STLISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
STILISTIKA merupakan jurnal yang memuat tulisan/artikel hasil penelitian dan kajian/telaah setara penelitian yang mengkaji tentang bahasa, sastra, dan pembelajarannya. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Banjarmasin.
Articles
192 Documents
Mencipta Sastra Anak Bertema Kearifan Lokal Berbasis Pendidikan Karakter
Rina Ratih
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2019): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.651 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v4i2.995
The concepts of local wisdom inherited through folklores and children literature are the strategies to transform the values considered important to learn by children through textbooks. Therefore, children literature should be meaningful and highly relevant to the empowerment of the children’s life according to the stage of their development. This study questions how to write children’s literature with the theme of local wisdom based on character education. Based on the problem, the study aims to produce children literature with the theme of local wisdom, which is based on character education and according to the children’s development. There are three stages of children literature: emotional, intellectual, and personal development. The study belongs to descriptive qualitative research, employing Brady’s theory on children development and Rampan’s on the technique of writing children literature. Library research and creative process are used in the method. The study generates three models of folklore with the theme of local wisdom according to the children development: Putri Emas dan Burung Ajaib, Putri Cantik dari Pulau Bintan, and Sang Pembangkang. Besides, it also produces three literary works based on character education: “Lalang dan Kupu-Kupu yang Menawan,” “Gara-gara Ketinggalan Bekal,” and “Surti, Mawar, and Kupu-kupu.”
Kalimat Imperatif dalam Bahasa Lisan Masyarakat Dayak Deah
Isna Kasmilawati;
Lili Agustina
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2019): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.443 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v4i2.996
Kalimat imperatif dalam bahasa Dayak Deah sangat beragam jenisnya, bisa saja berisi kalimat perintah yang keras dan kasar, dan bisa juga berupa kalimat perintah dengan permohonan yang santun dan halus.Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Dayak Deah sering menggunakan kalimat perintah baik di rumah, sekolah atau lingkungan masyarakat, yang bersifat ajakan, larangan atau permohonan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kalimat perintah dalam bahasa lisan Dayak Deah.Penelitian menggunakan metode deskriptif analisis dan studi pustaka.Pada penelitian ini data terkumpul berupa kalimat imperatif dan beberapa tanggapan yang diberikan, karena dalam kalimat imperatif selalu mengharapkan adanya reaksi dari lawan tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat imperatif terdapat lima, yaitu kalimat perintah biasa, kalimat perintah permintaan, kalimat perintah ajakan, kalimat perintah, kalimat perintah suruhan, dan kalimat perintah larangan
Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta”
Irni Cahyani;
Sri Munalisa
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 1 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.136 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v5i1.1004
Penelitian ini membahas tentang pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta” di SCTV. Masalah yang diteliti adalah bagaimana wujud pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dan faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa dalam sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta.” Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan wujud pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dan (2) memaparkan faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa dalam sinetron “Siapa Takut Jatuh Cinta. ”Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan pragmatik. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diambil 4 episode dalam sebuah sinetron yang berjudul “Siapa Takut Jatuh Cinta.” Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi teks. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, pengelompokkan data, dan penginterpretasian. Intrumen penelitian dikelompokkan sesuai dengan pelanggaran kesantunan berbahasa, dan rencana pengujian keabsahan data dengan pengumpulan data, reduksi data, dan pengelompokkan data. Berdasarkan penelitian diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech yang berkaitan dengan hubungan antara peserta tuturan dan lawan tutur, yaitu: (a) maksim kebijaksanaan, (b) maksim penerimaan, (c) maksim kemurahan, (d) maksim kerendahan hati, (e) maksim kecocokan dan (f) maksim kesimpatian. (2) faktor penyebab pelanggaran prinsip kesantunan, yaitu: (a) kritik secara langsung dengan kata-kata kasar, (b) dorongan rasa emosi penutur, (c) protektif terhadap pendapat (d) sengaja menuduh lawan tutur, (e) sengaja memojokkan lawan tutur.
Pesan Religius pada Tegaknya Masjid Kami (Sebuah Novel Sejarah Di Tanah Banjar) Karya Tajuddin Noor Ganie
Muhammad Saihu
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 1 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.814 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v5i1.1005
Sastra yang merupakan sebuah seni menjadi sesuatu hal yang menarik untuk diamati. Hal ini dikarenakan seni sendiri berbentuk keindahan bagi yang mengamatinya, bukan hanya itu, seni juga dianggap memiliki nilai dan makna yang implisit sehingga semakin diamati maka semakin banyak hal yang menjadi nilai-nilai sebagai pesan dari sastra. Sastra yang berupa seni dan karya tersebut sangat berhubungan erat dengan sebuah ekspresi penciptaan dan kegiatan penciptaan. Ekspresi penciptaan ini berupa pengekspresian seorang pencipta atau pembuat yang memuat berbagai unsur kemanusiaan yang ada di dalamnya. Artinya, ketika sastra berhubungan erat dengan ekspresi penciptaan maka ketika sastra ini diciptakan maka mengandung unsur-unsur kemanusiaan.Masyarakat memiliki keyakinan tentang apapun yang dianggapnya sesuai dengan keyakinannya. Dalam hal ini, berkenaan dengan agama. Orang yang mengamalkan serta patuh terhadap aturan agama ini dianggap sebagai orang yang religius. Keriligiusan seseorang tampak dari bagaimana sikapnya dalam menghadapi sesuatu setiap hari. Begitu pula dalam Novel sejarah di Tanah Banjar dengan judul Tegaknya Masjid Kami yang dikarang oleh Tajuddin Noor Ganie menceritakan bagaimana keriligiusan masyarakat Banjar yang akhirnya mampu membangun sebuah mesjid yang dijadikan sebagai tempat ibadah. Metode dalam penelitian ini adalah berupa kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan sosiologis, yaitu untuk mengetahui bagaimana cara manusia menyesuaikan diri dalam sebuah komunitas masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil yang didapatkan dalam pesan pesan religius pada Tegaknya Masjid Kami (Sebuah Novel Sejarah di Tanah Banjar) ini berupa sikap berani, syukur, dan sabar.
Tokoh Utama dalam Kehancuran di Baruh Kelayar
Jamilah
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 1 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.087 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v5i1.1010
Peneliti ini mengkaji tentang kepribadian tokoh utama dalam cerita rakyat kehancuran di baruh kelayar karya Anggraini Antemas telaah psikologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan kondisi kepribadian tokoh utama dalam cerita rakyat Kehancuran di Baruh Kelayar karya Anggraini Antemas, (2) mendeskripsikan proses kepribadian tokoh utama dalam Kehancuran di Baruh Kelayar karya Anggraini Antemas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan psikologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalah metode deskrptif analisis. Sumber data penelitian ini adalah cerita rakyat Kehancuran di Baruh Kelayar karya Anggraini Antemas. Cerita rakyat ini merupakan yang diterbitkan Ananda Nusantara (AN), Amuntai tahun 2016 dengan tebal 107 halaman. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi kepustakaan, dan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik, deskriptif. Hasil penelitian dapat disumpulkan sebagai berikut: Gambaran kepribadian tokoh utama dalam cerita rakyat Kehancuran di Baruhelaya karya Anggraini Antemas meliputi: (a) kondisi kepribadian suka memancing di danau didekat rumahnya (b) diasuh oleh mahkluk gaib dari dasar danau dian tokoh meliputi (1) kedewasaan jasmani meliputi (a) terjadinya cobaan sakitnya saorang anak (b) menyapu air mata dengan selendang (c) perahu meluncur seperti anak panah. (2) kedewasaan intelektual (a) Marilah kita ke istana (b) bawalah aku ketempatmu (c) Dapatlah mempertimbangkan permohonan kami (d) Kami setuju pernikahan kami di batalkan (3) kedewasaan emosional (a) belum berputus asa (b) masih meminta dengan suara yang rendah dan beriba-iba (c) Dengan muka yang juga mengentupkan giginya (d) Keduannya saling berpandangan muka yang merah.Gambaran proses kepribadian tokoh utama dalam cerita rakyat Kehancuran di Baruh Kelayar karya Anggraini Antemas meliputi: a) masa kanak-kanak (1) suka memancing di danau didekat rumahnya (2) diasuh oleh mahkluk gaib dari dasar danau (b) masa remaja meliputi (1) Makin besar makin cantik parasnya (2) mengganggu ketentraman keluarga pak Rombi (c) masa dewasa meliputi (1) istana sulakarta sangat bergembira menyambut hari perkawinan angung putera mahkota (2) sesuduh dinikahkan mareka diarak keliling kampung
Blended Learning dalam Merdeka Belajar Teks Eksposisi
Fajarika Ramadania;
Dana Aswadi
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 1 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.99 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v5i1.1014
Keberhasilan proses pembelajaran sangat bergantung kepada model pembelajaran sebagai strategi pembelajaran yang digunakan guru di kelas. Sejauh ini, strategi pembelajaran yang populer di Indonesia adalah pembelajaran berbasis kelas tradisional (klasikal) dengan menggunakan metode ceramah. Penambahan inovasi pembelajaran yang tepat akan menghasilkan kemandirian dan kepercayaan diri siswa yang telah mencoba mengeksplorasi dan mengeksplorasi tidak hanya para guru. Asumsi inilah yang menyebabkan blended learning menjadi pilihan tanpa belajar tidak cukup hanya dengan tatap muka. Tujuan utama dari eksposisi adalah memperluas pandangan dan pengetahuan seseorang. Ekposisi merupakan bentuk retorika yang sering dipergunakan dalam menyampaikan uraian-uraian yang tidak berusaha mempengaruhi orang lain. Pembaca sama sekali tidak dipaksa untuk menerima pendapat penulis. Setiap pembaca memiliki persepsi sendiri, boleh menerima atau menolak tetapi setidaknya pembaca sudah mengetahui bahwa ada orang yang berpendapat demikian. Merdeka belajar dan guru penggerak bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia pembelajaran. Setiap anak yang dilahirkan pasti memiliki keistimewaan yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Disinilah kita sebagai pendidik harus mampu menjadi teman belajar yang menyenangkan agar proses belajar anak benar-benar atas kesadaraannya sendiri dan merdeka atas pilihannya. Diperlukan waktu yang cukup serta kesabaran dalam memfasilitasi, agar anak mampu untuk mengenali potensinya. Karena bakat anak bisa tumbuh ketika anak sudah memiliki minat dan mau berlatih untuk mengasah keterampilannya. Dalam mengawali proses belajar, pendidik juga perlu memiliki kemampuan mendengar yang baik. Tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan dan mendikte anak-anak atas kehendak pendidik.
Perjuangan Tokoh Perempuan dalam Novel Satin Merah Karya Brahmanto Anindito dan Rie Yanti
Utari Isnaini;
Rina Ratih;
Purwati Zisca Diana
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.226 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v5i2.1119
This study aims to describe the forms of struggle of women leaders in the fields of education, politics, social and economics in the Red Satin novel by Brahmanto Anindito and Rie Yanti. The research data collection was carried out by literary methods and reading and note-taking techniques. Research data were analyzed using the theory of liberal feminism. This research is a descriptive qualitative research with the water model analysis method. The results showed that the form of the struggle of women in the field of education is a struggle in maintaining its existence in the world of work and the struggle to get higher education, in the political field, namely the struggle in obtaining the right to vote and opinion, in the social field, namely the struggle in getting work experience and get a social position, and in the economic field that is struggling in earning income.
Gaya dan Makna dalam Kumpulan Puisi Perjalanan Panjang Karya Sivitas PBSI STKIP PGRI Banjarmasin (Tinjauan Stilistika)
Hidayati Desy
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (682.945 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v5i2.1120
Gaya dan makna dan makna dlam kumpulan puisi perjalanan panjang karya sivitas PBSI STKIP PGRI Banjarmasin. Puisi buku dalam kumpulan puisi ini memiliki tema tentang kehidupan dari kalangan mahasiswa dan pengajar dari kampus tersebut, baik berupa kehidupan dalam berkarir, keluarga, dan cinta. Semua tersimpan pada kumpulan puisi perjalanan pajang tersebut yang bertujuan untuk (a) mendeskripsian gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan puisi (b) memaparkan pemaknaan yang terkandung dalam puisi perjalanan panjang kumpulan sivitas PBSI STKIP PGRI Banjarmasin dengan menggunakan kajian stilistika. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan struktural dalam karya sastra yang meruakan susunan dari unsur-unsur yang berkaitan dengan sebuah kumpulan puisi tentang kehidupan.Dalam penelitian tersebut terdapt gaya bahasa berupa paralelisme, anthitetis, refetisi, bahasa kiasan meliputi persamaan, metafora, personifikasi dan dan epitet, analisis pemaknaan pada sebuh puisi perjalanan panjang yang merupakan penyimpangan arti, pergantian serta penciptaan arti. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapatnya gaya dan mkana dalam kumpulan puisi perjalanan panjang karya sivitas PBSI STKIP PGRI Banjarmasin.
Nilai-Nilai Sosial dalam Novel Untukmu Imam Rahasiaku Karya Maylan Kokonoka
Irni Cahyani;
Rahmayanti
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.381 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v5i2.1121
Penelitian ini mengkaji tentang nilai-nilai sosial dalam novel. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan nilai agama dalam novel Untukmu Imam Rahasiaku, (2) Mendeskripsi nilai moral yang ada dalam novel Untukmu Imam Rahasiaku, dan (3) Menelaah nilai pendidikan yang ada dalam novel Untukmu Imam Rahasiaku karya Maylan Kokonoka. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis yang menganalisis manusia dalam masyarakat dengan proses pemahaman mulai dari masyarakat ke individu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dilakukan dengan cara mendiskripsikan fakta-fakta, yang kemudian disusul dengan analisis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel yang berjudul Untukmu Imam Rahasiaku karya Maylan Kokonoka. Novel ini diterbitkan oleh Coconut Books, Depok tahun 2018 dengan tebal buku 412 halaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah teknik observasi teks dan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif interpretatif. Hasil kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Nilai agama yang ada dalam novel mengacu pada dua bagian, yaitu: a) hubungan manusia dengan Tuhan, ada 45 buah pembahasan, dan b) Hubungan manusia dengan manusia 9 buah pembahasan, (2) Nilai moral yang ada dalam novel mengacu pada tiga bagian, yaitu: a) hubungan manusia dengan Tuhan, ada 4 buah pembahasan, b) hubungan manusia dengan diri sendiri 12 buah pembahasan, dan c) hubungan manusia dengan sesama 27 buah pembahasan, dan (3) Nilai pendidikan yang ada dalam novel Untukmu Imam Rahasiaku karya Maylan Kokonoka ada 15 buah pembahasan
Analisis Pencitraan Kumpulan Puisi Semua Tetap Seperti Semula Karya Tarman Effendi Tarsyad
Johan Arifin;
Rahidatul Laila Agustina
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.683 KB)
|
DOI: 10.33654/sti.v5i2.1122
Penelitian ini berkenaan dengan kajian stilistika sastra berupa majas dan citraan dalam kumpulan puisi Semua Tetap Seperti Semula karya Tarman Effendi Tarsyad. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pencitraan dalam kumpulan puisi Semua Tetap Seperti Semula karya Tarman Effendi Tarsyad, Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan stilistika dan jenis penelitian kepustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini adalah 10 judul puisi di dalam buku kumpulan puisi Semua TetapSeperti Semula karya Tarman Effendi Tarsyad. Metode pengumpulan data yangdigunakan adalah metode baca dan catat, dan teknik analisis data adalah analisis interaktif. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan hasil dari penelitian ini secara garis besar, Pemanfaatan citraan dalam kumpulan puisi tersebut adalah a) citra penglihatan, b) citra pendengaran, c) citra perabaan, dan d) citra gerak.