cover
Contact Name
Asy'ari
Contact Email
asyari153@gmail.com
Phone
+6285248587493
Journal Mail Official
p3mp@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jalan Sultan Adam Kompleks H.Iyus RT.23 No.18 Banjarmasin 70121 Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 02167433     EISSN : 28278828     DOI : https://doi.org/10.33654/jpl
Core Subject : Education, Art,
Lentera merupakan jurnal ilmiah pada bidang pendidikan dan ilmu-ilmu kependidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3MP) STKIP PGRI Banjarmasin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 152 Documents
Pembelajaran Berbasis TIK Menggunakan Metode Discovery Learning dengan Peer Assessment Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.35 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i1.633

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment serta efektivitas pembelajaran berbasis TIK dengan metode discovery learning disertai peer assessment terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari gaya belajar siswa. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah tahap pengembangan model pembelajaran yang termasuk ke dalam penelitian pengembangan (research and development). Tahap berikutnya adalah uji efektivitas model yang termasuk ke dalam penelitian eksperimental semu dengan desain penelitian 3×3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 265 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional
Meningkatkan Disiplin Guru Pada Waktu Kehadiran di Sekolah Melalui Penerapan Reward dan Punishment di SDN Liang Anggang 1 Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan Isnaniah Isnaniah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.139 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i1.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pemecahan masalah sebagai upaya untuk meningkatkan disiplin waktu kehadiran guru di sekolah melalui penerapan reward and punishment di SDN Liang Anggang 1 Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah dengan desain yang diadaptasi dari model Kemmis dan Taggart, Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus mencakup empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru PNS yang berjumlah 13 orang di SDN Liang Anggang 1 Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Tahun Ajaran 2017/2018. Tenik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan observasi, lembar observasi digunakan untuk mengetahui disiplin guru dalam kehadiran di sekolah. Data yang terkumpul dianalisis dengan menghitung persentase guru yang hadir tepat waktu di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan reward and punishment di SDN Liang Anggang 1 Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut efektif meningkatkan disiplin waktu kehadiran guru di sekolah. Berdasarkan hasil observasi data pada akhir siklus I yaitu 69,3% guru hadir tepat waktu, kemudian dilanjutkan dengan siklus II dan mendapatkan hasil akhir yaitu 84,6% guru hadir tepat waktu. Berdasarkan indikator yang telah ditetapkan bahwa keberhasilan tindakan ini adalah minimal 80% guru hadir tepat waktu, Maka pada siklus II telah memenuhi kriteria dan dapat ditarik kesimpulan bahwa tindakan yang dilaksanakan pada siklus II dinyatakan berhasil.
Nilai Moral Pada Dongeng Nusantara Karya Na’an Ongky S. dan Fatiharifah Kamariah Kamariah; Missa Sari
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.594 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i1.636

Abstract

Hasil penelitian ini mengkaji tentang nilai moral dalam dongeng nusantara karya Na’an Ongky S. dan Fatiharifah. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan hubungan manusia dengan Tuhan, (2) mendeskripsikan hubungan manusia dengan dirinya sendiri, (3) mendeskripsikan hubungan manusia dengan manusia lain dalam Dongeng Nusantara karya Na’an Ongky S. dan Fatiharifah. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis yang menganalisis manusia dalam masyarakat dengan proses pemahaman mulai dari masyarakat ke individu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah buku Dongeng Nusantara karya Na’an Ongky S. dan Fatiharifah. Buku ini diterbitkan oleh Saufa Kid’s dengan tebal buku 148 halaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumen dan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh sebagai berikut: (1) nilai moral yang berhubungan antara manusia dengan Tuhannya meliputi tiga aspek yaitu: bersyukur, berdoa, dan anugerah Tuhan, (2) nilai moral yang berhubungan dengan dirinya sendiri dua belas aspek yaitu: malas dan manja, ikhlas, loba dan kikir, sifat iri, jujur, sabar, lembut, cerdik, Optimis, berfoya-foya, egois, dan Licik, (3) nilai moral yang berhubungan antara manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial meliputi enam aspek yaitu: suka menolong, setia, rela berkorban, silaturahmi, bijaksana, dan musyawarah.
Profil Berpikir Kritis Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Kemampuan Matematika Nonong Rahimah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.414 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i1.637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan masalah matematika ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode wawancara berbasis test. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang siswa yaitu siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Kegiatan penelitian dimulai dengan memberikan tes kemampuan matematika, Selain itu, kemampuan setara, berkomunikasi dengan baik dan kebersediaan untuk diwawancarai menjadi kriteria peneliti dalam memilih subjek penelitian kemudian dilanjutkan tugas pemecahan masalah dan wawancara. Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi waktu yaitu pemberian tugas pemecahan masalah yang setara untuk kedua kalinya dengan waktu yang berbeda. Kemudian, data yang valid dianalisis untuk menarik kesimpulan. Sehingga hasil dari penelitian ini adalah profil berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan kemampuan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang memiliki kemampuan yang tinggi memenuhi semua indikator berpikir kritis, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan sedang juga memenuhi semua indikator berpikir kritis namun pernyataan yang disampaikan kurang lengkap, dan yang terakhir siswa yang memiliki kemampuan rendah hanya sebagian indikator berpikir kritis saja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berpikir kritis yang dimiliki oleh siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah berbeda.
Hasil Penilaian Kinerja dan Capaian Kompetensi Guru (SMAN 2 Banjarmasin dan SMAN 13 Banjarmasin) Rusnailah Rusnailah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.537 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i1.638

Abstract

Keberhasilan pendidikan dapat ditentukan oleh banyak faktor, antara lain oleh faktor guru, siswa, sarana dan prasarana, lingkungan pendidikan, dan kurikulum. Dari beberapa faktor tersebut, faktor guru dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah menempati kedudukan yang sangat penting. Untuk mengukur keberhasilan sebuah proses pembelajaran diperlukan suatu evaluasi secara terus menerus melalui kegiatan evaluasi kinerja guru oleh setiap sekolah terhadap keseluruhan indikator keberhasilan guru dalam pembelajaran. Atas dasar pemikiran tersebut, perlu dilaksanakan analisis hasil pelaksanakan evaluasi kinerja yang dilaksanakan oleh setiap sekolah, untuk mendapatkan gambaran secara rinci dan spesifik tentang indikator keberhasilan dan kekurangan guru terhadap kompetensi profesi guru yang terdiri atas kompetesi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat capaian kompetensi profesi guru berdasarkan pertimbangan kepangkatan seseorang. Hasil evaluasi dapat menjadi bahan pertimbangan dan acuan setiap pengawas sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya selaku pembina satuan pendidikan. Selain itu, hasil penilaian kinerja juga dapat kerangka acuan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Pembina dalam menyusun program pembinaan, melaksanakan dan menetapkan sasaran pelaksanaan supervisi akademik di sekolah tersebut.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi dengan Menggunakan Strategi Pemodelan Pada Siswa Kelas X MIPA 1 SMAN 1 Pelaihari Tahun Pelajaran 2018/2019 Sulasteri Sulasteri
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.808 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i1.639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Pelaihari dalam menulis teks laporan hasil observasi dengan menggunakan strategi pemodelan. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan strategi pemodelan pada siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Pelaihari. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Penelitian ini dilakukan di kelas X MIPA 1 SMAN 1 Pelaihari pada bulan Agustus – September 2018. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan (1) Pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi menggunakan strategi pemodelan dapat meningkatkan hasil kemampuaan menulis teks laporan hasil observasi. Hal ini terlihat dari skor rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi sebelum dikenai tindakan adalah 57,65, kemudian meningkat menjadi 69,69 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 77,33 pada siklus II. Peningkatan skor rata-rata dari pratindakan ke siklus I sebesar 12,04. Peningkatan siklus I hingga siklus II sebesar 7,64. Peningkatan total skor rata-rata kelas dari pratindakan hingga siklus II sebesar 19,68. (2) Peningkatan proses pembelajaran menggunakan strategi pemodelan dapat dilihat dari antusiasme, perhatian, dan keaktifan siswa sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dan terjadi perubahan yang positif bagi siswa. Hal itu dikarenakan pembelajaran menulis teks laporan hasil obsevasi menjadi lebih menarik dan menyenangkan dengan menggunakan strategi pemodelan.
Komunikasi Seni Intrapersonal Dalam Pembelajaran Musik Dengan Rangsang Audio Mengunakan Metode Zoltan Kodaly Andi Wijaya
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.917 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.837

Abstract

Pelajaran yang disesuaikan antara materi seni musik dan seni tari karena tujuan seni budaya di sekolah umum bukanlah menjadi seniman, melainkan diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman seni musik dan seni tari. Dalam proses komunikasi intrapersonal serta peningkatan kreativitas gerak tari yang dalam proses pembelajaran mata kuliah pengetahuan seni musik kepada mahasiswa dapat menumbuhkan kepekaan kepekaan audio yang telah dipelajarinya sebelum gerak tari dengan iringan musik yang terlebih dahulu mereka pelajari sebelumnya. Kepekaan rasa, pikir, dan kecintaan seni dapat mereka tumbuhkan serta kerjasama antara mata kuliah pengetahuan seni music dengan mahasiswa, dengan adanya rangsangan audio hasil bunyi recorder dan gerak hand signs tadi dapat dijadikan bahan untuk memotivasi gerak tari. Dengan demikian arah pendidikan seni sebenarnya pada perubahan sikap mahasiswa serta diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dasar tentang kedua seni yang mereka pelajari antara seni musik dan seni tari penting bagi penyesuaian diri akan kehidupan masa depan. Perkembangan dari segi kreativitas ini harus diimbangi dengan peningkatan sarana bahan ajar yang menyangkut media di STKIP-PGRI Banjarmasin. Dalam seni budaya, gerak tari dan penggunaan rangsangan audio perlu dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan karena tingkat keseringan yang terjadi pada mahasiswa akan mempengaruhi kepekaan mahasiswa dalam berproses gerak tari. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar seni bisa berjalan dengan baik, hal ini karena didukung dengan sikap mahasiswa yang sangat antusias dalam belajar, ketertiban dalam mengikuti pelajaran, selain itu juga faktor utama dari dosen yang bisa menerapkan metode yang tepat. Dengan adanya proses pembelajaran ini, diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dan kepekaan.
Eksperimentasi Pembelajaran Berbasis Tik Menggunakan Metode Discovery Learning Dengan Peer Assessment Di Kelas Viii Smp Negeri 14 Banjarmasin Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.369 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.839

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3×3. Populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Banjarmasin tahun pelajaran 2017/2018. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 93 orang diambil dari siswa kelas VIII D, VIII E, dan VIII F SMPN 14 Banjarmasin. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning disertai dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran berbasis TIK menggunakan metode discovery learning lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional.
Pemanfaatan Google Apps di Era Literasi Digital Pada Siswa Sekolah Dasar Bahrul Ulum; Frendy Aru Fantiro; Mochamad Novi Rifa’i
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.872 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.843

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan Google Apps di era literasi digital pada siswa Sekolah Dasar (SD). Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Literasi digital merupakan kemampuan kemampuan penggunaan teknologi informasi dari perangkat digital secara efektif efisien dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya literasi digital adalah pemanfaatan teknologi informasi menggunakan Google Apps for education yang telah disediakan oleh perusahaan mesin pencari google untuk segenap komponen pendidikan disekolah. Dengan memanfaatkan Google Apps dalam proses pembelajaran yang dapat dibuka melalui smartphone dan tablet, memungkinkan para guru menyiapkan dan menyajikan materi pembelajarannya secara online (dan offline) yang mudah diakses siswa.
Perencanaan Pembelajaran Creative Learning Dalam Mata Kuliah Profesi Keguruan Beti Istanti Suwandayani; Siti Fatimah Soenaryo; Reny Dwi Susanti
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.819 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.844

Abstract

Kehidupan di era milenial ini menuntut berbagai ketrampilan yang harus dikuasai manusia, sehingga diharapkan pendidikan dapat memberikan persiapan bagi peserta didik untuk menguasai berbagai ketrampilan tersebut. Pencapaian ketrampilan pada abad ke-21 tersebut dapat dilakukan melalui perbaharuan dalam kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perencanaan, kendala dalam perencanaan pembelajaran, dan solusi dalam perencanaan pembelajaran creative learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data ini menggunakan instrumen sebagai pedoman pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berupa paparan yang mendalam terkait data penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan perencanaan pembelajaran dilakukan sebelum pembelajaran dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran berupa RPS mata kuliah. Permasalahan yang muncul dalam perencanaan pembelajaran ini adalah memadukan perencanaan pembelajaran dengan perkembangan milenial. Sedangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut pada pembelajaran creative learning adalah dengan melakukan inovasi pendampingan pembuatan media dan pembelajaran berbasis teknologi.

Page 6 of 16 | Total Record : 152