cover
Contact Name
Asy'ari
Contact Email
asyari153@gmail.com
Phone
+6285248587493
Journal Mail Official
p3mp@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jalan Sultan Adam Kompleks H.Iyus RT.23 No.18 Banjarmasin 70121 Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan
ISSN : 02167433     EISSN : 28278828     DOI : https://doi.org/10.33654/jpl
Core Subject : Education, Art,
Lentera merupakan jurnal ilmiah pada bidang pendidikan dan ilmu-ilmu kependidikan yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3MP) STKIP PGRI Banjarmasin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 152 Documents
Analisis Penerimaan Sistem Computer Based Test (CBT) Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) (Studi Kasus SMKN 1 Banjarmasin) Kenti Yuliana; Siti Suhaimah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.31 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap sistem Computer Based Test (CBT) dengan model Technology Acceptance Model (TAM) berdasarkan lima konstruk. Kelima konstruk tersebut adalah Kemudahan Pengguna Persepsian (Perceived Ease Of Use/PEOU), Kegunaan Persepsian (Perceived Usefulness/PU), Sikap terhadap Perilaku (Attitude Towards Behavior/ATB), Minat Perilaku (Behavioral Intention/BI) dan Penggunaan Sesungguhnya (Actual Use/AU). Tingkat signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5% dengan nilai ttabel 1,96 yang didapatkan dari proses bootstrapping yang berasumsi memiliki Derajat Kebebasan (DK) sebesar 500. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Konstruk kemudahan penggunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk kegunaan persepsian sebesar 69%; (2) Konstruk kemudahan penggunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk sikap terhadap perilaku sebesar 38%; (3) Konstruk kegunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk sikap terhadap perilaku sebesar 47%; (4) Konstruk kegunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk minat perilaku sebesar 29%; (5) Konstruk kegunaan persepsian berpengaruh terhadap konstruk penggunaan sesungguhnnya sebesar 19%; (6) Konstruk sikap terhadap perilaku berpengaruh terhadap konstruk minat perilaku sebesar 46%; dan (7) Konstruk minat perilaku berpengaruh terhadap konstruk penggunaan sesungguhnya sebesar 59%.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing Pada Materi Getaran Harmonis Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 4 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2017/2018 Solikatun Fujiastuti
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.958 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.905

Abstract

Keterampilan proses sains siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 4 Banjarmasin tergolong rendah. Hal ini disebabkan guru jarang mengajak siswa untuk melakukan kegiatan percobaan. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 4 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart, yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan/pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan keterlaksanaan RPP, lembar pengamatan keterampilan proses sains, dan lembar tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian dari siklus I ke siklus II, yaitu (1) Keterlakasanaa RPP pada siklus I pertemuan I dan II sebesar 85,88%, dan 89,51%, pada siklus II pertemuan I dan II sebesar 92,74% dan 96,37%. Keseluruhan berkategori sangat baik; (2) Keterampilan proses sains siklus I pertemuan I dan II sebesar 75,22% dan 84,32%. Siklus II pertemuan I dan II sebesar 93,60% dan 96,80%. Keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan; (3) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan klasikal sebesar 21,42% dan 89,28%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing mampu meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 4 Banjarmasin.
Revolusi Pendidikan Tari Suwarjiya Suwarjiya
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.246 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.906

Abstract

Pendidikan sebagai transformasi budaya dapat dikatakan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lainnya. Pendidikan justru mempunyai tugas menyiapkan peserta didik untuk hari esok dan mentransformasikan nilai budaya sehingga dapat membentuk karakter. Keunggulan yang paling menonjol terhadap pemanfaatan TIK dalam pembelajaran tari adalah pewujudannya divisualisasikan dalam presentasi terbukanya akses pembelajaran tari yang tak terbatas, utamanya terkait dengan persoalan: time, location, speed, person/guru. Artinya dengan model pembelajaran tari e-Learning, perkembangan seni budaya sebagai pembentuk karekter bangsa melalui nilai-nilai tari akan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Regenerasi kepenarian kian mengarah pada pengembangan ide persoalan : time, location, speed, person/guru. Artinya dengan model pembelajaran tari e-Learning, perkembangan seni budaya sebagai pembentuk karekter bangsa melalui nilai-nilai tari akan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, regenerasi kepenarian kian mengarah pada pengembangan ide-ide modern. Sehingga penerapan TIK dalam pembelajaran tari dapat dimaanfaatkan pula untuk pengembangan manajemen pendidikan tari ke depannya. Dari model pembelajaran yang terikat oleh persoalan person, time, location, dan speed, kini dengan memanfaatkan TIK persoalan itu time, location, dan speed, kini dengan memanfaatkan TIK persoalan itu dapat diatasi. Dengan memanfaatkan TIK, sangat memungkinkan perkembangan seni budaya tradisi, khususnya seni tari akan terlepas dari sekat-sekat wilayah bahkan akan dapat dipelajari oleh masyarakat internasional. Mereka dapat belajar dengan baik melalui, seperti halnya CD-interaktif atapun software-software pembelajaran tari yang dieksplore melalui internet, dalam bentuk pembelajaran jarak jauh. Maka dapat dikatakan, dengan pemanfaatan TIK, akan dapat terjadi revolusi pendidikan tari.
Kompetensi Guru di Era Revolusi Industri 4. Yudha Adrian; Rahidatul Laila Agustina
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019): EDISI DIES NATALIS XXXIV
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.231 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.907

Abstract

Guru sebagai agen perubahan dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Kompetensi guru menjadi bekal dalam menghadapi perubahan zaman. Di era revoluasi industri 4.0, kompetensi guru tidak sebatas nampak pada kehidupan nyata, namun dapat pula dicitrakan di dunia maya atau virtual. Oleh karena itu, guru harus proaktif dalam memanfaatkan perubahan iptek yang terjadi saat ini. Empat kompetensi guru harus dipadukan dengan kemajuan teknologi sehingga dapat diterima dikalangan peserta didik, teman sejawat, dan masyarakat luas.
Evaluasi Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Kebun Bunga 6 Banjarmasin Timur Menggunakan Model CIPP Agus Dian Mawardi; Rina Fadliah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.598 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini: 1) Mengetahui pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah-Sekolah Dasar (MBS-SD) di SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin; 2) Mengadakan evaluasi pelaksanaan MBS-SD di SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin dengan model CIPP (Context, Input, Process, and Product). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluasi sumatif. Objek penelitian meliputi: manajemen kurikulum dan pembelajaran berbasis sekolah, manajemen peserta didik berbasis sekolah, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan berbasis sekolah, manajemen sarana dan prasarana berbasis sekolah, manajemen pembiayaan berbasis sekolah, manajemen hubungan sekolah dan masyarakat berbasis sekolah, dan budaya dan lingkungan berbasis sekolah, sesuai buku Panduan Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar Buku IV dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Tahun 2013 dengan menggunakan model CIPP. Populasi penelitian adalah semua guru yang terkait dengan pelaksanaan MBS di Sekolah Dasar Negeri Kebun Bunga 6 Kecamatan Banjarmasin Timur. Teknik sampling menggunakan teknik “purposive sampling” berjumlah 15 orang guru termasuk Kepala Sekolah. Penelitian menggunakan angket, teknik observasi, dan wawancara terhadap responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan MBS di SDN Kebun Bunga 6 Banjarrmasin secara umum manajemen MBS berjalan dengan efektif/baik dengan skor sebesar 1277 point dengan nilai 76,01%. Masih perlu ditingkatkan pelaksanaan manajemen untuk pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan sarana dan prasarana dan manajemen pembiayaan berbasis sekolah.
Meningkatkan Kemampuan Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Siswa Kelas XI B Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Banjarmasin Amnah Amnah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.056 KB)

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksnakan dalan dua siklus yang tetdiri dari langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian dilaksnakan dengan seting siswa kelas XI B Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Banjarmasin. Indikator kinerja pada masing-masing siklus adalah ketuntasan belajar siswa sekurang-kurangnya 75% tuntas dari soal yang diberikan, dan ketuntasan belajar secara klasikal lebih dari atau sama dengan 85% tuntas. Data tentang aktivitas guru yang dikumpulkan melalui lembar observasi dianalisis dengan menggunakan skala ordinal sedangkan data tentang aktivitas siswa dianalisis dengan teknik persentasi demikian juga data tentang hasil belajar dan tanggapan siswa. Berdasarkan data yang dikumpulkan diperoleh gambaran adanya peningkatan hasil belajar siswa terjadi peningkatan dari siklus I dengan rata-rata 45%, menjadi 83% pada siklus II. Dengan demikian seluruh kreteria keberhasilan penelitian ini dapat dicapai dan hipotesis bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas XI B Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Banjarmasin dalam pembelajaran passing bawah bola voli diterima. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dijadikan salah satu alternatif bagi guru dalam menentukan strategi pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan akademik, kemampuan sosial dan kemampuan komunikasi siswa XI B Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Banjarmasin pada pembelajaran pembelajaran passing bawah bola voli diterima. Dengan hasil ini maka indikator keberhasilan penelitian dapat dicapai.
Pengembangan Model Pembelajaran CORE Berbasis TIK dengan Peer Assessment Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin Asy’ari Asy’ari; M. Rizki Zulkarnain; Nonong Rahimah
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.046 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) berbasis TIK dengan peer assessment serta efektivitas pembelajaran CORE berbasis TIK dengan peer assessment terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari gaya belajar siswa. Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah tahap pengembangan model pembelajaran yang termasuk ke dalam penelitian pengembangan (research and development). Tahap berikutnya adalah uji efektivitas model yang termasuk ke dalam penelitian eksperimental semu dengan desain penelitian 3×3. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN Kota Banjarmasin. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 268 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji ANOVA dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran CORE berbasis TIK dengan peer assessment lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran CORE dan model pembelajaran konvensional. Selain itu, hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran CORE lebih baik dari hasil belajar siswa yang diberi model pembelajaran konvensional.
Analisis Struktur Tari Radap Rahayu Dewi Rukmini; Juwita Juwita
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.344 KB)

Abstract

Tari Radap Rahayu adalah salah satu tari yang berasal dari Kalimantan Selatan, ditarikan untuk penyambutan tamu. Dalam bentuk sajian tari Radap Rahayu terdapat berbagai bentuk sikap dan gerak yang dimulai dari bagian kaki, tangan, dan kepala. Penelitian tentang analisis struktur gerak tari Radap Rahayu ini membahas tentang perincian gerak yang ada dalam tari Radap Rahayu secara detail, mulai dari tingkat terendah sampai ke tingkat tertinggi. Tujuan penelitian adalah untuk : (1) Mengetahui struktur gerak tari Radap Rahayu ditinjau dari jenis-jenis gerak; (2) Mengetahui struktur gerak tari Radap Rahayu berdasarkan watak gerak; (3) Mengetahui struktur gerak tari Radap Rahayu berdasarkan gerak bagian tubuh; (4) Mengetahui struktur gerak tari Radap Rahayu berdasarkan unsur-unsur gerak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dimana uraian bersifat deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah video tari Radap Rahayu dan narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi berupa foto yang menjadi bukti fisik yang mendukung penelitian. Dalam hasil penelitian ini diketahui bahwa (1) Struktur gerak tari Radap Rahayu berdasarkan jenis gerak meliputi 11 gerak maknawi dan empat gerak murni; (2) Struktur gerak tari Radap Rahayu berdasarkan watak gerak meliputi empat gerak maskulin dan 11 gerak feminims; (3) Struktur gerak tari Radap Rahayu berdasarkan gerak bagian tubuh meliputi enam sikap tangan 10 gerak tangan, tiga sikap kaki tujuh gerak kaki, tiga sikap dan satu sikap kepala; (4) Struktur gerak tari Radap Rahayu berdasarkan unsur gerak meliputi tiga gugus gerak, 17 kalimat gerak 31 frase gerak dan 152 motif gerak. Dalam tari Radap rahayu satu motif gerak dan motif gerak selanjutnya saling berkaitan membentuk satu frase gerak, satu frase gerak dan frase gerak selanjutnya membentuk satu kalimat gerak, satu kalimat gerak dan kalimat gerak selanjutnya menjadi satu gugus gerak, dan satu gugus gerak dan gugus gerak selanjutnya menjadi satu tarian utuh.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mahasiswa Memilih Program Studi di STKIP PGRI Banjarmasin Dina Afriani; Kenti Yuliana; Akhmad Syarwani
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.793 KB)

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha mutlak yang digunakan untuk membentuk manusia seutuhnya. Daya saing dalam memperoleh pekerjaan menuntut setiap individu untuk memiliki jenjang pendidikan yang tinggi, setidaknya strata 1. Seperti halnya persaingan dalam memperoleh pekerjaaan, terjadi juga persaingan antar lembaga pendidikan dalam menarik peminatnya. Persaingan dapat berdampak pada penurunan jumlah peminat dan tidak meratanya sebaran mahasiswa dalam program studi. Banyak faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut terjadi. Namun perlu diwaspadai dan dilakukan evaluasi sedini mungkin penyebab terjadinya penurunan tersebut. Berdasarkan observasi, jumlah peminat di STKIP PGRI Banjarmasin mengalami fluktuasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih Program Studi di STKIP PGRI Banjarmasin. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP PGRI Banjarmasin yang tersebar dalam enam program studi. Instrumen yang digunakan yaitu angket langsung dan tertutup. Agar tercapai tujuan penelitian tersebut maka perlu dilakukan analisis faktor terhadap data yang diperoleh. Berdasarkan kajian masalah dan teori, dirumuskan 45 variabel yang dapat mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam memilih program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 variabel yang dibentuk, dapat terbentuk 14 faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa, yaitu: (1) tuntutan sekarang dan keinginan masa depan; (2) teman dan orang tua; (3) kualitas diri; (4) bonafiditas, fasilitas, dan promosi; (5) linearitas pendidikan; (6) kualitas Program Studi; (7) potensi diri; (8) sarana dan pengetahuan; (9) dosen dan mahasiswa; (10) dukungan proses belajar-mengajar; (11) ekonomi dan informasi; (12) luaran alumni; (13) keluarga; dan (14) mata kuliah.
Peningkatan Kemampuan Mementaskan Drama Melalui Media Audio Visual Pada Siswa Kelas XII IPS 2 di SMAN 1 Anjir Pasar Tahun Pelajaran 2017/2018 Herlina Herlina
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.919 KB)

Abstract

Belajar lebih dari sekedar mengingat, bagi siswa untuk benar-benar mengerti dan dapat menerapkan ilmu pengetahuan. Mereka harus bekerja keras untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu bagi dirinya sendiri dan selalu bergulat dengan ide-ide. Tugas pendidikan tidak hanya menuangkan dan menjelaskan sejumlah informasi ke dalam benak siswa, tetapi mengusahakan bagaimana agar konsep-konsep dalam pelajaran dapat ditermia dan dipahami dengan mudah oleh siswa. Dari permasalahan di atas maka perlu dicari suatu stratego, model ataupun media pembelajaran yang tepat. Media yang tepat dalam pembelajaran pementasan drama adalah media audio visual. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPS 2 SMAN 1 Anjir Pasar Batola pada semester I pada tahun ajaran 2017/2018, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa, amgket untuk memperoleh data siswa, dan observasi yang dignakan untuk memperoleh data mengenai aktivitas siswa dan guru. Teknik analisis data berupa analisis data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari 76,92% pada siklus I menjadi 92,31% pada siklus II. Hal ini telah memenuhi batas ketuntasan klasikal yang ditetapkan sebesar 85%. Dan untuk aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan dari 3,19 (kategori baik) pada siklus I menjadi 3,69% (kategori baik) pada siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya dan guru dapat meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan pembelajaran mementaskan drama melalui media audio visual.

Page 9 of 16 | Total Record : 152