cover
Contact Name
Fitrahayunitisna
Contact Email
fitrahayunitisna@ub.ac.id
Phone
+6285777556060
Journal Mail Official
kusalawafibub@gmail.com
Editorial Address
Jalan Veteran, Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Kusa Lawa
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 28278194     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.kusalawa
Jurnal ini mewadahi gagasan ilmiah dan publikasi hasil penelitian dari para ilmuwan, akademisi, maupun peneliti. Untuk itu jurnal ini terbuka dan menerima artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian, gagasan ilmiah, dan penciptaan seni.
Articles 66 Documents
EKOLOGI ALAM SEKITAR SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS Syahrul Ikhwani
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.07

Abstract

Manusia dalam menjalani beratnya lika liku kehidupan perlu adanya nilai inspiratif.. nilai inspiratif mudah didapatkan dari lingkungan sekitar manusia. Ekologi hewan pada lingkungan pedesaan merupakan sarana yang tepat dalam mencari nilai inspiratif tersebut dikarenakan masyarakat telah terbiasa hidup berdampingan dengan hewan dan juga telah menjalin banyakrelasi denganya. Melalui penciptaan karya seni lukis. Penulis ingin menyampaikan nilai – nilai inspiratif tersebut agar dapatmemovitasi masyarakat yang sedang dalam keadaan gelisah atau merasakan beban kehidupan. Penulis menggunkan konsep dasar ilustrasi biologi agar dapat menampilkan ekologi hewan dan relasinya dengan manusia. kemudian adanya konsepMetafora yang merumpamakan hewan sebagai manusia dan ekologi hewan juga relasinya sebagai perumpamaan pola hidupmanusia. mempermudah apresiator dalam belajar, berkaca dan mencari nilai inspiratif pada ekologi hewan Sebagai bentukperwujudan karya, penulis menggunakan metode penciptaan dari Alma M Hawkins yang terdiri dari eksplorasi, improvisasi, danforming. Pada permaslahan tekniknya penulis menggunakan konsep dasar ilustrasi biologi sehingga lukisan yang ditampilakanbisa merepresentasikan keadaan ekologi hewan pada realita sebenarnya. Kemudian dalam segi teknik penulis menggunakan teknik realis cak akrilik di atas kanvas dengan sapuan tebal dan kuat sehingga membentuk visual lukisan modern, padat dan warna yang segar.
NDAK ADA KERJASAMA YO NDAK JALAN: MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA KUNGKUK, DESA PUNTEN, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU Aurelia Septiani; Hipolitus Kristoforus Keuwel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.05

Abstract

“Ndak Ada Kerjasama Yo Ndak Jalan:” Modal Sosial Dalam Pengembangan Kampung Wisata Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ndak Ada Kerjasama Yo Ndak Jalan, merupakan modal sosial yang berbentuk peran aktif dari masyarakat dalam pengembangan Kampung Wisata Kungkuk di Desa Punten. Hal ini karena, Kampung Wisata Kungkuk merupakan pariwisata yang berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT). Dalam proses pengembangannya banyak terdapat tantangan hingga akhirnya pariwisata ini dapat dikatakan berhasil, salah satu tantangannya saat ini yaitu Kampung Wisata Kungkuk ditutup secara paksa karena adanya pandemi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses penerapan konsep dalam pengembangan Kampung Wisata Kungkuk pada sebelum dan saat pandemi, serta modal sosial seperti apa yang telah dibangun oleh pengelola secara lebih lanjut. Kampung Wisata Kungkuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan bersifat deskriptif oleh Miles dan Huberman dengan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa partisipasi dan kerjasama yang terbentuk telah memberikan sumbangsih terhadap proses pengembangan Kampung Wisata Kungkuk sehingga dapat dikatakan bahwa modal sosial dalam bentuk kerjasama ini merupakan model pariwisata yang baik.
YAYOI KUSAMA DAN NARASI FEMINIST ART KARYA SENINYA//NARASI FEMINIST ART PADA KARYA YAYOI KUSAMA Ainur Khafifah
Kusa Lawa Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.01.04

Abstract

This article is a literacy study of the development of the subject into an object: Yayoi Kusama in the development of his art and how his cultural background, race and gender identity and his body values lead him to the flow of feminist arts which is usually published by each curator and critic on themes. his work. This paper uses a psychoanalytic approach in identifying objects and tendencies that Kusama has brought along in his career. How the charm and existence of Kusama bring along the goals of feminist thought itself, this is one of the feminist thought tools accepted by the audience without having to present upheaval by various people, art is a container of thought that can be accepted by society widely and clearly both from in terms of aesthetics and in terms of value.
PARADIGMA PERUBAHAN SOSIAL DALAM RITUAL PEMAKAMAN RAMBU SOLO’ DI TANA TORAJA El Kansa Nabilah Hidayat
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.05

Abstract

Ritual pemakaman Rambu Solo’ merupakan salah satu budaya yang paling terkenal dari Tana Toraja. Ritual ini dilaksanakan dengan kesan yang meriah karena melihat strata sosial orang yang meninggal sehingga mereka perlu menunjukkan bahwa mereka memang berasal dari kelompok masyarakat kalangan atas atau masyarakat terhormat. Ritual Rambu Solo’ sarat akan makna dan nilai-nilai istiadat (aluk) yang mengikat masyarakat Tana Toraja. Dengan demikian, aluk merupakan ilahi dan seluruh makhluk patut tunduk kepada Aluk. Namun, kini upacara Rambu Solo’ telah mengalami berbagai perubahan dalam konteks ritualnya yang mengakibatkan terjadinya perubahan makna. Penelitian ini mengkaji sekaligus menggambarkan perubahan sosial budaya yang berlaku pada upacara pemakaman Rambu Solo’ di Tana Toraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode netnografi dan studi pustaka pada buku, jurnal ilmiah, dan berita online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Rambu Solo’ yang dahulu diasakan pada Aluk Todolo telah mengalami perubahan karena diadaptasikan dengan agama Kristen dan perkembangan modern.
WES KOYO ANAKKU DEWE : PENGASUHAN ANAK PEKERJA MIGRAN (APM) OLEH KERABAT DI DESA PURWODADI, KECAMATAN DONOMULYO, KABUPATEN MALANG Umi Wardah Septiani; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.01

Abstract

Wes Koyo Anakku Dewe : Pengasuhan Anak Pekerja Migran (Apm) Oleh Kerabat Di Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Pekerja Migran Indonesia atau PMI adalah warga negara Indonesia yang akan, sedang atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia (dikutip dari BPJS Ketenagakerjaan.go.id 2020). Jumlah pekerja migran yang tinggi memberikan berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Dampak positifnya terdapat peningkatan devisa bagi Negara serta kesejahteraan ekonomi keluarga migran. Dampak negative juga muncul terkait jumlah perceraian bagi migran meningkat, anak broken home ataupun terlibat oleh kenakalan remaja. Desa Purwodadi Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang terdapat pula beragam dinamika berkaitan dengan keluarga pekerja migran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menelisik dinamika terkait APM, mendeskripsikan pengasuhan yang dilakukan kerabat serta timbal balik yang mereka berikan atas pengasuhan. Penelitian ini memilih lokasi fokus di Dusun Sidorejo, Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo. Dikarenakan muncul beragam dinamika terkait APM. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Informan yang dipilih merupakan dua keluarga pekerja migran yang melibatka peran kerabat yaitu nenek. Kemudian pendiri dan relawan program peduli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nenek memegang peran paling penting terhadap urusan domestik keluarga pekerja migran serta pengasuhan anak. Nenek memberikan pengasuhan yang telihat dalam bentuk care. Pemberian tersebut tergolong dalam free gift. Kemudian para orang tua memberikan timbal balik berupa balas budi ataupun materi. Relasi terbentuk sehingga hubungan timbal balik terus-menerus dilakukan dan mewujudkan resiprositas.  
SAMPUN WONTEN KET MBIYEN LAN JUMLAHE MBOTEN KIRANG MBOTEN NAMBAH: MITOS ‘IKAN DEWA’ SEBAGAI STRATEGI KONSERVASI DI TELAGA RAMBUT MONTE KABUPATEN BLITAR JAWA TIMUR Della Lutfi Muqodam; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.06

Abstract

Sampun Wonten Ket Mbiyen Lan Jumlahe Mboten Kirang Mboten Nambah:  Mitos ‘Ikan Dewa’ Sebagai Strategi Konservasi di Telaga Rambut Monte Kabupaten Blitar Jawa Timur. Manusia tidak dapat dipisahkan dengan alam karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia berhubungan dengan alam. Saat ini, alam tidak lagi hanya dipandang sebagai objek bernilai ekonomi saja, melainkan juga menjadi bagian dari suatu kelompok masyarakat, sehingga manusia berusaha merawat lingkungan mereka dengan berbagai cara, dapat berbentuk hukum formal, hukum agama, maupun pengetahuan lokal masyarakat. Begitu pula dengan masyarakat Desa Krisik yang menggunakan pengetahuan lokal untuk menjaga kelestarian lingkungannya. Penelitian ini berlokasi di Desa Krisik Kabupaten Blitar yang memiliki kepercayaan lokal mengenai Ikan Dewa yang disakralkan dan dipercaya sebagai ikan gaib berkekuatan mistis. Ikan gaib tersebut dilarang untuk diambil atau dikonsumsi. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat masyarakat masih terus menghidupi mitos Ikan Dewa karena telah tertanam dalam hidup masyarakat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi-strategi yang dilakukan warga untuk menyebarkan nilai konservasi yang terkandung dalam mitos ini yaitu menggunakan beberapa cara, diantaranya dengan mensosialisasikan pada wisatawan dan melalui kegiatan rutin bersih desa yang sarat dengan nilai-nilai konservasi.
HEWAN SINGA SIMBOL IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT MALANG Rizaldi Rahmadan Ashari
Kusa Lawa Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.01.05

Abstract

Hewan Singa Simbol Identitas Budaya Masyarakat Malang. Identitas suatu kota tidak hanya dibentuk melalui warisan kebudayaan atau peninggalan sejarah. Secara tidak langsung, perilaku masyarakat juga dapat membentuk identitas sebuah kota. Kota Malang identik dengan klub sepak bola Arema dan simbolisme simbol hewan singa yang hadir bersamanya. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan pemaknaan hewan singa sebagai identitas masyarakat Kota Malang. Tulisan ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan identitas kebudayaan masyarakat Kota Malang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan dilakukan dengan menggunakan teknik analisis observasi dan studi literatur. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat Kota Malang menjadikan simbolisme hewan singa sebagai falsafah berkehidupan. Pemaknaan simbolisme singa diwujudkan ke dalam gagasan dan ekspresi budayanya. Hal ini ditunjukkan melalui perwujudannya ke dalam berbagai aspek kebudayaan masyarakat Kota Malang. 
EKSISTENSI KELOMPOK WANITA TANI “MANDIRI SEJAHTERA” (STUDI KASUS DI DESA BOJONGMANGU, KABUPATEN BEKASI) Dzikrina Ramadanti
Kusa Lawa Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2022.002.01.04

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi Kelompok Wanita Tani “Mandiri Sejahtera” di tengah pesatnya pengembangan wilayah industri. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bojongmangu, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan dengan para anggota Kelompok Wanita Tani “Mandiri Sejahtera”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Kelompok Wanita Tani “Mandiri Sejahtera” di tengah pesatnya pengembangan wilayah industri diberdayakan dengan baik oleh pemerintah setempat. Keberhasilan pemerintah dalam memberdayakan kelompok ini dibuktikan dengan diraihnya peringkat satu oleh KWT “Mandiri Sejahtera” pada Lomba Program Terpadu Peningkatan Perempuan Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) di tingkat provinsi. Keberadaan KWT “Mandiri Sejahtera” juga menjadi faktor yang meningkatkan taraf hidup anggotanya. Pemerintah berupaya memberdayakan masyarakat dengan sistem bottom-up, dimana pemerintah setempat melihat kebutuhan dan keahlian masyarakat terlebih dahulu. Meskipun pengembangan sektor industri dilakukan, terlebih karena Kabupaten Bekasi merupakan salah satu wilayah industri terbesar di Indonesia, pemerintah tidak lupa mengembangkan sektor pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yaitu dengan memberdayakan Kelompok Wanita Tani “Mandiri Sejahtera”.
CENTRAL VERSUS REGIONAL: MEMBACA KONSEP PARIWISATA HALAL KOTA BATU Azizah Nur Rosita; Hipolitus Kristoforus Kewuel
Kusa Lawa Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.02.02

Abstract

Central versus Regional: Membaca Konsep Pariwisata Halal Kota Batu. Populasi umat muslim di dunia saat ini kian meningkat. Peningkatan ini memberi ruang bagi pelaku industri untuk meningkatkan kualitas produk halal yang diciptakan karena umat muslim saat ini telah memerhatikan kualitas produk yang dipilih sebagai bentuk kepuasan diri mereka. Pariwisata menjadi salah satu industri yang mulai mengembangkan pelayanan bagi muslim. Dalam beberapa dekade ini, konsep wisata halal muncul. Salah satu negara yang menerapkan wisata halal adalah Indonesia. Dalam penerapannya, Indonesia berhasil meraih berbagai penghargaan. Kota Batu yang masuk dalam daftar wisata halal unggulan di Indonesia juga turut melakukan penyesuaian dalam pengimplementasian wisata halal. Dalam hal ini, Islam menempati kedudukan yang utama. Meskipun masyarakat Kota Batu mayoritas muslim, namun kondisi multikulturalisme menjadi sebuah tantangan dalam pengimplementasiannya. Terdapat satu instansi, yakni Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Batu yang mengelola kerukunan antar umat bergama dengan menciptakan satu kondisi tanpa deskriminasi. Tulisan ini bertujuan mengungkap konsep wisata halal yang diterapkan di Kota Batu dalam multikulturalisme yang terjadi serta mengulas pengelolaan kerukunan yang dilakukan oleh FKUB Kota Batu dalam menciptakan sebuah keharmonisan. Konsep black box dan multikultural otonomis digunakan dalam mengungkap wisata halal di Kota Batu. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode etnografi dalam penggalian datanya.
KAJIAN ESTETIKA VISUAL TARI KIPRAH GLIPANG PROBOLINGGO Rosalia Febidyahwati
Kusa Lawa Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.kusalawa.2021.001.01.01

Abstract

Kajian Estetika Visual Tari Kiprah Glipang Probolinggo. Tari Kiprah Glipang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang berasal dari Desa Pendhil Kabupaten Probolinggo.  Seiring perkembangan zaman, kesenian tari ini semakin memudar khususnya di lingkungan masyarakat Probolinggo sendiri sehingga eksistensi dan wawasan yang berkaitan dengan tari kiprah glipang ini turut mengalami penurunan. Akibatnya, semakin banyak masyarakat khususnya Probolinggo yang tidak mengenal kesenian asli daerahnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis visual tari glipang berdasarkan pada aspek busana, tata rias, dan gerak tubuh dengan tujuan untuk memberikan gambaran secara rinci sekaligus mengenalkan kesenian tari glipang kepada masyarakat luas. Metode yang digunakan adalah kritik seni E.B. Feldman dengan data yang didapat melalui studi pustaka dan dokumentasi.  Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa tari kiprah glipang merupakan sebuah tarian yang merepresentasikan keberanian seseorang dalam membela kebenaran serta keadilan di mana hal itu diwujudkan dalam aspek busana yang menggunakan warna-warna berani, tata rias yang menciptakan ekspresi tegas, dan juga gerak tubuh patah-patah yang banyak mengadopsi dari gerakan beladiri.