cover
Contact Name
Singgih Subiyantoro
Contact Email
singgihsubiyantoro1989@gmail.com
Phone
+6282138823545
Journal Mail Official
ratnaeskundari87@yahoo.co.id
Editorial Address
Jl. Letjen. Sujono Humardani No.1 Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Educate: Journal of Community Service in Education
ISSN : -     EISSN : 28285727     DOI : -
Educate: Journal of Community Service in Education menerbitkan artikel hasil pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan
Articles 106 Documents
Membangun Budaya Literasi Guru melalui Sosialisasi Kebijakan “Hari Belajar Guru” bagi Kepala Madrasah Muhammad Munadi; Pratiwi Rahmah Hakim; Kholis Firmansyah; Mayana Ratih Permatasari; Iqbal Ramadhan Irsyad Yudiono
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 6 No 1 (2026): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergeseran zaman dan dinamika disrupsi pendidikan menuntut guru untuk senantiasa memperbarui kompetensi pedagogik secara berkelanjutan. Namun, ketergantungan absolut pada forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang hanya dilaksanakan sebulan sekali terbukti kurang efektif dalam membangun ekosistem belajar yang berkesinambungan. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses sosialisasi dan implementasi kebijakan "Hari Belajar Guru" berdasarkan Surat Edaran Kemendikdasmen Nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025 kepada Kepala Madrasah se-Kabupaten Sragen. Metode yang digunakan meliputi pendekatan sosialisasi manajerial melalui empat tahapan sistematis: koordinasi, sosialisasi, implementasi, dan evaluasi. Subjek sasaran adalah para pimpinan madrasah, dengan lokus implementasi spesifik di MTs Negeri 1 Sragen. Instrumen evaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman manajerial yang masif, khususnya pada indikator teknis penjadwalan mandiri (dari 38,2% menjadi 94,5%) dan legalitas penggunaan dana operasional sekolah untuk Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (dari 35,0% menjadi 92,4%). Kepastian manajerial ini langsung diimplementasikan di MTs Negeri 1 Sragen melalui gerakan literasi harian "Membaca Bersama, Mengajar Lebih Bermakna". Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa intervensi manajerial melalui kepemimpinan transformasional sangat krusial dalam mengubah regulasi birokrasi menjadi budaya self-directed learning yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan di satuan pendidikan.
Pengembangan “the Whispering Shelter” dengan Participatory Action Research untuk Meningkatkan SDM BUMDes Arumsari Arumsari; Saly Kurnia Octaviani; Bayu Dwi Raharja; Bachtiar Suryo Bawono
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 6 No 1 (2026): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan ekonomi masyarakat desa dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan kepariwisataan. Salah satu strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah penguatan kapasitas pengelola Badan Usaha Milik Desa (BumDes) melalui program pengabdian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris pengelola BumDes Sinergi Sidowayah sebagai bentuk layanan pemasyarakatan berbasis pemberdayaan komunitas. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa pelatihan Bahasa Inggris dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan kesiapan profesional pengelola dalam melayani wisatawan asing. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif aksi penelitian dengan tahapan sosialissi, pelatihan berbasis praktik (role play), penerapan teknologi dengan website dan modul online bilingual, serta evaluasi berbasis Pre-Test dan Post-Test. Subjek penelitian terdiri dari 8 pengelola BumDes Sinergi yang dibagi ke dalam tiga kategori kemampuan: beginner, intermediate, dan advanced. Indikator utama keberhasilan diukur melalui peningkatan skor kemampuan berbicara Bahasa Inggris dan implementasi standar bilingual dalam layanan wisata.Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara nilai rata-rata Pre-Test (78,89) dan Post-Test (86,63). Sebagai kesimpulan, pelatihan “The Whispering Shelter” terbukti efektif meningkatkan kapasitas SDM BumDes Sinergi dalam komunikasi internasional, sehingga memperkuat posisi desa wisata yang berkelanjutan. Program ini terbukti berguna sebagai model percontohan bagi pengembangan kapasitas SDM di desa wisata lain yang ingin mengintegrasikan standar bilingual dalam pelayanan wisatanya.
Peningkatan Ketertarikan Belajar melalui Pelatihan Self-regulated Learning dan Regulasi Emosi Nurtaty Sinaga; Princen; Erni Julianti Simanjuntak; Ruth Maya Tamba; Bernhardt Siburian
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 6 No 1 (2026): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan self-regulated learning (SRL) dan regulasi emosi merupakan aspek penting yang mendukung keberhasilan belajar remaja, khususnya pada kelompok dengan keterbatasan sosial dan ekonomi. Remaja di Sekolah Alam Sopo Safari Pematangsiantar menghadapi berbagai tantangan belajar, seperti tekanan ekonomi keluarga, keterbatasan fasilitas belajar, dan minimnya dukungan emosional. Oleh karena itu, pelatihan regulasi emosi dan self-regulated learning dilakukan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan pengelolaan emosi dan kemandirian belajar. Pelatihan dilaksanakan dalam empat sesi yang mencakup pengenalan emosi, strategi regulasi emosi melalui breathing exercise dan afirmasi positif, penyusunan goal setting planner, serta cognitive restructuring. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner evaluasi dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Hasil menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap kegiatan. Sebagian besar peserta merasa kegiatan menyenangkan, materi mudah dipahami, serta fasilitator mampu menjelaskan materi dengan baik. Peserta juga menunjukkan peningkatan kemampuan mengelola emosi, motivasi belajar, pengaturan waktu belajar, dan kemandirian belajar. Selain itu, sebagian besar peserta cenderung menggunakan strategi cognitive reappraisal dalam meregulasi emosi. Secara keseluruhan, pelatihan dinilai efektif dalam mendukung pengembangan regulasi emosi dan self-regulated learning peserta. Meskipun demikian, diperlukan pendampingan yang berkelanjutan agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh peserta.
Peningkatan Kreativitas Digital Siswa Sekolah Menengah Kejuruan melalui Pelatihan Desain Grafis Berbasis Canva Rani Rahim; Asrindah Nasution; Rizka Fahruza Siregar; Nova Riani; Zainal Azis
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 6 No 1 (2026): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/educate.v6i1.8282

Abstract

Perkembangan industri kreatif digital menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menguasai keterampilan desain grafis, namun keterbatasan akses terhadap perangkat lunak desain profesional yang berlisensi dan bersifat berat secara teknis menjadi kendala utama dalam pembelajaran desain grafis di sekolah kejuruan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan kreativitas siswa SMK dalam bidang desain grafis melalui pelatihan berbasis aplikasi Canva yang mudah diakses dan tidak berbayar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi langsung, praktik terbimbing, dan praktik mandiri, dengan evaluasi menggunakan tiga instrumen, yaitu tes pengetahuan (pre-test dan post-test), rubrik penilaian kreativitas karya oleh dua penilai independen, serta angket kepuasan peserta, yang dilaksanakan terhadap 36 siswa kelas X jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pemahaman dan keterampilan siswa, dengan rata-rata skor pre-test 52,4 meningkat menjadi 84,7 pada post-test (N-Gain = 0,68, kategori sedang-tinggi); sebanyak 83,33% siswa menghasilkan karya dalam kategori kreatif hingga sangat kreatif; dan 91,67% peserta menyatakan sangat puas terhadap pelaksanaan pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis Canva efektif sebagai strategi pembelajaran desain grafis yang aplikatif, terjangkau, dan mampu mendorong kreativitas siswa SMK secara terukur. Disimpulkan bahwa kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi digital dan kesiapan kerja siswa di bidang industri kreatif. Disarankan agar pihak sekolah mengintegrasikan Canva sebagai media pembelajaran rutin dan menyelenggarakan pelatihan lanjutan bagi guru maupun siswa pada fitur-fitur yang lebih lanjut.
Peningkatan Kualitas Penanganan Ikan Tunas dan Rantai Dingin Berkelanjutan melalui Pembelajaran Partisipatif Hani Widhianata; Fidela Dzatadini Wahyudi; Sri Wahyuni; Sri Rahmawati
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 6 No 1 (2026): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan tuna merupakan komoditas perikanan bernilai tinggi yang rentan terhadap penurunan kualitas tanpa penerapan rantai dingin yang tepat. Namun, keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam penanganan ikan masih menjadi tantangan, termasuk pada aktivitas di sekitar fasilitas cold storage yang berjarak 38 km dari Tempat Penangkapan Ikan (TPI). Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pembelajaran partisipatif dalam monitoring kualitas ikan tuna berbasis pengelolaan rantai dingin. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan dengan melibatkan 45 peserta dan mencakup empat tahap, yaitu penilaian awal, pelatihan Good Handling Practices (GHP), implementasi monitoring suhu pada setiap titik kritis rantai dingin, serta analisis kualitas ikan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kualitas ikan tuna, ditandai dengan kenaikan skor sensorik dari 5,2 menjadi 7,8, penurunan pH dari 6,8 menjadi 6,1, serta peningkatan kepatuhan suhu dari 12% menjadi 89%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran partisipatif efektif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus memperkuat kinerja rantai dingin, yang berdampak pada penurunan kehilangan hasil pascapanen dan peningkatan nilai ekonomi produk perikanan. Selain itu, program ini juga memperkuat kolaborasi antaraktor rantai pasok dalam membangun sistem distribusi ikan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis bukti lapangan di wilayah mitra yang dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi di lapangan setempat.
Bahasa Inggris Fauzan Reza Fahlevi; Roshim Ahmad Musyaffa; Rahmahdalena Putri Khairunnisa; Zaitun Qamariah; Hesty Widiastuty
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 6 No 1 (2026): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students at MTs Hidayatul Insan experience difficulties in understanding spoken English due to conventional listening instruction that provides limited visual support and low engagement. To address this issue, a community service program was implemented using digital animation integrated with games, dialogues, and role-playing activities. The program aimed to integrate digital animation media and interactive teaching methods into English listening instruction while encouraging student participation and classroom engagement. Participants were ninth-grade students at MTs Hidayatul Insan. Data were collected through classroom observations, student feedback, and documentation and were analyzed descriptively. The findings indicate that digital animation provided visual and auditory support that encouraged students’ engagement with listening materials and promoted classroom participation. Furthermore, games, dialogues, and role-playing activities encouraged active participation, interaction, and meaningful language use. Overall, students demonstrated positive responses, high enthusiasm, and active involvement throughout the learning activities. The program demonstrates that the integration of digital animation media and interactive teaching methods can create a more engaging environment for English listening instruction in EFL classrooms.

Page 11 of 11 | Total Record : 106