuk masalah serupa. Berdasarkan strategi yang digunakan tersebut, dapat dikatakan bahwa siswa berpikir kreatif matematis tinggi menggunakan kemampuan berpikir induktif secara analogi pada pemecahan masalah open-ended.
Sosok ‘Muslimah’ Sebagai Simbol Keteladanan Dalam Dunia Pendidikan di LPTK Hj. Ida Rusdiana
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.114 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.896

Abstract

Muslimah Hafsari adalah seorang guru Sekolah Dasar dari Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera. Sosok yang akrab dipanggil ‘Bu Mus’ ini merupakan sosok guru fenomenal yang membuat guru-guru Indonesia merasa sangat bangga menjadi seorang guru. Nasihat yang diberikan Bu Mus bagi guru-guru masa kini, yaitu: 1) Mengajarlah dengan hati agar yang kau ajarkan sampai ke hati, 2) Niatkan dari awal untuk selalu ikhlas dalam mengajar, 3) Kalaupun niatnya cari nafkah, sertakan tujuan untuk menabung amal di akhirat, 4) Kalau kita harus marah dengan anak-anak, marahlah tetap dengan hati sambil doakan agar kenakalan/perilakunya itu diampuni dan mendapat hidayah Allah SWT, 5) Dalam mengajar jangan hanya kejar target tuntasnya materi, tapi menghilangkan esensi. Harusnya utamakan esensi, baru materi. Dengan melakukan interpretasi terhadap nasihat itu, tulisan ini menyajikan gagasan untuk mengembangkan aspek kepribadian guru Indonesia dalam perspektif Islam melalui kegiatan pembelajaran yang bermakna. Adapun langkah-langkahnya dibagi dalam tiga tahap, yaitu: a. Sebelum Pembelajaran: 1) Memohon ampunan kepada orang tua dan minta untuk didoakan, 2) Meluruskan niat bahwa melaksanakan kegiatan pembelajaran adalah dalam rangka menjunjung perintah Allah SWT dan mengharap ridho-Nya, 3) Berwudhu, 4) Berdoa, 5) Berpakaian sesuai dengan tata tertib yang berlaku , 6) Berjalan menuju ruang kelas sambil bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan 7) Memasuki ruang kelas dengan kaki kanan sambil membaca Bismillahirahmanirahim; b. Saat Pembelajaran: 1) Mengucapkan dan membalas salam, 2) Berdoa bersama, 3) Membaca kitab suci (muslim: Al-Qur’an), 4) Menjaga perkataan yang baik dan menghindari perkataan yang tidak baik, 5) Mengingat kematian yang merupakan hal yang pasti terjadi, 6) Berzikir kepada Allah SWT, 7) Mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan istighfar, 8) Meminta maaf satu sama lain, 9) Mengucapkan dan membalas salam; dan c. Setelah Pembelajaran: 1) Menyediakan waktu belajar ilmu agama sesuai dengan keyakinan masing-masing, 2) Mencari guru agama yang berkualitas, 3) Merencanakan kegiatan belajar dengan berpedoman pada agama yang diyakini, dan 4) Mendoakan satu sama lain di setiap kesempatan.
Kulwa Malming; Media Belajar Mandiri Matematika Sekolah Kejuruan K. Sutame
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.902 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.897

Abstract

Makalah ini bertujuan memberikan gambaran teknis berkaitan upaya menarik simpati siswa di SMK Negeri 3 Banjarmasin terhadap pembelajaran matematika melalui sentuhan teknologi informasi. Makalah ini berisikan kajian teori tentang membangun pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan waktu luang siswa untuk menguatkan konsep-konsep matematika dengan dipandupadankan dengan teknologi informasi berupa aplikasi pesan. Metode penulisan adalah deskripsi berdasarkan pengalaman pemakalah di SMK Negeri 3 Banjarmasin. Adanya pelibatan teknologi dalam pembelajaran, sudah tak dapat dihindari dan tidak dapat dipungkiri mampu memberikan sumbangsih bagi pembelajaran matematika baik dalam meningkatkan prestasi maupun minat siswa. Davis dan Tearle (1999) (Dalam Syed Noor-Ul-Amin) menyebutkan TIK berpotensi memberikan inovasi, akselerasi, pengayaan dan memperkuat keterampilan untuk memotivasi dan meningkatan pembelajaran pada siswa serta membantu menghubungkan dunia kerja dengan sekolah. Adanya TIK memberikan kesempatan siswa dan guru untuk melaksanakan pembelajaran dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Salah satu varian TIK adalah pesan singkat berbasis smartphone yakni aplikasi WhatsApp. Fitur-fitur yang dimiliki oleh Whatsapp menjadikan aplikasi ini akun wajib yang dimiliki oleh siswa dan guru. Oleh pemakalah aplikasi ini menjadi jargon pembelajaran tambahan matematika yang menarik yakni Kulwa Malming (Kuliah via WhatsApp Malam Minggu). Aktivitas belajar mandiri yang dilakukan adalah diskusi yang berfungsi menguatkan konsep matematika dilengkapi dengan presensi kehadiran Kulwa Malming. Adanya keunggulan-keunggulan pada Kulwa Malming diyakini mampu mefasilitasi pembelajaran matemtika yang menarik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah kejuruan.
Kompetensi Mahasiswa Sebagai Calon Guru Dalam Menghadapi Era 4.0 M. Saufi
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.969 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.898

Abstract

Pendidikan merupakan proyek jangka panjang dari suatu negara. Setidaknya inilah kenyataan yang kita hadapi di Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan di Indonesia masih dalam tahap perkembangan, berbeda dengan negara maju seperti Jepang dan Finlandia yang benar-benar fokus untuk mengembangkan dunia pendidikan. Pemerintah di sana bahu-membahu membuat suatu sistem yang bermuara pada kompetensi, dalam hal ini adalah siswa dan mahasiswanya. Kompetensi harus dimiliki oleh setiap orang dalam era sekarang ini, tidak terkecuali oleh seorang guru dan calon guru. Apabila seseorang tidak mempunyai kompetensi dalam dirinya, maka orang tersebut akan tersisih dengan sendirinya. Di era 4.0, isu-isu yang beredar adalah akan tergantikannya tenaga manusia dalam segala aspek. Tentu saja manusia-manusia yang cenderung monoton, pasif, dan stagnan. Bisa jadi suatu saat tenaga manusia akan digantikan dengan tenaga robot. Oleh karena itulah penting sekalinya adanya kompetensi bagi seorang guru dan calon guru. Artikel ini merupakan hasil dari kajian pustaka yang ditulis oleh pemakalah untuk mendekripsikan berbagai isu-isu di dunia Pendidikan saat ini, yaitu empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dan empat keterampilan lunak (softskill) yang diusung oleh Pak Mendikbud, Nadiem Makarim di era 4.0.
Kepemimpinan Pembelajaran Kepala Madrasah Riduansyah Riduansyah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.464 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.899

Abstract

Kepala madrasah merupakan kunci sentral dalam memajukan mutu proses dan hasil pembelajaran. Kepemimpinan kepala madrasah merupakan hal yang mutlak dalam penentu arah pendidikan pada setiap madrasah. Kepemimpinan dimaksud meliputi kurikulum, proses belajar mengajar, penilaian, sarana prasarana, kompetensi guru, pelayanan dan kualitas masyarakat madrasah yang menjadi tanggung jawabnya. Harapan dari kepemimpinan pembelajaran kepala madrasah ini adalah terjadinya peningkatan mutu proses, hasil pembelajaran, potensi, minat, bakat peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, pengamalan agama yang meningkat, kemampuan beradaptasi peserta didik terhadap lingkungannya juga meningkat, memiliki daya inovasi yang tinggi, berjiwa pantang menyerah, belajar sepanjang hidup dan mampu menggunakan dan memodifikasi teknologi sesuai perkembangan peserta didik.
Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Karyawan Berprestasi Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (Studi Kasus: Divisi Antaran PT. Pos Indonesia MPC Banjarmasin) Rizki Basriani; Gunawan Gunawan
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1240.461 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.900

Abstract

Penentuan karyawan berprestasi pada PT. Pos Indonesia MPC Banjarmasin, khususnya Divisi Antaran dilakukan berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan. Permasalahan yang dihadapi pada Divisi Antaran PT. Pos Indonesia MPC Banjarmasin adalah bagaimana menentukan karyawan berprestasi dari sejumlah alternatif (karyawan) dengan memperhatikan tingkat kepentingan dari sejumlah tujuan atau kriteria yang telah ditentukan. Untuk itu, dibangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Pemilihan Karyawan Berprestasi dengan metode Analityc Hierarchy Process (AHP) sehingga membantu manajer untuk menentukan karyawan berprestasi pada Divisi Antaran PT. Pos Indonesia MPC Banjarmasin. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL.
Hakikat Isi/Materi Pendidikan Islam Saadah Erliani
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.343 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.902

Abstract

Tujuan Hakikat isi atau materi pendidikan tidak terlepas dari filosofi manusia itu sendiri yang diciptakan oleh Allah. Setelah manusia diciptakan dan tinggal di surga, tetapi karena mengalami larangan dari Allah, sehingga manusia diturunkan di bumi. Berawal dari ini dan perjalanan sejarah manusia, bahwa manusia tidak terlepas dari pendidikan yang sumber utamanya adalah Alquran dan hadis. Seiring perubahan yang begitu drastis yang dialami manusia, maka pandangan terhadap pendidikan menjadi dua versi, yakni versi muslim dan Non muslim. Hasil artikel ini, memperoleh temuan penelitian; Pertama, hakikat manusia dan pendidikan mengalami dinamika sejarah perjalanan yang panjang sehingga kalangan Barat dan Muslim memberikan legitimasi masing-masing yang berbeda tentang manusia dan pendidikan. Kedua, hakikat isi materi pendidikan tidak terlepas dari kurikulum dan guru yang mengajarkannya kepada peserta didik. Guru mengalami tantangan yang begitu besar dari dampak perkembangan teknologi, sehingga kerja sama antara orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilan dari pendidikan yang diberikan, walaupun masih terdapat hambatan bagi dunia pendidikan saat ini.

Page 8 of 16 | Total Record : 152